BUKU LOG DOKTER MUDA
DEPARTEMEN/KSM
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN STUDI MEDIKOLEGAL PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN DAN PROFESI DOKTER
FK UNUD/RSUP SANGLAH DENPASAR 2020
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN STUDI MEDIKOLEGAL
ILMU KEDOKTERAN
FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL
BUKU LOG DOKTER MUDA
Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menerapkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan strategi terintegrasi penuh sejak tahun 2006.
Mahasiswa dengan KBK mengikuti tahap pendidikan sarjana kedokteran selama 3,5 tahun dan tahap profesi (Kepaniteraan Klinik Madya/KKM) selama 91 Minggu.
Pendidikan KKM ini memerlukan suatu buku pedoman
yang dikenal dengan buku log dokter muda yang dapat
mengakomodasi kebutuhan pemangku kepentingan
pendidikan. Buku log ini berisi semua sisi dari proses
pendidikan KKM yang disusun oleh masing - masing
bagian yang mengacu pada pendidikan berbasis
kompetensi sesuai buku Standar Pendidikan Profesi
Dokter dan buku Standar Kompetensi Dokter hasil
rumusan Konsil Kedokteran Indonesia.
BUKU LOG DOKTER MUDA
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
& STUDI MEDIKOLEGAL
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta
Pasal 1
1. Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketentuan Pidana Pasal 113
1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf I untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan / atau pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan / atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan / atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan / atau pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
BUKU LOG DOKTER MUDA
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
& STUDI MEDIKOLEGAL
DEPARTEMEN/KSM ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN DAN PROFESI DOKTER FK UNUD/RSUP SANGLAH DENPASAR
2020
v
DEPARTEMEN/SMF KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL KEPANITERAAN KLINIK MADYA
PERIODE :………….. S/D …………..
IDENTITAS MAHASISWA
Nama :
NIM :
Jenis kelamin :
Tempat & tanggal lahir :
Alamat :
HP :
Email :
Nama orang tua/wali : Alamat orang tua/wali :
HP orang tua :
Tanda tangan Pas Foto
2 x 3 cm Berwarna
vii DAFTAR ISI
IDENTITAS MAHASISWA ...
DAFTAR ISI ...
TATA TERTIB ...
BAB 1 KEGIATAN KEPANITERAAN KLINIK MADYA (KKM) ...
1.1. Kuliah / Tutorial ...
1.2. Patologi Forensik ...
1.3. Forensik Klinik ...
BAB 2 PENILAIAN SUMATIF ...
2.1. Ujian Jurnal/Ilmiah ...
2.2. Ujian Laporan Kasus ...
2.3. Ujian OSCE ...
2.4. Ujian Mini-CEX ...
2.5. Evaluasi Affertif...
2.6. Nilai Akhir...
2.7. Ujian Perbaikan Pertama...
2.8. Ujian Perbaikan Kedua ...
BAB 3 CATATAN KHUSUS ...
BAB 4 PENUTUP ...
LAMPIRAN ...
v vii ix 1 1 1 6
8 8
8 8
9 11
12 13
13
14
15
16
ix
TATA TERTIB KEPANITERAAN KLINIK MADYA
DEPARTEMEN/SMF KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL FK UNUD / RSUP SANGLAH
DENPASAR
1. KEWAJIBAN 1.1 Kewajiban umum:
a. Koas wajib bersikap dan berbuat sesuai dengan sumpah Koas yang telah dilafalkan dan memperhatikan kewaspadaan universal.
b. Lama KKM Forensik & Studi Medikolegaladalah 4 minggu yang wajib diikuti oleh Koas, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional serta libur fakultatif.
c. Hari kerja adalah 5 hari kerja dari Senin sampai Jumat :
•Absen datang: Pukul 07.00 (Jumat) /07.30 WITA (Senin-Kamis).
•Absen pulang: Pukul 15.30 (Jumat) /16.00 WITA (Senin-Kamis).
•Istirahat: Pukul 12.00-13.00 WITA.
•Absensi dilakukan dengan cara meminta paraf DPJP pada daftar absensi yang terdapat pada buku ini.
d. Dalam jam kerja selama KKM, Koas wajib memakai jas dokter, name tag dan berpenampilan rapi, sopan dan bersih.
e. Koas dilarang memakai : celana/rok jeans, baju model superketat dan mini, kaos oblong dan kaos berkerah (kecuali ada kegiatan olah raga) f. Kelengkapan alat pemeriksaan seperti : senter, penggaris, pulpen, papan
alas menulis, kamera poket digital, baterai yang terisi penuh, serta kartu memori dengan ruang penyimpanan yang cukup, dibawa sendiri oleh masing-masing koas.
g. Bila berhalangan hadir, Koas wajib meminta ijin kepada Kordik Departemen secara lisan dan tertulis (ditandatangani orang tua atau wali) dengan alasan yang jelas.
