BAB 3
ASPEK OPERASIONAL
3.1 Teknik Produksi
Teknik produksi makanan dan minuman pada Bimasena, dimulai dari supplier datang ke restoran untuk mensupply bahan – bahan kebutuhan restoran.
Pada saat bahan – bahan kebutuhan restoran sampai, maka staff kitchen dan waiter melakukan pemeriksaan barang yang dibawa oleh supplier. Staff melakukan pencocokan barang yang sampai dengan yang dipesan oleh restoran Bimasena.
Setelah bahan – bahan kebutuhan tersebut di simpan, staff kitchen mempersiapkan bahan – bahan tersebut agar dapat diproses selanjutnya.
Di dalam kitchen, head chef akan membagi tugas – tugas pada staff dalam kitchen. Pada bagian kitchen bimasena terdiri dari bagian appetizer, dessert, garnish, dan plating makanan yang telah di masak. Makanan khusus appetizer, main course, dan dessert akan dimasak pada station masak yang berbeda-beda. Pada saat waiter membawakan orderan dari tamu ke kitchen, maka staff kitchen akan langsung membuat makanan yang dipesan oleh tamu sesuai dengan tugas dan bagian mereka masing – masing. Setelah makanan siap, makanan akan langsung ditaruh pada tempat food runner dan makanan akan langsung dihidangkan kepada tamu. Berikut dapat dilihat pada gambar 3.1 teknik produksi yang di lakukan oleh restoran Bimasena.
Gambar 3.1 Bagan teknik produksi Bimasena Sumber : Penulis, 2014
supplier Loading
barang
preparation Order datang
Orderan di Proses Food
Runner Customer
3.2 Production Cost
Kotas, dan Davis (2005) menyatakan bahwa fungsi dari food cost adalah untuk meyakinkan bahwa biaya tersebut sejalan dengan tujuan yang sudah ditentukan lebih dulu dari bisnis tersebut. Tujuan dari food cost menurut David dan Cailein (2002) adalah untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ada tetapi juga mengontrol biaya yang timbul seefisien mungkin. Menurut Bartono (2005) nilai 40% food cost masih dianggap tinggi untuk suatu usaha yang berarti 40% sebagai titik maksimal pemakaian biaya material yang ditetapkan setinggi 33%
atau 35%, nilai yang 5% dijadikan ruang penyelamat yang dapat digunakan bilamana terjadi kenaikan. Pada restoran Bimasena biaya produksi ditentukan berdasarkan pertimbangan adanya beban – beban lain serta untuk mendapatkan range harga 150.000-300.000 rupiah.
Harga makanan dengan range tersebut didapatkan dengan asumsi cost production dari 4% sampai 12% untuk makanan. Untuk menu makanan yang harganya di atas 300.000 rupiah terdapat pengecualian khusus yang dibedakan karena faktor lain seperti bahan yang diimpor, dan kualiatas bahan yang dipakai.
Pada menu minuman restoran Bimasena berkisar dari harga 50.000 – 5.000.000 rupiah. Harga minuman tersebut didapatkan dengan asumsi cost production dari 2%
40%. Untuk minuman yang harganya diatas harga range tersebut maka terdapat pengecualian khusus juga karena faktor seperti kualitas dan asal minuman tersebut.
Untuk mendapatkan range harga tersebut maka persentasi biaya akan disesuaikan untuk mendapatkan harga kisaran yang diinginkan.
3.3 Jenis Pelayanan Restoran
Menurut Strianese (2003) pelayanan di restoran dapat di bagi tentukan berdasarkan kompetensi dan keramahtamahan. Kompetensi merupakan bentuk penyajian makanan dan minuman yang dilakukan dengan tata cara yang benar kepada tamu. Keramahtamahan merupakan salah satu kunci penting dari bagian kompetensi dimana seorang pelayan restoran dapat membuat tamu merasa berada di rumah sendiri dan diterima dengan baik. Restoran Bimasena menekankan pada dua hal tersebut, dimana pelayan yang bekerja pada restoran Bimasena harus memiliki kompetensi di dalam hal melakukan service yang baik kepada tamu.
Goodman (2002) mengemukakan jenis – jenis pelayanan di restoran terdiri dari :
• French Service
Merupakan penyajian makanan menggunakan kereta dorong atau gueridon yang berfungsi sebagai tempat masak dan memporsikan makanan diatas piring tamu yang kemudian disajikan diatas meja tamu. Pelayanan ini dibutuhkan dua orang staff yaitu chef de rang yang bertugas meracik, memasak, dan mengatur makanan diatas piring tamu, serta commis de Rang yang bertugas menghidangkan makanan diatas piring tamu dari sebelah kanan tamu searah jarum jam.
• Russian Service
Biasanya dikenal dengan nama Platter service, pada jenis pelayanan ini makanan sudah diolah, dimasak, dan diporsikan, diberi hiasan diatas piring saji, kemudian makanan tersebut dibawa ke hadapan tamu dan dipresentasikan.
• American Service
Dalam penyajian ini makanan sudah disiapkan diatas piring tamu didapur dan langsung dihidangkan dihadapan tamu. Makanan dan minuman disajikan dari sebelah kanan tamu. Pelayanan ini disajikan pada restoran yang tidak terlalu formal karena prosedurnya sangat sederhana.
• Fine Dining Service
Merupakan restoran dengan pelayanan penuh dengan makanan yang spesifik.
Biasanya pada restoran fine dining akan ditemukan desain interior yang mewah dan bagus. Pelayan yang bekerja pada restoran ini biasanya sudah terlatih dan mengenakan seragam yang rapi. Makanan yang disajikan pada restoran ini dimulai dari appetizer sampai dengan dessert yang disajikan dengan porsi yang kecil.
Restoran Bimasena termasuk dalam tipe pelayanan fine dining restoran.
Bimasena dalam melakukan pelayanannya berkonsep pada fine dining restoran dimana tamu akan dilayani dengan baik dan makanan akan disajikan dari makanan pembuka sampai penutup dengan plating yang bagus. Restoran Bimasena juga menggunakan desain restoran yang elegan dan bertemakan ciri Indonesia yang khas yaitu batik. Pada restoran Bimasena sendiri pelayanan dilakukan oleh waiter dan
waitress yang kompeten dan sudah melalui training sebelumnya sehingga pelayanan kepada tamu akan dilakukan dengan sangat baik.
3.4 Flow of Service
Dalam melakukan pelayanan kepada tamu, restoran Bimasena memiliki tahap – tahap atau alur dalam pelayanan kepada customer. Pada saat customer datang ke restoran, maka receptionis atau waiter akan mengantarkan customer ke meja yang telah tersedia dan diberikan oshibori. Waiter yang melayani akan mempersilahkan tamu untuk duduk kemudian menaruh guest napkin pada tamu. Setelah itu menu akan diberikan kepada tamu, sambil waiter menanyakan apakah tamu ingin minum wine sebagai minuman pembuka dan menginformasikan makanan yang tidak tersedia dalam menu. Kemudian makanan dan minuman yang dipesan oleh tamu akan dicatat dan diulangi kembali. Makanan dan minuman yang diorder akan di bawa ke kitchen untuk diproses dan ke kasir untuk dicatat. Setelah makanan dan minuman selesai di buat, maka satu per satu makanan akan dibawakan kepada tamu.
Makanan pembuka atau appetizer akan pertama kali dibawakan kepada tamu.
Setelah tamu selesai untuk makanan appetizernya maka waiter akan membawakan makanan utama atau main course. Pada bagian akhirnya makanan penutup atau dessert akan di hidangkan kepada tamu sebagai pencuci mulut. Berikut dapat dilihat pada gambar 3.2 Bagan flow of service Bimasena Restaurant.
