Hal 1 dari 9 hal Put. No. 0038/Pdt.G/2017 PA Pkl PUTUSAN
Nomor : 0038/Pdt.G/2017/PA.Pkl . ﻡﺳﺑ ﷲ ﻥﻣﺣﺭﻟﺍ ﻡﻳﺣﺭﻟﺍ
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Agama Pekalongan yang mengadili perkara tertentu pada Peradilan tingkat pertama dalam persidangan Majelis telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara cerai gugat antara : PENGGUGAT, Tempat tanggal lahir : Batang, 18 Oktober 1983, Agama: Islam, Pendidikan: SD, Pekerjaan:
Mengurus Rumah Tangga, Tempat Tinggal: Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, sebagai “PENGGUGAT”
M E L A W A N
TERGUGAT, Tempat tanggal lahir : Batang, 7 Oktober 1980, Agama: Islam, Pendidikan : SD, Pekerjaan:
Buruh harian lepas, Tempat tinggal : Gamer, gang Bebek, Kelurahan Gamer, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, sebagai “TERGUGAT”
Pengadilan Agama tersebut.
Telah mempelajari surat surat dalam berkas perkara.
Telah mendengar keterangan pihak Penggugat dan saksi-saksi dipersidangan.
TENTANG DUDUK PERKARANYA
Menimbang bahwa, Penggugat berdasarkan surat gugatannya tertanggal 20 Januari 2017 , yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Pekalongan Nomor : 0038/Pdt.G/2017/PA.Pkl. tanggal 20 Januari 2017 mengajukan hal hal sebagai berikut :
1. Bahwa Pada tanggal 25 April 2002, Penggugat dan Tergugat telah melangsungkan pernikahan dihadapan Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Utara, dan setelah akad nikah Tergugat mengucapkan dan menandatangani sighat taklik talak sebagaimana tertera dalam Kutipan Akta Nikah No : 203/ 23/ IV/ 2002, Tertanggal 25 April 2002 .
2. Bahwa Setelah Pernikahan tersebut Penggugat dan Tergugat tinggal bersama di rumah Orangtua Penggugat di : Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan,
Hal 2 dari 9 hal Put. No. 0038/Pdt.G/2017 PA Pkl selama 2 tahun, kemudian Penggugat dan Tergugat pindah ke rumah orangtua Tergugat di Gamer, Kelurahan Gamer, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, selama 8 tahun.
3. Bahwa setelah pernikahan tersebut, Penggugat dan Tergugat telah melakukan hubungan sebagaimana layaknya suami istri (bakda dukhul), dan dikaruniai 3 (Tiga) Orang anak yang bernama .
1. ANAK I, Pekalongan 10 Mei 2003 2. ANAK II, Pekalongan 1 April 2009 3. ANAK III, Pekalongan 8 Februari 2012
Dan saat ini anak ke tiga tinggal bersama dengan Penggugat..
4. Bahwa pada awal pernikahan keadaan rumah tangga antara Penggugat dan Tergugat rukun harmonis dan tentram, akan tetapi mulai timbul perselisihan dan pertengkaran pada awal bulan Januari Tahun 2013, dimana Orangtua Tergugat selalu mencampuri urusan keluarga antara Penggugat dengan Tergugat, sejak Penggugat dan Tergugat memiliki rumah bersama, Orangtua Tergugat menjelek-jelekan Penggugat dan berkata yang menyakiti perasaan Penggugat..
5. Bahwa orangtua Tergugat mengatakan jika Penggugat hanya menumpang hidup dan tidak memiliki apapun, dan orangtua Tergugat mengusir Penggugat dari kediamannya.
6. Bahwa puncak perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat terjadi pada awal bulan Maret tahun 2013, Penggugat sudah tidak tahan dengan perlakuan Tergugat dan keluarganya yang menjelek-jelekan dan mengusir Penggugat, bahkan Tergugat kurang dalam memberikan uang nafkah, namun keluarga Tergugat selalu merendahkan dan tidak menghargai Penggugat sehingga Penggugat memilih kembali ke rumah orangtua Penggugat di : Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan .
7. Bahwa setelah berpisah selama 10 bulan, pada awal bulan Februari tahun 2014, Tergugat datang ke rumah orangtua Penggugat dan mengajak Penggugat untuk tinggal bersama kembali di rumah orangtua Tergugat, namun saat Penggugat sampai di rumah orangtua Tergugat, Orangtua Tergugat mengusir dan menyuruh Penggugat untuk pergi dari rumahnya, karena sakit hati Penggugat memilih pergi dan kembali kerumah orangtua Penggugat.
