1
LAPORAN AKHIR
PENGABDIAN MASYARAKAT SKEMA PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA (PPDM)
PEMETAAN PRASARANA DESA BERBASIS GIS UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN YANG PARTISIPATIF DI DESA MURTIGADING, KECAMATAN SANDEN, KABUPATEN
BANTUL
Dr. Ir. Noor Mahmudah, S.T., M.Eng., IPM. (0003107001) Nursetiawan, S.T., M.T., Ph.D (0412047101) Dian Setiawan, S.T., M.Sc. (0530078801)
Isramiz Nurtantio (20160110162)
Alma Ferty Aziska (20160110078)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Dibiayai Oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Tahun Anggaran 2019/2020
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Kampus terpadu: Jl. Brawijaya, Geblagan, Tamantirto, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55183
Telp. (0274) 387656 (hunting) Fax. (0274) 387646
2
PROTEKSI ISI LAPORAN AKHIR PENGABDIAN
Dilarang menyalin, menyimpan, memperbanyak sebagian atau seluruh isi laporan ini dalam bentuk apapun kecuali oleh pengabdi dan pengelola administrasi pengabdian.
LAPORAN AKHIR PENGABDIAN Informasi Data Usulan Pengabdian
1. IDENTITAS PENGABDIAN
A. JUDUL PENGABDIAN
Pemetaan Prasarana Desa Berbasis GIS untuk Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif di Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul
B. SKEMA, BIDANG, TEMA, DAN TOPIK PENGABDIAN
Skema Pengabdian Bidang Fokus
Pengabdian Tema Pengabdian Topik Pengabdian
Program Pengembangan
Desa Mitra (PPDM) Transportasi Kajian kebijakan, sosial dan ekonomi transportasi
Riset dasar pendukung teknologi dan sistem transportasi.
C. RUMPUN ILMU PENGABDIAN
Rumpun Ilmu 1 Rumpun Ilmu 2 Rumpun Ilmu 3
ILMU TEKNIK TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN TATA RUANG Perencanaan Wilayah dan Kota
2. IDENTITAS PENGABDIAN
Nama Peran Tugas
Noor Mahmudah, Dr. Ir., S.T., M.Eng., IPM. Ketua Pengusul Mengkoordinir Kegiatan Internal dan Eksternal Nursetiawan, S.T., M.T., Ph. D Anggota Pengabdian Analisis Data GIS
Dian Setiawan, S.T., M.Sc. Anggota Pengabdian Diseminasi dan Publikasi
Isramiz Nurtantio Anggota Pengabdian Pengumpulan Data dan Administrasi Alma Ferty Aziska Anggota Pengabdian Pengumpulan Data dan Administrasi
3. MITRA KERJASAMA PENGABDIAN (JIKA ADA)
Pelaksanaan pengabdian dapat melibatkan mitra kerjasama, yaitu mitra kerjasama dalam melaksanakan pengabdian, mitra sebagai calon pengguna hasil pengabdian, atau mitra investor
Mitra Nama Mitra Kepakaran
Pemerintah Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY Drs. Sutrisno Kepala Desa
3
4. LUARAN DAN TARGET CAPAIAN
Luaran Wajib
Tahun Jenis Luaran
1 Publikasi di Jurnal / Publikasi Forum Ilmiah 1 Publikasi di Media Masa
1 Youtube
1 Video Kegiatan
Luaran Tambahan
Tahun Jenis Luaran
2020 Poster
2020 Video Kegiatan
5. ANGGARAN
Rencana anggaran biaya pengabdian mengacu pada PMK yang berlaku dengan besaran minimum dan maksimum sebagaimana diatur pada buku Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Total Keseluruhan RAB Rp. 20,900,000 Tahun 1 Total Rp. 20,900,000
Jenis
Pembelanjaan Komponen Item Satuan Vol. Harga
Satuan Total
BAHAN ATK ATK Paket 1 Rp.
500,000 Rp.
500,000
BAHAN Bahan (Habis Pakai) Formulir survei Unit 150 Rp.
2,500
Rp.
375,000
BAHAN Bahan (Habis Pakai) Banner Unit 3 Rp.
150,000 Rp.
450,000 PENGUMPULAN
DATA FGD Persiapan FGD dengan Perangkat
dan Masyarakat Desa Paket 1 Rp.
750,000 Rp.
750,000 PENGUMPULAN
DATA Penginapan Penginapan OH 2 Rp.
300,000 Rp.