Gambar 3.2 Bagan flow of service Bimasena Restaurant Sumber : Penulis, 2014
Receptionis Menerima Tamu dan memberikan
oshibori
Tamu dibawa meja yang
tersedia
Tamu dipersilahkan duduk dan diberikan
guest napkin
Tamu diberikan menu sambil menginformasikan
makanan yang tidak tersedia Menu yang
dipesan di bawa ke kitchen dan ke
kasir untuk diproses Menu akan
dihidangkan satu per satu mulai appetizer sampai
dessert
3.5 Tipe Menu
Menu diberikan kepada tamu pada saat tamu sudah duduk pada tempat yang tersedia. Hayes (2009) menyatakan bahwa menu dapat dibuat dari berbagai bahan yang berbeda dan dapat dibuat dalam bentuk yang berbeda – beda. Ada beberapa tipe menu yaitu :
• Single sheet vertical menu adalah menu yang memberikan informasi yang didalamnya terdapat deskripsi pada satu atau kedua bagian menu (single sheet)
• Two sheet menu (folded) adalah menu yang berbentuk seperti buku dan terdapat nama restauran pada cover menu serta didalamnya terdiri dari list menu.
• Multi sheet menu adalah menu yang terdiri dari dua bagian kecuali adanya tambahan didalam bagian isi.
• Two page insert menu adalah menu ini terdiri dari dua bagian yang didalamnya terdapat tempat untuk menaruh isi menu yang dapat diganti setiap hari atau pada waktu tertentu
Restoran Bimasena memiliki tipe menu two sheet menu. Bentuk dari menu restoran Bimasena adalah berbentuk seperti buku yang dapat dilipat. Pada bagian cover juga terdapat nama restoran yang disesuaikan dengan logo Bimasena.
Restoran ini juga memiliki dua menu yang terdiri dari menu makanan berwarna merah dan menu minuman berwarna coklat tua. Berikut dapat dilihat pada gambar 3.3 menu yang digunakan oleh restoran Bimasena.
Gambar 3.3 Menu Restoran Bimasena Sumber : Penulis, 2014
3.5.1 Menu Restoran Bimasena
Restoran Bimasena dalam memberikan pelayanan kepada tamu, memiliki dua set menu yang disiapkan untuk dinner. Set menu tersebut ditentukan oleh head chef yang sebelumnya telah dirundingkan dengan pemilik. Set menu tersebut terdiri dari complimentary dari chef, appetizer, main course,dessert, dan tea or coffee. Set menu restoran Bimasena akan diubah setiap 3 bulan sekali. Hal tersebut bertujuan untuk kualitas pelayanan dan variasi dari makanan dan minuman. Berikut dapat dilihat gambar 3.4 Set menu restoran Bimasena yang terdiri dari dua pilihan set menu.
3.6 Standar Operasional Prosedur
Menurut Istyadi Insani (2010) “standar operasional prosedur (SOP) adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelanggaraan dan aktor berperan dalam kegiatan”. Dalam menunjang keberhasilan dalam melaksanakan
Bread
Batagor
Ikan tenggiri, kacang, telur, dan pangsit
Babi Panggang Karo Babi, jeruk nipis, asam patikala
Es Kelapa Jeruk
Kelapa, jeruk, biji selasih, dan daun pandan
Teh dan kopi
tugas pada restoran, Bimasena memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang harus di taati oleh setiap karyawan yang bekerja.
3.6.1 Standar Operasional Prosedur Pelayanan Restoran
Standar operasional prosedur yang pertama pada restoran Bimasena adalah prosedur dalam membuka restoran sampai menutup restoran. Setiap staff harus memperhatikan prosedur dalam membuka restoran dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Standar Operasional ini sangat dibutuhkan di restoran Bimasena, agar setiap staff dapat memperhatikan lingkungan kerja dan menjaga kebersihan restoran.
Berikut tabel 3.1 merupakan prosedur yang ada di restoran Bimasena.
Tabel 3.1 Standar Operasional Prosedur
Tugas Bagian Deskripsi
Mise en Place Waiters, Kitchen dan steward
Restoran Bimasena dibuka dari jam 11.00 – 23.00.
Setiap restoran dibuka person in charge harus melakukan mise en place, dimana mereka bertugas meletakkan semua perlengkapan dan menyusunnya sesuai dengan tempat sebelumnya.
Membersihkan restoran
Stewards, Waiters andkitchen.
• Menyapu dan mengepel
• membersihkan jendela dan gelas
• membuang sampah
• mengatur meja dan kursi Mempersiapkan
condiments dan Cutleries
Waiters Condiment yang digunakan pada restoran Bimasena adalah garam, merica, dan tabasco
Cutleries yang digunakan pada restoran bimasena adalah : dinner fork, dinner knife, dan soup spoon glassware : rock glass, dan wine glass
Setting meja untuk waiter
Waiters Menggunakan dua set up dimana pada setiap meja di taruh seperangkat alat untuk makan yang terdiri dari dinner knife¸dinner fork¸ soup spoon¸dan guest napkin.
Pelayanan Waiters, dan resepionis
Prosedur pelayanan dilakukan pada saat tamu datang kemudian resepsionis atau waiter membawa tamu ke meja yang telah tersedia. Menu akan diberikan pada saat tamu duduk. Waiter akan memberikan informasi mengenai makanan dan menanyakan apa yang
diinginkan oleh customer. Setelah orderan diterima, waiter akan membawa ke bagian kitchen dan cashier untuk dicatat.
Standar operasional penutupan restoran
Waiter, resepsionis, cashier, dan Kitchen staff, dan steward
Standar operasi ini merupakan bagian akhir dari restoran. Pada bagian ini terdiri dari aktivitas seperti memeriksa persediaan barang, membersihkan restoran, meja dan kursi, membuat laporan harian, mematikan listrik, melakukan pembersihan umum seperti membuang sampah.
Sumber : Penulis, 2014
3.6.2 SOP Restoran Bimasena
Restoran Bimasena memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk fine dining restaurant ini sangat dibutuhkan untuk menjalankan suatu restoran. Restoran Bimasena memiliki tugas untuk karyawan seperti cara menerima tamu, pelayanan saat tamu makan sampai tamu selesai makan dan menyiapakan side station. SOP ini ditetapkan agar karyawan memberikan kualitas pelayanan bagi tamu yang datang ke restoran Bimasena. Berikut ini dapat di lihat pada tabel 3.2 SOP fine dining yang ditetapkan oleh restoran Bimasena.
Tabel 3.2 SOP Fine Dining Restoran Bimasena
Tugas Bagian Deskripsi
Cara menerima tamu Hostes, Resepsionis, dan greeter
• Jika tamu memasuki ruangan hendaknya diterima dengan cara yang sopan dan berikan oshibori.
Tanyakan apakah sudah membuat reservation.
• Setiap tamu yang datang ke ruang makan hendaknya diterima dan disapa
dengan mengucapkan selamat siang dan malam
Pelayanan Makanan Waiter, dan waitress • Greeting the guest
• Escuting and sitting the guest
• Pouring ice water
• Serving bread and butter
• Presenting the menu and taking order
• Presenting the wine list
• Adjustment
• Serving the food ( clock wise)
• Clear up
• Crumbing down
• Presenting coffee or tea
• Presenting the bill
• Bid forewell
• Table setting
Cara menuang wine Waiter dan waiterss • Presenting bottle wine
• Pouring wine ¼ glass wine (tasting), if guest say yes, pouring ½ glass wine
Menata alat makan dan minum
Waiter dan waiterss • Semua alat makan atau minum disiapkan dalam keadaan bersih
• Plate, spoon, fork dan
knife diletakkan 2cm dari pinggir meja.