8. Bahwa setelah kejadian tersebut Penggugat dan Tergugat telah berpisah tempat tinggal selama 2 tahun 11 bulan dan akibat dari Peristiwa-peristiwa tersebut diatas kehidupan rumah tangga
Hal 3 dari 9 hal Put. No. 0038/Pdt.G/2017 PA Pkl antara Penggugat dan Tergugat sudah tidak harmonis lagi dan perceraian adalah jalan satu- satunya yang terbaik bagi Penggugat dan Tergugat.
Berdasarkan dalil-dalil/alasan-alasan tersebut,Penggugat mohon kepada Ketua Pengadilan Agama Pekalongan untuk menghadirkan Penggugat dan Tergugat selanjutnya memeriksa dan mengadili perkara ini dengan putusan yang amarnya sebagai berikut :
Primair :
1. Mengabulkan Gugatan Penggugat;
2. Menceraikan Perkawinan Penggugat (PENGGUGAT) dari Tergugat (TERGUGAT) 3. Membebankan biaya perkara menurut hukum;
Subsidair :
- Apabila ketua pengadilan Agama Pekalongan berpendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya.
Menimbang bahwa, Penggugat hadir sendiri dipersidangan, Tergugat tidak hadir dan tidak menyuruh orang lain sebagai kuasanya untuk menghadap dipersidangan meskipun telah dipanggil secara sah dan patut sebagaimana panggilan tanggal 27 Januari 2017, dan tanggal 16 Februari 2017 dan tanggal 24 Februari 2017, Tegugat tidak datang dan tidak menyuruh orang lain sebagai kuasanya untuk menghadap dipersidangan.
Menimbang bahwa selanjutnya Majelis Hakim telah menasehati pada Penggugat agar membina rumah tangganya lagi dengan Tergugat akan tetapi tidak berhasil.
Menimbang, bahwa kemudian dibacakan gugatan Penggugat yang ternyata Penggugat tetap pada gugatannya ;
Menimbang bahwa selanjutnya Penggugat mengajukan bukti tertulis berupa
1. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk atas nama Penggugat, dapat diterima sebagai bukti karena sesuai dengan aslinya dan telah bermeterai cukup , kemudian diberi tanda (P.1);
2. Fotocopy Kutipan Akta Nikah yang dikeluarkan Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan no : 203/ 23/ IV/ 2002, Tertanggal 25 April 2002. telah bermeterai cukup dan sesuai dengan aslinya yang kemudian diberi tanda. (P.2);
Menimbang, bahwa selain bukti-bukti tertulis tersebut Penggugat telah pula menghadapkan saksi- saksi :
SAKSI I Nama : SAKSI I, Umur 37 tahun, Agama Islam, Pekerjaan Dagang, tempat tinggal di Kelurahan Danasri Wetan Kecamatan Batang Kabupaten Batang, Setelah bersumpah menerangkan sebagai berikut :
Hal 4 dari 9 hal Put. No. 0038/Pdt.G/2017 PA Pkl
Bahwa, saksi adalah teman Penggugat ;
Bahwa Penggugat dan Tergugat menikah sudah tahun 2011 yang lalu ;
Bahwa, saksi tahu setelah menikah Penggugat dan Tergugat hidup bersama di rumah tarhir Tergugat selama 8 tahun ;
Bahwa saksi melihat Penggugat pulang dirumah orang tuanya di Pekalongan sampai sekarang se;lama 3 tahun ;
Bahwa selama itu Tergugat tidak pernah datang dirumah kediaman Penggugat ;
SAKSI II NAMA : SAKSI II, Umur 24 tahun, Agama Islam, Pekerjaan buruh, Tempat tinggal di Kelurahan Degayu Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, kemudian menerangkan sebagai berikut :
Bahwa, saksi adik ipar Penggugat ;
Bahwa Penggugat dan Tergugat menikah pada tahun 2002 ;
Bahwa, saksi tahu setelah menikah Penggugat dan Tergugat hidup bersama terahir di rumah Tergugat selama 8 tahun ;
Bahwa Penggugat pulang sampai sekarang selama 3 tahun ;
Bahwa selama itu Tergugat pernah datang dirumah kediaman Penggugat ;
Menimbang, bahwa terhadap keterangan para saksi tersebut Penggugat membenarkan.
Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat menyampaikan kesimpulan secara lesan yang pada pokoknya mohon dikabulkan gugatannya;
Menimbang, bahwa untuk menyingkat uraian putusan ini maka segala sesuatu yang terjadi dipersidangan sebagaimana nampak jelas dalam berita acara persidangan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari putusan ini.
TENTANG HUKUMNYA
Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah sebagaimana diuraikan diatas.
