1 1 .M N D * N R I
1. KONSEP I'TI PEHâSARAN
l
Deuasa banyak perusahaan ini mengalami kesu litan
dalam menjual produknya. Perusahaan-perusahaan itu
mengalami kemerosotan penjualan dan laba akibat
perubahan selera konsumen , meningkatnya bahan baku .Jatuhnya harga bahkan adanya faktor baru yang menjadi
ancaman , yaitu serangan produk-produk asing yang bermutu tinggi yang menyerang produk-produk dalam negeri . Ha1 ini disebabkan perusahaan-perusahaan tersebut tidak mampu menyadari atau menanggapi perubahan ini.
Sebaliknya , ternyata masih ada perusahaan- perusahaan dalam negeri yang tidak terpengaruh oleh hal- ha1 tersebut, dengan tetap bertahan d i urutan atas dan terus-menerus meningkatkan penjualan dan labanya. Ha1 ini dapat terjadi karena perusahaan-perusahaan itu menganut prinsip operasional dasar dian taranya adalah kepekaan yang tajam terhadap pasar dan kemampuan memotivasi karyawan mereka untuk menghasilkan produk serta pelayanan dengan mutu yang tinggi dan nilai yang tinggi bagi para pelanggan . Sebag ian dari yang mereka
15
temukan berkaitan dengan apa yang oleh sar d inamakan ''konsep pemasaran''
pema .
Pemasaran telah d idefinisikan dengan berbagai cara, P&r&
salah satu defin isi menyatakan sebagai berikut
''Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dengan
mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang merekaO
butuhkan dan inginkan melalui penoiptaan dan pertukaran
produk dan nilai.' ' (Kotler, 1988: 4)
Definisi pemasaran ini d idasarkan pada konsep-konsep inti berikut
- Kebutuhan , keinginan , dan perm intaan Produk
- Utilitas, nilai dan kepuasan
-
Pertukaran, Jransaksi dan hubungan
Pasar
Pemasaran dan pemasar
Konsep ini dig>mbarkan sebagat berikut
GAHBAR 2 .1 KOXSEP IXTI PEHASARAN
kedutuhan dtilitas Fertukaran Fe:asaran
keinlinan Frcduk nilai dan ) transaksi dan Fësar dan
per.intaan kepuasân hudungan pexasar
Sumber (Kotler, 1988: 4)
2 . PROSES KAHAJEKE: PEKASARAX
Hanajemen pemasaran terjad i bi lamana set idak-
tidaknya salah satu pihak dalam pertukaran potens ia 1 Mempertimbangkan sasaran dan sarana untuk memperolehztanggapan yang d iinginkan dari pihak lain . âsosiasi Pemasaran âmerika (âmerican Harketing âssocition) pada
tahun 1985 mengesahkan definisi sebagai berikut
''Hanajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan
pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dandistribusi gagasan, barang dan jasa untuk menghasilkan
pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran perorangan danorganisasi/' (Kotler, 1988: 14)
Definisi ini memandang manajemen pemasaran sebagai suatu
proses yang meliputi analisis , perencanaan , implementas idan pengendalian. Secara khusus manajemen pemasaran
didefinisikan sebagai berikut' 'Proses manajemen penasaran terdiri dari analisis
peluang-peluang pasar, pene litian dan pemilihan pasar sasaran, pengembangan strateg i pasar, perencanaan taktik pemaslran dan pelaksanaan serta pengendalian upayapemasaran.'' (Kotler, 1988: 87)
Langkah-langkah tersebut dirinci dalam gambar 2 .2
GAXBâR 2 .2
PROSES XA#AJEKE: PEHASARAN
lenjanalilis leneliti dan ienqegd:nlka: lerenranlîpn relaksznzkan struktur dan .e.ilih peluanl ltrâteçi t.ktik b t1n :engendallkan perilaku lasar lasar pe.zs4rln pe.asarzn upaya pe.aszrqn
Sumber (Xotler, 1988: 87)
' a '
)?'.9k
kt#
!
2.1 Henlslinin Peluanl-peluanx PazaL
Dalam proses ini perusahaan berusaha menemukan peluang yang dapat memberikan keunggulan bersaing melalui analisis terhadap lingkungan eksternnya.
Perusahaan harus dapat memantau kekuatan-kekuatan
lingkungan Makro (demografi, ekonomi, teknologi, politik/hukum, dan sosial budaya) yang dapat
berpengaruh terhadap bisnisnya . Juga lingkunganmikro (pelanggan, pesaing, saluran distribusi, dan pemasok) yang Mampu mempengaruhi kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan d i pasartersebut . Peluang pemasaran didefinisikan sebagai ''Sebuah gelanggang yang menarik untuk kegiatan pemasaran perusahaan di mana perusahaan tertentu
akan meraih keunggulan bersaing o' ' (Kotler, 1988: 67)
2 2 Heneliti Dan Nemilih Psnar Ssnnrsn*
Dalam mem ilih pasar sasaran perusahaan harus
Melakukan analisa pasar. Tujuan utama dari analisa
pasar adalah menen tukan yang manakah kebutuhan pembeli yang ing in d ipuaskan dan bagaimana mendisain dan menetapkan sasaran yang dapat memuaskan kebutuhan tersebu t . Adapun langkah- langkah dalam melakukan analisa pasar
2 .2 .1 Xendefinisikan Pasar Yang Relevan . Pasar yang relevan adalah sekumpulan produk atau jasa yang mana dipertimbangkan kepentingannya secara
strategik oleh pihak nanajemen .
2 .2 .2 Xenganalisa Permintaan Primer . Perm intaan
primer (primary demand) adalah permintaan untuk
bentuk produk atau kelas produk yang didefin isikan dalam pasar yang relevan . Jika kita mendefinisikan pasar yang relevan sebagai teh instan , maka analisa dari permintaan primer antara lain meliputi siapa yang membeli, mengapa ada orang yang membeli, dan mengapa ada yang tidak membelinya .2 .2 .3 Kenganalisa Perm intaan Selektif . J ika per- mintaan primer menggambarkan bentuk atau kelas produk , perm intaan selektif adalah permintaan untuk merk yang spesifik . Jika teh instan yang d ipilih sebaga i permintaan primer, permintaan selektifnya mengenai merk-merk teh instan tersebut, misal L ip ton atau Hestea Instan Tea atau merk lainnya .
2.2.4 Hendefinisikan Segmen Pasar/Harket Segmen- tation . Segmentasi pasar adalah proses meng iden- tifikasikan kelompok-kelompok pelanggan dengan kebutuhan dan dorongan membeli yang sama dalam pasar
yang relevan .
2 .2 -5 Heng identifikasi Pasar Sasaran Potensial.
Pasar sasaran Merupakan segmen pasar yang diputuskan
19
untuk d ilayan i oleh perusahaan .
Secara spesifik, analisa pasar menyebabkan manajer dapat mengidentifikasikan pasar sasaran
yang potensial, yang mana lebih lanjut usaha-usaha pemasaran akan difokuskan. ( Guiltinan, 1994 : 55)
2.3 Weneemhnneknn Glmatlxi Pnmaaamaa
Hanajer pemasaran harus mematangkan strategl
pemasarannya dan siap untuk mengubahnya sesuaidengan perubahan Jaman. Strategi pemasaran men- jabarkan rencana untuk mencapai sasaran perusahaan.
Strateg i pemasaran d irumuskan sebagai berikut
''Strateg i pemasaran adalah log ika pemasaran , dan berdasarkan itu , unit bisnis d iharapkan untuk men- capai sasaran-sasaran pemasarannya . Strategi pe- masaran terdiri dari pengambslan keputusan tentang b iaya pemasaran dari perusahaan , bauran pemasaran dan alokasi pemasaran .'' (Kotler, 1988: 93)
Sedangkan definisi lain menyatakan
''Harketing strategies are p lans that specify the impact that a firm hopes to achieve on demand for a product or a product line in a g iven target market .''
(Guiltinan, 1994 : 171)
2 .4 Mnr-nnnnnknn Prolram Pemnnsran
Tugas pemasar tidak hanya merumuskan strategi pokok untuk meneapai sasaran-sasaran pemasarannya , tetapi juga menyusun rencana pendukung berupa program bauran pemasaran .