Mempersiapkan side station
Waiter dan waitress • Assorted cutlery
• Assorted china
• Soup and sauce ladle
• Service trays
• Check pads, service cloth dan menu
• Condiment : tomato ketchup, tabasco, champagne glasses
• Napkin, dan sugar bowls
• Salt dan pepper Sumber : Penulis, 2014
3.7 Lokasi
Restoran Bimasena terletak di jalan kayu aya no.88x Oberoi, Seminyak Kuta, Bali. Lokasi restoran Bimasena ini terletak di daerah Seminyak yang merupakan daerah wisata yang ramai wisatawan. Wisatawan yang biasa berkunjung ke daerah Seminyak ini biasa berasal dari domestik dan didominasi oleh wisatawan asing.
Restoran Bimasena ini memiliki luas bangunan sekitar 364 meter dan dilengkapi dengan lahan parkiran seluas 21 meter. Restoran Bimasena memiliki bentuk bangunan yang bergaya modern Indonesia dengan desain interior ciri khas Indonesia.
Aksesibilitas ke restoran Bimasena cukup mudah untuk di akses. Restoran berlokasi di tepi jalan sehingga mudah dicari dan dijangkau oleh tamu yang ingin datang. Lokasi restoran berada pada jalan yang lebar sehingga akses dengan kendaraan pribadi dan kendaraan umum dapat digunakan oleh customer. Selain itu, lokasi restoran Bimasena berada dekat pusat perbelanjaan yaitu Seminyak Square, sehingga tidak sulit untuk mencari lokasi restoran. Restoran Bimasena dilengkapi dengan fasilitas yang umum seperti tempat parkir dan toilet untuk tamu.
Toilet di restoran Bimasena terdiri dari dua yaitu toilet pria dan toilet wanita.
Desain toilet pria pada restoran Bimasena didalamnya terdiri dari dua urinator otomatis, dua kloset duduk, dan dua wastafel disertai dengan cermin. Pada toilet wanita tidak jauh berbeda dengan toilet pria, perbedaannya adalah toilet wanita tidak terdapat urinator dan jumlah kloset duduk berjumlah dua. Berikut dapat dilihat gambar 3.4 mengenai desain toilet untuk restoran Bimasena.
Gambar 3.4 Desain Toilet Bimasena Sumber : Penulis, 2014
Pada bagian reseptionis restoran Bimasena memiliki desain yang lebih menonjolkan budaya Indonesia. Bagian resepsionis terdapat meja berwarna putih dan dibelakangnya terdapat juga logo restoran Bimasena. Bagian belakang meja resepsionis dibatasi menggunakan sekat dari kayu berwarna coklat. Dinding pada bagian resepsionis di lapisi dengan wallpaper batik berwarna hitam dan putih.
Berikut dapat dilihat pada gambar 3.5 mengenai desain area resepsionis Bimasena.
Gambar 3.5 Desain Area Receptionis Bimasena Sumber : Penulis, 2014
Pada bagian area makan Bimasena yang merupakan bagian utama dari restoran menggunakan desain bertamakan Indonesia Modern. Desain pada bagian ini menggunakan warna coklat dan coklat muda. Lantai pada bagian area utama restoran Bimasena ini menggunakan lantai dari kayu yang berwarna coklat sesuai dengan pondasi dari restoran Bimasena. Meja dan kursi pada restoran Bimasena menggunakan kayu jati berwarna coklat dan juga ada kursi yang berbentuk sofa.
Penerangan pada bagian ini menggunakan lampu kristal berjumlah sepuluh buah.
Berikut dapat di lihat pada gambar 3.6 area makan restoran Bimasena.
Gambar 3.6 Desain Area makan Bimasena Sumber : Penulis, 2014
Bagian depan restoran Bimasena berbentuk seperti kastil dengan lapisan batu bata berwarna coklat pada bagian luar. Pada bagian depan juga terdapat sepuluh jendela untuk menerangi bagian dalam restoran. Pintu bagian restoran ditutupi dengan atap berwarna coklat yang pada bagian luarnya terdapat logo Bimasena.
Untuk pintu restoran Bimasena berbentuk transparan dan disebelahnya terdapat jendela besar transparan. Berikut dapat dilihat pada gambar 3.7 desain depan restoran Bimasena.
Gambar 3.7 Desain Tampak Depan Bimasena Sumber : Penulis, 2014
Desain yang dipakai pada restoran Bimasena adalah bertemakan Indonesia modern. Luas restoran Bimasena mempunyai panjang 21,6 meter, lebar 16,85 meter, dan tinggi 6 meter. Bimasena memiliki konsep live cooking dimana setiap tamu yang datang dapat melihat langsung proses langsung dari makanan dan minuman yang di pesan oleh tamu. Di dalam restoran Bimasena terdapat beberapa ruangan seperti dapur, loker pria dan wanita untuk staff, 2 kamar mandi, dan kantor. Pada bagian kiri restoran Bimasena terdapat kantor yang berfungsi juga sebagai tempat penyimpanan linen dan perlengkapan restoran dan di depan kantor terdapat station steward. Bagian sebelah kiri dari restoran yang berhadapan langsung dengan meja tamu sendiri terdapat kitchen yang berfungsi sebagai tempat proses makanan dan minuman. Selain berfungsi sebagai tempat processing, kitchen memiliki fungsi juga sebagai tempat penyimpanan stok bahan. Pada layout restoran Bimasena terdapat tempat parkir untuk tamu. Berikut dapat dilihat desain layout restoran Bimasena pada gambar 3.8.
Gambar 3.8 Desain Layout Bimasena Sumber : Penulis, 2014
Restoran Bimasena menonjolkan sisi elegan dan mewah dengan menggunakan peralatan yang terbuat dari silver, tidak hanya itu Bimasena juga menggunakan lampu dari kristal, memilih wallpaper dan lantai yang sesuai. Restoran Bimasena memilih jenis lantai natural red oak floor yang berwarna coklat. Lantai ini berjenis kayu dengan warna coklat agar sesuai dengan konsep dari Bimasena.
Pada bagian dapur di gunakan keramik super white sehingga suasana di dapur
kelihataan lebih terang dan bersih. Wallpaper yang digunakan pada restoran Bimasena memiliki desain batik berwarna hitam dan putih untuk receptionist dan coklat untuk restroom dan area makan. Berikut dapat di lihat pada tabel 3.2 mengenai floor dan wallpaper yang di pakai restoran Bimasena.
Tabel 3.2 Floor dan Wallpaper
Nama Produk Ukuran Floor Harga
Natural Red Oak Floor Merek : LG floor Color : Natural Brown
*for restaurant
300 x 300
Rp 138.000 (1m x 2m) = Rp 10.000.000
Jazz Super White Ceramic Color : White
*For kitchen
Size in mm 300 x 300
Rp 120.000 (1m x 2m) = Rp 4.000.000
Winston Grey Type : floor tile Color :Grey Texture : flat
*For loker dan office
Size in mm 300 x 300
Rp 120.000 (1m x 2m) = 5.200.000
Wallpaper batik black Untuk receptionist
1 rol = 0.5m x 10 m
Rp 200.000 = Rp 2.000.000
Wallpapaer Batik Coklat 1 rol = 0.5m x 10m
Rp 150.000 = Rp 8.000.000
Fossil Grey Type : floor tile Color :Grey Texture : flat
*For restroom
Size in mm 300 x 300
Rp 130.000 (1m x 2m) = Rp 5.000.000
Sumber : Penulis, 2014
Restoran Bimasena juga menggunakan lampu kristal pada bagian resepsionis, area makan dan kasir, jumlah lampu yang dipakai adalah 12 lampu kristal.
