Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
LAPORAN KINERJA BPS KABUPATEN BURU
2020
BADAN PUSAT STATISTIK
KABUPATEN BURU
Kata Pengantar
aporan Kinerja (LAKIN) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buru Tahun 2020 merupakan wujud akuntabilitas kinerja BPS Kabupaten Buru sebagai salah satu penyelenggara negara.
Penyusunan LAKIN BPS Tahun 2020 dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban Kepala BPS Kabupaten Buru atas pelaksanaan program dan kegiatan serta pengelolaan anggaran dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Dalam laporan ini tertuang capaian kinerja terhadap target yang telah ditetapkan pada tahun 2020, perkembangan realisasi kinerja terhadap tahun sebelumnya, serta capaian kinerja terhadap Target Rencana Strategis (Renstra) BPS Kabupaten Buru Tahun 2020. Laporan ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk evaluasi agar mencapai kinerja yang lebih optimal di tahun mendatang.
Pimpinan BPS Kabupaten Buru mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan laporan ini. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa mendatang.
Namlea, 26 Februari 2021 Kepala BPS Kabupaten Buru,
Paulus M. Peilouw, SE NIP. 19640926 199401 1 001
L
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
Daftar Isi
Kata Pengantar ………. i
Daftar Isi ……… iii
Ringkasan Eksekutif ………... v
Bab I Pendahuluan ... 1
1.1 Latar Belakang ………..… 1
1.2 Maksud dan Tujuan ……… 2
1.3 Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi BPS Kabupaten Buru………..……… 2
1.4 Sumber Daya Manusia BPS Kabupaten Buru ………..……… 5
1.5 Potensi dan Permasalahan ……….……. 5
1.6 Sistematika Penyajian Laporan ………..……. 9
Bab II Perencanaan Kinerja ……… 11
2.1 Rencana Strategis 2020-2024……….. 11
2.2 Perjanjian Kinerja (PK) BPS Kabupaten Buru Tahun 2020………...……… 14
Bab III Akuntabilitas Kinerja ……….……… 16
3.1 Capaian Kinerja Tahun 2020 ……… 16
3.2 Perkembangan Capaian Kinerja BPS Kabupaten Buru ... 20
3.3 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Buru Tahun 2020 terhadap Target Renstra 2020 dan 2020 ……… 24
3.4 Kegiatan Prioritas BPS Kabupaten Buru 2020……… 26
3.5 Inovasi yang Dilakukan BPS Kabupaten Buru ……….. 29
3.6 Upaya Efisiensi di BPS Kabupaten Buru ……… 29
3.7 Kinerja Anggaran BPS Kabupaten Buru Tahun 2020 ……….. 33
Bab IV Penutup ………..……… 36
4.1 Tinjauan Umum ……….…. 36
4.2 Tindak Lanjut ………...……… 37
Lampiran ………... 40
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
RINGKASAN EKSEKUTIF
Sesuai Undang-Undang Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) mempunyai wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan statistik melalui sensus, survei, kompilasi produk administrasi, dan cara lainnya, serta mengumumkan hasilnya secara berkala atau sewaktu-waktu dan terbuka kepada masyarakat baik instansi pemerintah, lembaga swasta, lembaga swadaya masyarakat ataupun perorangan.
Seperti diketahui bahwa BPS Kabupaten/Kota bertugas melaksanakan penyelenggaraan statistik dasar di kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Visi BPS Kabupaten Buru yaitu :
“Penyedia Data Statistik Berkualitas untuk Indonesia Maju”
(“Provider of Qualified Statistical Data for Advanced Indonesia”) Dalam rangka tercapainya visi tersebut maka harus ditunjang dengan misi : 1. Menyediakan statistik berkualitas yang berstandar nasional dan internasional 2. Membina K/L/D/I melalui Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan
3. Mewujudkan pelayanan prima di bidang statistik untuk terwujudnya Sistem Statistik Nasional
4. Membangun SDM yang unggul dan adaptif berlandaskan nilai profesionalisme, integritas dan amanah.
Rumusan Tujuan BPS Kabupaten Buru untuk mendukung upaya pencapaian visi dan misi BPS Kabupaten Buru pada tahun 2020-2024 adalah:
1. Tujuan 1: Menyediakan data statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan, terkait dengan:
Misi ke-1: Menyediakan statistik berkualitas yang berstandar nasional dan internasional;
2. Tujuan 2: Meningkatnya kolaborasi, integrasi, dan standardisasi dalam penyelenggaraan SSN, terkait dengan:
Misi ke-2: Membina K/L/D/I melalui Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan;
3. Tujuan 3: Meningkatnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN, terkait dengan:
Misi ke-3: Mewujudkan pelayanan prima di bidang statistik untuk terwujudnya Sistem Statistik Nasional; dan
4. Tujuan 4: Penguatan tata kelola kelembagaan dan reformasi birokrasi, terkait dengan:
Misi ke-4: Membangun SDM yang unggul dan adaptif berlandaskan nilai profesionalisme, integritas dan amanah.
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, upaya meraihnya dengan menetapkan sasaran sebagai berikut :
SS.1. Sasaran strategis yang ingin dicapai dalam tujuan penyediaan data statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan adalah: Meningkatnya pemanfaatan data statistik yang berkualitas
Dengan indikator sasaran:
a. Persentase pengguna data yang menggunakan data BPS sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional
b. Persentase publikasi statistik yang menerapkan standard akurasi sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional
SS.2. Sasaran strategis yang ingin dicapai dalam tujuan meningkatnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN adalah: Penguatan statistik sektoral K/L/D/I
Dengan indikator sasaran: Persentase K/L/D/I yang mampu menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri sesuai NSPK.
SS.3. Sasaran strategis yang ingin dicapai dalam tujuan meningkatnya kolaborasi, integrasi, dan standardisasi dalam penyelenggaraan SSN adalah: Penguatan komitmen K/L/D/I terhadap SSN.
Dengan indikator sasaran:
a. Persentase K/L/D/I yang melaksanakan rekomendasi kegiatan statistik
b. Persentase K/L/D/I yang menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai standar
SS.4. Sasaran strategis yang ingin dicapai dalam tujuan penguatan tata kelola kelembagaan dan reformasi birokrasi adalah: SDM statistik yang unggul dan berdaya saing dalam kerangka tata kelola kelembagaan.
Dengan indikator sasaran:
a. Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat
b. Persentase kepuasan pengguna data terhadap sarana dan prasarana pelayanan BPS.
Guna mencapai tujuan dan sasaran dari pembangunan perstatistikan yang telah ditetapkan, maka pada tahun 2020 BPS Kabupaten Buru menetapkan 2 (tiga) program yaitu:
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPS (DMPTTL) 2. Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS)
Penyelenggaraan program-program tersebut dibiayai dari APBN yang dituangkan kedalam DIPA Tahun 2020 Bagian Anggaran 054, dengan pagu DIPA setetah revisi ke-9 tanggal 30 Desember 2020 dikarenakan pemutakhiran data Petunjuk Operasional Kegiatan
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
pada data base RKA-K/L DIPA, sebesar Rp 4.824.374.000,00 dengan realisasi penggunaannya sebesar Rp 4.573.170.313,00 atau mencapai 94,79 persen. Jumlah anggaran tersebut berasal dari DIPA BPS Kabupaten Buru Tahun 2020 Nomor:DIPA-054.01.2.637305/2020 tanggal 12 November 2019.
Program kegiatan yang dilaksanakan BPS Kabupaten Buru Tahun 2020 meliputi:
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (DMPTTL).
Anggaran pembiayaan kegiatan ini sebesar Rp. 3.112.591.000,00 yang meliputi pembayaran gaji dan tunjangan, penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran dengan realisasi anggaran Rp. 3.069.826.000,00 atau 98,63 persen.
2. Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS).
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS) terdiri dari 1 (satu) kegiatan dengan 42 (empat puluh dua) komponen dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.711.783.000,00 dengan realisasi sebesar Rp 1.581.306.761,00 atau 92,38 persen.