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah sungguh-sungguh berupaya menasehati Penggugat agar membina rumah tangganya sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo Pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pedoman Pelaksaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Repuiblik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang Repuiblik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 sebagaimana
Hal 5 dari 9 hal Put. No. 0038/Pdt.G/2017 PA Pkl dirubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2009 jo Pasal 115 Kompilasi Hukum Islam di Indonesia Inpres Nomor 1 tahun 1991, namun usaha tersebut tidak berhasil
Menimbang bahwa Tergugat tidak datang menghadap dipersidangan dan tidak menyuruh orang lain sebagai kuasanyha untuk menghadap dipersidangan meskipun telah dipanggil secara sah dan patut sebagaimana ketentuan pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 tentang Pedoman Pelaksanaan Undang undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 Tentang perkawinan, akan tetapi Tergugat tidak hadir selanjutnya petrkara ini diperiksa tanpa hadirnya Tergugat ;
Menimbang, bahwa bukti (P1) fotocopi Kartu Tanda Penduduk atas nama Penggugat, terbukti Penggugat berdomosili di Kota Pekalongan,oleh karena itu Pengadilan Agama Pekalongan berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini sebagaimana diatur didalam pasal 73 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang Repuiblik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2009;
Menimbang, bahwa karena bukti P.2. berupa fotokopi Kutipan Akta Nikah, telah bermeterai cukup dan sesuai dengan aslinya maka telah memenuhi persyaratan perundang-undangan sebagai alat bukti tertulis berupa akta autentik yang mempunyai nilai bukti sempurna, karenanya harus dinyatakan terbukti menurut hukum antara Penggugat dan Tergugat adalah suami isteri sah, oleh sebab itu gugatan perceraian yang diajukan Penggugat cukup beralasan.
Menimbang, bahwa berdasarkan pasal 49 huruf (a) Undang-Undang Repuiblik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang Repuiblik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2009 perkara ini termasuk bidang perkawinan dan diajukan oleh orang-orang yang beragama Islam maka Pengadilan Agama berwenang untuk menerima, memeriksa dan mengadili perkara ini.
Menimbang bahwa, dasar atau alasan-alasan gugatan Penggugat pada pokoknya adalah Bahwa pada awal pernikahan keadaan rumah tangga antara Penggugat dan Tergugat rukun harmonis dan tentram, akan tetapi mulai timbul perselisihan dan pertengkaran pada awal bulan Januari Tahun 2013, dimana Orangtua Tergugat selalu mencampuri urusan keluarga antara Penggugat dengan Tergugat, sejak Penggugat dan Tergugat memiliki rumah bersama, Orangtua Tergugat menjelek-jelekan Penggugat dan
Hal 6 dari 9 hal Put. No. 0038/Pdt.G/2017 PA Pkl berkata yang menyakiti perasaan Penggugat, Bahwa orangtua Tergugat mengatakan jika Penggugat hanya menumpang hidup dan tidak memiliki apapun, dan orangtua Tergugat mengusir Penggugat dari kediamannya. Bahwa puncak perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat terjadi pada awal bulan Maret tahun 2013, Penggugat sudah tidak tahan dengan perlakuan Tergugat dan keluarganya yang menjelek-jelekan dan mengusir Penggugat, bahkan Tergugat kurang dalam memberikan uang nafkah, namun keluarga Tergugat selalu merendahkan dan tidak menghargai Penggugat sehingga Penggugat memilih kembali ke rumah orangtua Penggugat di : Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan., ahwa setelah berpisah selama 10 bulan, pada awal bulan Februari tahun 2014, Tergugat datang ke rumah orangtua Penggugat dan mengajak Penggugat untuk tinggal bersama kembali di rumah orangtua Tergugat, namun saat Penggugat sampai di rumah orangtua Tergugat, Orangtua Tergugat mengusir dan menyuruh Penggugat untuk pergi dari rumahnya, karena sakit hati Penggugat memilih pergi dan kembali kerumah orangtua Penggugat.
Menimbang bahwa Penggugat telah mengajukan bukti saksi dua orang yang secara terpisah memberikan keterangan, Penggugat dan Tergugat pisah rumah sampai sekarang sudah 3 tahun, dan selama itu Tergugat tidak pernah datang dirumah Penggugat.
