REDESIGN PERPUSTAKAAN INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL DENGAN PENDEKATAN EDUKATIF DAN REKREATIF
UNIVERSITAS TELKOM
Oleh:
Haiva Nurtasany 1603184133 Dosen Pembimbing :
PRODI STUDI DESAIN INTERIOR FAKULTAS INDUSTRI KREATIF
UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG
SEPTEMBER 2021
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
Perpustakaan adalah sebuah fasilitas sumber daya manusia yang bertujuan untuk mengedukasi dari berbagai macam atau bidang ilmu kepada pengunjung yang datang tanpa membeda-bedakan umur,ras budaya maupun agama.Perpustakaan di bagi menjadi beberapa macam misalnya perpustakaan seperti perpustakaan umum yang biasa di selenggarakan oleh pemerintah untuk masyarakat luas bisa di akses oleh siapa saja, selain itu ada perpustakaan perguruan tinggi yang mana di selenggarakan oleh pihak perguruan tinggi untuk mahasiswa,dosen ataupun masyarakat perguruang tinggi tersebut.
Kita tahu bahwa perguruan tinggi menjadi salah satu tempat penyelenggara Pendidikan menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomer 12 tahun 2021,pada pasal 1 poin ke 2 menyatakan bahwa tujuan perguruan tinggi ialah untuk menyelenggarakan Pendidikan tinggi yang mencakup diploma,program sarjana,program doctor dan program profesi,serta Program spesialis berdasarkan kebudayaan Indonesia.
di perguruan tinggi sangat penting untuk menunjang kegiatan akademik tinggi seperti memberikan berbagai informasi ilmu pengetahuan dari berbagai bidang dan teknologi itu sebabnya perpustkaan menjadi salah satu fasilitas penting di perguruan tinggi. Ketentuan bahwa, setiap perguruan tinggi harus memiliki perpustakaan juga diatur dalam Pemerintah Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990 pasal 55 ayat (1), disebutkan bahwa, setiap universitas/institut harus memiliki perpustakaan, pusat komputer, laboratorium/studio, dan unsur penunjang lain yang diperlukan untuk penyelenggaraan perguruan tinggi.
perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran penting contohnya dalam segi pelayanan informasi selain itu juga perpustakaan perguruan tinggi harus mampu mengelolah dan merawat dokumen-dokumen berupa dokumen cetak ataupun dokumen non-cetak.
Begitupun di perguruan tinggi itenas memiliki sebuah perpustakaan untuk menunjang kegiatan akademik dan sumber informasi untuk masyarakat di perguruan tinggi tersebut.
Sebagai salah satu unit penunjang proses pembelajaran di lingkungan Itenas, UPT Perpustakaan memiliki visi: ”Menjadi pusat belajar mandiri untuk mahasiswa Itenas, dosen Itenas, dan untuk masyarakat. Memiliki koleksi yang lengkap dan relevan, menggunakan teknologi informasi untuk mengelola dan menyebarluaskan informasi, serta memiliki hubungan yang baik dengan institusi yang lain”. Sedangkan yang menjadi misi adalah:”Mendukung proses pendidikan di Itenas dan juga pada masyarakat, serta meningkatkan motivasi belajar pada mahasiswa dan dosen Itenas.” (sumber: UPT Perpustakaan Itenas,10 Okt 2021,21:33)
Perpustakaan Itenas berada di Gedung 9 bangunan ini memiliki tiga lantai,namun untuk saat ini hanya 2 lantai saja yang di pakai untuk oprasional perpustakaan,sedangkan pada lantai tiga di jadikan ruangan seminar dan beberapa kelas,setela, melakukan survey tidak ada fasilitas pendukung seperti ruang audiovisual,ruang teater ,ruang berdiskusi untuk kegiatan mahasiswa,selain itu juga kurangnya jumlah buku dan luasan pada perpustakaan
jika itenas memiliki mahasiswa sebanyak 7.501-10.000 makan untuk luasan perpustakaan minimal 2.000m2,sedangkan luasan yang dipakai untuk oprasional perpustakaan di perpustakaan hanya 1.496m2,selain itu desain interior yang diterapkan dan furniture yang ada masih sangat standar seperti rak buku dan furniture lainnya memiliki warna dominan yaitu warna coklat yang membuat kesan monoton pada perpustakaan Institut Teknologi Nasional.
Maka dari itu untuk memenuhi standar SNP (standar Nasional perpustakaan) di butuhan untuk mendesain ulang interior perpustakaan itenas agar bisa mengatasi dan memperbaiki permasalah yang ada untuk mencapai kenyamanan dan memfasilitasi kegiatan masyarakat yang diharapkan kedepannya dapat menjalankan fungsi fasilitas dengan lebih optimal.
1.2 Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat di kemukakan masalah yang di dapat dari pengamatan pada perpustakaan Institut Teknologi Nasional ,yaitu:
A.Umum
• Desain pada keseluruhan ruang di perpustakaan institute teknologi nasional masih belum
B.Organisasi ruang dan layout
• Masih ada beberapa seperti pada lantai dua di area rak buku dan area baca yang masih belum tertata sistematis.
C.Sirkulasi
• Masih ada beberapa meja di area baca yang belum memiliki sirkusi yang baik D.Persyaratan umum ruang :
• Pencahayaan :
Kurangnya pencahayaan alami dan buatan pada perpustakaan Institut Teknologi Nasional sehingga penghilahan sedikit redup.
• Penghawaan:
Penghawaan di Perpustakaan Institut Teknologi Nasional lebih di dominasi oleh penghawaan alami dari ventilasi yang ada setiap lantai dan beberapa ruangan memakai ac split serta dengan kondisi kota bandung bisa meencapai 33 derajat yang mana ac split tidak efektif .
• Furnitur:
Furniture yang di gunakan di perpustakaan Institut Teknologi Nasional masih sangat standar seperti memiliki bentuk yang sama persegi Panjang dan warna dominas pada seluruh furniture yaitu coklat.
E.Konsep visual
• Desain pada Perpustakaan Institut Teknologi Nasional dominan menggunakan warna putih pada seluruh ruangan sehingga pengunjung terkadang merasakan emosi hampa .
• Ada beberapa warna lain seperti oren yang menjadi identitas Institut Teknologi Nasional kurangnya pengaplikasian terhadap interior perpustakaan.
F.Fasilitas
• Kurangnya fasilitas untuk menujang kebutuhan mahasiswa atau pengunjung seperti auditorium,dan beberapa fasilitas lainnya.
1.3 Rumusah masalah
Dari identifikasi masalah diatas,maka rumusan masalah perpustakaan Institut Teknologi Nasional adalah sebagai berikut:
a..bagaimana mengaplikasikan warna dan bentuk pada Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung agar membuat desain lebih nyaman dan menarik
b. bagaimana mengelola penempatan ruang dan furniture agar membuat pengguna nyaman dan efesien?
c. Bagaimana perancangan interior di Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung agar membuat kondisi ruang berjalan dengan aman,nyaman dan sehat?
d. Bagaimana perancangan interior yang bisa memberikan fasilitas yang baik untuk penunjang kegiatan pengunjung atau pemustakawan?
