• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA ( RENJA ) Tahun 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA KERJA ( RENJA ) Tahun 2019"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA ( RENJA ) Tahun 2019

DINAS KOPERASI UKM TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

KABUPATEN TAKALAR

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan transmigrasi Kabupaten Takalar dapat menyelesaikan penyusunan Renja SKPD (satuan kerja perangkat daerah) tahun 2019.

Renja Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2019 memuat visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedoman pada rencana strategis (RENSTRA) tahun 2017 – 2022 dan bersifat indikatif. Selanjutnya Renja SKPD menjadi landasan atau pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2019.

Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi hingga tersusunnya Renja ini. Perlu disadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam penyusunan Renja ini, oleh karena itu masukan serta saran sangat kami harapkan.

Akhirnya semoga Rencana Kerja ini dapat dilaksanakan dengan baik dan menjadi acuan bagi Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan transmigrasi Kabupaten Takalar agar kegiatan dapat berjalan lancar, tertib dan mencapai sasaran yang ditetapkan.

Takalar, Mei 2018 Kepala Dinas

Drs. Achamad Rivai Nip. 19681012 198908 1 001

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...

i DAFTAR ISI ...

ii BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ...

1

1.2 Landasan Hukum ...

2

1.3 Maksud dan Tujuan ...

3

1.4 Sistematika Penulisan ...

4 .

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD ...

6

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD ...

9

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas ...

12

2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD ...

15

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan

Masyarakat Sumber Daya SKPD ...

17

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional ... 18 3.2 Tujuan dan sasaran Renja SKPD ...

22

BAB IV PENUTUP ...

23

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rencana Kerja Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar Tahun 2019 merupakan tahun kedua dari pelaksanaan Rencana Strategis Tahun 2017-2022 yang dijabarkan dalam Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Tahun 2019 dan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, setiap Pemerintah Daerah memiliki kewajiban untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berfungsi sebagai Dokumen perencanaan daerah untuk jangka waktu 1 (Satu) tahun yang juga berisi rencana pembangunan tahunan daerah, mengatur tentang peranan dan tanggung jawab kepala SKPD untuk menyiapkan Rencana Kerja SKPD, keterkaitan visi dan misi Kepala Daerah Terpilih dengan RPJMD, Rensta SKPD dan RKPD, pokok-pokok isi dokumen Rencana Kerja SKPD, waktu pelaksanaan Musrenbang daerah dan penyampaian RKPD. RKPD dijadikan pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja SKPD Undang-undang ini menekankan keterkaitan erat antara penyusunan RKPD dengan Renja SKPD.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar selaku penanggung jawab teknis Penyelenggaraan Pembangunan Daerah berkewajiban menyusun Rencana Kerja (Renja) tahun 2019 sebagai acuan dalam pelaksanaan penyusunan program dan kegiatan pada tahun berkenan Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang selanjutnya disebut RKPD, merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

RENJA mempunyai fungsi penting dalam sistem perencanaan daerah, karena RENJA menerjemahkan perencanaan strategis jangka menengah (RPJMD dan Renstra SKPD) ke dalam rencana, program, dan penganggaran tahunan, RENJA menjembatani sinkronisasi, harmonisasi Rencana Strategis ke

dalam langkah – langkah tahunan yang lebih konkrit dan terukur. Dengan demikian RENJA merupakan pedoman bagi penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( RAPBD ), Dimana kebijakan umum APBD ditetapkan secara bersama – sama antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) dengan Pemerintah. Dengan cakupan dan cara penetapan tersebut, RENJA mempunyai fungsi pokok dan menjadi acuan bagi seluruh pelaku pembangunan karena memuat seluruh kebijakan.

1. Menjadi pedoman dalam penyusunan APBD karena memuat arah kebijakan Pembangunan Daerah satu tahun;

2. Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan komitmen Pemerintah.

Proses penyusunan RENJA didasarkan pada penjaringan aspirasi yang diformulasikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahunan dan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan Daerah pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut penyusunan Dokumen RKPD dan RENJA SKPD juga diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, hal ini sejalan dengan Pasal 2 (dua) Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa Daerah Kabupaten dan

(5)

Kota merupakan bagian dari Provinsi serta mempunyai hubungan wewenang, keuangan, Pelayanan umum, pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya lainnya. Musrenbang berfungsi sebagai forum untuk menghasilkan kesepakatan antar pelaku pembangunan tentang rancangan RKPD dan RENJA SKPD, yang meniti Beratkan pada pembahasan untuk sinkronisasi sasaran, arah kebijakan, program dan kegiatan SKPD serta masyarakat dalam pencapaian tujuan pembangunan Kabupaten Takalar.