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Penggugat dan saksi-saksi dipersidangan Majelis telah menemukan fakta-fakta antara lain sebagai berikut :
1. Bahwa, antara Penggugat dan Tergugat telah menikah yang terdaftar di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan no : 203/ 23/ IV/ 2002, Tertanggal 25 April 2002 Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ;
2. Bahwa Penggugat dan Tergugat selama perkawinan belum pernah cerai.
3. Bahwa setelah menikah Penggugat dan Tergugat hidup bersama selama 8 tahun lebih ; 4. Bahwa antara Penggugat dan Tergugat selama perkawinan sudah baik (bakda dukhul);
5. Bahwa, antara Penggugat dan Tergugat telah pisah tempat tinggal selama 3 tahun . 6. Bahwa selama itu pula Tergugat tidak pernah datang menjemput Penggugat ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, Majelis berpendapat antara Penggugat dan Tergugat telah terjadi perselisihan dan pertengkaran terus menerus yang tidak ada harapan untuk rukun lagi dalam rumah tangga, mengingat Penggugat dan Tergugat telah pisah rumah selama 3 tahun ;
Hal 7 dari 9 hal Put. No. 0038/Pdt.G/2017 PA Pkl Menimbang, bahwa dalil gugatan Penggugat telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur Pasal pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 tentang Pedoman Pelaksanaan Undang undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 Tentang perkawinan jo pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam di Indonesia Inpres Nomor 1 tahun 1991, oleh karenanya patut untuk dikabulkan.
Menimbang bahwa berdasarkan pasal 118 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam di Indonesia Inpres Nomor 1 tahun 1991, talak yang akan dijatuhkan oleh Pengadilan adalah talak 1 bain sughra;
Menimbang, bahwa untuk memenuhi Pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989, Tentang Pereadilan Agama sebagaimana mana dirubah dengan Undang-undang Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2006, sebagaimana mana dirubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2009 memerintahkan kepada Penitera Pengadilan Agama Pekalongan untuk mengirim salinan Putusan ini kepada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan dimana para pihak bertempat tinggal dan tempat pernikahan dilangsungkan, agar dicatat dalam daftar yang tersedia untuk itu.
Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 89 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989, Tentang Pereadilan Agama sebagaimana mana dirubah dengan Undang-undang Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2006, sebagaimana mana dirubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2009 maka Penggugat dibebani membayar biaya perkara ini
Mengingat pasal-pasal tersebut dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku serta ketentuan-ketentuan hukum syara’ yang berkaitan dengan perkara ini.
M E N G A D I L I
1. Menyatakan Tergugat yang telah dipanggil secara sah dan patut untuk datang menghadap dipesidangan tidak hadir .
2. Mengabulkan gugatan Penggugat dengan verstek.
3. Menjatuhkan talak satu bain sughra Tergugat (TERGUGAT) terhadap Penggugat (PENGGUGAT) ; 4. Memerintahkan Penitera Pengadilan Agama Pekalongan untuk mengirim salinan Putusan yang telah
berkekuatan Hukum tetap kepada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan dan Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan untuk dicatat dalam daftar yang disediakan untuk itu.
Hal 8 dari 9 hal Put. No. 0038/Pdt.G/2017 PA Pkl 5. Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp 371.000 (tiga ratus
tujuh puluh satu ribu rupiah).
Demikianlah putusan ini dijatuhkan dalam permusyawaratan Majeles Hakim pada hari Kamis tanggal 09 Maret 2017 Miladiyah bertepatan dengan tanggal 10 Jumadil Akhir 1438 Hijriyah oleh Majelis Hakim yang terdiri atas Drs. Mukhlas, SH. MH. sebagai Hakim Ketua Majelis serta Drs. H Zaenuri M Hum. dan Drs H Syamsul Falah MH masing-masing sebagai Hakim Anggota dengan dibantu oleh Faesol Ghozi, S.Ag. sebagai Panitera Pengganti dan pada hari itu juga putusan ini diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis tersebut dengan dihadiri Penggugat diluar hadirnya Tergugat..
HAKIM KETUA MAJELIS
Ttd
Drs. Mukhlas, SH. MH.
HAKIM ANGGOTA HAKIM ANGGOTA
Ttd Ttd
Drs. H Zaenuri. M Hum. Drs. H. Syamsul Falah MH PANITERA PENGGANTI
Ttd
Faesol Ghozi, S.Ag PERINCIAN BIAYA PERKARA :
1. Biaya Pendaftaran Rp. 30.000,- 2. Biaya Penyelesaian perkara Rp. 50.000,- 3. Biaya Pemanggilan Rp. 280.000,- 4. Biaya Redaksi Rp 5.000,-
Hal 9 dari 9 hal Put. No. 0038/Pdt.G/2017 PA Pkl 5. Biaya Materai Rp. 6.000,-
Jumlah Rp. 371.000,-
Salinan Yang Sesuai Aslinya Oleh
Panitera
Drs. H. Jamali