• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

42

A. Strategi NII dalam Melakukan Rekrutmen Pada Calon Anggota 1. Perkembangan Kondisi NII Jatibarang

Negara Islam Indonesia (NII) yang kemunculannya oleh berbagai pihak dituding sebagai akibat dari merasa sakit hatinya kalangan Islam, dan bersifat spontanitas, lahir pada saat terjadi vacum of power di Republik Indonesia (RI). Sejak tahun 1926, telah berkumpul para ulama di Arab dari berbagai belahan dunia termasuk H.O.S Tjokroaminoto guna membahas rekonstruksi khilafah. Islam yang runtuh pada tahun 1924, sayangnya, syuro para ulama tersebut tidak membuahkan hasil dan tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, muncullah gerakan yang disebut Darul Islam. Darul Islam secara harfiah berasal dari bahasa Arab dan Al-Islam yang berarti rumah atau keluarga Islam, dunia atau wilayah Islam. Pengertian secara istilah Darul Islam di Indonesia digunakan untuk menyatakan gerakan-gerakan sesudah tahun 1945 yang berusaha dengan kekerasan untuk merealisasikan cita-cita Negara Islam (Posha, 2015:77).

Gerakan Darul Islam atau Negara Islam Indonesia dianggap sebagai gerakan radikal oleh Pemerintah Indonesia. Karl Popper mendefinisikan radikalisme sebagai manifestasi atas penolakan terhadap proses modernisasi, polanya mengarah pada upaya penggulingan atau paling tidak menentang kemapanan kekuasaan yang dianggap sabagai penyebab penderitaan (Zuhri, 2017:30). Radikal dalam kamus bahasa Indonesia berarti perubahan mendasar. Secara istilah, radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan pembaharuan tatanan sosial politik secara mendasar dengan berbagai cara termasuk kekerasan (Hardiman, 1993:48). Senada dengan defenisi tersebut, kamus Ilmiah Populer menerangkan bahwa “radikalisme”

ialah faham politik kenegaraan yang menghendaki adanya perubahan dan perombakan besar sebagai jalan untuk mencapai taraf kemajuan (Kamus Ilmiah Populer, 1994).

Dalam perkembangannya, radikalisme tidak melulu berarti perombakan besar-besaran dan menggunakan cara kekerasan, tetapi sebagai gerakan mengubah ideologi atau sistem nilai dari tatanan yang ada sekarang menjadi ideologi yang baru atau mengembalikan ideologi yang pernah dijalankan di masa lalu berdasarkan pemahaman agama tertentu (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995).

(2)

Kemunculan kelompok-kelompok Islam radikal mengusung pesan kematian bagi demokrasi dan menawarkan sistem Ilahiah. Sebagai pengganti sistem demokrasi, kelompok ini menawarkan terwujudnya Negara Islam Indonesia (NII) (Nuha, 2014:39). Radikalisme Islam dalam catatan sejarah semakin menggeliat pada pasca kemerdekaan sampai pasca reformasi, sejak Kartosuwirjo memimpin operasi 1950-an di bawah bendera Darul Islam (DI). Sebuah gerakan politik dengan mengatasnamakan agama. Dalam sejarahnya gerakan ini akhirnya dapat digagalkan, akan tetapi kemudian gerakan ini muncul kembali pada masa pemerintahan Soeharto, hanya saja bedanya, gerakan radikalisme di era Soeharto sebagian muncul atas rekayasa oleh militer atau melalui intelijen melalui Ali Moertopo dengan Opsusnya, ada pula Bakin yang merekayasa bekas anggota DI/TII, sebagian direkrut kemudian disuruh melakukan berbagai aksi seperti Komando Jihad, dalam rangka mendiskreditkan Islam (Dimyati, 2013: 381).

Oleh karena dianggap radikal tersebut, Gerakan NII atau DI telah ditumpas TNI lebih dari setengah abad yang lalu pasca penangkapan dan penghukuman mati Kartosuwiryo pada 1962, namun sejumlah kelompok dan sel NII dipercayai masih aktif bergerak di bawah tanah sampai hari ini. Ada dugaan kalangan masyarakat Indonesia, berbagai kelompok atau sel pecahan NII masih aktif merekrut kalangan muda Muslim untuk berjuang untuk mendirikan kembali daulah NII.

Untuk menjadikan Islam seseorang menjadi kaffah menurut NII perlu proses hijrah. Hijrah dari negara kafir menuju negara islam yang dikaruniai Allah. NII menganggap hijrah merupakan jalan untuk menghindarkan anggota dari sistem demokrasi atau kufur, karena baginya hanya ada satu kedaulatan yang dipegang teguh bagi umat islam yakni kedaulatan Allah SWT dengan berkontitusi Al Quran.

Maka hijrah merupakan langkah yang tepat untuk memperjuangkan berdirinya negara Islam.

Negara Islam Indonesia adalah sebuah gerakan kelompok Islam yang berjuang untuk menegakkan negara Islam dengan visi membangun negara seperti yang pernah dibangun oleh Rasulullah saw. pada periode Madinah. Negara Madinah dianggap prototipe negara ideal untuk membangun tatanan masyarakat yang adil, makmur dan berperadaban tinggi. Umat Islam tidak layak hidup dalam tatanan pemerintahan kafir atau paling tidak dalam tatanan negara yang diadopsi dari sistem kafir. (Hadi, 2013:88).

(3)

Menurut NII, perjuangan menegakkan kedaulatan itu berproses dimulai dengan iqra (bacalah) dan diakhiri dengan alyauma (mencapai kesempurnaan).

Perjuangannya dimulai dengan gerakan al-kahfi (rahasia) kemudian disusul dengan proklamasi secara terang-terangan berdirinya negara Madinah, sebuah negara yang dipenuhi perasaan kasih dan sayang atau rahmatan lil „Alamin; Pedoman mewujudkan kedaulatan Allah adalah Al-Quran yang turun berangsur-angsur selama 23 tahun. Ini menandakan pembangunan barisan jundullah (Jund Allah = tentara Allah) harus bertahap dari pembinaan Imán, melakukan hijrah kemudian Jihád fii sabililláh. Negara Lembaga Kerasulan diwujudkan dalam dua periode, yakni periode Mekah dan periode Madinah. Pada periode Mekah Legislatifnya adalah Allah dan Rasulnya sedangkan eksekutifnya adalah kaum muslimin. Yudikatif (lembaga hukum) baru muncul di Madinah sebab ayat-ayat hukum baru diturunkan dan baru berlaku di Madinah. Peristiwa futuh Mekah (jatuhnya Mekah dari tangan Jahiliyah kepada kaum Muslimin), membuktikan bahwa Rasulullah mampu mengkonsolidasikan kekuatan sipil–militer secara terpadu, serta membuktikan pula bahwa prototipe negara Madinah sanggup mengalahkan negara yang berdasarkan falsafah produk akal dan nafsu manusia.

Secara historis organisatoris, NII Jatibarang saat ini merupakan lanjutan dari NII Kartosoewirjo tetapi pada faktanya berdasarkan pengamatan peneliti, NII Jatibarang saat ini telah berbeda dalam sifat gerakan dan orientasinya. Demikian pula secara teologis, doktrin keagamaan NII saat ini sudah berbeda jauh dengan doktrin keagamaan NII Kartososewirjo. Supaya lebih jelas dan ringkas, perbedaan tersebut penulis tuangkan dalam bentuk tabel di bawah ini:

Tabel 4.1.1. Perbedaan Ajaran dan Gerakan NII Saat Ini dengan NII Kartosoewirjo

Bidang Doktrin NII Kartosoewiryo NII Jatibarang Saat Ini Tujuan pergerakan Mendirikan Negara Islam Mendirikan Negara Islam Sifat gerakan Gerakan bersenjata, bersifat

terbuka

Gerakan pendidikan, bersifat tertutup, rahasia

Bentuk negara Jumhariyyah atau Republik (Qanun Asasi Bab I Pasal 1 ayat 2)

Sistem Khilafah yang dimulai dengan Jumhariyyah (Republik)

(4)

Konstitusi negara Hukum Islam (Qanun Azasy NII Bab I pasal 2). KUHP- nya adalah fiqih Salafi (baik tentang Jinayat, qisash, kifarat, maupun hukuman zina dan minuman keras, dll) Di masa perjuangan /perang berlaku hukum Islam Darurat Perang (Qonun Uqabat Bab I ps.2).

Secara teori menggunakan Qanun Azasy dan Qonun Uqubat. Namun dalam realita menggunakan hukum Islam hasil Ijtihad intern NII dengan reinterpretasi yang sama sekali baru, berbeda jauh dengan pendapat ulama salaf.

Sumber ajaran Islam

Al-Quran dan Hadis (Qanun Asasi NII Bab pasal 2 ayat 2). Dengan istinba hukum caraulama Salafi.

Al-Quran dan hadis.Al- Quran yang ditafsirkan dengan tafsir bi ar-ra‟yi yang melihat segenap ayat Al- Quran dari perspektif politik.

Bahkan sangat pragmatis, yakni bertujuan. Untuk menjustifikasi kebijaksanaan dan gerakan NII.

Pelaksanaan Syariat Tidak mengenal periodisasi Mekah-Madinah dalam pelaksanaan syari'at Islam.

Menggunakan periodisasi Mekah-Madinah dalam pelaksanaan syari‟at Islam, tetapi tidak konsisten. Antara lain salat belum diwajibkan tetapi zakat dan infaq lainnya dipungut (inkonsisten).