Sebagai Dokumen resmi Pemerintah Daerah, Rencana Kerja SKPD yang dilanjutkan dengan RENJA SKPD mempunyai kedudukan yang strategis, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan. Oleh karena itu RKPD dan RENJA SKPD berfungsi menjabarkan rencana strategis kedalam rencana regional dengan memuat arah kebijakan pembangunan, prioritas pembangunan, rancangan kerangka ekonomi daerah dan program kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ).

Sebagai rencana operasional, RKPD merupakan pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Plafon Anggaran Sementara dan APBD.

Dalam perencanaan pembangunan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasitujuan yang ingin dicapai harus benar-benar di rencanakan dengan matang, pengkajian yang akurat dan tolok ukur indikator kinerja yang tepat sehinggga menghasilkan output program dan kegiatan yang terukur dan berkualitas, dengan mengacu pada Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 (Lampiran VI) tentang Tahapan Dan Tata Cara Penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah ( Renja SKPD) kemudian menyusun Rencana Kerja (Renja) di bidang Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasidengan maksud menyediakan dokumen Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang akan digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Program dan Kegiatan tahun anggaran 2019.

1.2. Landasan Hukum

Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan Rencana Kerja Dinas Administrasi Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2004 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010;

(6)

9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

13. Peraturan Daerah Kabupaten Takalar Nomor 8 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor 09).

14. Peraturan Daerah Kabupaten Takalar Nomor 09 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, lembaga Teknis Daerah dan Lembaga Lain (Lembaran Daerah Tahun 2013 Nomor 09).

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan Rencana Kerja Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar adalah sebagai dokumen perencanaan dan penganggaran untuk periode satu tahun anggaran dan mempunyai fungsi :

1) Sebagai acuan bagi Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar dalam pencapaian program capaian pelayanan kepada masyarakat.

2) Sebagai pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar yang memuat arah kebijakan pelayanan yang merupakan urusan wajib pemerintah daerah.

3) Menciptakan kepastian kebijakan karena merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar untuk peningkatan kinerja pelayanan Pelayanan Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar pada umumnya.

Sedangkan tujuan penyusunan Rencana Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipilKabupaten Takalar Tahun 2019 adalah :

1) Menjabarkan rencana strategis terwjudnya data base kependudukan yang akurat dan meningkatkan cakupan kepemilikan KTP dan akte Kelahiran Tahun Anggaran 2019.

2) Menjadi pedoman bagi Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar dalam melaksanakan seluruh kegiatan pada Tahun Anggaran 2019.

3) Menjadi acuan bagi Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2019

(7)

4) Menciptakan kepastian dan sinergisitas perencanaan program kegiatan pelayanan antar sektor maupun program tingkat pemerintah dalam keterpaduan sumber pendanaan.

5) Mewujudkan efisiensi dan efektifitas dalam perencanaan alokasi sumber daya serta produktifitas dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan

1.4. Sistematika Penulisan

Berdasarkan Permendagri no 54 Tahun 2010 tentang cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Sistematika Penulisan Rencana Kerja Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar Tahun 2019 disusun sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN

Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan rancangan Renja SKPD agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik.

1.1. Latar Belakang

Mengemukakan pengertian ringkas tentang Renja SKPD, proses penyusunan Renja SKPD, keterkaitan antara Renja SKPD dengan dokumen RKPD, Renstra SKPD, dengan Renja provinsi/Kabupaten/kota, serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD.

1.2. Landasan Hukum

Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang SOTK, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD.

1.3. Maksud dan Tujuan

Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja SKPD.

1.4. Sistematika Penulisan

Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen.

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu (tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja SKPD sudah disahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra SKPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya.

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

(8)

Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan SKPD berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007.

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD Berisikan uraian mengenai:

1. Sejauh mana tingkat kinerja pelayanan SKPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan SKPD;

2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD;

3. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/internasional, seperti SPM dan MDGs (Millenium Developmnet Goals);

4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD

5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD Berisikan uraian mengenai:

1. Proses yang dilakukan yaitu membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan;

2. Penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan;

3. Penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting terhadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD, misalnya: terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat di rancangan awal RKPD, atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda;

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan provinsi, maupun dari SKPD kabupaten/kota yang langsung ditujukan kepada SKPD Provinsi maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi SKPD provinsi dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang kabupaten/kota

BAB III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional dan Telaahan terhadap kebijakan nasional dan sebagaimana dimaksud, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.

3.2 Tujuan dan sasaran Renja SKPD

Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra SKPD.

(9)

3.3 Program dan Kegiatan BAB IV. PENUTUP

Berisikan uraian penutup, berupa

a. Catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan.

b. Kaidah-kaidah pelaksanaan.

c. Rencana tindak lanjut.

