4.1 Program Manajemen Perhotelan
4.1.1 Uraian Singkat Program Manajemen Perhotelan
Sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dalam memadukan ketrampilan praktis dan pengetahuan manajemen di sektor kepariwisataan, khususnya di bidang perhotelan, telah menjadi tuntutan mutlak di tengah perkembangan industri perhotelan yang pesat di Indonesia. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra berusaha untuk menjawab tuntutan tersebut dengan membuka Program Manajemen Perhotelan pada tahun 1996, yang bernaung dibawah Program Manajemen. Tujuan yang ingin dicapai adalah menciptakan sumber daya manusia yang peka terhadap perkembangan bisnis dan industri kepariwisataan khususnya perhotelan.
Program ini memadukan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola bisnis perhotelan. Kekhasan ini tampak pada ketrampilan dalam berbahasa Inggris, merencanakan, menyiapkan, melaksanakan dan menyajikan pelayanan dalam bisnis perhotelan. Oleh karena itu Program Manajemen Perhotelan telah menyediakan beberapa fasilitas diantaranya adalah: Laboratorium Front Office, Restaurant & Bar, Kitchen, Guest Rooms, Laboratorium Food & Beverage, Laboratorium Pastry & Bakery, Business Center dan Laundry.
Selain itu juga Program Manajemen Perhotelan telah membina jaringan kerjasama dengan industri perhotelan baik dalam maupun luar negeri. Salah satu kerjasama luar negeri yang telah disepakati antara lain dengan Christelijke Hogeschool Noord Nederland (CHNN) serta Asosiasi Hotel-Restoran dan Catering di Belanda. Selain itu, Program Manajemen Perhotelan juga menjalin kerjasama dengan hotel-hotel berbintang lima di Bali, dan Malaysia.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 012/ BAN-PT/ AK- IX/S1/VII/2005. Hal ini berarti pula bahwa Program Manajemen Perhotelan terakreditasi A
4.1.2 Struktur Organisasi Program Manajemen Perhotelan
Keterangan: = garis struktural
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Sumber: Buku Petunjuk Akademik 2005/2006, 2005, p.3
4.1.3 Program Pendidikan Manajemen Perhotelan
Program Manajemen Perhotelan pada Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra adalah unit pelaksana pendidikan tinggi yang melaksanakan
Kepala Program Manajemen
Perhotelan
Seketaris Program Manajemen
Perhotelan
Tata Usaha Manajemen Perhotelan
Koordinator Mata Kuliah Bahasa
Inggris
Koordinator Praktek Kerja Nyata Koordinator
Mata Kuliah Konsentrasi
Koordinator Tugas Akhir Koordinator
Mata Kuliah Praktek
Dosen Program Manajemen Perhotelan
program pendidikan akademik pada jenjang sarjana Strata 1 (S1). Jenjang ini mempunyai beban studi kumulatif 144 SKS (Sistem Kredit Semester) dengan lama studi kumulatif 9 semester dan maksimum 14 semester. Lulusan program studi ini bergelar Sarjana Ekonomi (SE). Pada tahun 2003 hingga sekarang Program Manajemen Perhotelan mengalami perubahan kurikulum yang merubah lama studi kumulatif menjadi 8 semester dengan beban studi kumulatif 144 SKS.
4.1.4 Visi, Tujuan dan Motto Program Manajemen Perhotelan
Tabel 4.1 Visi, tujuan dan motto Program Manajemen Perhotelan Visi To be the best hotel management program in Indonesia
Menciptakan sumber daya manusia yang handal bukan hanya dari segi manajemen tetapi handal dari segi kemampuan teknik dalam menerapkan teori- teori maupun praktek yang diperlukan dalam dunia perhotelan Tujuan Menciptakan sumber daya manusia yang mempunyai wawasan global
yang tinggi dalam menanggapi kemajuan teknologi, ilmu dan
kemampuan serta mempunyai integritas yang baik yang dapat tercermin dalam kepribadian mahasiswa Manajemen Perhotelan yang selalu menjunjung tinggi keramah tamahan dan memiliki iman yang kuat Motto Better Knowledge, better Skill, better Attitude are Better life
Sumber: Universitas Kristen Petra, Buku Petunjuk Akademik 2005/2006, 2005, p.2)
Penggunaan motto yang bisa menjadi ciri utama program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra adalah “Better Knowledge, Better Skill, Better Attitude are Better Life”. Dimana arti dari motto tersebut adalah program Manajemen Perhotelan ingin menciptakan kehidupan yang lebih baik dengan membekali pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang lebih baik dari program studi lainnya.
operasional. Berikut ini adalah pengelompokan materi pembelajaran yang diajarkan Program Manajemen Perhotelan yang telah dikelompokkan berdasarkan pembentukan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap bagi mahasiswa.
a. Materi pembelajaran yang membentuk pengetahuan, terdiri dari mata kuliah sebagai berikut:
1. Pengetahuan Kepariwisataan 2. Matematika Ekonomi
3. Pengantar Ekonomi Makro 4. Pengantar Ekonomi Mikro 5. Teori Ekonomi
6. Ekonomi Nasional
7. Pengantar Ekonomi Pembangunan 8. Ekonomi Manajerial
9. Aspek Hukum dalam Ekonomi 10. Bank & L.K.B.B
11. Pengantar Akuntansi 12. Akuntansi Biaya 13. Manajemen Akuntansi 14. Budgeting Perusahaan 15. Pengantar Bisnis 16. Manajemen Pemasaran 17. Manajemen Keuangan
18. Sistem Informasi Manajemen 19. Manajemen Strategi
20. Studi Kelayakan Bisnis 21. Statistik
22. Manajemen Sumber Daya Manusia 23. Perilaku Keorganisasian
24. Sosiologi dan Politik
25. Teori Operasional Manajemen Hotel 26. Metodologi Penelitian
b. Materi pembelajaran yang membentuk ketrampilan, terdiri dari mata kuliah sebagai berikut:
1. Bahasa Inggris
2. Bahasa Asing (Jerman / Prancis) 3. Pengantar Aplikasi Komputer 4. Operasional Hotel
5. Manajemen Operasional Hotel 6. Praktek Kerja Nyata
c. Materi pembelajaran yang membentuk sikap, terdiri dari mata kuliah sebagai berikut:
1. Psikologi Terapan 2. PDP I-IV
3. Tata Tertib
4.2 Analisa Jawaban Responden
Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 153 orang, dimana jumlah kuisioner yang disebarkan sebanyak 200 buah sedangkan 47 kuisioner lainnya tidak dikembalikan. Sehingga dari hasil ini dapat diketahui tingkat respon responden (response rate) adalah sebagai berikut:
Response rate = 153 = 0,765 atau 76.5%
200
Response rate sebesar 76.5% menunjukkan bahwa respon atau tingkat partisipasi responden untuk terlibat dalam penelitian cukup baik.