600,000 PENGUMPULAN
DATA Biaya Konsumsi Biaya Konsumsi OH 35 Rp.
35,000 Rp.
1,225,000 SEWA
PERALATAN Peralatan Drone Phantom Paket 3 Rp.
750,000 Rp.
2,250,000 SEWA
PERALATAN Peralatan GPS Garmin Paket 1 Rp.
300,000 Rp.
300,000
4
Jenis
Pembelanjaan Komponen Item Satuan Vol. Harga
Satuan Total SEWA
PERALATAN Peralatan Roller Meter Paket 1 Rp.
100,000 Rp.
100,000 ANALISIS
DATA Biaya Analisis Sampel Biaya Analisis Sampel Unit 18 Rp.
50,000 Rp.
900,000 ANALISIS
DATA Biaya Konsumsi Rapat Biaya Konsumsi Rapat OH 10 Rp.
35,000 Rp.
350,000 PELAPORAN,
LUARAN WAJIB, DAN LUARAN TAMBAHAN
Biaya Konsumsi Rapat Biaya Konsumsi Rapat OH 30 Rp.
35,000 Rp.
1,050,000
PELAPORAN, LUARAN WAJIB, DAN LUARAN TAMBAHAN
Biaya Seminar Nasional Biaya Seminar Nasional Paket 1 Rp.
500,000 Rp.
500,000
PELAPORAN, LUARAN WAJIB, DAN LUARAN TAMBAHAN
Biaya Publikasi Artikel di Jurnal Nasional
Biaya Publikasi Artikel
Jurnal Nasional Paket 1 Rp.
500,000 Rp.
500,000
PELAPORAN, LUARAN WAJIB, DAN LUARAN TAMBAHAN
Biaya pembuatan dokumen uji produk
Biaya Pembuatan
Dokumen Video Paket 1 Rp.
200,000 Rp.
200,000
PELAPORAN, LUARAN WAJIB, DAN LUARAN TAMBAHAN
Biaya pembuatan dokumen uji produk
Biaya Publikasi Media
Massa Paket 1 Rp.
500,000 Rp.
500,000
PELAPORAN, LUARAN WAJIB, DAN LUARAN TAMBAHAN
Biaya Luaran Wajib Publikasi Media
Biaya Luaran Wajib
Publikasi Media Paket 1 Rp.
500,000 Rp.
500,000
PENGUMPULAN
DATA HR Pembantu HR Pembantu
Pelaksana Pengabdian OJ 90 Rp.
25,000 Rp.
2,250,000
PENGUMPULAN DATA
HR
Sekretariat/Administrasi HR
Sekertariat/Administrasi Peneliti
OB 3 Rp.
300,000 Rp.
900,000
PENGUMPULAN
DATA HR Petugas Survey HR Petugas Survey OH/OR 125 Rp.
8,000
Rp.
1,000,000 PENGUMPULAN
DATA Transport Transportatsi Lokal OK(Kali) 2 Rp.
100,000 Rp.
200,000 PENGUMPULAN
DATA
Uang Harian Rapat Dalam Kantor
Uang Harian Rapat
Dalam Kantor OH 10 Rp.
50,000 Rp.
500,000
5
Jenis
Pembelanjaan Komponen Item Satuan Vol. Harga
Satuan Total PENGUMPULAN
DATA
Uang Harian Rapat Di Luar Kantor
Uang Harian Rapat di
Luar Kantor OH 10 Rp.
75,000 Rp.
750,000 PENGUMPULAN
DATA
HR Pembantu Lapangan
HR Pembantu
Lapangan OH 10 Rp.
80,000 Rp.
800,000 SEWA
PERALATAN Transport Transport Penelitian OK(Kali) 1 Rp.
100,000 Rp.
100,000 ANALISIS
DATA HR Pengolah Data HR Pengolah Data Per
Penelitian 1 Rp.
700,000 Rp.
700,000 ANALISIS
DATA Transport Lokal Transportasi Lokal OK(Kali) 1 Rp.
100,000 Rp.
100,000 PELAPORAN,
LUARAN WAJIB, DAN LUARAN TAMBAHAN
HR
Sekretariat/Administrasi
HR Administrasi
Pelaksana Pengabdian OB 1 Rp.
300,000 Rp.
300,000
PELAPORAN, LUARAN WAJIB, DAN LUARAN TAMBAHAN
Uang Harian Rapat di Luar Kantor
Uang Harian Rapat di
Luar Kantor OH 30 Rp.
75,000 Rp.
