• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL ARIMAX UNTUK MERAMALKAN BANYAK PENUMPANG DARI PELAYARAN DALAM NEGERI DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MODEL ARIMAX UNTUK MERAMALKAN BANYAK PENUMPANG DARI PELAYARAN DALAM NEGERI DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 6 MODEL ARIMAX UNTUK MERAMALKAN BANYAK PENUMPANG DARI

PELAYARAN DALAM NEGERI DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK

Aprilia Nur Kartiningtyas1), Etik Zukhronah2), Sugiyanto3)

1Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret email: [email protected]

2Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret email: [email protected]

3Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret email: [email protected]

Abstrak

Tradisi mudik di Indonesia tidak pernah terlewatkan saat hari lebaran tiba. Hal ini menyebabkan terjadinya kenaikan penumpang kapal di Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia. Pihak pelabuhan harus melakukan persiapan untuk mengatasi lonjakan penumpang saat lebaran. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan banyak penumpang kapal dengan menggunakan model ARIMAX terbaik. Model ARIMAX digunakan karena terdapat efek variasi kalender, yaitu pergeseran periode musiman.

Penetapan hari lebaran mengikuti kalender Hijriyah, yang setiap tahunnya mengalami kemajuan 10 hari dan setiap tiga tahun hari lebaran akan terjadi di bulan berbeda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jumlah keberangkatan dan kedatangan penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok bulan Januari 2006 hingga bulan Desember 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa model ARIMAX(0,1,1), , , adalah model terbaik dan peramalan untuk tahun 2018 adalah9165, 2591, 5536, 4096, 6209, 37762, 23170, 18001, 18329, 14945, 11141 dan 18171.

Kata kunci: ARIMAX, variasi kalender, lebaran, penumpang kapal

1. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya muslim.

Dengan banyaknya penduduk muslim, berbagai tradisi umat muslim sangat terasa di Indonesia. Salah satunya adalah tradisi mudik atau pulang kampung yang tak pernah terlewatkan saat Hari Raya Idul Fitri atau lebaran tiba.

Tradisi mudik ini menyebabkan kemacetan di jalan raya, baik pada saat arus mudik maupun arus balik. Masyarakat yang tidak mau repot menggunakan kendaraan pribadi lebih memilih transportasi umum, kapal laut misalnya. Jumlah penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok selalu meningkat saat lebaran tiba.

Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan terbesar dan tersibuk

di Indonesia yang terletak di Jakarta Utara.

Disamping menyediakan transportasi umum untuk masyarakat Indonesia, pelabuhan ini menangani lebih dari 30% komoditi non migas Indonesia juga 50% dari seluruh arus barang yang keluarmasuk Indonesia melewati pelabuhan ini.

Penetapan Hari Raya Idul Fitri mengikuti kalender Hijriyah dan setiap tahunnya mengalami kemajuan 10 hari pada kalender Masehi, yang berarti setiap tiga tahun Hari Raya Idul Fitri akan terjadi di bulan yang berbeda. Hal ini menyebabkan adanya variasi kalender, yaitu pergeseran periode musiman

Efek variasi kalender yang disebabkan oleh hari libur yang waktunya dapat beragam mengikuti sistem kalender disebut efek variasi liburan atau holiday variaton. Selain itu,

(2)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 7 perbedaan banyaknya hari tiap bulan dapat

menyebabkan efek variasi kalender yang disebut efek variasi hari perdagangan atau trading day variation(Bell dkk., 1983).

Apabila dalam melakukan peramalan banyak penumpang menggunakan model ARIMA, variasi kalender dapat diidentifikasi sebagai outlier. Oleh karena itu, diperlukan penambahan variabel dummy untuk mengatasi adanya variasi kalender.Model yang dapat digunakan adalah model ARIMAX.

Lee dkk. (2010) meramalkan banyak penjualan baju muslim laki-lakiyang selalu meningkat tajam saat Hari Raya Idul Fitri akan tiba. Model ARIMAX merupakan model yang terbaik untuk meramalkan banyak penjualan baju muslim laki-laki tersebut, dibandingkan dengan model-model lainnya.Selain itu, Liu (1980) menggunakan modifikasi model ARIMA dengan memasukkan informasi Tahun Baru Cina sebagai variabel prediktor untuk meramalkan data lalu lintas di Taiwan. Hasilnya menunjukkan model ARIMAX(0,1,1) adalah model yang terbaik.