Ibadah ritual Mereka melaksanakan shalat, karena shalat dianggap kewajiban utama, bahkan dibuat undang-undang/sanksi bagi yang meninggalkan shalat. (Qonun Uqabat, Tuntunan No. IV, Bab IX,

Mereka meninggalkan shalat karena salat dianggap belum wajib. Shalat yang diwajibkan adalah shalat aqim ad-diin, yakni menegakkan negara Islam.

Juga ada pembaharuan

(5)

pasal 24tentang tark al-salat). dibidang fitrah yang menjadi harakah Ramadáan dan qurban yang menjadi harakah qurbán.

Pernikahan Boleh menikah dengan siapa saja asal sama-sama suka.

Walinya dalah orangtua mempelai isteri dan saksinya boleh siapa saja yang penting muslim.

Hanya boleh menikah dengan sesama anggota NII.

Wali serta saksi pernikahannya wajib dari kalangan mereka sendiri, serta apabila wali dan saksinya berasal dari luar, pernikahannya dianggap batal.

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa ajaran NII Kartosoewiryo seyogyanya memang benar sesuai dengan ajaran Islam. Sedangkan NII Jatibarang saat ini telah mulai menyimpang dan sudah tidak murni lagi. Walaupun tujuannya masih sama yaitu mendirikan negara Islam, namun pelaksanaan syariah dan ibadah yang diajarkan berbeda dengan NII masa awal. NII Jatibarang saat ini mengkultuskan golongannya sebagai satu-satunya golongan yang benar. Orang di luar golongannya dianggap kafir yang berarti bukan Islam.

“Kalau dibandingkan dengan NII Kartosuwiryo yang assabiqunal awwalun memang banyak bedanya. NII Kartosuwiryo masih murni berlandaskan Al-Qur‟an dan Hadits yang tafsirnya memang benar berdasarkan salafush shalih. Kalau NII Jatibarang yang sekarang sebenarnya masih berlandaskan Al-Qur‟an dan Hadits, tapi tafsirnya dibuat-buat sendiri.

Tapi NII Jatibarang tidak seburuk yang diberitakan media. Di NII Jatibarang ZISnya 2,5% dari penghasilan, jadi tidak mungkin orang itu tidak sanggup bayar sampai-sampai mencuri. Pergaulan ikhwan akhwat juga sangat terjaga.

Sholat juga dilaksanakan walaupun tidak mau berjamaah di masjid karena tidak mau diimami orang kafir. Berita-berita di televisi itu terlalu berlebihan”

(Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Berdasarkan penjelasan mantan anggota NII tersebut dapat dilihat bahwa, walaupun NII Jatibarang sudah sedikit menyimpang dari NII Kartosuwiryo, namun penyimpangannya tidak sampai fatal seperti yang diberitakan oleh media-media

(6)

seperti televisi, koran, dan media lainnya. Berikut kutipan dari media kompas pada tanggal 25 April 2011.

“Seorang korban ajakan dakwah NII menjelaskan, sebelum bergabung, seorang calon warga negara harus memberikan sumbangan dana kepada negara. Jumlahnya mencapai Rp 2 juta. Namun, saat itu korban mengatakan bahwa tidak punya uang sejumlah itu, qiyadahnya menurunkan harga. Bahkan boleh dicicil beberapa kali dalam jangka waktu tiga bulan.Tetap saja korban enggan dan mengaku tidak punya uang karena masih kuliah. Lantas qiyadahnya mulai menjelaskan dengan dalil-dali Al Quran yang diinterpretasikannya berbeda tentang mengambil harta orang lain.

Ambillah harta dari orangtuamu, saudaramu, orang dekatmu, atau orang lain.Rupanya mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang yang akan diberikan kepada negara. Mereka menilai, orang-orang selain anggota NII adalah kafir sehingga tidak jadi masalah jika harta mereka dirampas. Mendengar adanya iuran, korbansemakin yakin bahwa ajakan NII ini tidak beres.” (Dikutip dari berita Kompas pada tanggal 25 April 2011).1

Dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa yang diberitakan media mungkin bisa benar terjadi di wilayah lain, karena sempalan NIInya berbeda, namun untuk NII di wilayah Jatibarang nilai-nilai keislaman masih dijaga kuat. Yang menyimpang hanya terkait pengkafiran golongan lain.

NII Jatibarang menganggap orang yang belum hijrah ke negara karunia Allah atau nama lain dari NII adalah termasuk orang-orang jahiliyyah yang talbis, mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Karena menurut NII sia-sia hukumnya apabila banyak melakukan amal perbuatan yang baik namun masih tunduk pada hukum thaghut. NII Jatibarang menganggap Islam yang benar adalah Islam yang Kaffah, bukan islam yang talbis atau mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Sebagaimana Firman Allah pada QS. Al-Baqoroh: 208.

وُدَع ْمُكَل ُوَّنِإ ِناَطْيَّشلا ِتاَوُطُخ اوُعِبَّتَ ت لاَو ًةَّفاَك ِمْلِّسلا ِفِ اوُلُخْدا اوُنَمآ َنيِذَّلا اَهُّ يَأ اَي ٌنِبُم

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqoroh: 208).

Menurut penelitian Umar Abduh, NII KW IX menyusun sistematika secara serampangan dengan membaginya ke dalam 3 substansi, yaitu: Tauhid Rububiyah, Tauhid Mulkiyyah, dan Tauhid Uluhiyyah tanpa dasar disiplin ilmu. Pertama, NII

1http://nasional.kompas.com/read/2011/04/25/14045668/NII.Menyuruh.Saya.Mencuri. Dipublikasikan pada tanggal 25 April 2011. Diakses pada tanggal 16 Juni 2017, Pukul 21:56 WIB.

(7)

KW IX mengumpamakan Tauhid Rububiyyah dengan akar kayu, Mulkiyyah adalah batang kayu, dan Uluhiyyah adalah buahnya. Selain itu NII KW IX juga menafsirkan Rububbiyah dengan undang-undang, Mulkiyyah adalah negara, dan Uluhiyyah adalah ummatnya; Kedua, NII KW IX meyakini kerasulan dan kenabian itu tidak akan berakhir selama masih ada orang yang menyampaikan dakwah Islam kepada manusia. Kesimpulannya bahwa setiap orang yang menyampaikan dakwah Islam pada hakikatnya adalah Rasul Allah; Ketiga, menciptakan ajaran dan keyakinan tentang adanya otoritas nubuwwah pada diri dan kelompok NII KW IX dalam menerima, memahami, dan menjelaskan serta melaksanakan maupun dalam memperjuangkan Al-Qur‟an dan Sunnah Rasul hingga tegaknya syariah dan kekhilafahan di muka bumi. Keempat, menggunakan nama-nama Nabi untuk hierarki kepangkatan (jabatan struktural dan fungsional), sehingga menimbulkan kesan bahwa Nabi yang satu bisa diperintah oleh Nabi lainnya yang berada pada struktur lebih tinggi; Kelima, melakukan tipu daya kepada pengikutnya dengan memberikan iming-iming pangkat maupun jabatan serta futuh (kemenangan) terhadap penguasa RI, dan meyakinkan melalui doktrin bahwa secara diam-diam sekitar 50% dari kekuatan TNI-POLRI (ABRI) telah berpihak kepada NII sehingga pasti menang, yang dalam istilah mereka merujuk kepada sebuah ayat yang berbunyi: Nashrun minallahi wa fathun qariib (Abduh, 2003: 103-105).

Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti, sistematika NII KW IX yang diteliti oleh Umar Abduh ada empat poin yang juga diterapkan oleh NII Jatibarang. Yakni sistematika pertama, kedua, ketiga dan kelima. Sedangkan sistematika keempat, yaitu menngunakan nama-nama Nabi untuk hierarki kepangkatan tidak diterapkan di NII Jatibarang. NII Jatibarang hanya menggunakan kata qiyadah dan pimpinan wilayah.

NII membagi wilayah-wilayah kekuasaannya dengan sebutan Komandemen Wilayah (KW). KW NII tersebar di beberapa wilayah Indonesia. tiap-tiap KW mempunyai qiyadahnya masing-masing dan aturan-aturan yang diterapkan di setiap KW bergantung apa yang ditetapkan oleh qiyadah di wilayahnya tersebut. Salah satu wilayah NII yang masih aktif dalam hal pergerakan adalah wilayah Jatibarang.

Jatibarang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Indramayu yang merupakan salah satu pusat keramaian, sehingga pantas apabila NII memilih Jatibarang sebagai wilayah pengkaderannya.

(8)

“Nama ketua KWnya Aryo. Ketika saya masih aktif, qiyadah pada mengklaim bahwa NII Jatibarang itu KW I. Kalau masalah NII ada berapa KW itu saya tidak tahu, yang tau Cuma para qiyadah dan itu rahasia, angota ga ada yang tahu. Untuk kegiatan kelompok saya mengadakan kajian seminggu sekali, dan kelompok lain juga kajian seminggu sekali tapi harinya beda-beda. Jadi aktifitas NII disini biasanya hanya kajian dan rekrut anggota baru karena masih periode mekah jadi fokus dipengkaderan dan pembinaan hal demekian berlaku juga buat KW-KW yang lainnya. Terkait NII KW IX Al Zaytun, NII Jatibarang ga ngakuin karena NII IX itu bentukan orang kafir yang tujuannya sengaja untuk memfitnah NII yang asli”. (Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 01 Juli 2017, pukul 20:00).

