• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 1 SERASAN TIMUR Jl Air Tang No 01 Desa Arung Ayam Kec Serasan Timur Kab Natuna

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 1 SERASAN TIMUR Jl Air Tang No 01 Desa Arung Ayam Kec Serasan Timur Kab Natuna"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 1 SERASAN TIMUR

Jl Air Tang No 01 Desa Arung Ayam Kec Serasan Timur Kab Natuna

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

SEMESTER 1 (GANJIL) TAHUN PELAJARAN 2021/2022 A. Komponen Layanan : Layanan Dasar

B. Bidang Layanan : Karier

C. Topik Layanan : Perbandingan jurusan SMA/SMK D. Fungsi Layanan : Pemahaman dan Pengembangan

E. Tujuan Umum : Peserta didik mampu membandingkan jurusan di SMA/SMK untuk rencana studi lanjutan (C5) F. Tujuan Khusus : 1. Peserta didik dapat mendeteksi suasana

pembelajaran di SMA/SMK (C4)

2. Peserta didik dapat mengklasifikasikan jurusan yang ada di SMA/SMK (A4)

3. Peserta didik dapat menunjukkan sekiranya jurusan di SMA/SMK yang tepat dengan kemampuannya (P3)

G. Sasaran Layanan : Kelas IX Semester 1 (GANJIL)

H. Materi Layanan : 1. Suasana pembelajaran di SMA/SMK 2. Pilihan jurusan di SMA/SMK

I. Waktu : 2 JP (2x45 Menit = 90 Menit)

J. Sumber :

1. Video edukasi yang telah di download tentang

Perbedaan SMA, SMK dan MA (pilih yang mana?), pada link youtube

https://www.youtube.com/watch?v=LS6nCU2rdYI 2. Buku Kumpulan Materi Lengkap Bimbingan dan

Konseling. Penulis : Tim Paramitra, Penerbit Paramitra Production Yogyakarta

3. https://www.zenius.net/blog/18804/perbedaan-sma- smk-ma tentang Mending masuk SMA, SMA atau MA

?, oleh Yuuji Sensei, 12 Juni 2019

4. https://www.finansialku.com/perbedaan-sma-smk-ma/

artikel tentang Kenali K. Metode dan Teknik Diskusi dengan Cinema Edukasi

L. Media/ Alat :

Laptop, Headset yang memiliki fungsi microphone, HP Android, File Power Point, File Video Edukasi

M. Pelaksanaan

1. Tahap Awal/ Pendahuluan

a. Pernyataan Tujuan : 1. Guru Bimbingan dan Konseling membuka dengan

(2)

salam dan berdoa

2. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor

menyapa peserta didik dengan kalimat yang membuat siswa bersemangat.

3. Pada tahap ini bisa juga diikuti dengan proses Ice Breaking/ games sederhana.

4. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor menyampaikan tentang tujuan umum dan tujuan khusus yang akan dicapai

5. Peserta didik memperhatikan dan mendengarkan tujuan layanan yang disampaikan oleh Guru BK b. Penjelasan tentang

langkah-langkah kegiatan

: 1. Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor menjelaskan langkah-langkah kegiatan, tugas dan tanggung jawab peserta didik.

2. Kontrak layanan (kesepakatan layanan), hari ini kita akan melakukan kegiatan selama 2JP, kita sepakat akan melakukan dengan baik.

c. Mengarahkan kegiatan (konsolidasi)

1. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor memberikan penjelasan tentang topik yang dibahas d. Tahap Peralihan

(Transisi)

1. Guru Bimbingan dan Konseling menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh peserta didik pada tahap selanjutnya

2. Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor menanyakan kesiapan peserta didik melaksanakan kegiatan, dan memulai ke tahap inti

2. Tahap Inti a. Kegiatan peserta

didik 1. Peserta didik mengikuti kegiatan layanan klasikal 2. Peserta didik menonton video “Lulus SMP, Pilih