Anggraeni dkk. (2015) meramalkan penjualan baju muslim anak-anak Habibah Busana yang selalu meningkat menjelang libur lebaran dan menurun di bulan berikutnya. Hasilnya menunjukkan bahwa model ARIMAX lebih baik daripada ARIMA.Peramalan kebutuhan premium di wilayah Madiun diteliti oleh Dini dkk. (2012).

Variasi kalender seperti jumlah hari libur dan keberadaan hari besar, khususnya hari raya Idul Fitri merupakan salah satu indikator penentu kebutuhan premium setiap bulannya.

Model ARIMAX menghasilkan peramalan yang lebih baik dibandingan model ARIMA.

Pada penelitian ini, penulis melakukan peramalan data banyak penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok dengan efek variasi kalender menggunakan model ARIMAX.

2. KAJIAN LITERATUR

Analisis runtun waktu merupakan salah satu dari bagian metode kuantitatif yang

melakukan peramalan masa depan berdasarkan data yang diperoleh dari masa lalu. Tujuan dari metode ini adalah menentukan pola dalam data historis serta mengeksplorasi data tersebut untuk meramalkan masa depan.

2.1 Kestasioneran data

Data runtun waktu dikatakan stasioner jika rata-rata dan variansinya berfluktuasi secara konstan dari waktu ke waktu. Untuk memeriksa kestasioneran dapat dilakukandengan uji Augmented Dickey- Fuller (ADF).

(data runtun waktu tidak stasioner)

(data runtun waktu stasioner) Statistik uji

̂ ̂ dengan

̂ : estimasi parameter model autoregressive

̂ : standar deviasi dari estimasi parameter model autoregressive

Uji ADF memiliki daerah penolakan yaitu tolak jika atau nilai (Tsay, 2010).Jika data belum stasioner dalam rata-rata, maka perlu melakukan differencing dengan menggunakan rumus

dengan

: data hasil proses differencing

: data pada waktu ke t

: data pada waktu ke t-1 2.2 Autocorrelation Function (ACF)

ACFmerupakan fungsi yang menunjukkan besarnya korelasi antara pengamatan pada waktu ke-t dengan pengamatan pada waktu yang sebelumnya.

ACF dapat digunakan untuk mengidentifikasi kestasioneran dari data runtun waktu dan juga untuk mengidentifikasi model runtun waktu yang akan digunakan. Menurut Wei (2006), fungsi autokorelasi dari data pada lag k adalah

(3)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 8 ̂ ̂

̂

̅ ̅

̅

2.3 Parsial Autocorrelation Function (PACF)

PACF merupakan fungsi yang menunjukkan besarnya keeratan hubungan parsial antara pengamatan pada waktu ke-t dengan pengamatan pada waktu yang sebelumnya dengan pengaruh dari

telah dihilangkan.

PACF dapat digunakan untuk pembentukan model dan orde dari ARIMA(Wei, 2006).

Fungsi autokorelasi parsial dari data adalah ̂ ̂ ̂ ̂

̂ ̂ dengan

̂ ̂ ̂ ̂ 2.4 Model Autoregressive (AR)

Model AR adalah model yang menggambarkan bahwa variabel dependen dipengaruhi oleh variabel dependen itu sendiri pada periode-periode sebelumnya. Menurut Wei (2006), model AR dituliskan sebagai berikut.

dengan

: parameter model AR : nilai residu pada saat ke t

2.5 Model Moving Average (MA)

Menurut Wei (2006), model MA dituliskan sebagai berikut.

dengan

: parameter model MA

2.6 Model AutoregressiveIntegrated Moving Average (ARIMA)

Menurut Wei (2006), bentuk umum model ARIMA orde (p,d,q) dengan differencing sebanyak d adalah

dengan

p : orde AR q : orde MA

( ) 2.7 Model AutoregressiveIntegrated

Moving Average with Exogeneus Variable (ARIMAX)

Model ARIMAX adalah modifikasi dari model dasar ARIMAdengan penambahan variabel prediktor. Salah satu variabel prediktor yang sering digunakan adalah efek variasi kalender.

