Implementasi Produk Peta dan SIG dalam Kebijakan
Chrisna T. Permana, Ph.D
Pokok Bahasan
• Keterbukaan informasi spasial dalam penataan ruang di Indonesia
• Pembentukan Kelembagaan Pengelola Data dan Informasi Peta (BIG, ATR BPN, etc)
• Menuju era Smart City
Keterbukaan Informasi Spasial
• Tidak hanya sekedar mempublikasikan informasi secara bebas – tetapi juga menyiapkan mekanisme bagi seluruh actor untuk berpartisipasi dalam pengumpulan dan pembuatan data serta melakukan review bersama-sama
• Interpretasi keterbukaan: aksesibilitas, akuntabilitas, dan reliabilitas
• Produksi, pengelolaan, distribusi, dan publikasi oleh pemerintah, entitas swasta, dan masyarakat dalam kapasitasnya masing- masing terkait informasi spasial di daerah tertentu
http://www.alex-singleton.com/r/2014/09/09/Transport-Map-Book/
Link to the Transport Map Book project run by Alex Singleton, including opportunities to map :
Travel to work flows Accessibility to services
Emissions associated with the school commute Car availability and travel to work mode choice Distance and mode of travel to work
Bagaimana dengan di Indonesia?
Kronologi Keterbukaan Data dan Informasi di
Indonesia
Keterbukaan Informasi Spasial di Indonesia
• Integrasi program spasial pada level national, provincial, municipality (kota) and regency (kabupaten) levels, mendorong dilahirkannya kebijakan ‘One Map Policy’
(OMP)
• Tidak hanya soal teknis, ‘One Map Policy’ juga dipersiapkan untuk mengelola dan mendistribusikan data non-teknis seperti SDM, strategic management, kapasitas daerah, dan kolaborasi lintas sektor
• SPATIAL framework: Social interactionism, Political will, Accounting, Technological artefacts, Institution, Assurance and reward, as well as Leadership and legitimacy (Yudhono, 2019)
• Pembuatan platform yang dapat diakses bebas, pengembangan pengendalian data input dan data output yang melibatkan seluruh unsur pembangunan, dan penerapan advance technology
Yudhono, 2019
Di Mana Saja Data dan Informasi Spasial Digunakan dalam Kebijakan Pemerintah?
Rencana Program Pembangunan
Rencana Spasial Pembangunan
Pada Tahap Apa Saja?
• Penyiapan data dan informasi dasar sebagai basis penggambaran kondisi eksisting suatu wilayah
• Atribut data dan informasi tematik sebagai instrument untuk melakukan analisis spasial dalam mendukung pengambilan kebijakan
• Output data dan informasi sebagai pengambaran atas hasil rencana yang disusun dan perlu untuk didiseminasikan
• Panduan bagi stakeholder dalam pelaksanaan pembangunan (termasuk untuk investasi, sinkronisasi aksi, dan keseharian)
Kelembagaan Pengelolaan Data Spasial di
Indonesia?
Kelembagaan Pengelolaan One Map Policy
Direktorat Jenderal Tata Ruang
Direktorat Perencanaan Tata
Ruang
Direktorat Pembinaan Perencanaan dan
Pemanfaatan Ruang Daerah
Direktorat Penataan Kawasan
Direktorat Pemanfaatan
Ruang
PRODUCING IMPLEMENTING
Kementerian ATR/BPN
Tinjauan Khusus: Kementerian ATR Sebagai Leading Sector dalam Pengelolaan One Map Policy
Tingkat ketelitian peta dan skala yang digunakan menentukan informasi yang terkandung didalamnya termasuk fungsi dari setiap RTR yang dihasilkan.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013, hirarki RTR dapat dikelompokan sesuai dengan skala dan tingkat ketelitian peta yang digunakan.
rencana rinci tata ruang rencana umum tata ruang
RTRW Nasional (PP) Skala Peta 1 : 1.000.000
RTRW Provinsi (Perda) Skala Peta 1 : 250.000
RTRW Kabupaten (Perda) Skala Peta 1 : 50.000 RTRW Kota (Perda) Skala Peta 1 : 25.000
RTR Pulau/Kepulauan Skala Peta 1 : 500.000
RTR Kawasan Strategis Provinsi (Perda) Skala Peta 1 : 100.000/ 1 : 50.000
RDTR Kabupaten/Kota (Perda) Skala Peta 1 : 5.000
RTR Kawasan Strategis Nasional (Perpres) Disesuaikan dengan bentang objek dan kebutuhan
Hirarki Rencana Tata Ruang
Ekonomi
Optimalisasi Daya Dukung Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi
• PP RTRWN
• Perpres RTR KSN
• Perda RTRW P/K
• Perda RDTR
Kesepakatan Stakeholders
IGT
Rencana Tata Ruang
• Peta Rencana Pola Ruang
• Peta Rencana Struktur Ruang
• Batang Tubuh RTR (Kaidah, Norma, KUPZ/APZ/PZ)
• Indikasi Program
• ITBX
• Daftar KSN/KSP/KSK
Tata Ruang
1. Permendagri No. 13 Tahun 2016 tentang Evaluasi Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Daerah
2. Permen ATR/BPN No. 6 Tahun 2017 tentang Tata Cara Peninjauan Kembali RTRW
3. Permen ATR/BPN No. 8 Tahun 2017 tentang Pedoman Pemberian Persub dalam rangka Penetapan Perda tentang RTR Prov/Kab/Kota
4. Permen ATR/BPN No. 1 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan RTRW Prov, Kab, dan Kota
5. Permen ATR/BPN No. 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan RDTR dan PZ
6. Peraturan Menteri Sektor lainnya
UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang
PP 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
PP 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang
Transparansi perlu dilakukan dalam
Proses Perencanaan dan Produk Rencana 1. GIS TARU (Produk)
• Aplikasi RTR Online
• Aplikasi RDTR Interaktif
• RTR Builder
2. API Services OSS <-> GIS Taru (RDTR - RTRW)
IGT (Tematik):
1. IGT Kawasan Hutan 2. IGT Lahan Baku Sawah 3. IGT Penguasaan dan
Pemanfaatan Tanah 4. IGT Jenis Tanah 5. IGT Morfologi 6. IGT Topografi 7. IGT Muka Air Tanah 8. IGT Wilayah
Pertambangan 9. IGT Infrastruktur 10. ...dst
Kerangka Kerja Ditjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN
Rencana Pengembangan RTRW Digital
Alur Pengelolaan Data RTRW Digital
Rencana Aksi
Konsep RTRW Digital
Apakah kita sudah memasuki era smart city?
Smart City
• Perspektif pengelolaan kota
berdasarkan pada pemanfaatan
ICT (information & communication technology)
• Mendorong kota untuk
menerapkan teknologi untuk
pelayanan publik, aktivitas sosial masyarakat, dan kegiatan ekonomi
• Isu keberlanjutan dalam penerapan teknologi
• Efisiensi energi, sumberdaya alam, dan keseimbangan lingkugan
Contoh: Seoul, SK
• Penerapan ICT di dalam
pemerintahan dan pelayanan publik termasuk kesehatan
• Memadukan ruang terbuka dengan ICT
• Efisiensi sumberdaya alam (LED project, smart metering, solar electricity, electric vechicle, etc)
• Mitigasi melalui upaya
mempertahankan keberlanjutan lingkungan