SMA/SMK?” yang di sajikan Guru Bimbingan dan konseling

3. Peserta didik diminta untuk memperhatikan dan menyimak penjelasan materi dari guru Bimbingan dan konseling

4. Peserta didik diberi kesempatan untuk berpendapat dan curah gagasan terkait materi yang telah disampaikan oleh Guru Bimbingan dan konseling 5. Peserta didik menyimak terkait hal yang disampaikan

oleh Guru Bimbingan dan konseling

6. Peserta didik bertanya sekiranya ada hal-hal yang belum dipahami tentang topik yang dibahas

b. Kegiatan guru Bimbingan dan Konseling atau konselor

1. Guru Bimbingan dan konseling menyapa peserta didik dan memaparkan tujuan layanan

2. Guru Bimbingan dan Konseling menayangkan video edukasi tentang “Lulus SMP, pilih SMA/SMK?”

3. Guru Bimbingan dan Konseling mempersilahkan peserta didik untuk merefleksikan hasil video yang telah ditayangkan

4. Guru Bimbingan dan konseling menanggapi hasil refleksi peserta didik dan menampilkan slide power point mengenai perbandingan jurusan di SMA/SMK 5. Guru Bimbingan dan konseling memberikan

kesempatan kepada peserta didik yang ingin bertanya 3. Tahap Penutup 1. Guru Bimbingan dan konseling mengajak peserta didik

(3)

membuat kesimpulan yang terkait dengan materi layanan

2. Guru Bimbingan dan konseling merefleksi peserta didik dengan menanyakan kebermanfaatan atau kebermaknaan kegiatan secara lisan

3. Guru Bimbingan dan konseling memberikan penguatan dan menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan di pertemuan selanjutnya

4. Guru Bimbingan dan konseling mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam

N. Evaluasi

1. Evaluasi Proses Guru Bimbingan dan Konseling melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses yang terjadi:

1. Melakukan refleksi hasil materi “Perbandingan jurusan SMA/SMK”

2. Mengamati sikap atau antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan bimbingan klasikal

3. Mengamati cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau bertanya

4. Mengamati cara peserta didik memberikan penjelasan dan pertanyaan Guru Bimbingan dan konseling tentang materi yang dibahas

2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain:

1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/

kurang menyenangkan/ tidak menyenangkan

2. Merasakan pemahaman baru mendapatkan pengetahuan tentang pem biasaan beribadah sejak dini

3. Topik yang dibahas: sangat penting/ kurang penting/

tidak penting

4. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor menyampaikan: mudah dipahami/ tidak mudah/ sulit dipahami

5. Kegiatan yang diikuti: menarik/ kurang menarik/

tidak menarik untuk diikuti Lampiran :

1. Uraian Materi

2. Lembar kerja peserta didik

3. Instrumen evaluasi proses dan hasil

Serasan Timur, 19 Juli 2021 Mengetahui

Kepala Sekolah Guru BK

Tulus Amanto, S.Ag ` Yulia Angriani, S.Pd NIP 197609022005021005 NIP 199407312019032008

(4)

PILIH SMA ATAU SMK ??

(5)

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Sekolah Menengah Atas adalah sekolah umum yang ditempuh oleh para siswa lulusan SMP (dan sederajat), yang terdiri dari kelas X-XII, serta merupakan tingkatan wajib dalam program Wajib Belajar 12 Tahun. Dalam jenjang ini, fokusnya adalah pembelajaran secara umum, yang terdiri atas berbagai bidang ilmu dengan cakupan yang luas.

Di jenjang SMA, kamu nantinya akan memilih lagi pengelompokan mata pelajaran berdasarkan minat serta kemampuan akademis. Di kurikulum KTSP 2006, pengelompokan tersebut dinamakan

penjurusan, dan dilakukan di kelas XI. Sedangkan di kurikulum 2013, pengelompokan tersebut dinamakan peminatan, dan sudah dimulai dari kelas X. Penjurusan/peminatan di jenjang SMA ada 3, yaitu:

Ilmu Pengetahuan Alam

Penjurusan/peminatan ini lebih fokus kepada mata pelajaran ilmu alam. Yang spesifik diajarkan adalah Fisika, Kimia, dan Biologi.

Matematika yang ada dalam penjurusan ini juga dirancang spesifik untuk lebih cocok dengan ilmu alam.

Ilmu Pengetahuan Sosial

Penjurusan/peminatan ini terfokus kepada mata pelajaran ilmu sosial dan humaniora. Yang spesifik diajarkan adalah Ekonomi, Geografi, Sejarah, serta Sosiologi & Antropologi. Matematika yang ada dalam penjurusan ini juga ada, tetapi lebih dirancang untuk lebih sejalan dengan ilmu sosial & humaniora.