1.4 Tujuan dan sasaran perancangan 1.4.1 Tujuan
Dalam perancangan interior Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung memiliki tujuan yaitu :
a. Menciptakan suasana baru yang nyaman untuk melakukan produktifitas di perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung
b .Menciptakan ruang ruang yang nyaman dan aman.di Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung
c .Memberikan fasilitas yang bisa menunjang kegiatan pemustaka atau mahasiswa.
1.4.2 Sasaran
Sasaran dari perancangan Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung:
a. Masyarakat khususnya masyarakat Institut Teknologi Nasional Bandung
b. Memberikan pengalaman yang baik dengan perubahannya interior membuat mahasisa ataupun pemustaka merasa nyaman dan senang
c. memberikan fasilitas yang kedepannya berharap agar sering digunakan oleh mahasiswa atau pemustaka
1.5 Batasan Masalah
Perpustakaan itenas berada di Jl. PH.H. Mustofa No.23, ITENAS, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40124.Perpustakaan itenas terletak di Gedung 9 dengan luasan bangunan itenas memiliki tiga lantai dengan luasan 2.244 m2.
1.6 Manfaat Perancangan a. Manfaat bagi perancang
Perancangan mendapat pembelajaran dan pengalaman baru dari berjalannya proses perancangan ulang Perpustakaan Instutut Teknologi Nasional Banndung.
b. Manfaat Bagi Institusi
Bisa dijadikan referensi desain untuk pihak perpustakaan Instutut Teknologi Nasional.
c. Manfaat bagi Pembaca.
Bisa dijadikan penambah wawasan dalam ilmu desain interior.
1.7 Metode Desain
Untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan rancangan sbelumnya perlu adanya pengumpulan data,pengumpulan data ini bisa secara langsung seperti melakukannya observasi,wawancara ataupun membagikan kuesioner ,lalu ada juga pengumpulan data secara tidak langsung bisa dari internet,jurnal ataupun sejenisnya.
1.7.1 Observasi
Metode observasi adalah metode yang dilakukan dengan mengunjungi langsung obyek yaitu perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung yang letaknya ada di jalan PH.H. Mustofa No.23, ITENAS, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung.metode ini dilakukan untuk mengetahui kondisi yang ada di obyek tersebut seperti:
a. Mengetahui bagaimana alur aktivitas karyawan dan pengunjung.
b. Mengetahui fasilitas apasaja yang ada di perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung.
c. Mengetahui bagaimana elemen interior yang diterapkan di Institut Teknologi Nasional Bandung
d. Mengetahui kondisi lingkungan sekitar yang ada disana.
1.7.2 Kuesioner
Metode kuesioner ini dilakukan dengan cara menyeebarkan kuesioner kepada pengunjung perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai:
a. Seberapa sering pengunjung datang keperpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung
b. Aktivitas apa saja yang biasa dilakukan di Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung
c. Fasilitas apa saja yang ada di Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung d. Penilaian pengunjung terhadap interior yang ada.
1.7.3 Studi Literatur
Metode dilakukan dengan cara mengumpulkan data seperti jurnal,buku,internet dan sejenisnya untuk mengetahui pengetahuan serta desain seperti apa yang akan diterapkan di Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung,berikut data yang diperlukan:
a. Kajian perpustakaan,fungsi,tujuan dan standar kebutuhan perpustakaan b. Kajian tentang standar desain perpustakaan
c. Kajian tentang standar ergonomi dan antropometri untuk perpustakaan 1.7.4 Studi Banding
Studi banding dilakukan dengan cara membandingkan bebrapa obyek perpustakaan diantaranya open library Telkom University,Perpustakaan Maranata dan perpustakaan Universitas Parahyangan.
1.7.5 Dokumentasi
Dokumentasi di dapat dari hasil observasi yang di dokumentasikan berupa foto yang bertujuan untuk memperjelas dari deskripsi.
1.7.6 Programming
Metode ini dilakukan setelah data yang dibutuhkan terkumpul untuk perancangan ulang Perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung data melewati tahapan seperti zoning,bloking, layout sampai ke konsep desain.
1.7.7 Hasil akhir Perancangan
Hasil akhir dari perancangan yaitu berbentuk buku dan lembar kerja 1.8 Kerangka Berpikir
1.9 Sistematika Pembahasan Metode Pembahasan
BAB I PENDAHULUAN
Merupakan penjabaran masalah berupa latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat perancangan, kerangka berpikir dan metode pembahasan.
BAB II KAJIAN LITERATUR DAN DATA PERANCANGAN
Menjelaskan dasar pemikiran dari teori dan literatur yang menjadi acuan perancangan, mengumpulkan data survei dari pengamatan langsung dan wawancara, menjabarkan hasil komparasi dan analisa langsung untuk konsep perancangan interior.
BAB III KONSEP PERANCANGAN DESAIN INTERIOR
Merupakan tahap perancangan desain interior perpustakaan Itenas Bandung yang berisi konsep dan tema perancangan, organisasi ruang, utilitas, konsep bentuk, konsep material, konsep warna, gambar kerja dan perspektif 3D ruang.
BAB IV PERANCANGAN DESAIN INTERIOR
Implementasi dari konsep dan tema perancangan interior tentang organisasi ruang, utilitas, konsep bentuk, konsep material, konsep warna, gambar kerja dan perspektif 3D ruang.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berisi kesimpulan dan saran
BAB II
KAJIAN LITERATUR 2.1 Definisi Proyek
2.1.1 Pengertian Perpustakaan.
Perpustakaan memiliki banyak definisi dari UU hingga para ahli,berikut beberapa definisi pengertian Perpustakaan:
a. Dalam UU no.43 Tahun 2007 Pasal 1 Ayat 1” perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang bagu guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi bagi para pemustaka”.
b. Pengertian perpustakaan menurut Trimo adalah sekumpulan bahan pustaka, baik yang tercetak maupun rekaman yang lainnya, pada suatu tempat tertentu yang telah diatur sedemikian rupa untuk mempermudah pemustaka mencari informasi yang diperlukannya dan yang tujuannya utamanya adalah untuk melayani kebutuhan informasi masyarakat yang dilayaninya dan bukan untuk diperdagangkan (Trimo dalam sinaga 200:220) c. Pengertian perpustakaan menurut Sugiyanto adalah suatu unit kerja yang berupa tempat
menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi.
d. Pengertian perpustakaan menurut Sutarno NS adalah mencakup suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan atau gedung tersendiri yang berisi buku koleksi, yang diatur dan disusun sedemikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan jiwa sewaktu- waktu diperlukan oleh pembaca.(Sunarto NS 2006:11)
Dari definisi di atas bisa disimpulkan bahwa perpustakaan adalah ruang yang menyimpan dan mengelola data berupa karya cetak sampai non cetak yang diatur sedemikian rupa agar orang bisa mudah menemukannya.namun adanya perkembangan perpustakaan tidak hanya megelola buku saja tatapi mengelola berupa karya rekam yang mana adanya ruang audi visual di perpustakaan masa kini.
