RENCANAPELAKSANAAN PEMBLAJARAN TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Nama Sekolah SMA Negeri 1 Sumberjaya Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Wajib) Kelas/Semester XI / Ganjil
Kompetensi Dasar 3.2 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur 4.2 Mengembangkan teks prosedur dengan memerhatikan
hasil analisis terhadap isi, struktur, dan kebahasaan Materi Pokok Teks Prosedur
Alokasi Waktu 4 pertemuan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:
1. menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur
2. mengembangkan teks prosedur dengan memerhatikan hasil analisis terhadap isi, struktur, dan kebahasaan dengan sikap kritis, kerjasama, dan komunikatif selama proses pembelajaran.
B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Pendahuluan
a. Orientasi: guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap
disiplin, menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
b. Apersepsi: Guru memberikan pertamyaan kepada peserta didik:
Apakah permah mendengar teks prosedur?
Misal kita sebelum memakai kendaraan bermotor pasti kita mengetahui dulu tata cara penggunaanya, itu salahsatu contoh teks prosedur.
c. Motivasi: guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari struktur dan kebahasaan teks prosedur, menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan stimulus secara interaktif.
d. Pemberian Acuan: Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas, memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan KKM serta menjelaskan mekanisme pelaksanaan belajar dalam jaringan (daring).
2. Kegiatan inti
a. Literasi: peserta didik menyimak slide power point materi struktur dan kebahasaan teks prosedur.
b. Critical Thinking (Berpikir Kritis): Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya berkaitan dengan tayangan slide power point yang disajikan.
c. Collaboration (Kerja Sama): Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan struktur dan kebahasaan teks prosedur.
d. Communication (Komunikasi): Peserta didik berdiskusi untuk mengamati teks prosedur yang disiapkan dan menyampaikan isi, ciri dan struktur kebahasaan serta dipresentasikan didepan kelas sesuai kelompok masing-masing.
e. Creativity (Kreativitas): Peserta didik bertanya tentang hal yang belum dipahami dan menjawab pertanyaan tentang struktur dan kebahasaan teks prosedur.
3. Penutup
a. Peserta didik: Membuat ringkasan dengan bimbingan pendidik tentang struktur dan kebahasaan teks prosedur.
b. Pendidik:
1) Pendidik memeriksa pekerjaan peserta didik yang selesai dan diberi tanda serta penghargaan pada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik dalam kegiatan pembelajaran secara langsung.
2) Menyarankan kepada peserta didik untuk kembali mempelajari tentang materi struktur dan kebahasaan teks prosedur yang telah dibagikan melalui gruf WhasApp
C. PENILAIAN PEMBELAJARAN
Sikap Pengetahuan Keterampilan
Kehadiran dalam mengikuti
pembelajaran dan tanggung jawab dalam penyelesaian tugas.
Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur
Membuat teks prosedur dengan struktur dan kebahasaan teks prosedur.
Mengetahui; Sumberjaya, 18 Juli 2022
Kepala SMA Negeri 1 S, Guru Mata Pelajaran,
YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.Pd. OKY CAHYANI, S.Pd.
NIP. 19711011 199703 1 001 NIP. 19841004 202221 2 029
LEMBAR KERJA HARIAN SISWA
Sekolah : SMA Negeri 1 Sumberjaya
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : Isi, Struktur dan Kebahasaan Teks Prosedur Alokasi Waktu : 2 pertemuan @45 Menit
A. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur
2. Peserta dididik dapat mengembangkan teks prosedur dengan memerhatikan hasil analisis terhadap isi, struktur dan kebahsaan
B. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan lalu kalian sudah menentukan pernyataan umum dan tahap-tahap pada teks prosedur , perhatikan hal-hal berikut ini.
Teks Prosedur
Teks Prosedur adalah teks yang berisi cara, tujuan untuk membuat atau melakukan sesuatu hal dengan langkah demi langkah yang tepat secara berurutan sehingga menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan. Teks ini biasanya terdapat pada tulisan yang mengandung cara, tips atau tutorial melakukan langkah tertentu. Didalam teks prosedur terdapat kata imperatif atau kata perintah untuk melakukan apa yang dibahas pada teks agar si pembaca melakukan apa yang diperintahkan pada isi teks tersebut
Tujuan teks prosedur adalah untuk menunjukan atau menjelaskan bagaimana mengerjakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut.
Struktur Teks Prosedur
1. Tujuan , berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur tersebut atau hasil akhir yang akan dicapai (dapat berupa judul).
2. Bagian langkah-langkah, berisi cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Bagian ini biasanya tidak dapat diubah urutannya
3. Penegasan ulang, bagian yang berisi tentang pengulangan pernyataan yang digunakan untuk meyakinkan pembaca.
Ciri-Ciri Teks Prosedur
Selain memiliki struktur, teks ini memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.
1. Berisikan langkah-langkah 2. Disusun secara informatif 3. Dijelaskan secara mendetail
4. Bersifat objektif
5. Langkah berkelanjutan dengan penjelasan 6. Menggunakan syarat/ pilihan
7. Bersifat universal 8. Bersifat logis Kaidah Teks Prosedur
Kaidah Kebahasaan yang terdapat dalam Teks Prosedur adalah sebagai berikut.
1. Banyak menggunakan kata-kata kerja perintah (imperatif). Kata kerja imperatif dibentuk oleh akhiran -kan, -i, dan partikel -lah.
Bentuk Dasar Imbuhan/Partikel Bentukan Kata
pasti -kan pastikan
tunjuk -kan tunjukkan
cerita -kan ceritakan
hindar -i hindari
jadi -lah jadilah
2. Banyak menggunakan kata-kata teknis yang berkaitan dengan topik yang dibahasnya.
3. Banyak menggunakan konjungsi dan partikel yang bermakna penambahan.
4. Banyak menggunakan pernyataan persuasif.
5. Apabila prosedur itu berupa resep dan petunjuk penggunaan alat, akan digunakan gambaran terperinci tentang benda dan alat yang dipakai, termasuk ukuran, jumlah, dan warna.
Menyusun Teks Prosedur
Teks Procedure sekurang-kurangnya memiliki tiga macam, diantaranya sebagai berikut.
1. Teks bertema kebiasaan hidup, misalnya kiat hidup sehat, kiat belajar menyenangkan, kiat sukses bertetangga, dan kiat memikat wanita idaman Anda.
2. Teks bertema aktivitas tertentu, misalnya cara membuat bolu kukus, cara menanam jagung hibrida, dan cara memelihara kucing.
3. Teks bertema penggunaan alat, misalnya cara penggunaan laptop, cara menghidupkan motor bekas, dan cara menggunakan pisau cukur.
Adapun langkah-langkah penyusunan teks procedur adalah sebagai berikut.
1. Menginventarisasi macam-macam kegiatan yang pernah atau dapat dilakukan.
2. Menentukan tema kegiatan.
3. Membuat kerangka dalam bentuk topik-topik kegiatan secara garis besar.
4. Mensistematisasikan kerangka dengan benar dan mudah dipahami pembaca.
5. Mengumpulkan bahan-bahan.
6. Mengembangkan kerangka menjadi sebuah petunjuk yang jelas dan lengkap.
C. Penilaian Hasil Pembelajaran
Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat dan cermat!