Guna validasi data, peneliti juga mencari sumber lain yaitu dari berita:

“Jakarta - NII KW 9 yang disebut-sebut dipimpin Panji Gumilang pecah menjadi lima faksi besar. Lima faksi besar itu terpecah di sejumlah kota besar. Mereka masih hidup dan terus memperkuat jaringannya.

“Ini kan muncul karena masalah keyakinan keagamaan, kedua cara pandang tentang ideologi mereka yang melihat soal keyakinan yang harus diterapkan atau tidak. Ada banyak faksi, kita tidak bisa menghitung. Tapi yang besar sekitar ada lima faksi dan itu masih hidup dan terus memperkuat jaringannya," ujar Mantan anggota NII KW 9 yang kini mendirikan NII Crisis Center, Sukanto, kepada wartawan di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (4/5/2011).

Ia menuturkan, sebenarnya perpecahan NII sudah terjadi sejak zaman pendirinya, Kartosuwiryo. NII kala itu hanya terbagi jadi 7 komandemen wilayah (KW). Sampai kemudian Panji Gumilang membawa gerbongnya membentuk NII KW 9.

"Pada saat Kartosuwiryo, hanya ada 7 wilayah NII, tapi sekarang sudah berkembang dengan tambahannya menjadi 9 wilayah. KW 1 Jabar ideologis dan biologis, KW 2 Jateng, KW 9 Jakarta dan sekitarnya ini berbeda karena beraliran bugis. Ini yang mendorong dibentuknya NII palsu yang diberi nama NII KW 9," ucapnya.

NII KW 9 di bawah pimpinan Panji Gumilang, disebutkan Sukanto, sudah beralih orientasi. Orientasinya menjadi pengumpulan uang untuk pengembangan Al Zaytun yang disebutkan sebagai salah satu basis NII KW 9.

"Ini gerakannya kelihatan pudar ideologinya karena orientasinya permasalahan Islam dikesampingkan, ideologi jadi perekat, pelegitimasi sementara orientasinya hanya uang," paparnya. (Dikutip dari berita Detik.com Pada Tanggal 04 Mei 2011)2

2https://m.detik.com/news/berita/1632549/nii-kw-9-pecah-jadi-lima-faksi-besar. Dipublikasikan pada tanggal 4 Mei 2011. Dan diakses pada tanggal 1 Juli 2017.

(9)

Dari hasil wawancara dengan informan diatas menunjukan bahwa informan sama sekali tidak mengetahui terkait jumlah KW yang tersebar di Indonesia dikarenakan bersifat rahasia hanya qiyadah saja yang mengetahui, akam tetapi peneliti berhasil mendapatkan informasi jumlah KW dari internet.

2. Tahapan Rekrutmen NII

Selain menentukan strategi komunikasi yang tepat, perlu juga diperhatikan bagaimana langkah-langkah yang harus digunakan dalam proses rekrutmen agar berhasil menghijrahkan calon anggota sampai proses bai‟at karena ada beberapa kasus calon anggota yang gagal hijrah sebelum proses bai‟at dikarenakan kurang tepatnya strategi yang digunakan oleh anggota yang mengajak untuk hijrah. Arif Nur Fauzi dalam penelitiannya menjelaskan 6 langkah Untuk bisa melakukan tajnid jamahiri (rekrutmen publik) yaitu:

a. Pemetaan Sosial

Pemetaan yang jeli atas realitas masyarakat menjadi langkah awal untuk melakukan rekrutmen publik.Rekayasa sosial adalah sebagian watak dasar dakwah Islam.Istilah ini menunjuk pada perubahan bentuk secara bertahap dari kondisi yang ada (social reality atau social fact) kepada kondisi yang diidealkan, denagan kata lain, rekayasa selalu mengarah pada model pendekatan gradual, bertahap dan berkesinambungan.

“Kecamatan Jatibarang ini lokasinya sangat strategis. dekat dengan indramayu kota, pusat perekonomian juga karena disini ada pasar induk, ada super market dan mini market, ada stasiun kereta api, jalan rayanya ramai banyak kendaran umum seperti angkot, bus, kopayu, maupun kendaran pribadi lewat. Di dunia pendidikan baik dari sekolah negeri maupun swasta mulai TK, SD, SMP, dan SMA/SMK disini ada kecuali perguruan tinggi. Selain itu masyarakat bermacam-macam profesinya ada petani, guru, pedagang dan lain- lain. Agamanya juga bermacam-macam ada Islam, Kristen, Budha, Khonghucu, Hindu. Untuk Islam disini terdapat beberapa ormas antara lain NU, Muhammadiyah, Persis, LDII, HTI, Salafi dan lain sebagainya”.(Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Jatibarang adalah sebuah kota kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Indonesia dengan kode pos 45273. Jatibarang menjadi titik keramaian yang ada di Kabupaten Indramayu, sebagai pusat perekonomian dan pintu gerbang utama dari arah Cirebon, Bandung dan wilayah-wilayah lain di bagian timur Pulau Jawa.

(10)

Kecamatan Jatibarang berbatasan langsung dengan Kecamatan Widasari di bagian barat yang dipisahkan oleh sungai Cimanuk sebagai sungai terbesar di Indramayu, di sebelah selatan berbatasan dengan Bangodua dan Kertasemaya, Kecamatan Sliyeg di bagian timur dan Kecamatan Indramayu, Balongan dan Lohbener di bagian utara.

Kecamatan Jatibarang terdiri dari 15 Desa, dengan Pusat Kota berada di Desa Jatibarang, Desa Jatibarang Baru dan Desa Bulak. Pusat perekonomian berada di Desa Jatibarang dan Desa Jatibarang Baru, di sini terdapat pasar daerah yang berada di Jalan Mayor Sangun, selain itu pada hari Minggu dan Rabu merupakan hari pasaran bagi pasar sandang Jatibarang. Di desa ini terdapat toko-toko, mini market dan berbagai aktivitas perekonomian lain. Pusat pemerintahan, pendidikan dan pertanian berada di Desa Bulak di sebelah timur Desa Jatibarang, Kantor Kecamatan Jatibarang berlokasi di Jalan Banjarsari atau yang lebih dikenal dengan nama Jalan Raya Bulak.

Jatibarang merupakan pusat perekonomian yang ada di Indramayu, sedangkan untuk pemerintahan berada di Kecamatan Indramayu itu sendiri.

Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, namun di beberapa desa seperti Jatibarang, Jatibarang Baru, dan Bulak sebagian besar warganya berprofesi sebagai pedagang, dan karyawan.

Kecamatan Jatibarang sendiri ialah pemasok potensial Pendapatan Asli Daerah Indramayu, terutama di bidang Pajak Bumi dan Bangunan juga pajak lainnya.Aktivitas keramaian pasar di Indramayu juga terdapat di Kecamatan Jatibarang, bangunan pasar sendiri terletak di Jalan Mayor Sangun Jatibarang bersebelahan dengan Stasiun Kereta Api. Aktivitas pasar terjadi setiap hari selama 24 jam, namun pada hari-hari pasaran seperti hari Minggu dan Rabu, gedung bangunan pasar Jatibarang yang cukup luas tidak mampu menampung lonjakan para penjual dan pembeli, pembeli dan penjual banyak datang dari luar Indramayu, terutama dari wilayah Cirebon, sehingga pasar ini berubah menjadi pasar tumpah yang menempati badan jalan raya dan jalan/gang kecil di pemukiman warga, masyarakat sekitar menyebut hari pasaran ini dengan sebutan mingguan dan reboan3.

3https://id.wikipedia.org/wiki/Jatibarang,_Indramayu, diakses pada Tanggal 6 Juni 2017 Pukul 23:17 WIB.

(11)

Jatibarang merupakan salah satu nama kecamatan yang ada di Kabupaten Indramayu yang mejadi pusat perekonomian daerah Indramayu karena di dalamnya terdapat pasar induk dan stasiun kereta api. Selain itu wilayah Jatibarang sangat strategis lokasinya dekat dengan kota Indramayu dan jalan utama yang menghubungkan Indramayu ke Cirebon maupun menghubungkan jalan dari Indramayu ke tol cikampek, oleh karenanya volume kendaraan Jatibarang sangat banyak mulai dari angkot, kopayu, bus, maupun kendaraan pribadi.

Dalam dunia pendidikan di Kecamatan Jatibarang sekolah negeri maupun swasta mulai TK, SD, SMP, SMA/SMK itu sudah ada. Adapun profesi masyarakat disini berprofesi pedagang pasar, karena Jatibarang mempunyai pasar terbesar di Kabupaten Indramayu, selebihnya masyarakat wilayah Jatibarang ada yang berprofesi sebagai guru, dokter, notaris, kuli, kasir dan lain sebagainya.

Kondisi Jatibarang tersebut merupakan ladang subur bagi para golongan atau organisasi untuk kaderisasi dan perekrutan anggota. Berbagai golongan Islam hampir semuanya ada di Jatibarang baik NU, Muhammadiyah, Salafi, LDII, HTI, Ikhwanul Muslimin, Jama‟ah Tabligh, PUI, dan PERSIS. Peluang ini juga tidak disia-siakan oleh NII. NII berkembang dan banyak melakukan perekrutan di wilayah Jatibarang.

b. Menentukan Prioritas Sasaran

Prioritas sasaran lebih ditekankan kepada kelompok kelompok masyarakat yang memiliki peluang lebih besar untuk menjadi anasir perubah (agent of change) bagi komunitas mereka masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar nantinya bisa membantu lembaga melakukan pengumpulan potensi massa dari komunitas mereka sendiri.