2,250,000
5. LEMBAR PENGESAHAN
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR PENGABDIAN MASYARAKAT SKEMA:
Judul : Pemetaan Prasarana Desa Berbasis GIS untuk Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif di Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul Pengabdi/Pelaksana : Noor Mahmudah, Dr. Ir., S.T., M.Eng., IPM.
NIDN : 0003107001
Jabatan Fungsional : Lektor Program Studi/Fakultas : Teknik Sipil
Nomor HP : 08112557711
Alamat surel (e-mail) : [email protected]
Anggota
Nama : Nursetiawan, S.T., M.T., Ph.D.
NIDN : 0412047101
Jabatan Fungsional : Lektor Program Studi/Fakultas : Teknik Sipil
Nama : Dian Setiawan, S.T., M.Sc.
NIDN : 0530078801
Jabatan Fungsional : Lektor Program Studi/Fakultas : Teknik Sipil
6
Nama : Isramiz Nurtantio
NIM : 20160110162
Prodi : Teknik Sipil
Nama : Alma Ferty Aziska
NIM : 20160110178
Prodi : Teknik Sipil
Mitra : Pemerintah Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY
Nama Mitra : Drs. Sutrisno
Kepakaran : Kepala Desa
Biaya : Rp. 20,900,000
Yogyakarta, 21 Oktober 2020 Mengetahui, Kepala LP3M,
6. RINGKASAN
Dalam rangka pembangunan desa maka pemerintah desa harus menyusun perencanaan pembangunan sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu pada perencanaan pembangunan kabupaten. Perencanaan desa tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa. Mengingat RPJM Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY yang digunakan saat ini akan berakhir tahun 2020, maka perlu disiapkan RPJM Desa untuk periode 2021 – 2025. Oleh karena itu, pemetaan potensi desa yang berbasis digital sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan sesuai dengan Kebijakan Satu Peta.
Kegiatan Pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini bertujuan memetakan potensi desa dan membangun Informasi Geospasial (IG) potensi Desa Murtigading dengan mengaplikasikan Geographical Information System (GIS). Hasil kegiatan ini adalah peta Informasi Geospasial jalan desa sebagai dokumen teknis untuk dituangkan dalam Peraturan Desa (2020), peta Informasi Geospasial prasarana dan sarana desa lainnya untuk dokumen pendukung RPJM Desa (2021), dan Informasi Geospasial potensi desa yang lengkap tentang prasarana dan sarana desa, sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk perumusan Rencana Tata Ruang Kawasaan Perdesaan (2022). Kegiatan PPDM ini akan melibatkan perangkat desa dan masyarakat desa, baik dalam proses pengumpulan maupun analisis data. Selain itu juga melaksanakan
7
pelatihan aplikasi GIS untuk perangkat desa dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan penguasaan teknologi yang berbasis GIS.
7. KEYWORDS
GIS; Jalan; Pemetaan; Perencanaan; Potensi Desa.
8. HASIL PELAKSANAAN PENGABDIAN
A. PENDAHULUAN 1. Analisis Situasi
Desa Murtigading merupakan desa yang terletak di wilayah Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Murtigading berlokasi sekitar 12 km sebelah selatan Ibukota Kabupaten Bantul atau kurang lebih 27 km dari Ibukota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan estimasi dari peta digital (google earth, 2019), jarak maksimum Desa Murtigading dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekitar 26 km seperti Gambar 1 di bawah ini.
Gambar 1. Peta Lokasi Desa Murtigading
Luas wilayah Desa Murtigading adalah 4.386,810 Ha yang terdiri dari tanah tegalan/sawah 1.888,545 Ha, pemukiman 2.203,585 Ha serta peruntukan tanah lain-lain 294,680 Ha. Secara administratif wilayah desa terbagi menjadi 18 Dusun dan 75 Rukun Tetangga (RT). Dusun-dusun di wilayah ini meliputi Dusun Ngentak, Pucang Anom I, Trisigan I, Trisigan II, Dagan, Sanggrahan, Kurahan I, Kurahan II, Piring I, Piring II, Mayungan I, Mayungan II, Pucang Anom II, Pucang Anom III, Sanden, Bongoskenthi,
8
Peciro, d a n Kranggan. Secara administratif batas wilayah Desa Murtigading yaitu sebelah utara berbatasan dengan Desa Caturharjo (Kecamatan Pandak), sebelah timur berbatasan dengan Desa Srigading (Kecamatan Sanden), sebelah barat berbatasan dengan Desa Gadingsari (Kecamatan Sanden) dan sebelah selatan berbatasan dengan Desa Gadingharjo (Kecamatan Sanden).