Sebelum dilakukan analisis lebih lanjut lagi, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas berikut ini.
4.2.1. Uji Validitas Materi Pembelajaran yang membentuk Pengetahuan atau Knowledge
Hasil pengujian validitas pertanyaan variabel materi pembelajaran yang
Tabel 4.2 Uji Validitas Materi Pembelajaran yang membentuk Pengetahuan atau Knowledge
Pertanyaan Rhitung Rtabel Nilai
Sig α Kesimpulan Memiliki gambaran umum dari
profesi yang berkaitan dengan dunia kepariwisataan khususnya perhotelan
0.304 0.1045 0.000 0.05 Valid Membuat perencanaan keuangan
(contoh:budgeting, forecast) 0.592 0.1045 0.000 0.05 Valid Membuat laporan kerja (misalnya:
laporan harian, bulanan, dll) 0.591 0.1045 0.000 0.05 Valid Membuat rencana kerja (seperti
absensi, jadwal kerja) 0.629 0.1045 0.000 0.05 Valid Mampu membuat laporan keuangan
(laporan R/L, neraca, cash flow) 0.681 0.1045 0.000 0.05 Valid Mengaplikasikan strategi pemasaran
(contoh:promosi, desain produk, penetapan harga)
0.384 0.1045 0.000 0.05 Valid Paham akan perkembangan
perekonomian (seperti: inflasi, nilai tukar terhadap dolar)
0.438 0.1045 0.000 0.05 Valid Mampu me-manage sumber daya
manusia yang dimiliki (mengatur, mengawasi, membimbing)
0.495 0.1045 0.000 0.05 Valid Paham akan aspek hukum bisnis
yang berlaku di Indonesia (contoh:
hak paten, perpajakan)
0.486 0.1045 0.000 0.05 Valid Memahami konsep dasar manajemen
informasi (seperti: flow chart) 0.340 0.1045 0.000 0.05 Valid
Kewirausahaan 0.413 0.1045 0.000 0.05 Valid
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 4)
Berdasarkan tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa semua pertanyaan memiliki nilai Rhitung > Rtabel dan nilai signifikansi < α (0.05) sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh pertanyaan pada variabel materi pembelajaran yang membentuk pengetahuan atau knowledge telah valid.
4.2.2. Uji Validitas Materi Pembelajaran yang membentuk Ketrampilan atau Skill Hasil pengujian validitas pertanyaan materi pembelajaran yang membentuk ketrampilan atau skill dapat disajikan pada tabel 4.3.
Tabel 4.3 Uji Validitas Materi Pembelajaran yang membentuk Ketrampilan atau Skill
Pertanyaan Rhitung Rtabel Nilai
Sig α Kesimpulan Kemampuan bernegosiasi
dengan rekan kerja maupun patner bisnis
0.300 0.1045 0.000 0.05 Valid Kemampuan berbahasa
Inggris 0.375 0.1045 0.000 0.05 Valid
Kemampuan berbahasa asing
(Jerman atau Perancis) 0.572 0.1045 0.000 0.05 Valid Kemampuan menggunakan
komputer (Fidelio) 0.588 0.1045 0.000 0.05 Valid Kemampuan operasional
dibidang kitchen (cooking, recipe planning, market list)
0.625 0.1045 0.000 0.05 Valid Kemampuan operasional di
bidang service (serving, table setting, buffet technique)
0.552 0.1045 0.000 0.05 Valid Kemampuan operasional di
bidang front office (check in/
chek out, billing)
0.703 0.1045 0.000 0.05 Valid Kemampuan operasional di
bidang housekeeping (chemical knowledge)
0.610 0.1045 0.000 0.05 Valid
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 4)
Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat diketahui bahwa semua pertanyaan memiliki nilai Rhitung > Rtabel dan nilai signifikansi < α (0.05) sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh pertanyaan pada variabel materi pembelajaran yang membentuk ketrampilan atau skill telah valid.
4.2.3. Uji Validitas Materi Pembelajaran yang membentuk Sikap atau Attitude Hasil pengujian validitas pertanyaan materi pembelajaran yang membentuk sikap atau attitude dapat disajikan pada tabel 4.4.
Tabel 4.4 Uji Validitas Materi Pembelajaran yang membentuk Sikap atau Attitude
Pertanyaan Rhitung Rtabel Nilai
Sig α Kesimpulan Kedisiplinan 0.658 0.1045 0.000 0.05 Valid Mampu bekerjasama dalam
tim 0.725 0.1045 0.000 0.05 Valid
Kepemimpinan 0.666 0.1045 0.000 0.05 Valid Kemampuan beradaptasi
dengan lingkungan kerja 0.757 0.1045 0.000 0.05 Valid Komitmen pada pekerjaan 0.662 0.1045 0.000 0.05 Valid Toleransi dan menghargai
orang lain 0.726 0.1045 0.000 0.05 Valid
Memiliki semangat juang
(tidak mudah menyerah) 0.666 0.1045 0.000 0.05 Valid Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 4)
Berdasarkan tabel 4.4 diatas dapat diketahui bahwa semua pertanyaan memiliki nilai Rhitung > Rtabel dan nilai signifikansi < α (0.05) sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh pertanyaan pada variabel materi pembelajaran yang membentuk sikap atau attitude telah valid.
4.2.4. Uji Reliabilitas
Hasil perhitungan koefisien reliabilitas yang diperolah berdasarkan pengolahan program SPSS versi 11dapatdilihat pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5 Hasil Pengujian Reliabilitas
No. Variabel Alpha Keterangan
1 Knowledge 0.6795 reliabel
2 Skill 0.6381 reliabel
3 Attitude 0.8192 reliabel
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 4)
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dijelaskan reliabilitas pertanyaan dalam kuesioner. Dari semua pertanyaan baik yang masuk kedalam variabel knowledge,
skill, dan attitude, menghasilkan nilai alpha yang lebih besar daripada alpha cronbach 0.6 sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator-indikator ketiga variabel tersebut telah reliabel.