1.2 Kewajiban khusus:
a. Rotasi KKM Forensik & Studi Medikolegalmeliputi Patologi Forensik dan Forensik Klinik
b. Tugas di divisi Patologi Forensik dilakukan di Instalasi Kedokteran Forensik meliputi kegiatan:
• Jaga di ruang Administrasi, memastikan identitas dan memperkirakan cara kematian setiap jenazah yang masuk ke Instalasi Kedokteran Forensik dengan memeriksa surat keterangan kematian.
x
• Otopsi verbal dan pemeriksaan luar jenazah, pada kasus kematian yang tidak wajar (termasuk kematian yang tidak jelas penyebabnya (Undertermined Death) dan Death on Arrival (DOA)).
• Pengambilan sampel darah dan urin pada kasus kematian yang tidak jelas penyebabnya (Undetermined Death) atau Death on Arrival (DOA) yang berusia dibawah 40 tahun dan atau kasus-kasus tertentu atas perintah DPJP.
• Penatalaksanaan barang bukti yang berkaitan dengan jenazah.
• Dokumentasi forensik meliputi fotografi forensik dan laporan obduksi yang wajib dikumpulkan ke petugas administrasi visum paling lambat 1x24 jam kecuali hari libur (Koas dilarang membawa pulang laporan obduksi dan foto).
• Membuat draft visum et repertum yang sudah harus dimintakan koreksi ke DPJP 1x24 jam kecuali hari libur.
• Sebagai asisten pada kegiatan otopsi dengan membantu pengambilan sampel dan pelabelannya, rekonstruksi, notulensi, dan fotografi.
• Sebagai observer pada kegiatan otopsi.
c. Tugas di divisi Forensik Klinik dilakukan di Instalasi Gawat Darurat, meliputi:
• Melengkapi dokumentasi forensik, meliputi fotografi forensik pada berbagai jenis kasus kecelakaan, penganiayaan dan kejahatan seksual dengan atau tanpa Surat Permintaan Visum et repertum.
• Menerima, menyimpan, dan menyerahkan Surat Permintaan Visum kepada petugas Administrasi Visum Instalasi Kedokteran Forensik (Koas dilarang membawa pulang Surat Permintaan Visum).
• Membuat rekam medis forensik klinik (Koas dilarang membawa pulang rekam medis dan foto).
• Membuat draft visum et repertum.
d. Tugas jaga:
• Sesuai jadwal jaga: PK 07.00-07.00 WITA.
• Dalam jam jaga, Koas wajib menggunakan baju jaga warna merah muda, name tag, berpenampilan rapi, sopan dan bersih, serta tidak diperkenankan meninggalkan area RS.
• Setiap Koas paling tidak mendapat jadwal jaga 3 hari sekali dalam 1 shift (12 atau 24 jam).
xi
• Lama shift jaga ditentukan Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal yang disesuaikan dengan jumlah Koas dalam satu periode minggu.
• Dalam 1 tim jaga, Koas bertugas di Instalasi Kedokteran Forensik dan Instalasi Gawat Darurat. Maksimal Koas yang berjaga di IGD dan Ruang Administrasi Instalasi Kedokteran Forensik adalah masing- masing 2 orang, sisanya siaga di Ruang Koas Forensik & Studi Medikolegal.
• Apabila Koas yang sedang stase di IGD dipanggil Konsulen, salah seorang Koas dari tim jaga yang berada di ruang Instalasi Kedokteran Forensik segera ke IGD untuk menggantikan temannya.
• Dalam kurun waktu 15 menit, Koas yang dipanggil tersebut harus tiba di Departemen Forensik & Studi Medikolegal.
• Jadwal jaga dan stase diatur Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal.
• Apabila berhalangan jaga, maka Koas wajib mencari pengganti dan memberitahu Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal
e. Buku log:
• Setiap Koas mendapat buku log yang harus diisi dengan kasus yang diperoleh selama jaga, kegiatan ilmiah, ujian, dan OSCE sebagai gambaran kinerja Koas selama KKM di Departemen Forensik & Studi Medikolegal
• Koas harus melengkapi data diri, foto, kasus yang ditangani, dan kegiatan yang dilakukan seperti yang tercantum di dalam buku log.