1. Bacalah sebuah teks prosedur lainnya! Kamu bisa mendapatkan teks tersebut dari surat kabar, majalah, buku, ataupun internet.
2. Analisislah struktur dan kaidah kebahasaan teks tersebut!
3. Sajikan laporan hasil kegiatanmu dalam format tabel seperti berikut! Kamu bisa mengerjakannya pada buku kerjamu.
4.
Judul Teks : ...
Sumber : ...
Tema : ...
Aspek Pembahasan
a. Struktur
1. Tujuan ………
…………
2. Langkah-langkah ………
…………
3. Penegasan Kembali ………
…………
b. Kaidah
1. Kata Kerja Imperatif ………
…………
2. Konjungsi ………
…………
3. Pernyataan Persuasif ………
…………
4. Kata Teknis ………
…………
5. Gambaran Benda/Alat
………
…………
Simpulan
………
………
………
………
………
………
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Nama Sekolah SMA Negeri 1 Sumberjaya Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Wajib) Kelas/Semester XI / Ganjil
Kompetensi Dasar 3.4 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksplanasi 4.4 Memproduksi teks eksplanasi secara lisan atau tulis
dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan Materi Pokok Teks Eksplanasi
Alokasi Waktu 4 Pertemuan A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:
1. Peserta didik dapat menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksplanasi
2. Peserta didik dapat memproduksi teks eksplanasi secara lisan atautulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan dengan kreatif selama proses pembelajaran dan percaya diri, serta pantang menyerah
B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Pendahuluan
a. Orientasi: guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
b. Apersepsi: Guru memberikan pertamyaan kepada peserta didik:
Apakah kalian sudah pernah melihat tanah longsor?
Jadi fenomena tamah longsor bisa disevut demham teks eksplanasi.
c. Motivasi: guru memberikan gambaran tentang Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksplanasi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan stimulus secara interaktif.
d. Pemberian Acuan: Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas, memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan KKM serta menjelaskan mekanisme pelaksanaan belajar secara langsung
2. Kegiatan inti
a. Literasi: peserta didik membaca materi tentang struktur dan kenahasaan teks eksplanasi yang ada dibuku paket bahasa indonesia kelas XI halam 62 sampai 65.
b. Critical Thinking (Berpikir Kritis): Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya berkaitan dengan materi yang ada dibuku tersebut.
c. Collaboration (Kerja Sama): Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan struktur dan kebahasaan teks eksplanasi.
d. Communication (Komunikasi): Peserta didik berdiskusi untuk mengamati teks eksplanasi yang disiapkan dan menyampaikan isi, ciri dan struktur kebahasaan serta dipresentasikan didepan kelas sesuai kelompok masing-masimg
e. Creativity (Kreativitas): Pesertadidik bertanya tentang hal yang belum dipahami dan menjawab pertanyaan tentang struktur dan kebahasaan teks eksplanasi
3. Penutup
a. Peserta didik: Membuat ringkasan dengan bimbingan pendidik tentang struktur dan kebahasaan teks prosedur.
b. Pendidik:
1) Pendidik memeriksa pekerjaan peserta didik yang selesai dan diberi tanda serta penghargaan pada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik dalam kegiatan pembelajaran secara langsung.
2) Menyarankan kepada peserta didik untuk kembali mempelajari tentang materi struktur dan kebahasaan eksplanasi yang telah dibagikan melalui gruf WhasApp
C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN 1. Soal-soal
a. Carilah satu buah teks ekplanasi dari internet!
b. Analisis struktur dan kebahasaan teks eksplanasi tersebut!
2. Kunci Jawaban
a. Contoh teks eksplanasi
PENGANGGURAN
Pengangguran adalah suatu fenomena sosial yang berhubungan dengan aspek ketenagakerjaan yang menjadi masalah di masyarakat. Telah banyak usaha yang dijalankan untuk mengatasi masalah ini, tetapi belum juga dapat teratasi.
Pengangguran tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi hampir di semua negara. Ada juga yang mengartikan bahwa pengangguran merupakan orang dewasa pada usia produktif yang tidak bekerja atau yang sedang mencari pekerjaan atau yang tidak memiliki pekerjaan secara formal sehingga tidak mendapatkan penghasilan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan tentang pengangguran yaitu orang-orang yang bekerja kurang dari 1 jam setiap minggu.
Salah satu faktor dasar yang menjadi penyebab adanya pengangguran yaitu terjadinya kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja. Perubahan struktural dalam perekonomian juga menjadi sebab pengangguran.
Perubahan tersebut menyebabkan timbulnya kebutuhan akan tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang beragam sehingga pencari kerja tidak bisa mendapat pekerjaan karena tidak sesuai dengan tuntutan. Pengangguran juga disebabkan karena pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan dan buruh.
Pengangguran mengakibatkan berbagai persoalan ekonomi dan sosial. Jika jumlah pengangguran banyak, maka akan timbul kekacauan sosial, jumlah gelandangan meningkat dan potensi kriminal semakin tinggi Oleh karena itu pengangguran
merupakan masalah besar yang harus segera diatasi. Salah satu cara adalah dengan memperbaiki kondisi lapangan pekerjaan.
Selain itu, memperbaiki komposisi lulusan sarjana yang dihasilkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja juga dapat mengurangi pengangguran. Atau juga dengan memberikan keterampilan yang mencukupi kepada mereka sehingga mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Dan berbagai cara lain dapat dilakukan agar masalah pengangguran teratasi.
b. strukturr dan unsur kebahasaan teks eksplanasi
Struktur Teks Eksplanasi
Pernyataan Umum Pengangguran adalah suatu fenomena sosial yang berhubungan dengan aspek ketenagakerjaan yang menjadi masalah di masyarakat. Telah banyak usaha yang dijalankan untuk mengatasi masalah ini, tetapi belum juga dapat teratasi.
Pengangguran tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi hampir di semua negara. Ada juga yang mengartikan bahwa pengangguran merupakan orang dewasa pada usia produktif yang tidak bekerja atau yang sedang mencari pekerjaan atau yang tidak memiliki pekerjaan secara formal sehingga tidak mendapatkan penghasilan. Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan tentang pengangguran yaitu orang-orang yang bekerja kurang dari 1 jam setiap minggu.
Deretan Penjelas Salah satu faktor dasar yang menjadi penyebab adanya pengangguran yaitu terjadinya kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja. Perubahan struktural dalam perekonomian juga menjadi sebab pengangguran.
Perubahan tersebut menyebabkan timbulnya kebutuhan akan tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang beragam sehingga pencari kerja tidak bisa mendapat pekerjaan karena tidak sesuai dengan tuntutan. Pengangguran juga disebabkan karena pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan dan buruh.
Pengangguran mengakibatkan berbagai persoalan ekonomi dan sosial. Jika jumlah pengangguran banyak, maka akan timbul kekacauan sosial, jumlah gelandangan meningkat dan potensi kriminal semakin tinggi.
Interpretasi Oleh karena itu pengangguran merupakan masalah besar yang harus segera diatasi. Salah satu cara adalah dengan memperbaiki kondisi lapangan pekerjaan.