2.1.2 Fungsi Perpustakaan
Menurut Undang-Undang No.43 Tahun 2007 Bab 1 Pasal 3,Fungsi perpustakaan adalah ”Perpustakaan fungsi sebagai Wahana Pendidikan, Penelitian, Informasi,dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa” (UU No.43 Tahun 2007).
Adanya perpustakaan menjadi tempat sumber daya manusia untuk meningkatkan kecerdasan dengan adanya berbagai informasi Pendidikan atau nonpendidikan.
2.1.3 Jenis Perpustakaan.
Dalam Undang-Undang no 43 tahun 2007 Bab 1 pasal 20,jenis-jenis perpustakaan yaitu:
1. Perpustakaan Nasional 2. Perpustakaan Khusus 3. Perpustakaan Umum 4. Perpustakaan Sekolah
5. Perpustakaan Perguruan Tinggi
1. Perpustakaan Nasional adalah perpustakaan yang didirikan di ibukota negara dan merupakan perpustakaan induk dari semua jenis perpustakaan yang ada di negara tersebut.
2. Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh kantor atau instansi yang tujuannya adalah untuk untuk menunjang kegiatan kantor atau instansi dimana perpustakaan itu berada.
3. Perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang bertugas mengumpulkan, menyimpan, mengatur dan menyajikan bahan pustakanya untuk masyarakat umum.
Perpustakaan umum diselenggarakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa memandang latar belakang pendidikan, agama, adat istiadat, umur, jenis dan lain sebagainya, maka koleksi perpustakaan Umum pun terdiri dari beraneka ragam bidang dan pokok masalah sesuai dengan kebutuhan informasi dari pemakainya.
4. Perpustakaan sekolah yaitu perpustakaan yag terletak di lingkup sekolah yang memiliki perpustakaan berunsur mengedukasi dan rekreatif
5. Perpustakaan perguruan tinggi yaitu perpustakaan yang diselenggarakan untuk mengumpulkan, memelihara, menyimpan, mengatur, mengawetkan dan mendaya gunakan bahan pustakanya untuk menunjang pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Maka perpustakaan Insitut Teknologi Nasional Bandung termasuk pada perpustakaan perguruan tinggi yang disediakan oleh perguruan tinggi tersebut untuk
menyimpan,mengatur dan dan mengelola dokumen untuk menunjang sebuah penelitian maupun Pendidikan.
2.1.4 Pengertian Perpustakaan Perguruan Tinggi
Menurut Sutarno (2003: 35) Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan perpustakaan yang berada dalam suatu perguruan tinggi dan yang sederajat yang berfungsi mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi, sedangkan penggunanya adalah seluruh civitas akademika.
Sedangkan menurut Sulistyo Basuki Perpustakaan Perguruan Tinggi adalah perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya.
2.1.5 Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi.
Prof. Sulistiyo Basuki dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu Perpustakaan, 1999, mengemukakan tujuan perpustakaan perguruan tinggi antara lain:
1. Memenuhi keperluan informasi masyarakat perguruan tinggi. Lazimnya staf pengajar dan mahasiswa sering pula mencakup tenaga administrasi perguruan tinggi.
2. Menyediakan bahan pustaka rujukan (referensi) pada semua tingkat akademis.
Artinya mulai dari mahasiswa tahun pertama hingga ke mahasiswa program pasca sarjana dan pengajar.
3. Menyediakan ruang belajar untuk pemakai perpustakaan.
4. Menyediakan jasa peminjaman yang tepat guna bagi berbagai jenis pemakai.
5. Menyediakan jenis informasi aktif yang tidak hanya terbatas pada lingkungan perguruan tinggi tetapi juga lembaga induknya.
2.1.6 Fungsi Perpustakaan.
Buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang diterbitkan tahun 2004, ada 7 fungsi perpustakaan perguruan tinggi antara lain:
1. Fungsi Edukasi
Perpustakaan merupakan sumber belajar para sivitas akademika, oleh karena itu
yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksana evaluasi pembelajaran.
2. Fungsi Informasi
Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi.
3. Fungsi Riset
Perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4. Fungsi Rekreasi
Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk
membangun dan mengembangkan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan.
5. Fungsi Publikasi
Perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya yakni sivitas akademika dan staf non- akademik.
6. Fungsi Deposit
Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya.
7. Fungsi Interpretasi
Perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya.
2.1.7 Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi.
1. Ruang lingkup
Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi ini meliputi standar koleksi, sarana prasarana, pelayanan, tenaga, penyelenggaraan,
pengelolaan perpustakaan Perguruan Tinggi yang mampu memfasilitasi proses pembelajaran tridharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat) serta berperan dalam meningkatkan atmosfer akademik. Standar ini berlaku pada Perpustakaan Perguruan Tinggi baik negeri
maupun swasta yang meliputi universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, dan politeknik.
2. Koleksi Perpustakaan a. Jenis koleksi
1) Koleksi perpustakaan berbentuk karya tulis, karya cetak, digital dan/atau karya rekam terdiri atas fiksi dan non fiksi.
2) Koleksi non fiksi terdiri atas buku wajib mata kuliah, bacaan umum, referensi, terbitan berkala, muatan lokal, laporan penelitian,dan literatur kelabu.
b. Jumlah koleksi
1) Jumlah buku wajib per mata kuliah paling sedikit 3 (tiga) judul.
2) Judul buku pengayaan 2 (dua) kali jumlah buku wajib.
3) Koleksi audio visual disesuaikan dengan kebutuhan masing- masing perguruan tinggi.
4) Koleksi sumber elektronik (e-resource) jumlah dan materinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
5) Jurnal ilmiah paling sedikit 2 (dua) judul (berlangganan atau menerima secara rutin) per program studi.
6) Majalah ilmiah populer paling sedikit 1 (satu) judul(berlangganan atau menerima secara rutin) per program studi.
7) Muatan lokal (local content) atau repositori terdiri dari hasil karya ilmiah civitas academica (skripsi, tesis, disertasi, makalah seminar, simposium, konferensi, laporan penelitian, laporan pengabadian masyarakat, laporan lain- lain, pidato pengukuhan, artikel yang dipublikasi di jurnal nasional maupun internasional,
publikasi internal kampus, majalah atau buletin kampus).
c. Pengembangan koleksi
Penambahan koleksi per tahun paling sedikit 3% dari total koleksi (judul) yang ada.
d. Koleksi muatan lokal
Perpustakaan menyediakan koleksi muatan lokal perguruan tinggi
yang bersangkutan, yaitu koleksi perpustakaan berupa hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, makalah seminar, simposium, konferensi, laporan penelitian, laporan pengabadian masyarakat, laporan lain-lain, pidato pengukuhan, artikel yang dipublikasi di jurnal nasional maupun internasional, publikasi internal kampus, majalah atau buletin kampus.
e. Koleksi referensi
Perpustakaan menyediakan koleksi referensi seperti: kamus, ensiklopedi, sumber biografi, bibliografi, buku pegangan (hand book), manual, atlas, peta, kitab suci, direktori, dan abstrak.
f. Pengolahan bahan perpustakaan
Bahan perpustakaan dideskripsikan, diklasifikasi, diberi tajuk subjek dan disusun secara sistematis dengan sistem yang baku.
g. Cacah ulang/stock opname
Perpustakaan melakukan cacah ulang koleksi perpustakaan paling sedikit sekali dalam 3 (tiga) tahun.
h. Penyiangan
Penyiangan dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun melalui koordinasi dengan jurusan/program studi terkait.Penyiangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi koleksi perpustakaan yang rusak dan tidak dapat diperbaiki, serta tidak dapat dikonversi dalam bentuk lain. Disamping itu mempertimbangkan jumlah koleksi perpustakaan yang terlalu banyak atau melebihi ketentuan dalam kebijakan pengembangan koleksi.
i. Pelestarian koleksi
Pelestarian koleksi perpustakaan meliputi kegiatan yang bersifat pencegahan dan penanggulangan kerusakan fisik dan/atau pengalihmediaan isi dari suatu format ke format lain.