4.3 Analisa Profil Responden
Analisa profil responden dalam penelitian ini digunakan untuk menggambarkan karakteristik profil responden yang meliputi jenis kelamin, angkatan pada saat kuliah, pekerjaan serta jabatan pekerjaan.
a. Profil Jenis Kelamin Responden
Gambaran mengenai karakteristik profil responden berdasarkan jenis kelamin disajikan pada gambar 4.2 :
Pria, 71, Wanita, 82, 46%
54%
Gambar 4.2 Profil Jenis Kelamin Responden Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 3)
Dari gambar 4.2 dapat dilihat bahwa prosentase terbesar adalah responden berjenis kelamin wanita yaitu sebanyak 54% (82 orang) dan sisanya adalah responden berjenis kelamin pria sebanyak 46% (71 orang).
b. Profil Angkatan Kuliah Responden
Gambaran mengenai karakteristik profil responden berdasarkan dari angkatan pada saat kuliah disajikan pada gambar 4.3 :
29 responden 22 responden 21responden
33 responden 22 responden
24 responden 2 responden
0 5 10 15 20 25 30 35
Th 1996 Th 1997 Th 1998 Th 1999 Th 2000 Th 2001 Th 2002
Gambar 4.3 Profil Responden berdasarkan Angkatan Kuliah Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 3)
Berdasarkan gambar 4.3 diatas dapat diketahui bahwa dari 153 responden sampel yang mengikuti materi pembelajaran Program Manajemen Perhotelan, mayoritas didominasi oleh angkatan 1999 dengan jumlah 33 responden, kemudian diikuti angkatan 1996 sebanyak 29 responden. Angkatan 1997 diwakili 22 responden, dan angkatan tahun 1998 berjumlah 21 responden, angkatan 2001 berjumlah 24 responden, angkatan 2000 dengan jumlah 22 responden sedangkan jumlah responden terkecil berada pada angkatan 2002 mengingat pada angkatan tersebut merupakan fresh graduate dengan jumlah responden sebanyak 2 responden.
c. Profil Pekerjaan Responden
Gambaran mengenai karakteristik profil responden berdasarkan dari jenis pekerjaannya disajikan pada gambar 4.4.
2%
16%
15%
22%
14%
15%
19%
1%
6%
0%
0%
13%
17%
31%
20%
0%
12%
0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35%
Birokarasi Pendidikan Penelitian Konsultan Industri manufaktur Perhotelan Jasa Makanan Industri jasa lainnya LSM Lainnya
Gambar 4.4 Profil Pekerjaan Responden Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 3)
Berdasarkan gambar 4.4 dapat diketahui bahwa, dari 153 responden yang mengikuti materi pembelajaran Program Manajemen Perhotelan, mayoritas responden bekerja pada bidang jasa makanan yaitu sebanyak 47 responden atau 31%, kemudian industri jasa lainnya seperti bank swasta, travel agent, dan event organizer sebanyak 30 responden atau 20%. Responden yang bekerja di bidang perhotelan berjumlah 27 responden atau 17%, sedangkan jenis pekerjaan di bidang industri manufaktur diwakili oleh 20 responden atau 13% kemudian pada pekerjaan lainnya yang tidak dituliskan pada kuisioner penelitian ini sebanyak 19 responden atau 12%. Jenis pekerjaan bidang pendidikan sebanyak 9 responden atau 6% sedangkan jenis pekerjaan bidang birokrasi yaitu bank pemerintah sebanyak 1 responden atau 1%. Adapun jenis perkerjaan LSM, konsultan dan penelitian tidak terwakili.
d. Profil Jabatan Responden
Gambaran mengenai karakteristik profil responden berdasarkan dari jabatan pada pekerjaan disajikan pada gambar 4.5 :
19 Resp 12%
30 Resp 20%
47 Resp 31%
27 Resp 17%
20 Resp 13%
9 Resp 6%
1 Resp 1%
Birokrasi
3 responden
17 responden
50 responden 56 responden 27 responden
0 10 20 30 40 50 60
Owner Head of Departement Supervisor Staff Lainnya
Gambar 4.5 Profil Jabatan Responden Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 3)
Berdasarkan gambar 4.5 dapat diketahui profil jabatan responden dalam perkerjaan. Dari 153 responden sampel yang mengikuti materi pembelajaran Program Manajemen Perhotelan, jenis jabatan didominasi oleh jenis jabatan staff yaitu sebanyak 56 responden atau 37% kemudian jenis jabatan supervisor sebanyak 50 responden atau 33%. Jenis jabatan lain-lainnya diwakili dengan 27 responden atau 18% dimana yang termasuk jenis jabatan lainnya adalah assistant manager, dosen, marketing dan beberapa yang tidak disebutkan. Sedangkan jabatan head of departement respondennya berjumlah 17 orang kemudian pada jabatan owner jumlah respondennya berjumlah 3 orang.
4.4 Analisa Deskriptif Materi Pembelajaran Program Manajemen Perhotelan
Analisa tentang jawaban responden mengenai materi pembelajaran Program Manajemen Perhotelan yang dikelompokkan dalam pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan sikap (attitude).
4.4.1 Analisa Deskriptif Manfaat Materi Pembelajaran Knowledge Program Manajemen Perhotelan Bagi Alumni
Materi pembelajaran knowledge terdiri dari 11 pernyataan yang dapat dijabarkan pada tabel 4.6. Dari nilai rata-rata tersebut dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok sesuai dengan rentang skala pada bab III. Berdasarkan
18%
56 responden 37%
50 responden 33%
11%
2%
tabel 4.6 dapat diketahui bahwa dari kesebelas pernyataan, rata-rata responden merasa materi pembelajaran yang membentuk pengetahuan (knowledge) yang paling bermanfaat adalah pada pernyataan keenam yaitu mengaplikasikan strategi pemasaran (contoh: promosi, desain produk, penetapan harga), dengan rata-rata sebesar 4.33 dan deviasi standar sebesar 0.64, yang berarti nilai sebaran atau variabilitas jawaban responden sebesar ±0.64 (jawaban berada di antara 3.69 sampai 4.97). Pernyataan tersebut menurut sebagian besar responden sangat bermanfaat karena responden merasa bahwa materi tersebut sesuai dengan yang dihadapi oleh para alumni di dunia kerja.
Tabel 4.6 Deskriptif Manfaat Materi Pembelajaran yang membentuk Knowledge
No Pernyataan Rata-
rata
Deviasi
Standar Rentang Skala 1.