2.5 Henlotlsnisssi. Melnksnnaksn - Qaa Bsahs Pemsnsrsn
Langkah terakhir dalam proses manajemen pemasaran adalah melaksanakan dan mengendalikan rencana pemasaran . Untuk melaksanakan suatu rencana diperlukan pengorganisasian bagian pemasaran . Organisasi bagian pemasaran in i merupakan sebuah struktur formal di mana analisis , perencanaan ,
implementasi , dan pengendalian d ilaksanakan .
Hasil yang dicapai dari reneana pemasaran memerlukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa sasaran pemasaran te lah d icapai. Ha1 in ilah yang d isebut pengendalian .
3 . BâuRâx PEKASAR;X
Suatu organ isasi mengelola sumber daya yang
dimiliki untuk mencapai tujuannya . Dalam pengertian yang
luas, sumber daya tersebut berarti tenaga kerja dan modal. Tetapi manajemen pemasaran mengembangkan sumber daya
' p
Sumber daya ini sering disebut sebagai bauran pemasaran . Defin isi bauran pemasaran atau marketing m ix adalah
''Perangkat variabel-variabel pemasaran terkontrol yang perusahaan gabungkan untuk menghasilkan tanggapan yang dtinginkannya dalam pasar sasaran.'' (Xotler, 1987: 63) Pendapat lain mengenai definisi bauran pemasaran sebagai berikut
yang lebih spesifik untuk mencapai tujuannya.
21
''Bauran pemasaran
mendeskripsikan kombinasi dari masukan (input) yang
merupakan inti dari organisasi pemasaran.'' (Stanton,
1984: 37)Harketing mix terdiri dari segala sesuatu yang dapat perusahaan lakukan untuk mempengaruhi pern intaan produknya . Yahg dimaksud variabel-variabel terkontrol
tersebut dikenal dengan ' '4P : Produk (product), hakga
(price). tempat (place), dan promosi (promotionl.'' (Kotler, 1987: 63). Variabel-variabel tersebut akandijelaskan dalam pembahasan berikut.
adalah kata yang d igunakan untuk
4 . PRODUK
Bauran pemasaran pertama yang akan d ibahas yaitu produk . Secara
yang dapat
atau keing inan . Secara khusus d idefinis ikan sebagai luas produk didefinisikan sebagai sesuatu ditawarkan untuk memuaskan suatu kebutuhan
berikut
''Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalamO
pasar untuk diperhatikan , dim iliki, d ipaka i atau d ikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan.'' (Xotler, 1988: 54)
Produk dibagi dalaù tiga tingkât yaitu inti produk
>
(eore product), wujud produk (product features), dan produk yang d isempurnakan . Seorang perencana produk harus menzubah inti produk menjadi suatu wujud produk.
ciri-ciri khas, corak, gaya/model, dan kemasan. Seorang perencana produk boleh memberikan jasa atau manfaat
tambahan pada produknya, sehingga menjadi produk yang
d isempurnakan .Sehubungan dengan upaya pengembangan pemasaran
jenis produk tertentu, perusahaan perlu membahas
keputusan-keputusan mengenai variabe l-variabel produk yang me liputi atribut produk , merk, kemasan dan label.4 .1 Kenntm -nn Aenlensi Atribut Produk
Suatu produk yang ditawarkan di pasar harus memiliki manfaat yang didefinisikan seeara jelas.
Hanraat yang d itawarkan selalu memiliki atribut tertentu , antara lain mutu , ciri, dan model. Untuk meningkatkan penjualan, mutu produk harus d itingkatkan atau diturunkan , eiri produk mungkin perlu ditambah atau d ihapuskan , sementara modelnya barangkali harus diubah .
4 .2 K* 1% %
Dalam mengembangkan strateg i pemasaran suatu produk,
para penlual akan menghadapi masalah merk. Herk ini
bisa menambah nilai suatu produk sehingga ia merupakan satu aspek yang hakiki dalam suatu strateg i produk .
23
4 .3 Keoutusan Henlenai KnmnRnn Dsn Lsbel
Produk-produk fisik harus d ibungkus dalam kemasan . Dalam penasaran suatu produk , pemberian wadah atau kemasan dapat memegang peran yang kecil Kaupun KeKegang Peranan yanf besar. Suatu kemasan memiliki fungsi tertentu bag i suatu produk, misalnya sebagai pelindung , menggambarkan mutu tertentu atau fungsi yang lain .
Para penjual sebaiknya juga merancang label
atau etiket bagi produk mereka. Label tersebut mungkin berupa kartu sederhana yang d itempelkan pada produk atau berupa tulisan terperinci yang merupakan bagian dari kemasan . Label mungkin hanya berisi namamerk atau bisa juga informasi lengkap . Pada dasarnya
label bisa mengandung beberapa fungsi. Fungsi pertama, mengidentifikasikan produk atau merk . Labeljuga dapat berfungsi menggolongkan produk. Fungsi
terakhir, label sebagai alat promosi .Berikut ini penulis akan membahas bauran pemasaran yang kedua , yaitu harga .
5 . HARGA
>
Dalam teori ekonomi, dipelajari harga, nilai dan utilitas . Ketiga ha1 itu saling berhubungan . Utilitas adalah taksiran konsumen mengenai kapasitas keseluruhan
.; a*
suatu produk untuk
adalah utilitas per rup iah. J ika sebuah produk mempunyai nilai yang lebih tingg i dari yang lain , maka biasanya yang d imaksud adalah harganya lebih mahal dari yang
lain . Harga didefinisikan sebagai berikut
''Price is the value assigned to the utility one receives from products or services . Usually price is the ammount of money that is given up to acquire a given quantity of goods or service.'' (Busch, 1985: 558)
memuaskan kebutuhan . Sedangkan nilai
5 .1 Tu.iuhn Penetaoan Hnren
Pertama perusahaan harus menentukan leb ih dahulu tujuan yang ingin dicapai dari suatu produk
tertentu .
p ilihannya pasar
pasar tertentu . Strateg i pemasarannya Bila
pada suatu
perusahaan sudah menjatuhkan sasaran dengan penempatan
termasuk harga akan lebih cepat ditentukan . Penentuan harga jual ini tergantung dari tujuahnya, karena setiap tujuan menyebabkan tingkat harga yang berlainan. Tuluan penetapan harga sebagai berikut
Bertahan hidup .
-
Haksimalisasi laba jangka pendek.
- Hemaksimumkan pendapatan jangka pendek.
- Pertumbuhan penjualan maksimum.
- Henyaring pasar seeara maksimum .
- Unggul dalam mutu produk .
Setelah tujuan dari penetapan harga disusun, maka pemasar harus menetapkan harga itu send iri .
- .
r* U ' N , .
.r t u. . z y .. K w. .: ' > ' w . j . . .
.- . 1
. .x - ...- . *' vj
.x . p k s
h << B'.. $;8 z '
. .M 'x. y
. N .4 @ ...t .:.. .')b / j %
< w - w ,..e /# .l ># -
#/
z > m
t . . '.x ,*.'; 2. r i . ' w-x-',> r.: v ' f
. /
j. . x )A
. . I u x . ' e
'
..s . ..
k.ë ; j . ..
. ';.. . , . z' q
'
.' ..
*. .>
$ %
; k
'<. ,
25
Dalam pembahasan berikut
metode penetapan harga tersebut .
akan dijelaskan beberapa
5 .2 Hetode Penetaoan Hnren
àda beberapa metode untuk menetapkan yaitu
harga ,
5.2.1 'ark-up Pricing/cost Plus Pricing (Penetapan
Harga Berdasar B iaya P lus . Hetode penetapan hargaJual dengan menambah tingkat keuntungan yang standar
pada biaya-b iaya yang telah d ibebankan pada barang.5.2.2 Target Return Prieing/penetapan Harga Ber- dasarkan T ingkat Keuntungan Sasaran . Perusahaan
mencoba menentukan harga jual yang memungkinkannya
meraih tingkat hasil pengembalian atas investasi.Penetapan harga in i didasarkan konsep break-even analysis .
