• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2021"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2021

PENGADILAN AGAMA KALIANDA KELAS I B

Jl. Kolonel Makmun Rasyid No.48 Kalianda - Lampung Selatan

@ PA . KALIANDA @ PENGADILAN AGAMA KALIANDA HTTPS :// PA - KALIANDA . GO . ID PA _ KALIANDA @ YAHOO . COM

(2)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda KelasIB

Kata Pengantar LKjIP

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat dan nikmat-Nya atas hamba-Nya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2020 Pengadilan Agama Kalianda.

Penyusunan LKjIP ini didasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Sistem Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) jo Peraturan Presiden Nomor : 29 Tahun 2014 tentang Sistem Kinerja Instansi Pemerintah.

Kemudian dalam rangka penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kinerja tahun 2020, Mahkamah Agung RI melalui Surat Plt.Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 1931A/SEK/OT.01.2/11/2020 tanggal 27 November 2020, telah menginstruksikan kepada seluruh lembaga peradilan dibawahnya untuk menyampaikan Dokumen SAKIP 2020.

Laporan ini merupakan perwujudan dari upaya transparansi dan akuntabilitas kinerja Pengadilan Agama Kalianda selama tahun 2021, yang berisi tentang evaluasi pencapaian kinerja tahun 2021 dengan rencana kerja yang mengacu kepada Rencana Strategis Pengadilan Agama Kalianda tahun 2020 – 2024. Dengan demikian diharapkan laporan ini dapat memberikan gambaran mengenai capaian kinerja Pengadilan Agama Kalianda.

Akhirnya, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak di lingkungan Pengadilan Agama Kalianda yang telah membantu dan bekerja sama dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga Laporan Akuntabilitas ini dapat memacu kinerja yang lebih baik lagi pada masa mendatang.

Kalianda, 27 Januari 2021 Ketua Pengadilan Agama Kalianda

,

Aman, S.Ag.,S.H.,M.H.

NIP. 19671221 199403 2 00

(3)

LKjIP Daftar ISi

DAFTAR ISI

Halaman

Daftar Isi i

Kata Pengantar ii

Ringkasan Eksekutif (Executive Summary) iii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Kedudukan, Wewenang dan Fungsi 3

BAB II PERENCANAAN KINERJA 11

A. Rencana Strategis Tahun 2020 - 2024 14

B. Indokator Kinerja Utama 14

C. Rencana Kinerja Tahun 2021 18

D. Perjanjian Kinerja Tahun 2021 19

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 21

A. Capaian Kinerja Tahun 2021 21

B. Realisasi Anggaran Tahun 2021 43

BAB IV PENUTUP 49

LAMPIRAN

 SK Tim Penyusun LKjIP Tahun 2021 ...

 Struktur Organisasi Pengadilan Agama Krui ...

 Indikator Kinerja Utama ...

 Rencana Strategis Tahun 2020 - 2024 ...

 Rencana Kinerja Tahun 2021 ...

 Perjanjian Kinerja Tahun 2021 ...

 Pengukuran Kinerja Tahun 2021 Per Triwulanan ...

 Penghargaan ...

(4)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kelas IB

LkjIP Ikhtisar Eksekutif IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Agama Kalianda Tahun 2021 ini disusun sebagai salah satu perwujudan akuntabilitas atas pelaksanaan berbagai program dan kegiatan dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Pengadilan Agama Kalianda Tahun 2020 – 2024.

Dalam laporan ini diuraikan garis besar sasaran yang mencerminkan tugas dan fungsi Pengadilan Agama Kalianda sebagai lembaga penyelenggara peradilan agama di tingkat pertama, yang meliputi empat sasaran yaitu (I) Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel, (II) Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara,(III) Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan, (IV) Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.

Masing-masing sasaran diturunkan dalam 13 (tiga belas) indikator kinerja utama (IKU) yang pencapaian kinerjanya atas kontribusi masing-masing unit kerja yang relevan dengan tugas pokok dan fungsinya.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari 4 (empat) sasaran strategis yang telah ditetapkan, terdapat 2 (dua) sasaran strategis yang berhasil dilaksanakan dengan baik (capaian 100% atau lebih), yakni : 1. Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel, dan

2. Sasaran meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.

Sedangkan secara keseluruhan, rata-rata pencapaian kinerja Pengadilan Agama Kalianda adalah sebesar 100 %, dengan rincian pencapaian kinerja masing-masing indikator tiap sasaran strategis tersebut dapat diilustrasikan dalam tabel berikut ini :

(5)

LkjIP Ikhtisar Eksekutif SASARAN STRATEGIS I : TERWUJUDNYA PROSES PERADILAN YANG PASTI,

TRANSPARAN DAN AKUNTABEL

SASARAN STRATEGIS II : PENINGKATAN EFEKTIFITAS PENGELOLAAN PENYELESAIAN PERKARA

SASARAN STRATEGIS III : MENINGKATNYA AKSES PERADILAN BAGI MASYARAKAT MISKIN DAN TERPINGGIRKAN

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

a. Persentase Sisa Perkara Perdata Agama yang diselesaikan 100 % 100 % 100 %

b. Persentase Perkara Perdata Agama yang diselesaikan Tepat Waktu

92 % 90,78% 98.67%

c. Persentase Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding

97% 100 % 103 %

d. Persentase Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

100 % 100 % 100 %

e. Persentase perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali

100 % 100 % 100 %

f. Index Kepuasan Pencari Keadilan 80 % 80 % 100 %

Rata-Rata Capaian Sasaran Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti, Transparan Dan Akuntabel 100,27 %