“Prioritas utama sasaran rekrutan NII itu dari kalangan remaja khususnya mereka remaja-remaja yang cerdas dan mempunyai jiwa leadership tinggi dikarenakan tipikal seperti inilah yang berpeluang besar menerima dakwah NII alasannya remaja berada dalam puncaknya dalam mencari jati diri. Sewaktu masih aktif di NII usia saya 16 tahun waktu itu saya kelas dua SMA. Saya ikut pengajian rutin NII tiap minggunya, jadi di NII yang saya pernah masuk itu

(12)

pengajiannya dibagi beberapa kelompok, laki-laki dan perempuan juga dipisah, anggota-angota kelompok satu dengan kelompok lain itu tidak boleh tahu dirahasiakan hanya temen sekelompok sendiri itulah yang boleh tahu. Dan jadwal pengajian antara kelompok satu dengan kelompok lain beda-beda harinya. Kelompok ngaji saya itu perempuan berjumlah 13 orang sudah termasuk saya, dan kebanyakan usia kelompok saya itu seumuran dengan saya, selebihnya dalam jumlah kecil itu ada yang diatas usia saya maupun dibawah usia saya”.(Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana individu berkembang dari pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual. Remaja mengalami perkembangan psikologi dan pola identifikasi dari anak-anak menuju dewasa.

Dari sinilah terjadi peralihan dari ketergantungan menjadi lebih mandiri.

Adapun untuk melihat kejiwaan seseorang dapat dilihat pada indikator di bawah ini:

a. Periode Vital atau pada masa bayi usia 0 hingga 2 tahun

b. Periode Estatis atau pada masa kanak-kanak usia 1 hingga 5 tahun c. Periode Intelektual atau pada masa anak-anak usia 6 hingga 12 tahun

atau masa Sekolah Dasar (SD)

d. Periode Pueral atau masa remaja usia 12 hingga 14 tahun

e. Periode Pubertas atau masa pubertas awal usia 14 hingga 17 tahun f. Masa Adolesensi

Remaja, dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahasa latin adolescere yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”. Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas. Mereka sudah tidak termasuk golongan anak-anak, tetapi belum juga dapat diterima secara penuh ke golongan orang dewasa. Oleh karena itu remaja sedang mengalamai perkembangan pesat, dari cara berpikir remaja ada di antara anak- anak dan orang dewasa. Remaja masih belum mampu menguasai dan memfungsikan fungsi fisik maupun psikisnya secara maksimal (Salam, 2011:21- 23).

Ada beberapa sifat yang menonjol pada masa puber. Remaja pada masa ini ingin menyusun pendirian yang baru sehingga pendapat lama ditinggalkan,

(13)

suka menyembunyikan isi hatinya dan adanya perbedaan sikap antara anak laki- laki dan anak perempuan. Yakni bagi anak laki-laki sikapnya lebih aktif memberi,melindungi dan menolong, ingin memberontak dan mengkritik, ingin mencari kemerdekaan berpikir, bertindak dan memperoleh hak untuk bicara, minatnya tertuju pada hal-hal yang abstrak, suka meniru dan memuja kepandaian yang dimiliki seseorang daripada orangnya.

Sedangkan bagi anak perempuan sikapnya suka dilindungi dan ditolong, dorongan itu dilunakkan oleh perasaan terikat kepada aturan-aturan dan tradisi, ingin dicintai dan menyenangkan hati orang lain, tidak ingin meniru, lebih suka bersikap pasif, minatnya ditujuakan kepada hal-hal yang nyata dan langsung memuja orangnya. (Salam, 2011:3).

Orang-orang yang telah direkrut oleh NII Jatibarang mayoritas dari kalangan pelajar tingkat SMA yang rata-rata usianya mulai dari 16 tahun ke atas.

Dengan kata lain NII Jatibarang memprioritaskan remaja untuk direkrut dan dijadikannya anggota.

Usia remaja pada masa pubertas berdasarkan teori diatas usianya mulai dari 14-17 tahun. Pada masa remaja ini seseorang mengalamai perkembangan pesat, mulai dari perubahan fisik, cara berfikir, cara bersikap, rasa keingin tahuan maupun semangat yang tinggi.

NII memperioritaskan sasarannya kepadaorangyang berpeluang besar menerima pemikirannya dan mau menggerakan dakwah NII saat sudah diterimanya sebagai anggota.oleh karenanya NII memilih remaja-remaja yang cerdas dan mempunyai jiwa leadership tinggi dikarenakan tipikal seperti inilah yang berpeluang besar menerima dakwah NII alasannya remaja berada dalam puncaknya dalam mencari jati diri.

c. Penentuan Strategi Dasar (grandstrategy)

Strategi dasar untuk melakukan tajnidperlu diletakkan agar segala tindakan berikut resiko yang akan muncul sudah terkalkulasi sejak awal.

Strategi dasar ini antara lain meletakkan posisi-posisi personal maupun struktural secara tepat, menyusun langkah-langkah strategis berikut target- target pencapaian, serta landasan kebijakan operasional.

“Dari dulukan NII dicap oleh masyarakat luas sebagai aliran

(14)

sesat, sehingga dalam mengajak orang-orang untuk masuk didalamnya itu perlu dilakukan secara rahasia. Kami biasa menyebutnya dengan metode Al-Kahfi. Di dalam surat al-kahfi dikisahkan bahwa ada sekelompok pemuda yang taat pada ajaran Allah namun berhadapan dengan raja yang zalim yang tidak mentaati ajaran Allah. Cara yang ditempuh oleh al-kahfi adalah melaksanakan ajaran Allah dengan diam-diam, rahasia, tertutup, bahkan sampai lari ke sebuah gua. Menurut NII peristiwa tersebutsama dengan halnya dengan yang dihadapinya saat ini yakni sama-sama menghadapi raja yang zalim.(Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Di dalam surat al-kahfi dikisahkan bahwa ada sekelompok pemuda yang taat kepada ajaran Allah namun berhadapan dengan kaisar yang bengis dan zalim. Cara yang ditempuh oleh al-kahfi adalah melaksanakan ajaran Allah dengan diam-diam, rahasia, tertutup, bahkan sampai lari ke sebuah gua.

Negara Indonesia yang dasar ideologi negaranya pancasila dan hukum yang diterapkan bukan hukum Islam sangat jelas bertentangan dengan yang diinginkan oleh kelompok NII yang menginginkan Indonesia menjadi negara yang mana Islam mencakup segala aspek kehidupannya, oleh karenanya NII tidak mengakui NKRI.

Seyogyanya metode al-kahfi itu tidak relevan digunakan untuk dakwah di Indonesia saat ini. Karena pemerintah saat ini tidak kafir seperti yang dipahami oleh NII. Pemerintah Indonesia saat ini masih menghargai Islam dan mendukung perkembangan Islam, jadi tidak juga dikatakan zalim seperti yang terjadi pada masa ashabul kahfi.

d. Penentuan Metodologi Rekrutmen Terhadap Sasaran

Setiap sasaran memiliki karakter yang khas, dan oleh karenanya memerlukan metodologi yang spesifik pula. Bahasa masyarakat disetiap level sosial dan ekonomi akan senantiasa beragam. Apabila gerakan dakwah tidak variatif dalam metodologi pendekatan, niscaya tidak akan memperoleh hasil yang optimal. Rasulullah SAW dalam gerakan dakwah beliau membangun peradaban Islam, menggunakan metodologi yang amat variatif.

“Kami biasa mendekati objek sasaran itu dengan diajak diskusi tentang Islam. Dalam berdiskusi kita biasanya membedakan caranya diskusinya bergantung objek sasaran yang kita hadapi apakah usianya

(15)

tua atau masih muda. Bila objek sasarannya masih muda, menekankan pada diskusimengenai perjuangan supaya gairahnya tinggi, sedangkan ketika sasarannya ke orang tua itu lebih mengingatkan pada akhirat supaya lebih ingat kepada Allah.setelah dipancing dengan berdiskusi, kami mengajak objek untuk ikut ngaji di pengajian tertutup kami yang dilakukan secara rutin disaat itulah doktrin NII mulai ditanam ke dalam fikirannya. Setelah mantap dan yakin barulah kita membai‟atnya”. (Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

PKS (Partai Keadilan Sejahtera) sebagai organisasi kepartaian yang resmi di Indonesia dalam strategi rekrutmennya berbasis pengkaderan tarbiyah di kampus. Tujannya mencari bakat-bakat yang berintelektual untuk direkrut ke dalam kader partai. Pelaksanaan pola tarbiyah di kampus secara umum mengikuti tiga tahapan: Ta’rif, Takwin, dan Tanfids.sistem rekrutmen PKS dilakukan dengan dua cara yaitu rekrutmen fardi dan jama’i. Rekrutmen fardi dilakukan terhadap satu atau dua orang dengan pendekatan pribadi atas inisiatif sendiri atau atas rekomendasi dari murabbi dan rekrutmen jama’i dilakukan secara kolektif dengan formal dan informal. Rekrutmen jam‟i memiliki beberapa pola antara lain: rekrutmen formal kepartaian dengan training orientasi, rekrutmen melalui pendaftaran peserta, rekrutmen melalui lembaga dakwah sekolah dan lembaga dakwah kampus, dan melalui berbagai kegiatan lain seperti majlis ta‟lim, baksos, kegiatan ramadhan, dan lain-lain. Tapi di sisi lain PKS melakukan rekrutmen Anggota dari orang-orang yang berlatar belakang non tarbiyah. Bahkan pada pemilu 2004, partai PKS menjaring lebih dari 30 calon legislatif non muslim (Pandu Wibowo, 2015:1).