Model ARIMAX ditulis sebagai berikut.

2.8 Uji Diagnostik

Uji diagnostik dilakukan terhadap residu model, meliputiuji asumsi white noisemenggunakan uji Ljung-Box, uji asumsi normalitas menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov dan uji asumsi heteroskedastisitas menggunakan uji pengali Lagrange.

a. Uji white noise

Prosesur dari pengujian asumsi white noisemenggunakan uji Ljung-Box adalah sebagai berikut.

Hipotesis:

(residu bersifat white noise)

minimal ada satu (residu tidak bersifat white noise)

Statistik uji

∑ ̂

dengan

: jumlah observasi

̂ : sampel ACF residu pada lag ke-k

: lag ke-k

: lag maksimum yang diuji Uji Ljung-Box memiliki daerah penolakan yaitu tolak jika

atau nilai (Tsay, 2010).

(4)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 9 b. Uji normalitas

Prosedur dari pengujian asumsi normalitas menggunakan uji Kolmogorov- Smirnovadalah sebagai berikut.

Hipotesis:

(residu berdistribusi normal)

(residu tidak berdistribusi normal)

Statistik uji

| ̂ | dengan

: fungsi distribusikumulatif empiris

: fungsi distribusi kumulatif normal

̂ : nilai ekspektasi dari fungsi distribusiempiris

Uji Kolmogorov-Smirnov memiliki daerah penolakan yaitu ditolak jika

atau nilai . c. Uji heteroskedastisitas

Prosedur dari pengujian asumsi heteroskedastisitasmenggunakan uji pengali Lagrangeadalah sebagai berikut.

Hipotesis:

(residu tidak terdapat efek heteroskedastisitas)

minimal ada satu (residu terdapatefek heteroskedastisitas)

Statistik uji

dengan adalah jumlah data dan adalah koefisien determinasi. Uji pengali Lagrange memiliki daerah penolakan yaitu tolak jika atau nilai . 2.9 Evaluasi model

Evaluasi model digunakan untuk melakukan pemilihan model terbaik dari beberapa kemungkinan model runtun waktu yang didapatkan. Root mean square error (RMSE) merupakan salah satu nilai statistik yang dapat digunakan untuk mengevaluasi ketepatan model runtun waktu yang digunakan. Perhitungan RMSE adalah

√∑ ̂

dengan n adalah jumlah data runtun waktu (Wei, 2006).

3. METODE PENELITIAN 3.1. Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data banyak keberangkatan dan kedatangan penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok bulan Januari 2006 hingga bulan Desember 2017. Data tersebut merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data dibagi menjadi dua bagian yaitu data insample dan data outsample. Data tahun 2006-2016 menjadi data insampleyaitu data yang digunakan untuk membangun model dan data tahun 2017 menjadi data outsample yaitu data yang digunakan untuk melihat akurasi model.

3.2. Metode Analisis

Berikut adalah langkah-langkah yang akan dilakukan pada penelitian ini

1. Pemodelan ARIMA

a. Menguji kestasioneran data - insample menggunakan uji ADF.

b. Membuat plot ACF dan PACF dari data in sample yang sudah stasioner untuk menentukan orde ARIMA.

c. Menguji signifikansi parameter.

d. Melakukan pengujian asumsi diagnostik pada residu, yaitu uji white noise, uji normalitas dan uji heteroskedastisitas.

e. Memilih model terbaik dengan melihat RMSE yang kecil dari residu data outsample.

2. Pemodelan ARIMAX

a. Menentukan variabel dummy untuk periode variasi kalender.

b. Menguji kestasioneran data - insample menggunakan uji ADF.

c. Mengeluarkan pengaruh variasi kalender dengan memodelkan data insample yang telah stasioner dengan variabel dummy untuk memperoleh residu .

(5)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 10 d. Memodelkan menggunakan

prosedur ARIMA Box-Jenkins.

e. Membangun model ARIMAX dari data insample menggunakan orde yang diperoleh dari langkah 2d.

f. Menguji signifikansi parameter.

g. Melakukan pengujian asumsi diagnostik pada residu, yaitu uji white noise, uji normalitas dan uji heteroskedastisitas.

h. Memilih model terbaik dengan melihat RMSE yang kecil dari residu data outsample.