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

a. Persentase Isi Putusan yang diterima Para Pihak tepat waktu 100% 100% 100%

b. Persentase Perkara yang Diselesaikan Melalui Mediasi

100% 20% 20%

c. Persentase Berkas Perkara yang Dimohonkan Banding, Kasasi, dan PK yang Diajukan Secara Lengkap dan Tepat Waktu

100% 100% 100%

d. Persentase Putusan Perkara yang Menarik Perhatian Masyarakat yang Dapat Diakses Secara Online dalam Waktu 1 Hari Setelah Putus

100% 100% 100%

Rata-Rata Capaian Sasaran Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara 80%

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

a. Persentase Perkara Prodeo yang Diselesaikan

100% 100% 100%

b. Persentase Perkara Permohonan (voluntair) Identitas

Hukum 100% 100 % 100 %

Rata-Rata Capaian Sasaran Meningkatnya Akses Peradilan Bagi Masyarakat Miskin Dan Terpinggirkan 100 %

(6)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kelas IB

LkjIP Ikhtisar Eksekutif SASARAN STRATEGIS IV : MENINGKATNYA KEPATUHAN TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Persentase putusan perkara perdata yang ditindaklanjuti (dieksekusi)

100 % 100 % 100 %

Rata-Rata Capaian Meningkatnya Kepatuhan terhadap Putusan Pengadilan 100 %

Rata-rata Capaian Kinerja Keseluruhan 95,06%

(7)

BAB I

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

(LKjIP)

2021

(8)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda Kelas IB

BAB I LKjIP 1

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 24 ayat (1) menyebutkan bahwa Kekuasaan Kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Ayat (2) menyatakan bahwa Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada dibawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi (amandemen ketiga UUD 1945).

Pengadilan Agama Kalianda adalah salah satu badan peradilan di bawah Mahkamah Agung RI dan salah satu penyelenggara kekuasaan kehakiman dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya mengacu pada arah kebijakan Nasional Negara Republik Indonesia yakni mewujudkan kekuasaan kehakiman yang merdeka, mandiri dan transparan.

Oleh karena Pengadilan Agama Kalianda sebagai salah satu lembaga resmi pelaku kekuasaan kehakiman, maka penyelenggaraan peradilan yang benar, adil, jujur, dapat dipercaya, menjamin kepastian hukum dan tidak berpihak, merupakan yang harus dipenuhi.

Salah satu bentuk pembenahan dan wujud respon Pengadilan Agama Kalianda dalam menjawab tantangan perubahan ke arah yang lebih baik adalah menciptakan kinerja yang akuntabel, sesuai dengan TAP-MPR No. XI/MPR/1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN dan Inpres No. 7 Tahun 1999 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Untuk itu Pengadilan Agama Kalianda telah menyiapkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah LKjIP) tahun 2021 sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kinerja kegiatan dan pencapaian sasaran tahun 2021 dalam rangka pencapaian visi

(9)

BAB I LKjIP 2

Pengadilan Agama Kalianda pada khususnya dan visi Mahkamah Agung pada umumnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Pengadilan Agama Kalianda berpedoman pada perencanaan strategis yang dalam pendekatannya dilakukan melalui pencermatan lingkungan strategis, baik internal maupun eksternal sedangkan dalam mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasarannya, Pengadilan Agama Kalianda telah merumuskan langkah-langkah strategis berbentuk kebijakan, program dan kegiatan yang tersusun secara lebih sistemik, lebih terukur dan tepat sasaran.

A.I. Dasar Hukum

a. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 24 A;

b. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian;

c. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

d. Surat Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor:

239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

e. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman;

f. Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor:

MA/SEK/07/III/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Mahkamah Agung RI;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

h. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 jo Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung;

i. Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah;

j. Permenpan Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Tekhnis Perjanjian Kinerja Pelaporan, Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

(10)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda Kelas IB

BAB I LKjIP 3

k. Surat Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3112/SEK/OT.01.1/12/2021 tanggal 13 Desember 2021 perihal Penyampaian Dokumen SAKIP.

B. Kedudukan, Wewenang dan Fungsi

B.I. Kedudukan Pengadilan Agama Kalianda

Pengadilan Agama Kalianda terletak dalam wilayah hukum Kabupaten Lampung Selatan, secara astronomi Kalianda terletak diantara 5º 15’ sampai dengan 6º Lintang Selatan dan 105º dan 14’ sampai dengan 105º 45’ Bujur Timur. Secara administrasi Wilayah Kabupaten Lampung Selatan dibentuk berdasarkan Undang- Undang Nomor 6 tahun 1981 dengan batas-batas sebagai berikut :

A. Sebelah Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Timur

B. Sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Sunda

C. Sebelah Barat berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Tanggamus D. Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Jawa

Sedangkan areal wilayahnya seluas lebih kurang 3.188,78 KM2 atau 318.878 Hektar Persegi yang terdiri dari 27 Kecamatan, 432 Desa, dan 2.234 Dusun. Adapun jumlah penduduknya berdasarkan sensus penduduk tahun 2012 berjumlah 1.374.875 Jiwa dan yang beragama islam 96,84% sejumlah 1.299.735 Jiwa .