Berdasarkan Buku Monografi Desa (2019), jumlah penduduk Desa Murtigading pada tahun 2019 tercatat sebanyak 8.559 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 2.960 KK.
Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 4.284 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 4.275 jiwa. Kepadatan penduduk sebanyak 1.944 per km2. Mata pencaharian utama penduduk di bidang pertanian dengan jumlah petani dan buruh tani sebanyak 2.906 jiwa atau 34,4 % dari jumlah penduduk. Adapun berdasarkan data demografi tahun 2016, tingkat pendidikan penduduk Desa Murtigading seperti yang dipresentasikan pada Tabel berikut ini.
Tabel 1. Data Demografi Desa Murtigading Berdasarkan Pendidikan
No. Kelompok Pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah
1. Tamat SD / Sederajat 765 907 1672
2. SMP / Sederajat 584 549 1133
3. SMA / Sederajat 1425 1211 2636
4. Diploma I / II 47 74 121
5. Akademi / Diploma III / S. Muda 91 253 244
6. Diploma IV / Strata I 307 373 681
7. Strata II 31 27 58
8. Strata III 1 1 2
9. Tidak / Belum Sekolah 288 334 623
10. Belum Tamat SD / Sederajat 170 179 349
11. Belum Mengisi 386 399 788
TOTAL 4098 4209 8037
(Sumber: Peraturan Desa Murtigading Nomor 04 Tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2017)
Berdasarkan Peraturan Desa Murtigading Nomor 04 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Pemerintah Desa Murtigading, dalam penyelenggaraan pemerintahan dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang selanjutnya disebut Lurah Desa. Pada ketentuan umum peraturan desa tersebut disebutkan bahwa Lurah Desa mempunyai wewenang, tugas, dan kewajiban untuk menyelenggarakan rumah tangga desanya dan melaksanakan tugas dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam tatanan organisasi diperlukan adanya struktur serta pembagian tugas pokok dan fungsi demi terselenggaranya tujuan lembaga. Kepala desa dalam melakukan tugasnya dibantu oleh perangkat desa. Jumlah perangkat desa di Pemerintah Desa Murtigading sebanyak 26 orang yang terbagi dalam 6 bagian yaitu: (1) Urusan Keuangan, (2) Urusan Tata Usaha, (3) Urusan Perencanaan, (4) Seksi Pemerintahan, (5) Seksi Kesejahteraan,
9
dan (6) Seksi Pelayanan. Struktur organisasi pemerintah Desa Murtigading dapat dilihat dalam Gambar 2.
Kepala desa / Lurah Desa
Seksi Pemerintahan
Seksi Kesejahteraan
Seksi Pelayanan Sekretaris
Desa / Carik
Urusan keuangan
Urusan Tata Usaha dan
Umum
Urusan Perencanaan
Ngentak Pucang
Anom I Trisigan I Trisigan II Dagan Sanggrahan
Kurahan I Kurahan II Piring I Piring II Mayungan I
Mayungan II
Pucang Anom II
Pucang
Anom III Sanden Bongoskenthi Peciro Kranggan Kepala Dusun
Gambar 2. Susunan Organisasi Pemerintah Desa Murtigading
(Sumber: Peraturan Desa Murtigading Nomor 04 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Pemerintah Desa Murtigading)
Pemerintah desa yang dikepalai oleh Kepala Desa mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan pembangunan desa. Dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pembangunan Desa dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Pembangunan desa dengan demikian bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Pembangunan desa meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.
Dalam rangka pembangunan desa dan pembangunan kawasan perdesaan, desa harus menyusun perencanaan pembangunan sesuai dengan kewenangannya dengan mengacu pada perencanaan pembangunan kabupaten. Perencanaan desa tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) untuk jangka waktu 6 (enam) tahun, dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) yang merupakan penjabaran dari RPJM Desa
10
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. RPJM Desa dan RKP Desa menjadi pedoman dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa). Sebagaimana diatur di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 tahun 2014, tentang Pedoman Pembanguna Desa, perencanaan pembangunan desa merupakan proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa dan unsur masyarakat secara partisipatif guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan desa. Gambar 3 menunjukkan alur penyusunan perencanaan pembangunan desa.