3. Melakukan perbandingan model ARIMA dan model ARIMAX dengan melihat nilai RMSE terkecil.

4. Meramalkan data banyak penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Identifikasi Data

Plot data penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2006-2017 ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1 menunjukkan terdapat lonjakan penumpang setiap tahunnya.

Lonjakan penumpang tiap tahunnya terjadi di bulan yang sama dengan bulan di saat terjadinya hari lebaran. Lonjakan penumpang terjadi di bulan Oktober 2006, Oktober 2007, Oktober 2008, September 2009, September 2010, Agustus 2011, Agustus 2012, Agustus 2013, Juni 2014, Juni 2015, Juli 2016 dan Juni 2017. Penentuan hari lebaran mengikuti kalender Hijriyah yang setiap tahunnya mengalami kemajuan 10 hari pada kalender Masehi, sehingga setelah tiga tahun lonjakan penumpang akan bergeser maju, kecuali di bulan September hanya terjadi di tahun 2009 dan 2010.

Gambar 1. Plot data banyak penumpang Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2006-2017 4.2. Pemodelan ARIMA

Langkah pertama dalam melakukan pemodelan ARIMA yaitu melakukan uji stasioneritas data menggunakan uji ADF.

Hasiluji ADF menunjukkan nilai psebesar 0,7617 yang berarti data belum stasioner, karena lebih besar dari α=0,05. Setelah itu dilakukan differencing supaya data stasioner.

Kemudian dilakukan uji ADF untuk data difference pertama, hasil uji ADF menunjukkan nilai psebesar 0,01 yang berarti bahwa data sudah stasioner.

Tahap selanjutnya yaitu mengidentifikasi kemungkinan orde model ARIMA dengan melihat pola ACF dan PACF pada data yang sudah stasioner. Plot ACF

(6)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 11 pada Gambar 2 menunjukkan lag 1 dan lag 2

keluar dari batas interval konfidensi, maka orde MA yang dimungkinkan adalah 0, 1 dan 2. Begitu juga untuk plot PACF menunjukkan lag 1 dan 2 keluar dari batas interval konfidensi, maka orde AR yang dimungkinkan adalah 0, 1 dan 2. Berdasarkan

orde AR dan MA yang telah diperoleh, terdapat beberapa kemungkinan model ARIMA, yaitu ARIMA(2,1,0), ARIMA(2,1,1), ARIMA(2,1,2), ARIMA(1,1,0), ARIMA(1,1,1), ARIMA(1,1,2), ARIMA(0,1,0),ARIMA(0,1,1) dan ARIMA(0,1,2).

Gambar 2. Plot ACF dan PACF untuk data stasioner Setelah dilakukan uji signifikansi parameter,

hanya model ARIMA(2,1,0), ARIMA(1,1,0), ARIMA(1,1,1), ARIMA(0,1,0), ARIMA(0,1,1) dan ARIMA(0,1,2) yang memiliki parameter signifikan, ditunjukkan oleh nilai p yang

kurang dari α sebesar 0,05. Kemudian dilakukan uji asumsi whitenoise, uji normalitas residu dan uji heteroskedastisitas yang ditampilkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Uji asumsi residu model ARIMA

Model White Noise Normalitas Heteroskedastisitas ARIMA(2,1,0) tidak ditolak tidak ditolak tidak ditolak ARIMA(1,1,0) tidak ditolak tidak ditolak tidak ditolak ARIMA(1,1,1) tidak ditolak ditolak tidak ditolak ARIMA(0,1,0) ditolak tidak ditolak tidak ditolak ARIMA(0,1,1) tidak ditolak tidak ditolak tidak ditolak ARIMA(0,1,2) tidak ditolak ditolak tidak ditolak

Tabel 1 menunjukkan bahwa model ARIMA(1,1,1), ARIMA(0,1,0) dan ARIMA(0,1,2) tidak memenuhi asumsi.