3.Sarana dan prasarana perpustakaan.
a.Gedung/luasan ruangan.
Luasan Gedung perpustakaan perguruan tinggi paling sedikit 0,5m2 x jumlah seluruh mahasiswa.
b.Ruang
1) Komposisi ruang
Ruang perpustakaan meliputi:
- area koleksi 45%
- area pemustaka 25%
- area kerja 10%
- area lain/toilet, ruang tamu, seminar/teater, lobi 20%/ area ruang ekspresi publik.
2) Pengaturan kondisi ruangan
Perpustakaan melakukan pengaturan kondisi ruangan dengan cara:
a) pencahayaan
- area baca (majalah dan surat kabar) 200 lumen - meja baca (ruang baca umum) 400 lumen - meja baca (ruang baca rujukan) 600 lumen - area sirkulasi 600 lumen
- area pengolahan 400 lumen
- area akses tertutup (closed access) 100 lumen - area koleksi buku 200 lumen
- area kerja 400 lumen
- area pandang dengar 100 lumen b) Kelembaban
- ruang koleksi buku 45 – 55 rh
- ruang koleksi AV/microfilm 20 – 21 rh c) Temperatur
Area baca pemustaka, area koleksi dan ruang kerja 200 – 250 celcius.
c. Sarana Sarana
Perpustakaan menyediakan sarana perpustakaan disesuaikan dengan koleksi dan pelayanan, untuk menjamin keberlangsungan fungsi perpustakaan dan kenyamanan dengan memperhatikan pemustaka yang memiliki berkebutuhan khusus (disabilitas), seperti tabel beriku
d. Lokasi perpustakaan
Lokasi Perpustakaan Perguruan Tinggi berada di pusat kegiatan pembelajaran dan mudah dijangkau oleh sivitas akademika 4. Pelayanan Perpustakaan
a. Jam buka perpustakaan
Perpustakaan menyediakan pelayanan kepada pemustaka paling sedikit 54 (lima puluh empat) jam kerja per minggu.
b. Jenis pelayanan perpustakaan
Jenis pelayanan perpustakaan paling sedikit, terdiri dari:
1) pelayanan sirkulasi;
2) pelayanan referensi;
3) pelayanan literasi informasi.
5. Laporan kinerja
Laporan kinerja perpustakaan meliputi:
a. laporan statistik pengunjung;
b. laporan statistik peminjam dan pengembalian;
c. laporan statistik keterpakaian koleksi.
Laporan disampaikan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan kepada rektor atau ketua lembaga pendidikan.
6. Kerja Sama Perpustakaan
Perpustakaan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi lain, Perpustakaan Nasional dan lembaga lain yang berkaitan dengan pendidikan.
7. Promosi Perpustakaan
Perpustakaan melakukan promosi dalam rangka memperkenalkan fungsi-fungsi perpustakaan, memperkenalkan pelayanan dan jasa perpustakaan, dan mendorong sivitas akademik untuk memanfaatkan koleksinya.
8. Tenaga Perpustakaan
Tenaga Perpustakaan Perguruan Tinggi terdiri dari kepala perpustakaan, pustakawan tenaga teknis perpustakaan, dan tenaga administrasi.
a. Kepala perpustakaan
1) Perpustakaan dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab kepada pimpinan perguruan tinggi.
2) Kualifikasi kepala perpustakaan adalah tenaga berpendidikan paling rendah magister ilmu perpustakaan dan informasi atau magister lain yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan perpustakaan.
3) Kepala Perpustakaan Perguruan Tinggi harus memiliki sertifikat kompetensi perpustakaan yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi.
b. Pustakawan
Rasio pustakawan yaitu setiap 500 (lima ratus) mahasiswa paling sedikit 1 (satu) pustakawan.
c. Tenaga teknis perpustakaan
Rasio tenaga teknis yaitu setiap 5.000 (lima ribu) mahasiswa paling sedikit 1 (satu) tenaga teknis perpustakaan.
9. Penyelenggaraan Perpustakaan a. Penyelenggaraan perpustakaan
Setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan perguruan tinggi.
b. Nomor Pokok Perpustakaan (NPP)
Setiap Perpustakaan Perguruan Tinggi diwajibkan membe-ritahukan
keberadaannya dengan cara melakukan registrasi ke Perpustakaan Nasional RI untuk memperoleh nomor pokok perpustakaan (NPP).
c. Struktur organisasi
1) Struktur organisasi Perpustakaan Perguruan Tinggi mencakup kepala
perpustakaan, pelayanan pemustaka, pelayanan teknis, teknologi informasi dan komunikasi serta tata usaha.
2) Status perpustakaan merupakan subsistem dari sistem pendidikan, bukan unit pelaksana teknis.
3) Kepala Perpustakaan menjadi anggota senat akademik perguruan tinggi.
4) Struktur Perpustakaan Perguruan Tinggi paling sedikit sebagai berikut:
d. koleksi perpustakaan perguruan tinggi d. Program kerja
Dalam rangka menjalankan organisasi, Perpustakaan Perguruan Tinggi membuat program kerja tahunan.
10. Pengelolaan Perpustakaan
Perpustakaan Perguruan Tinggi memiliki rencana strategis (renstra) yang memuat: visi, misi, tujuan, dan kebijakan yang disesuaikan dengan
rencana strategis perguruan tinggi induknya.
a. Visi perpustakaan
Perpustakaan Perguruan Tinggi memiliki visi perpustakaan yang mengacu pada visi perguruan tinggi.
b. Misi perpustakaan
Misi Perpustakaan Perguruan Tinggi yaitu memfasilitasi proses pembelajaran serta berperan dalam meningkatkan atmosfer akademik.
c. Tujuan perpustakaan
Perpustakaan Perguruan Tinggi bertujuan:
1) menyediakan bahan perpustakaan dan akses informasi bagi pemustaka untuk
kepentingan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
2) mengembangkan, mengolah, dan mendayagunakan koleksi;
3) meningkatkan literasi informasi pemustaka;
4) mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi;
5) melestarikan bahan perpustakaan, baik isi maupun medianya.
d. Kebijakan perpustakaan
Perpustakaan Perguruan Tinggi mendukung kebijakan perguruan tinggi untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memuat program, kegiatan dan anggaran serta indikator kinerja dan target capaian.