5.2.3 Pereeived-value Prieing/penetapan Harga Xenurut Persepsi Nilai. Berkaitan dengan penempatan produknya d i pasar , banyak perusahaan menetapkan produknya berdasarkan persepsi nilai/citra produk yang dirasakan konsumen .
5.2.4 Going-Rate Pricing/penetapan Harga Dengan
Hengikuti Harga Pasar Yang Ada . Dalam metode ini,
perusahaan mendasarkan perhitungan harga jualnya
terutama pada harga-harga jual yang ditetapkan oleh
pesa ing .5.2.5 Sealed-Bïd Prlcing/penavaran Harga Dalam
Sampul Tertutup . Herupakan harga yang Harga ini banyak berorientasi pu la pada persaingan .d igunakan oleh perusahaan-perusahaan yang meng ikuti tender agar mendapat pekerjaah. Perusahaan mendasarkan tingkat harganya lebih pada perkiraan atau dugaan tentang bagaimana
akan memasang harga daripada
dengan biaya atau perm in taan yang dihadapi perusahaan . Perusahaan ingin memenangkan kontrak sehingga harga jual atau harga penawaran dibuat lebih rendah daripada yang d itawarkan oleh perusahaan-perusahaan lain .
pesaing-pesaingnya hubungan langsungnya
Setiap keputusan tentang harga harus selalu disesuaikan dengan keputusan aual tentang kebijakan harga yang d ianut oleh perusahaan . Selain itu perusahaan juga harus mempertimbangkan reaksi pihak- p ihak lain terhadap harga yang d itetapkannya . Reaksi ini bisa datang dari pesaing , wiraniaga ataupun anggota saluran pemasaran . Pesaing dapat memberikan reaksi yang keras dengan menurunkan harga . Sedang dari u iraniaga dan anggota saluran pemasaran mungkin akan mengeluhkan harga yang d itetapkan perusahaan
terlalu tingg i. ontuk itu perusahaan harus dapat memberikan dorongan atau perangsang bag i mereka agar lebih agresif memasarkan produk perusahaan. Perangsang yang dapat diberikan dapat berupa potongan harga maupun imbalan bagi para anggota saluran . Potongan harga dan imbalan tersebut akan dibahas dalam bagian bertkut .
5.3 Poton#an fDiseount! Raa
Ditavarkan Pada ânllota Saluran Pemnssrsn
ânggota saluran pemasaran mungkin memperoleh potongan atau imbalan untuk berbagai alasan.
Tujuan
dari pemberian potongan atau imbalan bagi anggota saluran seringkali dimaksudkan sebaga i insentif atau perangsang . D i bawah in i akan d ibahas bentuk insentif yang dapat diberikan bagi anggota sa luran Pem asar an .5.3.1 Potongan Tunai (Cash Discount). Potongan tunai d itawarkan pada perantara sebagai pengurangan harga jual yang membayar hutangnya tepat atau mendahului waktu yang telah ditentukan . Contoh yang
sering dijumpai adalah ' '2/10/n30'', berarti hutang
harus dilunasi dalam jangka waktu 30 hari, namun. b
pembeli dapat mengurangi pembayarannya sebesar 2:
bila ia melunasi dalam jangka waktu 10 hari.
Potongan tunai ini diberikan dengan tujuan
meningkatkan likuiditas penjual pengumpulan piutang .
serta menekan biaya
5.3.2 Potongan Dagang (Trade Diseount). Potongan
da-gang d itauarkan pada anggota saluran pemasaran menurut posisi dalam saluran tersebut . B iasanya d inyatakan dalam persentase tertentu . H isal, harga yang d itentukan dalam daftar harga suatu barang Rp .1000 ,00 dengan potongan 30: un tuk pengecer. 20:untuk grosir, maka penerimaan bersih pabrik daftar harga Rp .1000 ,00
d ikurang i 30X 300 .00 d iscount pengecer 700 ,00 harga bagi pengecer dikurangi 20: 140 .00 discount grosir
560 ,00 harga bag i grosir/penerimaan bersih pabrik.
5.3.3 Imbalan Promosi (Promotional âllowances).
lmbalan promosi merupakan kompensasi bagi anggota saluran untuk partisipasinya dalam aliran promosi.
5.3.4 Potongan Iuantitas (Quantity Discount).
Potongan harga yang d iberikan bag i anggota sa luran yang melakukan pembelian barang dalam jumlah yang
besar. Tujuannya untuk mendorong pembelian barang dalam jumlah yang lebih besar.
5.3.5 Potongan Kusiman (Seasonal Diseount). Herupa- kan potongan yang d iberikan bag i anggota saluran yang membeli produk atau jasa sebelum tanggal p:da
29
periode tertentu. Tujuannya untuk menstabilkan
produksinya pada musim-musim sepi.
5.3.6 Imbalan Produk (Product Allowanees). Imbalan ini d iberikan bag i perantara pemasaran yang membeli produk yang rusak atau kualitas nomer dua .
5 4 E 1 s K t 1- K &- t s n Para
M M M M
pemasar hendaknya mengetahui seberapa
Jauh reaksi permintaan terhadap perubahan harga.
Reaksi perm intaan terhadap perubahan harga
ditunjukkan oleh koefisien elastisitas harga dari
permintaan . âdapun definisi elastisitas permintaan adalah (Samuelson, 1985: 6)''Konsep pengukuran besarnya reaksi junlah yang
d iminta terhadap perubahan harga .''Secara kualitatif elastisitas dapat dikate- gorikan dalam tiga alternatif yaitu (Samuelson,
1985: 7)
-
nila persentase penurunan P (harga) menimbulkan
persentase kenaikan yang sama pada Q (kuantitas) sehingga penerimaan totalmaka situasi demikian dikategorikan sebagai elastisitas perm intaan uniter .
. >
- Dalam ha1 persentase penurunan P (harza) menimbul- P x Q tak betubah,
an persentase kenaikan yang lebih keeil pada Q (kuantitas) sehingga penerimaan total P x Q )
l J : - l
i =
menurun , maka situasi demik ian dikategorikan sebagai permintaan inelastis .
Kalau persentase penurunan P (harga) menimbulkan persentase kenaikan yang besar pada Q (kuantitas)
sehingga penerimaan total P x Q juga meningkat, maka situasi dem ikian d ikategorikan sebagai permintaan yang elastis .
Elastis, tidak elastis, dan elastis un iter adalah istilah-istilah yang menggambarkan perubahan penerimaan total akibat adanya perubahan harga .
Elastisitas dapat éiukur seeara matematis dengan
cara mengukur reaksi terhadap penurunan harga . Berikut rumus koefisien elastisitas perm intaan (demand elasticity / En)
En
5 kenaikan Q Z penurunan P
atau
A Q En
( Q 1 + Q2 )/2 Sumber (Samuelson, 1985: 9)
b P
P1 + P2 )/2
En
AQ z perubahan kuantitas b P x perubahan harga
Q 1 r
Q2 kuantitas setelah perubahan harga P 1 = harga mula-mula
P2 harga baru
kuantitas sebelum perubahan harga
koefisien elastisitas harga dari perm intaan
31
Setelah membahas mengenai harga , maka penu lis akan membahas bauran pemasaran yang ketiga , yang menyangkut ketersediaan produk d i pasar, yaitu saluran d istribusi .