Penggunaan lampu kristal bertujuan untuk sisi kemewahan dan elegan dari restoran Bimasena. Sedangkan lampu dinding digunakan pada bagian outdoor restoran yang berjumlah 7 dan lampu bambu digunakan untuk sekat antara meja sofa dengan meja sofa lainnya. Berikut dapat di lihat bentuk – bentuk lampu yang digunakan oleh Bimasena pada table 3.3.
Tabel 3.3 Lighting
Nama Produk Jumlah Jenis Harga
Crystal Candelier
5 Rp 20.000.000
Crystal lamp Untuk sofa
5 Rp 10.000.000
Crystal 5 lamp Untuk Kasir dan
Resepsionis
2 Rp 2.000.000
Lampu Bambu Untuk meja sofa
5 Rp 4.000.000
Lampu dinding Outdoor
7 Rp 5.000.000
Sumber : Penulis, 2014
3.8 Supplier
Menurut Kotler, Philip dan Bowen, T. John (2013) “ Pemasok adalah sekelompok perusahaan atau perseorangan yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen”. Restoran Bimasena di dalam membeli bahan kebutuhan restoran menggunakan beberapa supplier. Untuk supplier bahan makanan, Bimasena memiliki sembilan supplier bahan makanan yang berlokasi di Bali, yang dapat dilihat pada tabel 3.4 mengenai supplier bahan makanan yang digunakan oleh restoran Bimasena.
Tabel 3.4 Daftar Supplier Bahan Makanan No Nama
Perusahaan
Supplier Alamat No. Telpon / e-mail
1. UD. Prima Argo Buah,
perternakan, dan sayur
Jl. Panji No. 26 Dalung, Banjar Kuanji, Badung, Kuta Utara
0361 – 798 0305
2. UD. Dewata Fresh
Sayur, Buah,
Bumbu –
bumbu, dan jamur
Jl. Bajataki 89 Denpasar, Bali
dewatafresh@gmai l.com
3. UD. Indo Meata Utama
Daging sapi Jl. Gunung Gelunggung, kedundung Sari Cargo no.
5 ubung Kaja, Denpasae Utara
087878512899
4. Nyiur Fish Ikan Jl. Majapahit Blok A no. 7 bd, Pungkukan. Ds.
Celukanbawang. Singaraja Bali
08970871202
5. Mr. Jamsuri Ayam Jl. Sri rama legian, Kuta, Denpasar 80361, Bali
081337277788
6. Ibu jero Tunjung Telur Jl. Buana Raya Gg. Buana No. 2X, Denpasar 80117, Bali
0361 – 486095
7. PT. Tirta Sakti Mandiri
Minyak dan tissue
Jl. Nyang Nyang Sari no 5 Kuta 80361, Bali
0361 - 8038813
8. PT. Puri Pangan Utama
Sambal, Kecap, butter, daging, susu
Jl. By pass Ngurah Rai no.
555X pesanggaran, Denpasar – Bali
0361 - 729505
9. PT Indofood Sukses Makmur
Sambal, kecap, minyak, susu, tepung terigu,
Jl. Raya Puputan no 6 Denpasar 80235
0361 - 235566
Sumber : Penulis, 2014
Restoran Bimasena memiliki tujuh supplier minuman yang berada di daerah Bali. Supplier – supplier minuman tersebut menyuplai bahan seperti minuman kaleng, bir, minuman beralkohol, kopi, teh, air mineral, dan es batu. Supplier minuman Bimasena melakukan pengiriman barang dalam jangka waktu dua hari sekali. Berikut dapat dilihat pada tabel 3.5 menggenai supplier minuman yang digunakan oleh restoran Bimasena.
Tabel 3.5 Daftar Supplier Minuman
No Nama Perusahaan Supplier Alamat No. Telp / e-mail
1. PT. Bali Kenari Jaya
Perrier, sprite, wine
Jl. Danau Buyan 13A no 5, sanur – Denpasar Selatan, Bali
0361 – 283215
2. PT. Coca cola Coca cola dan Diet Coke
Jl. Nangka 196, Denpasar, Bali
0361 – 422048
3. PT. Bintang Bali Indah
Fanta, bir, equil, evian, aqua
Jl. Gunung Agung no 30, Bali 0361 – 423557
4. Batukaru Corporation
Biji kopi Jl. Patih Nambi XIX no. 14, Ubung, Denpasar utara
081999064682
5. PT. Bali Hai Brewery
Bir, Wine, Vodka, Chivas Regal, Malibu, Johnny Walker
Jl. Tukad Balian Kompl Wirasatya VII BI M/2, Kerobokan, Kuta - Bali
0361 – 7440897
6. PT. Bahana Genta Viktory
T.W.G tea, Coffee, sirup, coklat bubuk, dan mesin kopi
Jl. Taman Giri No. 8, Br Mumbul, Nusa Dua 80362, Bali
0361 - 8478360
7. PT. Tirthamas Surya Bali
Es tube Jl. Pengeracikan No. 18 Kedonganan – Kuta, Bali
0361 - 701446
Sumber : Penulis, 2014
Bimasena memiliki dua supplier untuk bagian kebersihan restoran yang berlokasi di Bali. Bahan – bahan kebersihan ini diperuntukkan untuk bagian kitchen dan kebersihan restoran. Supplier bagian kebersihan ini menyuplai bahan seperti sabun cuci piring, cuci tangan, lantai serta laundry untuk linen. Berikut dapat dilihat pada tabel 3.6 mengenai supplier yang digunakan oleh restoran Bimasena.
Tabel 3.6 Daftar Supplier Bagian Kebersihan
No Nama Perusahaan Supplier Alamat No. Telp / e-mail 1. PT. Ecolab Sabun cuci
piring, cuci tangan, dan sabun untuk lantai
Plaza Ikat, Jl. By Pass Ngurah Rai No. 505 Blok D.
2nd Floor,
Denpasar
0361 – 725459
2. Bagas Rizky Laundry
Antar jemput linen
Jln. Batusari no 11 087860690551
Sumber : Penulis, 2014
Restoran Bimasena memiliki satu supplier peralatan dapur dan perlengkapan restoran. Supplier peralatan dan perlengkapan Bimasena berlokasi di Bali dan bernama Bali cooler. Bali cooler melakukan pengiriman barang ketika ada pemesanan dari restoran Bimasena. Berikut dapat dilihat daftar supplier peralatan dan perlengkapan Bimasena pada tabel 3.7.
Tabel 3.7 Daftar Supplier Equipment
No Nama Perusahaan Supplier Alamat No Telp / E-mail 1 Bali cooler Perlengkapan,
peralatan kitchen
Jln. Gatot Subroto Timur No. 250X, Denpasar, Bali
0361 - 8564878
Sumber : Penulis, 2014
3.9 Sistem Pengadaan Barang
Pada restoran Bimasena pengadaaan barang untuk kebutuhan pelayanan kepada customer dimulai dari bagian supplier. Supplier restoran Bimasena bertugas untuk mengantarkan dan mengadakan barang yang dipesan oleh Bimasena. Pada saat staff restoran Bimasena menghubungi supplier untuk mememesan barang, maka barang akan diantarkan oleh supplier. Ketika barang sampai ke restoran, staff restoran bertugas untuk memeriksa kelengkapan barang yang datang dengan jumlah barang yang dipesan.
Pengecekan kondisi barang yang sampai juga harus diperiksa oleh staff guna menghindari masa kadaluarsa barang dan juga barang yang mudah rusak. Setelah barang lengkap dan sesuai dengan pesanan, maka barang tersebut akan dibawa ke tempat penyimpanan bahan-bahan yang akan digunakan untuk keperluan Bimasena.
Bahan – bahan keperluan Bimasena akan diadakan setiap 3 hari sekali guna menghindari kekurangan bahan untuk melayani tamu. Berikut dapat dilihat pada gambar 3.9 Sistem yang di lakukan untuk pengadaan barang restoran Bimasena.