Kabupaten Lampung Selatan Meliputi 17 Kecamatan, 4 Kelurahan, dan 256 desa dengan rincian sebagai berikut :

(11)

BAB I LKjIP 4 Peta Wilayah Kabupaten Lampung Selatan

No Kecamatan Kelurahan Desa

1 Bakauheni 5

2 Candipuro 14

3 Jati Agung 21

4 Kalianda 4 25

5 Katibung 12

6 Ketapang 17

7 Merbau Mataram 15

8 Natar 26

9 Palas 21

10 Penengahan 22

11 Rajabasa 16

12 Sidomulyo 16

13 Sragi 10

14 Tanjung Bintang 16

15 Tanjung Sari 8

16 Way Panji 4

17 Way Sultan 8

Jumlah 4 256

(12)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda Kelas IB

BAB I LKjIP 5 B.II. Wewenang Pengadilan Agama Kalianda

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menentukan dalam pasal 24 ayat (2) bahwa Peradilan Agama merupakan salah satu lingkungan peradilan yang berada di abwah Mahkamah agung bersama badan peradilan lainnya di lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Militer, merupakan salah satu badan peradilan pelaku kekuasaan kehakiman untuk menyelenggerakan hukum dan keadilan bagi rakyat pencari keadilan perkara tertentu antara orang-orang yang beragama Islam.

Pengadilan Agama Kalianda adalah pelaksana kekuasaan kehakiman yang bertugas menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan di Wilayah Kabupaten Lampung Selatan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan tugas pokok menerima, memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara ditingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang :

1. Ijin Nikah 12. Pencegahan nikah

2. Hadhanah 13. Pembatalan nikah

3. Wali Afdhal 14. Pembatalan nikah

4. Cerai Talak 15. Penguasaan anak

5. Itsbat nikah 16. Pengesahan Anak

6. Cerai gugat 18. Ganti rugi terhadap wali

7. Izin poligami 19. Penolakan kawin campur

8. Hak bekas istri 20. Pencabutan kekuasaan wali

9. Harta bersama 21. Pencabutan kekuasaan orang tua

10. Asal-usul anak 22. Penunjukan orang lain sebagai wali 11. Dispensasi nikah

B.III. Fungsi Pengadilan Agama Kalianda

Disamping tugas pokok di atas, Pengadilan Agama Kalianda juga mempunyai fungsi antara lain :

(13)

BAB I LKjIP 6

1. Fungsi pembinaan, yakni memberikan pengarahan, bimbingan, dan petunjuk kepada pejabat struktural dan fungsional dibawah jajarannya, baik menyangkut teknis yudisial, administrasi peradilan, maupun administrasi umum,

2. Fungsi pengawasan, yakni mengadakan pengawasan melekat atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera, Sekretaris, Panitera Pengganti, dan Jurusita/Jurusita Pengganti dibawah jajarannya agar peradilan diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya,

3. Fungsi nasehat, yakni memberikan pertimbangan dan nasehat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah di wilayah hukumnya, apabila diminta,

4. Fungsi administratif, yakni menyelenggarakan administrasi peradilan (teknis dan persidangan), dan administrasi umum, dan

5. Fungsi pelayanan publik dan informasi yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

Selain tugas pokok dan fungsi tersebut di atas, Pengadilan Agama Kalianda sebagai salah satu lembaga Peradilan Agama mempunyai tugas tambahan sebagaimana diatur dalam Pasal 52 A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan pertama Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama yaitu memberikan itsbat kesaksian rukyat hilal dalam penentuan awal bulan pada Tahun Hijriyah, dan dalam Pasal 52 ayat (1) Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1989, yaitu memberikan keterangan, pertimbangan, dan nasehat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah di daerah hukumnya, apabila diminta

(14)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda Kelas IB

BAB I LKjIP 7 C. Struktur Organisasi

D. Aspek Strategis Organisasi

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Pengadilan Agama Kalianda masih dihadapkan pada beberapa kondisi objektif yang harus diselesaikan dalam peningkatan kinerja pengadilan. Berikut ini aspek strategis dan beberapa permasalahan yang dihadapi di Pengadilan Agama Kalianda.

I. Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel

Dalam mewujudkan proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel, indikator kinerja dapat dilihat dari Persentase Sisa Perkara Perdata Agama yang

(15)

BAB I LKjIP 8

diselesaikan, Persentase Perkara Perdata Agama yang diselesaikan Tepat Waktu, Persentase Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding, Persentase Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi, Persentase perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali, dan Index Kepuasan Pencari Keadilan.

Permasalahan yang dihadapi yaitu masih rendahnya penilaian masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh Pengadilan Agama Kalianda. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya penilaian masyarakat tersebut, diantaranya kurangnya informasi Pengadilan Agama Kalianda yang dapat diakses oleh masyarakat, sarana dan prasarana yang masih belum memadai seperti ruang pelayanan masih sempit. Selain itu pengetahuan petugas pelayanan dalam memberikan pelayanan masih kurang karena belum adanya pelatihan khusus terkait pelayanan.

II. Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan

Indikator kinerja dalam meningkatkan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan berupa Persentase Perkara Prodeo yang Diselesaikan, dan Persentase Perkara Permohonan (voluntair) Identitas Hukum.

Permasalahan yang dihadapi adalah luasnya letak wilayah hukum Pengadilan Agama Kalianda sehingga anggaran yang tersedia melalui DIPA 04 Pengadilan Agama Kalianda belum dapat menjangkau bagi masyarakat yang berada jauk dari lokasi Pengadilan Agama Kalianda.

E. Sistematika Penyajian

Pada dasarnya Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ini mengkomunikasikan pencapaian kinerja Pengadilan Agama Kaliandapada tahun pertama periode Renstra Pengadilan Agama Kalianda Tahun 2020 – 2024, yang dilakukan dengan membandingkan hasil capaian kinerja tahun 2021 dengan target-target dalam Rencana Kinerja dan Perjanjian Kinerja Tahun 2021 sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi, membandingkannya dengan tahun- tahun sebelumnya, serta dengan target selama lima tahun sebagaimana terdapat dalam periode Renstra tahun 2021 – 2024. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan dilakukan identifikasi terhadap sejumlah celah bagi perbaikan kinerja di masa yang akan datang.