6 . SALPRAX DISTRIBUSI
Kebanyakan produsen bekerja sama dengan peraqtara
pemasaran untuk menyalurkan produk-produk mereka ke pasaran . Perantara ini membentuk sebuah saluran pemasaran . Henurut definisi dari Stern dan El-ânsary
''Saluran d istribusi terdiri dari seperangkat lembaga
yang melakukan semua kegiatan (fungsi) yang digunakan
untuk menyalurkan produk dan status pemilikannya dari
oduksi ke konsumsiz' (Kotler, 1à88: 167) pr
Saluran d istribusi sering disebut sebagai perantara
(middlemen), yaitu
''ân independent business coneern that operates as a link between producers and ultimate consumers or industrial users.'' (Stanton, 1984 : 317)
Dari titik pandang sistem ekonomi, peranan dasar perantara pemasaran adalah mengubah bentuk sup lai yang
heterogen menjadi berbagai barang yang diinginkan oleh
masyarakat . Henurut à lderson
''Pihak perantara (intermediaries) 'memperlancar arus barang dan jasa ..- prosedur ini diperlukan untuk
menjembatani ketimpangan bauran produk dengan jasa yang
dihasilkan oleh produsen dan bauran yang d imlnta konsumen . Ketimpangan ini bermu la dari kenyataan bahwa
kalangan produsen pada umumnya memproduksi barang dalam
ragam terbatas tetapi dalam Junlah besar sedangkan pthak
1988:168)
Alderson menambahkan : ''Tujuan pemasaran adalah memper- temukan sup lai dengan perm intaan .''
Sedangkan definisi saluran pemasaran (marketing
channel) adalah
''T he external contactual organization uhich management
operates to achieve its distribution objectives.''
(Rosenbloom . 1986 : 4)
Dari definisi tersebut didapat empat elemen kunci yaitu external, contactual organization , operates, dan
distribution objectives. Secara detail elemen tersebut
akan d ibahas di bawah ini
- External. Saluran pemasaran secara nyata berada d i luar perusahaan . Bukan merupakan bag ian dalam struktur organ isasi.
-
Contactual organization. Henunjukkan bahwa perusahaan
tersebut terlibat dalam fungsi negosias i bag i produkatau jasa yang akan dipindahkan dari produsen ke
konsumen . Fungsi negosiasi in i meliputi pembe lian , penjualan, dan memindahkan produk atau Jasa.
- Operates. Herupakan keterlibatan manajemen dalam tiap- tiap aktiv itas saluran .
- Distribution obleetives. Bahwa manajemen harus me-
miliki tujuan distribusi dalam 'pikirannya. Tujuan
inilah yang akan dicapai oleh saluran pemasaran . Struktur dan manajemen saluran pemasaran merupakan bagian sebuah fungsi dari tujuan distribusi33
perusahaan . Jika tujuan ini berubah, maka ragam dari
kontak eksternal organisasi dan eara manajemen mencoba untuk mengoperasikannya Juga berubah.
definisi di atas, manajemen harus
mengetahui fungsi sa luran pemasaran , struktur yang akandidisain, serta jumlah perantara yang sebaiknya
digunakan untuk mencapai tujuannya.*ertolak dari
6.1 EnnKIL Saluzal Pemassrsn
Saluran pemasaran bertugas menyalurkan barang dari produsen ke konsumen . la mengatasi tiga macam
kesenjangan yang penting, yaitu uaktu, ruang, dan
kepemilikan yang menjauhkan barang dan jasa dario '
konsumen pemakai. Para anggotq saluran pemasaran itu melakukan sejumlah tugas penting
- Informasi. Pengumpulan dan penyebaran informasi riset pemasaran mengenai
pesaing , dan kekuatan lainnya pemasaran .
- Promosi. Pengembanzan dan penyebaran komunikasi potensi konsumen , dalam lingkungan
yang persuasif mengenai penawaran .
Pemesanan . Xomunikasi saluran ke belakang tentang minat menbeli oleh anggota saluran pemasaran ke produsen .
>
- 'egosiasà. Usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal-hal lain sehubungan dengan penauaran sehingga perp indahan hak kepem ilikan
atau penguasaan b isa dilaksanakan .
- Pemb iayaan . Permintaan dan penyebaran dana untuk menutup biaya dari saluran pemasaran tersebut. - Pengambilan resiko . Perkiraan mengenai reéiko se-
hubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran itu.
- Posesi fisik. Penyimpanan barang dan penjualan produk secara fisik dari bahan mentah sampai ke konsumen akhir .
- Pembayaran . Pembeli membayar faktur mereka lewat bank atau lembaga keuangan lainnya kepada penjual
atas produk atau jasa yang telah diberikan.
- ïepemilikan . Perpindahan kepemilikan dari satu lembaga pemasaran ke lembaga pemasaran lainnya.
6 .2 Struktur Salnrsn
Struktur saluran (channel structure) adalah
''Sekelompok anggota saluran yang mana seperangkat tugas pendistribusian dialokasikan.'' (Rosenbloom, 1986: 18)
Saluran pemasaran terdiri dari beberapa tingkatan.
Setiap perantara yang melakukan usaha menyalurkan barang kepada pembeli akhir membentuk suatu tingkatan saluran . Baik produsen maupun konsumen akhir melakukan tugas in i, maka merekapun merupakan bag ian dari setiap saluran .
Saluran-nol-tingkat (saluran pemasaran langsung).
Terdiri dari seorang produsen yang menjual langsung kepada konsumen .
35
Saluran-satu-tïngkat . Sa luran ini mempunyai satu
perantara penjualan . Dalam pasar konsumen,
perantara ini sekaligus merupakan pengecer, sedang dalam pasar industri seringkali bertindak sebagaiagen penjualan.
Saluran-dua-tingkat . Saluran ini mempunyai dua perantara penjualan. Di dalam pasar konsumen mereka sebagai grosir atau pedagang besar dan sekaligus pengecer . Dalam pasar industri, mereka mungkin sebagai penyalur tunggal dan penyalur
industri.
- Saluran-tiga-tingkat . Saluran ini mempunyai tiga perantara .
Saluran-saluran ini dapat digambarkan sebagai berikut
GAXBAR 2 .3
(a) SALPRA: PEXASARAN KO:SPXE:
saluran nn1 tingkat saluran
satu ) Fenlecer )
tingkat
Frcdusen ycnsu.en
saluran
dua Ercsir Fengecer
tinlkat Salurân
tiça ) srnsir Fexbnrcng Fengecer
tingkat
d o
t l
) -
.... - - . - . --- .. . ...
tl i
l j i
1 f
ri st r i d ut cr 1
-ll
lp
aranç . .' 'i
l ndust ri r:nbueen ' i
Frodusen ) laring .
lndus:r;
lenaga penjuêl l
Frcdusen ) j
i?
) kiraniaça l!
Cadang Frndusen ) i
!1
Sumber (Kotler, 1988: 171)
6 .3 Jnm lsh Perantsra
Perusahaan harus menentukan jumlah perantara
saluran . àda tiga strateg i di setiap tingkatmengenai ha1 ini
Distribusi intensif. Produsen berusaha menimbun barangnya di toko-toko sebanyak mungkin sehingga menciptakan pengenalan merk yang luas dan mudah d idapat.
Distribusi eksklusif.
perantara
Produsen membatasi jumlah menangani produknya , d imana yang
produsen me limpahkan weuenang untuk menyalurkan produknya d i tempat-tempat. tertentu kepada beberapa penyalur saja. Distribusi eksklusif biasanya untuk meningkatkan citra produk dan Memberikan keuntungan yang tingz i.
37
Distribusi meng-gunakan
tidak semuanya yang mau menjalankan produk
tertentu. Distribusi in1 ditempuh dengan cara
menjanjikan distribusi selektif kepada para
penyalur tersebut . Perusahaan tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk banyak toko , sehingga bisa mendapat keuntungan lebih, Cara ini b isa menciptakan hubungan baik dengan perantaratertentu dan bisa meningkat ke usaha penjualan selektkf/terbatas. Distribusi ini
lebih dari satu perantara , tetap i
yang lebih baik . Distribusi selektif memungkinkan produsen memperoleh luas cakupan pasar yang cukup besar dengan pengawasan lebih baik dan biaya lebih sedikit diband ing d istribusi intensif .
7. PEDAGANG BESâR (ëHOLESALI'G ATA; GROSIR)
Salah satu salurap pemasaran yang sering dipakai oleh produsen adalah pedagang besar . â lasan pertama mengapa produsen sering memakai pedagang besar yaitu , produsen dengan sumber keuangan terbatas tidak mampu mengembangkan organisasi penjualan seeara langsung.