Gambar 3.9 Sistem Pengadaan Barang Bimasena Sumber : Penulis, 2014
Supplier Bimasena Checking Stocking store
3.10 Perlengkapan dan Peralatan
Untuk mendukung berjalannya suatu restoran, maka setiap restoran harus memiliki perlengkapan dan peralatan pendukung, seperti halnya restoran Bimasena juga memiliki perlengkapan dan peralatan untuk membantu di dalam menjalankan restoran. Perlengkapan – perlengkapan restoran Bimasena terdiri dari alat-alat memasak hingga cutleries yang akan dipakai oleh tamu. Perlengkapan dan peralatan pada restoran Bimasena dapat dilihat pada tabel 3.8.
Tabel 3.8 Peralatan Kitchen
Nama Produk Jumlah Gambar Spesifikasi Harga
Sauce Pan 6
Merek : fundix
Ukuran : 24 cm x 14 cm (6.3 L)
28 cm x 16 cm (9.8 L) Bahan : Stanless steel
Rp 1.000.000 = Rp 167.000 (unit)
Frying Pan 6
Merek : Fundix, diameter 28cm
Rp 650.000 = Rp 109.000 (unit)
Stock pot 5
Merek : Bima
Ukuran : 40 cm x 40 cm (50.2 L)
46 cm x 40 cm (66.5 L) Bahan : Stanless steel
Rp 700.000 = Rp 140.000 (unit)
Bowl 15
Bahan : Stanless Steel Rp 800.000 = Rp 54.000 (unit)
Cetakan kue 8
Ukuran : 20 x 20 cm 28 x 28 cm
Rp 700.000 = Rp 87.500 (unit)
Cetakan serabi 2
Merek : snack maker Ukuran : 8.5 cm Berat : 3 Kg
Rp 300.000 = Rp 150.000 (unit)
Ballon Whisk 4
Merek : Sunnex Ukuran : 25 cm, 40 cm
Rp 400.000 = Rp 100.000 (unit)
Wooden Spatulla 5
Bahan : Kayu Ukuran : 20 cm
Rp 400.000 = Rp 80.000 (unit)
Container 10
Merek : Sunnex Ukuran : 176 x 108 mm
325 x 176 mm 176 x 162 mm Bahan : Stanless steel
Rp 800.000 = Rp 80.000 (unit)
Cutlery Tray 3
Merek : Sunnex Ukuran 53 x 33 x 10cm
Bahan : Plastik
Rp 300.000 = Rp 100.000 (unit)
Stove Gas 8
Merek : Fagor
Ukuran : 600 x 650 x 850mm
Rp 45.000.000
= Rp 5.625.000 (unit)
Gas Oven 2
Merek : Fomac
Ukuran : 1340 x 900 x 600mm
Berat : 135 kg
Power Supply : 220 volt
Rp 15.000.000
= Rp 7.500.000 (unit)
Deep Fat Fryer 2
Merek : Getra
Ukuran : 61 x 52 x 93 Bahan : Stanless steel
Rp 20.000.000
= Rp 10.000.000 (unit)
Lanjutan Tabel 3.8 Peralatan Kitchen
Mixer 3
Merek : Fomac
Ukuran : 630 x 500 x 900 mm
400 x 250 x 410 mm
Rp 40.000.000
= Rp 14.000.0000 (unit)
Working Table 10
Merek : getra
Ukuran : 180 x 70 x 85 150 x 70 x 85
Rp 20.000.000
=Rp 2.000.000 (unit)
Chiller 6
Merek : Starcool Ukuran :240 x1880 x 750mm
Input power : 1500watt
Kapasitas : 1600L
Rp 70.000.000
= Rp 11.700.000 (unit)
Rolling pan 4
Ukuran : 18 inci Bahan : kayu
Rp 300.000 = Rp 75.000 (unit)
Lemon Squizer 2
Ukuran : 7 x 7 cm Bahan : plastik
Rp 30.000 = Rp 15.000 (unit)
Knife 6
Merek : Zwilling J.A Henckkels
Bahan : Stanless steel
Rp 5.000.000
= 834.000 (unit)
Turning Knife 5
Merek : Zwilling J.A Henckkels
Bahan : Stanless steel
Rp 2.500.000
= Rp 500.000 (unit)
Vegetable
Peeler 5
Merek : Zwilling J.A Henckkels
Bahan : Stanless steel
Rp 2.000.000
= Rp 400.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
Pada restoran Bimasena, Steward bertugas untuk menjaga kebersihan restoran Bimasena. Oleh karena itu untuk mendukung tugas dari steward pada restoran maka Bimasena menyediakan peralatan yang akan digunakan oleh steward pada pekerjaannya. Peralatan yang digunakan antara lain dish washing machine, broom dan dustpan, polisher, dan window wipper. Berikut dapat dilihat pada tabel 3.9 peralatan yang digunakan oleh steward pada restoran Bimasena.
Small Chiller 6
Merek : Starcool Ukuran : 800 x 1400 x 600mm
Input Power : 350 watt
Kapasitas : 220L
Rp 50.000.000
= Rp 8.334.000 (unit)
Boiling water 1
Merek : Getra
Ukuran : 375 x 270 x 635 cm
Rp 2.000.000 (unit)
Walking
Freezer 1
Merek : Akvatek Ukuran : 56 inci x 78 inci
Rp 35.000.000 (unit)
Mesin Es Serut 1
Merek : Fonmac Ukuran : 13 x 24 x 26 cm
Rp 2.500.000 (unit)
Cutting Board 7
Ukuran : 18 x 12 inci Rp 2.000.000
= Rp 285.700 (unit)
Trash Bin 5
Merek : Krisbow Kapasitas : 12 L Bahan : Plastik
Rp 4.000.000
= Rp 800.000 (unit)
Tabel 3.9 Steward Equipment
Nama Produk Jumlah Gambar Spesifikasi Harga
Dish Washing 1
Merek : Hobart Berat : 165 / 145 kg Kapasitas : 70 rak.
1.260 piring atau 2.520 gelas per jam
Rp 15.000.000
Broom dan Dustpan
2
Merek : Libman Bahan : plastik
Rp 400.000 = Rp 200.000 (unit)
Polisher 1
Merek : Krisbow, Ukuran : 17 in
Rp 8.220.000
Window Wipper
2
Merek : Krisbow, Panjang 16 cm
Rp 110.000 = Rp 55.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
Restoran Bimasena menggunakan cutleries yang terbuat dari silver sebagai peralatan makan oleh tamu. Pemilihan Cutleries yang terbuat dari silver dengan desain yang elegan dimaksudkan untuk mendukung restoran Bimasena yang bertemakan fine dining. Dengan cutleries yang memiliki desain yang bagus dan elegan akan memberikan kesan yang mewah pada tamu. Berikut dapat dilihat peralatan cutleries pada restoran Bimasena pada tabel 3.10.