Memiliki gambaran umum dari profesi yang berkaitan dengan dunia
kepariwisataan khususnya perhotelan
4.22 0.64 Sangat
Bermanfaat 2. Membuat perencanaan keuangan
(contoh:budgeting, forecast) 4.07 0.59 Bemanfaat 3. Membuat laporan kerja (misalnya:
laporan harian, bulanan, dll) 4.16 0.59 Bermanfaat 4. Membuat rencana kerja (seperti absensi,
jadwal kerja) 3.90 0.78 Bermanfaat
5. Mampu membuat laporan keuangan
(laporan R/L, neraca, cash flow) 4.10 0.65 Bermanfaat 6.
Mengaplikasikan strategi pemasaran (contoh:promosi, desain produk, penetapan harga)
4.33 0.64 Sangat
Bermanfaat
7.
Paham akan perkembangan
perekonomian (seperti: inflasi, nilai tukar terhadap dolar)
4.10 0.69 Bermanfaat
8.
Mampu me-manage sumber daya manusia yang dimiliki (mengatur, mengawasi, membimbing)
4.10 0.64 Bermanfaat
9.
Paham akan aspek hukum bisnis yang berlaku di Indonesia (contoh: hak paten, perpajakan)
3.50 0.75 Bermanfaat
10. Memahami konsep dasar manajemen
informasi (seperti: flow chart) 3.71 0.55 Bermanfaat
responden adalah pernyataan kesembilan yaitu paham akan aspek hukum bisnis yang berlaku di Indonesia, dengan rata-rata sebesar 3.50 dan deviasi standar sebesar 0.75, yang berarti nilai sebaran atau variabilitas jawaban responden sebesar ±0.75 (jawaban berada di antara 2.75 sampai 4.25). Hal ini diperkuat oleh wawancara informal yang dilakukan penulis dengan beberapa responden dimana responden merasa bahwa materi yang didapat di bangku kuliah mengenai aspek hukum dalam bisnis tersebut tidak tepat guna dalam dunia kerja.
Selanjutnya apabila dilihat dari nilai deviasi standar, pernyataan keempat memiliki nilai deviasi standar yang paling tinggi yaitu sebesar 0.78, yang berarti sebaran atau variabilitasnya sebesar ± 0.78 (jawaban berada diantara 3.12 sampai 4.68). Sedangkan pernyataan yang memiliki nilai deviasi standar yang paling rendah adalah pernyataan kesepuluh yaitu sebesar 0.55, yang berarti sebaran atau variabilitasnya sebesar ± 0.55 (jawaban berada diantara 3.16 sampai 4.26).
Secara keseluruhan nilai rata-rata dari materi pembelajaran yang membentuk pengetahuan (knowledge) sebesar 4.03 dengan deviasi standar sebesar 0.65, yang berarti sebaran atau variabilitasnya sebesar ± 0.65 (jawaban berada diantara 3.38 sampai 4.68). Dari sini dapat disimpulkan bahwa variasi jawaban responden untuk variabel materi pembelajaran yang membentuk pengetahuan (knowledge) umumnya berkisar antara kurang bermanfaat sampai dengan sangat bermanfaat.
4.4.2 Analisa Deskriptif Manfaat Materi Pembelajaran Skill Program Manajemen Perhotelan Bagi Alumni
Materi pembelajaran skill terdiri 8 pernyataan yang dapat diuraikan pada tabel 4.7. Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa dari kedelapan pernyataan diatas, sebagian besar responden rata-rata merasa materi skill yang paling bermanfaat adalah pada pernyataan kedua yakni pada kemampuan berbahasa Inggris, dengan rata-rata sebesar 4.70 dan deviasi standar sebesar 0.52, yang berarti nilai sebaran atau variabilitas jawaban responden sebesar ±0.52 (jawaban berada di antara 4.18 sampai 5). Hal ini berarti kemampuan berbahasa Inggris sangat bermanfaat bagi responden dikarenakan selain memiliki rata-rata tertinggi
variabilitas jawaban responden juga terendah dimana hal tersebut menandakan menandakan jawaban responden cenderung homogen atau sama. Mengingat jenis pekerjaan responden tersebar pada jasa makanan, industri jasa lainnya, serta perhotelan, dimana jenis pekerjaan tersebut menuntut alumni mempunyai communication skill yang baik maka tidak mengherankan apabila bahasa Inggris menjadi suatu ketrampilan yang mutlak bagi mayoritas responden.
Tabel 4.7 Deskriptif Manfaat Materi Materi Pembelajaran yang membentuk Skill
No Pernyataan Rata-
rata
Deviasi
Standar Rentang Skala 1. Kemampuan bernegosiasi dengan rekan
kerja maupun partner bisnis 4.60 0.62 Sangat Bermanfaat 2. Kemampuan berbahasa Inggris 4.70 0.52 Sangat
Bermanfaat 3. Kemampuan berbahasa asing (Jerman
atau Perancis) 3.54 1.24 Bermanfaat
4. Kemampuan menggunakan komputer
(Fidelio) 4.39 0.70 Sangat
Bermanfaat 5.
Kemampuan operasional dibidang kitchen (cooking, recipe planning, market list)
4.01 0.73 Bermanfaat
6.
Kemampuan operasional di bidang service (serving, table setting, buffet technique)
4.05 0.83 Bermanfaat
7. Kemampuan operasional di bidang front
office (check in/ chek out, billing) 3.97 0.71 Bermanfaat 8. Kemampuan operasional di bidang
housekeeping (chemical knowledge) 3.88 0.70 Bermanfaat
Total 4.14 0.76
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 3)
Sedangkan materi skill yang memiliki nilai rata-rata paling rendah adalah pada pernyataan ketiga yakni mengenai kemampuan berbahasa asing (Jerman atau Perancis), dengan rata-rata sebesar 3.54 dan deviasi standar sebesar 1.24, yang berarti nilai sebaran atau variabilitas jawaban responden sebesar ±1.24 (jawaban berada di antara 2.3 sampai 4.78). Berdasarkan rata-rata jawaban responden dapat
penulis dengan beberapa responden, mayoritas responden mengatakan bahwa bahasa asing tersebut tidak banyak diterapkan dalam dunia kerja dikarenakan tidak banyak tempat kerja atau pekerjaan yang membutuhkan kemampuan berbahasa asing tersebut.
Secara keseluruhan nilai rata-rata dari materi pembelajaran yang membentuk ketrampilan (skill) sebesar 4.14 dengan deviasi standar sebesar 0.76, yang berarti sebaran atau variabilitasnya sebesar ± 0.76 (jawaban berada diantara 3.38 sampai 4.9). Dari sini dapat disimpulkan bahwa variasi jawaban responden untuk variabel materi pembelajaran yang membentuk ketrampilan (skill) umumnya berkisar antara kurang bermanfaat sampai dengan sangat bermanfaat.