Kedua , Seorang produsen dengan sumber dana yang besar seringkali lebih senang menggunakan dana mereka untuk
âl
meluaskan produksi daripada melakukan kegiatan penjualan partai besar . Ketiga, para grosir tampaknya lebih efisien dalam penjualan partai besar karena skala
operasi meteka , luasnya hubungan mereka dengan para pengeoer , dan keahlian khusus mereka . Keempat, para pengecer yang Menangan i banyak lini produk sering leb ih senang membeli macam-macam produk dari seorang grosir daripada membeli langsung dari masing-masing produsen .
Henurut U .S . Bureau of the Census , pedagang besar memiliki definisi sebagai berikut
''@holesaling in ooncerned with the activities of those persons or establishments which sell to retailers and other merchants, and/or to industrial, institusional, and commercial users, but pho do not sell in significant amounts to ultimate consumers.'' (Stern, 1988: S7)
Sedangkan definisi lain penjualan partai grosir adalah
barang-barang ' 'Semua kegiatan yang melibatkan penjualan
produk atau jasa kepada mereka yang membeli untuk dijual kembali atau untuk keperluan bisnis.' ' (Kotler, 1988:
219)
Jenis-jenis grosir utama adalah grosir pedagang
besar, makelar dan agen , kantor dan cabang pengecer/produsen, dan grosir serbaneka. Hasing-masingjenis akan dijelaskan dalam pembahasan berikut.
*
7 .1 Grosir Pedalanl Besar
Grosir pedagang besar (merchant uholesalers) adalah b isnis mand iri yang menangani barang-barang dagangan mereka. Dalam dunia dagang disebut Juga sebagai pemborong , penyalur , atau tempat suplai hasil pabrik . Para grosir in i dapat digolongkan lagi menjadi grosir pelayanan penuh dan grosir pelayanan terbatas .
39
7 .1 .1 Grosir Pelayanan Penuh .
Grosir dengan pelayanan
pelayanan jasa seperti biaya pergudangan, wiraniaga , pemberian kred it , penyerahan barang
dan pemberian bantuan manajemen . Terdiri dari:
-
Pedagang grosir. Pedagang grosir menjual
kepada pengecer dan memberi pelayanan jasa yang penuh. Qrosir barang umum menjual satu atau dua lin i barang dagangan untuk menenuhi kebutuhan ba ik pengecer barang dagangan umum maupun pengecer lini tunggal. Grosir khususmelakukan penjualan beberapa lini barang
secara mendalam . Kepada pelanggan nereka memberikan infornasi pilihan yang lebih mendalam dan pengetahuan produk yang lebih luas .- Penyalur industri . Herupakan grosir pedagang
yang lebih menjual Jasanya kepada pabrik
dibanding pada pengecer .penuh menyediakan
7 .1 .2 Grosir Pelayanan Jasa Terbatas .
Para g rosir dengan pelayanan terbatas lebih sedikit menberi pelayanan jasa kepada para pemasok dan penbeli mereka . Terd iri dari
*.
Grosir yang menjual secara tunai (cash and
earry wholesalers). Grosir yang menjual
secara tunai mempunyai barang produk
# '
terbatas yang laku cepat, menjual kepada pengecer-pengecer kecil secara tunai dan biasanya tidak melakukan peng iriman .
Grosir dengan truk (truck uholesalers).
Mereka menjual beberapa jenis barang
dagangan yang cepat rusak (seperti susu,sayur, roti, dan lain-lain).
Gtosir perantara (drop shipper). Grosir Jenis ini beroperasi langsung dengan menemui
produsen yang mengirimkan barang dagangan langsung ke pembelinya dengan transaksi dan waktu penyerahan yang sudah disepakati.-
Pemborong rak (raek jobber). Pemborong rak
melayani para pengecer yang tidak ingin memesan atau mengelola etalase ratusan barang barang produk bukan makanan .-
Koperasi produsen (producer cooperatives).
Herupakan koperasi yang d im iliki oleh para karyawan dari pabrikan .
- Grosir yang melayani lepat pos (mail-order wholesalers). Grosir jenis ini tidak menggunakan tenaga penjual yang mendatangi para pembeli. Pesanan d ilayani dan d ikîrim lewat pos .
7 .2 Kskelsr Dan Agen
Hakelar dan agen berbeda dengan gros ir pedagang dalam dua hal. Hakelar dan agen tidak
4 1
memiliki barang dan hanya menjalankan beberapa
fungsi . Fungsi utama mereka adalah memudahkanpembelian dan penjualan yang mana untuk itu mereka
akan mendapat komisi.7 .2 .1 Kakelar .
Fungsi utama seorang makelar adalah
dan membantu mempertemukan pembeli dan penjual
dalam negosiasi. Hereka dibayar oleh kelompok
yang menyepanya. Hereka tidak men/ual barang
inventaris , tidak terlibat dalam pembiayaan , atau menanggung resiko .7 .2 .2 . Agen . Agen
dengan dasar yang leb ih permanen .
mewakili baik pembeli maupun penjual
Agen produsen (Juga disebut vakil produsen).
Hereka mewakili dua produsen atau lebih .
Hembuat perjanjian tertulis resmi dengan
masing-masing penetapan harga ,
produsen meliputi kebijakan uilayah , prosedur pesanan , pengiriman , garansi ,
d isewa
membuka wilayah baru atau wilayah yang
>
memungkinkan untuk mempekerjakan wiraniaga dan komisi . Hereka
ingin tid ak oleh produsen besar yang
secara tetap .
Agen penlualan. Agen penjualan diberi
k i
kekuasaan berdasarkan perjanjian untuk menjual hasil produsen seluruhnya, yang disebabkan produsen tidak mampu atau tidak tertarik dalam bidang penjualan. Agen
penjualan bertindak sebagai bagian penjualan
dan mempunyai pengaruh yang kuat atas harga,
transaksi. dan syarat-syarat penjualan. Agen penjualan tidak mempunyai batas wilayah.
âgen pembelian . âgen pembelian mengadakan pembelian untuk pembe linya , melaksanakan penerimaan , pengawasan , pergudangan , dan pengiriman barang dagangan kepada para pembeli.
Pedagang komisi lfudang l. Adalah agen-agen
yang mem iliki produk fisik d an merund ingkanpenjualan.
7.3 * R= 1a* * 2u % %
Jenis penjualan partai besar yang ketiga
terdiri dari operasi penjualan partai besar yang lebih banyak dilakukan oleh para penjual atau pembeli sendiri ketimbang melalu i para grosir bebas . Ada dua jenis yang akan dibahas berikut ini.7.3.1 Kantor Dan Cabang Penlual:n . Para produsen sering membuka kantor dan cabang penjualan sendiri untuk meningkatkan pengauasan sediaan, penjualan, dan promosi.
gk. -
#
43
7 .3 .2 Kantor Pembelian. Banyak pengecer membuka kantor pembelian d i pusat-pusat pasar besar . Kantor pembelian ini berperan seperti makelar atau agen,
tetapi merupakan bagian dari organ isasi pembeli.
7 .4 Grosir Serba-neka
Beberapa lenis dari grosir lainnya yaitu
pengumpul hasil pertanian , terminal, dan pabrik m inyak mentah, dan perusahaan pelelangan .Bauran pemasaran yang terakhir yaitu promosi .
Promosi ini akan disajikan dalam pembahasan berikut.
8 . PROAOSI
Promosi Merupakan salah satu elemen bauran
pemasaran yang bertugas menjalin komunikasi antara
produsen dengan konsumennya dan masyarakat luas . Secaramendasar promosi didefin isikan sebagai berikut
''Promotion is an exercise in information , persuasion ,
and communicatton .' ' (Stanton, 1984 : 426)
Ketiga hal tersebut saling berhubungan , karena suatu in formasi perlu d iyakinkan , dan sebaliknya , orang yang d iyakinkan berarti Memperoleh informasi . Heyakinkan
*
seseorang serta memberi informasi akan efektif melalui beberapa bentuk komunikasi.
Secara khusus promosi memiliki defin isi sebagai
berikut
''Promotion is the marketing funetion concerned uith persuasively communicating to target aud iences the various components of the marketing program in order to facilitate exchange between the marketer and the
consumer and to help satisfy the objectives of both .''