BAB. II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD Untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan tahun lalu pada Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar, maka perlu adanya gambaran mengenai kinerja pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan sampai dengan tahun berjalan.

Penyusunan Renja Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar Tahun 2019 juga memperhatikan hal – hal sebagai berikut:

a. Hasil evaluasi capaian kinerja tahun 2017 sebagai entry point dalam penyusunan perencanaan tahun 2019;

b. Memperhatikan keberlanjutan (sustainable development) untuk menjaga stabilitas dan konsistensi pembangunan. Masalah – masalah yang dihadapi dan sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya;

Berikut tabel mengenai pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Indikator Kinerja program dan Kegiatan ditahun 2017 adalah :

SASARAN INDIKATOR

KINERJA SATUAN TARGET

2017 REALISASI

2017 CAPAIAN ( % )

(10)

Meningkatnya Pelayanan Administrasi

Perkantoran/Peningkatan sarana dan prasarana

Persepsi pegawai terhadap pelayanan

administrasi umum dan kepegawaian

% 100 100 100.0

Terwujudnya sistem akuntabilitas kinerja dan keuangan

% ketepatan waktu dalam menyusun

perencanaan program/kegiatan dan

laporannya

% 100 100 100.0

Terciptanya iklim usaha kecil dan menengah yang kondusif dan terbangunnya kemitraan UKM dengan Lembaga Permodalan

Penyerapan anggaran dan laporan

tepat waktu % 100 98 98.0

Meningkatnya Kualitas Kelembagaan Koperasi

Persentase UMKM Tangguh, Unggul dan

Mandiri % 45 36.2 80.4

Terlaksananya

sosialisasi peningkatan ketermpilan

pemeliharaan saranadan prasarana (Sapras)

Pertumbuhan UMKM % 11.68 2.36 20.2

Terlaksananya

pembinaan dan pengembangan kawasan transmigrasi

Koperasi Aktif % 56 70 125.0

Terlaksananya pembinaan

pengembangan wilayah transmigrasi

Persentase Koperasi

yang melakukan RAT % 50 28 56.0

Meningkatkannya

kualitas dan produktivitas tenaga kerja yang mandiri

Persentase koperasi yang dapat menyusun

laporan keuangan % 50 28 56.0

Persentase akte pendirian badan hukum koperasi yang

dikeluarkan sesuai dengan standar waktu

dan standar biaya

% 100 75 75.0

Persentase peningkatan modal

koperasi % 100 85 85.0

Persentase peningkatan SHU

koperasi % 40 38.86 97.2

Jumlah Anggota

Koperasi Orang 59617 56341 94.5

Pertumbuhan

Koperasi Koperasi 360 358 99.4

Volume Usaha

Koperasi Rupiah 191.470.455.122 162,401,063,695 84.8

Persentase lahan yang telah disiapkan untuk

areal transmigrasi % 100 97.647 97.6

Persentase transmigran

yang ditempatkan di UPT % 100 37.33 37.3

Persentase peningkatan ekonomi masyarakat

transmigran % 100 37.45 37.5

(11)

Persentase perusahaan yang telah mematuhi

peraturan ketenagakerjaan

Perusahaan 118 124 105.1

Besaran pemeriksaan

perusahaan Perusahaan 64 10 15.6

Besaran pengujian

peralatan di perusahaan Kali 3 3 100.0

Besaran tenaga kerja yang mendapatkan

pelatihan berbasis kompetensi

orang 300 256 85.3

Besaran tenaga kerja yang mendapatkan

pelatihan berbasis masyarakat

orang 150 420 280.0

Besaran tenaga kerja yang mendapatkan

pelatihan kewirausahaan orang 1150 140 12.2

Besaran pencari kerja yang terdaftar yang

ditempatkan orang 600 1526 254.3

Besaran pekerja/buruh yang

menjadi peserta program Jamsostek

orang 2300 2217 96.4

Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa hampir semua program kerja Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar Tahun 2017 dapat terealisasi dengan baik (95,35%.).

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Acuan dalam menganalisis Kinerja Pelayanan SKPD berdasarkan indikator kinerja dapat menggunakan SPM yang dituangkan dalam RPJMD untuk mengukur jenis dan mutu pelayanan dasar dan IKU sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor :69 Tahun 2012 perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2008.

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar berdasarkan Standar Pelayanan Minimalyang menjadi dasar acuan untuk menganalisis dan mengukur kinerja penyelenggaraan program dan kegiatan pada urusan Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi digunakan Indikator Kinerja Kunci meliputi Aspek Penilaian pada tataran pengambil kebijakan, Aspek Pelaksana Kebijakan dan Aspek Tingkat Capaian Kinerja serta menetapkan sejumlah indikator kinerja berdasarkan analisis kebutuhan pelayanan sesuai tugas pokok dan fungsi serta kewenangan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar berdasarkan.Peraturan Bupati Takalar Nomor 46 Tahun 2016 tentang Kedudukan,Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata KerjaDinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiPemerintah Kabupaten Takalar.