E.Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi yaitu:
1) fungsi pendidikan;
2) fungsi penelitian;
3) fungsi informasi;
4) fungsi rekreasi; dan 5) fungsi pelestarian.
f. Anggaran
Perguruan tinggi mengalokasikan anggaran perpustakaan setiap tahun paling sedikit 5% (lima persen) dari total anggaran perguruan tinggi di luar pengembangan fisik dan gaji.
11. Teknologi informasi dan komunikasi
Perpustakaan Perguruan Tinggi memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudkan penyelengaraan dan pengelolaan untuk meningkatkan kinerja perpustakaan dan keperluan pemustaka.
1.1.6 Kebutuhan ruang Perpustakaan Perguruan Tinggi
Kebutuhan ruang perpustakaan Perguruan tinggi pada umumnya adalah:
• Lobby
• Loker
• Ruang pelayanan administrasi
• Ruang Kepala perpustakaan
• Ruang pelayanan teknis
• Ruang kepala perpustakaan
• Ruang pelayanan pemakaian
• Ruang multimedia
• Ruang serba guna
• Ruang pelayanan difabel
• Ruang baca umum
• Ruang baca khusus
• Ruang koleksi khusus
• Ruang koleksu umum
• Ruang koleksi referensi
• Ruang diskusi
• Toilet
• Mushola
11.9 Organisasi Ruang.
D.K. Ching (1996) menyebutkan bahwa organisasi ruang dapat dibagi menjadi 5 bagian, yaitu :
a. Organisasi terpusat
Sebuah ruang dominan yang terpusat dengan pengelompokan sejumlah ruang sekunder.
Organisasi terpusat dengan bentuk yang relatif padat dan secara geometri teratur dapat digunakan untuk :
1). Menetapkan titik-titik yang menjadi point of interest dari suatu ruang.
2). Menghentikan kondisi-kondisi aksial
3). Berfungsi sebagai suatu bentuk obyek di dalam daerah atau volume ruang yang tetap.
b. Organisasi linear
Suatu urutan dalam satu garis dari ruang-ruang yang berulang.
Bentuk organisasi linear bersifat flexsibel dan dapat menanggapi terhadap bermacam-macam kondisi tapak. Bentuk ini dapat disesuaikan dengan adanya perubahan-perubahan topografi, mengitari suatu badan air atau sebatang pohon, atau
mengarahkan ruang-ruangnya untuk memperoleh sinar matahari dan pemandangan. Dapat berbentuk lurus, bersegmen, atau melengkung. Konfigurasinya dapat berbentuk horizontal sepanjang tapaknya, diagonal menaiki suatu kemiringan atau berdiri tegak seperti sebuah menara.
Bentuk organisasi linear dapat digunakan untuk :
1). Menghubungkan ruang-ruang yang memiliki ukuran, bentuk dan fungsi yang sama atau berbeda-beda.
2). Mengarahkan orang untuk menuju ke ruang-ruan
c. Organisasi radial
Organisasi radial adalah sebuah bentuk yang ekstrovert yang mengembangkan keluar lingkupnya serta memadukan unsur- unsur baik organisasi terpusat maupun linear. Variasi tertentu dari organisai radial adalah pola baling-baling di mana lengan- lengan linearnya berkembang dari sisi sebuah ruang pusat berbentuk segi empat atau bujur sangkar. Susunan ini
menghasilkan suatu pola dinamis yang secara visual mengarah kepada gerak berputar mengelilingi pusatnya.
Bentuk organisasi radial dapat digunakan untuk : 1). Membagi ruang yang dapat dipilih melalui entrance.
2). Memberi pilihan bagi orang untuk menuju ke ruang-ruang yang diinginkannya.
d. Organisasi cluster
Kelompok ruang berdasarkan kedekatan hubungan atau bersama-sama
memanfaatkan satu ciri hubungan visual. Tidak adanya tempat utama di dalam
pola organisasi berbentuk
kelompok, maka tingkat kepentingan sebuah ruang harus ditegaskan lagi melalui ukuran, bentuk atau orientasi di dalam polanya.
Bentuk organisasi cluster dapat digunakan untuk : 1). Membentuk ruang dengan kontur yang berbeda-beda.
2). Mendapatkan view dari tapak dengan kualitas yang sama bagi masing-masing ruang.
3). Membentuk tatanan ruang yang memiliki bentuk, fungsi dan ukuran yang berbeda-beda
e.Organisasi grid
Kekuatan yang mengorganisir suatu grid dihasilkan dari keteraturan dan
kontinuitas pola-polanya yang meliputi unsur-unsur yang diorganisir. Sebuah grid dapat mengalami perubahan-perubahan bentuk yang lain. Pola grid dapat diputus untuk membentuk ruang utama atau menampung bentuk-bentuk alami tapaknya.
Sebagian grid dapat dipisahkan dan diputar terhadap sebuah titik dalam pola dasarnya. Lewat dari daerahnya, grid dapat mengubah kesannya dari suatu pola titik ke garis, ke bidang dan akhirnya ke ruang.
Bentuk organisasi grid dapat digunakan untuk : 1).Mendapatkan kejelasan orientasi dalam sirkulasi.
2).Memberi kemudahan dalam penyusunan struktur dan konstruksi bangunan.
Visi misi dan Tugas UPT Perpustakaan
• Sebagai salah satu unit penunjang proses pembelajaran di lingkungan Itenas, UPT Perpustakaan memiliki visi: “Menjadi pusat belajar mandiri untuk mahasiswa Itenas, dosen Itenas, dan untuk masyarakat. Memiliki koleksi yang lengkap dan relevan, menggunakan teknologi informasi untuk mengelola dan menyebarluaskan informasi, serta memiliki hubungan yang baik dengan institusi yang lain”
• Misi : Mendukung proses pendidikan di Itenas dan juga pada masyarakat, serta meningkatkan motivasi belajar pada mahasiswa dan dosen Itenas
Mengacu pada Statuta Institut Teknologi Nasional tahun 2012 pasal 113, disebutkan bahwa UPT Perpustakaan mempunyai tugas
1. Menyediakan, mengolah, memelihara, dan mengembangkan bahan pustaka;
2. Memberikan layanan kepada pengguna perpustakaan baik yang dari dalam maupun dari Institut;
3. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk kepentingan penyebaran ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Sejarah perpustakaan Institut Nasional Bandung
Perpustakaan Itenas didirikan pada tahun 1984 dengan hanya menempati ruangan yang berukuran 4 x 15 M2. Kemudian pindah ke gedung 9 dengan ukuran 38 x 15 M2.