(16)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda Kelas IB

BAB I LKjIP 9

Berdasarkan pola pikir tersebut dan peraturan Presiden Nomor : 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Permenpan Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk teknis Perjanjian Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah atas pelaksanaan Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung RI dan jajaran Peradilan dibawahnya, maka sistematika penyajian laporan akuntabilitas kinerja adalah sebagai berikut:

IKHTISAR EKSEKUTIF

Menyajikan ringkasan isi dari Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Agama Kalianda tahun 2021.

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi dengan penekanan pada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi.

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Capaian Kinerja Organisasi

Pada sub bab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:

1. Membandingkan antara target dan realisasi tahun ini,

2. Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir,

3. Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi, 4. Membandingkan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional (jika ada), 5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja

serta alternatif solusi yang telah dilakukan,

(17)

BAB I LKjIP 10

6. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya, dan

7. Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian penyataan kinerja.

B. Realisasi Anggaran

Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.

BAB IV PENUTUP

Pada bab ini diuraikan kesimpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Menyajikan lampiran-lampiran pendukung yang melengkapi laporan ini.

(18)

BAB II

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

(LKjIP)

2021

(19)

BAB II LKjIP 11

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS 2020-2024

Rencana Strategis Pengadilan Agama Kalianda Tahun 2020-2024 merupakan komitmen bersama dalam menetapkan kinerja dengan tahapan-tahapan yang terencana dan terprogram secara sistematis melalui penataan, penertiban, perbaikan, pengkajian, pengelolaan terhadap sistem, kebijakan dan peraturan perundang- undangan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi.

Lebih lanjut untuk memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja Pengadilan Agama Kalianda diselaraskan dengan arah kebijakan dan program Mahkamah Agung yang disesuaikan dengan Pembangunan Nasional yang telah ditetapkan dalam Pembangunan Jangka Panjang (2005-2025) dan Pembangunan Jangka menengah (PJM) tahun 2015-2019, sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Pengadilan dalam pencapaian visi dan misi serta tujuan organisasi pada tahun 2020-2024.

A.1. VISI

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan untuk mewujudkan tercapainya tugas dan fungsi Pengadilan Agama Kalianda. Visi dan misi Pengadilan Agama Kalianda telah disusun melalui proses yang partisipatif, komprehensif dan visioner dengan mempertimbangkan data statistik pengadilan agama dan kondisi eksternal yang ada.

Visi Mahkamah Agung adalah “TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN INDONESIA YANG AGUNG”, yang bertujuan agar Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya menjadi lembaga yang dihormati, dimana didalamnya dikelola oleh hakim dan pegawai yang memiliki kemuliaan dan kebesaran serta keluhuran sikap dan jiwa dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu memutus perkara.

Berdasarkan Visi Mahkamah Agung RI, maka dirumuskanlah Visi Pengadilan Agama Kalianda yang berbunyi sebagai berikut :

(20)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalainda Kelas IB

12

“TERWUJUDNYA PENGADILAN AGAMA KALIANDA YANG AGUNG”.

Agung berarti kekuasaannya diakui dan ditaati serta ada pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi, dihormati orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik, pemeriksaan dan penyelesaian perkara dilakukan dengan cara yang efisien dan efektif, dan tidak mengabaikan ketelitian dalam mencari kebenaran dan keadilan.

Visi Pengadilan Agama Kalianda tersebut merupakan kondisi yang diharapkan dapat memotivasi seluruh karyawan-karyawati Pengadilan Agama Kalianda dalam melaksanakan aktivitas peradilan.

A.II. MISI

Berdasarkan visi Pengadilan Agama Kalianda yang telah ditetapkan tersebut, maka ditetapkan beberapa misi Pengadilan Agama Kalianda untuk mewujudkan visi tersebut. Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai Visi yang ditetapkan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan terwujud dengan baik. Misi Pengadilan Agama Kalianda dirumuskan berdasarkan Misi Mahkamah Agung Republik Indonesia yaitu sebagai berikut :

1. Menjaga kemandirian badan peradilan;

2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan;

3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan;

4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan.

Berdasarkan Misi Mahkamah Agung RI tersebut, maka ditetapkanlah Misi Pengadilan Agama Kalianda sebagai berikut :

1. Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Pengadilan Agama Kalianda;

2. Mewujudkan Peradilan yang sederhana, cepat, biaya ringan dan transparan serta berbasis teknologi informasi;

3. Meningkatkan akuntabilitas dan transparasi administrasi pengadilan;

4. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pengadilan agama

(21)

13

A.III. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS

Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun dan tujuan ditetapkan mengacu kepada pernyataan visi dan misi Pengadilan Agama Kalianda. Adapun tujuan yang hendak dicapai Pengadilan Agama Kalianda adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya kepastian hukum;

2. Meningkatnya pelayanan peradilan.

3. Terwujudnya Peningkatan Akses Peradilan Bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

4. Terwujudnya Pelayanan Prima Bagi Masyarakat Pencari Keadilan

Dengan diformulasikannya tujuan strategis, Pengadilan Agama Kalianda akan dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam memenuhi visi dan misinya untuk kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan dan memungkinkan untuk mengukur sejauh mana visi dan misi organisasi telah dicapai mengingat tujuan strategis dirumuskan berdasarkan visi dan misi organisasi.

Sasaran Strategis adalah hasil yang akan dicapai organisasi dalam waktu yang lebih pendek dari pada tujuan. Sasaran yang ditetapkan dalam Renstra Pengadilan Agama Kalianda adalah sebagai berikut :

1. Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel, 2. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara,

3. Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan, dan

4. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.