Selain itu, memperbaiki komposisi lulusan sarjana yang dihasilkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja juga dapat mengurangi pengangguran. Atau juga dengan memberikan keterampilan yang mencukupi kepada mereka sehingga mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Dan berbagai cara lain dapat dilakukan agar masalah pengangguran teratasi.
Ciri-Ciri Kebahasaan
Konjungsi Kausalitas 1. sehingga 2. karena 3.menyebabkan 4.mengakibatkan
Dst. Atau abaikan jika tidak ada Konjungsi Kronologis 1. (kosong)
2.
3.
Dst. Atau abaikan jika tidak ada
Kalimat Faktual 1. pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan dan buruh
2.pencari kerja tidak dapat pekerjaan 3.berbagai persoalan ekonomi dan sosial Dst. Atau abaikan jika tidak ada
Sequence Marker 1. kosong 2.
3.
Dst. Atau abaikan jika tidak ada Kata atau Frasa
Keilmuan
1. fenomena sosial 2.perubahan struktural 3.komposisi lulusan sarjana Dst. Atau abaikan jika tidak ada
3. Teknik Pensekoran
Untuk kemudahan dalam pemeriksaan, maka Teknik pensekorannya dilakukan sebagai berikut.
A = jika jawaban siswa semuanya tepat, tulisan rapi dan menggunakan kaidah penulisan/PUEBI
A- = jika jawaban siswa semuanya tepat, tulisan rapi tetapi kurang mengindahkan kaidah penulisan/PUEBI
B+ = jika jawaban siswa sebagian besar tepat, tulisan rapi dan menggunakan kaidah penulisan/PUEBI
B = jika jawaban siswa sebagian besar tepat, tulisan rapi tetapi kurang mengindahkan kaidah penulisan/PUEBI
B- = jika jawaban siswa setengahnya tepat, tulisan rapi dan menggunakan kaidah penulisan/PUEBI
C+ = jika jawaban siswa setengahnya tepat, tulisan rapi tetapi kurang/tidak mengindahkan kaidah penulisan/PUEBI
Mengetahui; Sumberjaya, 18 Juli 2022
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.Pd. OKY CAHYANI, S.Pd.
NIP. 19711011 199703 1 001 NIP. 19841004 202221 2 029
LEMBAR KERJA HARIAN SISWA Sekolah : SMA Negeri 1 Sumberjaya
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : Struktur dan kebahasaan teks eksplanasi Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran @45 Menit
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, 1. peserta didik dapat Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksplanasi
2. peserta didik dapat Memproduksi teks eksplanasi secara lisan atau tulis dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan
B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan lalu kalian sudah menentukan struktur dan dan kebahasaan pada teks eksplanasi.
Untuk lebih memahami tentang teks eksplanasi, perhatikan hal-hal berikut ini.
TEKS EKSPLANASI 1. Pengertian Teks Ekplanasi
Teks Eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’
kejadian-kejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik itu kejadian alam maupun kejadian sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan proses.
2. Bagian-Bagian Pokok
Strukturnya terdiri atas pernyataan umum (gambaran awal tentang apa yang disampaikan), deretan penjelas (inti penjelasan apa yang disampaikan), dan interpretasi (pandangan atau simpulan).
Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual).
Faktualnya memuat informasi yang bersifat keilmuan, misalnya tentang sains.
3. Struktur Teks
Teks Eksplanasi memiliki struktur baku sebagaimana halnya jenis teks lainnya. Sesuai dengan karakteristik umum dari isinya, teks eksplanasi dibentuk oleh bagian-bagian berikut.
Identifikasi Fenomena (phenomenon identification), mengidentifikasi sesuatu yang akan diterangkan. Hal itu bisa terkait dengan fenomena alam, sosial, budaya, dan fenomena- fenomena lainnya.
Penggambaran rangkaian kejadian (explanation sequence), merinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena yang diterangkan sebagai pertanyaan atas bagaimana atau mengapa.
a. Rincian yang berpola atas pertanyaan “bagaimana” akan melahirkan uraian yang tersusun secara kronologis ataupun gradual. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun berdasarkan urutan waktu.
b. Rincian yang berpola atas pertanyaan “mengapa” akan melahirkan uraian yang tersusun secara kausalitas. Dalam hal ini fase-fase kejadiannya disusun berdasarkan hubungan sebab-akibat. Ulasan (riview), berupa komenta atau penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan sebelumya.
4. Kebahasaan Teks Eksplanasi
Berdasarkan kaidah kebahasaan, secara umum teks ini sama dengan kaidah pada teks prosedu. Sebagai teks yang berkategori faktual (nonsastra), teks eksplanasi menggunakan banyak kata yang bermakna denotatif. Sebagai teks yang berisi paparan proses, baik itu secara kausalitas maupun kronologis, teks tersebut menggunakan banyak konjungsi
kausalitas dan konjungsi kronologis.
▪ Konjungsi kausalitas antara lain sebab, karena, oleh sebab itu, oleh karena itu, sehingga.
▪ Konjungsi kronologis (hubungan waktu), seperti: kemudian, lalu, setelah itu, pada akhirnya. Teks eksplanasi yang berpola kronologis juga menggunakan banyak keterangan waktu pada kalimat-kalimatnya.
Pola Pengembangan dalam Menyusun Teks Eksplanasi
▪ Pola Pengembangan Sebab Akibat
Dalam hal ini sebab dapat bertindak sebagai gagasan umum, sedangkan akibat bertindak sebagai perincian pengembangannya. Namun demikian, dapat juga terbalik. Akibat dijadikan sebagai gagasan umum, kemudian dikemukakan sebab sebagai perinciannya.
▪ Pola Pengembangan Proses
. Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau perurutan dari suatu kejadian atau
peristiwa.
C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
a. Buatlah teks eksplanasidengan tema yang ada di lingkungan sekitar Anda baik kejadian alam, sosial, budaya teknologi dan lain-lain!
b. Analisislah struktur dan kebahsaan dari tek tersebut!
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Nama Sekolah SMA Negeri 1 Sumberjaya Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Wajib) Kelas/Semester XI / Ganjil
Kompetensi Dasar 3.6 Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah 4.6 Mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan
memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat
Materi Pokok Teks Ceramah Alokasi Waktu 4 Pertemuan A. TUJUAN PEMBELAJARAN
setelah mengikuti pembelajaram siswa dapat
1. Peserta didik dapat menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah
2. Peserta didik dapat mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat dengan menunjukan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama selama proses pembelajaran.
B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Pendahuluan
a. Orientasi: guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
b. Apersepsi: Guru memberikan pertamyaan kepada peserta didik:
Apakah kalian sudah pernah mendenar ceramah?
Ceramah sering kita dengar disekolah yang disampaikan oleh bapa ibu guru.
c. Motivasi: guru memberikan gambaran tentang Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah, menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan stimulus secara interaktif.
d. Pemberian Acuan: Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas, memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan KKM serta menjelaskan mekanisme pelaksanaan belajar secara langsung
2. Kegiatan inti
a. Literasi: peserta didik membaca materi tentang Menganalisis isi, struktur, dan
kebahasaan dalam ceramah yang ada dibuku paket bahasa indonesia kelas XI halaman 92 sampai 94.
b. Critical Thinking (Berpikir Kritis): Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya berkaitan dengan materi yang ada dibuku tersebut.
c. Collaboration (Kerja Sama): Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah dan
membuat teks ceramah.
d. Communication (Komunikasi): Peserta didik berdiskusi untuk Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah dan mempersiapkan untuk menampilkan ceramah didepan kelas oleh perwakilan kelompok masing-masing.
e. Creativity (Kreativitas): Peserta didik bertanya tentang hal yang belum dipahami dan menjawab pertanyaan tentang Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah
3. Penutup
a. Peserta didik: Membuat ringkasan dengan bimbingan pendidik Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah
b. Pendidik:
1) Pendidik memeriksa pekerjaan peserta didik yang selesai dan diberi tanda serta penghargaan pada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik dalam kegiatan pembelajaran secara langsung.