4.4.3 Analisa Deskriptif Manfaat Materi Pembelajaran Attitude Program Manajemen Perhotelan
Materi pembelajaran attitude terdiri dari 7 pernyataan yang dapat diuraikan pada tabel 4.8 berikut :
Tabel 4.8 Deskriptif Manfaat Materi Materi Pembelajaran yang membentuk Attitude
No Pernyataan Rata-
rata
Deviasi
Standar Rentang Skala
1. Kedisiplinan 4.61 0.50 Sangat Bermanfaat
2. Mampu bekerjasama dalam tim 4.73 0.46 Sangat Bermanfaat
3. Kepemimpinan 4.65 0.49 Sangat Bermanfaat
4. Kemampuan beradaptasi dengan
lingkungan kerja 4.67 0.49 Sangat Bermanfaat
5. Komitmen pada pekerjaan 4.61 0.53 Sangat Bermanfaat 6. Toleransi dan menghargai orang lain 4.61 0.49 Sangat Bermanfaat 7. Memiliki semangat juang (tidak
mudah menyerah) 4.48 0.53 Sangat Bermanfaat
Total 4.62 0.49
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 3)
Tabel 4.8 menerangkan bahwa rata-rata materi yang membentuk attitude yang paling tinggi adalah pada pernyataan kedua yakni kemampuan bekerjasama
dalam tim, dengan rata-rata sebesar 4.73 dan deviasi standar sebesar 0.46, yang berarti nilai sebaran atau variabilitas jawaban responden sebesar ±0.46 (jawaban berada di antara 4.27 sampai 5). Kemampuan bekerjasama dalam tim sangat bermanfaat mengingat jenis pekerjaan responden tersebar pada jasa makanan, industri jasa lainnya, serta perhotelan, dimana jenis pekerjaan tersebut menuntut alumni untuk bisa bekerjasama dalam tim.
Sedangkan materi attitude yang memiliki nilai rata-rata paling rendah namun masih tetap sangat bermanfaat adalah pada pernyataan ketujuh yakni memiliki semangat juang (tidak mudah menyerah), dengan rata-rata sebesar 4.48 dan deviasi standar sebesar 0.53, yang berarti nilai sebaran atau variabilitas jawaban responden sebesar ±0.53 (jawaban berada di antara 3.95 sampai 5).
sedangkan memiliki semangat juang (tidak mudah menyerah) memiliki rata-rata paling rendah dikarenakan menurut penulis hal tersebut kembali pada individu masing-masing.
Secara keseluruhan nilai rata-rata dari materi pembelajaran yang membentuk sikap (attitude) sebesar 4.62 dengan deviasi standar sebesar 0.49, yang berarti sebaran atau variabilitasnya sebesar ± 0.49 (jawaban berada diantara 4.13 sampai 5). Dari sini dapat disimpulkan bahwa variasi jawaban responden untuk variabel materi pembelajaran yang membentuk sikap (attitude) umumnya berkisar antara bermanfaat sampai dengan sangat bermanfaat.
4.5 Analisa Tabulasi Silang Antara Karakteristik Profil Responden Dengan Materi Pembelajaran Program Manajemen Perhotelan
Dalam penelitian ini digunakan analisis Crosstabs yaitu suatu metode yang digunakan untuk menganalisa data yang bersifat kategorikal (khususnya data nominal dan ordinal). Analisis Crosstabs disajikan dalam bentuk tabel dimana hubungan antara kedua variabel tersebut dinyatakan dalam bentuk angka.
Sedangkan untuk melihat apakah ada tidaknya hubungan tersebut dilakukan pengujian dengan menggunakan statistik uji Chi-Square.
Analisa tabulasi silang antara Jenis Kelamin dengan Materi Pembelajaran Manajemen Perhotelan dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Jenis Kelamin dengan Materi Pembelajaran yang membentuk Pengetahuan atau Knowledge
Tabel 4.9 Analisis Crosstabs Antara Jenis Kelamin Responden dengan Manfaat Materi Pengetahuan (knowledge)
Manfaat Pengetahuan (knowledge) Kurang
Bermanfaat
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek % Frek %
Pria 3 4.2% 56 78.9% 12 16.9% 71 100%
Jenis
Kelamin Wanita 0 0% 65 79.3% 17 20.7% 82 100%
Total 3 2% 121 79.1% 29 19% 153 100%
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 5)
2. Jenis Kelamin dengan Materi Pembelajaran yang membentuk Ketrampilan atau Skill
Tabel 4.10 Analisis Crosstabs Antara Jenis Kelamin Responden dengan Manfaat Materi Ketrampilan (skill)
Manfaat Ketrampilan (skill) Kurang
Bermanfaat
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek % Frek %
Pria 0 0% 47 66.2% 24 33.8% 71 100%
Jenis
Kelamin Wanita 4 4.9% 27 32.9% 51 62.2% 82 100%
Total 4 2.6% 74 48.4% 75 49.0% 153 100%
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 5)
3. Jenis Kelamin dengan Materi Pembelajaran yang membentuk Sikap atau Attitude
Tabel 4.11 Analisis Crosstabs Antara Jenis Kelamin Responden dengan Manfaat Materi Sikap (attitude)
Manfaat Sikap (attitude)
Bermanfaat Sangat Bermanfaat Total
Frek % Frek % Frek %
Pria 16 22.5% 55 77.5% 71 100%
Jenis
Kelamin Wanita 8 9.8% 74 90.2% 82 100%
Total 24 15.7% 129 84.3% 153 100%
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 5)
Berdasarkan ketiga tabel diatas, dapat diketahui sebagian besar responden baik pria maupun wanita menyatakan bahwa materi knowledge bermanfaat bagi alumni sebanyak 78.9% dan 79.3%. Pada materi skill sebagian besar responden pria menyatakan bermanfaat sebanyak 66.2% sedangkan responden wanita menyatakan sangat bermanfaat sebanyak 62.2%. Pada materi attitude sebagian besar responden menyatakan sangat bermanfaat sebanyak 77.5% dan 90.2%.
Setelah melakukan analisis crosstabs penulis melakukan uji Chi-Square untuk melihat perbedaan manfaat materi pembelajaran terhadap jenis kelamin responden.