Sasaran yang ingin dicapai oleh Pengadilan Agama Kalianda dengan memperhatikan fungsi dan tugas pokok, maka sasaran tersebut tercermin dalam sasaran program yang dituangkan dalam dokumen indikator kinerja utama.

(22)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalainda Kelas IB

14 B. INDIKATOR KINERJA UTAMA

N O

KINERJA

UTAMA INDIKATOR KINERJA PENJELASAN PENANGGUNG

JAWAB SUMBER DATA 1. Terwujudnya

Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan

Catatan :

Sisa perkara adalah perkara yang belum selesai pada tahun sebelumnya, diselesaikan pada tahun berjalan. SE KMA nomo 2 tahun 2014 tentang penyelesaian perkara.

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

b. Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu

Catatan :

 Perbandinganjumlah perkara yang diselesaikan dengan perkara yang harus diselesaikan (sisa awal tahun dan perkara yang masuk)

 Jumlah perkara yang ada = jumlah perkara yang diterima tahun berjalan ditambah sisa perkara tahun sebelumnya

 Penyelesaian perkara tepat waktu = perkara yang diselesaikan tahun berjalan

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

c. Persentase perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum :

Banding

Kasasi

PK

Catatan :

 Upaya hukum = Banding, kasasi, PK

 Secara hukum semakin sedikit yang mengajukan upaya hukum, maka semakin puas atas putusan pengadilan

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan x 100%

x 100%

x 100%

(23)

15 d. Index responden pencari

keadilan yang puasterhadap layanan peradilan

Index Kepuasan Pencari Keadilan Catatan :

PERMENPAN Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tanggal 24 Februari 2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Index Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah

sesuaiPeraturan Menteri PAN dan RBNomor 16 Tahun 2014 Tentang Pedoman Survey Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Panitera Laporan Semesteran dan Laporan Tahunan

2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

a. Persentase Isi putusan yang diterima oleh para pihak tepat waktu

Catatan :

Jumlah Salinan Putusan yang dikirim kepada para pihak. Surat edaran Mahkamah Agung No. 01Tahun 2011 tentang perubahan SE MA No. 02 tentang Penyampaiaan Salinan dan Petikan Putusan.

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

b. Persentase Perkara yang Diselesaikan melalui Mediasi

Catatan :

Perma No.1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

c. Persentase berkas perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu

Jumlah berkas perkara yang dimohonkan Kasasi dan PK secara lengkap Jumlah berkas perkara yang dimohonkan upaya hukum

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

d. Persentase putusan yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari sejak diputus

Jumlah amar putusan perkara ekonomi syariah yang diupload dalam website

jumlah putusan perkara

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan x 100%

x 100%

x 100%

x 100%

(24)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalainda Kelas IB

16

3. Meningkatny a Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirka n

a. Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan

Catatan :

Perma No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan

Dirjen:

Badilum, Badilag, TUN dan Panitera

Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

b. Persentase Perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan

Catatan :

 Perma No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan

 Di luar gedung pengadilan adalah perkara yang diselesaikan di luar kantor pengadilan (zetting plaatz, sidang keliling maupun gedung-gedung lainnya)

Dirjen:

Badilum, Badilag dan Badilmiltun

Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

c. Persentase Perkara Permohonan(Voluntair) Identitas Hukum

Catatan :

 Perma 1 Tahun 2015 tentang Pelayanan Terpadu Sidang Keliling Pengadilan Negeri dan pengadilan agama / Mahkamah syariah dalam rangka penerbitan akta perkawinan, buku nikah dan akta kelahiran.

 Sema 3 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pelayanan dan pemerikasaan perkara Volunteer isbat nikah dalam pelayanan terpadu.

 Identitas Hukum : Orang atau Anak yang status hukumnya tidak jelas.

 Sidang Terpadu : Sidang yang melibatkan Pengadilan, Kementerian Agama dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil

Ketua Pengadilan Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

d. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan x 100%

x 100%

x 100%

x 100%

(25)

17 Hukum (Posbakum)

Catatan :

 PERMA No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan x 100%

 Golongan tertentu yakni masyarakat miskin dan terpinggirkan (marjinal)

4. Meningkatny a Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Perkara Perdata yang Ditindaklanjuti (dieksekusi).

Jumlah Putusan perkara yang ditindaklanjuti Jumlah Putusan Perkara yang dimohonkan eksekusi Catatan :

BHT : Berkekuatan Hukum Tetap

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan x 100%

(26)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalainda Kelas IB

18 C. RENCANA KINERJA TAHUN 2021

Rencana Kinerja Pengadilan Agama Kalianda Tahun 2021 disusun berdasarkan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja yang ada dalam dokumen Indikator Kinerja Utama Pengadilan

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang pasti, transparan dan Akuntabel

a. Presentase sisa perkara yang diselesaikan

100%

b. Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu

95%

c. Presentase perkara yang tidak mengajukan Upaya Hukum :

100%

Banding 95%

Kasasi 100%

PK 100%

d. Index responden pencari keadilan yang puas terhadap layanan peradilan.

100%

2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

a. Presentase isi putusan yang diterima oleh

para pihak tepat waktu.

98%

b. Presentas emelalui medIasi 7%

c. Presentase berkas perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu

98%

3. Meningkatnya akses Peradilan bagi masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

a. Persentase perkara p diselesaikan.

100%

b. Persentase perkara yang diselesaikan di luar Gedung Pengadilan

100%

c. Presentase Perkara permohonan (Voluntair) Identitas Hukum

100%

d. Presentase Pencari keadilan Golongan tertentu yang mendapat Layanan Bantuan

100%

(27)

19

D. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2021

Perjanjian kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Agama Sungai Kalianda, menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja. Adapun Perjanjian Kinerja Tahun 2021 (PKT) Pengadilan Agama Kalianda, sebagai berikut :

Hukum (POSBAKUM)

4. Meningkatnya Kepatuhan terhadap Putusan Pengadilan.

Presentase Perkara Perdata yang ditindaklanjuti (Di eksekusi).