• Koas wajib mencatat setiap kasus yang ditangani dengan lengkap dan benar segera setelah selesai melakukan kegiatan.
• Koas meminta tandatangan DPJP segera setelah menyelesaikan kegiatan kecuali masih ada tugas yang harus diselesaikan. Kolom fotografer dan konseptor ditandatangani setelah menunjukkan bukti serah terima foto kasus dan laporan obduksi/rekam medis kepada petugas administrasi visum.
• Buku log yang sudah terisi penuh dengan tanda tangan Konsulen harus dikumpulkan paling lambat 1 (satu) minggu setelah berakhirnya KKM dengan membuat berita acara serah terima.
• Apabila tidak mengumpulkan buku log atau menghilangkan buku log akibat kelalaian sendiri, maka Koas harus mengulang siklus.
• Bila buku log tidak dimintakan tanda tangan DPJP dan penguji sampai batas waktu akhir pengumpulan buku log, maka Koas dinyatakan tidak lulus.
xii
2. SAKIT DAN IJINa. Bila Koas berhalangan hadir karena sakit, wajib menyertakan surat keterangan sakit dari dokter.
b. Bila Koas berhalangan hadir karena ijin, wajib menyertakan surat keterangan dari orang tua/wali/Dekan/Direktur RS minimal tiga hari sebelumnya.
c. Bila tidak hadir tanpa keterangan, Koas mendapat sanksi seperti yang dijelaskan pada angka 3. tentang sanksi.
d. Bila tidak hadir karena alasan yang jelas dilengkapi surat resmi selama 1- 3 hari, Koas harus mengganti hari sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
e. Ijin atau sakit lebih atau sama dengan 4 hari, Koas dianggap batal mengikuti KKM dan harus mengulang KKM secara penuh.
f. Bila meninggalkan stase karena alasan resmi dari FK harus dilengkapi surat ijin minimal setingkat Koordinator PSPD.
g. Bila Koas ijin karena mengikuti kegiatan yang merupakan duta dari kampus FK maksimal 5 hari, harus mendapat ijin dispensasi khusus minimal setingkat Koordinator PSPD dan Koas harus mengganti hari sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
h. Nilai tidak akan dikeluarkan sebelum yang bersangkutan mengganti hari yang ditinggalkan.
3. SANKSI
a. Bila tidak hadir tanpa keterangan selama 1 hari, Koas wajib mengganti hari selama 1 minggu.
b. Bila tidak hadir tanpa keterangan selama 2 hari, Koas wajib mengganti hari selama 2 minggu.
c. Bila tidak hadir tanpa keterangan selama 3 hari, Koas wajib mengganti hari selama 3 minggu.
d. Bila melalaikan tugas saat jaga, Koas wajib mengganti tugas jaga tersebut.
e. Bila tidak hadir saat otopsi hari libur atau di luar jam kerja, koas wajib mengganti otopsi pada hari libur atau di luar jam kerja.
f. Bila meninggalkan stase tanpa ijin resmi, koas dianggap tidak hadir tanpa keterangan.
g. Bila terlambat hadir, akan dicatat pada halaman catatan khusus.
h. Setiap pelanggaran tugas dan kewajiban seperti yang tercantum di dalam buku log ini akan dicatat pada halaman catatan khususdan dapat mengurangi nilai akhir.
xiii
i. Apabila terdapat tiga catatan khusus yang negatif, maka nilai afektif dinyatakan kurang sehingga Koas dipertimbangkan untuk mengulang siklus.
j. Selama stase di Departemen Forensik & Studi Medikolegal apabila Koas membuat keributan, berkelahi, merokok, menggunakan Narkoba dan menipu di lingkungan RSUP Sanglah diberikan sanksi setelah dilakukan rapat Bagian. Sanksi dapat berupa:
• Peringatan keras dari Ketua Bagian,
• Skors atau pembatalan KKM,
• Dilaporkan kepada Pimpinan Fakultas dengan rekomendasi untuk dikeluarkan.
• Dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
4. BIMBINGAN
a. Koas Forensik & Studi Medikolegalmemiliki hak untuk mendapatkan bimbingan selama KKM di Departemen Forensik & Studi Medikolegalsesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
b. Dokter Spesialis Forensik (Konsulen) wajib membimbing Koas selama KKM di Departemen Forensik & Studi Medikolegalsesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
c. Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal membuat jadwal bimbingan koas, meliputi kuliah/tutorial, Bed Side Teaching (BST), laporan pagi, dan bimbingan jaga.
d. Bed Side Teaching (BST), laporan pagi, dan bimbingan jaga dilakukan oleh DPJP.
e. Metode bimbingan merupakan kewenangan masing-masing Konsulen.
f. Dalam melaksanakan bimbingan, Konsulen berhak memberikan penilaian terhadap kemampuan kognitif, psikomotor, maupun afektif Koas.
g. Konsulen berhak menegur Koas secara lisan dan tertulis pada halaman catatan khusus buku log apabila Koas melakukan hal-hal indisipliner yang mempengaruhi afektif ataupun memberi motivasi kepada Koas untuk hal-hal yang terkait kognitif dan psikomotor.
h. Koas dan Konsulen wajib menandatangani berita acara segera setelah melakukan kegiatan akademik.
xiv
5. EVALUASIa. Evaluasi Koas meliputi penilaian kognitif, psikomotor dan afektif.
b. Penilaian kognitif meliputi: jurnal/ilmiah dan laporan kasus.
c. Penilaian psikomotor meliputi: Mini-CEX dan OSCE.
d. Penilaian afektif dilakukan sepanjang koas mengikuti KKM dengan metode observasi 360 derajat berdasarkan tugas sehari-hari, meliputi:
tanggung jawab, disiplin, kerjasama, kejujuran, prakarsa, dan sopan santun.
e. Penguji jurnal/ilmiah, laporan kasus, dan Mini-CEX diundi pada minggu pertama saat koas diterima Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal
f. Jurnal/ilmiah dilaksanakan pada minggu kedua.
g. Mini-CEX dilaksanakan pada minggu ketiga.
h. Laporan kasus dilaksanakan pada minggu keempat.
i. OSCE dilaksanakan pada minggu keempat oleh Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal.
j. Koas membuat dan menyerahkan jadwal ujian setiap minggu kepada Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal.
k. Mahasiswa dan Penguji wajib menaati jadwal ujian yang telah ditentukan.
l. Prioritas penggunaan ruang dan waktu ujian diberikan kepada mahasiswa yang menaati jadwal ujian.
m. Ujian dimulai sejak hari Senin, Koas wajib melapor kepada Penguji jika kelas kosong dan atau ada mayat yang tiba di Instalasi Kedokteran Forensik
n. Masing-masing ujian hanya dilaksanakan satu kali.
o. Metode dan penilaian ujian merupakan kewenangan masing-masing Penguji.
p. Koas dan Penguji wajib menandatangani berita acara segera setelah ujian dilaksanakan.
q. Buku log ditandatangani setelah menyelesaikan tugas yang diberikan Penguji.
r. Nilai akhir merupakan nilai rata-rata dari nilai kognitif dan psikomotor dengan bobot sebagai berikut:
• Jurnal/ilmiah 20%.
• Mini-CEX Patologi Forensik 20%.
• Mini-CEX Forensik Klinik 20%.
• Laporan kasus 20%.
• OSCE 20%.
s. Nilai afektif dinyatakan dengan Baik, Cukup, dan Kurang.
xv
t. Syarat Koas lulus di Departemen Forensik & Studi Medikolegaladalah bila nilai akhir rata-ratanya lebih besar atau sama dengan 65, dengan rincian sebagai berikut:
Rentang Nilai Angka Huruf Mutu
≥ 80 – 100 A
≥ 71 – 79 B+
≥ 65 – 70 B
≥ 60 – 64 C+
≥ 55 – 59 C
≥ 50 – 54 D+
≥ 40 – 49 D
0 – 39 E
u. Apabila nilai rata-rata afektif kurang, maka Koas dinyatakan tidak lulus walaupun nilai akhir rata-ratanya lebih besar atau sama dengan 65.
v. Koas yang dinyatakan tidak lulus karena nilai afektif yang kurang harus mengulang siklus.
w. Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal mengisi nilai di SIMAK UNUD dan buku pedoman program profesi dokter setelah Koas menunaikan kewajiban yang telah diatur dalam buku log ini dan Konsulen telah mengisi serta menyerahkan lembar penilaian kepada Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal.