Tabel 4.12 Uji Chi-Square
Variabel Materi Pembelajaran Nilai Sig Keterangan Pengetahuan (knowledge) 0.153 Perbedaan Tidak Signifikan Ketrampilan (skill) 0.000 Perbedaan Signifikan Jenis Kelamin
Sikap (attitude) 0.030 Perbedaan Signifikan
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 6)
< α (0.05) pada materi skill dan nilai sig (0.030) < α (0.05) pada materi attitude.
Berdasarkan hasil analisis crosstab dan uji chi-square dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran yang membentuk pengetahuan tidak memiliki perbedaan bagi responden pria maupun wanita, sedangkan materi pembelajaran yang membentuk ketrampilan dan sikap memiliki perbedaan bagi responden dimana responden wanita cenderung merasa lebih bermanfaat. Hal ini dikarenakan alumni wanita benar-benar mengaplikasikan materi yang membentuk ketrampilan dan sikap dalam dunia kerja.
4.5.2 Tabulasi Silang Antara Angkatan Kuliah Responden dengan Materi Pembelajaran
Analisa tabulasi silang antara Angkatan Kuliah Responden dengan Materi Pembelajaran Manajemen Perhotelan dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Angkatan Kuliah Responden dengan Materi Pembelajaran yang membentuk Pengetahuan atau Knowledge
Tabel 4.13 Analisis Crosstabs Antara Angkatan Kuliah Responden dengan Manfaat Materi Pengetahuan (Knowledge)
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 5)
Manfaat Pengetahuan (knowledge) Kurang
Bermanfaat
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek % Frek %
1996 0 0% 21 72.4% 8 27.6% 29 100%
1997 0 0% 17 77.3% 5 22.7% 22 100%
1998 0 0% 14 66.7% 7 33.3% 21 100%
1999 1 3% 26 78.8% 6 18.2% 33 100%
2000 1 4.5% 19 86.4% 2 9.1% 22 100%
2001 1 4.2% 22 91.7% 1 4.2% 24 100%
Mahasiswa Angkatan
2002 0 0% 2 100% 0 0% 2 100%
Total 3 2% 121 79.1% 29 19% 153 100%
2. Angkatan Kuliah Responden dengan Materi Pembelajaran yang Membentuk Ketrampilan atau Skill
Tabel 4.14 Analisis Crosstabs Antara Angkatan Kuliah Responden dengan Manfaat Materi Ketrampilan (Skill)
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 5)
3. Angkatan Kuliah Responden dengan Materi Pembelajaran yang Membentuk Sikap atau Attitude
Tabel 4.15 Analisis Crosstabs Antara Angkatan Kuliah Responden dengan Manfaat Materi Sikap (Attitude)
Manfaat Ketrampilan (skill) Kurang
Bermanfaat
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek % Frek %
1996 0 0% 20 69.0% 9 31.0% 29 100%
1997 0 0% 6 27.3% 16 72.7% 22 100%
1998 0 0% 7 33.3% 14 66.7% 21 100%
1999 2 6.1% 14 42.4% 17 51.5% 33 100%
2000 1 4.5% 11 50.0% 10 45.5% 22 100%
2001 1 4.2% 16 66.7% 7 29.2% 24 100%
Mahasiswa Angkatan
2002 0 0% 0 0% 2 100% 2 100%
Total 4 2.6% 74 48.4% 75 49.0% 153 100%
Manfaat Sikap (attitude)
Bermanfaat Sangat Bermanfaat Total
Frek % Frek % Frek %
1996 2 6.9% 27 93.1% 29 100%
1997 8 36.4% 14 63.6% 22 100%
1998 1 4.8% 20 95.2% 21 100%
1999 7 21.2% 26 78.8% 33 100%
2000 3 13.6% 19 86.4% 22 100%
2001 3 12.5% 21 87.5% 24 100%
Mahasiswa Angkatan
sebagian besar responden dari berbagai angkatan merasa bermanfaat (79.1%) dengan responden terbanyak pada angkatan 1999 sebanyak 26 responden. Untuk materi skill sebagian besar responden dari berbagai angkatan merasa sangat bermanfaat (49.0%) dengan responden terbanyak pada angkatan 1999 sebanyak 17 responden. Begitu pula pada materi attitude sebagian besar responden dari berbagai angkatan merasa sangat bermanfaat (84.3%) dengan responden terbanyak pada angkatan 1996 sebanyak 27 responden.
Setelah melakukan analisis crosstabs penulis melakukan uji Chi-Square untuk melihat perbedaan manfaat materi pembelajaran terhadap angkatan kuliah responden.
Tabel 4.16 Uji Chi-Square
Variabel Materi Pembelajaran Nilai Sig Keterangan Pengetahuan (knowledge) 0.430 Perbedaan Tidak Signifikan Ketrampilan (skill) 0.060 Perbedaan Tidak Signifikan Angkatan
Kuliah
Responden Sikap (attitude) 0.047 Perbedaan Signifikan
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 6)
Uji Chi-Square menunjukkan bahwa materi knowledge dan atitude tidak memiliki perbedaan berdasarkan angkatan kuliah yang ditunjukkan dengan nilai sig (0.430) > α (0.05) untuk materi knowledge dan nilai sig (0.060) > α (0.05) untuk materi attitude. Sedangkan pada materi skill menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan angkatan kuliah responden yang ditunjukkan pada nilai sig (0.047) < α (0.05).
Berdasarkan hasil analisis crosstab dan uji chi-square dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran yang membentuk pengetahuan dan ketrampilan tidak memiliki perbedaan bagi responden yang berbeda angkatan kuliah, sedangkan materi pembelajaran yang membentuk sikap memiliki perbedaan bagi responden.
Hal ini berarti terdapat angkatan mempunyai kecenderungan yang berbeda terhadap manfaat yang dirasakan dari materi pembelajaran yang membentuk sikap. Sebagian besar responden pada tiap angkatan merasa materi pembelajaran
yang membentuk sikap dirasa sangat bermanfaat, namun pada angkatan 1997 perbandingan responden yang merasa bermanfaat dan sangat bermanfaat tidak terlalu jauh berbeda dibanding angkatan-angkatan lain.