Adapun uraian tugas dari masing-masing jabatan yang ada dilingkungan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar seperti yang termuat dalam peraturan daerah nomor 47 tahun 2016 tentang kedudukan, Susunan Organisasi , Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Koperasi UKM, Tenaga Kerja dan Transmigasi. adalah sebagai berikut:

1. Kepala Dinas

(12)

Kepala Dinas yang mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan di bidang koperasi, usaha kecil, menengah, tenaga kerja dan transmigrasi.

2. Sekretaris

Sekretaris mempunyai tugasmembantuKepala Dinas dalam melaksanakan koordinasi kegiatan, memberikan pelayanan teknis dan administrasi penyusunan perencanaan program, kegiatan, anggaran, pelaporan, umum, kepegawaian, hukum, dan keuangan dalam lingkungan Dinas.

3. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Subbagian umum dan kepegawaian, dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan urusan ketatausahaan, administrasi pengadaan, pemeliharaan dan

penghapusan barang, urusan rumah tangga serta mengelola administrasi kepegawaian.

4. Kepala Sub Bagian Keuangan

Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas membantu Sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan pengelolaan administrasi dan pelaporan keuangan.

5. Kepala Sub Bagian Program

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok membantu Sekretaris dalam mengumpulkan bahan dan melakukan penyusunan perencanaan program kegiatan, anggaran, penyajian data dan informasi, serta penyusunan laporan. Kepala Sub Bagian Keuangan.

6. Kepala Bidang Perkoperasian

Kepala Bidang Perkoperasian mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan kebijakan koordinasi, monitoring, dan evaluasi di bidang kelembagaan, pembiayaan, restrukturisasi usaha, pengembangan SDM, peningkatan kualitas produksi, promosi pasar, pengawasan, pengembangan , penguatan usaha, perlindungan usaha dan pengembangan investasi koperasi.

7. Kepala Seksi kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Koperasi Kepala Seksi mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan kebijakan perkoperasian, pengesahan akte pendirian, perubahan anggaran dasar koperasi, pembubaran koperasi, penggabungan dan amalgamasi, penerapan peraturan perundang-undangan, monitoring tata laksana pengelolaan koperasi, peningkatan partisipasi anggota, pemantauan, analisa, evaluasi dan pelaporan , kebijakan strategi pengembangan usaha dan menyelenggarakan perumusan kebijakan koordinasi dan sinkronisasi melaksanaan kebijakan pengembangan kualitas sumber daya manusia, standarisasi sumber daya manusia, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengkajian, pengembangan kewirausahaan dan pengembangan peran serta masyarakat

8. Kepala Seksi Pembiayaan, Pengawasan dan Restrukturisasi Usaha Koperasi

Kepala Seksi mempunyai tugas merumuskan kebijakan dan sinkronisasi pembiayaan melalui modal sendiri dan pembiayaan dari lembaga lainnya, menyelenggarakan perumusan

kebijakan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan peningkatan kepatuhan perundang-

undangan, pemeriksaan kelembagaan, pemeriksaan usaha simpan pinjam, penindakan dan penilaian kesehatan usaha simpan pinjam dan usaha sector riil, dan melakukan koordinasi

(13)

dan sinkronisasi kebijakan peningkatan Kualitas produksi di sektor pertanian, perikanan dan peternakan, industri aneka jasa, peningkatan standarisasi produk, dan penguatan jaringan usaha serta melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pengembangan sumber daya manusia, standarisasi sumber daya manusia, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengkajian, pengembangan kewirausahaan dan pengembangan peran serta masyarakat di sektor usaha koperasi, usaha , kecil dan menengah

9. Bidang Usaha Kecil dan Menengah

Kepala Bidang yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan serta pemantauan, analisa evaluasi dan pelaporan di bidang usaha kecil dan menengah

10. Kepala Seksi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah

Kepala Seksi mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pemantauan, analisa evaluasi dan pelaporan pengembangan UMKM.

11. Kepala Seksi Fasilitasi Pembiayaan Produksi dan Pemasaraan

Kepala Seksi mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pemantauan, analisa, evaluasi dan pelaporan fasilitasi pembiayaan produksi dan pemasaran.;

12. Kepala Bidang Tenaga Kerja

Kepala Bidang mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pembinaan dan pengawasan tenaga kerja, penempatan dan produktivitas tenaga kerja serta hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja.

13. Kepala Seksi Perencanaan, Pembinaan, Pengawasan Produktivitas Tenaga Kerja

Kepala Seksi mempunyai tugas melakukan kegiatan pengumpulan dan analisa data, memonitoring kegiatan dalam rangka perencanaan, pembinaan, pengawasan

produktivitas tenaga kerja .

14. Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja

Kepala Seksi mempunyai tugas melakukan kegiatan pengumpulan dan analisa data,

memonitoring kegiatan dalam rangka hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja.

15. Kepala Bidang Transmigrasi

Kepala Bidang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kawasan transmigrasi

danpembangunan pemukiman transmigrasi serta pengembangan masyarakat transmigrasi.

16. Kepala Seksi Penyiapan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi

Kepala Seksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyiapan dan pembangunan pemukiman transmigrasi 17. Kepala Seksi Pengembangan Masyarakat Transmigrasi

Kepala Seksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, serta evaluasi dan pelaporan di bidang Pengembangan Masyarakat Transmigrasi.

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas 2.3.1. Tingkat kinerja pelayanan SKPD

Makna pokok yang terkandung dalam Visi Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar tersebut antara lain:

a. Pelayanan Publik , defenisi tentang pelayanan public sangat banyak ada yang mengatakan bahwa pelayanan public merupakan suatu kegiatan yang

(14)

dan digunakan dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan nasabah/pelanggan dalam jangka panjang selain itu ada juga yang mendefinisikan sebagai suatu proses pemenuhan suatu kebutuhan melalui aktifitas lain secara langsung undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 b. tentang pelayanan piblik memberikan pengertian bahwa pelayanan public

adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang , jasa dan atau pelayanan Administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Berdasarkan definisi tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa pelayanan memuat 3 ( tiga ) hal yaitu :

1. Pelayanan menjadi suatu kewajiban bagi organisasi birokrasi 2. Obyek yang dilayani adalah seluruh masyarakat Penduduk

3. Barang/jasa sebagai ouput layanan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

c. Kualitas Pelayanan , adalah keseluruhan cirri-ciri/karakteristik dari suatu produk barang/jasa dalam hal kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan yang telah ditentukan yang bersifal laten sehinggga dapat kita menarik kesimpulan bahwa kualitas pelayanan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan yang melebihi dari harapan pelanggan.

d. Tertib Administrasi Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasiadalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan Data Kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.Penataan yang dimaksud antara lain pengolahan data Kependudukan dan pengembangan system informasi untuk mendukung kegiatan tersebut,sedangkan penertiban lebih mengarah ke proses legalitas dokumen kependudukan dan dokumen catatan sipil.

2.3.2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam p enyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD;

Sejauh ini permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi Dinas Administrasi Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar yaitu :

1. Kurangnya sarana dan prasarana

2. Profesionalisme aparat pelaksana yang masih perlu ditingkatkan

4. Masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang peraturan perudang- undangan di bidang koperasi UKM, tenaga kerja dan transmigrasi

5. Keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan program kegiatan

2.3.3 . Dampak terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/internasional, seperti SPM dan MDGs (Millenium Developmnet Goals);

Dari pernyataan Visi Kabupaten Takalar yaitu : Visi : “TERWUJUDNYA

(15)

KABUPATEN TAKALAR YANG LEBIH UNGGUL, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT”. Terwujudnya masyarakat sejahtera secara dinamis melalui harmonisasi kehidupan, Akselarasi produktivitas kawasan, dan revitalisasi peran poros utama pemenuhan pangan Nasional”

Takalar yang Handal dalam penyelenggaraan Pemerintahan mengandung makna bahwa kabupaten Takalar dengan segenap potensi dan sumber daya yang handal dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik berdasarkan prinsip- prinsip good governance dan handal dalam fungsi dan perannya sebagai koordinator, fasilitator dan stimulator bagi lahirnya inisiatif-inisiatif penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Dari kedua makna tersebut diatas yang terkait dengan pembangunan sektor pelayanan Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasimaka pelayanan berupaya untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan dengan sumber daya yang dimiliki guna mendukung visi tersebut khususnya dalam pencapaian IPM dan MDGs (Millenium Developmnet Goals);

2.3.4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD a.Tantangan

1.Meningkatkan kualitas pelayanan administrasi koperasi UKM, ketenaga kerjaan dan ketransmigrasian. Memberikan pelayan prima kepada masyarakat / kelompok 2.Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia aparatur yang handal dan

professional.

3. Menyediakan informasi ketenaga kerjaan demi pembangunan dan kepentingan public.

b. Peluang dalam meningkatkan Pelayanan SKPD

1. Kondisi geografi dan persebaran kelompok koperasi UKM dan penduduk yang tidak merata

2. Komitmen pemerintah yang semakin tinggi terhadap Pelayanan kependudukan baik pada tingkat Pusat, propinsi maupun Kabupaten.