Komponen tersebut adalah:
1. Peningkatan Pelayanan Metadata Kegiatan Statistik Dasar, Sektoral dan Khusus
2. Peningkatan Kualitas dan Layanan Publikasi
3. Penyusunan Komponen Pengeluaran Rumah Tangga dan Institusi Nirlaba Triwulanan/Tahunan dan Penyusunan SUT /IO Sisi Uses
4. Penyusunan Komponen Pengeluaran Pemerintah Triwulanan/Tahunan dan Penyusunan SUT /IO Sisi Uses
5. Penyusunan Komponen PMTB dan Inventori Triwulanan/Tahunan dan Penyusunan SUT /IO Sisi Uses
6. Penyusunan Konsolidasi PDRB Pengeluaran Triwulanan dan Tahunan 7. Penyusunan PDRB Tahunan dan Triwulanan Menurut Lapangan Usaha
Tahun Dasar 2010 100
8. Pemutakhiran Sistem dan Program MFD dan MBS Berbasis Web 9. Pemutakhiran Peta Wilayah Kerja Statistik
10. Survei Triwulanan Kegiatan Usaha Terintegrasi 11. Survei Pola Distribusi Barang Dan Jasa
12. Kompilasi Data Transportasi 13. Survei Perdagangan Antar Wilayah
14. Penyusunan Direktori Pasar dan Pusat Perdagangan 15. Survei Statistik Harga Produsen
16. Survei Harga Perdagangan Besar 17. Survei Harga Perdesaan
18. Indeks Kemahalan Konstruksi
19. Survei Industri Besar dan Sedang Bulanan 20. Survei Industri Besar/Sedang Tahunan
21. Survei Industri Mikro dan Kecil (VIMK) Tahunan 22. Survei Industri Mikro dan Kecil (VIMK) Triwulanan
23. Survei Pertambangan, Energi, Penggalian, Captive Power dan Updating Direktori
24. Survei Konstruksi
25. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Semesteran 26. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Tahunan 27. Publisitas SP2020
28. Pendataan Short Form SP2020 29. Pengolahan SP2020
30. Penjaminan Kualitas SP2020
31. Survei Sosial Ekonomi Nasional Kor dan Konsumsi 32. Penyusunan Statistik Politik Keamanan
33. Pendataan Pemutakhiran Data Perkembangan Desa Tahun 2020 34. Survei Statistik Badan Usaha dan Pasar Modal
35. Survei Bidang Jasa Pariwisata
36. Survei Statistik Keuangan Pemerintah Daerah 37. Survei Perusahaan Peternakan dan RPH/TPH 38. Survei Perusahaan Kehutanan
39. Survei Pertanian Tanaman Pangan/Ubinan 40. Survei Hortikultura dan Indikator Pertanian 41. Survei Perusahaan Perkebunan
42. Pendataan Statistik Pertanian Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode Kerangka Sampel Area
Beberapa kendala yang menghambat keberhasilan program yang telah dicanangkan pada tahun 2020 adalah:
1. SDM/petugas tapangan (mitra statistik) yang masih kurang menguasai konsep/definisi;
2. Responden terutama responden perusahaan yang agak sulit untuk memberikan data dengan benar dan obyektif;
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
3. Jadwal kegiatan yang sangat padat serta adanya himbauan dari pemerintah untuk penghematan anggaran perjalanan dinas.
4. Pandemi Covid-19 yang melanda, mengharuskan semua elemen melakukan social dan physical distancing sehingga pelaksaanaan lapangan secara tatap muka diganti melalui online/by phone.
Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program-program BPS Kabupaten Buru tersebut mengakibatkan keterlambatan atau tidak selesainya pelaksanaan kegiatan teknis dan penyerapan anggaran, yang secara umum disebabkan oleh:
a. Teknis
Responsibilitas masyarakat terhadap kegiatan pengumpulan data oleh BPS relatif masih rendah, khususnya dari kalangan dunia usaha. Sedangkan untuk responden rumah tangga sulit untuk ditemui.
b. Anggaran
Kurang tepatnya perencanaan anggaran yang menyebabkan adanya revisi-revisi guna ketepatan penggunaan akun agar sesuai dengan Bagan Akun Standar (BAS). Adanya instruksi untuk penghematan anggaran (optimatisasi) serta instruksi untuk penghematan perjalanan dinas
c. Pandemi Covid-19
Sejak Maret 2020 terjadi Pandemi covid-19 yang mengakibatkan perubahan terhadap penyesuaian anggaran maupun proses bisnis kegiatan statistik.
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Tata kepemerintahan yang baik merupakan suatu konsepsi tentang penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, demokratis, dan efektif. Upaya untuk mewujudkan suatu tata kepemerintahan yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran ketiga pilar, yaitu pemerintah, dunia usaha swasta, dan masyarakat. Upaya tersebut telah dituangkan dalam peraturan perundang-undangan, antara lain :
TAP MPR Nomor XI Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN;
UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN;
UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik;
Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
Keppres Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen;
Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP);
Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pusat Statistik di Daerah.
Salah satu inti pokok dari peraturan-peraturan tersebut di atas adalah setiap instansi pemerintah diwajibkan mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP), dengan tujuan untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai satu diantara beberapa prasyarat untuk terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya. Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014, penyelenggaraan SAKIP meliputi Rencana Strategis, Perjanjian Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pengelolaan Data Kinerja, Pelaporan Kinerja, serta Review dan Evaluasi Kinerja.
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
1.2. Maksud dan Tujuan 1.5.1 Maksud
Laporan kinerja BPS Kabupaten Buru tahun 2020 disusun sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah (Perpres) Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Pasal 3 ayat 1 dan Pasal 5 menyebutkan bahwa penyelenggaraan SAKIP pada Kementerian Negara/Lembaga dilaksanakan oleh entitas Akuntabilitas Kinerja secara berjenjang yaitu entitas akuntabilitas kinerja satuan kerja, unit organisasi, dan Kementerian/Lembaga.
Sesuai dengan Permen PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014, Laporan Kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran.
1.5.2 Tujuan Penyusunan Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru Tahun 2020 Penyusunan Laporan Kinerja Badan Pusat Statistik Kabupaten Buru Tahun 2020 adalah perwujudan kewajiban BPS Kabupaten Buru untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Kinerja Tahunan dan Penetapan Kinerja Tahun 2020 serta akan digunakan sebagai umpan balik untuk memicu perbaikan kinerja BPS Kabupaten Buru di tahun yang akan datang. Selain itu, Tujuan dari pelaporan kinerja adalah :
1) Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai;
2) Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya.
1.3. Tugas, Fungsi, dan Susunan Organisasi BPS Kabupaten Buru 1.3.1 Tugas
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah, Bab III pasal 36 disebutkan bahwa:
a. BPS Kabupaten Buru mempunyai tugas pokok melaksanakan penyelenggaraan statistik dasar di Kabupaten Buru sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, melalui kegiatan sensus, survei, kompilasi produk administrasi dan cara lain serta mengumumkan hasilnya secara teratur dan transparan dalam bentuk publikasi, baik secara rutin maupun insidentil.
b. BPS Kabupaten Buru juga mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan kerjasama serta mengembangkan dan membina statistik sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
c. Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten, BPS Kabupaten Buru melakukan kegiatan penyelenggaraan statistik, terutama yang berkaitan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat guna mengoptimalkan kontribusi responden dan apresiasi masyarakat terhadap statistik yang mendukung pembangunan wilayah Kabupaten Buru.
d. BPS Kabupaten Buru ikut serta dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan cara mengikuti penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik melalui berbagai kegiatan, baik yang berkaitan tangsung dengan statistik yang merupakan program BPS Pusat ataupun kegiatan lain yang bersifat umum yang merupakan program daerah
1.3.2 Fungsi
Sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kepala BPS Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan BPS di Daerah Bab III pasal 37, dalam melaksanakan tugasnya BPS Kabupaten Buru berada di bawah dan bertanggung jawab kepada BPS Propinsi Maluku serta menyelenggarakan fungsi:
a. Penyelenggaraan statistik dasar di wilayah Kabupaten Buru. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPS di Wilayah Kabupaten Buru.
b. Pembinaan terhadap kegiatan statistik kepada instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buru.
c. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan BPS Kabupaten Buru.