(Burnet, 1984 : 6)Bauran promosi terd iri dari empat alat utama :
Iklan (advertising). Semua bentuk penyajian non
personal, promosi ide-ide , promosi barang produk ataujasa yang dilakukan oleh sponsor tertentu yang
dibayar.
Promosi penjualan (sales promotion). Insentir jangka
pendek untuk merangsang pembelian atau penjualan suatu produk atau jasa.-
Publisitas (publicity). Suatu stimulasi non personal terhadap permintaan suatu produk, jasa, atau unit
dagang dengan menyebarkan berita-berita komersial yang penting mengenai kebutuhan akan produk tertentu d i suatu med ia dengan menghasilkan suatu sosok kehad iran yang menarik mengenai produk itu di radio , televisi atau panggung yang tidak dibayar oleh pihak sponsor .-
Penlualan pribadï (personal selling). Penyajian lisan
dalam suatu pembicaraan dengan satu atau beberapa pembeli potensial dengan tujuan untuk melakukan pànjualan.
Bauran promosi yang akan dipakai tersebut sangat d ipengaruhi oleh pilihan perusahaan akan strategi
mendorong atau menarik untuk menjual produknya.
45
e .l Strateli Doronx Dan Strateli Tarik
Kesenangan perusahaan dalam menggunakan strategi tarik dan strategi dorong in i berbeda-beda . Strategi mendorong menggunakan uiraniaga dan promosi dagang untuk untuk mendorong produk melewati saluran-saluran . Produsen seeara agresif mempromosi- kan produk itu kepada pengecer . Pengecer secara agresif akan mempromosikan produk tersebut kepada
konsumen .
Strategi menarik memerlukan banyak dana untuk iklan dan promosi konsumen untuk mendapatkan permintaan konsumen. Jika strategi ini efektif, konsumen akan minta produk tersebut, dan grosir akan minta produsen supaya mengirimkan produknya. Kedua strategi in i dapat dilihat pada gambar berikut
GAHBâR 2 .4
STRATEGI D0R0HG DA# STRATEGI TARIK
strateji Frndusen 'rcsir Fengecer
zecdcrcnç ùerprezcsi derpre:csi derprc.csi kcnsu.en (push strateji) qecara aqreçif secara agreqif secâra agresif
ltrategi Frd usen
xenarik ierprne si srnsir ( Fenjecer ( rnnsu.en (Fu11 strateji) seczra agresif
)
Sumber (Kotler, 1988: 272)
0
8 .2 Promosi Pen iualan
Perusahaan memakai promosi penjualan untuk Mendapatkan tanggapan yang leb ih kuat dan lebih cepat. Promosi penjualan dapat digunakan untuk
mendorong penjualan yang sedang lesu. Efek promosi penjualan hanya sekejap, sehingga tidak efektif
untuk menanamkan pilihan produk jangka panjang.
âmerican Narketing âssociation mendefinisikan
promosi penjualan sebagai berikut
''Those âctiv ities other than personal selling , advertising, and publicity that stimulate consumer purchasing and dealer effectiveness, such as disp lays . shous, and exhibitions. demonstrations , and various nonrecurrent selling erfort not in the
ordinary routine.- (Busch, 1985: 629) Defin isi lain menyatakan sebagai berikut
''Those marketing activ ities that add to the basie value of the product for a limited time peripd and , thus, d irectly stimu late consumer purchasing and sales force and dealer effeetiveness.- (Burnett,
1984 : 378)
8.3 Pznlzax Cxnmnai Pen.iualsn
âgar promosi penjualan mencapai sasaran yang d iharapkan , pemasar harus membuat keputusan- keputusan tambahan untuk merumuskan program promosi yang menyeluruh . Keputusan-keputusan tersebut meliputi
- Besarnya insentif . Pemasar harus menentukan besarnya insentif yang d itawarkan . Insentif
47
m inimum harus d itentukan apab ila promos i itu diharapkan akan berhasil. Semakin tinggi tingkat insentif akan menghasilkan lpbih banyak respon
penjualan.
Syarat-syarat partisipasi. Insentif mungkin dita- warkan kepada semua orang atau kepada kelompok tertentu . Premi mungkin hanya d itawarkan bagi mereka yang memenuhi syarat-syarat tertentu .
ëahana distribusi untuk promosi. Pemasar harus menentukan bagaimana eara melaksanakan program promosi dan eara mendistribusikannya .
Jangka vaktu promosi. Jika jangka waktu promosi penjualan terlalu pendek, banyak pihak tidak akan
mengambil keuntungan , karena rmungkin mereka tidak bisa melakukan pembelian u lang . Sebaliknya, apabila jangka waktu promosi terlalu lama, akan menyebabkan kehilangan daya tarik .-
Saat-saat promosi. Hanajemen perlu menyusun kalender Jadwal untuk promosi. Kalender tersebut
dipergunakan bagi manajer produksi, manajerpenjualan, dan manajer distribusi.
- Total anggaran promosi. ânggaran bisa disusun dalam dua eara, yaitu
promosi penjualan
D isusun dari bawah , d imana pemasar mem ilih promosi sendiri-send iri kemud ian memperkirakan biaya totalnya.
Berdasarkan persentase total anggaran promosi.
6.4 Alat-alat EIDIOaI Pen.snalan
Alat-alat promosi penjualan yang utama,
d irancang untuk promosi konsumen , promosi dagang , dan promos i usaha. Hasing-mas ing alat promosi
tersebut akan disajikan di berikut ini.
A lat promosi konsumen meliputi
- Contoh atau sampel.
Kupon .
Tauaran uang kembali atau rabat .
- Kemasan harga khusus . Prem i.
- Had iah .
Imba lan kesetiaan .
Uji coba gratis.
- Jaminan garansi produk .
- Promosi gabungan (tie-in promotion).
Demonstrasi dan peragaan d i tempat pembe lian (point of purchase displays and demonstration).
âlat promosà dagang meliputi
Harga d i luar faktur . Potongan harga langsung dari daftar harga bagi pembelian selama jangka waktu
tertentu yang telah d isepakati sebelumnya .
Tunjangan iklan. Hemberikan kompensasi pada para penyalur untuk mengiklankan produk pabrik .
ânggaran pameran . Hembiayai . penyalur dalam melaksanakan pameran produk khusus .
Barang gratis . Berupa barang dagangan tambahan kepada perantara, apabila mereka membeli sejumlah
2 y h..+
49
barang tertentu .
- Uang perangsang . Dapat berupa uang kontan atau
barang bagi penyalur untuk merangsang penjualqn
produk .- âlat-alat iklan gratis yang mencantumkan nama perusahaan . Dapat berupa balpoin, pensil,
kalender, buku catatan dan asbak . âlat-alat promost bisnis meliputi :
- Konvensi dan pameran dagang .
- Kontes.
- Und ian .
- Permainan .
àlat-alat promosi penjualan mempunyai ciri-oiri
- Komunikask. Hereka mendapat perhatian dan biasanya memberi informasi yang memperkenalkan pembeli pada suatu produk .
- Insentif . Cara in i memberikan konsesi, perangsang atau and il yang bernilai bag i pembeli .
- Undangan . Cara ini mencakup undangan khusus untuk segera terlibat dalam transaksi .
8 .5 Promosi nnenne
Banyak perusahaan mengarahkan promos i
>
penjualannya untuk melakukan promosi dagang. Dengan ' mengeluarkan lebih banyak uang untuk promosi dagang , produsen mengupayakan tercapainya empat sasaran
>#
A
sebagai berikut
Promosi dagang dapat membujuk pengecer atau grosir yang tersedia
menjual merk. Ruang
begitu
menawarkan berbagai potongan harga ,
rak-rak tokû semp it sehingga produsen acap kali harus imbalan , garansi
gratis kepada
bersed ia menaruh produknya d i
pembelian kembali, atau barang -barang grosir dan pengecer agar mereka rak-rak mereka dan mempertahankan
Promosi dagang dapat
untuk membeli lebih banyak daripada biasanya . keberadaan produknya di sana .
membujuk pengecer atau grosir
Produsen menagarkan berbagai imbalan atas volume pembelian
bersedia
yang besar supaya pengeeer dan grosir men imbun lebih banyak produk di toko-toko
)
dan gudang-gudang mereka . Produsen yakin bahwa
pedagang tadi akan bekerja lebih keras Jika mereka
''tertimbun'' oleh produk .