2) Menyarankan kepada peserta didik untuk kembali mempelajari tentang materi Menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah
C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN 1. Soal-soal :
a. Carilah satu buah teks ekplanasi dari internet!
b. Tulis hasil analisis teks ceramah di atas dengan format table sebagai berikut!
2. Kunci Jawaban a. contoh ceramah
Assalamua’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT atas karuna dan rahmat-Nya yang begitu besar bagi kita, tidak lupa juga shalawat dan salam kepada nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang terhormat, suatu bangsa akan lebih dihormati dan lebih maju bukan hanya karena kecanggihan teknologi, tetapi juga karena pendidikan moral yang lebih baik.
Moral ini bisa dilihat dari tingkah laku yang dilakukan oleh masyarakatnya sehari-hari.
Majunya teknologi, tentu harus dibarengi pula dengan kemajuan cara berpikir. Sebagai orang tua, kita harus bisa dan bertanggung jawab terhadap perkembangan moral putra- putri kita agar bisa tetap berada di jalan yang benar dan tetap bisa jadi manusia yang bermanfaat bagi satu sama lain.
Jangan hanya memberikan nasihat saja, tetapi contohkan juga pada anak-anak bagaimana moral seharusnya berjalan. Misalnya, ada nenek-nenek sudah renta yang hendak menyebrang jalan, coba dibantu. Jangan pula membuat prank-prank untuk konten sosial media yang isinya merugikan orang lain, seperti memesan makanan dengan ojek online, ketika sudah dibeli, eh, dibatalkan.
Tentu saja hal ini terjadi karena kurangnya penanaman moral dan empati pada anak-anak.
Mereka melakukan hal-hal tersebut karena dianggap lucu, padahal tidak mengerti apa pentingnya pesanan itu bagi si bapak ojek online.
Anak-anak itu ibarat sponge, berapapun umur mereka. Panutan yang paling diikuti, secara sadar dan tidak adalah orang tua. Untuk itu, penting juga bagi orang tua agar ikut berubah dan memiliki empati bagi orang lain, supaya pendidikan moral itu bisa terbentuk dengan sendirinya.
Sekian ceramah yang saya sampaikan hari ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah dan menyinggung di hati. Mudah-mudahan kita semua bisa jadi panutan bagi anak- anak kita demi tercapainya pendidikan moral yang lebih baik bagi bangsa.
Wassalamua’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
b. struktur dan kebahasaan
Struktur Teks Eksplanasi
Pendahulaun Assalamua’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT atas karuna dan rahmat-Nya yang begitu besar bagi kita, tidak lupa juga shalawat dan salam kepada nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang terhormat, suatu bangsa akan lebih dihormati dan lebih maju bukan hanya karena kecanggihan teknologi, tetapi juga karena pendidikan moral yang lebih baik. Moral ini bisa dilihat dari tingkah laku yang dilakukan oleh masyarakatnya sehari-hari.
Isi Majunya teknologi, tentu harus dibarengi pula dengan
kemajuan cara berpikir. Sebagai orang tua, kita harus bisa dan bertanggung jawab terhadap perkembangan moral putra-putri kita agar bisa tetap berada di jalan yang benar dan tetap bisa jadi manusia yang bermanfaat bagi satu sama lain.
Jangan hanya memberikan nasihat saja, tetapi contohkan juga pada anak-anak bagaimana moral seharusnya berjalan. Misalnya, ada nenek-nenek sudah renta yang hendak menyebrang jalan, coba dibantu. Jangan pula membuat prank-prank untuk konten sosial media yang isinya merugikan orang lain, seperti memesan makanan dengan ojek online, ketika sudah dibeli, eh, dibatalkan.
Tentu saja hal ini terjadi karena kurangnya penanaman moral dan empati pada anak-anak. Mereka melakukan hal-hal tersebut karena dianggap lucu, padahal tidak mengerti apa pentingnya pesanan itu bagi si bapak ojek online.
Anak-anak itu ibarat sponge, berapapun umur mereka. Panutan yang paling diikuti, secara sadar dan tidak adalah orang tua. Untuk itu, penting juga bagi orang tua agar ikut berubah dan memiliki empati bagi orang lain, supaya pendidikan moral itu bisa terbentuk dengan sendirinya.
Penutup Sekian ceramah yang saya sampaikan hari ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah dan menyinggung di hati. Mudah- mudahan kita semua bisa jadi panutan bagi anak-anak kita demi tercapainya pendidikan moral yang lebih baik bagi bangsa.
Wassalamua’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ciri-Ciri Kebahasaan
Kalimat Simpleks 1. ada nenek-nenek sudah renta yang hendak menyebrang jalan
2.
3.
Dst. Atau abaikan jika tidak ada
Kalimat Kompleks 1. Moral ini bisa dilihat dari tingkah laku yang dilakukan oleh masyarakatnya sehari-hari
2. Sebagai orang tua, kita harus bisa dan bertanggung jawab terhadap perkembangan moral putra-putri kita agar bisa tetap berada di jalan yang benar dan tetap bisa jadi manusia yang bermanfaat bagi satu sama lain
3. Tentu saja hal ini terjadi karena kurangnya penanaman moral dan empati pada anak-anak
Dst. Atau abaikan jika tidak ada Kata Kerja Mental 1. hormati
2. dihormati 3. menyinggung
Dst. Atau abaikan jika tidak ada
Bersifat Persuasif 1. Mudah-mudahan kita semua bisa jadi panutan bagi anak-anak kita demi tercapainya pendidikan moral yang lebih baik bagi bangsa
2.
3.
Dst. Atau abaikan jika tidak ada
Konjungsi Kausalitas 1. Mereka melakukan hal-hal tersebut karena dianggap lucu
2.
3.
Dst. Atau abaikan jika tidak ada Kata Teknis 1. prank-prank
2. empati 3. moral
Dst. Atau abaikan jika tidak ada Kata Sapaan 1. Hadirin yang terhormat
2.
3.
Dst. Atau abaikan jika tidak ada
3. Teknik Pensekoran
Untuk kemudahan dalam pemeriksaan, maka Teknik pensekorannya dilakukan sebagai berikut.