Hingga tahun 2000, Perpustakaan Itenas menggunakan pelayanan system tertutup, dimana mahasiswa dilayani oleh petugas Perpustakaan secara menyeluruh (tidak swalayan). Pada bulan juni hingga November 2000, Perpustakaan direnovasi sehingga ukurannya menjadi 2 lantai yang masing-masing berukuran 17 x 44 M2. Pengembangan sistem perpustakaan dimulai pada Agustus 2001, yang akhirnya pada April 2002 UPT Perpustakaan beralih ke sistem pelayanan terbuka. Hal ini didorong atas prestasi UPT Perpustakaan yang memperoleh hibah dari KNMRT (Kementrian Negara Riset dan Teknologi) dalam bentuk software
(dochushare) pada November 2001. Prestasi berikutnya yang diperoleh oleh UPT
Perpustakaan Itenas adalah dengan berhasilnya memperoleh hibah TPSDP (Technological and Profesional Skills Develoment Sector Project) Batch III dari Bank Dunia dan DIKTI untuk perioda 2004-2007. Pada tahun 2007, UPT Perpustakaan berhasil mendapatkan PHK TIK K-1 untuk pengembangan konten (e-learning dan union catalogue). Tahun 2014, 2016 dan 2017 UPT Perpustakaan berhasil mendapat kepercayaan dari China Hanban untuk
mengembangkan Pojok China (Chinese Corner). Pojok China ini berisi koleksi buku dan multimedia mengenai sejarah dan penggunaan Bahasa China untuk pemulaPada tahun 2020 UPT Perpustakaan Institut Teknologi Nasional mendapatkan akreditasi A, Akreditasi ini merupakan evaluasi yang dilakukan oleh pihak eksternal untuk menilai dan mendorong peningkatan kualitas dan efektivitas perpustakaan. Salah satu tujuan akreditasi adalah memperbaiki lembaga yang diakreditasi. Perpustakaan yang belum memenuhi standar minimal sebagaimana standar perpustakaan harus membenahi diri untuk berupaya
memperbaiki perpustakaanya agar memenuhi standar minimal perpustakaan. Dengan telah terakreditasinya UPT Perpustakaan, maka UPT Perpustakaan sudah memenuhi standar sebuah perpustakaan perguruan tinggi.
BAB III
ANALISIS STUDI BANDING, DESKRIPSI PROJEK DAN ANALISIS DATA 3.1 Analisa Studi Banding
Studi banding ini bertujuan menganalisa ,dan sebagai referensi dalam perancangan yang diperlukan sebagai objek penelitian salah satu dari bagian proses desain yag akan digunakan untuk perpustakaan Institut Teknologi Nasional Bandung untuk memberi solusi dari permasalahan yang didapat.studi banding yaitu perpustakaan dari perguruan tinggi lainnya seperti:Open library yang berada di Telkom university.Perpustakaan maranata dan Perpustakaan Institut Teknologi Bandung.
3.1.1 Open Library Telkom University 3.1.1.1 Profil
• .Deskripsi Umum.
Gambar 3.1 logo Open Library Telkom University Sumber : https://www.facebook.com/TelkomOpenLibrary/
Open library adalah perpustakaan Telkom university yang memiliki lebih dari 93.404 judul koleksi dengan jumlah eksemplar 147.790 dan telah memiliki akreditasi “A: dari perpustakaan Nasional RI du tahun 2015. Dalam pelaksanaan operasionalnya, konsep
"Open Library" didukung oleh pengembangan teknologi informasi sistem perpustakaan, untuk senantiasa meningkatkan layanan, database, dan koleksi perpustakaan. Telkom University juga ingin perpustakaannya dapat bermanfaat sebesar mungkin dan sebanyak mungkin bagi sivitas dan warga Telkom University serta masyarakat luas. Oleh karena itu, Telkom University Open Library menggagas juga kegiatan-kegiatan untuk menggerakkan literasi seperti "Telkom University Literacy Event", "Library Open Discussion", penggalangan donasi buku, program perpustakaan binaan di beberapa daerah terpencil, serta mengedukasi anti plagiarisme.
(sumber:Openlibrary.telkomuniversity-.ac.id/home/aboutus.com)
• Lokasi: Jl. Telekomunikasi No.1, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40257
• Jam Oprasional : 08.00-19.00
• Visi Misi:
1. Berperan aktif dalam melakukan akuisisi pengetahuan, mengelola pengetahuan, dan berbagi pengetahuan.
2. Berperan aktif dalam meningkatkan minat baca dan tulis di masyarakat
3. Bekerja sama dengan semua instansi dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan.
• Pengguna : Masyarakat Telkom university dan masyarakat umum
• Struktur organisasi:
Gambar 3.2 logo Struktur Organisasi Open Library Sumber : https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/home/aboutus.html
3.1.1.2 Analisa Fasilitas Open Library
Dibawah ini adalah fasilitas yang ada di open library Telkom university:
1.loby
2.loker
3. area peminjaman buku
4.Area baca
5.area buku
6.ruang diskusi
7.Mini teater
8.Kantin
9. Internasional corner
10. BI corner
11.KPK corner
12.
Gambar 3.1 Tabel Failitas Open Library Sumber:
3.1.1.3 Organisasi ruang
Gambar 3.3 Organisasi Ruang Open Library Sumber:
Organisasi ruang yang digunakan adalah Linear dari area satu ke area lainnya saling berdampingan dan berhubungan.seperti dati area ruang duduk luar yang memiliki alur ke loby lalu ke area sirkulasi di lanjut ke area rekreatif dan kearea-area selanjutnya sampai Kembali ke pintu luar yang terletak di sebelah kanan area sirkulasi.
3.1.1.4 Sirkulasi
Gambar 3.3 Rak buku di Open Library Sumber: Nabila,2021.
Untuk sirkulasi dari rak satu ke rak lainnya memiliki sirkulasi 100 cm ini membuat sirkulasi kecil jika di isi oleh dua orang.dari masing-masing sisi dan jika dilihat dari gambar di atas open library memiliki sirkulasi linear berupa Lorong yang membangun dari satu ruang ke ruang lainnya.
3.1.1.5 Material dan Warna
Dinding
Untuk dinding di open library Telkom university di dominasi oleh warna putih tetapi ada warna lainnya seperti warna biru di area diskusi
ceiling
Ceiling yang ada di open library di dominasi oleh material gypsum berfinishing cat putih
flooring
Untuk lantai memakai keramik warna putih lalu ruangan lainnya ada yang memakai vinyl motif kayu berwarna coklat dan pada ruangan baca ada yang menggunakan rumput sintesis pada bagian lantainya.
Furnitur
Sedangkan furniture di open library di dominasi oleh finishing hpl,kaca Adapun menggunakan material metal.
Gambar 3.4 suasana Interior open library Sumber: Nabila,2021
3.1.1.6 Pencahayaan dan penghawaan
a. Penghawaan : penghawaan yang digunakan di Open library Telkom University menggunakan AC Central yang diterapkan disemua ruang yang ada.
b. Pencahayaan : pada pencahayaan di open library menggunakan pencahayaan alami dan buatan,pencahayaan alami berasal dari jendela kaca sedangkan untuk pencahayaan buatan menggunakan lampu general berwarnna putih.
3.1.1.7 Keamanan dan ME
System keamanan di open library Telkom University bisa dibilang telah memadai dikarenakan sudah adanya fire extinguisher dan fire hydrant box sebagai pertolongan pertama jika terjadi kebakaran.