Ilmu Bahasa

Penjurusan/peminatan ini terfokus kepada mata pelajaran bahasa &

sastra, seperti Bahasa & Sastra Indonesia, Bahasa & Sastra Inggris, 1 bahasa asing wajib, 1-2 bahasa asing pilihan. Untuk bahasa asing wajib dan pilihan, biasanya tergantung sekolah masing-masing, pilihannya bisa berupa Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, dll. Meski di penjurusan dan peminatan lain ada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan

Bahasa Inggris, di penjurusan ilmu bahasa ini kamu akan mendalami

bahasa-bahasa tersebut secara lebih spesifik, dan mencakup ranah

sastra juga.

(6)

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Nah, kalau SMA sifatnya umum, SMK jauh lebih spesifik. Perbedaan yang paling mencolok antara SMA dengan SMK adalah porsi teori dan praktik. Di jenjang SMA, teori cenderung lebih banyak dari

praktik, sedangkan di SMK, praktik jauh lebih banyak daripada teori.

Jenjang SMK juga menitikberatkan pada persiapan siswa untuk menghadapi dunia kerja. Jadi, secara umum, SMK

lebih mengasah skill ketimbang SMA. Mirip seperti SMA, SMK juga memiliki penjurusan, tetapi jumlah penjurusannya ada banyak banget.

beberapa jurusan SMK yang cukup populer, seperti:

Teknik Kendaraan Ringan (TKR)

Di jurusan ini, kamu belajar tentang keahlian atau skill dalam bidang otomotif, khususnya untuk kendaraan ringan seperti mobil.

(BTW, meski mobil tergolong bukan hal yang “ringan” untuk bisa kamu angkat, dalam industri otomotif, ia tergolong ringan. Yang termasuk berat itu seperti truk, container, dsb.)

Teknik Pemesinan

Jurusan ini akan mengajarkan kamu tentang segala hal yang

berhubungan dengan komponen mesin. Mulai dari bahan dasarnya, cara memproduksinya, fungsi komponennya, dll.

Teknik Komputer & Jaringan (TKJ)

Di jurusan ini, kamu akan mempelajari tentang teknik perakitan komputer, perawatan komputer, serta instalasi atau pemasangan jaringan.

Tata Boga

Di jurusan ini, kamu akan mempelajari seluk beluk kuliner. Teknik

memasak, peralatan memasak, bisnis kuliner, dsb. Jurusan ini

cocok banget nih, untuk kamu yang hobi mengeksplorasi dunia

kuliner.

(7)

Tata Busana

Di jurusan ini, kamu akan mempelajari semua yang berhubungan dengan industri pakaian. Tidak hanya menjahit, kamu juga akan belajar tentang pola pakaian, desain, mode, serta usaha bidang sandang/pakaian.

Akuntansi

Di jurusan yang super populer ini, kamu akan mempelajari tentang bagaimana pembukuan dan pencatatan sistem keuangan di sebuah perusahaan/badan usaha. Ini cocok banget buat kamu yang

suka ngitung uang, hehe.

Keperawatan

Di jurusan ini, kamu akan mempelajari berbagai keahlian dasar untuk menjadi seorang perawat.

Multimedia

Sesuai dengan namanya, multi (banyak) dan media (perantara), kamu akan mempelajari segala sesuatu yang menyangkut penyampaian informasi melalui berbagai perantara.

Misalnya, kalo kamu pengen bikin video di Youtube, kamu gak bisa

sembarang bikin, kan? Harus ada teknik yang baik supaya informasi

yang ingin disampaikan bisa tersalurkan dengan baik. Nah, di jurusan

multimedia inilah kamu bisa pelajari teknik-teknik tersebut.

(8)

Salah satu kegiatan praktik SMK – Teknik Pemesinan. Sumber gambar: psmk.kemdikbud.go.id

Tips pemilihan jurusan

1. Pilihlah jurusan sesuai dengan minat dan bakat serta kemampuan diri sendiri

2. Jangan tergesa-gesa dalam memilih jurusan di SMA/SMK 3. Sesuaikan jurusan dipilih dengan cita-cita

4. Perbanyak informasi tentang jurusan yang akan dipilih

5. Jangan terpaku hanya pada nilai tapi juga pada keterampilan 6. Pertimbangkan jurusan untuk lanjutan studi berikutnya atau

untuk dunia pekerjaan

7. Yakin dengan kemampuan dan jangan ikut-ikutan orang lain

(9)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

“Perbandingan jurusan di SMA/SMK”