6. PERBAIKAN NILAI (REMEDI)
a. Koas yang dinyatakan tidak lulus harus memperbaiki nilainya.
b. Koas diperbolehkan memperbaiki nilai setelah seluruh rotasi selesai dijalankan atau saat libur antar rotasi.
c. Koas mendaftarkan diri ke Sekretariat Penanggung Jawab Jenjang Profesi Dokter untuk perbaikan nilai.
d. Penanggung Jawab Jenjang Profesi Dokter membuatkan dan mengirimkan Surat Pengantar Perbaikan Nilai yang ditujukan ke Departemen Forensik & Studi Medikolegal, paling lambat hari Jumat, sebelum minggu perbaikan dimulai.
e. Koas yang menjalankan perbaikan nilai, harus melaksanakan orientasi sebelum diberikan ujian perbaikan.
f. Orientasi dilaksanakan selama seminggu dimulai dari hari Senin-Minggu.
g. Selama orientasi, Koas harus mengikuti kegiatan jaga minimal 2 kali selama orientasi.
xvi
h. Ujian perbaikan pertama dilaksanakan dengan mengulang kegiatan yang nilainya kurang dari 65.
i. Ujian perbaikan kedua dilaksanakan dalam bentuk OSCE dan Mini-CEX oleh Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal dan 2 orang dokter spesialis forensik.
j. Bila hasil akhir dinyatakan lulus, Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal mengisi nilai perbaikan di SIMAK UNUD dan buku pedoman program profesi dokter setelah Koas mengumpulkan buku log dan melengkapi berita acara.
k. Bila Koas dinyatakan tidak lulus, Koas harus melapor kembali ke Penanggung Jawab Jenjang Profesi Dokter, untuk mendapat surat Pengantar Perbaikan Nilai, dan Koas kembali menjalankan orientasi dengan aturan seperti pada huruf f, g dan i.
l. Bila Koas masih dinyatakan tidak lulus setelah ujian perbaikan kedua, maka Koas harus mengulang siklus.
7. LAIN-LAIN
a. Hubungan antara Koas dengan staf Instalasi Kedokteran Forensik dan staf :
• Status Koas tetap sebagai orang yang sedang menuntut ilmu. Jadi dalam hal ini ia bisa belajar juga dari staf Departemen Forensik &
Studi Medikolegal serta staf Instalasi Kedokteran Forensik.
• Dalam menunaikan tugas di IGD dan Instalasi Kedokteran Forensik, dokter, paramedis, petugas teknisi, dan Koas merupakan satu tim, oleh karena itu kerja sama, saling pengertian dan saling harga menghargai sangat diperlukan.
b. Untuk koordinasi dan mempermudah pelaksanaan KKM, salah seorang Koas ditunjuk sebagai ketua rombongan, dengan persetujuan anggota dan Kordik Departemen Forensik & Studi Medikolegal. Ketua rombongan bertanggung jawab atas kelengkapan berita acara kegiatan akademik, kelancaran pelaksanaan tugas serta keutuhan alat-alat, LCD projector, alat diagnostik dan laboratorium di Departemen/SMF Forensik & Studi Medikolegal FK. UNUD/RSUP Sanglah Denpasar.
c. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan dibahas dan diputuskan pada rapat staf Departemen/SMF Forensik & Studi Medikolegal FK UNUD/ RSUP Sanglah Denpasar.
d. Kewajiban lain yang belum diatur di dalam buku pedoman ini akan disampaikan saat mahasiswa menjalani KKM.
xvii
SETELAH SAYA MEMBACA DAN MEMAHAMI TATA TERTIB KOAS DI BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK (FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL), SAYA BERSEDIA MEMATUHI DAN MENJALANKAN ATURAN TERSEBUT DAN SIAP MENERIMA KONSEKUENSINYA BILA MELANGGAR.
DENPASAR, ………..
YANG MEMBUAT PERNYATAAN,
(...) NIM.