3.1.1.8 Kebisingan/ Akustik
Didalam konsep open space seperti ini akan timbul masalah seperti terganggunya pengunjung dengan pengunjung yang melakukan aktivitas lain seperti berdiskusi maupun ruang multi media tetapi untungnya pada perpustakaan open library pada beberapa ruang menggunakan panel atau material yang bisa mereduksi suara agar tidak menggangu pengunjung yang lain
3.2.1 Perpustakaan Maranata 3.2.1.1 Profil
• .Deskripsi Umum.
Gambar 3.2 logo Perpustakaan Pusat Maranata Sumber : http://library.maranatha.edu/profil/
Perpustakaan maranata menempati lantai 6 dan 7 GWM dan luas total mencapi 6.500 m2 kurang lebih,perpustakaan pusat ini menyediakan berbagai layanan informasi,dan memiliki berbagai jenis koleksi seperti jurnal ilmiyah,jurnal
elektornik,majalah,koran,hingga penelitian dosen dan mahasiswa.
• Lokasi: No 65 Gdg. GWM Lt 6-7, Jl. Surya Sumantri No.7, Sukagalih, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40162
• Jam Oprasional : 08.00-15.30
• Visi Misi:
Visi :
“Pengejawantahan visi dan misi Universitas Kristen Maranatha sebagai institusi pendidikan terbaik dengan memberikan pelayanan ilmu pengetahuan melalui penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang tepat, cepat, serta berkesinambungan guna mendukung suasana kampus yang kondusif serta komunitas ilmiah yang kuat berdasarkan nilai-nilai Kristiani.
Misi :
A. Mewujudkan sarana untuk penyebaran dan pelestarian informasi serta pengetahuan secara efektif dan efisien dengan menggunakan fasilitas electronic maupun non- electronic
B. Mewujudkan pengumpulan pemberdayaan informasi untuk menciptakan komunitas ilmiah baik mahasiswa, staff akademik dan non-akademik serta masyarakat pada umumnya.
• Pengguna : Masyarakat Universitas Kristen Maranata.
• Struktur organisasi:
Gambar 3.2 Struktur organisasi Perpustakaan Kristen Maranata Sumber :
3.2.1.4 Analisa Fasilitas Perpustakaan Kristen Maranata.
1.loby dan peminjaman buku
2.loker
4.Area baca
5.area buku
6.Ruang diskusi
7.area workshop
8. Ruang audio visual
9.area perpustakaan material
10.area referensi
3.2.1.2 Organisasi ruang
Gambar 3.2 Organisasi ruang Perpustakaan Kristen Maranata Sumber :
Organisasi ruang pada perpustakaan Kristen Maranata ini memiliki organisasi ruang jenis cluster yang mana menghubungkan suatu ruang ke lainnya mengggunakan
pertimbangan bentuk dan fungsi.
3.2.1.3 Sirkulasi
Gambar 3.3 Sirkulasi Perpustakaan Kristen Maranata Sumber: Nabila,2021.
Sirkulasi yang terdapat di perpustakaan Kristen maranata adalah sirkulasi network yang mana sirkulasi ini
3.2.1.5 Material dan Warna
Dinding
Untuk dinding di Perpustakaan Kristen Maranata menggunakan dinding bata yang di finishing oleh cat putih namun di di satu dinding ada yang di finishing oleh cat orange
ceiling
Ceiling yang ada di perpustakaan maranata menggunakan gypsum berfinishing cat putih
flooring
Untuk lantai memakai keramik warna putih lalu pada bagian tangga menggunakan keramik berwarna abu-abu.
Furnitur
Sedangkan furniture di
perpustakaan Kristen maranata di dominasi oleh kayu yang
finishing hpl, lalu ada juga material lain seperti kaca dan alumunium
Gambar 3.4 suasana Interior open library Sumber: Nabila,2021
3.2.1.6 Pencahayaan dan Penghawaan.
Pencahayaan: pencahayaan pada perpustakaan universitas Kristen maranata menggunakan pencahayaan alami berasal dari jendela kaca dan sedangkan untuk pencahayaan buatan menggunakan lampu general berwarnna putih.
Penghawaan: penghawaan yang digunakan universitas Kristen maranata
nmenggunakan AC Central yang diterapkan disemua ruang yang ada.
3.2.1.7 Keamanan dan ME
System keamanan telah memadai dikarenakan sudah adanya fire extinguisher dan fire hydrant box sebagai pertolongan pertama jika terjadi kebakaran.
3.2.1.8 Kebisingan/ Akustik
Didalam konsep open space seperti ini akan timbul masalah seperti terganggunya pengunjung dengan pengunjung yang melakukan aktivitas lain seperti berdiskusi maupun ruang multi media maka dari itu harus adanya aterial peredam suara
3.3.1 Perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan.
3.3.1.1 profil
• Deskripsi umum
Gambar 3.2 logo Perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan Sumber : https://unpar.ac.id/makna-lambang/logo-unpar-4/
Perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan terletak di Gedung Sembilan lantai dua dan tiga, perpustakaan ini berfungsi sebagai penyedia informasi bagi mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan.
• Lokasi: Jl. Ciloa No.3A, Hegarmanah, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141
• Jam Oprasional : 08.00-17.00
• Visi Misi:
Visi :
“Menjadi pusat penyedia informasi yang bertugas mengumpulkan, mengolah dan menyebarluaskan informasi sebagai bentuk pendukungan pada proses pendidikan, pengajaran dan penelitian di Unpar dalam suasana dan lingkungan yang menyenangkan bagi seluruh pengguna.
mengupayakan pencapaian Visi yang telah ditetapkan dengan cara :
1. Menyediakan layanan yang didasarkan atas kebutuhan pemakai yang beragam 2. Memanfaatkan teknologi informasi secara intensif dalam memberikan
pelayanan kepada pengguna
3. Mengumpulkan karya ilmiah Sivitas Akademika UNPAR, secara fisik maupun dalam bentuk elektronik, serta menyediakan fasilitas untuk memudahkan proses penyebaran dan akses informasi
4. Menempatkan staf yang berkualitas pada setiap level organisasi, yang luwes, mempunyai jiwa prakarsa, dan terbuka untuk perkembangan dilingkup nasional dan internasional
5. Melakukan kerjasama dengan perpustakaan dan instansi yang relevan untuk meningkatkan pelayanan pada pemakai.
• Pengguna : Masyarakat Universitas Katolik Parahyangan
• Struktur organisasi:
Gambar 3.2 Struktur organisasi Universitas Katolik Parahyangan Sumber :https://perpustakaan.unpar.ac.id/profil/struktur-organisasi/
3.3.1.2 Analisa Fasilitas Perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan loby
Ruang baca
fotokopi
locker
Area buku
3.3.1.3 Organisasi ruang
Gambar 3.2 Organisasi ruang Perpustakaan Katolik Parahyangan Sumber :
Organisasi ruang yang ada di perpustakaan katolik parahyangan ini adalah Linear dari area satu ke area lainnya saling berdampingan dan berhubungan.seperti dari area masuk area ruang duduk yang memiliki alur ke area buku lalu di lanjut ke area duduk sofa lalu kearea-area selanjutnya sampai Kembali ke pintu luar yang terletak di sebelah kiri area pintu keluar.