4.5.3 Tabulasi Silang Antara Pekerjaan Responden dengan Materi Pembelajaran Analisa tabulasi silang antara Pekerjaan Responden dengan Materi Pembelajaran Manajemen Perhotelan dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Pekerjaan Responden dengan Materi Pembelajaran yang membentuk Pengetahuan atau Knowledge
Tabel 4.17 Analisis Crosstabs Antara Pekerjaan Responden dengan Manfaat Materi Pengetahuan (knowledge)
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 5)
Manfaat Pengetahuan (knowledge) Kurang
Bermanfaat
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek % Frek %
Birokrasi 0 0% 1 100% 0 0% 1 100%
Pendidikan 0 0% 7 77.8% 2 22.2% 9 100%
Manufaktur 0 0% 16 80.0% 4 20.0% 20 100%
Perhotelan 1 3.7% 20 74.1% 6 22.2% 27 100%
Jasa Makanan 2 4.3% 34 72.3% 11 23.4% 47 100%
Industri Jasa 0 0% 24 80.0% 6 20.0% 30 100%
Pekerjaan
Lainnya 0 0% 19 100% 0 0% 19 100%
Total 3 2% 121 79.1% 29 19.0% 153 100%
Ketrampilan atau Skill
Tabel 4.18 Analisis Crosstabs Antara Pekerjaan Responden dengan Manfaat Materi Ketrampilan (Skill)
Manfaat Ketrampilan (skill) Kurang
Bermanfaat
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek % Frek %
Birokrasi 0 0% 1 100% 0 0% 1 100%
Pendidikan 0 0% 4 44.4% 5 55.6% 9 100%
Manufaktur 1 5.0% 10 50.0% 9 45.0% 20 100%
Perhotelan 0 0% 9 33.3% 18 66.7% 27 100%
Jasa Makanan 0 0% 25 53.2% 22 46.8% 47 100%
Industri Jasa 1 3.3% 15 50.0% 14 46.7% 30 100%
Pekerjaan
Lainnya 2 10.5% 10 52.6% 7 36.8% 19 100%
Total 4 2.6% 74 48.4% 75 49.0% 153 100%
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 5)
3. Pekerjaan Responden dengan Materi Pembelajaran yang membentuk Sikap atau Attitude
Tabel 4.19 Analisis Crosstabs Antara Pekerjaan Responden dengan Manfaat Materi Sikap (attitude)
Manfaat Sikap (attitude)
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek %
Birokrasi 1 100% 0 0% 1 100%
Pendidikan 0 0% 9 100% 9 100%
Manufaktur 5 25.0% 15 75.0% 20 100%
Perhotelan 4 14.8% 23 85.2% 27 100%
Jasa Makanan 7 14.9% 40 85.1% 47 100%
Industri Jasa 6 20.0% 24 80.0% 30 100%
Pekerjaan
Lainnya 1 15.7% 18 94.7% 19 100%
Total 24 15.7% 129 84.3% 153 100%
Sumber: Data Lampiran, diolah (Lampiran 5)
Berdasarkan tabel diatas dapat diterangkan bahwa sebagian besar responden pada tiap-tiap jenis pekerjaan merasa materi knowledge bermanfaat (79.1%) dengan responden terbanyak pada jenis pekerjaan jasa makanan sebanyak 34 responden. Sedangkan pada materi yang membentuk skill sebagian besar responden pada tiap-tiap jenis pekerjaan merasa materi skill sangat bermanfaat (49.0%) dengan responden terbanyak pada jenis pekerjaan jasa makanan sebanyak 22 responden. Begitu pula pada materi yang membentuk attitude sebagian besar responden pada tiap-tiap jenis pekerjaan merasa materi attitude sangat bermanfaat (84.3%) dengan responden terbanyak pada jenis pekerjaan jasa makanan sebanyak 40 responden.
Setelah melakukan analisis crosstabs penulis melakukan uji Chi-Square untuk melihat perbedaan manfaat materi pembelajaran terhadap pekerjaan responden.
Tabel 4.20 Uji Chi-Square
Variabel Materi Pembelajaran Nilai Sig Keterangan Pengetahuan (knowledge) 0.685 Perbedaan Tidak Signifikan Ketrampilan (skill) 0.413 Perbedaan Tidak Signifikan Pekerjaan
Responden
Sikap (attitude) 0.109 Perbedaan Tidak Signifikan
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 6)
Uji Chi-Square menunjukkan bahwa baik pada materi knowledge, skill maupun attitude tidak memiliki perbedaan berdasarkan jenis pekerjaan responden yang ditunjukkan oleh nilai sig (0.685) > α (0.05) untuk materi knowledge, nilai sig (0.413) > α (0.05) untuk materi skill dan nilai sig (0.109) > α (0.05) untuk materi attitude.
Berdasarkan hasil analisis crosstab dan uji chi-square dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran yang membentuk pengetahuan dan ketrampilan dan sikap tidak memiliki perbedaan bagi responden yang berbeda jenis pekerjaan, hal
Pembelajaran
Analisa tabulasi silang antara Jabatan Pekerjaan Responden dengan Materi Pembelajaran Manajemen Perhotelan dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Jabatan Pekerjaan Responden dengan Materi Pembelajaran yang membentuk Pengetahuan atau knowledge
Tabel 4.21 Analisis Crosstabs Antara Jabatan Pekerjaan Responden dengan Manfaat Materi Knowledge
Manfaat Pengetahuan Kurang
Bermanfaat
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek % Frek %
Owner 0 0% 2 66.7% 1 33.3% 3 100%
H.O.D 0 0% 14 82.4% 3 17.6% 17 100%
Supervisor 1 2.0% 36 72.0% 13 26.0% 50 100%
Staff 1 1.8% 47 83.9% 8 14.3% 56 100%
Jabatan
Lain-lain 1 3.7% 22 81.5% 4 14.8% 27 100%
Total 3 2.0% 121 79.1% 29 19.0% 153 100%
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 5)
2. Jabatan Pekerjaan Responden dengan Materi Pembelajaran yang membentuk Skill
Tabel 4.22 Analisis Crosstabs Antara Jabatan Pekerjaan Responden dengan Manfaat Materi Skill
Manfaat Ketrampilan Kurang
Bermanfaat
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek % Frek %
Owner 2 66.7% 0 0% 1 33.3% 3 100%
H.O.D 0 0% 10 58.8% 7 41.2% 17 100%
Supervisor 1 2.0% 18 36.0% 31 62.0% 50 100%
Staff 1 1.8% 30 53.6% 25 44.6% 56 100%
Jabatan
Lain-lain 0 0% 16 59.3% 11 40.7% 27 100%
Total 4 2.6% 74 48.4% 75 49.0% 153 100%
Sumber: Data Primer, diolah(Lampiran 5)
3. Jabatan Pekerjaan Responden dengan Materi Pembelajaran yang membentuk Attitude
Tabel 4.23 Analisis Crosstabs Antara Jabatan Pekerjaan Responden dengan Manfaat Materi Attitude
Manfaat Sikap
Bermanfaat Sangat Bermanfaat
Total
Frek % Frek % Frek %
Owner 2 66.7% 1 33.3% 3 100%
H.O.D 2 11.8% 15 88.2% 17 100%
Supervisor 8 16.0% 42 84.0% 50 100%
Staff 11 19.6% 45 85.2% 56 100%
Jabatan dalam Pekerjaan Responden
Lain-lain 1 3.7% 26 96.3% 27 100%
Total 24 15.7% 129 84.3% 153 100%
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 5)
Berdasarkan tabel diatas dapat diterangkan bahwa sebagian besar responden pada tiap-tiap jabatan pekerjaan merasa materi knowledge bermanfaat (79.1%) dengan responden terbanyak pada jabatan pekerjaan sebagai staff sebanyak 47 responden. Sedangkan pada materi yang membentuk skill sebagian besar responden pada tiap-tiap jabatan pekerjaan merasa materi skill sangat bermanfaat (49.0%) dengan responden terbanyak pada jabatan pekerjaan sebagai supervisor sebanyak 31 responden. Begitu pula pada materi yang membentuk attitude sebagian besar responden pada tiap-tiap jabatan pekerjaan merasa materi attitude sangat bermanfaat (84.3%) dengan responden terbanyak pada jabatan pekerjaan sebagai staff sebanyak 45 responden.