ABSENSI HARIAN
Minggu I Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Datang
Pulang
Minggu II Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Datang
Pulang
Minggu III Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Datang
Pulang
Minggu IV Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Datang
Pulang
ABSENSI HARIAN (REMEDIAL)
Remedial I Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Datang
Pulang
Remedial II Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Datang
Pulang
BAB 1
KEGIATAN KEPANITERAAN KLINIK MADYA (KKM) 1.1. Kuliah / Tutorial
No Topik TK LS Nama
Dokter
Paraf Dokter 1 Penerimaan dan Penjelasan Kegiatan 4 IL Dudut
2 Traumatologi 4 IL Henky
3 Identifikasi dan Thanatologi 4 IL Kunthi
4 Forensik Klinik 4 IL Alit
1.2. Patologi Forensik
1.2.1. Otopsi Verbal dan Prosedur Medikolegal
No Tgl Nama Jenazah Kasus TK LS Nama
DPJP
Paraf DPJP
1 BST
2 BST
3 BST
4 BST
5 BST
6 BST
7 BST
8 BST
9 BST
10 BST
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
1
Buku Log Dokter Muda |
1.2.2. Operator Pemeriksaan Luar Jenazah
No Tgl Nama Jenazah Kasus TK LS Nama
DPJP
Paraf DPJP
1 BST
2 BST
3 BST
4 BST
5 BST
6 BST
7 BST
8 BST
9 BST
10 BST
11 BST
12 BST
13 BST
14 BST
15 BST
16 BST
17 BST
18 BST
19 BST
20 BST
2 | Buku Log Dokter Muda
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
1.2.3. Pengambilan dan Pengemasan Sampel Jenazah
No Tgl Nama Jenazah Kasus TK LS Nama
DPJP
Paraf DPJP
1 BST
2 BST
3 BST
4 BST
5 BST
6 BST
7 BST
8 BST
9 BST
10 BST
11 BST
12 BST
13 BST
14 BST
15 BST
16 BST
17 BST
18 BST
19 BST
20 BST
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
3
Buku Log Dokter Muda |
1.2.4. Fotografer Pemeriksaan Luar Jenazah
No Tgl Nama Jenazah Kasus TK LS Nama
DPJP Paraf DPJP
1 BST
2 BST
3 BST
4 BST
5 BST
6 BST
7 BST
8 BST
9 BST
10 BST
11 BST
12 BST
13 BST
14 BST
15 BST
16 BST
17 BST
18 BST
19 BST
20 BST
4 | Buku Log Dokter Muda
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
1.2.5. Konseptor dan Membuat Visum et Repertum Jenazah
No Tgl Nama Jenazah Kasus TK LS Nama
DPJP
Paraf DPJP
1 BST
2 BST
3 BST
4 BST
5 BST
6 BST
7 BST
8 BST
9 BST
10 BST
11 BST
12 BST
13 BST
14 BST
15 BST
16 BST
17 BST
18 BST
19 BST
20 BST
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
5
Buku Log Dokter Muda |
1.2.6. Otopsi, Olah TKP, Ekshumasi, BAP dan Saksi Ahli
No Tgl Nama Korban Kasus TK LS Nama
DPJP
Paraf DPJP
1 RM
2 RM
3 RM
4 RM
5 RM
6 RM
1.3. Forensik Klinik
1.3.1. Informed Consent dan Prosedur Medikolegal
No Tgl Nama Korban Kasus TK LS Nama
DPJP
Paraf DPJP
1 BST
2 BST
3 BST
4 BST
5 BST
6 BST
7 BST
8 BST
9 BST
10 BST
6 | Buku Log Dokter Muda
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
1.3.2. Pengambilan dan Pengemasan Sampel Korban Hidup
No Tgl Nama Jenazah Kasus TK LS Nama
DPJP
Paraf DPJP
1 BST
2 BST
3 BST
4 BST
5 BST
6 BST
1.3.3. Fotografer, Konseptor, dan Membuat Visum et Repertum Korban Hidup
No Tgl Nama Korban Kasus TK LS Nama
DPJP
Paraf DPJP
1 BST
2 BST
3 BST
4 BST
5 BST
6 BST
7 BST
8 BST
9 BST
10 BST
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
7
Buku Log Dokter Muda |
Buku Log Koas Kedokteran Forensik & Studi Medikolegal BAB 2
PENILAIAN SUMATIF 2.1. Ujian Jurnal/Ilmiah
Judul : ...
Tanggal ujian : ...
Penguji : ...
Nilai dan Paraf :
2.2. Ujian Laporan Kasus
Kasus : ...
Tanggal ujian : ...
Penguji : ...
Nilai dan Paraf :
2.3. Ujian OSCE
Tanggal ujian : ...
Penguji : ...
Nilai dan Paraf :
Program Studi Pendidikan Dokter FK UNUD 2018 19
8 | Buku Log Dokter Muda
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
Buku Log Koas Kedokteran Forensik & Studi Medikolegal
2.4.1.Ujian Mini-CEX Patologi Forensik
Kasus :...
Fokus : ...
Tanggal ujian : ...
Penguji : ...
