Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan
Oleh:
Nailul Muna 1511070055
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI SEKOLAH TINGGGI KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH
2019
DAFTAR TABEL……… vii
DAFTAR SINGKATAN……… viii
DAFTAR LAMBANG……… ix
DAFTAR LAMPIRAN………. X BAB I PENDAHULUAN………. 1
1.1 Latar Belakang ……… 1
1.2 Rumusan Masalah……….. 4
1.3 Tujuan Penelitian……… 5
1.4 Manfaat Penelitian……….. 5
1.5 Definisi Operasional... 5
1.6 Hipotesis Penelitian... 6
BAB II LANDASAN TEORI……….. 7
2.1 Landasan Teori……….. 7 8 2.1.1 Pendidikan Anak Usia Dini………. 7
2.2 Pengertian Motorik Halus... 8
2.2.1 Perkembangan Motorik Halus... 11
2.2.2 Tujuan Dan Fungsi Motorik Halus...….. 13
2.2.3 Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak TK………. 16
2.3 Menggambar Dekoratif………. 17
2.3.1 Pengertian Menggambar Dekoratif... 17
2.3.2 Tujuan Dan Manfaat Menggambar Dekoratif………. 20
2.4 Keterkaitan Menggambar Dekoratif Dengan Motorik Halu………. 23
2.5 Kajian Relavan………...………... 25
2.6 Kerangka Berpikir……… 27
BAB III METODELOGI PENELITIAN……… 28
3.1 Metode Dan Desain Penelitian……….. 28
3.2Populasi dan tekhnik pengambilan sampel……… 29
3.3 Prosedur Penelitian……… 29
3.4 Lokasi dan waktu penelitian……….. 33
3.5 Tekhnik dan Instrument Pengumpulan Data.………. 33
3.6 Tekhnik Analisis Data………. 39
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……… 41
4.1Deskripsi Hasil Penelitian……….. 41
4.1.1 Uji Normalitas Data Pre-Test Anak Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak……… 43
4.1.2 Uji Normalitas Data Post-Test Anak Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak……….. 47
4.1.3 Statistik Yang Digunakan Untuk Menguji Hipotesis Adalah Uji t………... 50
4.2 Pembahasan……… 54
Kreativitas………. 63
BAB V PENUTUP……… 58
A. Kesimpulan………... 58
B. Saran………. 59
DAFTAR PUSTAKA……….. 60
LAMPIRAN……… 63
dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara.
Kemajuan suatu budaya bergantung kepada cara kebudayaan tersebut dalam mengenali, menghargai dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan dengan kualitas pendidikan. Munandar (2014:15).Pendidikan anak usia dini (PAUD) berdasarkan perspektif hakikat belajar dan perkembangan adalah suatu proses yang berkesinambungan antara belajar dan perkembangan. Artinya, pengalaman belajar dan perkembangan awal merupakan dasar bagi proses belajar dan perkembangan selanjutnya. Anak yang pada masa usia dininya mendapat rangsangan yang cukup dalam mengembangkan kedua belah otaknya (otak kanan dan otak kiri) akan memperoleh kesiapan yang menyeluruh untuk belajar dengan sukses pada saat memasuki pendidikan yang lebih tinggi. Suyadi (2014:22).
Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka atau sensitif untuk menerima rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan, pada masa ini, juga merupakan masa peletak dasar
bagi Anak Usia Dini untuk mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, sosial emosional, agama dan moral serta fisik motorik. Suyanto ( 2005:115-116).
Kemampuan motorik halus pada anak tidak akan berkembang dengan sendirinya, melainkan harus mempelajari keterampilan yang memicu motorik halus tersebut. Kegiatan yang terlihat mudah tersebut sesungguhnya memerlukan latihan dan bimbingan agar anak dapat melakukannya secara baik dan benar serta melatih kemampuan sistem motorik anak khususnya motorik halus yang dirasa sangat penting dalam pertumbuhan anak.Maka sejak usia dini dalam pengembangan motorik halus anak diperlukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan dapat menstimulus perkembangan motorik halus anak.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui aktifitas bermain. Gerakan motorik anak akan berdampak positif pada aspek perkembangan yang lainnya. Kegiatan-kegiatan yang dapat memicu kemampuan motorik halus adalah menggambar dekoratif.
TKIT Syeikh Abdurrauf, Blang Oi, Banda Aceh, melakukan kegiatan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak melalui berbagai kegiatan. Para guru mengatakan bahwa masih ada anak yang perkembangan motorik halusnya belum berkembang. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal tersebut.
Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh peneliti selama bulan agustus 2018 di TKIT Syeikh Abdurrauf, Blang Oi, Banda Aceh tingkat kegiatan kemampuan motorik halusnya tinggi, guru melakukan berbagai upaya kegiatan untuk kemampuan motorik halus anak didik seperti menulis, mewarnai gambarmajalah, melipat origami, menggunting, membuat berbagai bentuk dari
belum bisa meremas kertas dan plastisin dengan genggaman yang kuat, belum bisa melipat dan belum bisa menulis. Dari 18 anak hanya 8 anak yang dapat melakukan kegiatanmenggunting, menulis, melipat, meremas kertas dan plastisin dengan baik saat proses pembelajaran berlangsung tanpa meminta bantuan guru.
Masalah diatas akan menjadi perhatian agar setiap anak dapat mencapai kategori berkembang sesuai harapan bahkan berkembang sangat baik. Tentunya perlu adanya stimulasi yang lebih agar perkembangan motorik halus anak semakin meningkat sesuai dengan tahapan umur mereka.
Berdasarkan dari penjelasan diatas, kegiatan menggambar dekoratif sangat bagus untuk mengembangkan potensi motorik halus agar berkembang dengan baik. Kemampuan motorik halus anak saat menggambar dekoratif dapat dilihat dari dapat memegang pensil (alat tulis) dengan baik yaitu diantara 2 jari, meniru bentuk pola sederhana, membuat pola garis melengkung, lurus dan melingkar serta menggambar sesuai gagasannya dan mewarnai gambar sederhana.
Setiap anak gemar menggambar dan mewarnai, kegiatan tersebut bemanfaat untuk anak bukan hanya bagi pengembangan seni melainkan dengan kemampuan motorik halus anak, jika dilatih dengan sangat teliti akan berguna ketika anak mulai belajar menulis diusia sekolah, karena kegiatan menggambar
mampu mengasah kemampuan pada anak. Selain itu aktifitas ini juga bermanfaat untuk menstimulasi daya imajinasi, mengembangkan gagasan, menyalurkan emosi menumbuhkan minat seni, sekaligus mengoptimalkan kemampuan motorik halus pada anak usia dini (pra sekolah). Menggambar dekoratif ini melibatkan unsur otot, syaraf otak dan jari jemari tangan. Maka dari itu motivasi dan dorongan sangat dibutuhkan dalam proses belajar sehingga dapat memunculkan minat anak terhadap kegiatan menggambar dekoratif.
Kegiatan menggambar dekoratif bisa dikatakan sebagai kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggambar berdasarkan imajinasi dan sesuai dengan petunjuk guru, kelebihan dalam pembelajaran dengan menggunakan menggambar dekoratif guru dapat memudahkan anak dalam menggambar, mengenal berbagai warna, mengembangkan daya imajinasi dan meragsang motorik-motorik halus anak dengan sesuatu bentuk tertentu dengan menggunakan contoh yang di berikan oleh guru.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis tertarik untuk mengetahui serta ingin meneliti tentang “Efektifitas Penggunaan Tekhnik
Menggambar Dekoratif Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Pada TKIT Syeikh Abdurrauf, Blang Oi, Banda Aceh”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah penggunaan teknik menggambar dekoratif efektif terhadap
menggambar dekoratif terhadap kemampuan motorik halus anak pada TKIT Syeikh Abdurrauf, Blang Oi, Banda Aceh.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Menambah wawasan bagi para Guru TKIT Syeikh Abdurrauf, Blang Oi, Banda Aceh agar dapat mengetahui manfaatpenerapan kegiatan menggambar dalam meningkatkan kemampuanmotorik halus pada anak.
2. Memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan duniapendidikan, khususnya dibidang pendidikan anak usia dini di TKIT Syeikh Abdurrauf, Blang Oi, Banda Aceh.
1.5 Definisi Operasional
1. Efektivitasadalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau pencapaian suatu tujuan yang diukur dengan kualitasdan waktu sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya yang dapat mencapai tujuan maksimal seperti yang diharapkan
2. Menggambar dekoratif adalah proses menggambar dengan menggunakan pola gambar dekoratif yang akan digambar dan dibentuk oleh anak dengan menggunakan pensil dan diwarnai dengan menggunakan krayon yang melibatkan unsur otot, syaraf, otak dan jemari-jemari tangan.
3. Motorik halus adalah kemampuan anak beraktivitas dengan menggunakan otot otot halus (kecil) seperti menulis, meremas, menggenggam, menggambar, menyusun balok, dan memasukkan kelereng serta aktivitas lainnya.
1.6 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka konseptual maka hipotesis penelitian ini adalah:
adanya efektifitas menggambar dekoratif terhadap kemampuan motorik halus anak pada TKIT Syekh Abdurrauf, Blang Oi, Banda aceh.
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasari pada teori yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang akanditeliti.Berdasarkan kerangka berpikir diatas, maka penulis merumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut :
H0: Menggambar dekoratif tidak efektif terhadap kemampuan motorik halus anak H1 : Menggambar dekoratif efektif terhadap kemampuan motorik halus anak
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)