A = jika jawaban siswa semuanya tepat, tulisan rapi dan menggunakan kaidah penulisan/PUEBI
A- = jika jawaban siswa semuanya tepat, tulisan rapi tetapi kurang mengindahkan kaidah penulisan/PUEBI
B+ = jika jawaban siswa sebagian besar tepat, tulisan rapi dan menggunakan kaidah penulisan/PUEBI
B = jika jawaban siswa sebagian besar tepat, tulisan rapi tetapi kurang mengindahkan kaidah penulisan/PUEBI
B- = jika jawaban siswa setengahnya tepat, tulisan rapi dan menggunakan kaidah penulisan/PUEBI
C+= jika jawaban siswa setengahnya tepat, tulisan rapi tetapi kurang/tidak mengindahkan kaidah penulisan/PUEBI
Mengetahui; Sumberjaya, 18 Juli 2022
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.Pd OKY CAHYANI, S.Pd.
NIP. 19711011 199703 1 001 NIP. 19841004 202221 2 029
LEMBAR KERJA HARIAN SISWA
Sekolah : SMA Negeri 1 Sumberjaya Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : Isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah Alokasi Waktu : Jam Pelajaran @45 Menit
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning,
1. Peserta didik dapat menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah
1. Peserta didik dapat mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat dengan menunjukan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja sama selama proses pembelajaran
B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan lalu kalian sudah menentukan isi, struktur dan kebahasaan pada teks ceramah.
Untuk lebih memahami tentang teks ceramah, perhatikan hal-hal berikut ini.
Pengertian Teks Ceramah
Ceramah merupakan suatu kegiatan penyampaian pesan yang mempunyai tujuan untuk memberikan nasehat, petunjuk maupun petuah kepada pendengar secara lisan. Pendengar bisa berarti siapa saja, masyarakat luas atau khalayak.
Ciri – Ciri Ceramah
Ceramah disampaikan oleh seseorang yang memiliki keahlian dalam bidang atau disiplin ilmu tertentu.
Memiliki struktur yang lengkap, terdiri atas pendahuluan, isi, penutup.
Isi ceramah sesuai dengan kegiatan yang ada.
Isi ceramah harus objektif, jelas, dan benar.
Isi ceramah tidak akan menimbulkan pertentangan di masyarakat.
Bahasa yang digunakan penceramah mudah dipahami pendengar.
Ciri – Ciri Pembicara Yang Baik
Mereka memandang suatu hal dari sudut pandang yang baru, mengambil titik pandang yang tak terduga pada hal-hal umum.
Mereka mempunyai cakrawala luas. Mereka memikirkan dan membicarakan isu-isu dan beragam pengalaman di luar kehidupan mereka sehari-hari.
Mereka antusias, menunjukkan minat besar pada apa yang mereka perbuat dalam kehidupan mereka, maupun pada apa yang Anda katakan pada kesempatan itu.
Mereka tidak pernah membicarakan diri mereka sendiri.
Mereka sangat ingin tahu. Mereka bertanya, “Mengapa?” Mereka ingin tahu lebih banyak
mengenai apa yang Anda katakan.
Mereka menunjukkan empati. Mereka berusaha menempatkan diri mereka pada posisi Anda untuk memahami apa yang Anda katakan.
Mereka mempunyai selera humor, dan tidak keberatan mengolok-olok diri sendiri.
Sungguh, konversasionalis terbaik sering mengisahkan pengalaman konyol mereka sendiri.
Mereka punya gaya bicara sendiri.
Jenis – Jenis Ceramah Ceramah Umum
Ceramah umum merupakan pesan yang tujuannya untuk memberikan sebuah nasehat serta petunjuk-petunjuk yang ditujukan terhadap khalayak ramai, atau masyarakat luas. Pada umumnya ceramah umum bersifat menyeluruh, maksudnya tak ada batasan apapun baik itu dari audiens yang sudah tua maupun yang masih muda, materinya pun tidak ditentukan, sesuai dengan acara.
Ceramah Khusus
Ceramah khusus merupakan ceramah yang bertujuan untuk memberikan nasehat dan petunjuk-petunjuk terhadap mad’u atau khalayak tertentu dan bersifat khusus baik itu materinya ataupun yang lainnya. Pada ceramah khusus ini, banyak batasan-batasan yang dibuat contohnya materi yang menyesuaikan dengan keadaan. Misalnya Peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Unsur – Unsur Ceramah Penceramah
Unsur dari ceramah yang pertama adalah penceramah itu sendiri yaitu orang yang melakukan kegiatan ceramah. Untuk menjadi seorang penceramah, wajib memiliki ilmu yang mumpuni terhadap materi yang diberikan kepada pendengar.
Pendengar
Unsur ceramah yang kedua adalah pendengar. Pendengar merupakan orang yang menerima nasehat dan petunjuk dari penceramah.
Materi
Materi yang diberikan dalam ceramah berasal dari ajaran-ajaran suatu agama. Namun, ceramah yang baik adalah ceramah yang mampu dan sanggup membuat pendengar terdorong dan tergugah untuk melakukan nasehat-nasehat yang telah diberikan oleh penceramah. Selain itu, materi ceramah harus disusun secara sistematis agar materi disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.
Tujuan Teks Ceramah
Informatif/instruktif : artinya untuk memberikan informasi kepada pendengar mengenai suatu hal sehingga pendengar dapat memahami atau mengerti isi informasi dengan jelas dan benar.
Persuasif : artinya mengajak pendengar supaya mengikuti apa yang telah pembicara sampaikan agar keyakinan pendengar semakin bertambah untuk melakukan sesuatu kearah yang lebih baik lagi.
Argumentatif : artinya untuk meyakinkan pendengar mengenai suatu hal.
Deskriptif : artinya untuk menggambarkan atau melukiskan tentang suatu keadaan.
Rekreatif : artinya untuk menghibur atau menggembirakan pendengar agar merasa puas.
Naratif : artinya untuk menceritakan sesuatu hal kepada pendengar.
Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah
Menggunakan kalimat simpleks/tunggal dan kompleks/majemuk.
Menggunakan kata kerja mental, misalnya memprihatinkan.
Kalimatnya bersifat deklaratif dan imperatif (persuasif/ajakan).
Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (sebab-akibat) satu dengan yang lainnya.
Menggunakan kata-kata teknis/peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas penceramah.
Menggunakan kata sapaan orang kedua atau ketiga yang sesuai dengan bahasa adat setempat, santun serta sesuai dengan kondisi/situasi.
Metode Ceramah
Ekstemporan : merupakan metode ceramah dengan cara hanya menuliskan pokok pembahasan atau gagasan utama saja,
Impromptu : merupakan metode yang paling sering digunakan oleh para penceramah senior dan berpengalaman, karena tidak ada persiapan dan menyampaikan ilmu yang dimiliki yang diingatnya,
Membaca naskah : biasanya metode ini digunakan oleh para penceramah baru dan pemula karena mudah untuk membaca naskah secara lengkap,
Menghafal : merupakan metode dengan menghafal teks ceramah terlebih dahulu.
Struktur Teks Ceramah Pendahuluan
Pembuka: bagian ini berisi salam pembuka, ucapan penghormatan, dan ucapan syukur.
Pengantar: bagian ini adalah paragraf pengantar yang mengarah pada topik. Biasanya pengantar berasal dari informasi atau berita yang faktual yang masih terkait dengan topik ceramah
Isi Ceramah
Inti: berisi paparan dari penceramah, pandangan umum, ilustrasi dari materi yang disampaikan.
Gagasan: berisi ide besar yang ingin disampaikan kepada pendengar. Ceramah yang baik berisi satu gagasan besar yang kemudian dikembangkan dalam subtopik.