Sebuah organisasi biasanya didirikan dengan maksud dan tujuan tertentu, selain itu diperlukannya SDM (sumber daya manusia) sebagai penggerak laju organisasi dengan syarat SDM yang dimiliki organisasi tersebut mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Kaderisasi anggota merupakan pilar penting untuk melahirkan regenerasi anggota ke depan dengan harapan bisa mnejadi jalan bagi organisasi untuk mencapai tujuannya, karena bagaimanapun anggota merupakan jantung dari sebuah organisasi. Tanpanya organisasi tidak akan berjalan dengan efektif, maka keberadaan anggota harus terus ada dan berkembang.

(16)

Proses kaderisasi dalam sebuah organisasi ada yang bersifat terbuka dan ada juga bersifat tertutup, keduanya dalam merekrut anggota memiliki cara yang berbeda. Dalam hal ini peneliti melakukan perbandingan antara organisasi terbuka dan tertutup berdasarkan metode perekrutannya. Dapat diambil kesimpulan bahwa organisasi terbuka metode pendekatannya kepada calon anggota baru melalui dua cara, yakni dengan rekomendasi dari teman dekat dan pendaftaran peserta dilembaga-lembaga yang telah ditentukan seperti yang dilakukan organisasi resmi PKS. Sedangkan metode pendekatan kepada calon anggota baru dari organisasi tertutup itu pendekatannya cenderung bersifat personal seperti yang dilakukan NII megajak objek sasarannya dengan berdiskusi tentang Islam, setelah itu mengajaknya untuk ikut pengajian tertutup yang dilakukan secara rutin dan jika orang tersebut bersedia menjadi anggota maka proses bai‟atpun dilakukan dan orang tersebut resmi menjadi anggota NII.

e. Menentukan Sarana dan Prasarana Rekrutmen

Setelah metodologi diketahui, maka sejumlah sarana dan prasarana diperlukan untuk implementasi. Kekuatan gerakan dakwah untuk menghadirkan sarana dan prasarana untuk saat ini masih sangatlah terbatas.

Keterbatasan dana yang lebih disebabkan karena lemahnya kemampuan penggalangan dana, masih mewarnai kondisi gerakan dakwah hingga saat ini. Dampak dari kelemahan dibidang ini sejatinya cukup serius, misalnya sedemikian lemah gerakan dakwah mampu menghadirkan yang marak publisitas, menarik secara performen, dan membentuk opini yang luas serta kontinyu.

“Di NII itu ada yang namanya ZIS (zakat, infaq, shadaqoh).

ZIS ini fungsinya untuk penunjang sarana dan prasarana. Tiap-tiap anggota itu di wajibkan membayar ZIS tiap bulannya kepada qiyadah (pemimpin NII cabang daerah) sebesar 2,5% dari hasil uang kerja bagi anggota yang sudah bekerja, sedangkan yag masih sekolah 2,5%

itu diambil dari uang jajan selama sebulan, bila ada anggota yang bayar ZISnya lebih dari yang ditentukan diatas 2,5% itu juga tidak masalah. Kemudian uang ZIS ini diperuntukan buat membangun pesantren NII di salah satu daerah di Jatibarang yang saat ini masih merintis, selain itu uang ZIS juga digunakan untuk uang bensin guru ngaji setiap pertemuannya sebesar kurang lebih 20. 000”.(Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

(17)

Pengaturan mengenai ZIS telah diatur denganPasal 24 Bab VIII tentang keuangan dalam Qanun Azasy. Ketentuannya yaitu sebagai berikut:

(1) Anggaran pendapatan dan belanja ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undang-undang. Apabila dewan syuro tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan anggaran tahun lalu.

(2) Pajak dilenyapkan diganti dengan infaq. Segala infaq untuk kepentingan Negara berdasarkan undang-undang.

(3) Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang.

(4) Hal keuangan Negara selanjutnya diatur dengan undang-undang.

(5) Untuk memeriksa tanggung jawab tantang keuangan Negara diadakan suatu badan pemeriksaan keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang. Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada dewan syuro. (Ade, 2011:152)

Selain mempunyai tujuan yang jelas, struktur organisasi dan SDM yang memumpuni, organisasi juga memerlukan anggaran dana. Anggaran dana disini berfungsi sebagai stabilisator organisasi, tanpa adanya anggaran dana maka segala yang diprogramkan sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan baik karena sejatinya anggaran dana penunjang bagi sarana dan prasarana dalam berorganisasi.

NII telah menetapkan aturan mengenai anggaran dana NII yang telah dimuat dalam Qanun Azasy (Undang-Undang) yang harus dijalankan oleh warga NII. Dewan syuro NII menetapkan bahwa pajak tidak berlaku bagi warga NII dan digantikannya dengan infaq. Besarnya infaq yang harus dikeluarkan itu ditentukan oleh qiyadah di tiap-tiap daerah dengan harapan dana infaq dapat digunakan dengan baik sesuai kebutuhan daerahnya masing- masing.

NII wilayah Jatibarang menetapkan nominal infaq yang harus dikeluarkan oleh warga NII Jatibarang sebesar 2,5% diambil dari hasil pendapatan kerja selama satu bulan, sedangkan yang belum bekerja seperti golongan pelajar 2,5% diambil dari uang saku selama satu bulan.

(18)

f. Evaluasi dan Penanganan Hasil Rekrutmen

Setelah upaya pengumpulan potensi masyarakat dilakukan sesuai skala prioritas dan pendekatan metodologis tertentu, tidak boleh ditinggalkan upaya untuk mengevaluasi hasil kerja.Berbagai catatan tentang keberhasilan atau kegagalan dalam mengaplikasikan metodologi tajnid tersebut harus mendapatkan perhatian untuk upaya perbaikan di masa mendatang (Arif, 2011:14-16).

“Tiap satu bulan sekali mengadakan evaluasi dalam rapat terbatas yang peserta rapatnya terdiri dari para guru ngajisenior dengan qiyadah (pemimpin). Rapat ini fungsinya untuk mengetahui kondisi Mad‟unya apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh NII atau masih belum”.(Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi, maka tidak akan diketahui bagaimana kondisi objek evaluasi tersebut dalam rancangan, pelaksanaan serta hasilnya. Istilah evaluasi sudah menjadi kosa kata dalam bahasa Indonesia, akan tetapi kata ini adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran (Echols dan Shadily, 2000:220). Sedangkan menurut pengertian istilah“ evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan” (Dewi, 2010:15).

Setiap program-program yang dibuat oleh sebuah organisasi harus dilaksanakan oleh anggota organisasi. Dalam pelaksanaanya terkadang menemukan kekurangan atau kendala yang tidak diinginkan, hal ini sudah terbiasa dalam kehidupan sebuah organisasi oleh karenanya perlu diadakan evaluasi. Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Diadakannya evaluasi bertujuan untuk sejauh mana keberhasilan kita dalam melaksanakan program organisasi, bila masih jauh dari yang diharapkan bersama maka menjadi catatan yang harus diingat dan diperbaiki dengan tujuan meminimalisir kendala-kendala yang akan datang yang jauh lebih besar.

(19)

NII Jatibarang mengadakan evaluasi setiap satu bulan satu kali melalui rapat yang di dalamnya diikuti oleh senior para guru ngaji dengan qiyadah wilayah setempat. Rapat yang diadakan secara rutin demikian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kondisi mad’uapakah sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh NII apakah masih banyak yang perlu diperbaiki.

3. Doktrin Sebagai Strategi Komunikasi dalam Rekrutmen

Kondisi NII yang dituduh sesat dan membangkang pada Pemerintahan Negara Republik Indonesia seharusnya membuat pengkaderan NII mandeg dan tidak berjalan. Namun pada faktanya kaderisasi dan rekrutmen NII tetap terus berjalan.

Tentunya hal tersebut menjadi menarik untuk diteliti. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti, diperoleh informasi bahwa rekrutmen NII menggunakan cara yang tidak biasa digunakan dalam rekrutmen organisasi atau kelompok lainnya. Ketika kelompok lain secara terang-terangan mengumumkan open recruitment secara besar-besaran guna mendapatkan banyak calon anggota, NII dalam hal ini justru melakukan cara lain. Karena kondisi NII saat ini tidak memungkinkan apabila rekrutmen dilakukan secara terbuka. NII menggunakan cara doktrin atau biasa dikenal dengan brainwash atau cuci otak dalam upaya memperoleh calon anggota.

Tahapan rekrutmen mulai dari awal komunikator mendoktrin sampai pada tahap proses bai‟at dijelaskan oleh informan dalam transkrip wawancara berikut:

“Tahapannya mulai dari didoktrin dan diajak diskusi mengenai keagamaan selama sebulan setiap bertemu atau via sms. Lalu setelah didoktrin, baru diajak kajian ke malja atau tempat kajian, nama kajiannya yakni tilawah. tilawah dilakukan sampe tiga bulan, setelah tiga bulan dan semua materi tilawah udah disampein hingga materi syahadat baru ditawarkan untuk bai‟at. Kalau udah dibai‟at ya udah resmi jadi anggota NII.”

(Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 23 Agustus 2017, pukul 19.30).

Dari wawancara tersebut terlihat bahwa komunikator selalu memfollow up targetnya secara rutin. Setiap komunikator bertanggungjawab atas komunikannya untuk memastikan bisa sampai pada tahap bai‟at. Karena bai‟at merupakan pintu gerbang masuknya seorang mad’u menjadi anggota NII secara resmi.

(20)

Keberhasilan rekrutmen oleh pengajak tidak luput dari keberhasilan dalam menerapkan teori komunikasi. Menurut pendapat Harold D Laswell, komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa (Tommy, 2009:5). Laswell memperkenalkan lima formula komunikasi untuk terjadinya proses komunikasi, yaitu antara lain:

a. Who, yakni berkenaan dengan siapa yang mengatakan.

Siapa yang menyampaikan pesan sangat berperan penting dalam keberhasilan untuk mendapatkan respon yang baik dari komunikan. Pesan akan lebih berpeluang diterima apabila yang menyampaikan pesan adalah orang yang dihormati atau orang yang disegani oleh komunikan.

“Yang berbicara kan ketua organisasi, jadi kuat pengaruhnya, didengar dan dipercaya sama anggotanya. Kalau yang berbicara anggota biasa mungkin beda hasilnya, karena belum tentu didengar. NII sangat memperhitungkan strategi ini, sampai-sampai mengkader ikhwan-ikhwan setiap angkatan untuk disiapkan jadi ketua organisasi”.(Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Dalam proses komunikasi pada studi kasus penelitian ini ketua organisasi berperan sebagai komunikatornya, sedangkan objek sasarannya siswa SMA yang berperan sebagai komunikan. Komunikator bertugas menyampaikan pesan kepada komunikan dengan tujuan agar komunikan dapat mengerti isi pesan yang disampaikan sehingga terjadi adanya interaksi dalam proses komunikasi dan pesan yang disampaikan diterima dengan baik.

Memilih ketua organisasi sebagai komunikator bagi NII Jatibarang mempunyai alasan tersendiri, karena peran ketua sangat disegani, didengar, dan dipercaya oleh anggotanya sehingga tidak begitu sulit untuk mempengaruhi objek sasaran yang akan dijadikan sebagai anggota NII. oleh karenanya NII jatibarang sangat menekankan kepada laki-laki disetiap angkatan dididik khusus untuk ditempatkan menjadi ketua organisasi disekolah yang ia jalani.

NII juga merekrut kalangan anak jalanan yang mempunyai latar belakang keluarga yang broken home. Anak-anak broken home lebih mudah diajak menjadi anggota NII, karena NII berusaha memberikan kasih sayang pengganti dari kasih sayang orang tua kandungnya yang hilang. Selain rekrutmen melalui organisasi dan anak broken home, anggota NII juga mengajak keluarga, sahabat, tetangga, dan kerabatnya untuk masuk menjadi anggota NII pula.

(21)

b. Says What, yakni berkenaan dengan mengatakan apa.

Isi Pesannya apa dan dikemas dengan bagaimana komunikator dalam menyampaikan pesan kepada komunikan dengan tujuan pesan yang disampaikan mudah diterima oleh komunikan.

“Pesan yang disampaikan dalam diskusi-diskusi dari ketua organisasi kepada calon anggota itu seputar diskusi tentang agama mengenai aqidah, karena aqidah merupakan akarnya. Tentang ma‟rifatullah atau mengenal Allah, tentang ma‟rifatul insan atau mengenal manusia. Dia bilang kalau benar Islam ya seharusnya tau dong siapa Allah, tapi untuk mengenal Allah itu harus tau dulu siapa jati dirinya. Hal ini yang digunakan NII untuk mulai memasukan doktrin tentang pencarian jati diri”. (Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Komunikator menyampaikan pesan kepada objek sasaran dikemas dengan cara mengajaknya berdiskusi seputar Islam khususya berbicara tentang aqidah yang mana aqidah merupakan landasan keimanan, bila aqidahnya kuat maka keimananpun menjadi kuat dengan begitu orang akan menjadi hamba Allah yang taat.

Isi pesan yang disampaikan komunikator tentang ma‟rifatullah (mengenal Allah) dan ma‟rifatul insan (mengenal manusia). NII mendoktrin objek sasaran dengan mngatakan kepadanya bahwa Islam yang benar seharusnya tahu Allah dan tahu jati diri sendiri yakni sebagai hambaNYA yang sepatutnya harus patuh terhadap aturannya dan menjauhi segala aspek kemunkaran. Begitulah pesan yang disampaikan komunikator kepada komunikan dalam memahami jati diri seseorang.

c. In Which Channel, yakni berkenaan dengan saluran apa

Organisasi sekolah dijadikan sarana atau saluran dalam merekrut anggota baru. Organisasi tempat berkumpulnya aktifis-aktifis yang memiliki intelektual tinggi, selain itu organisasi bisa digunkan untuk tempat diskusi bebas.

“Yang sudah terkader di NII biasanya merekrut melalui tokoh organisasi, karena pengaruhnya kuat. Tapi bukan cuma itu, ada juga anggota NII yang merekrut keluarganya, saudara-saudaranya, dan teman- teman akrabnya”. (Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

(22)

Ketua organisasi selaku sebagai komunikator memanfaatkan kedudukan yang ia miliki berusaha sebanyak mungkin menjadikan anggotanya sebagai objek sasaran perekrutan anggota baru NII. Dengan pengaruh kedudukannya yang kuat sebagai ketua maka tidak begitu sulit baginya dalam melaksanakan misinya tersebut.

Selain membidik objek sasaran perekrutan pada anggota organisasi sekolah, anggota NII juga berusaha merekrut teman dekat, saudara, bahkan keluarganya. Hal bertujuan untuk mendapatkan anggota baru sebanyak- banyaknya dengan memanfaatkan lingkungan sekitar menjadi objek sasarannya.

d. To Whom, yakni berkenaan dengan ditujukan kepada siapa

Proses penyampaiam pesan studi kasus penelitian ini ditujukan kepada anggota organisasi. Dari ketua orgnisasi menyampaikan pesan kepada anggotanya dengan tujuan agar aggota nmengerti dan mengikuti isi pesan yang disampaikan.

“NII memprioritaskan remaja-remaja yang cerdas untuk direkrut karena sangat berguna untuk menambah kekuatan NII. biasanya nak-anak yang cerdas lebih tertarik dengan diskusinya dan tingkat keingintahuannya tinggi. Di sisi lain NII juga merekrut anak-anak bermasalah yang broken home dan lain-lain, karena mudah dipengaruhinya, kan mereka nakal itu karena kurang kasih sayang, dari situ guru ngaji memberi kasih sayang sebagai ganti kasih sayang dari orang tuanya yang hilang”. (Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Usia remaja menjadi sasaran utama NII Jatibarang untuk dijadikannya anggota. dunia pendidikan sekolah khususnya tingkat SMA sangat cocok sumber daya manusianya dijadikan objek sasaran. Hal demikian benar-benar dimanfaatkan oleh ketua organisasi dengan mencari siswa-siswa yang aktif dan berintelektual yang tinggi untuk dijadikannya anggota NII.

Di sisi lain NII juga merekrut kelompok lain seperti anak jalanan, anak punk, broken home, yatim piatu, dan lain sebagainya yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Bagi NII merekrut mereka merupakan bentuk upaya kasih sayang kepada mereka dengan dijadikannya mereka warga NII.

(23)

e. With What Effect, yakni berkenaan dengan pengaruh apa

Apa pengaruh pesan dari komunikator terhadap komunikan?

Pengaruhnya yaitu respon komunikan terhadap pesan yang disampaikan, apakah menerima atau menolak. Menariknya dalam strategi rekrutmen NII, muatan materi yang disampaikan oleh komunikator membuat komunikan bersedia mendengarkan, bahkan merespon apa yang disampaikan. Karena materi doktrin yang disematkan dalam obrolan cenderung merupakan pemahaman yang baru, maka secara timbal balik komunikan merespon apa yang disampaikan dengan antusiasme tinggi.

“Calon anggota yang tepat sasaran biasanya akan tertarik dengan diskusi, mulai terdoktrin hingga akhirnya percaya saja untuk masuk dan berbai‟at di NII. bahkan biasanya anggota yang sudah berbai‟at sikapnya sudah sami‟na wa atho‟na siap berkorban baik harta maupun nyawa.

Untungnya NII Jatibarang tidak memaksakan pembayaran ZIS dengan nominal tinggi. Di NII Jatibarang ZIS hanya 2,5%dari penghasilan anggota perbulan, kalau yang masih sekolah diambil dari uang jajan perbulan”. (Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Berawal dari ketertarikan tersebut, komunikator menjadi lebih mudah menanamkan doktrin, bahkan sampai doktrin al-kahfi untuk membawa calon anggota pada tahap-tahap selanjutnya sampai pada proses pembai‟atan.

Keberhasilan doktrin membuat komunikan sepenuhnya mempercayai dan meyakini bahwa dakwah NII adalah satu-satunya yang benar. Sehingga komunikan berkeyakinan bahwa tidak pantas apabila dia menolak sebuah kebenaran dan justru berpaling mengejar dunia dan kejahiliyahan.