1.3.3 Susunan Organisasi BPS Kabupaten Buru
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, sesuai Keputusan Kepala BPS Nomor 121 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pusat Statistik di Daerah, telah ditentukan struktur organisasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Buru, yaitu :
a) Kepala;
Tugas : memimpin BPS Kabupaten/Kota dengan tugas dan fungsi BPS Kabupaten/Kota serta membina aparatur BPS Kabupaten/Kota agar berdaya guna dan berhasil guna.
b) Subbagian Tata Usaha;
Tugas : melakukan penyusunan rencana dan program, urusan kepegawaian dan hukum, keuangan, umum dan pengadaan barang dan jasa..
c) Seksi Statistik Sosial;
Tugas: melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, evaluasi, dan pelaporan statistik sosial.
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
d) Seksi Statistik Produksi;
Tugas : melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, evaluasi, dan pelaporan statistik produksi.
e) Seksi Statistik Distribusi;
Tugas : melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, evaluasi, dan pelaporan statistik distribusi.
f) Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik;
Tugas : melakukan pengumpulan, kompilasi data, pengolahan, analisis, evaluasi, dan pelaporan neraca wilayah dan analisis statistik lintas sektor.
g) Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik;
Tugas : melakukan pengintegrasian pengolahan data, pengelolaan jaringan dan rujukan statistik, serta diseminasi dan layanan statistik.
h) Kelompok Jabatan Fungsional;
Tugas : melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing- masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pada Desember 2020, telah dilakukan perubahan terkait Susunan Organinsasi melalui Peraturan BPS Nomor 8 Tahun 2020 tanggal 17 Desember 2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik Provinsi dan Badan Pusat Statistik Kabupaten/Kota sehingga susunan organisasi BPS Kabupaten Buru pada Tahun 2021 berubah sesuai dengan peraturan tersebut.
Perubahan Susunan Organisasi tersebut, dapat dilihat pada gambar berikut :
Kepala BPS Kabupaten/Kota
Subbagian Umum
Kelompok Jabatan Fungsional
1.4. Sumber Daya Manusia BPS Kabupaten Buru
Kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sangat menentukan kinerja suatu instansi. Jumlah Pegawai BPS Kabupaten Buru per 31 Desember 2020 sebanyak 22 pegawai yang dapat diuraikan sebagai berikut :
a) Menurut Jabatan No Unit organisasi
Jenis Jabatan
Jumlah Eselon III Eselon IV Fungsional
Tertentu
Fungsional Umum
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Kepala BPS Kab/Kota 1 - - - 1
2. Subbagian Tata Usaha - 1 - 4 5
3. Seksi Statistik Sosial - 1 - 2 3
4. Seksi Statistik Produksi - 1 - 1 2
5. Seksi Statistik Distribusi - 1 - 1 2
6. Seksi Nerwilis - 1 - 2 3
7. Seksi IPDS - 1 - 1 2
8. KSK - - 1 3 4
Jumlah 1 6 1 14 22
b) Menurut Tingkat Pendidikan
No Unit organisasi Jenjang Pendidikan
Jumlah S2 S1/DIV DI/DII/DIII SLTA
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Kepala BPS Kab/Kota - 1 - - 1
2. Subbagian Tata Usaha - 3 - 2 5
3. Seksi Statistik Sosial - 3 - - 3
4. Seksi Statistik Produksi - 2 - - 2
5. Seksi Statistik Distribusi - 2 - - 2
6. Seksi Nerwilis - 3 - - 3
7. Seksi IPDS 1 1 - - 2
8. KSK - - 1 3 4
Jumlah 1 15 1 5 22
1.5 Potensi dan Permasalahan
Merencanakan pennbangunan di bidang statistik yang akan dilaksanakan dipandang perlu untuk memahami potensi yang dimiliki dan Permasalahan yang dihadapi, agar rumusan program dan kegiatan menjadi tepat guna, tepat waktu dan tepat sasaran.
1.5.1 Potensi yang Dimiliki
Peranan data statistik sangat penting dalam bidang perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional. BPS merupakan National Statistics Office (NSO) yang bertanggung jawab dalam penyediaan data dan informasi statistik dasar, serta menjalankan fungsi koordinasi dan pembinaan terhadap pelaksanaan statistik sektoral oleh
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota. BPS telah memiliki payung hukum dalam menyelenggarakan kegiatan perstatistikan. Hal tersebut menjadi kekuatan bagi BPS untuk mengembangkan kegiatan perstatistikan kedepannya.
Secara kelembagaan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2007, BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota merupakan bagian integral dari BPS Republik Indonesia secara keseluruhan. Perpres tersebut menjamin koordinasi vertikal dalam penyelenggaraan kegiatan statistik, terutama untuk menyediakan dan memberikan pelayanan data dan informasi statistik kepada publik.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah (Pusat), Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, menempatkan BPS pada posisi strategis dalam mengembangkan Sistem Statistik Nasional, baik di pusat maupun daerah. BPS menjadi badan yang bertanggung jawab dalam penyediaan data dan informasi statistik dasar, serta menjalankan fungsi koordinasi dan pembinaan terhadap pelaksanaan statistik sektoral oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk itu, BPS mengeluarkan Peraturan Kepala BPS Nomor 9 Tahun 2009 tentang Penyetenggaraan Statistik Sektoral oleh Pemerintah Daerah yaitu dengan menetapkan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK).
Kemajuan TIK yang pesat sangat potensiat dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari. Ketersediaan peratatan dan perlengkapan untuk keperluan pengumputan data, pengotahan data, maupun diseminasi data berbasis TIK mutakhir yang dimiliki BPS Kabupaten Buru merupakan potensi untuk meningkatkan kualitas dan mempercepat ketersediaan serta pelayanan data dan informasi statistik yang diperlukan oleh konsumen.
Dewasa ini, data dan informasi statistik secara resmi digunakan pada hampir semua level pemerintahan sebagai rujukan dalam perumusan kebijakan, perencanaan, pemantauan, maupun evaluasi pembangunan. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) memuat seJumlah indikator kunci sebagai bahan evaluasi kinerja penyelenggaraan otonomi daerah, memerlukan ketersediaan data dan informasi statistik pada tingkat wilayah pemerintahan terkecil.
Sejalan dengan kondisi tersebut, meskipun secara umum kesadaran masyarakat baik sebagai responden maupun sebagai konsumen terhadap data dan informasi statistik dalam wilayah BPS Kabupaten Buru dirasakan betum tinggi, tetapi sebagai bagian dari pelaksanaan SSN, maka penyediaan data dan informasi statistik yang beragam dan berkualitas tidak dapat dihindari. Menyikapi hal ini pemerintah dalam RPJM Nasional Tahun 2020-2024
menempatkan penguatan sistem data dan informasi statistik sebagai bagian dari sistem pendukung manajemen pembangunan Nasional.
1.5.2 Permasalahan yang Dihadapi
Permasalahan yang dihadapi dalam memberikan dan meningkatkan kualitas data statistik, peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik, serta peningkatan birokrasi yang akuntabel lebih bertumpu pada permasalahan internal. Permasalahan yang menonjol adalah terbatasnya kuantitas dan kualitas manajemen sumber daya manusia baik teknis maupun administrasi yang profesional dan kompeten sesuai dengan bidang tugasnya. Selain itu, sistem administrasi yang betum terintegrasi menyebabkan penyediaan saran dan prasarana kerja yang dimiliki BPS belum seluruhnya dapat diperbaharui.