ITEM PENILAIAN DIOBSERVASI NILAI
KUALITAS HUMANISTIK /PROFESIONALISME YA/TIDAK
PROSEDUR MEDIKOLEGAL YA/TIDAK
OTOPSI VERBAL DAN INFORMED CONSENT YA/TIDAK IDENTIFIKASI
Gizi (berat badan dan panjang badan) Pakaian
Perhiasan Gigi geligi Kelamin dan anus Identifikasi khusus
YA/TIDAK
THANATOLOGI Lebam mayat Kaku mayat Pembusukan
YA/TIDAK PEMERIKSAAN LUKA
Lokasi Koordinat Jenis Gambaran Ukuran Sekitar Patah tulang
YA/TIDAK
ASFIKSIA
MataSianosis YA/TIDAK
LAIN-LAIN (TERKAIT KASUS) YA/TIDAK PENGAMBILAN SAMPEL
Darah
Urin YA/TIDAK
FOTOGRAFI FORENSIK YA/TIDAK
MEMBUAT KONSEP VISUM ET REPERTUM YA/TIDAK MEMBUAT KESIMPULAN VISUM ET REPERTUM YA/TIDAK
KEMAMPUAN KONSELING YA/TIDAK
ORGANISASI / EFISIENSI YA/TIDAK
KOMPETENSI KLINIS KESELURUHAN
Program Studi Pendidikan Dokter FK UNUD 2018 20
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
9
Buku Log Dokter Muda |
Buku Log Koas Kedokteran Forensik & Studi Medikolegal
2.4.1.Ujian Mini-CEX Forensik Klinik
Kasus :...
Fokus : ...
Tanggal ujian : ...
Penguji : ...
ITEM PENILAIAN DIOBSERVASI NILAI
KUALITAS HUMANISTIK /PROFESIONALISME YA/TIDAK
PROSEDUR MEDIKOLEGAL YA/TIDAK
WAWANCARA DAN INFORMED CONSENT YA/TIDAK TANDA-TANDA VITAL
Kesadaran Tekanan darah NadiRespirasi Suhu
YA/TIDAK
PEMERIKSAAN FISIK Generalis
Lokalis YA/TIDAK
PEMERIKSAAN LUKA Lokasi
Koordinat Jenis Gambaran Ukuran Sekitar Patah tulang
YA/TIDAK
PEMERIKSAAN SELAPUT DARA YA/TIDAK
PEMERIKSAAN ANUS YA/TIDAK
PENGAMBILAN SAMPEL Vaginal swab
Buccal swab
Muntahan / Isi lambung
YA/TIDAK
FOTOGRAFI FORENSIK YA/TIDAK
MEMBUAT KONSEP VISUM ET REPERTUM YA/TIDAK MEMBUAT KESIMPULAN VISUM ET REPERTUM YA/TIDAK
KEMAMPUAN KONSELING YA/TIDAK
ORGANISASI / EFISIENSI YA/TIDAK
KOMPETENSI KLINIS KESELURUHAN
Program Studi Pendidikan Dokter FK UNUD 2018 21
10 | Buku Log Dokter Muda
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
Buku Log Koas Kedokteran Forensik & Studi Medikolegal 2.5. Pengurangan Nilai
No Jenis Pelanggaran Poin Pengurangan Nilai Poin Nilai Paraf Indivi DPJP
du Kel.
Jaga Kel.
Besar
1 Membuka rahasia kedokteran 50
2 Memalsukan tanda tangan 50
3 Berbohong 50
4 Membuat keributan/mengganggu
ketertiban umum/mencuri 50
5 Menghilangkan barang bukti 50
6 Pergi tanpa keterangan saat jaga 25 7 Tidak mengumpulkan foto/laporan
obduksi 25
8 Tidak hadir jaga/otopsi tanpa
keterarangan 25
9 Tidak dapat bekerja sama dalam tim 10
10 Tidak membuat draft VER 10
11 Tidak memperbaiki draft VER yang sudah
dikoreksi DPJP 10
12 Tidak periksa kasus Forklin 10
13 Tidak mengumpulkan tugas 10
14 Tidak siap Laporan Pagi 10
15 Tidakme-rename foto/foto tidak lengkap 10 16 Menunda ujian/tidak lapor ujian
17 Tidak membuat draft VER sesuai format 5
18 Tidak segera melakukan PL 5
19 Terlambat datang/pulang awal 10 20 Mainan tablet/Hp saat
diskusi/pengayaan/lapora pagi/jurnal 5 21 Tidak minta tanda tangan Buku Log 5 22 Tidak mengisi BAP dengan tepat 5 23 Tidak minta tanda tangan BAP 5 24 Sampah berserakan di tempat
tugas/tuang koas 10
Program Studi Pendidikan Dokter FK UNUD 2018 22
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
11
Buku Log Dokter Muda |
Buku Log Koas Kedokteran Forensik & Studi Medikolegal 2.6. Nilai Akhir
Jenis evaluasi Nilai angka Nilai abjad Nilai Jurnal
Nilai Mini Cex Patfor Nilai Mini Cex Forklin Nilai Laporan Kasus Nilai OSCE
Sub Total Pengurangan
Total Nilai : 5
Paraf Kordik Departemen ………..