Gambar 3. Alur Perencanaan Pembangunan Desa
RPJM Desa memuat visi dan misi kepala Desa, arah kebijakan pembangunan Desa, serta rencana kegiatan yang meliputi bidang pembangunan desa yaitu penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa. Permendagri No. 114/2014 Pasal 7 Ayat 3 mengatur tahapan penyusunan RPJM Desa seperti Gambar 4.
Gambar 4. Alur Tahapan Penyusunan RPJM Desa
11
Tim penyusun RPJM Desa dibentuk oleh Kepala Desa. Tim ini terdiri dari Kepala Desa selaku pembina, sekretaris Desa selaku ketua, ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPMD) selaku sekretaris, dan anggota yang berasal dari perangkat Desa, lembaga pemberdayaan masyarakat, kader pemberdayaan masyarakat Desa (KPMD), dan unsur masyarakat lainnya. Perempuan harus diikutsertakan dalam tim ini. Jumlah anggota tim penyusun RPJM Desa, paling sedikit 7 (tujuh) orang dan paling banyak 11 (sebelas) orang.
Tim penyusun RPJM Desa ini ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
Tim penyusun RPJM Desa kemudian melakukan penyelarasan arah kebijakan pembangunan kabupaten/ kota untuk mengintegrasikan program dan kegiatan pembangunan Kabupaten dengan pembangunan Desa. Penyelarasan arah kebijakan pembangunan kabupaten dilakukan dengan mendapatkan informasi tentang arah kebijakan pembangunan kabupaten/kota. Arah kebijakan pembangunan kabupaten didapatkan dari: rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten (RPJMD); rencana strategis satuan kerja perangkat daerah (Renstra SKPD); rencana umum tata ruang wilayah kabupaten (RUTR);
rencana rinci tata ruang wilayah kabupaten/kota (RTRW); rencana pembangunan kawasan perdesaan serta informasi lainnya bila ada. Dari informasi ini selanjutnya tim melakukan pendataan program/kegiatan yang terkait dengan desa bersangkutan.
Pengkajian keadaan desa (PKD) merupakan tahapan yang cukup penting karena hasil kegiatan ini akan menjadi dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan desa. PKD meliputi penyelarasan data desa, penggalian gagasan dan penyusunan laporan hasil pengkajian keadaan desa. Penyelarasan data desa dilakukan dengan membandingkan data desa yang dimiliki pemerintah desa (data profil desa dan potensi desa) dengan kondisi terkini.
Penggalian gagasan, dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat Desa sebagai sumber data dan informasi. Musyawarah dusun dan/atau musyawarah khusus unsur masyarakat dilakukan untuk memastikan keterlibatan semua unsur masyarakat. Penggalian gagasan dilakukan dengan diskusi terarah dan dapat menggunakan berbagai metode antara lain metode PRA (Participatory Rural Appraisal), Sketsa Desa, Kalender Musim dan Bagan Kelembagaan. Peta desa sangat membantu dalam proses ini.
Kemajuan teknologi memungkinkan pembuatan peta dalam format digital yang memudahkan dalam membuat, memperbaharui dan dapat menyajikan informasi dalam bentuk tema tematik.
Hasil PKD bersama informasi program kegiatan hasil penyelarasan perencanaan pembangunan kabupaten selanjutnya disampaikan dalam musyawarah desa dalam rangka penyusunan RPJM Desa. Musyawarah desa ini diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan dihadiri berbagai unsur masyarakat. Agenda musyawarah desa ini antara lain penyampaian laporan hasil pengkajian keadaan Desa; penyampaian rumusan arah kebijakan pembangunan Desa yang dijabarkan dari visi dan misi kepala Desa; dan pembahasan rencana prioritas kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Desa, pembangunan Desa, pembinaan ke- masyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa. Pembahasan rencana prioritas kegiatan, dilakukan dengan diskusi kelompok secara terarah yang dibagi berdasarkan bidang
12
penyelenggaraan pemerintahan Desa, pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.
Hasil kesepakatan musyawarah desa menjadi dasar tim penyusun RPJM Desa untuk membuat rancangan RPJM Desa yang akan dibahas dan disepakati dalam Musrenbang Desa.
Musrenbang Desa diselenggarakan oleh Kepala Desa dan diikuti oleh pemerintah desa, BPD dan perwakilan unsur masyarakat. Musrenbang Desa ini membahas dan menyepakati rancangan RPJM Desa. Kesepakatan ini dituangkan dalam berita acara dan menjadi dasar penetapan Peraturan Desa (Perdes) tentang RPJM Desa.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa Murtigading yang masih berlaku hingga saat ini telah ditetapkan dengan Peraturan Desa Nomor 1 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2015 – 2020. RPJM Desa mencantumkan Visi Desa Murtigading yaitu “Terwujudnya Desa Murtigading yang Sukses, Makmur, Demokratis, Agamis, Berkemajuan, dan Sejahtera”. Dalam rangka mencapai visi yang telah ditetapkan, maka visi tersebut diterjemahkan ke dalam beberapa misi berikut yang ditampilkan dalam Tabel 2.