Hal-hal lain yang dipandang sebagai permasalahan eksternal adalah rendahnya kesadaran responden, baik rumah tangga, perusahaan, maupun lembaga dalam memberikan informasi dengan benar. Khusus untuk data perusahaan, seperti pada sektor konstruksi dan industri masih terkendala pada ketepatan waktu pengembalian kuesioner dari responden ke BPS Kabupaten Buru. Pengumpulan data statistik Sosial lebih kepada keberadaan responden di rumah untuk bisa diwawancarai. Beragamnya pekerjaan responden dengan waktu kerja yang berbeda-beda menuntut petugas untuk bisa mencari waktu yang tepat guna mewawancarai responden. Seringkali responden tidak dapat ditemui sampai batas waktu periode pencacahan.
Hal ini menyebabkan data yang dihasilkan menjadi kurang berkualitas dan response rate yang rendah.
Disamping itu Terjadinya pandemi Covid-19 sejak bulan Maret 2020 dan belum mereda sampai akhir tahun telah menyebabkan penyesuaian baik di sisi anggaran maupun proses bisnis kegiatan statistik. Dari sisi anggaran terjadi penghematan dan juga penambahan mata anggaran untuk penanggulangan pandemi seperti pengadaan rapid tes dan APD sederhana bagi petugas yang akan melaksanakan tugas pengumpulan data di lapangan (wawancara langsung). Disisi teknis dilakukan banyak penyesuaian meminimalkan terjadinya tatap muka baik dalam melaksanakan pelatihan maupun pendataan. Sehingga pelatihan dilakukan secara online (daring) atau belajar mandiri melalui media massa dan media sosial. Demikian pula dengan wawancara kepada responden sangat dikurangi diupayakn menggunakan fasilitas teknologi informasi seperti telepon, email atau media sosial seperti Whatsapp.
Dalam pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 yang menerapkan metode baru yaitu Sensus Online yang dilakukan oleh masing-masing warga masyarakat pada bulan Februari- Maret 2020 terpaksa dilakukan pengunduran jadwal sampai dengan tanggal 29 Mei untuk memberikan keleluasan masyarakat untuk mengisi di web yang telah disediakan sensus.bps.go.id. Dan rancangan proses bisnis yang telah disusun untuk Sensus Wawancara
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
di Kabupaten Buru tidak diterapkan sepenuhnya, serta dilakukan pengunduran jadwal dari bulan Juli menjadi September 2020.
Demikian pula dengan Survei Sosial Ekonomi modul MKP yang dilakukan di bulan September mengalami penyesuaian Susenas Probis Baru, dan penyederhanaan pertanyaan dalam kuesioner menjadi lebih ringkas dan memangkas informasi harga komoditas. Agar pelaksanaan wawancara menjadi lebih sederhana dan menggunakan waktu yang lebih singkat namun tidak menghilangkan esensi Susenas-nya.
Selain itu, belum terpenuhinya kepercayaan pengguna terhadap kualitas dan ragam data khususnya informasi statistik wilayah kecil, termasuk data mikro. Salah satu kendala adalah Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang statistik yang tidak memperkenankan BPS menyajikan data individu. Sementara itu, sosialisasi UU tersebut belum mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang tugas dan fungsi BPS, sehingga mereka beranggapan bahwa BPS sumber dari segala jenis data dan informasi statistik yang mereka perlukan.
Koordinasi antar instansi belum optimal, sehingga masih perlu ditingkatkan dalam penyelenggaraan kegiatan statistik yang lebih baik dan terarah dalam rangka peningkatan kualitas hubungan dengan sumber data (respondent engagement) maupun pengguna data (user engagement).
Permasalahan penting lainnya yang dihadapi BPS Kabupaten Buru dalam mencapai sasaran berdasarkan analisis pencapaian kinerja tahun 2020 antara lain:
1. Target sampel survei pertanian tanaman pangan/ubinan yang sangat besar hal ini diperlukan kerja yang ekstra agar tidak terjadi pencapaian yang rendah. Yaitu dengan menjalin komunikasi dengan petani untuk menghindari lewat ubinan dikarenakan informasi panen dari petani tidak disampaikan dengan akurat karena kebanyakan panen dilakukan petani dengan menggunakan mesin dan akhirnya dilakukan penggantian sampel ataupun terlewat cacah karena jadwal panen yang tidak sesuai.
2. Banyaknya pertanyaan yang ada didalam kuesioner sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama dalam berwawancara dengan responden dan respondenpun merasa terganggu.
3. Kurang tepatnya pemasukan dokumen survei karena kendala yang berasal dari responden seperti : susah untuk ditemui, responden dalam memberikan jawaban memerlukan waktu dalam pengisian kuesinoner.
4. Semakin meningkatnya pengunjung website BPS Kabupaten Buru, menuntut pengelolaan website secara lebih profesional. Pelayanan Statistik Terpadu memerlukan perhatian lebih
dan belum ada PST yang memadai serta pegawai khusus dengan keahlian tertentu, sehingga kurang bisa memberikan kepuasan pelayanan terhadap pengunjung.
5. Berkurangnya jumiah pegawai yang bertugas sebagai Koordinator Statistik Kecamatan karena mutasi dan seiring bertambah padatnya kegiatan BPS Kabupaten Buru menjadikan hal tersebut menjadi kendala.
6. Pada proses pengolahan data sering mengalami revisi program, kadangkala data yang sudah dientry ke media komputer tidak bisa digunakan dengan menggunakan versi terbaru.
1.6 Sistematika Penyajian Laporan
Penulisan Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru disusun dengan sistematika mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan kinerja disajikan dengan susunan sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Pada bab ini disajikan Latar belakang, maksud dan tujuan, tugas, fungsi dan susunan organisasi, sumber daya manusia yang dimiliki serta potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh BPS Kabupaten Buru.
Bab II Perencanaan Kinerja
Pada bab ini menguraikan Rencana Strategis BPS Kabupaten Buru tahun 2020-2024 serta ringkasan/ikhtisar Perjanjian Kinerja Tahun 2020.
Bab III Akuntabilitas Kinerja
Pada bab ini menyajikan capain kinerja dan realisasi anggaran BPS Kabupaten Buru, untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis sesuai dengan hasil pengukuran kinerja BPS Kabupaten Buru tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:
a. Capaian kinerja dengan membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun bersangkutan;
b. Capaian kinerja dengan membandingkan realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu;
c. Capaian kinerja dengan membandingkan realisasi kinerja dengan target Renstra 2020- 2024;
d. Kegiatan prioritas di BPS Kabupaten Buru tahun 2020;
e. Inovasi yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Buru tahun 2020;
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
f. Upaya efisiensi anggaran tahun 2020;
g. Realisasi Anggaran yang menguraikan realisasi anggaran dan anggaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja;
Bab IV Penutup
Pada bab ini menguraikan kesimpulan umum atas capaian kinerja BPS Kabupaten Buru serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerjanya.
Bab II
Perencanaan Kinerja
2.1 Rencana Strategis BPS Kabupaten Buru Tahun 2020 – 2024
Peraturan Presiden No 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Pasal 3 ayat 1 dan Pasat 5 menyebutkan bahwa penyelenggaraan SAKIP pada Kementerian Negara/Lembaga dilaksanakan oleh entitas Akuntabilitas Kinerja secara berjenjang yaitu entitas akuntabilitas kinerja satuan kerja, unit organisasi, dan Kementerian/Lembaga. Sedangkan penyelenggaraan SAKIP meti puti: rencana strategis, perjanjian kinerja, pengukuran kinerja, pengetotaan data kinerja, dan reviu dan evaluasi kinerja.
Selanjutnya dalam pasal 6 dan pasal 7 bahwa penyusunan rencana strategis dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan menjadi tandasan dalam penyelenggaraan SAKIP.
BPS sebagai salah satu Lembaga Pemerintah yang melayani masyarakat, dituntut untuk memberikan pelayanan prima yang akuntabel dan transparan. Pelayanan prima, akuntabel dan transparan ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan kegiatan administrasi yang mendampingi pelaksanaan kegiatan teknis. Secara khusus, pelayanan prima yang akuntabel dan transparan dilaksanakan metalui upaya pembinaan, penyempurnaan, dan pengendalian manajemen secara terencana, sistematis, bertahap, komprehensif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan good governance.