100%

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET

1 2 3 4

1 Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel

a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100%

b. Persentase perkara yang diselesaikan tepat

waktu 95%

c. Persentase penurunan sisa perkara 7%

a. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum

 Banding

 Kasasi

 PK

95%

100%

100%

b. Index responden pencari keadilan yang puas

terhadap layanan peradilan 100%

2 Peningkatan efektivitas pengelolaan penyelesaian perkara

a. Persentase isi putusan yang diterima oleh

pihak tepat waktu 98%

b. Persentase perkara yang diselesaikan melalui

Mediasi 7%

c. Persentase berkas perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang diajukan secara

lengkap dan tepat waktu 98%

(28)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalainda Kelas IB

20 A. DIPA 01 Tahun Anggaran 2021 dari Badan Urusan Administrasi

Mahkamah Agung RI ada 3 kegiatan yaitu:

Kegiatan : Anggaran :

1. Belanja Non Operasional Perkantoran Rp. 8.600.000 2. Belanja Gaji dan Tunjangan Rp. 2,923,098,000 3. Belanja Operasional dan Pemeliharaan Kantor Rp. 1,315,638,000 4. Belanja Modal Pengadaan sarana dan Prasarana Rp. 237,500,000

B. DIPA 04 Tahun Anggaran 2021 dari Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI ada 3 kegiatan yaitu:

Kegiatan : Anggaran :

Pembebasan Biaya Perkara ( Prodeo ) Rp. 16.000.000 Sidang Diluar Gedung Pengadilan Rp.76.500.000

Pos Bantuan Hukum Rp. 35.000.000

3 Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan

a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan 100%

b. Persentase perkara yang diselesaikan diluar

gedung pengadilan 100%

c. Persentase perkara permohonan (Voluntair)

Identitas Hukum 100%

d. Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum (Posbakum)

100%

Meningkatnya

kepatuhan terhadap putusan pengadilan

Persentase putusan perkara perdata yang

ditindaklanjuti (dieksekusi) 100%

(29)

BAB III

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

(LKjIP)

2021

(30)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda Kelas IB

21

BAB III LKjIP

BAB III

AKUNTABILITAS KERJA

Dalam bab ini akan diuraikan akuntabilitas kinerja Pengadilan Agama Kalianda pada tahun 2021 untuk mengukur capaian kinerja dan sasaran yang telah ditetapkan di dalam Renstra Pengadilan Agama Kalianda 2020 – 2024, dan dituangkan lebih lanjut pada Rencana Kinerja Tahun 2021 dan Perjanjian Kinerja Tahun 2020.

Selain itu dibahas pula akuntabilitas keuangan dari seluruh anggaran yang diterima Pengadilan Agama Kalianda yang bersumber dari Rupiah Murni (RM) dalam rangka pencapaian kinerja Pengadilan Agama Kalianda.

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Pada capaian kinerja organisasi dalam Indikator kinerja didefinisikan sebagai ukuran keberhasilan (baik kuantitatif maupun kualitatif) yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran yang telah ditetapkan. Indikator kinerja memberikan penjelasan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, mengenai apa yang dibandingkan untuk menentukan apakah sasaran telah tercapai. Karena itu, pencapaian sasaran Pengadilan Agama Kalianda dapat dilakukan dengan menilai seberapa jauh indikator kinerja utama (IKU) sasaran Pengadilan Agama Kalianda telah tercapai.

Pengukuran capaian kinerja dilakukan dengan cara membandingkan antara Realisasi dengan Target yang telah ditetapkan, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak. Pengukuran capaian kinerja dapat dirumuskan sebagai berikut :

Tingkat Capaian Kinerja =

Realisasi

Target

X100%

(31)

22

BAB III LKjIP

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1. Terwujudnya Proses peradilan yang pasti,

transparan, dan akuntabel

a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100% 100% 100%

b. Persentase perkara yang diselesaikan tepat

waktu 95% 97,25% 102,3%

c. Persentase perkara yang tidak mengajukan

upaya hukum Banding 95% 100% 105%

d. Persentase perkara yang tidak mengajukan

upaya hukum Kasasi 100% 100% 100%

e. Persentase perkara yang tidak mengajukan

upaya hukum Peninjauan Kembali 100% 100% 100%

f. Index responden pencari keadilan yang

puas terhadap layanan peradilan 100% 80% 80%

Rata-Rata Capaian Sasaran Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti, Transparan Dan Akuntabel 97,88%

2. Peningkatan efektifitas pengelolaan

penyelesaian perkara

a. Persentase isi putusan yang diterima oleh para

pihak tepat waktu 98% 100% 102%

b. Persentase perkara yang diselesaikan melalui

mediasi 7% 20% 270%

c. Persentase berkas perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang diajukan secara

lengkap dan tepat waktu

98% 100% 102%

Rata-Rata Capaian Sasaran Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara 158%

3. Meningkatnya akses peradilan bagi masyarakat

miskin dan terpinggirkan

a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan 100% 100% 100%

b. Persentase perkara yang diselesaikan diluar gedung

c. Persentase perkara permohonan (voluntair) identitas hukum

d.. Presentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat golongan terntentu

(Posbakum)

100%

100%

100%

100%

0%

100%

100%

0%

100%

Rata-Rata Capaian Sasaran Meningkatnya Akses Peradilan Bagi Masyarakat Miskin Dan Terpinggirkan 75%

4. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan

pengadilan

Persentase putusan perkara perdata

yang ditindaklanjuti (dieksekusi) 100% 0% 0%

Rata-Rata Capaian Sasaran Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan 0%

(32)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda Kelas IB

23

BAB III LKjIP

Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing indicator kinerja pada setiap sasaran strategis:

Analisis atas capaian indikator kinerja sasaran ini sebagai berikut:

Sasaran 1 - Indikator kinerja ke - 1: Persentase sisa perkara perdata agama yang diselesaikan.