Penutup Simpulan
Ucapan permintaan maaf Salam penutup
C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
Buatlah teks ceramah dengan memerhatikan struktur dan unsur kebahasaan teks ceramah dengan tema teraktual atau sedang hangat diperbincangkan yang ada di lingkungan sekitar
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Nama Sekolah SMA Negeri 1 Sumberjaya Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Wajib) Kelas/Semester XI / Ganjil
Kompetensi Dasar 3.8Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek
4.8 Mengkonstruksi sebuah cerita pendek dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen.
Materi Pokok Unsur Pembangun Cerpen
Alokasi Waktu 4 Petemuan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti peoses pembelajaran peserta didik dapat:
1. Peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek serta terampil
2. Peserta didik dapat mengkonstruksi sebuah cerita pendek dengan memerhatikan unsur- unsur pembangun cerpen.dengan semangat dan percaya diri serta kreatif selama proses pembelajaran.
B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN a. Pendahuluan
i. Orientasi: guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
ii. Apersepsi: Guru memberikan pertamyaan kepada peserta didik:
Apakah kalian sudah pernah membaca cerita pendek?
iii. Motivasi: guru memberikan gambaran tentang Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek, menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan stimulus secara interaktif.
iv. Pemberian Acuan: Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas, memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan KKM serta menjelaskan mekanisme pelaksanaan belajar secara langsung b. Kegiatan inti
i. Literasi: peserta didik membaca materi tentang Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek serta membaca contoh cerita pendek.
ii. Critical Thinking ( berpikir Kritis) kan kesempatan pada peserta didik untuk bertanya berkaitan dengan materi yang ada dibuku tersebut.
iii. Collaboration (Kerja Sama): Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek.
iv. Communication (Komunikasi): Peserta didik berdiskusi Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek dan mempersiapkan untuk menceritakan kembali cerita yang sudah dibaca
oleh perwakilan kelompok.
v. Creativity (Kreativitas): Peserta didik bertanya tentang hal yang belum dipahami dan menjawab pertanyaan tentang unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek.
c. Penutup
a. Peserta didik: Membuat ringkasan dengan bimbingan pendidik Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek b. Pendidik:
1) Pendidik memeriksa pekerjaan peserta didik yang selesai dan diberi tanda serta penghargaan pada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik dalam kegiatan pembelajaran secara langsung.
2) Menyarankan kepada peserta didik untuk kembali mempelajari tentang materi Menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan cerita pendek.
C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN 4. Soal-soal
a. Carilah contoh cerpen!
b. Analisis struktur dan unsur kebahasaan cerpen tersebut!
5. Kunci Jawaban a. Contoh cerpen
Menu Makan Malam Cerpen Kadek Sonia Piscayanti
Ibu bersumpah untuk membangun keluarganya di atas meja makan. Ia terobsesi mewujudkan keluarga yang bahagia melalui media makan bersama.
Maka, ia menghabiskan hidupnya di dapur, memasak beribu-ribu bahkan berjuta-juta menu makanan hanya untuk menghidangkan menu masakan yang berbeda-beda setiap harinya. Ia memiliki jutaan daftar menu makan malam di lemari dapurnya.
Isi kepala Ibu memang berbeda dengan ibu lain. Dalam kepalanya seolah hanya ada tiga kata, menu makan malam. Setiap detik, setiap helaan napasnya, pikirannya adalah menu-menu masakan untuk makan malam saja. Makan malam itulah ritual resmi yang secara tersirat dibuatnya tetap lestari hingga saat ini.
Meskipun, ketiga anaknya telah beranjak dewasa, ia tak pernah surut mempersiapkan makan malam sedemikian rupa sama seperti ketika ia melakukannya pertama, sejak usia pernikahannya masih satu hari. Keluarga ini tumbuh bersama di meja makan. Mereka telah akrab dengan kebiasaan bercerita di meja makan sambil menikmati menu-menu masakan Ibu.
Mereka berbicara tentang apa saja di meja makan. Mereka duduk bersama dan saling mendengarkan cerita masing-masing. Sarapan tiba. Ibu menyiapkan sarapan di dapur. Ia menyiapkan menu sesuai dengan yang tertera di daftar menu di lemari makanan. Telur dadar, sayur hijau, dan sambal kecap. Ada lima orang di keluarganya. Semua orang memiliki selera berbeda-beda. Suaminya suka telur yang tak matang benar, agak asin, tanpa cabe.
Aries suka telur yang benar-benar tergoreng kering, dan harus pedas. Pisca, suka makanan serba manis. Telur dadarnya harus setengah matang dengan kecap manis dan sedikit vitsin, sedangkan Canestra, tak suka pada kuning telur. Sebelum didadar, kuning telur harus dipisahkan dulu dari putihnya. Jika tidak dibuatkan yang sesuai dengan pesanannya, ia bisa mogok makan berhari-hari.
Bagaimana dengan Ibu? Ibu bahkan tak pernah macam-macam. Telur dadarnya adalah yang standar, tidak ada perlakuan khusus. Ia boleh makan apa saja, yang penting makan, jadilah.
Pukul 07.05. Telur dadar setengah matang asin, telur dadar pedas, telur manis dengan vitsin, dan telur tanpa kuning, berikut sayur hijau dan sambal kecap telah terhidang.
Semua telah menghadapi hidangan masing-masing sesuai pesanan.
Makan pagi biasanya tak ada yang terlalu banyak bicara. Semua sibuk dengan rencana masing-masing di kepalanya. Kelihatannya, tak ada yang ingin berbagi. Aries kini sudah bekerja di sebuah kantor pemerintah, menjadi tenaga honor daerah. Ia harus tiba di kantor setidaknya pada tujuh dua lima, karena ada apel setiap tujuh tiga puluh. Pisca harus ke kampus. Ia duduk di semester tujuh kini. Tampaknya sedang tak bisa diganggu oleh siapa pun. Wajahnya menunjukkan demikian. Mungkin akan bertemu dengan dosen pembimbing atau entah apa, tapi mukanya keruh. Mungkin banyak persoalan, tapi Ibu Cuma bisa memandang saja. Sedang Canestra masih di SMA. Ia tampak paling santai.
Tangannya memegang komik. Komik Jepang. Makan sambil membaca adalah kebiasaannya. Sang Bapak, duduk diam sambil mengunyah makanan tanpa bersuara dan tanpa menoleh pada yang lain. Pria yang berhenti bekerja beberapa tahun lalu itu tampak lambat menyelesaikan makannya. Ia menikmati masakan itu, atau tidak peduli? Tak ada yang tahu.
Satu per satu mereka meninggalkan ruang makan. Hanya piring-piring kotor yang tersisa di meja makan. Ibu membawanya ke dapur, mencuci piring-piring itu sampai bersih dan mengelap meja makan. Ritual berikutnya adalah menyerahkan anggaran belanja ke pasar hari itu kepada suaminya. Saat-saat inilah yang paling ia benci seumur hidupnya. Ia benci menerima uang dari suaminya yang selalu tampak tak rela dan tak percaya. Akhirnya, memang bahan-bahan menu itu dipangkas seenak udelnya, ia tak mau tahu apa pun. Ujung- ujungnya ia cuma memberi sepuluh ribu saja untuk semua itu. Tentu saja kurang dari anggaran yang seharusnya, dua puluh ribu.