Setelah melakukan analisis crosstabs penulis melakukan uji Chi-Square untuk melihat perbedaan manfaat materi pembelajaran terhadap jabatan
Variabel Materi Pembelajaran Nilai Sig Keterangan Pengetahuan (knowledge) 0.862 Perbedaan Tidak Signifikan Ketrampilan (skill) 0.000 Perbedaan Signifikan Jabatan dalam
Pekerjaan
Responden Sikap (attitude) 0.046 Perbedaan Signifikan
Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 6)
Uji Chi-Square menunjukkan bahwa pada materi knowledge tidak memiliki perbedaan berdasarkan jabatan pekerjaan responden yang ditunjukkan dengan nilai sig (0.862) > α (0.05), sedangkan pada materi skill dan attitude menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan jabatan pekerjaan responden yaitu nilai sig (0.000) < α (0.05) untuk materi skill dan nilai sig (0.046) < α (0.05) untuk materi attitude.
Berdasarkan hasil analisis crosstab dan uji chi-square dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran yang membentuk pengetahuan tidak memiliki perbedaan bagi responden yang berbeda jabatan, sedangkan materi pembelajaran yang membentuk ketrampilan dan sikap memiliki perbedaan bagi responden dimana responden dengan jabatan sebagai owner merasa ketrampilan kurang bermanfaat, sedangkan jabatan lainnya (Head of Department, Supervisor, Staff dan lain-lain) merasa bahwa materi ketrampilan dan materi sikap cenderung bermanfaat.
Adapun penulis mengajukan tiga pertanyaan kepada responden yaitu mengenai prosentase manfaat materi pembelajaran dengan bidang pekerjaan, materi yang perlu ditambahkan dalam Program Manajemen Perhotelan dan materi yang perlu dihapus dalam Program Manajemen Perhotelan. Berikut adalah deskripsi jawaban responden mengenai tiga pernyataan tersebut:
a. Deskripsi Prosentase Manfaat Materi Pembelajaran Program Manajemen Perhotelan Dengan Bidang Pekerjaan
Deskripsi mengenai jawaban responden antara manfaat materi pembelajaran manajemen perhotelan dengan bidang pekerjaan responden dapat disajikan pada gambar 4.6 sebagai berikut :
0% - 25%, 1 responden 25% - 50%,
22 responden
50% - 75%, 45 responden
75% - 100%, 85 responden
Gambar 4.6 Manfaat Materi Pembelajaran Dengan Bidang Pekerjaan Sumber: Data Primer, diolah (Lampiran 3)
Berdasarkan gambar 4.6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan materi pembelajaran Program Manajemen Perhotelan bermanfaat dalam bidang pekerjaannya saat ini sekitar 75%-100% dengan jumlah responden sebanyak 85 orang yang kemudian diikuti dengan prosentase manfaat 50%-75%
dengan banyak responden sebanyak 45 orang. Manfaat pembelajaran dengan pekerjaan responden pada prosentase 25%-50% diakui oleh 22 orang sedangkan 1 orang lainnya merasa manfaat tersebut hanya berkisar antara 0%-25%. Hal ini berarti materi pembelajaran Program Manajemen Perhotelan memiliki keterkaitan dengan dunia kerja yang dihadapi oleh para alumni, dimana sebagian besar alumni tersebar dalam bidang pekerjaan perhotelan, jasa makanan, dan industri jasa lainnya seperti bank, travel agent, dan event organizer.
b. Deskripsi Materi Yang Perlu Ditambahkan
Deskripsi jawaban responden mengenai materi pembelajaran yang perlu ditambahkan pada Program Manajemen Perhotelan disajikan pada gambar 4.7 sebagai berikut :
Bhs Inggris, 42 Tidak Menjawab,
22 Praktek, 83
Berdasarkan gambar 4.7 menerangkan bahwa sebagian besar responden menginginkan agar materi praktek perlu ditambahkan pada Program Manajemen Perhotelan dengan jumlah responden sebanyak 83 orang yang kemudian diikuti oleh materi bahasa Inggris dengan jumlah responden sebanyak 42 orang, materi lain-lainnya, seperti ekonomi internasional dan aspek hukum dalam perekonomian, sebanyak 6 responden, sedangkan 22 responden lainnya tidak menjawab.
c. Deskripsi Materi Yang Perlu Dihapus
Deskripsi jawaban responden mengenai materi pembelajaran yang perlu dihapuskan pada Program Manajemen Perhotelan disajikan pada gambar 4.7 sebagai berikut :
Bhs As ing, 63%
Tidak Menjawab,
20%
MKDU, 16%
Manajem en Inform as i,
1%
Gambar 4.8 Materi Pembelajaran Yang Perlu Dihapuskan Sumber : Data Primer, diolah (Lampiran 3)
Berdasarkan gambar 4.8 menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa bahwa materi bahasa asing hendaknya dihapuskan dari Program Manajemen Perhotelan dikarenakan merasa kurang bermanfaat dikarenakan dengan prosentase responden sebanyak 63% yang diikuti oleh materi MKDU dengan prosentase responden sebanyak 16%, 1% responden merasa bahwa materi manajemen informasi perlu dihilangkan, sedangkan 20% responden lainnya tidak menjawab.