1. Paparkan apa hasil video yang peserta didik lihat berdasarkan video yang ditayangkan ?

2. Apa perbedaan jurusan di SMA/SMK dan perbedaan suasana pembelajarannya apakah berbeda ?

3. Tuliskan jika saya memilih SMA kemungkinan jurusan yang saya pilih adalah ....

4. Tuliskan jika saya memilik SMK kemungkinan jurusan yang saya pilih adalah ...

5. Sebutkan manfaat mengetahui perbedaan jurusan di SMA/SMK?

(10)

ANGKET EVALUASI HASIL LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

No. PERNYATAAN SKOR

1 2 3 4

1 Saya memahami dengan baik tujuan yang diharapkan dari materi yang disampaikan

2 Saya memperoleh banyak pengetahuan dan informasi dari materi yang disampaikan

3 Saya menyadari pentingnya bersikap sesuai dengan materi yang disampaikan.

4 Saya meyakini diri akan lebih baik, apabila bersikap sesuai dengan materi yang disampaikan.

5 Saya dapat mengembangkan perilaku yang lebih positif setelah mendapatkan materi yang disampaikan

6 Saya dapat mengubah perilaku sehingga kehidupan saya menjadi lebih teratur dan bermakna

Keterangan :

1. Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 6 = 6, dan skor tertinggi adalah 4 x 6 = 24 2. Kategori hasil :

a. Sangat baik = 21 - 24 b. Baik = 17 - 20 c. Cukup = 13 - 16 d. Kurang = 0 - 12

Serasan Timur, Mengetahui

Kepala Sekolah Guru BK

Tulus Amanto, S.Ag Yulia Angriani, S.Pd

NIP 197609022005021005 NIP 199407312019032008

(11)

Instrumen Observasi terhadap Proses Layanan Bimbingan Klasikal

PEDOMAN OBSERVASI

Nama Peserta Didik : __________________________ Kelas: ________________

Petunjuk :

Beri tanda centang (√) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda.

No. PERNYATAAN SKOR

1 2 3 4

1 Peserta didik terlibat aktif

2 Peserta didik antusias dalam mengikuti kegiatan 3 Peserta didik kreatif

4 Peserta didik saling menghargai

5 Peserta didik saling mengeluarkan pendapat

6 Peserta didik berargumentasi mempertahankan pendapat masing-masing

7 Layanan terselenggara dengan menyenangkan 8 Layanan sesuai alokasi waktu

Total Skor :

Skor 4 : sangat baik Skor 3 : baik

Skor 2 : cukup baik skor 1 : kurang baik

Keterangan :

1. Skor minimal yang dicapai adalah 1 x 8 = 8, dan skor tertinggi adalah 4 x 8 = 32 2. Kategori hasil Kategori hasil :

(12)

a. Sangat baik = 28 – 32 b. Baik = 23 – 27 c. Cukup = 22 – 26 d. Kurang = 0 - 21

Serasan Timur, Mengetahui

Kepala Sekolah Guru BK

Tulus Amanto, S.Ag Yulia Angriani, S.Pd

NIP 197609022005021005 NIP 199407312019032008

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan KLHS dalam penataan ruang juga bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) dan atau instrumen

Adapun tujuan dari pemodelan ini adalah untuk mengidentifikasi serta mencari hubungan dari nilai DO, BOD, dan COD yang terdapat di Kali Surabaya Segmen Karangpilang– Ngagel

Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait Konsep dasar sosiologi Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk

Penelitian pengembangan merupakan sebuah langkah dalam menghasilkan produk tertentu atau memperbaiki produk yang sudah ada dengan memvalidasi dan menguji keefektifannya

Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait Tangga nada Mayor Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk

The larger genetic effect observed in these candidate gene– stroke meta-analyses for Chinese studies, despite the smaller sample sizes, is in agreement with a recent systematic

Portofolio kedua merupakan portofolio yang optimal karena memiliki indeks Sharpe terbesar yaitu sebesar 48.94002% dengan saham penyusunnya adalah SMGR (Semen Gresik),

Hasil dari uji statistik independent t test yang sudah dilakukan yaitu didapatkan selisih nilai perbedaan antara tekanan darah sistol kelompok perlakuan dan kelompok