Untuk itu semua, maka otomatis menu berubah; tak ada ayam bumbu rujak, tak ada capcay, yang ada tinggal perkedel jagung dan tempe. Sayur hijau, katanya, bolehlah. Yang penting sayur, dan murah. Ah…
Ibu berjalan ke pasar dengan gontai. Hari itu Jumat. Hari pendek. Anak-anak akan pulang lebih cepat dari biasa. Ia mempercepat langkahnya. Tak mudah membagi waktu, kadang pekerjaan teramat banyaknya sampai-sampai tak ada waktu untuk melakukan hal lain selain urusan dapur. Kadang ia berpikir ada sesuatu yang memang penting untuk dilakukan tapi itu akan mengabaikan urusan dapur dan itu berarti pula mengabaikan selera anak- anaknya. Itu tidak mungkin. Tak ada yang mengerti selera anak-anaknya kecuali dia.
Makan siang Ibu adalah jam 3 sore. Setelah itu, ia tidur dua jam. Sehabis jam 5 sore, sehabis tidur siangnya, ia harus menyiapkan makan malam. Sehabis makan malam, jangan kira ia selesai. Ada Bapak yang setiap hari minta dipijit, tapi setiap hari mengeluh pijitan Ibu tak pernah mengalami kemajuan. Ah…
Suatu ketika, sebuah peristiwa datang mengusik keluarga itu. Hari itu Selasa, ketika sebuah perubahan memperkenalkan dirinya kepada keluarga itu. Aries menolak makan bersama. Ia tentu punya alasan di balik aksi mogoknya. Tapi tak ada yang tahu apa alasan Aries.
Ibu kecewa. Menu makan malamnya tak dicicipi selama tiga hari berturutturut. Ini adalah beban mental bagi seorang Ibu. Ia bukanlah orang yang suka memaksa, tapi selalu membaca dari tanda-tanda dan suka juga menebak-nebak.
Sialnya, Aries tak pernah memiliki cukup waktu untuk menjelaskan semua itu. Ia tampak begitu sibuk. Kadang ia bahkan terlihat menyibukkan diri, menghindar dari Ibu. Ia menomorduakan ritual makan malam mereka. Ibu menangis, ia merasa segala usahanya untuk membangun tradisi makan malam ini sia-sia saja.
(Sumber:http://punyablo.blogspot.co.id/2016/05/nilai-nilai-yangterkandung-dalam.html) Analisislah
b. Struktur dan unsur kebahasaan
6. Teknik pensekoran
Untuk kemudahan dalam pemeriksaan, maka Teknik pensekorannya dilakukan
sebagai berikut.
A = jika jawaban siswa semuanya tepat, tulisan rapi dan menggunakan kaidah penulisan/PUEBI
A- = jika jawaban siswa semuanya tepat, tulisan rapi tetapi kurang mengindahkan kaidah penulisan/PUEBI
B+ = jika jawaban siswa sebagian besar tepat, tulisan rapi dan menggunakan kaidah penulisan/PUEBI
B = jika jawaban siswa sebagian besar tepat, tulisan rapi tetapi kurang mengindahkan kaidah penulisan/PUEBI
B- = jika jawaban siswa setengahnya tepat, tulisan rapi dan menggunakan kaidah penulisan/PUEBI
C+= jika jawaban siswa setengahnya tepat, tulisan rapi tetapi kurang/tidak mengindahkan kaidah penulisan/PUEBI
Mengetahui; Sumberjaya, 18 Juli 2022
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.Pd. OKY CAHYANI, S.Pd.
NIP. 19711011 199703 1 001 NIP. 10841004 202221 2 029
LEMBAR KERJA HARIAN SISWA Sekolah : SMA Negeri 1 Sumberjaya
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran project based learning, 1. Peserta didik dapat menganalisis unsur-unsur pembangun cerita pendek dalam buku kumpulan
cerita pendek serta terampil
2. Peserta didik dapat mengkonstruksi sebuah cerita pendek dengan memerhatikan unsur-unsur pembangun cerpen.dengan semangat dan percaya diri serta kreatif selama proses
pembelajaran.
B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan lalu kalian sudah menentukan unsur-unsur pembangun cerita pendek. Untuk lebih memahami tentang unsur-unsur pembangun cerita pendek, perhatikan hal-hal berikut ini
Pengertian Cerpen
Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif.
Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel.
Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja.
Cerita pendek biasanya mempunyai kata yang kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman saja. Selain itu, cerpen atau cerita pendek hanya memberikan sebuah kesan tunggal yang demikian serta memusatkan diri pada salah satu tokoh dan hanya satu situasi saja.
Ciri-Ciri Cerpen
a. Jalan ceritanya lebih pendek dari novel
b. Sebuah cerpen memiliki jumlah kata yang tidak lebih dari 10.000 (10 ribu) kata c. Biasanya isi cerita cerpen berasal dari kehidupan sehari-hari
d. Tidak menggambarkan semua kisah para tokohnya, hal ini karena dalam cerpen yang digambarkan hanyalah inti sarinya saja.
e. Tokoh dalam cerpen digambarkan mengalami masalah atau suatu konflik hingga pada tahap penyelesainnya.
f. Pemakaian kata yang sederhana serta ekonomis dan mudah dikenal pembaca.
g. Kesan yang ditinggalkan dari cerpen tersebut sangat mendalam sehingga pembaca dapat ikut merasakan kisah dari cerita tersebut.
h. Biasanya hanya 1 kejadian saja yang diceritakan.
i. Memiliki alur cerita tunggal dan lurus.
j. Penokohan pada cerpen sangatlah sederhana, tidak mendalam serta singkat
Struktur Cerpen a. Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan atau inti dari cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional atau dalam artian bahwa setiap cerpen boleh tidak terdapat struktur abstrak tersebut.
b.Orientasi
Orientasi berkaitan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berkaitan dengan jalan cerita dari cerpen tersebut.
c. Komplikasi
Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada komplikasi, biasanya mendapatkan karakter ataupun watak dari berbagai tokoh cerita pendek tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan.
d. Evaluasi
Evaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks serta sudah mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik yang terjadi tersebut.
e. Resolusi
Pada bagian resolusi, pengarang mulai mengungkapkan solusi yang dialami tokoh.
f. Koda
Pada bagian koda, terdapat nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari cerita pendek tersebut oleh pembacanya.
Unsur Intrinsik Cerpen 1. Tema
Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.
2. Alur / Plot
Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan >
peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian.
3. Setting
Setting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.
4. Tokoh
Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh protagonis atau tokoh baik dan antagonis atau tokoh jahat serta ada juga tokoh figuran yaitu tokoh pendukung.
5. Penokohan
Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal.
Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:
Metode analitik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya.
Metode dramatik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).
6. Sudut Pandang
Adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:
1. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama
Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama.
Contoh:
Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena
setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
2. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan
Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan.
Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh- tokoh yang lainnya. Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.
Contoh:
Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan.
Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang
mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama.
Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.
3. Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya.
Contoh:
Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang
tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk
berkunjung, dia tidak menyukainya.
4. Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat
Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja.
Contoh:
Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.
7. Amanat
Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.