Tuntutan terhadap penyelenggaraan kegiatan pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintah yang bersih (clean government), memerlukan dukungan sumber daya manusia dan sarana prasarana kerja yang berkualitas. Untuk itu, BPS Kabupaten Buru pertu menyusun Renstra dalam mendukung pembangunan di bidang teknis dan administrasi statistik yang komprehensif dan mampu mengemban togas pokok dan fungsinya yang secara tidak tangsung dapat mempercepat terwujudnya good governance dan clean goverment di Indonesia.
Pada tahun 2020, BPS Kabupaten Buru telah menerbitkan Rencana Strategis yang baru untuk Tahun 2020 – 2024. Dalam melakukan tugasnya selama 5 (lima) tahun dituangkan dalam Renstra BPS Kabupaten Buru Tahun 2020-2024 tersebut. Seperti Renstra Tahun 2015-2019, Renstra BPS Kabupaten Buru Tahun 2020-2024 juga berisi visi, misi dan tujuan yang juga mengalami perubahan dari Renstra sebelumnya dan tetap diselaraskan dengan visi, misi dan
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
tujuan BPS tahun 2020-2024. Dengan adanya Renstra sebagai dasar penyusunan rencana kerja tahunan diharapkan pelaksanaan program dan kegiatan pada lingkungan BPS Kabupaten Buru akan menjadi lebih terarah, efektif, dan efisien.
Visi pembangunan daerah Kabupaten Buru tahun 2017 - 2022 adalah “Kabupaten Buru Yang Maju Menuju Masyarakat Bupolo Yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Mandiri Dan Sejahtera”. BPS Kabupaten Buru turut berkontribusi dalam pembangunan daerah di bidang statistik. Visi yang disusun BPS Kabupaten Buru untuk mewujudkan kontribusi tersebut sebagaimana tercantum dalam Renstra 2020-2024 adalah:
Dalam visi yang baru tersebut berarti bahwa BPS Kabupaten Buru berperan dalam penyediaan data statistik untuk daerah, nasional maupun internasional, untuk menghasilkan statistik yang mempunyai kebenaran akurat dan menggambarkan keadaan yang sebenarnya, dalam rangka mendukung Bupolo Maju.
Dengan visi baru ini, eksistensi BPS Kabupaten Buru sebagai penyedia data dan informasi statistik menjadi semakin penting, karena memegang peran dan pengaruh sentral dalam penyediaan statistik berkualitas tidak hanya di Kabupaten Buru, melainkan juga Provinsi Maluku dan di tingkat Nasional. Dengan visi tersebut juga, semakin menguatkan peran BPS Kabupaten Buru sebagai pembina data statistik di daerah.
Guna memberikan arah dan sasaran yang jelas, serta berbagai pedoman dan tolok ukur kinerja dalam pelaksanaan pembangunan statistik yang diselaraskan dengan arah kebijakan dan program pembangunan daerah yang telah ditetapkan dan Pembangunan Jangka Menengah, Kepala BPS Kabupaten Buru dalam menetapkan Rencana Strategis Tahun 2020 - 2024 tetap mengacu Renstra Badan Pusat Statistik Republik Indonesia 2020 - 2024. Visi tersebut dicapai dengan misi sebagai berikut:
Badan Pusat Statistik merupakan penyelenggara statistik dasar, yaitu statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat (Perpres No.86 tahun 2007). Kualitas suatu output statistik dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang/dimensi, untuk itu pengukuran kualitas ditentukan melalui pemenuhan sekumpulan dimensi kualitas (Statistic Korea, n.d.:10; Helfert & Foley, 2009:187). Ada 6 (enam) dimensi kualitas statistik yang digunakan oleh BPS meliputi relevance (relevansi), accuracy (akurasi), timeliness (aktualitas) & punctuality (tepat waktu), acessibility (aksesibilitas), coherence (koherensi) & comparability (keterbandingan), interpretability (interpretabilitas).
... dan berstandar internasional…
“Penyedia Data Statistik Berkualitas untuk Indonesia Maju”
Menyediakan statistik berkualitas yang berstandar nasional dan internasional
“Setiap penyelenggaraan kegiatan statistik, BPS akan selalu berpedoman kepada konsep, standar dan metode yang berlaku secara universal dan berstandar internasional, mengikuti kaidah yang digariskan dalam Fundamental Principle of Official Statistics”.
Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. Sistem Statistik Nasional perlu diwujudkan secara terus menerus dan berkelanjutan (UU No. 16 Tahun 1997). BPS memiliki mandat untuk melakukan pembinaan terhadap instansi lain terkait dengan pelaksanaan kegiatan statistik sektoral. BPS juga memiliki mandat untuk melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dengan instansi pemerintah untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran.
Bahwa dalam rangka perencanaan pembangunan nasional pada khususnya, dan pembangunan sistem rujukan informasi statistik nasional pada umumnya, penyelenggaraan kegiatan statistik perlu didukung upaya-upaya koordinasi dan kerjasama serta upaya pembinaan terhadap seluruh komponen masyarakat statistik (PP No.51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik). Amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia bahwa Badan Pusat Statistik bertindak sebagai pembina data statistik yang menetapkan struktur baku dan format baku metadata, memberikan rekomendasi dalam proses perencanaan pengumpulan data, melakukan pemeriksaan ulang terhadap data prioritas, dan melakukan pembinaan penyelenggaraan Satu Data Indonesia.
Dalam pelayanan prima, kepuasan masyarakat menjadi tujuan utama. Kepuasan ini dapat terwujud jika pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Standar pelayanan adalah ukuran yang telah ditentukan sebagai suatu pembakuan pelayanan yang baik, dengan memperhatikan baku mutu pelayanan.
SDM statistik yang unggul dan adaptif tercermin pada Insan statistik yang profesionalisme, berintegritas, dan amanah
...profesionalisme…
“Dalam menyelenggarakan kegiatan statistik, insan statistik yang harus memiliki Membina K/L/D/I Melalui Sistem Statistik Nasional yang Berkesinambungan
Mewujudkan pelayanan prima di bidang statistik untuk terwujudnya Sistem Statistik Nasional
Membangun SDM yang unggul dan adaptif berlandaskan nilai profesionalisme, integritas, dan amanah
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
kapasitas dan kapabilitas yang diperlukan untuk menghasilkan data statistik yang berkualitas”.
… integritas …
“Insan statistik yang menyelenggarakan kegiatan statistik harus memiliki integritas yaitu memiliki sikap dan perilaku dalam melaksanakan profesi/tugasnya seperti dedikasi (pengabdian yang tinggi terhadap profesi yang diemban), disiplin (melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan), konsisten (satunya kata dengan perbuatan), terbuka (menghargai ide, saran, pendapat, masukan, dan kritik-kritik dari berbagai pihak), dan akuntabel (bertanggung jawab dan setiap langkahnya terukur)”.
Gambar 1. Nilai Inti BPS
…amanah…
“Amanah merujuk kepada sikap yang selalu mengedepankan kejujuran di dalam melaksanakan kegiatan statistik”.
Tabel Tujuan dan Sasaran Strategis BPS Kabupaten Buru 2020-2024
TUJUAN SASARAN STRATEGIS
(1) (2)
T1. Menyediakan Data Statistik untuk
dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan
SS1.1. Meningkatnya Pemanfaatan data statistik yang berkualitas
T2. Meningkatnya kolaborasi, integrasi, sinkronisasi dan standardisasi dalam penyelenggaraan SSN
SS2.1. Penguatan Komitmen K/L/D/I terhadap SSN
T3. Meningkatnya Pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN
SS3.1. Penguatan Statistik Sektoral K/L/D/I T4. Penguatan tata kelola kelembagaan dan
reformasi birokrasi
SS4.1. SDM Statistik yang Unggul dan berdaya saing dalam kerangka tata kelola kelembagaan
2.2. Perjanjian Kinerja (PK) BPS Kabupaten Buru Tahun 2020
Pada awal tahun ditetapkan target dari masing- masing indikator tujuan dan sasaran strategis yang harus dicapai selama setahun. Penetapan target tersebut tertuang dalam dokumen Perjanjian Kinerja. Penandatanganan PK oleh Kepala BPS Kabupaten Buru dilakukan pada tanggal 17 Juli 2020.