- Promosi dagang dapat membangkitkan semangat pengecer untuk Mempromosikan merk lewat penonjolan
ciri, alat pajangan, dan potongan harga. Produsen
dapat mendorong pengeeer memasang alat pajangan di ujung lorong, meningkatkan jumlah rak, atau menaparkan stiker potongan harga kepada konsumen , dengan menauarkan sejumlah imbalan kepada pengecer yan: akan d ibayarkan bila prestasi pengecer terbukti baik .Promosi dagang dapat Meranfsanl Penfeoer dan Para pembantu mereka untuk mendorong penjualan produk.
51
Produsen sering bersaing
menjual produk
pengecer uang insentif, bantuan penlualan, program pengakuan, premi, dan kontes penjualan.
mendorong pengecer agar mereka dengan menawarkan kepada
9 . MIRANIâQ;
orang-orang yang melakukan penjualan memakai
berbagai nana, antara lain wiraniaga, tenaga penjualan, tenaga lapangan, agen , tenaga pemasaran , dan lain-lain .HcHurry membagi klasifikasi Jabatan penjualan sebagai
berikut :Pengantar. Jabatan di mana tugas penjual sebagian besar menyalurkan produk , m isalnya susu , bahan bakar , minyak .
Penerima pesan an . Jabatan d i mana tugas
sebagian besar aktif menerima pesanan, Misal penjual menjual
pakaian yang berdiri di belakang etalase.
- ëiraniaga misioner. Jabatan di mana penjual tidak d iperkenankan menerima pesanan , tetapi
untuk menbina hubungan dengan calon pembeli atau ditugaskan
mend idik pembe li atau calon pembeli yaitu a - u iran iaga minyak wangi, atau wiraniaga obat-obatan (detailman) yang mewakili pabrik farmasi.
Tekn isi. Jabatan d i mana keg iatan dititikberatkan pada pengetahuan teknik, misalnya penjual. Teknisi tugas utamanya sebagai konsultan bag i pelanggan perusahaan .
Pencipta perm intaan . Jabatan yang membutuhkan nyata, misal penjualan kreatif dari produk/barang
penghisap debu , lemari es , ens ikloped i.
Urutan jabatan tersebut di atas dimulai dari jenis penjualan yang kurang kreatif sampai yang paling
kreatif.
Karyauan penjualan bertugas sebagai penghubung
antara perusahaan dengan konsumen . Bagi banyak konsumen wiran iaga merupakan perusahaan dan sebaliknya bagi perusahaan wiran iaga memberikan inrormasi penting yang sangat d ibutuhkan mengenai konsumen . O leh karenaperusahaan harus mengelola w iraniaganya sebaik mungkin . Agar w iraniaga dapat menghasilkan prestasi yang memuaskan dalam kegiatan penjualan perusahaan. sebelum melakukan perekrutan u iraniaga, perusahaan harus memikirkan beberapa ha1 antara lain , struktur gugus w iran iaga . Struktur gugus uiraniaga akan sederhana ,
apabila perusahaan menjual satu lini produk saja kepada
satu industri yang memakai produk tunggal tersebut, dengan konsumen di banyak lokasi . Perusahaan mungkin akan menggunakan jasa uiraniaga yang strukturnya disusun berdasarkan uilayah. Apabila perusahaan menjual banyak produk kepada konsumen yang beraneka ragam mungkinperusahaan tersebut harus menggunakan struktur wiraniaga yang berorientasi pada produk atau konsumen . Kedua
perusahaan juga harus memikirkan jumlah gugus wiraniaga
tersebut serta imbalan yang memuaskan bagi wiran iaga namun dapat memberi keuntungan bag i perusahaan .53
9 .1 Struktur Guxus @iraniaxa xenurut @ ilavah
Dalam organiàasi penjualan yang sederhana,
setiap wiran iaga d itugaskan di daerah tertentu untuk mempropagandakan produk perusahaan . Struktur penjualan demikian memiliki beberapa keuntungan .Pertama, tanggung Jawab setiap uiraniaga jelas.
Karena dalam satu wilayah hanya ada seorang
wiraniaga yang bekerja, maka ia akan bertanggung
jawab penuh atas keberhasilan maupun kegagalankerjanya dalam arti usahanya yang sendirian tersebut bisa mempengaruhi penjualan . Kedua, tanggung jawab
w ilayah itu meningkatkan insentif w iraniaga yang bersangkutan untuk memupuk bisnis setempat danmenjalin hubungan pribadi. Hgbungan ini akan
meningkatkan efektivitas penjualan wiraniaga dan kehidupan pribad inya . Ketiga , biaya transportasi relatif kecil, karena setiap w iraniaga berkeliling dalam daerah yang kecil.Dalam merencanakan wilayah, perusahaan harus mencari informasi dulu tentang ciri-ciri wilayah tersebut . Hisalnya, mudah diawasi, potensi
penjualan, dan beban kerja yang memadai dan sama
bagi setiap w iraniaga . C iri-ciri tadi didapat melalui keputusan mengenai ukuran dan bentuk dari
@'
unit-unit w ilayah tersebut .
9 .1.1 Besar Dan Luasnya #ilayah. @ilayah penjualan
bisa d irancang sedemikian rupa sehingga memberikan
prospek penjualan yang sama ataupun beban kerja yang
sama . @ilayah dengan prospek penjualan yang sama memberi kesempatan yang sama bag i setiap w iraniaga untuk memperoleh pendapatan bag i perusahaan sekaligus merupakan alat untuk mengevaluasi prestasi. Perbedaan yang mencolok dari hasilpenjualan menurut wilayah bisa dianggap sebagai
perbedaan kemampuan dan usaha perseorangan dari setiap wiraniaga . Kelemahan wilayah dengan prospekpenjualan yang sama terletak pada luas wilayahnya.
Jika prospek penjualan antara dua uilayah sama,
namun luasnya berbeda sehingga kepadatan penduduknya berbeda , ha1 in i akan menyebabkan wiran iaga d i v ilayah yang luas harus berusaha lebih keras untuk
memperoleh penjualan daripada wiraniaga di wilayah
yang lebih kecil .Hasalah di atas dapat d ipecahkan dengan membagi wilayah dengan beban kerja yang sama. Dengan beban kerja yang sama setiap wiaraniaga dapat bekerja dengan Wajar. Untuk mengatasi perbedaan potensi atau prospek penjualan antar kilayah, maka imbalan bagi wiraniaga dapat dibedakan . Bag i wiraniaga dengan potensi penjualan yang tinggi
mendapat imbalan yang lebih rendeh .
9 .1.2 Bentuk #ilayah . Banyak perusahaan lebih menyukai bentuk wilayah tertentu karena hal ini b isa
j.'
55
Kempengaruhi b iaya, kemudahan pe liputan , serta
kepuasan kerja para wiraniaga. Perusahaan-perusahaan
dewasa ini mendisain wilayah sedemikian rupa sehingga kriteria-kriteria seperti kekompakan , kesamaan beban kerja atau potensi penjualan, danminimumnya perjalanan, terpenuhi secara optimal.
9 . 2 Ju m 1 s h Jl1 #l1R @ 1.- r an i a#a
@iraniaga merupakan aset perusahaan yang
paling mahal. Peningkatan Jumlah aset tersebut akan meningkatkan penjualan, tetapi juga meningkatkan
biaya . Untuk memperoleh laba yang optimal, adalahpenting untuk menentukan Jumlah wiraniaga yang
d ibutuhkan tersebut . âda tiga metode untuk menentu-kan kebutuhan akan jumlah wiraniaga, yaitu break-
doun method, workload method , danmethod . (Busch, 1985: 719)
incremental
9 .2 .1 Breakdown Kethod . Herupakan salah satu cara termudah untuk menentukan jumlah uiraniaga yang optimal. Dengan membagi ramalan total penjualan dengan estimasi produktiv itas seorang wiran iaga , perusahaan dapat menentukan jumlah wiraniaga yang d ibutuhkannya .