Unsur Ekstrinsik Cerpen
Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen.
1. Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.
2. Latar Belakang Pengarang
Latar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.
1. Biografi
Biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.
2. Kondisi Psikologis
Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.
3. Aliran Sastra
Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.
Itulah pengertian cerpen, ciri-ciri cerpen, struktur cerpen, unsur intrinsik cerpen, dan unsur ekstrinsik cerpen.
C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
b. Carilah contoh cerpen dari internet atau buku!
c. Analisislah struktur dan unsur kebahasaannya!
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Nama Sekolah SMA Negeri 1 Sumberjaya Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Wajib) Kelas/Semester XI / Genap
Kompetensi Dasar 3.5 Menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah
4.5 Mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan.
Materi Pokok Karya Ilmiah (Sistematika dan Kebahasaan)
Alokasi Waktu 4 JP
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning, peserta didik dapat menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah serta terampil mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan dengan kreatif, jujur, bertanggung jawab dan dapat bekerja sama selama proses pembelajaran.
B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyapa peserta didik dengan ucapan salam
2. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa bersama sebelum mengawali kegiatan pembelajaran
3. Peserta didik merespons pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya
4. Peserta didik menyimak informasi dari guru tentang kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
5. Peserta didik merespons secara aktif informasi tentang hal-hal yang akan dipelajari termasuk metode dan media, langkah pembelajaran, dan penilaian pembelajaran Kegiatan Inti
1. Peserta didik mempelajari materi dari modul yang sudah diberikan oleh guru.
2. Guru membagi kelompok untuk berdiskusi.
3. Peserta didik bersama kelompoknya mendiskusikan tentang isi, sistematika, dan kebahasaan
4. Peserta didik bersama kelompoknya mendiskusikan tentang topik karya ilmiah 5. Peserta didik bersama kelompoknya menyusun sebuah karya ilmiah
6. Peserta didik bersama kelompoknya mempresentasikan hasil karya ilmiahnya, kelompok lain mengamati dan menanggapi.
7. Guru bersama peserta didik mengevaluasi dan menyimpulkan sistematika dan kebahasaan karya ilmiah
Kegiatan Penutup
1. Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari .
2. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan pembelajaran dengan memberikan pertanyaan seperti berikut :
a. Bagaimana kesan pembelajaran hari ini?
b. Apa manfaat pembelajaran hari ini?
3. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang aktif dan memberi motivasi untuk yang lainnya.
4. Guru memberikan penguatan kepada peserta didik untuk tetap semangat dan mengikuti pembelajaran.
5. Guru mengajak peserta didik berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran.
6. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam 8. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
1. Pengetahuan :
Mampu menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah dibuktikan dengan lembar kerja peserta didik
2. Keterampilan
Presentasi karya ilmiah kelompok 3. Sikap
Sikap semangat, percaya diri, dan kreatif dalam menyelesaikan tugas dan bermain drama.
4. Remedial
Dilakukan sebanyak dua kali dan apabila setelah dua kali tes remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis.
5. Pengayaan
Peserta didik yang mencapai nilai >KKM diberikan pengetahuan
tambahan dalam cakupan KD atau menjadi tutor bagi peserta didik yang belum mencapai KKM.
Mengetahui; Sumberjaya, 18 Juli 2022
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.Pd. OKY CAHYANI, S.Pd.
NIP. 19711011 199703 1 001 NIP. 19841004 202221 2 029
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Nama Sekolah SMA Negeri 1 Sumberjaya Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (Wajib) Kelas/Semester XI / Genap
Kompetensi Dasar 3.17 Menganalisis kebahasaan resensi setidaknya dua karya yang berbeda
4.17 Mengkonstruksi sebuah resensi dari buku kumpulan cerita pendek atau novel yang sudah dibaca
Materi Pokok Teks Resensi Alokasi Waktu 4 JP
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, peserta didik dapat menganalisis kebahasaan resensi setidaknya dua karya yang berbeda serta terampil mengkonstruksi sebuah resensi dari buku kumpulan cerita pendek atau novel yang sudah dibaca dengan semangat dan dapat bekerja sama serta kreatif selama proses pembelajaran.
B. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan
1. Guru menyapa peserta didik dengan ucapan salam
2. Guru mengajak peserta didik untuk berdoa bersama sebelum mengawali kegiatan pembelajaran
3. Peserta didik merespons pertanyaan dari guru berhubungan dengan pembelajaran sebelumnya
4. Peserta didik menyimak informasi dari guru tentang kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari
5. Peserta didik merespons secara aktif informasi tentang hal-hal yang akan dipelajari termasuk metode dan media, langkah pembelajaran, dan penilaian pembelajaran
Kegiatan Inti
6. Guru meminta kepada peserta didik untuk mempelajari materi dari PPT yang dibuat oleh guru https://bit.ly/materidramaxi
7. Peserta didik mencermati kutipan teks naskah drama pada buku paket bahasa Indonesia kelas XI, hlm. 222 s.d 224.
8. Peserta didik mengerjakan tugas pada halaman 224 s.d. 225 (lembar kerja 1) 9. Peserta didik membandingkan unsur kebahasaan kedua teks resensi
yang ada pada halaman 226 s.d. 229 (lembar kerja 2) 10. Guru membagi kelompok diskusi.
11. Peserta didik bersama kelompoknya mendiskusikan tentang hal-hal yang menarik dalam buku kumpulan cerita dan langkah kerjanya dapat dilihat pada halaman230
s.d.232 (lembar kerja 3)
12. Peserta didik bersama kelompoknya mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya dan kelompok lain mengamati dan menanggapinya.
13. Guru bersama peserta didik mengevaluasi dan menyimpulkan
kebahasaan teks resensi dari dua teks yang berbeda serta menemukan ciri sebuah teks resensi.
Kegiatan Penutup
14. Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari . 15. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi tentang kegiatan
pembelajaran dengan memberikan pertanyaan seperti berikut : a. Bagaimana kesan pembelajaran hari ini?
b. Apa manfaat pembelajaran hari ini?
16. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang aktif dan memberi motivasi untuk yang lainnya.
17. Guru memberikan penguatan kepada peserta didik untuk tetap semangat dan mengikuti pembelajaran.
18. Guru mengajak peserta didik berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran.
19. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
1. Pengetahuan :
Tes tulis dan penugasan dibuktikan dengan lembar kerja peserta didik 2. Keterampilan
Mampu mengkonstruksi sebuah resensi dari buku kumpulan cerita pendek atau novel yang sudah dibaca dibuktikan hasil diskusi berupa presentasi dan
laporan.
3. Sikap
Sikap semangat, dapat bekerja sama, dan kreatif dalam pembelajaran dan menyelesaikan tugas.
4. Remedial
Dilakukan sebanyak dua kali dan apabila setelah dua kali tes remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis.
5. Pengayaan
Peserta didik yang mencapai nilai >KKM diberikan pengetahuan
tambahan dalam cakupan KD atau menjadi tutor bagi peserta didik yang belum mencapai KKM.
Mengetahui; Sumberjaya, 18 Juli 2022
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
YAYAT HIDAYAT, S.Pd., M.Pd. OKY CAHYANI, S.Pd.
NIP. 19711011 199703 1 001 NIP. 19841004 202221 2 029