Tabel 3.10 Cutleries
Nama Produk Jumlah Gambar Spesifikasi Harga
Dinner spoon 100
Merek : William Turner
Bahan : Sterling silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000 (unit)
Dinner Knife 100
Merek : William Turner
Bahan : Sterling silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000(
unit)
Dinner Fork 100
Merek : William Turner
Bahan : Sterling silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000 (unit)
Fish Knife 100
Merek : William Turner
Bahan : Sterling silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000 (unit)
Dessert Spoon 100
Merek : William Turner
Bahan : Sterling silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000 (unit)
Soup Spoon 100
Merek : William Turner
Bahan : Sterling silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000 (unit)
Dessert Knife 100
Merek : William Turner
Bahan : Sterling silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000 (unit)
Dessert fork 100
Merek : William Turner
Bahan : silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000 (unit)
Lanjutan Tabel 3.10 Cutleries
Tea / Coffee
Spoon 100
Merek : William Turner
Bahan : Sterling silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000 (unit)
B&b Knife 100
Merek : William Turner
Bahan : Sterling silver
Rp 60.000.000 = Rp 600.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
Peralatan makanan yang lain selain cutleries adalah chinawares yang berfungsi sebagai wadah untuk makanan, roti, maupun condiments. Peralatan yang akan dipakai semua akan terbuat dari keramik berwana putih dan bermerek St. James sehingga menonjolkan sisi fine dining dan elegan. Chinaware ini juga menonjolkan kemewahan sehingga tamu saat melihat piring yang digunakan akan worth it jika harus membayar mahal. Berikut dapat dilihat perlengkapan chinaware restoran Bimasena pada tabel 3.11.
Tabel 3.11 Chinawares
Nama Produk Jumlah Gambar Spesifikasi Harga
Appetizer plate 100
Merek : St. James, Ukuran : 7.5 inci
Rp 30.000.000
= Rp 300.000 (unit)
Main course 100
Merek : St. James, Ukuran : 8.5 inci
Rp 45.000.000
= Rp 450.000 (unit)
Soup Plate 100
Merek : St. James Ukuran : 5 inci
Rp 25.000.000
= Rp 250.000 (unit)
Lanjutan Table 3.11 Chinaware
Dessert plate 100
Merek : St. James Ukuran : 8 inci
Rp 35.000.000
= Rp 350.000 (unit)
B&b plate 100
Merek : St. James Ukuran : 5 inci
Rp 25.000.000
= Rp 250.000 (unit)
Condiment Plate 80
Merek : St. James Ukuran : 15 cm
Rp 20.000.000
= Rp 250.000 (unit)
Bread basket 100
Bahan : Rotan Ukuran : 15 cm
Rp 5.000.000 = Rp 50.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
Sebagai perlengkapan minum untuk tamu, restoran Bimasena menggunakan gelas – gelas keramik maupun kristal dengan desain elegan. Penggunaan gelas – gelas untuk tamu di sesuaikan dengan minuman yang akan disajikan. Gelas ini dipilih untuk menunjang ke mewahan dari restoran Bimasena. Berikut ada 5 jenis gelas yang digunakan Bimasena untuk melayani tamu yang dapat di lihat pada tabel 3.12.
Tabel 3.12 Glasswares
Nama Produk Jumlah Gambar Spesifikasi Harga
Highball glass 50
Merek : Zwiesel Kristallglas Ukuran : 325 mL
Rp 15.000.000 = Rp 300.000 (unit)
Wine Glass 50
Merek : Zwiesel Kristallglas
Ukuran : 311 mL
Rp 20.000.000 = Rp 400.000 (unit)
Hurricane Glass 50 Merek : Zwiesel
Kristallglas
Rp 25.000.000 = Rp 500.000 (unit)
Lanjutan Tabel 3.12 Glassware
Tea cup dan
saucer 30
Merek : St. James Ukuran : 5 inci
Rp 20.000.000
= Rp 666.600 (unit)
Coffee Cup 30
Merek : St. James Ukuran : 15 cm
Rp 10.000.000
= Rp 333.000 (unit)
Cocktail Glass
50
Merek : Zwiesel Kristallglas Ukuran : 5 inci x 8 inci
Rp 30.000.000 = Rp 600.000 (unit)
Old Fashioned
Glass 50
Merek : Zwiesel Kristallglas
Ukuran : 8.75 x 7 cm (229mL)
Rp 15.000.000 = Rp 300.000 (unit)
Tea Pot 25
Merek : St. James Ukuran : 6 inci
Rp 35.000.000 = Rp 1.400.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
Pada restoran Bimasena linen yang digunakan berwarna putih untuk table cloth dan motif batik di guest napkin. Ada beberapa jenis linen yang di pakai di restoran Bimasena seperti table cloth, guest napkin, polishing cloth, service napkin, dan face towel untuk membuat oshibori. Linen akan dipersiapkan oleh staff pada waktu restoran di buka dan akan di laundry setiap 1 hari sekali dengan menggunakan jasa antar jemput laundry. Berikut dapat di lihat bentuk – bentuk linen pada tabel 3.13.
Tabel 3.13 Linen Nama
Produk Jumlah
Gambar Spesifikasi Harga
Table Cloth 200
Ukuran : 70 inchi x 70 inchi
70 inchi x 144 inchi Bahan : Katun
Rp 60.000.000 = Rp 300.000 (unit)
Guest napkin
200
Ukuran : 20 inci Bahan : katun
Rp 40.000.000 = Rp 200.000 (unit)
Service Napkin
10
Ukuran : 40 x 70 cm Rp 500.000 = Rp 50.000 (unit)
Face Towel 200
Merek : Terry Palmer Ukuran : 34cm x 35 cm
Rp 50.000.000 = Rp 250.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
Untuk menunjang proses order minuman maka Bimasena memiliki alat – alat pendukung untuk membuat minuman. Penyediaan alat – alat tersebut berfungsi untuk meningkatkan keefesiensian pemesanan minuman. Alat – alat tersebut akan digunakan oleh staff bersangkutan untuk membuat minuman seperti cocktail, juice, coffee, dan peralatan tempat untuk menaruh es dan wine. Peralatan ini menunjang untuk membutuhi kebutuhan tamu. Berikut dapat dilihat alat pendukung bar utensil pada tabel 3.14.
Tabel 3.14 Bar Utensil Nama
Produk Jumlah Gambar Spesifikasi Harga
Jigger 2
Merek : lexington Ukuran : 6.5 x 5 cm (89mL)
Rp 150.000 = Rp 75.000 (unit)
Coffee machine 1
Merek : Ellen
Product Dimension : 680w x 590D x 530 H (mm)
Rp 10.000.000
Ice Machine 1
Merek : Gea
Ukuran : 55 x 56 x62
Rp 12.000.000
Long Bar
Spoon 2
Ukuran : 245 mm Bahan : stanless steel
Rp 100.000 = Rp 50.000 (unit)
Bottle Shaker 2
Bahan : Stanless steel dan gelas
Kapasital : 800mL
Rp 300.000 = Rp 150.000 (unit)
Stirrer
200
Ukuran : 7.5 x 3 inci Bahan : Stanless steel
Rp 8.000.000 = Rp 40.000 (unit)
Blender 2
Merek : KLAZ Kapasitas : 1.25 Liter Berat : 4.25 kg
Rp 450.000 = Rp 225.000 (unit)
Straw
300
Ukuran : 200mm x 6 mm Rp 600.000 = Rp 2.000 (unit)
Lanjutan Tabel 3.14 Bar Utensil
Wine Cooler stand
10
Merek : Sunnex Ukuran : 20cm Bahan : stanless steel Wine bucket
Ukuran : 19 x 20 cm
Rp 5.000.000
= Rp 500.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
Perlengkapan lain yang di pakai oleh restoran Bimasena dalam mendukung kegiatan restoran seperti tray yang terbuat dari stenless steel digunakan pada saat clear up dan membawa minuman, dan jug creamer sebagai condiment untuk minuman coffee. Restoran Bimasena juga menggunakan sistem POS untuk mempermudahkan karyawan dalam membuat orderan. Berikut dapat dilihat perlengkapan lain nya pada tabel 3.15.
Tabel 3.15 Other Utensil
Nama Produk Jumlah Gambar Spesifikasi Harga
Tray 30
Bahan : Stenless steel
Ukuran : 23 inci x 19 inci x 2 inci
Rp 15.000.000
= Rp 500.000 (unit)
Milk /
Creamer Jug 20
Merek : St.