3. Data base kependudukan telah dimanfaatkan oleh instansi/lembaga lain 4. Potensi pertumbuhan ukm dan tenaga kerja yang tinggi

2.3.5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindak lanjuti dalam perumusan program dan kegiatan Prioritas tahun yang direncanakan.

Strategi pencapaian tujuan menjelaskan pemikiran-pemikiran secara konseptual analitis, dan komprehensif tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk memperlancar pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dan untuk mencapai hasil yang konsisten dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah ditetapkan. Cara mencapai tujuan dan sasaran dituangkan dalam kebijakan dan program. Kebijakan pada dasarnya adalah ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh pihak terkait dan ditetapkan untuk menjadi pedoman, pegangan dan petunjuk bagi setiap usaha dan kegiatan aparatur pemerintah maupun

(16)

sasaran, tujuan, misi dan visi Pemerintah Daerah. Program adalah kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mencapai sasaran tertentu.

2). Kebijakan

Dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan maka perlu ditetapkan kebijakan pembangunan. Kebijakan ditetapkan untuk memberikan petunjuk, prinsip dasar, rambu-rambu dan sinyal penting dalam menyusun program dan kegiatan. Kebijakan yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

a. Mendorong meningkatnya pelayanan kepada masyarakat melalui koordinasi dengan instansi-instansi lain dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.

b. Menciptakan sistem kerja yang efektif, efisien dan akuntabel

2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar dalam membuat rencana kerja didasarkan pada RKPD Kabupaten Takalar. Dalam proses tersebut ada catatan penting terhadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD, misalnya: terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat di rancangan awal RKPD, atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda ini diakibatkan adanya beberapa penambahan kegiatan . Dan tidak semua program yang telah direncanakan dalam RKPD dapat terealisasi. Keterbatasan anggaran mengakibatkan Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Takalar tidak leluasa dalam melaksanakan semua program kerja yang telah direncanakan.

Dalam penyusunannya, RPJMD dilakukan secara komprehensif,terpadu dan menyeluruh, serta mengedepankan keterlibatan masyarakat secara partisipatif dengan mempertimbangkan dan menampung aspirasi berbagai pemangku kepentingan.

Penyusunan RPJMD Kabupaten Takalar tahun 2013-2018 telah disusun melalui proses pendekatan perencanaan pembangunan yaitu politik, teknokratik, partisipatif dan perencanaan yang disusun berdasarkan masukan-masukan dari atas – bawah serta bawah- atas (topdown – bottom up).

Namun demikian tentunya masih terdapat berbagai hal yang masih perlu ditindaklanjuti, disamping adanya hal-hal baru yang berkembang selama periode berikutnya, Tahun 2018-2022 untuk mengasilkan rumusan strategi, arah kebijakan dan program pembangunan yang terarah efektif, efisien sehingga mendorong terwujudnya visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

Berikut tabel Plapon Anggaran Sementara yang diperuntukkan SKPD Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai berikut : ( Tabel 2.2 )

(17)
(18)

2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

1. Program merupakan kumpulan kegiatan nyata yang disusun secara sistimatis dan terpadu. Program yang ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Pelayanan Administrasi Perkantoran;

b. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur;

c. Peningkatan Disiplin Aparatur;

d. Peningkatan Kapasitas sumber daya Aparatur

e. Peningkatan Pengembangan Sistim Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan;

f. Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompotitif UKM g. Pengembangan Sistem Pendukung Bagi UKM

h. Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi i. UPT Promosi Kerajinan dan Klinik Bisnis Daerah j. Pengembangan Wilayah Transmigrasi

k. Transmigrasi Lokal

l. Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi m. Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja n. Peningkatan Kesempatan Kerja

o. Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan p. Restrukturisasi Usaha

2. Rencana kerja Tahunan

Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Rencana Strategik Tahun 2018-2022 disusun suatu Rencana Kinerja Tahunan ( Yearly Performance Plan ). Rencana kinerja merupakan penjabaran target kinerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan.

Target kinerja menunjukkan nilai kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja, baik pada tingkat sasaran strategik maupun tingkat kegiatan, dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan setiap akhir periode pelaksanaan. Adapun Rencana Kerja Sasaran Strategis dan Target Tahun 2019 sebagai berikut daftar terlampir : ( Tabel 2.3 )

BAB. III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

Tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting Penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan

(19)

Rumusan Tujuan dalam Renstra

SKPD

Rumusan Tujuan Renja

SKPD Kebijakan

Nasional dan Propinsi

Hasil Evaluasi Kinerja Renja

SKPD

Rumusan Sasaran Renja

SKPD

Rumusan Sasaran Renstra SKPD

Transmigrasi Kabupaten Takalar yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra SKPD dapat digambarkan sebagai berikut :