Sehingga hanya model ARIMA(2,1,0), ARIMA(1,1,0) dan ARIMA(0,1,1) yang dapat digunakan untuk memilih model terbaik.

Selanjutnya dilakukan pemilihan model terbaik menggunakan nilai RMSEout sample yang terkecil. Dari nilai RMSE yang ditampilkan pada Tabel 2, dapat dilihat bahwa

ARIMA(0,1,1) memiliki nilai RMSEout sample terkecil yaitu 9501,95. Sehingga model ARIMA terbaik untuk meramalkan banyak penumpang kapal di Pelabuhan Tanjung Priok adalah ARIMA(0,1,1).

0 10 20 30 40

-0.4-0.20.00.20.4

Lag

Partial ACF

0 10 20 30 40

-0.20.00.20.40.60.81.0

Lag

ACF

(7)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 12 Tabel 2. Nilai RMSE model ARIMA

Model RMSE

in sample out sample

ARIMA(2,1,0) 13779,65 9545,37

ARIMA(1,1,0) 14310,78 9671,86

ARIMA(0,1,1) 14056,34 9501,95

4.3. Pemodelan ARIMAX

Langkah pertama dalampemodelan ARIMAX yaitu melakukan analisis regresi menggunakan variabel dummy untuk mengeluarkan efek variasi kalender. Analisis regresi menggunakan 13 variabel dummy, L merupakan variabel dummy untuk hari lebaran dan M1sampai dengan M12 menyatakan bulan dalam satu tahun. Persamaan regresi ditulis sebagai berikut.

Kemudian residu yang diperoleh dari analisis regresi dimodelkan menggunakan prosedur ARIMABox-Jenkins. Pertama yaitu melakukan uji stasioneritas menggunakan uji ADF. Hasil uji ADF menunjukkan nilai p sebesar 0,5151 yang berarti data belum stasioner, karena lebih besar dari α=0,05.

Setelah itu dilakukan differencing supaya data

stasioner. Kemudian dilakukan uji ADF untuk data differencepertama, hasil uji ADF menunjukkan nilai psebesar 0,01 yang berarti bahwa data sudah stasioner.

Tahap selanjutnya yaitu mengidentifikasi kemungkinan orde model ARIMA dengan melihat pola ACF dan PACF pada residu yang sudah stasioner. Plot ACF dan PACF dari residu ditunjukkan pada Gambar 3. Plot ACF pada Gambar 3 menunjukkan lag 1 dan lag 2 keluar dari batas interval konfidensi, maka orde MA yang dimungkinkan adalah 0, 1 dan 2. Begitu juga untuk plot PACF menunjukkan lag 1, 2 dan 3 keluar dari batas interval konfidensi, maka orde AR yang dimungkinkan adalah 0, 1, 2 dan 3.Berdasarkan orde AR dan MA yang telah diperoleh, terdapat 12 kemungkinan model ARIMAX yang dapat digunakan, yaitu ARIMAX(3,1,0), ARIMAX(3,1,1), ARIMAX(3,1,2), ARIMAX(2,1,0), ARIMAX(2,1,1), ARIMAX(2,1,2), ARIMAX(1,1,0), ARIMAX(1,1,1), ARIMAX(1,1,2), ARIMAX(0,1,0), ARIMAX(0,1,1), ARIMAX(0,1,2).

Gambar 3. Plot ACF dan PACF untuk residu

(8)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 13 Setelah dilakukan uji signifikansi

parameter,ARIMAX(3,1,1), ARIMAX(3,1,2), ARIMAX(2,1,1), ARIMAX(2,1,2), ARIMAX(1,1,2) mempunyai parameter yang tidak signifikan sehingga tidak digunakan

pada pemilihan model ARIMAX terbaik.

Kemudian dilakukan uji asumsi whitenoise, uji normalitas residu dan uji heteroskedastisitas yang ditampilkan pada Tabel 3.