Selama periode 2020 telah ditetapkan target yang harus dipenuhi oleh BPS Kabupaten Buru yang menjadi ukuran keberhasilan dalam memenuhi tugas sebagai lembaga pemerintahan. Pada tabel berikut ditampilkan perjanjian kinerja yang menjadi
tanggung jawab Kepala BPS Kabupaten Buru. Target yang dicanangkan menjadi tolok ukur Indikator Kinerja yang akan dievaluasi pada akhir tahun yakni dengan membandingkan capaian atau realisasi sampai dengan akhir tahun 2020 terhadap target.
Tabel Perjanjian Kinerja BPS Kabupaten Buru Tahun 2020
Tujuan/Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target
(1) (2) (3) (4)
1. Menyediakan Data Statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan 1.1. Meningkatnya
Pemanfaatan data statistik yang berkualitas
Persentase pengguna data yang menggunakan data BPS sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional
Persen 80
Persentase publikasi statistik yang menerapkan standard akurasi sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional
Persen 90
2. Meningkatnya kolaborasi, integrasi, dan standarisasi dalam penyelenggaraan SSN 2.1. Penguatan komitmen
K/L/D/I terhadap SSN
Persentase K/L/D/I yang
melaksanakan rekomendasi kegiatan statistik
Persen n.a.
Persentase K/L/D/I yang
menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai standar
Persen 100
3. Meningkatnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN 3.1 Penguatan statistik sektoral
K/L/D/I
Persentase K/L/D/I yang mampu menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri sesuai NSPK
Persen 100
4. Penguatan tata kelola kelembagaan dan reformasi birokrasi 4.1 SDM statistik yang unggul
dan berdaya saing dalam kerangka tata kelola kelembagaan
Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat (Point)
Point 56,2
Persentase kepuasan pengguna data terhadap sarana dan prasarana pelayanan BPS
Persen 90
Sebagai penyedia data dan informasi, maka fokus BPS Kabupaten Buru sebagai perwakilan BPS RI di daerah adalah menyediakan data dan informasi statistik yang berkualitas, disamping itu juga melakukan penguatan penyediaan statistik sektoral dengan melakukan pembinaan serta koordinasi dan sinkronisasi menuju Satu Data Indonesia.
Realisasi dari target perjanjian kinerja tersebut dimonitoring setiap triwulanan, kemudian dilaporkan menjadi laporan interim (triwulanan) dan pada akhir tahun dilaporkan menjadi laporan kinerja. Keberhasilan/kegagalan pencapaian target menjadi tanggung jawab Kepala BPS Kabupaten Buru atas penggunaan anggaran BPS.
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
Bab III
Akuntabilitas Kinerja
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik memberi amanat kepada BPS untuk menyelenggarakan statistik dasar dan mengumumkan hasilnya secara teratur dan transparan kepada masyarakat. Keputusan Presiden Nomor 166 Tahun 2000, menetapkan BPS sebagai salah satu Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) yang menjalankan kewenangan di bidang statistik dasar baik di pusat maupun di daerah.
Akuntabilitas Kinerja BPS Kabupaten Buru merupakan perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi BPS dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui media pertanggungjawaban secara periodik selama satu tahun. Pelaksanaan pokok dan fungsi dilakukan sesuai dengan rencana strategis seperti tertulis pada Bab II.
Prosedur penghitungan kinerja organisasi berupa nilai capaian indikator kinerja. Setiap tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan mempunyai indikator kinerja, bisa terdiri dari satu maupun lebih indikator kinerja. Adapun indikator kinerja tersebut bisa diambil dari indikator kinerja utama maupun menambahkan indikator kinerja lain yang bisa dijadikan ukuran disesuaikan dengan kondisi unit kerja.
Tujuan/sasaran yang mempunyai satu indikator kinerja, maka tingkat capaian indikator kinerja tersebut merupakan nilai dari tingkat capaian dari tujuan dan sasaran tersebut.
Sedangkan bagi sasaran yang mempunyai lebih dari satu indikator kinerja, maka tingkat capaiannya dinilai berdasarkan rata-rata tingkat pencapaian dari semua indikator kinerjanya.
Sementara tingkat pencapaian unit kerja secara keseluruhan, dinilai berdasarkan rata-rata tingkat pencapaian dari semua indikator kinerja yang tercantum pada penetapan kinerja, baik itu indikator kinerja utama maupun indikator kinerja lainnya.
3.1 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Buru Tahun 2020
Pencapaian kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh BPS Kabupaten Buru. Capaian Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020 merupakan pencapaian dari indikator- indikator kinerja tujuan dan sasaran strategis selama tahun 2020. Indikator kinerja dimaksud merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang memiliki target pada Perjanjian Kinerja 2020 dan data realisasinya dapat diperoleh.
Capaian kinerja organisasi diukur dengan cara membandingkan antara kinerja yang dihasilkan dengan kinerja yang diharapkan. Dalam hal ini, capaian kinerja diukur dari Perjanjian Kinerja yang memuat tujuan, sasaran strategis dan indikator kinerja utama dengan hasil capaian selama satu tahun. Perjanjian Kinerja Badan Pusat Statistik mempunyai 4 (empat) Sasaran Strategis dan 7 indikator kinerja utama (IKU) sebagaimana dituangkan pada Perjanjian Kinerja Tahun 2020 .
Tujuan 1.
Menyediakan data statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan
Kondisi yang ingin dicapai dalam penyediaan data statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan adalah meningkatnya pemanfaatan data statistik yang berkualitas, dengan arah kebijakan peningkatan kualitas data statistik dasar dan pengembangan layanan statistik yang berorientasi kepada pengguna serta penilaian penjaminan kualitas statistik dasar dan penilaian kegiatan statistik sektoral agar memenuhi kriteria standar. Pada tahun ini target tersebut sebesar 80,00 persen yang diukur dengan Survei Kebutuhan Data (SKD) 2020 diperoleh hasil 100,00 persen atau tercapai sebesar 120,00 persen.
Indikator Kinerja
Target 2020 (Persen)
Realisasi 2020 (Persen)
Tingkat Capaian (Persen)
Ket
Persentase Pengguna data yang menggunakan data BPS sebagai dasar perencanaan,
monitoring dan evaluasi pembangunan nasional
80 100 120,00 IKU
Persentase publikasi statistik yang menerapkan standard akurasi sebagai dasar perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan nasional
90 100 111,11 IKU
Sasaran Strategis 1.1
Meningkatnya pemanfaatan data statistik yang berkualitas
Tingkat pencapaian sasaran strategis 1.1 diukur dari 2 (dua) indikator kinerja yaitu:
a. Persentase Pengguna data yang menggunakan data BPS sebagai dasar perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan nasional 100 dari target 80 persen, sehingga tingkat pencapaian indikator ini 120 persen.
b. Persentase publikasi statistik yang menerapkan standard akurasi sebagai dasar perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan nasional sebesar 100 dari target 90 persen, sehingga tingkat pencapaian indikator ini 111,11 persen.
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
Tujuan 2.
Meningkatnya kolaborasi, integrasi, sinkronisasi dan standardisasi dalam penyelenggaraan SSN
Kondisi yang ingin dicapai dalam rangka peningkatan kolaborasi dalam penyelenggaraan SSN adalah penguatan komitmen K/L/D/I terhadap SSN, dengan arah kebijakan terwujudnya SSN melalui Strategi Nasional Pembangunan Statistik Indonesia (SNPSI). Penguatan Sistem Statistik Nasional melalui koordinasi dan pembinaan yang efektif di bidang statistik merupakan tuntutan yang harus dipenuhi dalam era reformasi birokrasi. Indikator kinerja dari tujuan kedua diantaranya dengan jumlah metadata kegiatan statistik sektoral dan khusus yang dihimpun.
