• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prioritas Penanganan Jalan Luar Kota Kabupaten Pacitan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Prioritas Penanganan Jalan Luar Kota Kabupaten Pacitan."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia bab

VI pemerintah daerah Tahun 1945, pemerintah daerah berwenang untuk mengatur

dan mengurus sendiri urusan pemerintah menurut asas ekonomi dan tugas

pembantuan. Pemberian otoritas melalui otonomi luas, daerah mampu meningkatkan

daya dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan daerah

dalam sistem tatanan negara. Pembangunan yang menyeluruh baik pembangunan

nasional, pembangunan daerah maupun pembangunan antar daerah akan selaras

dengan pemberian kewenangan yang luas yang memerlukan koordinasi yang selaras

dan harmonis. Hal di atas merupakan respon pemerintah terhadap aspirasi dari

otonomi daerah dengan tujuan agar pelaksanaannya semakin baik. Pernyataan

tersebut sebagai pendukung dari UU No 32 Tahun 2004 tentang penyerahan sebagian

urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum kepada daerah.

Pemerintah Pacitan telah mengadakan berbagai tindakan usaha sebagai

perwujudan penyerahan sebagian urusan pemerintahan khususnya di bidang

Pekerjaan Umum. Salah satunya adalah perbaikan prasarana transportasi jalan dimana

kabupaten Pacitan memiliki 462 ruas jalan jalan kabupaten, dengan panjang jalan

keseluruhan 798.000 km yang tersebar di 12 (dua belas) kecamatan (Keputusan

Bupati Pacitan Nomor 188.45/685/408.11/2007).

Kondisi penentuan prioritas penanganan jalan di Kabupaten Pacitan saat ini

ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan yaitu: dari sisi perekonomian jalan

tersebut sangat dibutuhkan, dari sisi kondisi jalan dan dari sisi kepentingan politik di

lokasi tersebut. Dengan metode tersebut masih banyak jalan yang belum mendapat

penanganan baik pemeliharaan maupun peningkatan serta aspirasi masyarakat

(2)

2

direalisasikan dalam APBD. Namun, dikarenakan jumlah APBD yang kadang tidak

sesuai dengan kebutuhan penanganan jalan yang membutuhkan banyak dana, dalam

prioritas penanganan jalan diperlukan metode untuk menyusun jalan yang

diprioritaskan untuk ditangani terlebuh dahulu. Adapun metode yang akan digunakan

adalah Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penentuan prioritas proyek

dengan metode hirarki yang akan di laksanakan diharapkan dapat memberi hasil yang

lebih representatif dalam penentuan prioritas penanganan jalan di Kabupaten Pacitan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan kondisi seperti yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan

rumusan masalah penelitian ini yaitu:

1. Bagaimanakah model hikarki yang digunakan untuk menentukan penanganan

jalan di Kabupaten Pacitan?

2. Bagaimana hasil penilaian prioritas penanganan jalan luar kota Kabupaten

Pacitan berdasarkan model hierarki yang diperoleh?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk :

1. Menentukan model hikarki yang digunakan untuk menentukan penanganan

jalan di Kabupaten Pacitan.

2. Mengetahui hasil penilaian prioritas penanganan jalan luar kota Kabupaten

(3)

3

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini dapat dibedakan atas 2 (dua) sudut pandang yaitu sudut

pandang pemerintah dan sudut pandang masyarakat.

1. Dari sudut Pemerintah Kabupaten Pacitan sebagai acuan dalam manentukan

skala prioritas penanganan jalan kabupaten.

2. Dari sudut masyarakat dapat memberi gambaran yang jelas tentang

penanganan jalan kabupaten di Kabupaten Pacitan dan diharapkan dapat

mengoptimalkan partisipasi masyarakat.

3. Peneliti dapat mengetahui dan memahami secara detail bagaimana

mengurutkan skala prioritas penanganan jalan khususnya Kabupaten Pacitan

1.5 Batasan Masalah

Batasan masalah penelitian ini dibatasi dengan tujuan memberi arah yang lebih baik

dan jelas. Dalam hal ini batasan permasalahan adalah sebagai berikut :

1. Data jalan kabupaten yang digunakan pada penelitian ini adalah data jalan

kabupaten di Kabupaten Pacitan tahun anggaran 2014-2015.

2. Penentuan skala prioritas dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil perhitungan skala prioritas penanganan jalan dengan menggunakan bobot yang diperoleh bedasarkan SK No.77, Tahun 1990 sebagaimana dilampirkan pada Tabel

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penentuan prioritas dalam penanganan ruas jalan nasional Panton Labu/Simpang – Langsa – batas SUMUT dengan menggunakan

Peneliti telah berhasil merancang sistem penentuan prioritas perbaikan jalan di Kabupaten Pacitan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dengan

Prioritas penanganan jalan di Kecamatan Seulimeum berdasarkan kriteria kondisi jalan, tata guna lahan, aksesibilitas, kependudukan, fasilitas sosial,

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa enentuan prioritas penanganan jalan nasional di wilayah Kota Palu yang dilakukan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa enentuan prioritas penanganan jalan nasional di wilayah Kota Palu yang dilakukan

Oleh karena itu perlu adanya metode penentuan prioritas penanganan jalan sesuai kebutuhan masyarakat agar dapat digunakan untuk menentukan penanganan jalan di Kabupaten

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kondisi jalan merupakan kriteria atau faktor yang paling utama dalam menentukan prioritas penanganan jalan diikuti dengan faktor volume lalu