Tabel 3. Uji asumsi residu model ARIMAX

Model White Noise Normalitas Heteroskedastisitas ARIMAX(3,1,0), ,

,

tidak ditolak tidak ditolak tidak ditolak

ARIMAX(2,1,0), ,

,

tidak ditolak tidak ditolak tidak ditolak

ARIMAX(1,1,0), ,

,

tidak ditolak ditolak ditolak

ARIMAX(1,1,1), ,

,

tidak ditolak tidak ditolak tidak ditolak

ARIMAX(0,1,0), ,

,

ditolak tidak ditolak tidak ditolak

ARIMAX(0,1,1), ,

tidak ditolak tidak ditolak tidak ditolak

ARIMAX(0,1,2), ,

,

tidak ditolak tidak ditolak tidak ditolak

Berdasarkan hasil dari Tabel 3, residu dari model

, ,

,

dan

memenuhi asumsi whitenoise, uji normalitas residu dan uji heteroskedastisitas. Selanjutnya melakukan pemilihan model terbaik dengan melihat nilai RMSEout sample terkecil. Tabel 4

menunjukkan bahwa

, , memiliki nilai RMSE terkecil.

Berdasarkan hal tersebut,

model ,

, merupakan model terbaik dan kemudian digunakan untuk melakukan peramalan.

(9)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 14 Tabel 4. Nilai RMSE model ARIMAX

Model RMSE

in sample out sample ARIMAX(3,1,0), , , 6966,16 5268,52 ARIMAX(2,1,0), , , 7072,22 5444,65 ARIMAX(1,1,1), , , 6826,87 6438,56 ARIMAX(0,1,1), , , 6998,13 5121,12 ARIMAX(0,1,2), , , 6847,45 5995,67

4.4. Perbandingan Model ARIMA dengan Model ARIMAX

Hasil peramalan dengan kedua metode dibandingkan untuk mengetahui metode yang memiliki akurasi peramalan lebih baik.

Perbandingan dilakukan dengan melihat nilai RMSE dari kedua model serta plot hasil peramalan model ARIMA, ARIMAX, dan data asli banyak penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Tabel 5. Perbandingan nilai RMSE model ARIMA dan ARIMAX

Model in sample out sample

ARIMA(0,1,1) 14056,34 9501,95

ARIMAX(0,1,1), , , 6189,20 8586,28

Berdasarkan hasil pada Tabel 5, model ARIMAX memiliki nilai RMSE yang lebih kecil dibandingkan dengan model ARIMA.

Sedangkan plot perbandingan hasil peramalan model ARIMA, ARIMAX dengan data asli untuk in sample dan out sample ditunjukkan pada Gambar 4.

Pada data in sample, model ARIMA yang ditunjukkan oleh garis hijau tidak dapat meramalkan lonjakan penumpang secara tepat karena tidak dapat mengikuti pola hari lebaran yang akan terjadi di bulan berbeda

setelah tiga tahun. Begitu juga pada data out sample, model ARIMA meramalkan lonjakan penumpang terjadi di bulan Agustus sedangkan pada kenyatannya terjadi di bulan Juni. Model ARIMAX yang ditunjukkan oleh garis merah dapat meramalkan lonjakan penumpang lebih baik, mendekati data asli.Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model ARIMAX lebih tepat digunakan untuk data yang mengandung efek variasi kalender.

Gambar 4. Plot perbandingan data in sample dan out sample dengan model ARIMA dan ARIMAX

t

Penumpang Kapal

in sample

20000400006000080000

1 13 25 37 49 61 73 85 97 109 121

Actual ARIMAX ARIMA

t

Penumpang Kapal

out sample

20000400006000080000

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Actual ARIMAX ARIMA

(10)

Prosiding Sendika: Vol 5, No 2, 2019 15 Kemudian dilakukan peramalan

penumpang kapal pada tahun 2018

menggunakan model

, , yang ditunjukkan pada Tabel 6. Dari hasil peramalan terlihat akan terjadi lonjakan penumpang pada bulan Juni, hal itu bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 15 Juni 2018.