PERUMUSAN TUJUAN DAN SASARAN RENJA SKPD KABUPATEN

3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Telaahan terhadap kebijakan nasional dan sebagaimana dimaksud, yaitu

Pengukuran capaian kinerja tahun 2019 didasarkan dengan menetapkan indikator- indikator kinerja, yaitu input (masukan), output (keluaran), outcome (hasil), benefit (manfaat) dan impact (dampak). Namun demikian, indikator benefit (manfaat) dan impact (dampak) belum bisa diukur pada tahun yang bersangkutan. Pengukuran kedua indikator tersebut tidak dapat diimplementasikan hanya pada satu kegiatan saja, akan tetapi sangat terkait dengan kegiatan lainnya. Selain itu, untuk pengukuran kedua indikator tersebut dibutuhkan hasil tingkat Pelayanan Dokumen Kependuduan dan pemberian kepuasan masyarakat atas pelayanan Dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil

1. PENGUKURAN KINERJA

Pengukuran capaian kinerja dilakukan dengan membandingkan antara rencana kinerja sasaran yang hendak dicapai dengan realisasi kinerja organisasi. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap penyebab terjadinya deviasi kinerja (performance gap) yang terjadi serta tindakan perbaikan yang diperlukan di masa mendatang. Hal ini bermanfaat dalam memberikan gambaran kepada pihak-pihak eksternal tentang sejauh mana misi suatu organisasi telah diwujudkan.

Ikhtisar pengukuran kinerja keberhasilan/kegagalan pencapaian sasaran strategik dapat dilihat pada Formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran ( PPS ) Sedangkan pengukuran kinerja kegiatan dapat dilihat pada Formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan ( PKK )

2. EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Secara umum sasaran strategik yang ingin dicapai oleh Dinas Administrasi Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar telah dicapai sesuai

(20)

sasaran yang mencapai target yang diharapkan. Di sisi lain, keberhasilan pencapaian target kinerja sasaran tak lepas dari keberhasilan pencapaian kinerja kegiatan pada masing-masing bagian organisasi.

a. Evaluasi dan Analisis Pencapaian Kinerja Sasaran Strategik

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar telah melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab organisasi. Dari 2 (dua) sasaran yang telah ditetapkan, seluruhnya telah mencapai target kinerja yang diharapkan. Hal ini terlihat dari capaian sasaran diukur dari tercapainya kondisi yang ingin diwujudkan pada tingkat outcome.

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar Tahun 2017 mengadakan pengukuran capaian kinerja pada seluruh kegiatan yang sumber dananya berasal dari APBD/APBN. Dengan diterapkannya Anggaran Berbasis Kinerja, maka indikator kegiatan yang digunakan dalam pengukuran kinerja menggunakan sumber data dari Dokumen Anggaran Satuan Kerja. Realisasi capaian kinerja sasaran secara keseluruhan adalah sebesar 95,35%. yang dihitung berdasarkan persentase rata-rata capaian kinerja sasaran.

Target dan capaian dinas koperasi UKM tenaga kerja dan transmigrasi t.a 2017 SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA SATUAN KONDISI AWAL KONDISI AKHIR RENSTRA Meningkatnya Pelayanan

Administrasi

Perkantoran/Peningkatan sarana dan prasarana

Persepsi pegawai terhadap pelayanan administrasi

umum dan kepegawaian

% 100 100

Terwujudnya sistem akuntabilitas kinerja dan keuangan

% ketepatan waktu dalam menyusun perencanaan program/kegiatan

dan laporannya

% 100 100

Terciptanya iklim usaha kecil dan menengah yang kondusif dan terbangunnya kemitraan UKM dengan Lembaga Permodalan

Penyerapan anggaran dan

laporan tepat waktu

% 98 98

Meningkatnya Kualitas Kelembagaan Koperasi

Persentase UMKM Tangguh,

Unggul dan Mandiri

% 29.8 36.2

Terlaksananya

sosialisasi peningkatan ketermpilan

pemeliharaan saranadan prasarana (Sapras)

Pertumbuhan

UMKM % 11.06 2.36

Terlaksananya

pembinaan dan pengembangan kawasan transmigrasi

Koperasi Aktif % 33 70

Terlaksananya pembinaan

pengembangan wilayah transmigrasi

Persentase Koperasi yang

melakukan RAT % 43 28

(21)