- Persentase sisa perkara perdata agama yang diselesaikan adalah perbandingan jumlah sisa perkara perdata agama yang diselesaikan dengan jumlah sisa perkara perdata agama yang harus diselesaikan.

- Indikator ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyelesaian sisa perkara di tahun 2021.

- Sisa perkara adalah perkara yang belum diputus pada saat periode pelaporan dilakukan

Indikator Kinerja Target 2021 (%)

Realisasi 2021 (%)

Capaian

2021 (%) 2020 (%) 2019 (%)

Persentase sisa

perkara yang

diselesaikan

100% 100% 100% 100% 100%

Sisa perkara tahun 2020 adalah 24 perkara. Dari jumlah tersebut telah diselesaikan semuanya di tahun 2021. Dengan demikian sehingga jumlah capaian untuk indikator

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIA

N

1. Terwujudnya Proses peradilan yang pasti, transparan, dan akuntabel

a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100% 100% 100%

b. Persentase perkara yang diselesaikan tepat

waktu 95% 97,25% 102,3

% c. Persentase perkara yang tidak mengajukan

upaya hukum Banding 95% 100% 105%

d. Persentase perkara yang tidak mengajukan

upaya hukum Kasasi 100% 100% 100%

e. Persentase perkara yang tidak mengajukan

upaya hukum Peninjauan Kembali 100% 100% 100%

f. Index responden pencari keadilan yang

puas terhadap layanan peradilan 100% 80% 80%

Rata-Rata Capaian Sasaran Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti, Transparan Dan Akuntabel 97%

(33)

24

BAB III LKjIP

persentase sisa perkara yang diselesaikan tahun 2021 sebesar 100%.. Dengan perhitungan sebagai berikut :

Jml sisa perkara yang diselesaikan X 100%

Jml sisa perkara yang harus diselesaikan

24 Perkara x 100% = 100%

24Perkara

Tabel

Persentase Sisa Perkara perdata agama Yang Diselesaikan Tahun 2019-2021

Sasaran 1 - Indikator kinerja ke - 2: Persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu.

Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2014, jangka waktu penanganan perkara untuk pengadilan tingkat pertama adalah maksimal 5 (lima) bulan. Untuk itu jumlah perkara yang harus diselesaikan adalah perkara yang masuk dari bulan Agustus tahun sebelumnya sampai dengan bulan Juli di tahun berjalan, karena perkara yang masuk di bulan Agustus s.d Desember di tahun berjalan memiliki

0 20 40 60 80 100 120 140

2021 2020 2019

SISA PERKARA YANG DISELESAIKAN

Sisa Perkara Sisa Perkara Yang Diselesaikan Indikator Kinerja Tahun Sisa Perkara

Tahun Lalu

Sisa Perkara Yang Diselesaikan

Target *Realisasi Capaian

Persentase sisa perkara

2021 24 24 100% 100% 100%

perdata yang diselesaikan

2020 128 128 100 100 100%

2019 128 128 100 100 100%

2018 63 63 100 100 100%

(34)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda Kelas IB

25

BAB III LKjIP

batas waktu penyelesaian perkara hingga tahun berikutnya sehingga akan lebih tepat jika dihitung sebagai kinerja di tahun berikutnya.

Pencapaian target indikator kinerja terhadap perkara yang diselesaikan tepat waktu adalah sebagai berikut:

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Persentase perkara perdata agama

yang diselesaikan tepat waktu 92% 90,78% 92%

Pada tahun 2021 jumlah perkara yang diterima Pengadilan Agama Kalianda sebanyak 2137 perkara terdiri dari 2014 perkara gugatan dan 123 perkara permohonan ditambah sisa perkara tahun 2020 sebanyak 24 perkara sehingga total perkara pada tahun 2021 adalah 2161 perkara. Dari jumlah perkara tersebut diputus sebanyak 2042 perkara sehingga perkara tersisa 14 ditahun 2021.

Persentase penyelesaian perkara tepat waktu dapat dihitung sebagai berikut:

Jml perkara yang diselesaikan tahun berjalan x 100% Jml perkara yang ada Jml perkara yang ada

2161 Perkara x 100% = 100%

2161 Perkara

Indikator

Kinerja Tahun

*Jumlah Perkara Yang Ada

Perkara Yang Harus Diselesaikan

Perkara Yang Diselesaik

an Tepat Waktu

Target **Realisasi Capaian

Persentase 2021 2137 2161 2161 95% 97,25% 102,3%

2020 1909 1885 1885 100% 98% 98%

perkara perdata agama yang diselesaikan

2019 1813 1646 1836 100% 92% 96%

Ukuran realisasi indikator kinerja persentase perkara yang diselesaikan tepat waktu adalah perbandingan jumlah perkara yang diselesaikan tepat waktu dengan jumlah perkara yang diselesaikan. Sisa perkara tahun 2020 yang harus diselesaikan berjumlah 24 perkara ditambah dengan perkara masuk di tahun berjalan berjumlah 2137 perkara sehingga total perkara yang harus diselesaikan berjumlah 2161 perkara. Dari seluruh perkara tersebut yang dapat diselesaikan di tahun 2021 berjumlah 2161 perkara .