Tabel 6. Hasil peramalan banyak penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2018

Bulan Banyak Penumpang

Januari 9165

Februari 2591

Maret 5536

April 4096

Mei 6209

Juni 37762

Juli 23170

Agustus 18001

September 18329

Oktober 14945

November 11141

Desember 18171

5. KESIMPULAN

Pola peningkatan penumpang kapal di Pelabuhan Tanjung Priok selalu terjadi saat hari lebaran tiba. Model terbaik untuk melakukan peramalan adalah , , . Hasil peramalan penumpang kapal pada tahun 2018 adalah9165, 2591, 5536, 4096, 6209, 37762, 23170, 18001, 18329, 14945, 11141 dan 18171. Berdasarkan hasil peramalanterlihat bahwa akan terjadi kenaikan penumpang yang cukup tinggi pada bulan Juni, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri, maka pihak pelabuhan dapat melakukan persiapan untuk mengatasi lonjakan penumpang.

6. DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, W., Vinarti, R. A., and Kurniawati, Y. D., 2015, Performance

Comparisons Between ARIMA and ARIMAX Method in Moslem Kids Clothes Demand Forecasting: Case Study, Procedia Computer Science 72, (pp. 630-637), Institut Teknologi Sepuluh November.

Bell, W. R. dan Hilmer, S., 1983, Modelling Time Series With Calendar Variation, Journal of American Statistical Association78, (pp. 526-534).

Cryer, J.D., & Chan, K.S, 2008, Time Series Analysis: with Application in R, 2nd edition, SpringerVerlag, New York.

Dini, N. S., Haryono, & Suhartono, 2012, Peramalan Kebutuhan Premium dengan ARIMAX untuk Optimasi Persediaan di Wilayah TBBM Madiun, Jurnal Sains dan Seni ITS Vol. 1 No. 1, (pp 230-235), Institut Teknologi Sepuluh November.

Gujarati, D. N., 2004, Basic Econometrics, The Mc-Graw Hill, New York.

Lee, M.H., & Suhartono, S., 2010, Calendar Variation Model Based on ARIMAX for Forecasting Sales Data with Ramadhan Effect, Proceedings of the Regional Conference on Statistical Sciences 2010, (pp. 349-361), Universiti Teknologi MARA, Malaysia.

Liu, L.M., 1980, Analysis of Time Series with Calendar Effects. Management Science 26, (pp 106-112).

Liu, L.M., 1986, Identification of Time Series Models in the Presence of Calendar Variation,International Journal of Forecasting, 2, (pp. 357-372), University of Illinois at Chicago, Chicago.

Tsay, R.S., 2010, Analysis of Financial Time Series 3rd Edition, John Wiley & Sons, Hoboken.

Wei, W.W.S., 2006, Time Series Analysis:

Univariate and Multivariate Methods, 2nd edition, Addison-Wesley Publishing Company Inc, California.

Gambar

Gambar 1. Plot data banyak penumpang Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2006-2017  4.2.  Pemodelan ARIMA
Gambar 2. Plot ACF dan PACF untuk data stasioner  Setelah  dilakukan  uji  signifikansi  parameter,
Gambar 3. Plot ACF dan PACF untuk residu
Tabel 3. Uji asumsi residu model ARIMAX
+3

Referensi

Dokumen terkait

yang mana 0,000 < 0,05 menunjukkan ukuran perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan jaminan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi

Oleh karena itulah berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengumpulkan berbagai data yang berkaitan dengan tuduhan teroris terhadap Abu Bakar Ba’asyir dan

PENGARUH FAKTOR SOSIO DEMOGRAFI DAN KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS TERHADAP KINERJA BIDAN DESA DALAM PELAYANAN KONTRASEPSI IUD ( INTRA UTERINE DEVICE ) DI KABUPATEN

yang sangat besar seperti: (1) pengembangan kompetensi guru (matematika) dalam pendidikan dan pengajaran serta pengabdian kepada masyarakat merefleksikan pada

Untuk memperoleh data mengenai kemahiran siswa kelas VIII dalam menulis naskah dram,maka dilakukan tes saat penelitian yakni memberikan siswa tugas menulis sebuah

Dengan demikian berdasarkan tingkat pendidkan pegawai yang dimiliki, secara umum kondisi personalia Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu kurang dari segi kuantitas

Namun agar tetap dapat diterima dan dapat bersaing dengan produk herbal dari negara lain serta dapat diterima dalam pengobatan formal, obat bahan alam Indonesia juga harus

Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai setiap karyawan didalam suatu perusahaan serta bagaimana cara karyawan dalam melakukan pekerjaan itu sebagai upaya untuk