3.3.1.4 Sirkulasi
Gambar 3.2 Ssirkulasi Universitas Katolik Parahyangan Sumber :
Untuk sirkulasi dari rak satu ke rak lainnya memiliki sirkulasi 100 cm ini membuat sirkulasi kecil jika di isi oleh dua orang.dari masing-masing sisi dan jika dilihat dari gambar di atas open library memiliki sirkulasi linear berupa Lorong yang membangun dari satu ruang ke ruang lainnya.
3.3.1.5 Material dan warna.
Tabel 3.6 Tabel Analisa Material dan warna perpustakaan Katolik Parahyangan Sumber: Analisa Pribadi,2020
dinding
Dinding pada perpustakaan Katolik Parahyangan dari dinding bata
finishing cat warna putih, Sebagian ada yang menggunakan wall treatment alumunium di finishing warna biru dan ada beberapa partisi kayu
floor
Untuk elemen lantai material yang digunakan adalah keramik berwarna putih, dan pada area sofa untuk lantai
memakai rumput sintesis.
ceiling
Untuk elemen ceiling material yang di gunakan adalah gypsum board warna
putih
furnitur
Untuk rak dan meja yang ada di perpustakaan katolik Parahyangan terbuat
dari bahan material kayu olahan yang di vinishing oleh vernis namun ada beberapa
juga yang di cat finishing warna biru
3.3.1.6 Pencahayaan dan penghawaan
Pencahayaan: pencahayaan pada perpustakaan universitas Katolik Parahyangan menggunakan pencahayaan alami berasal dari jendela kaca yang ada terletak sebelah belakang bangunan dan sedangkan untuk pencahayaan buatan menggunakan lampu general berwarnna putih.
Penghawaan: penghawaan yang digunakan Perpustakaan universitas Katolik Parahyangan menggunakan AC Central yang diterapkan disemua ruang yang ada.
3.3.1.7 Keamanan dan ME
Sistem keamanan di perpustakaan universitas Katolik Parahyangan bisa dibilang telah memadai dikarenakan sudah adanya fire extinguisher,dektor asap,sprickler untuk sebagai pertolongan pertama jika terjadi kebakaran.
3.3.1.8 Kebisingan akustik.
Karena di perpustakaan universitas Katolik Parahyangan berkonsep openspace sehingga dibutuhkan peyekat maupun panel material yang bisa merendam suara agar tidak mengganggu pengguna yang lain
3.1.4 Tabel Komparasi Analisis Studi Banding.
Studi banding yang dilakukan dengan memilih 3 obyek yang sejenis yaitu open library Telkom university,perpustakaan Kristen maranata dan perpustakaan katolik parahyangan setelah di Analisa masing masing obyek memiliki kelebihan dan kekurangan dari berbagai aspek,maka berikut adalah kesimpulan dari hasil Analisa studi banding:
No parameter Kesimpulan Analisa 3 studi banding
1. Lokasi Dari hasil studi banding 3 obyek
perpustakaan perguruan tinggi sama sama terletak di kota bandung,dan di
naungi oleh perguruan tinggi.
2 Organisasi ruang Organisasi ruang yang sering di terapkan pada perpustakaan yaitu linear membuat zonasi atau zoning pada area dan fungsi yang sama.
3 fasilitas Berdasarkan hasil pengamatan dari tiga perpustakaan perguruan tinggi fasilitas yang ada yaitu :loby,loker,area baca,area buku dari majalah,umum sampai khusus,ada area audio visual,ada area teater,ruang diskusi dan area peminjaman pengembalian buku.
4. Material lantai Material yang dipakai dari ke 3 obyek yaitu material keramik yang berwarna cerah seperti putih
5 Material dinding Material dinding semuanya ada menggunakan bata yg di finishing oleh cat lalu ada beberapa ruag seperti audio visual atau teater yang dindingnya diaplikasikan panel agar tidak menggangu pengunjung perpustakaan lainnya,lalu ada juga yg menggunakan partisi kayu atau menggunakan kaca sebagai penyekat area.
6 Material ceiling Material ciling yg di gunakan yaitu gypsum berwarna coklat
7 pencahyanaan Pencahayaan menggunakan pencahayaan alami dan buatan yang menggunakan lampu general berwarna putih karna kegiatan yang dilakukan yang paling utama yaitu membaca
8 Penghawaan Penghawaan yang dipakai yaitu ac central karna lebih mudah jika di simpan seperti bangunan perpustakaan seperti ini dari pada menggunakan ac split
9 keamanan Standar yang dipakai untuk
kem=amanan yaitu danya cctv, extinguisher,dektor asap,dan springkler
10. furnitur Furniture yang digunakan di dominasi oleh material kayu dari ketiga ibyek yang telah di analisa
3.3 Deskripsi Projek.
3.3.1 profil.
Perpustakaan Itenas didirikan pada tahun 1984 dengan hanya menempati ruangan yang berukuran 4 x 15 M2. Kemudian pindah ke gedung 9 dengan ukuran 38 x 15 M2. Hingga tahun 2000, Perpustakaan Itenas menggunakan pelayanan system tertutup, dimana mahasiswa dilayani oleh petugas Perpustakaan secara menyeluruh (tidak swalayan). Pada bulan juni hingga November 2000, Perpustakaan direnovasi sehingga ukurannya menjadi 2 lantai yang masing-masing berukuran 17 x 44 M2. Pengembangan sistem perpustakaan dimulai pada Agustus 2001, yang akhirnya pada April 2002 UPT Perpustakaan beralih ke sistem pelayanan terbuka.
• Lokasi: Jl. PH.H. Mustofa No.23, ITENAS, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40124
• Jam Oprasional : 08.00-17.00
• Visi Misi:
Sebagai salah satu unit penunjang proses pembelajaran di lingkungan Itenas, UPT Perpustakaan memiliki visi: ”Menjadi pusat belajar mandiri untuk mahasiswa Itenas, dosen Itenas, dan untuk masyarakat. Memiliki koleksi yang lengkap dan relevan, menggunakan teknologi informasi untuk mengelola dan menyebarluaskan informasi, serta memiliki hubungan yang baik dengan institusi yang lain”. Sedangkan yang menjadi misi adalah: ”Mendukung proses pendidikan di Itenas dan juga pada masyarakat, serta meningkatkan motivasi belajar pada mahasiswa dan dosen Itenas.”
• Pengguna : Masyarakat luar dan masyarakat Institut Teknologi nasional Bandung
• Struktur organisasi:
3.3.2 Denah itenas
3.3.3 Fasilitas di perpustakaan Institut Teknologi nasional Bandung.
Fasilitas yang ada di perpustakaan itenas adalah :
• Loker
• ruang layanan peminjaman dan pengembalian buku
• ruang baca
• ruang staff
• ruang tamu
• mushola
• ruang majalah dan koran
• katalog elektronik
• toilet
• mini pantry
• Ruang internet multimedia
• ruang server
• ruang baca
• ruang majalah dan koran
• chines corner
• katalog elektronik
• katalog elektronik
• TA digital
• ruang baca umum