(35)

26

BAB III LKjIP

Realisasi persentase perkara yang diselesaikan tepat waaktu mencapai 97,25%

sehingga capaian kinerjanya 102,3 %. Jika dibandingkan dengan tahun 2020, capaian kinerja penyelesaian perkara secara tepat waktu bernilai baik walaupun terjadi sedikit penurunan. Namun hal ini masih menunjukan kinerja Pengadilan Agama Kalianda dalam penyelesaian perkara sangat baik tiap tahunnya.

Tahun Jenis Perkara

Perkara Yang Harus Diselesaikan

Perkara Yang diselesaikan Tepat Waktu

Target Realisasi Capaian

2021 G 2014 2137

95% 97,25% 102.3%

P 123 24

2020 G 1789 1860

100% 98% 98%

P 120 25

Sasaran 1 - Indikator kinerja ke-3 Persentase Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding

Tabel

Persentase Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding

Pada indikator kinerja diatas dapat dilihat bahwa realisasi perkara yang tidak mengajukan upaya hukum melebihi dari target yakni sebesar 5 %

Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2020 dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir.

1750 1800 1850 1900 1950 2000 2050 2100 2150 2200

2021 2020 2019

Perkara Yang Diselesaikan Tepat Waktu

Perkara Yang Harus Diselesaikan Perkara Yang Diselesaikan Tepat Waktu

INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Persentase perkara yang tidak

mengajukan upaya hukum banding 95 % 100 % 105 %

(36)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pengadilan Agama Kalianda Kelas IB

27

BAB III LKjIP Persentase Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding

Ukuran realisasi indikator kinerja persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Banding adalah perbandingan jumlah perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Banding dengan jumlah perkara yang telah diselesaikan (diputus). Pada tahun 2021, perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Banding berjumlah 2159 perkara dari 2161 perkara yang telah diputus, sehingga persentase capaian kinerjanya mencapai 105%. Jika dibandingkan dengan tahun 2020, capaian kinerja perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Banding adalah sama 1%. Hal ini menunjukan bahwa secara keseluruhan mayoritas masyarakat pencari keadilan merasa puas dengan Putusan Hakim pada Pengadilan Agama Kalianda.

0 500 1000 1500 2000 2500

2021 2020 2019

Perkara Yang Mengajukan Banding

Perkara Putus

Perkara Yang Mengajukan Banding Perkara Yang Tidak Mengajukan Banding Indikator Kinerja Tahun

Perkara Yang Telah Diselesaikan

(Diputus)

Perkara Yang Mengajukan Banding

Perkara Yang Tidak Mengajukan

Banding

Target *Realisasi Capaian

Persentase 2021 2161 2 2159 95% 100% 105%

2020 1885 4 1881 100% 99% 99%

perkara yang tidak mengajukan upaya hukum

2019 1836 3 1833 100% 99% 99%

Banding

(37)

28

BAB III LKjIP Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Kasasi

 Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Kasasi adalah perbandingan jumlah perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Kasasi dengan jumlah perkara yang harus diselesaikan

Tabel 16 – Persentase Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi Tahun 2021

INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

Persentase perkara yang mengajukan upaya hukum Kasasi

tidak

100 % 100 % 100 %

Pada indikator kinerja diatas dapat dilihat bahwa realisasi perkara yang tidak mengajukan upaya hukum mencapai target yang ditentukan.

 Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2021 dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir.

Persentase Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi Indikator Kinerja Tahun

Perkara Yang Telah Diselesaikan

(Diputus)

Perkara Yang Mengajukan

Kasasi

Perkara Yang Tidak Mengajukan

Kasasi

Target *Realisasi Capaian

Persentase 2021 2161 0 2161 100% 100% 100%

2020 1885 0 2013 100% 100% 100%

perkara yang tidak mengajukan upaya hukum

2019 1836 0 1835 100% 99% 99%

Kasasi

Ukuran realisasi indikator kinerja persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Kasasi adalah perbandingan jumlah perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Kasasi dengan jumlah perkara yang telah diselesaikan (diputus). Pada tahun 2021, tidak ada perkara yang diajukan upaya hukum Kasasi, sehingga persentase capaian kinerjanya mencapai 100 %.

Hal ini menunjukan bahwa secara keseluruhan mayoritas masyarakat pencari keadilan merasa puas dengan Putusan Hakim pada Pengadilan Agama Kalianda.

 Analisa penyebab keberhasilan/kegagalan

Referensi

Dokumen terkait

Sasaran Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara dimaksudkan untuk menggambarkan efektifitas dan efisiensi upaya Pengadilan Negeri Negeri Cibinong Kelas IA

Sasaran Strategis Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara dimaksudkan untuk menggambarkan efektifitas dan efisiensi upaya Pengadilan Tinggi Jayapura dalam

Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama merupakan program untuk mencapai sasaran strategis dalam hal penyelesaian perkara, tertib administrasi perkara, dan

Pilihlah jawaban yang saudara anggap paling benar dengan cara menghitamkan salah satu huruf a, b, c atau d pada lembar jawaban dari kalimat pernyataan dibawah ini.. Berat senjata

Bagaimana merancang film animasi pendek tentang cerita rakyat yang digarap dengan teknik pop up, sehingga dapat menyampaikan pesan moral yang terkandung dalam

Hasil dari dokumentasi ini digunakan untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan data penelitian yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian tindakan kelas yang

Sasaran Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Provinsi Bali tahun 2020 adalah sebagai Laporan pencapaian sasaran Strategis Perangkat Daerah berupa

Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama merupakan program untuik mencapai sasaran strategis dalam hal penyelesaian perkara, tertib administrasi perkara, dan