Program Studi Pendidikan Dokter FK UNUD 2018 23
12 | Buku Log Dokter Muda
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
Buku Log Koas Kedokteran Forensik & Studi Medikolegal 2.7. Ujian Perbaikan Pertama
Tanggal
ujian Jenis evaluasi Nilai
angka
Paraf dokter penguji Nilai Jurnal
Nilai Mini Cex Patfor Nilai Mini Cex Forklin Nilai Laporan Kasus Nilai OSCE
Total Nilai
2.8. Ujian Perbaikan Kedua Nilai mini Cex Forklin
Penguji Nilai angka Paraf dokter penguji
Nilai rata-rata
Nilai OSCE
TOTAL NILAI :(Nilai rata-rata Mini Cex Forklin) +(OSCE) 2
Program Studi Pendidikan Dokter FK UNUD 2018 24
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
13
Buku Log Dokter Muda |
Buku Log Koas Kedokteran Forensik & Studi Medikolegal BAB 3
CATATAN KHUSUS
No. Tanggal Catatan Nama dan
Paraf DPJP 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Catatan:
•Untuk penilaian negatif menggunakan tinta merah.
•Untuk penilaian positif menggunakan tinta biru/hitam.
Program Studi Pendidikan Dokter FK UNUD 2018 25
14 | Buku Log Dokter Muda
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
Buku Log Koas Kedokteran Forensik & Studi Medikolegal BAB 4
PENUTUP
KOMPETENSI TIDAK MUNCUL BEGITU SAJA TETAPI DIKUASAI MELALUI PROSES PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, MAKA ISI DAN LENGKAPI BUKU LOG INI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERSAMA.
Program Studi Pendidikan Dokter FK UNUD 2018 26
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL
15
Buku Log Dokter Muda |
Buku Log Koas Kedokteran Forensik & Studi Medikolegal LAMPIRAN
Learning Situation (LS)
Learning Situation KKM di Departemen Forensik & Studi Medikolegal:
1. Interactive Lectures (IL) by Learning in Small Groups (SGD) 2. Bedside teaching (BST)
Sesuai dengan kasus yang tercantum dalam Standar Kompetensi Konsil Kedokteran Indonesia/KKI.
3. Role Model (RM)
Mahasiswa diberikan pengalaman mengamati dalam pemeriksaan khusus misalnya otopsi, olah TKP, ekshumasi, pemeriksaan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dari Polisi dan ikut hadir pada persidangan saat memberikan keterangan ahli.
Keterampilan Klinik
Tingkat kemampuan yang diharapkan, yaitu:
1. Mengetahui dan menjelaskan mengenai kekerasan fisik dan seksual, identifikasi, thanatologi, traumatologi forensik, fotografi forensik, dan prosedur medikolegal.
2. Pernah melihat atau pernah didemonstrasikan mengenai otopsi atau ekshumasi.
3. Pernah melihat atau ikut dalam penerapan peran dokter sebagai saksi ahli baik dalam proses penyidikan maupun pengadilan.
4. Mampu melakukan pemeriksaan korban hidup, pemeriksaan luar jenazah, pengambilan sampel, fotografi forensik serta membuat Visum et Repertum berdasarkan medical reasoning dan legal reasoning secara mandiri.
5. Mampu memilah cara kematian wajar dan tidak wajar, kemudian menindaklanjuti kasus tersebut seperti merujuk pada institusi yang mempunyai pelayanan kedokteran forensik dan mengedukasi keluarga untuk melaporkan kejadian ke pihak yang berwajib (polisi).
Setelah menjalani KKM diharapkan Koas:
1. Mampu melakukan anamnesis dan penjelasan kepada korban hidup, tersangka, saksi, penyidik dan keluarga tentang kasus yang ditangani.
2. Mampu melakukan informed consent yang baik dan adekuat.
3. Mampu melakukan pemeriksaan korban hidup, pemeriksaan luar jenazah, pengambilan sampel, fotografi forensik serta membuat Visum et Repertum.
4. Mampu memilah cara kematian wajar dan tidak wajar untuk dirujuk.
Program Studi Pendidikan Dokter FK UNUD 2018 27
16 | Buku Log Dokter Muda
ILMU KEDOKTERAN FORENSIK & STUDI MEDIKOLEGAL