James
Ukuran : 15 cm (medium)
Rp 8.000.000 = Rp 400.000 (unit)
Ashtray 20
Merek : St.
James
Ukuran : 20 cm
Rp 6.000.000 = Rp 300.000 (unit)
Lanjutan Tabel 3.15 Other Utensil
Sumber : Penulis, 2014
Pada restoran Bimasena meja dan kursi untuk tamu menggunakan bahan yang terbuat dari kayu jati dan kulit sebagai alas duduk berwarna coklat. Pemilihan warna dari meja dan kursi pada restoran Bimasena di sesuaikan dengan tema yang dipakai yaitu bertemakan Indonesia modern. Selain kursi yang terbuat dari kayu jati, Bimasena juga menyediakan tempat makan dengan menggunakan sofa yang berwarna coklat juga. Kapasitas jumlah tamu yang dapat di layani adalah 80 orang.
Berikut dapat di lihat pada tabel 3.16.
Flower Vase 20
Merek : St.
James
Panjang : 16 cm
Rp 5.000.000 = Rp 250.000 (unit)
Bill Tray 10
Ukuran : 3.5 in x 6.75 in
Rp 1.000.000 = Rp 100.000 (unit)
Salt and
pepper 20
Merek : Russel Hobbs
Bahan : stanless steel
Rp 2.000.000 = Rp 100.000 (unit)
Cash register 2
Merek : POS , memori : 2Gb Ukuran : 365 x 305 x 385 mm
Rp 20.000.000
= Rp
10.000.000 (unit)
Tabel 3.16 Table & Chair Nama
Produk
Jumlah Furniture Spesifikasi Harga
Chair Dining 82
Lebar kursi : 45 cm Bahan : kayu jati dan kulit
Rp 50.000.000
= Rp 610.000 (unit)
Sofa dining 10
Bahan : kayu jati dan kulit
Ukuran lebar sofa:
70 cm
Rp 45.000.000
= Rp 4.500.000 (unit)
Table dining 20
Bahan : Jati
Ukuran : 100 x 100 x 75 cm
130 x 100 x 75 cm
Rp 40.000.000
= Rp 2.000.000 (unit)
Receptionist 1
Bahan : Jati Ukuran : 1.2 x 1 meter
Rp 5.000.000
Waiter Station
1
Bahan : Jati
Ukuran : 200 x 150 x 80 cm
Rp 4.000.000
Meja kasir 1
Bahan : Jati
Ukuran : 120 x 55 x 75cm
Rp 2.000.000
AC 10
Merek : LG 1 pk
Rp 20.000.000
= Rp 2.000.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
Restoran Bimasena memiliki 2 kamar mandi yang terletak pada bagian kanan restoran. Pada kamar mandi pria terdapat 2 buah urinator, 2 buah washbin, 2 buah kloset dan kaca, sedangkan kamar mandi wanita terdapat 2 kloset, 2 washbin dan kaca. Kamar mandi di restoran Bimasena dibuat minimalis dan dipadukan dengan wallpaper batik. Berikut dapat di lihat pada tabel 3.17 mengenai restroom untuk tamu.
Tabel 3.17 Restrooms
Nama Produk Jumlah Jenis Spesifikasi Harga
Water Closet 4 Merek : T.O.T.O
Ukuran : 605 x 510 cm
Eco Flush : 4.5 L
Rp 7.200.000 = Rp 1.800.000 (unit)
Washbin 4 Merek : T.O.T.O
Ukuran : 650 x 150 mm
Rp 5.000.000 = Rp 1.250.000 (unit)
Kaca 2 Ukuran : 200 x 180
cm
Rp 2.000.000 = Rp 1.000.000 (unit)
Kloset Berdiri
2 Merek : T.O.T.O
Ukuran : 444 x 356 x 685 mm
Rp 8.000.000 = Rp 4.000.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
Pada bagian kantor terdapat perlengkapan untuk menunjang kegiatan bisnis restoran yang didalam nya terdapat seperti meja, kursi, komputer, lemari, telepon, trash bin, dan lemari untuk linen. Kantor akan digunakan oleh HRD, manajer, head chef, accounting, dan Public relation. Pada kantor restoran Bimasena memberikan fasilitas yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dari karyawan. Berikut dapat di lihat pada tabel 3.18 mengenai peralatan yang digunakan.
Tabel 3.18 Office
Type Remark Total Spesifikasi Harga
Desk 4 Ukuran : 170 x 85 x 75 Bahan : Kayu
Rp 1.000.000 = Rp 250.000 (unit)
Lanjutan Tabel 3.18 Office
Office chair 4
Meerek : geniotech Rp 800.000 = Rp 200.000 (unit)
Computer 4
Merek : Dell Prosesor : core i3 Memori : 4Gb
Rp
20.000.000 = Rp 5.000.000 (unit)
Telephone 4
Merek : Panasonic Rp 800.000 = Rp 200.000 (unit)
Cupboard 4
Merek : ace
Ukuran : 180 x 90 x 39
Rp 8.000.000
= 2.000.000 (unit)
Lemari Linen
1
Ukuran : 180 x 50 x 200 cm
Bahan : kayu
Rp 1.000.000
Sumber : Penulis, 2014
Restoran Bimasena juga menyediakan ruangan loker untuk tempat ganti baju, penyimpanan barang – barang karyawan dan kamar mandi karyawan. Loker ini diberikan untuk karyawan sebagai fasilitas untuk menunjang karyawan bekerja di restoran Bimasena. Loker terdiri dari 2 yaitu loker untuk pria dan wanita, loker dapat berfungsi juga sebagai tempat istirahat karyawan. Berikut dapat di lihat pada tabel 3.19 mengenai daftar perlengkapan yang ada pada loker.
Tabel 3.19 Locker
Type Remark Total Spesifikasi Harga
Clock 2
Merek : Seiko Ukuran : 51 cm
Rp 120.000 = Rp 60.000 (unit)
Locker 4
Ukuran : 180x90x39 Merek : Ace
Rp 6.000.000
= Rp 1.500.000 (unit)
Kaca dan westafel
2 sets
Ukuran : 200 x 100 cm
Rp 1.100.000
= Rp 550.000 (unit)
Water Closet 6
Merek : T.O.T.O
Rp 8.200.000
= Rp 1.367.000 (unit)
Sumber : Penulis, 2014
3.11 Aspek Legal
3.11.1 Perijinan Usaha
Restoran Bimasena yang dibangun di daerah Seminyak, Bali di Jalan Kayu Aya No.88x Oberoi – Seminyak, Kuta, Bali 80361 harus melengkapi persyaratan untuk mengajukan perijinan pembukaan usaha. Berikut ini merupakan aspek-aspek yang diperlukan untuk dapat memperoleh perijinan usaha dan mendirikan Restoran Bimasena. Beberapa persyaratan yang harus di penuhi oleh restoran Bimasena :
1. KTP (Kartu Tanda Penduduk) pemilik atau penanggung Jawab Perusahaan
2. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pokok) Pribadi pemilik atau penanggung Jawab Perusahaan, memiliki NPWP atas nama pemilik atau penanggung jawab perusahaan.
3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
Setiap Perusahaan (Tempat Usaha) yang melakukan usaha perdangangan wajib untuk memilki SIUP. Permohonan SIUP ini diajukan kepada Pejabat Penerbit SIUP dengan melampirkan surat permohonan yang ditandatangani oleh Pemilik/Pengurus Perusahaan di atas materai yang cukup serta dokumen-dokumen yang disyaratkan dalam Lampiran II Permendag 36/2007.
4. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (Tempat Usaha)
Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU 3/1982 yang dimaksud dengan Daftar Perusahaan (Tempat Usaha) adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau berdasarkan ketentuan undang-undang ini dan atau peraturan- peraturan pelaksanaannya, dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan (tempat usaha) serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari kantor pendaftaran perusahaan (tempat usaha).
5. Bukti Kepemilikan Tempat Usaha atau Surat Sewa (jika Sewa)
Perjanjian yang dilakukan oleh pemilik tanah dengan pihak Restoran Bimasena, baik berupa perjanjian tertulis maupun perjanjian lisan harus diperhatikan bahwa objek dari perjanjian tersebut digunakan sebagai kegiatan usaha.
6. PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) Tahun Terakhir
Memiliki PBB atas nama pemilik atau penanggung jawab tempat usaha.
7. IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
Perlu diperhatikan apakah IMB yang dimiliki oleh pemilik tanah dapat digunakan sebagai tempat usaha atau hanya izin untuk membangun rumah tinggal. Apabila perjanjian sewa dan IMB yang ada sudah sesuai dengan
peruntukan kegiatan usaha, maka Anda dapat melaporkan tempat usaha yang Anda miliki lakukan kepada Pihak Pemerintah setempat.
8. UUG (Undang-Undang Gangguan)
Berdasarkan Pasal 1 angka 3 Permendagri 27/2009, yang dimaksud dengan Izin Gangguan adalah pemberian izin tempat usaha atau kegiatan kepada orang pribadi/badan di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian, dan gangguan, tidak termasuk tempat/kegiatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.
Setelah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan, pihak Restoran Bimasena dapat mendatangi ke Kantor Walikota atau Bupati untuk melakukan permohonan pembukaan restoran, kemudian akan dilaksanakannya observasi secara langsung oleh pihak Pemerintah Daerah (PEMDA) di lokasi Restoran Bimasena akan dibangun.
Jika observasi berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka pihak Restoran Bimasena akan membayar retribusi berjumlah kurang lebih Rp. 10.000.000,- kepada Pemerintah Daerah (PEMDA) melalui sistem pembayaran yang telah ditentukan. Ijin usaha akan diproses selama 2 sampai dengan 3 minggu setelah proses administrasi selesai dan Restoran Bimasena sudah dapat beroperasi. Berikut gambar 3.10 Proses Perijinan Usaha Restoran Bimasena.
Gambar 3.10 Perijinan Usaha Restoran Bimasena Sumber : Penulis, 2014
Mempersiapkan persyaratan yang di perlukan
Mendatangi kantor walikota atau bupati setempat
Adanya obervasi langsung dari Pemerintah Daerah
Persetujuan dari pihak Pemerintah Daerah
Melakukan pembayaran retribusi yang sudah disepakati
3.11.2 Perpajakan
Menurut Sumawidjaya (2013), “ pajak adalah iuran wajib berupa barang yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma hukum, guna menutup biaya produksi barang dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum”. Berdasarkan dan pernyataan tersebut, dapat di lihat bahwa pajak merupakan iuran wajib yang harus dibayarkan oleh Restoran Bimasena kepada Pemerintah pusat yang kemudian didistribusikan kepada daerah otonom sebagai pendapatan daerah sendiri.
Penghitungan Pajak Hotel dan Restoran menurut Perda No. 9 Tahun 1998 yaitu adanya dasar pengenaan Pajak Hotel dan Restoran adalah jumlah pembayaran yang dilakukan kepada hotel dan atau restoran, tarif Pajak Hotel dan Restoran ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen), dan besarnya Pajak Hotel dan Restoran yang terhutang adalah 10% x DPP (Dasar Pengenaan Pajak).
3.11.2.1 Peruntukan Dan Besarnya Tarif Service Charge
Sebagaimana didefinisikan Pasal 1 Ayat (5) Peraturan Menteri Tenaga Kerja Tahun 1999 No. Per-02/Men/1999 Tentang Pembagian Uang Service Pada Usaha Hotel, Restoran Dan Usaha Pariwisata Lainnya uang service adalah tambahan dari tarif yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam rangka jasa pelayanan pada usaha hotel, restoran dan usaha pariwisata lainnya. Uang service merupakan milik dan menjadi bagian pendapatan bagi pekerja yang tidak termasuk sebagai komponen upah.
Pasal 3 Per-02/Men/1999 mengatur pengumpulan dan pengelolaan administrasi uang service sebelum dibagi (kepada pekerja), yang dilakukan sepenuhnya oleh pengusaha. Setelah terkumpul, dilakukan pembagian uang service sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja yang ditetapkan sebelumnya.
Berdasarkan pernyataan diatas, Restoran Bimasena akan mengenakan 10%
service charge atas layanannya. Hasil dari uang service akan diperuntukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan bagi pekerja dan kesepakatan mengenai pembagian uang service akan dicantumkan pada awal Perjanjian Kerja oleh Restoran Bimasena.
3.11.2.3 Peraturan Ketenagakerjaan
Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya pasal 77 sampai dengan pasal 85, jam kerja adalah waktu untuk melakukan pekerjaan, dapat dilaksanakan siang hari dan atau malam hari. Pasal 77 ayat 1, UU No.13/2003 mewajibkan setiap pengusaha untuk melaksanakan ketentuan jam kerja. Ketentuan jam kerja ini telah diatur dalam 2 sistem seperti yang telah disebutkan diatas yaitu:
• 7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau
• 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.
Pada kedua sistem jam kerja tersebut juga diberikan batasan jam kerja yaitu 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu. Apabila melebihi dari ketentuan waktu kerja tersebut, maka waktu kerja biasa dianggap masuk sebagai waktu kerja lembur sehingga pekerja berhak atas upah lembur. Perhitungan upah lembur didasarkan upah bulanan dengan cara menghitung upah sejam adalah 1/173 upah sebulan. Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 jam/hari dan 14 jam dalam 1 minggu diluar istirahat mingguan atau hari libur resmi. Pengaturan mulai dan berakhirnya waktu atau jam kerja setiap hari dan selama kurun waktu seminggu, harus diatur secara jelas sesuai dengan kebutuhan oleh para pihak dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Setiap karyawan berhak atas istirahat antara jam kerja dalam sehari, sekurang kurangnya 1/2 jam setelah bekerja 4 jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja. Selain itu, pengusaha wajib memberikan waktu secukupnya bagi karyawannya untuk melaksanakan ibadah.
• Setiap pekerja berhak atas istirahat antara jam kerja dalam sehari, sekurang kurangnya 1/2 jam setelah bekerja 4 jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja (Pasal 79 UU 13/2003). Selain itu, pengusaha wajib memberikan waktu secukupnya bagi pekerja untuk melaksanakan ibadah (Pasal 80 UU 13/2003).
• Masa istirahat mingguan tidak boleh kurang dari 1 (satu) hari setelah 6 (enam) hari kerja atau tidak boleh kurang dari 2 (dua) hari setelah 5 (lima) hari kerja dalam satu minggu (Pasal 79 UU 13/2003).
Restoran Bimasena akan menetapkan Perjanjian Kerja Bersama yang pelaksanaanya akan dilakukan di awal sebelum bekerja. Perjanjian ditetapkan sesuai dengan pernyataan yang telah dijelaskan diatas, diantaranya :
1. Sistem 9 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dengan 2 hari libur dalam 1 minggu.
2. Memberikan waktu untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah selama 1 jam, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Karyawan yang tidak hadir tanpa kabar akan dikenakan pemotongan upah.
Ketentuan hari dan jam kerja dalam Perjanjian Kerja Bersama dapat dirubah berdasarkan kesepakatan antara Restoran Bimasena dengan pekerja serta pelaksanaannya dilakukan dengan menetapkan kalender kerja setiap tahunnya dengan tentunya mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.