Efek doktrin tersebut merupakan efek yang radikal, karena komunikan siap taat apapun perintah pemimpinnya. Fatal apabila doktrin sampai pada tingkat komunikan diperintahkan untuk berjihad dengan cara yang salah seperti melakukan bom bunuh diri. Untungnya NII Jatibarang belum sampai memerintahkan jihad nyawa. Baru jihad pikiran dan harta semampunya, belum termasuk dalam kategori berlebihan dan membahayakan.

4. Doktrin Al-Kahfi Sebagai Penjaga Keberhasilan Rekrutmen

Di dalam surat al-kahfi dikisahkan bahwa ada sekelompok pemuda yang taat kepada ajaran Allah namun berhadapan dengan kaisar yang bengis dan zalim. Cara

(24)

yang ditempuh oleh al-kahfi adalah melaksanakan ajaran Allah dengan diam-diam, rahasia, tertutup, bahkan sampai lari ke sebuah gua. Menurut NII peristiwa tersebut identik dengan keadaan muslim dewasa ini yakni sama-sama menghadapi kaisar yang zalim sehingga di dalam harakah NII berlaku aturan merahasiakan segala macam hal yang berkaitan dengan NII, misalnya merahasiakan materi pembinaan tiláwah, tazkiyyah, qirá‟at. Tujuannya adalah agar harakah NII tidak tercium dan tidak dimusnahkan oleh “kaisar” yang bengis yang bisa berakibat fatal yakni harakah hancur di tengah jalan sebelum negara Islam Indonesia terwujud. Dengan demikian, sikap al-kahfi adalah untuk alasan security.

Di dalam NII gerakan al-kahfi ini menjadi sangat prinsip. Implementasi dari prinsip tersebut di lapangan antara lain, setiap anggota NII tidak perlu mengetahui siapa imam tertinggi NII. Walaupun demikian, mereka tetap harus menaati imam tersebut. Logikanya seperti makmum yang mengikuti imam salat berjamaah di mesjid besar. Bagi makmum yang berdiri di barisan belakang tetap wajib mengikuti imam walaupun ia tidak melihat imam apalagi mengenalnya.

Berdasarkan observasi peneliti, diperoleh informasi bahwa antar anggota NII yang berbeda level tidak perlu saling mengenal. Hal ini untuk keamanan semata- mata sebab orang kafir sangat berkepentingan mengidentifikasi musuh-musuhnya.

Kepada siapa pun termasuk kepada keluarga harus merahasiakan kegiatan NII, baik mengenai kegiatan tiláwah, infaq, nama-nama guru, ajaran, bahkan alamat malja (markas tempat pembinaan) pun harus dirahasiakan. Kemudian setiap anggota NII tidak perlu mendengar nasihat dân al-Islam dari orang-orang luar NII sebab dalam penilaian mereka mendengarkan nasihat dari orang luar sama saja dengan mendengarkan nasihat dari orang kafir. Karena sikap yang demikian itulah, banyak orangtua yang menyatakan bahwa anaknya telah memusuhi orangtuanya sendiri. Jika ada orang tua marah-marah bahkan mengusir anaknya karena masuk NII, tidak boleh dilawan tetapi harus dijauhi lantas berkumpul dengan rekan-rekannya di malja.

Setiap anggota NII tidak boleh menyerang balik atau memberikan keterangan bantahan kepada siapapun yang menjelekkan NII sebab dengan memberikan keterangan bantahan berarti telah membuka “rahasia” NII padahal itu semua sangat diharapkan oleh pihak musuh (kafir). Apabila anggota NII masuk malja, maka sepatu dan sandal jangan disimpan di luar karena akan mengundang tanda tanya orang luar.

(25)

Malja NII bisa berpindah-pindah agar tidak terlacak oleh orang luar terutama aparat. Apabila mereka harus pulang ke rumah orangtuanya, mereka datang ke rumah malam hari kemudian subuh-subuh sekali harus pulang ke Malja. Hal ini di samping kegiatan mereka sangat padat juga untuk menjaga kerahasiaan NII. Pengajian dirahasiakan, tidak boleh ada orang luar yang ikut. Keamanan selama tiláwah berlangsung sangat ketat, bahkan dalam radius 20 meter dari lokasi tiláwah terdapat intel-intel intern yang bertugas memberi tahu apabila ada hal-hal mencurigakan yang mengancam keamanan tiláwah NII. Di kalangan NII, bidang intelijen sangat dikembangkan. Bagian yang mengurusi keamanan dan inteljen ini disebut Raqâb.

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti diperoleh informasi bahwa beberapa organisasi sekolah di SMA Indramayu menjadi tempat pengkaderan NII.ketuaorganisasi saat itu memang sengaja memanfaatkan jabatannya untuk mengkader anggota-anggota baru. Perekrutan dilakukan secara rahasia sehingga anggota tidak mengetahui bahwa dirinya sedang didoktrin paham NII. Proses perekrutan diawali dengan ajakan berdiskusi mengenai agama di sela-sela kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi sekolah. Dalam diskusi itulah dia melakukan doktrin.

Setelah calon anggota mulai tertarik mengenai diskusi-diskusi tersebut, calon anggota diajak belajar atau biasa anggota NII menyebutnya mengaji pada gurunya ditempat yang telah ditentukan.Tempat mengaji yang disediakan oleh kepengurusan NII bermula di rumah kosong milik salah satu anggota aktif NII.Saat pengajian dimulai, sandal dan sepatu disembunyikan di dalam rumah, alasannya supaya tidak menjadi pusat perhatian masyarakat setempat. Seiring berjalannya waktu, masyarakat yang bermukim di sekitar malja (tempat mengaji) NII mulai curiga terkait aktivitas di rumah tersebut yang terlihat rahasia dimata masyarakat.Karena banyak kecurigaan dari masyarakat, akhirnya kepengurusan NII mengambil inisiatif untuk pindah malja, mereka akhirnya berpindah ke rumah anggota NII yang lain. Namun di malja yang baru lebih cerdas cara untuk mengemas kerahasiaan pengajiannya, di halaman rumah dipasang banner“kursus bahasa Korea”. Namun ini bukan sebuah kebohongan, karena rumah tersebut pada kenyataanya memang benar tempat para calon TKI untuk belajar bahasa Korea. Tetapi dengan jadwal kursus yang sebenarnya tidak setiap hari, maka di hari-hari libur aktivis NII memanfaatkannya untuk mengadakan pengajian.

(26)

Buku-buku rujukan tiláwah NII sangat dirahasiakan, tidak boleh beredar ke luar dan tidak ada identitas pada buku tersebut yang bisa mengancam kerahasiaan ajaran mereka. Nama-nama anggota NII diganti dengan nama-nama Arab (mirip Arab) missalnya Deni menjadi Abu Rido, Yusi menjadi Siti Nafisah. Panggilan kepada anggota pria adalah Abi, sedangkan panggilan bagi anggota wanita adalah Ummi. Tidak ada panggilan bapak/ibu, kakak/ adik, ustaz, kyai, pak guru, dan lain- lain. Sehingga orang luar bahkan sesama anggota NII sendiri tidak akan mengetahui nama aslinya. Menurut mereka ini panggilan Abi-Ummi pun merupakan salah satu implementasi dari prinsip al musáwáh (equality), sebagai gambaran sikap saling menghargai.

“Nama saya diganti menjadi Fatimah di NII, saya mempunyai orang tua angkat sendiri di NII, karena orang tua kandung saya yang secara nasab sudah dianggap terpisah hubungan karena masih berada di negara kafir.

Begitu pula dengan saudara-saudara seaqidah saya yang dibai‟at bersama pada tanggal 3 Desember 2010, semua nama mereka diganti menjadi nama- nama Arab, Fatihah dan Fathonah.” (Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Anggota yang telah melakukan bai„at tidak boleh keluar, kalau keluar dianggap murtad dan dianggap halal darahnya. Hal demikian disebabkan khawatir kerahasiaan mereka dibocorkan oleh anggota murtad ini. Bagi anggota yang kurang aktif karena mau keluar, mereka akan terus menerus dihubungi oleh para pembinanya baik langsung maupuh lewat telepon, dimulai dengan bujukan, peringatan sampai ancaman pembunuhan. Hubungan telepon bisa dilakukan tiga kali dalam sehari, terus menerus sampai kira-kira 10 hari. Akan tetapi manakala gagal mengembalikan anggota NII yang murtad, murabbinya hanya menyatakan: ”Ya kewajiban saya hanya memberikan peringatan, tapi selebihnya tanggung jawab anda kepada Allah di akhirat”. Setelah itu maka nggota NII yang keluar ini benar-benar keluar dan tidak pernah kembali ke NII. Dalam hal ini walaupun murtad diancam bunuh namun tidak pernah kejadian ada anggota NII yang dibunuh gara-gara keluar dari gerakan itu.