>
Keuntungan dari metode in i, memiliki konsep yang sederhana . Bamun metode in i memiliki ke lemahan yaitu tidak d iperhitungkannya faktor perputaran atau
turnover w iran iaga . Ketika w iraniaga keluar dari perusahaan , dan digantikan Wiraniaga yang baru , produktiv itas W iraniaga tentu tidak sama dengan yang diestimasikan .
9 .2.2 #orkload Kethod . Hetode beban kerja merupakan metode yang sering d ipakai oleh perusahaan . Hetode ini didasarkan pada kesamaan beban kerja dari semua wiraniaga. Untuk menentukan jumlah wiraniaga yang
dibutuhkan , manajemen menentukan jumlah pekerjaan
yang dapat d itangani dalam pasar sasaran . Hetode in i memiliki beberapa langkah
- K lasifikas ikan pe langgan dalam ke lompok-kelompok berdasarkan jumlah pekerjaan yang dibutuhkan untuk me layani kelompok-kelompok tersebut . Klasifikasi biasanya didasarkan pada volume penjualan.
Contoh
Tipe Volume penjualan Jumlah pelanggan-
â > $50,000 100
B $20,000 - $50,000 250
C 4 $20,000 450
- Tentukan jumlah kunjungan per tahun dan lama kunjungan yang diinginkan. Estimasi ini didasarkan pada pengalaman masa lampau . Contoh
Total jam Kunjungan Lama kunjungan kontak Tipe per tahun (menit) - menit jam
A 25 x 60 I 1500 25
B 15 x 40 I 600 10
C 8 x 15 r 120 2
- Hitung total usaha penjualan yang diinginkan untuk nelayan i pasar tersebut dengan cara mengalikan
1.4
57
jumlah pelanggan masing-masing kelompok dengan
lana kunjungan.
Jumlah Jam kontak Beban jam Tipe pelanggan per pelanggan kerja
â 120 25 3 .000
B 250 10 2 .500
C 400 2 800
6 .300
Estimasikan waktu yang tersed ia bagi setiap
uiraniaga. Rata-rata jam kerja per minggu dikalikan dengan jumlah minggu kerja per tahun,
dengan menperhatikan hari libur, sakit dansebagainya . Contoh
40 jam/minggu x 49 minggu/tahun = 1.960 jam/tahun
âlokasikanWiran iaga berdasarkan fungsinya .
Waktu yang tersedia untuk tiap
Persentase Jam
Tugas waktu per tugas
Penjualan 50 980
Bukan penjualan 30 508
Perjalanan 20 392
1.960 Jam/tahun
Tentukan jumlah wiraniaga dengan membagi total beban jam kerja dengan waktu penjualan yang tersed ia untuk tiap wiraniaga .
6.300 jam
= 6 ,42 atau 7 orang
980 jam kerja/wiraniaga
9 .2 .3 Ineremental Hethod . Hetode in i didasarkan
*.
pada prinsip tingkat penghasilan yang makin menurun
(diminishing returns). Bahwa penambahan jumlah
wiran iaga akhirnya akan memberi tambahan yang makin
kecil terhadap penjualan. Contoh dengan menambah seorang viraniaga, penjualan bertambah $200,000 dari total penjualan. Jika Wiraniaga ditambah iagi dengan dua atau lebih, penjualan hanya bertambah $350,000.
9 3 Tmhslsn cnenn @ l'ran l'sla
Untuk menarik jumlah uiraniaga yang d ibutuhkan, perusahaan harus menyusun rencana imbalan yang menarik . @iraniaga lebih menyukai pendapatan
prestas inya,
pengalaman kerjanya. Ada beberapa macam imbalan yang dapat diberikan kepada uiraniaga yaitu gaji
langsung, komisi langsung, gabungan gaji dan
yang teratur , pengha/gaan serta imbalan yang pantas
untuk sesuai
komis i, bonus serta biaya lain-lain .
9.3.1 GaJ i Langsung . @iraniaga menerima gaji tetap dan sejumlah uang untuk menutup segala biaya dalam melakukan tugasnya. Tujuannya agar stabilitas pendapatan wiraniaga dapat terjamin.
9 .3 .2 Komisi Langsung . Cara ini membayar wiran iaga tergantung dari penjualan dan volume laba.
9.3.3 Gabungan GaJ i Dan :omisl. Cara ini cocok
apabila volume penjualan tergantung dari motivasi para uiraniaga .59
9 .3 .4 Bonus . Bonus merupakan pembayaran yang
tidak tercantum dalam perjanjian. Bonus dapat Menjadi pengganti perangsang sejenis insentif
kom isi.
9.3.5 Biaya Lain. Keliputi biaya penjualan
(perjalanan, penginapan, telepon, hiburan) tunjangan tambahan (asuransi kesehatan, asuransi jiwa,
pensiun), insentif khusus (kontes, hadiah), sertabiaya staf (biaya teknis, analis penjualan, program
latihan penjualan).
10 . EOEFISIEN KORELASI
Analisa korelasi merupakan metode yang dapat dipakai untuk mempelajari kekuatan hubungan antara dua buah variabel random . Variabel-variabel yang d igunakan merupakan variabel yang mana tidak ada salah satu dari variabel tersebut dapat d ipilih atau ditentukan sebagai penyebab atau yang mempengaruhi nilai variabel yang lain . Hasing-masing variabel beris ikan sekumpulan data observasi dimana data-data dalam variabel-variabel tersebut merupakan data yang berpagangan . Hetode in i dapat menimbu lkan kesalahan korelasi bila ada variabel
>
tersembunyi yang tidak terdeteksi.
Ukuran numerik terhadap hubungan antara dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat
d isebut koefisien sampel korelasi atau sering disebut
juga Pearson 's product moment correlation coefficient.
Ukuran tersebut dilambangkan dengan r yang dirumuskan sebagai berikut
zxiyi - (Zxi)(Zyi)/n
rxy 2 2 2 2
-
(zxi) /n? (zyi - (zyi) /n) Tlzxi
sumber (Bhattacharyya, 1977: 404 )
rxy I koefisien korelasi n r jumlah data/observasi
(X1,Y1),...#(Xn ,Yn) adalah pasangan-pasangan observasi.
Korelasi mempunyai batasan -1 S r S
r r -1 berarti hubungan antara kedua variabel sempurna dan negatif/berlawanan arah
r 2 0 berarti tidak ada hubungan/korelasi
= 1 berarti hubungan antara kedua variabel sempurna
dan positif/searah
Jika nilai r semakin mendekati -1, hubungan semakin
kuat namun berlauanan arah, sedang jika nilai r semakin
mendekati 1, hubungan semakin kuat dan searah .Agar korelasi antara dua variabel dapat d ipastikan kebenarannya , rmaka perlu dilakukan suatu pengujian hipotesa . Pen/elasan mengenai pengujian hipotesa ini akan d ibahas dalam bagian berikut .
61
l1 . UJI HIPOTESA
Untuk memastikan adanya hubungan yang berarti korelasi tidak sama dengan nol, harus dilakukan uji
korelasi menggunakan t uji. Hipotesa awal yang disusun
menyatakan tidak adanya hubungan antara kedua variabel(H: r Q 0 ) dan hipotesa ini ditolak bila antara
kedua variabel ada hubungan yang berarti r # 0. Adapun
cara untuk melakukan uji hipotesa
Hc r 2 0 (tidak ada
H1 r > 0 (ada korelasi positif antara kedua variabel) f(n 2) r
dengan rumus tuji = 2 ) 4 (1 - r
korelasi antara kedua variabel)
d iband ingkan dengan
ttabel Q ttn-zic), dimana
n-2 2 derajat kebebasan
a r tingkat signifikanSumber (Bhattacharyya, 1977: 410)
'
keputusan jika tuji > t n-2;a , tolak Hc
H 1, d imanat nilai uji t
r 2 koefisien korelasi n r jumlah observasi/data
dan terima