Indikator Kinerja
Target 2020 (Persen)
Realisasi 2020 (Persen)
Tingkat Capaian (Persen)
Ket
Persentase K/L/D/I yang melaksanakan
rekomendasi kegiatan statistik 0 0 0 IKU
Persentase K/L/D/I yang menyampaikan
metadata sektoral dan khusus sesuai standar 100 100 100 IKU Sasaran Strategis 2.1
Penguatan Komitmen K/L/D/I terhadap SSN, mempunyai beberapa indikator kinerja dengan capaian kinerja sebagai berikut :
a. Persentase K/L/D/I yang melaksanakan rekomendasi kegiatan statistik mencapai realisasi sesuai target yang ditetapkan.
b. Persentase K/L/D/I yang menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai mencapai 100 persen sesuai target. Dengan demikian capaian kinerjanya adalah 100 persen.
Tujuan 3.
Meningkatnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN
Realisasi untuk tujuan ketiga ini mencapai 1 metadata dengan target 1 metadata, sehingga tingkat pecapaian tujuan ini adalah 100 persen.
Indikator Kinerja
Target 2020 (Persen)
Realisasi 2020 (Persen)
Tingkat Capaian (Persen)
Ket
Persentase K/L/D/I yang mampu
menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri sesuai NSPK dihimpun
100 100 100 IKU
Sasaran Strategis 3.1
Penguatan Statistik Sektoral K/L/D/I, mencapai realisasi 100 % dari dinas/instansi sesuai target yang ditetapkan, atau capaian kinerjanya 100 persen.
Tujuan 4.
Penguatan tata kelola kelembagaan dan reformasi birokrasi
Peningkatan penyelenggaraan/pelaksanaan birokrasi yang akuntabel, dilaksanakan dengan melakukan penguatan tata kelola kelembagaan dan reformasi birokrasi guna memenuhi tuntutan dalam era reformasi birokrasi. Indikator kinerja dari tujuan keempat sebagai berikut :
Indikator Kinerja
Target 2020 (Persen)
Realisasi 2020 (Persen)
Tingkat Capaian (Persen)
Ket
Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat 56,16 64,08 114,02 IKU Persentase kepuasan pengguna data terhadap
sarana dan prasarana pelayanan BPS 90,00 86,67 96,30 IKU
Sasaran Strategis 4.1
SDM Statistik yang Unggul dan berdaya saing dalam kerangka tata kelola kelembagaan Indikator kinerja dari sasaran strategis 4.1 adalah hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat.
Pada tahun 2020 di BPS Kab. Buru dilakukan desk evaluation, dan mendapatkan nilai 64,08 dengan capaian kinerja sebesar 114,02 persen.
Reformasi Birokrasi mengharuskan semua pihak yang ada di dalamnya untuk slap melakukan perubahan. Ketersediaan sarana dan prasarana yang berkualitas diperlukan untuk mendukung tercapainya visi misi BPS. Sasaran strategis 4.2 meningkatnya kualitas sarana dan prasarana BPS mempunyai 2 (dua) indikator kinerja, yaitu persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS dan persentase pengadaan sarana dan prasarana aparatur yang diselesaikan.
a. Persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS. Indikator kinerja ini mencapai realisasi 86,67 persen, atau capaian kinerjanya 96,30 persen dibandingkan dengan target 90 persen. Sarana dan prasarana yang disediakan BPS Kab. Buru antara lain ruang pelayanan yang dilengkapi fasilitas komputer dan wifi, website dan email.
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
b. Persentase pengadaan sarana dan prasarana aparatur yang diselesaikan. Indikator kinerja ini mencapai realisasi 100 persen, atau capaian kinerjanya 100 persen dibandingkan dengan target 100 persen. Pengadaan sarana yang dilaksanakan pada tahun 2020 berupa pengadaan mesin potong rumput, kursi dan meja kerja.
3.2 Perkembangan Capaian Kinerja BPS Kabupaten Buru Tahun 2020
Capaian Kinerja BPS Kabupaten Buru tahun 2020, merupakan pencapaian dari indikator- indikator kinerja tujuan dan sasaran strategis selama tahun 2020. Hal tersebut berikut menunjukan bahwa secara keseluruhan sasaran strategis dari keempat tujuan telah tercapai.
Perkembangan capaian kinerja tujuan dan sasaran strategis tahun 2020 tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan periode sebelumnya karena pada Renstra yang baru terjadi perubahan pada Tujuan, Sasaran Strategis, dan Indikator Kinerja. Tetapi perkembangan Capaian Kinerja BPS Kabupaten Buru Tahun 2020 terhadap 2019 tetap dapat dilihat pada uraian berikut :
Uraian Tahun
2020 2019
(1) (2) (3)
Rata-rata Capaian Kinerja Tujuan 105,18 94,19
Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran Strategis 105,18 101,56
Berdasarkan Tabel di atas, Rata-rata capaian kinerja Tujuan tahun 2020 mencapai 105,18 persen, mengalami peningkatan sebesar sebesar 10,99 persen jika dibandingkan capaian kinerja tujuan tahun 2019 sebesar 94,19 persen. Begitu juga dengan Rata-rata capaian kinerja Sasaran tahun 2020 mencapai 105,18 persen, mengalami peningkatan sebesar sebesar 3,62 persen jika dibandingkan capaian kinerja tahun 2019 sebesar 101,56 persen. Hal tersebut juga menegaskan bahwa BPS Kabupaten Buru dari tahun ketahun terus berupaya untuk meningkatkan kualitas data statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan, Meningkatnya kolaborasi, integrasi, sinkronisasi dan standardisasi dalam penyelenggaraan SSN, Meningkatnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN dan mempertahankan kinerjanya serta melakukan Penguatan tata kelola kelembagaan dan reformasi birokrasi dengan melakukan segala perubahan sesuai dengan tujuan serta visi dan misi BPS.
Tujuan 1.
Menyediakan Data Statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan Perkembangan capaian kinerja Tahun 2019 dari Tujuan 1 dapat dilihat pada tabel berikut:
Sasaran Strategis
Capaian Kinerja
Satuan 2019
Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas
data BPS persen 100,17
Perkembangan capaian kinerja Tahun 2020 dari Tujuan 1 dapat dilihat pada tabel berikut:
Sasaran Strategis
Capaian Kinerja
Satuan 2020
Meningkatnya Pemanfaatan data statistik yang berkualitas persen 115,56
Berdasarkan Tabel di atas, capaian kinerja dari Sasaran Strategis tahun 2020 mencapai 115,56 persen, sedangkan capaian kinerja tahun 2019 sebesar 100,17 persen. Hal tersebut juga menegaskan bahwa BPS Kabupaten Buru dari tahun ketahun terus berupaya untuk meningkatkan kualitas data statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan.
Sasaran Strategis 1.1
Meningkatnya Pemanfaatan data statistik yang berkualitas
Perkembangan capaian sasaran strategis 1.1 Meningkatnya Pemanfaatan data statistik yang berkualitas mempunyai beberapa indikator kinerja dengan capaian kinerja sebagai berikut:
a. Capaian kinerja Persentase pengguna data yang menggunakan data BPS sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional mencapai 120 persen.
b. Capaian kinerja Persentase publikasi statistik yang menerapkan standard akurasi sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional sebesar 111,11 persen.
Tujuan 2.
Meningkatnya kolaborasi, integrasi, sinkronisasi dan standardisasi dalam penyelenggaraan SSN
Perkembangan capaian kinerja Tahun 2019 dari Tujuan 2 dapat dilihat pada tabel berikut:
Sasaran Strategis
Capaian Kinerja
Satuan 2019
Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (user
engagement) persen 106,04
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
Perkembangan capaian kinerja Tahun 2020 dari Tujuan 2 dapat dilihat pada tabel berikut:
Sasaran Strategis
Capaian Kinerja
Satuan 2020
Penguatan komitmen K/L/D/I terhadap SSN persen 100
Berdasarkan Tabel di atas, capaian kinerja dari Sasaran Strategis tahun 2020 mencapai 100 persen, sedangkan capaian kinerja tahun 2019 sebesar 106,04 persen. Hal tersebut juga menegaskan bahwa BPS Kabupaten Buru terus berupaya untuk Meningkatnya kolaborasi, integrasi, dan standarisasi dalam penyelenggaraan SSN.