Meningkatkannya

kualitas dan produktivitas tenaga kerja yang mandiri

Persentase koperasi yang dapat menyusun

laporan keuangan

% 49 28

Persentase akte pendirian badan hukum koperasi yang dikeluarkan

sesuai dengan standar waktu dan standar

biaya

% 80 75

Persentase peningkatan

modal koperasi % 100 85

Persentase peningkatan

SHU koperasi % 1.8 38.86

Jumlah Anggota

Koperasi Orang 57600 56341

Pertumbuhan

Koperasi Koperasi 356 358

Volume Usaha

Koperasi Rupiah 191,374,745,123.00 162,401,063,695

Persentase lahan yang telah disiapkan

untuk areal transmigrasi

% 99.746 97.647

Persentase transmigran yang

ditempatkan di UPT % 40.73 37.33

Persentase peningkatan ekonomi masyarakat

transmigran

% 37.45 37.45

Persentase perusahaan yang

telah mematuhi peraturan ketenagakerjaan

Perusahaan 118 124

Besarn pemeriksaan

perusahaan Perusahaan 10 10

Besaran pengujian peralatan di

perusahaan Kali 3 3

Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihn berbasis

kompetensi

orang 240 256

Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis

masyarakat

orang 80 420

Besaran tenaga kerja yang mendapatkan

pelatihan kewirausahaan

orang 80 140

Besaran pencari kerja yang terdaftar yang

ditempatkan

orang 390 1526

Besaran

pekerja/buruh orang 2128 2217

(22)

peserta program Jamsostek

3.2 Tujuan dan sasaran Renja SKPD

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar menetapkan tujuan strategik berdasarkan visi, misi dan faktor-faktor kunci keberhasilan. Sasaran-sasaran stratagik Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar yang merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategik organisasi dirumuskan untuk masing-masing tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dan sasaran stratagik yang ditetapkan dapat diuraikan sebagai berikut :

Tujuan 1

Meningkatkan akses dan kualitas layanan koperasi UKM, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi

Sasaran 1

1. Meningkatnya akses layanan perkoperasian dan UKM 2. Meningkatnya akses layanan ketenaga kerjaan

3. Meningkatnya kualitas layanan penduduk transmigrasi

Tujuan 2 Meningkatkan kualitas kinerja aparatur ,sarana dan prasarana pelayanan

Sasaran 2

Meningkatnya akuntabilitas pengelolaan dan pelaporan keuangan tepat waktu.

(23)

BAB. IV PENUTUP

Dengan tersedia perencanaan yang baik , anggaran dan SDM yang memadai maka semua program kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan target yang di inginkan akan tercapai demikian sebaliknya seandainya ketersediaan anggaran dan SDM tidak sesuai dengan kebutuhan maka program dan kegiatan yang akan dilaksanakan tidak akan terlaksana dengan baik sehingga sangat berat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Dalam pelaksanaan program dan kegiatan akan berpedoman pada kaidah - kaidah yang sudah ada yaitu RPJP dan RPJM Nasional serta RPJP dan RPJM Propinsi, visi dan misi kepala daerah Kabupaten Takalar, RPJMD, RKPD, Renstra, Renja, DPA Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil.

Untuk tindak lanjut dalam penyusunan Renja ini selanjutnya kami akan menyusun Program kegiatan dan anggaran dalam bentuk RKA serta Rencana Operasional Kegiatan Tahun 2019

Demikian Rencana Kerja (Renja) Tahun 2019 ini dibuat dan diharapkan akan menjadi pedoman semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program dan kegiatan pada Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasisehingga seluruh program dan kegiatan akan dapat dicapai secara terukur, terarah, efektif dan efisien. Terima kasih

Takalar, Mei 2018 Kepala Dinas

Drs. Achma Rivai, M.Si

Pangkat : Pembina Utama Muda Nip. 19681012 198908 1 001

Referensi

Dokumen terkait

Perencanaan karir: proses yang digunakan oleh seseorang untuk memilih tujuan-tujuan karir dan jalur untuk mencapai tujuan tersebut.. Perencanaan karir organisasi: suksesi terencana

Maksud penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai adalah untuk memberikan gambaran mengenai kebijakan, program dan kegiatan

Rencana Kerja (Renja) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan Tahun 2019 merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan dan

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keadaan umum dan profil peternak di kabupaten Bangkalan Madura; (2) mempelajari sifat kuantitatif produksi dan reproduksi

Kadar air kayu di atas titik jenuh serat mempunyai kandungan air lebih dari 30%. Atau kayu yang akan melalui proses pengeringan buatan mempunyai kadar air kira-kira 70%

Ketika anda memilih GRAPH, anda akan melihat sebuah grafik (apabila template tersebut hanya memiliki satu grafik) atau sebuah sub-menu nama grafik (apabila anda memiliki banyak

Industri musik merupakan industri yang dapat digunakan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu pesan atau sesuatu hal yang ingin disampaikan oleh si pencipta lagu dan

Berdasarkan lebar karapas, rajungan yang layak tangkap di perairan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah rajungan yang berada pada jarak minimal 3.7 mil laut dari pantai ke