“Banyak anggota NII lain dan qiyadah yang menghubungi saya lewat sms saat saya memutuskan untuk keluar dari NII. Anggota yang ikhwan rata- rata tanggapannya keras, langsung mencap saya murtad, kafir dan sebagainya.Tapi anggota NII yang akhwat malah justru pada nangis karena menganggap akan kehilangan salah satu saudaranya. Berdasarkan pengalaman sih, saya hanya diteror omongan saja, tapi tidak sampai pada ancaman pembunuhan. Banyak yang menyanyangkan karenadulu posisi saya

(27)

sudah tahap pengajar tilawah akhwat. Dan saat itu posisi saya pionir para akhwat, karena kebetulan di NII orang tua angkat saya qiyadah wilayah Jatibarang. Untungnya orang tua angkat saya yang tidak lain adalah qiyadah NII wilayah Jatibarang justru tidak keras menganggap saya murtad. Beliau bersikap bijak dan menghormati keputusan saya, berkat beliau juga mungkin teror terhadap keputusan keluarnya saya dari NII tidak begitu parah seperti teman-teman saya yang lain yang lebih dulu keluar. Dan sampai saat ini pun hubungan saya dengan anggota NII yang aktif masih baik. Apalagi yang akhwat-akhwat, mereka masih sangat terbuka ketika diajak berdiskusi mengenai NII.” (Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 10 Juni 2017, pukul 13.00).

Dari pengakuan mantan anggota NII tersebut dapat disimpulkan bahwa NII Jatibarang tidak terlalu keras dalam memperlakukan anggota yang keluar dari NII.

Teror-teror yang dilakukan hanya semata-mata sebagai upaya agar saudaranya kembali. Namun teror tersebut tidak sampai mengancam jiwa. Karena pada faktanya, pasca keluar pun mantan anggota NII masih bisa mempunyai hubungan yang baik dengan anggota NII yang masih aktif.

B. Respon Mantan Anggota NII Terhadap Strategi Rekrutmen NII 1. Doktrin Ajaran yang Disampaikan dalam Upaya Rekrutmen

Semua gerakan NII diarahkan untuk mendirikan Negara Islam, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara yang berlandaskan Al-Quran. Strategi pendirian Negara Islam itu adalah berpola hijrah atau nonkooperatif sebagaimana dilaksanakan oleh nabi dan telah diprarktikkan pula pada masa perjuangan Kartosoewirjo yang telah memproklamasikan Negara Karunia Alah Negara Islam Indonesia (NKA NII) pada tanggal 7 Agustus 1949. Mengapa harus berpola hijrah?

Karena Islam harus dengan tegas memisahkan antara hak dan batil. Menurut NII ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam mewujudkan Negara Islam yakni berikut ini:

a. Prinsip al-báthil-al-haq

Yakni pemisahan secara tegas antara salah dan benar. Dalam hal ini pemimpin NII berusaha meyakinkan anggota NII dalam semua level tentang eksistensi negara Madinah sebagai satu-satunya kekuasaan yang benar. Dalam ilmu apa pun dan bidang apa pun, kebaikan yang tercampur dengan kesalahan adalah kesalahan (báthil). Allah menghendaki semua kebaikan yang hakiki yang tidak terkontaminasi oleh kesalahan betapapun kesalahan itu sedikit. Amal baik apapun yang dikerjakan di tempat yang salah tidak akan dinilai sebagai sebuah

(28)

kebaikan. Makanan yang bagaimana pun mahal dan nikmatnya, tetapi kalau berada di tempat yang salah atau kotor maka tidak seorang pun mau memakannya karena jijik.

“Beribadah di negara yang kotor seperti NKRI adalah báthil, sholat di NKRI bagaikan siulan dan tepuk tangan, main-main, dan sia-sia, sedangkan beribadah di NII adalah ibadah yang sebenarnya.”

(Berdasarkan wawancara dengan mantan anggota NII pada tanggal 11 Juni 2017, pukul 13.30).

Mereka menyatakan bahwa melaksanakan sholat serta ibadah lainnya dalam keadaan tunduk pada negara kafir sama saja tidak mendapatkan pahala, karena dianggap main-main saja. Bisa diibaratkan seorang anak mengikuti ujian sekolah tanpa mendaftar secara administratif pada sekolah tersebut, maka ia tidak akan memperoleh raport. Materi-materi ajaran Islam yang disampaikan oleh orang-orang luar NII atau ulama di luar NII adalah telah terkontaminasi oleh kebatilan sehingga harus dijauhi karena dapat merusak keimanan yang sebenarnya. Dengan doktrin itu pula, segala macam pembinaan yang mereka lakukan, mencukupkan diri dengan materi pembinaan yang diambil dari silabus dan pendapat NII karena hanya itulah yang dianggap haq.

b. Prinsip Ittibá„ (mengikuti)

Yakni mewujudkan jemaah/ anggota NII yang benar-benar patuh kepada pemimpin dengan sikap sami‟ná wa atha‟na (kami dengar dan kami taati).

Kalimat sami‟ná wa atha‟ná ini terus-menerus diucapkan dalam acara apel siaga serta diucapkan dengan sikap sempurna manakala imam datang. Cara ini dinilai efektif untuk menjauhkan jemaah dari sikap suka memprotes atau menganalisis terlalu jauh ketetapan-ketetapan pimpinan. Apabila ada jemaah banyak protes terhadap kebijakan Imam NII, mereka dinilai telah melanggar prinsip Ittibá„.

Biasanya mereka dicopot dari jabatan mas‟ul (pimpinan) atau yang bersangkutan memilih keluar dari NII.

c. Prinsip Makiyah-Madinah.

Periode Makiyah adalah periode perjuangan untuk mengubah NKRI menjadi NII. Pada periode ini pengamalan ibadah ritual seperti shalat lima waktu, shaum dan haji dianggap belum wajib. Dengan prinsip ini maka anggota

(29)

NII yang semula rajin shalat lima waktu dan tahajud menjadi malas menunaikannya. Namun dalam ibadah yang mendatangkan uang atau menjadi sumber finansial justru digalakkan seperti zakat fitrah, zakat harta, qurban, dan lain-lain. Oleh karena sikap mendua inilah NII dinilai inkonsisten. Mereka berdalih bahwa masa kini dapat dianggap sebagai masa Hudaibiyah.

d. Prinsip Furqon (pembeda)

Yakni mewujudkan anggota yang fanatik. Anggota NII adalah mukmin, sedangkan orang Islam di luar NII dinilai kafir karena berada di bawah NKRI.

Dan prinsip Thau‟an au karhan (sukarela maupun terpaksa). Dengan prinsip ini anggota NII harus benar-benar berjihad dalam melaksanakan tugas-tugas dan komitmen-komitmen. Apabila waktu kegiatan NII telah tiba, kuliah atau pekerjaan apa pun wajib ditinggalkannya. (Asep, 2009: 533-534).

Secara garis besar doktrin dan ajaran NII dikategorikan kepada dua hal, pertama terkait dengan akidah dan kedua terkait dengan syari‟ah dan ibadah. Doktrin dan ajaran yang terakit dengan akidah meliputi konsepsi din al-Islam, konsep tauhid dan hubungan Islam dan negara serta langkah-langkah mewujudkan negara Islam meliputi bai‟at, hijrah dan jihad. Sementara doktrin dan ajaran yang terkait syari‟ah dan ibadah meliputi konsepsi ibadah seperti shalat, puasa, haji, zakat, sadaqah, qiradh dan fa‟i. Selanjutnya syari‟at pernikahan terkait wali biologi dan wali ideologi dan lain-lain.

Terkait konsepsi din al-Islam menurut kelompok NII yang dimaksud dengan kata ini bukanlah agama Islam dalam pengertian religion seperti yang dipahami oleh mayoritas umat Islam. Akan tetapi, yang dimaksud dengan din al-Islam adalah tata cara hidup yang dilandasi oleh ajaran Islam. Konsekuensi dari pemahaman itu adalah bahwa untuk terwujudnya Islam sebagai tata cara hidup dalam tubuh umat Islam maka jalan satu-satunya adalah dengan mendirikan negara Islam. Hanya dengan kekuatan potiklah Islam sebagai norma bisa diterapkan dalam kehidupan secara total.

Adapun masalah tauhid yang terkait hubungan Islam dan negara menurut NII bahwa pondasi kehidupan seorang individu sebagai seorang muslim adalah tauhid.

Hanya tauhid yang benarlah yang menjadikan seorang muslim sejati. Sedangkan tauhid itu dalam pandangan kelompok NII dibagi tiga; tauhid rububiyyah,

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian menganalisanya berdasarkan fakta-fakta berupa data sekunder yang diperoleh dan bahan hukum primer dalam penelitian ini kaitannya dengan perlindungan hukum

Menurut Gagne, Wager, Goal, & Keller [6] menyatakan bahwa terdapat enam asusmsi dasar dalam desain instruksional. Keenam asumsi dasar tersebut dapat dijelaskan

Skripsi dengan judul “Pengaruh Institutional Ownership, Return On Assets dan Ukuran Perusahaan terhadap Tax Avoidance dengan Capital Intensity Ratio sebagai Moderating

1) Suasana pembelajaran sudah lebih mengarah kepada metode drill. Siswa kelihatan lebih antusias mengikuti proses belajar mengajar yang disampaikan guru. 2) Hampir

(3) Angsuran pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus dilakukan secara teratur dan berturut-turut dengan dikenakan bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan dari

Kemudian harga-harga output dan biaya per unit dari input setiap tahun digandakan dengan kuantitas output yang dihasilkan dan kuantitas input yang digunakan pada periode

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Secara umum, penelitin ini bertujuan untuk memeroleh gambaran tentang: Manajemen Pengembangan Human Capital Tenaga Kependidikan Menuju Perguruan Tinggi Unggul, di lingkungan