Sasaran Strategis 2.1
Penguatan komitmen K/L/D/I terhadap SSN
Perkembangan capaian sasaran strategis 2.1 Penguatan komitmen K/L/D/I terhadap SSN mempunyai beberapa indikator kinerja dengan capaian kinerja sebagai berikut:
a. Tidak ada target dan realisasi Capaian kinerja dari indikator Persentase K/L/D/I yang melaksanakan rekomendasi kegiatan statistik karena BPS Buru belum melaksanakan indikator kinerja tersebut.
b. Capaian kinerja Persentase K/L/D/I yang menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai standar sebesar 100 persen.
Tujuan 3.
Meningkatnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN
Perkembangan capaian kinerja Tahun 2019 dari Tujuan 3 dapat dilihat pada tabel berikut:
Sasaran Strategis
Capaian Kinerja
Satuan 2019
Meningkatnya KoordinasI dan Kerjasama dalam
Penyelenggaraan SSN persen 100
Perkembangan capaian kinerja Tahun 2020 dari Tujuan 3 dapat dilihat pada tabel berikut:
Sasaran Strategis
Capaian Kinerja
Satuan 2020
Penguatan statistik sektoral K/L/D/I persen 100
Berdasarkan Tabel di atas, capaian kinerja dari Sasaran Strategis tahun 2020 mencapai 100 persen, sedangkan capaian kinerja tahun 2019 juga sebesar 100 persen. BPS Kabupaten Buru dalam setiap kegiatan pelayanan terus berupaya untuk terus Meningkatnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN.
Sasaran Strategis 3.1
Penguatan statistik sektoral K/L/D/I
Perkembangan capaian sasaran strategis 3.1 Penguatan statistik sektoral K/L/D/I mempunyai 1 (satu) indikator kinerja yaitu Persentase K/L/D/I yang mampu menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri sesuai NSPK dengan capaian kinerjanya mencapai 100 persen.
Tujuan 4.
Penguatan tata kelola kelembagaan dan reformasi birokrasi
Perkembangan capaian kinerja Tahun 2019 dari Tujuan 4 dapat dilihat pada tabel berikut:
Sasaran Strategis
Capaian Kinerja
Satuan 2019
Meningkatnya Birokrasi yang Akuntabel persen 100,44
Perkembangan capaian kinerja Tahun 2020 dari Tujuan 4 dapat dilihat pada tabel berikut:
Sasaran Strategis
Capaian Kinerja
Satuan 2020
SDM statistik yang unggul dan berdaya saing dalam kerangka
tata kelola kelembagaan persen 105,16
Berdasarkan Tabel di atas, capaian kinerja dari Sasaran Strategis tahun 2020 mencapai 105,16 persen, sedangkan capaian kinerja tahun 2019 juga sebesar 100,44 persen. BPS Kabupaten Buru terus berupaya untuk melakukan Penguatan tata kelola kelembagaan dan reformasi birokrasi untuk mencapai sasaran SDM statistik yang unggul dan berdaya saing dalam kerangka tata kelola kelembagaan.
Sasaran Strategis 4.1
SDM statistik yang unggul dan berdaya saing dalam kerangka tata kelola kelembagaan Perkembangan capaian sasaran strategis 4.1 SDM statistik yang unggul dan berdaya saing dalam kerangka tata kelola kelembagaan mempunyai beberapa indikator sebagai berikut:
a. Capaian kinerja Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat (Point) mencapai 114,021 persen.
b. Capaian kinerja Persentase kepuasan pengguna data terhadap sarana dan prasarana pelayanan BPS mencapai 96,3 persen.
Laporan Kinerja BPS Kabupaten Buru 2020
3.3 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Buru Tahun 2020 terhadap Target Renstra Tahun 2020-2024
Rencana Strategis adalah proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan kebijakan, dan program untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Rencana Strategis merupakan proses perencanaan jangka menengah (lima tahun) yang formal untuk mencapai tujuan organisasi.
Untuk mengetahui keberhasilan organisasi dalam pencapaian tujuan dan sasaran perlu adanya pengukuran terhadap indikator-indikator yang mewakili pencapaian kedua hal tersebut.
Capaian kinerja BPS Kabupaten Buru terhadap Renstra Tahun 2015-2020 dihitung berdasarkan realisasi 2020 terhadap target akhir Renstra. Capaian kinerja BPS Kabupaten Buru tersebut akan disajikan pada uraian berikut.
Tujuan 1. Menyediakan Data Statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan Sasaran Strategis 1.1. Meningkatnya Pemanfaatan data statistik yang berkualitas
Tujuan/Sasaran Strategis/
Indikator Kinerja Satuan Target Akhir Renstra
Realisasi 2020
Tingkat Capaian (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
Tujuan 1. Menyediakan Data Statistik untuk dimanfaatkan sebagai dasar pembangunan Sasaran 1.1. Meningkatnya Pemanfaatan data statistik yang berkualitas
1. Persentase pengguna data yang menggunakan data BPS sebagai dasar perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional
Persen 80 100 120,00
2. Persentase publikasi statistik yang menerapkan standard akurasi sebagai dasar
perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan nasional
Persen 90 100 111,22
Realisasi capaian kinerja dari indikator tujuan pertama pada tahun 2020 mencapai 100 persen, dengan capaian kinerja Tujuan mencapai 115,56 persen. Data tersebut salah satunya diperoleh dari Hasil SKD 2020 yaitu Persentase Konsumen K/L/OPD Menurut Wilayah PST dan Penggunaan Data BPS untuk Perencanaan, Monitoring, dan Evaluasi Pembangunan sebesar 100 persen dan Persentase penggunaan Data BPS sebagai rujukan utama sebesar 100 persen dari 30 sampel konsumen data.
Tujuan 2. Meningkatnya kolaborasi, integrasi, sinkronisasi dan standardisasi dalam penyelenggaraan SSN
Sasaran Strategis 2.1. Penguatan komitmen K/L/D/I terhadap SSN Tujuan/Sasaran Strategis/
Indikator Kinerja Satuan Target Akhir Renstra
Realisasi 2020
Tingkat Capaian (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
Tujuan 2. Meningkatnya kolaborasi, integrasi, sinkronisasi dan standardisasi dalam penyelenggaraan SSN
Sasaran 2.1. Penguatan komitmen K/L/D/I terhadap SSN 1. Persentase K/L/D/I yang
melaksanakan rekomendasi kegiatan statistik
Persen n.a n.a n.a
2. Persentase K/L/D/I yang menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai standar
Persen 100 100 100
Pada tahun 2020, BPS Kabupaten Buru belum melaksanakan indikator pertama dari tujuan 2. Sehingga capaian kinerja tujuan hanya berasal dari indikator Persentase K/L/D/I yang menyampaikan metadata sektoral dan khusus sesuai standar yang mencapai 100 persen, sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Renstra dan Perjanjian Kinerja 2020.
Tujuan 3. Meningkatnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN Sasaran Strategis 3.1. Penguatan statistik sektoral K/L/D/I
Tujuan/Sasaran Strategis/
Indikator Kinerja Satuan Target Akhir Renstra
Realisasi 2020
Tingkat Capaian (%)
(1) (2) (3) (4) (5)
Tujuan 3. Meningkatnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan SSN Sasaran 3.1. Penguatan statistik sektoral K/L/D/I
1. Persentase K/L/D/I yang mampu menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri sesuai NSPK
Persen 100 100 100
Realisasi capaian kinerja dari indikator tujuan ketiga pada tahun 2020 mencapai 100 persen, dengan capaian kinerja Tujuan mencapai 100 persen sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Renstra dan Perjanjian Kinerja 2020.