Tabel 2. Visi dan Misi Desa Murtigading
Visi Misi
Sukses 1. Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan transparan
2. Meningkatkan kualitas kompetensi SDM Pamong Desa Makmur 1. Meningkatkan layanan publik kepada masyarakat
2. Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Demokratis 1. Membangun kerjasama dengan pihak terkait
2. Meningkatkan peran lembaga masyarakat segala tingkatan Agamis 1. Meningkatkan pembinaan bidang mental dan spiritual
2. Meningkatkan fasilitas kegiatan keagamaan masyarakat Berkemajuan 1. Meningkatkan sarana dan prasarana komunikasi
2. Meningkatkan kualitas produk unggulan
Sejahtera 1. Meningkatkan kegiatan sosial dan pranata sosial yang mengayakan
2. Meningkatkan kesadaran pendidikan formal dan non-formal (Sumber: Peraturan Desa Murtigading Nomor 04 Tahun 2016 tentang Organisasi
dan Pemerintah Desa Murtigading)
13
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) termasuk Rencana Penataan Ruang Kawasan Perdesaan menuntut ketersediaan data digital yang berbasis kebumian (spasial) untuk perencanaan pembangunan wilayah. Kebijakan satu peta meliputi empat unsur, yaitu satu referensi, satu standar, satu basis data, dan satu portal berbasis kebumian merupakan pedoman yang juga harus dipatuhi dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah. Adapun penjelasan singkat tentang Kebijakan Satu Peta adalah sbb:
a. satu referensi (reference): setiap kegiatan pemetaan harus merujuk ke satu referensi Informasi Geospasial Dasar (IGD);
b. satu standar (standard): setiap kegiatan pemetaan dilakukan berdasarkan standar yang sama;
c. satu basis data (database): Informasi Geospasial (IG) harus dibangun berdasarkan format basis data yang merujuk format basis data geospasial dan tidak hanya dalam format basis data statistik
d. satu portal berbasis kebumian (Geoportal): IG dibagi pakaikan dan didistribusikan melalui portal yang baku sebagai infrastruktur berbagi pakai dalam tatanan Infrastruktur Data Geospasial Nasional.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Informasi Geospasial menjelaskan tentang definisi Data Geospasial, Informasi Geospasial, Informasi Geospasial Dasar, dan Informasi Geospasial Tematik seperti berikut ini:
a. Data Geospasial yang selanjutnya disingkat DG adalah data tentang lokasi geografis, dimensi atau ukuran, dan atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi;
b. Informasi Geospasial yang selanjutnya disingkat IG adalah DG yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian;
c. Informasi Geospasial Dasar yang selanjutnya disingkat IGD adalah IG yang berisi tentang objek yang dapat dilihat secara langsung atau diukur dari kenampakan fisik di muka bumi dan yang tidak berubah dalam waktu yang relatif lama;
d. Informasi Geospasial Tematik yang selanjutnya disingkat IGT adalah IG yang menggambarkan satu atau lebih tema tertentu yang dibuat mengacu pada IGD. Menurut Pasal 23 ayat 1, IGT dapat diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau setiap orang. Selanjutnya pada Pasal 24 ayat 2 disebutkan IGT yang diselenggarakan oleh lebih dari satu Instansi Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menjadi satu IGT baru.
14
Seluruh data spasial yang diuraikan di atas harus dikumpulkan, diproses, dan disimpan dalam format digital dalam bentuk Geographical Information Systems (GIS) atau Sistem Informasi Geografis (SIG). Secara umum definisi GIS dapat dilihat dari 3 sudut pandang yaitu: menurut pendekatan dengan sudut pandang kegunaan alat (tool box approach), pendekatan database dan pendekatan proses. Berdasarkan sudut pandang kegunaan alat, GIS dapat didefinisikan sebagai seperangkat peralatan yang dipergunakan untuk mengoleksi, menyimpan, membuka, mentransformasi dan menampilkan data spasial dari sebuah kondisi geografis yang sebenarnya (real world). Menurut sudut pandang pendekatan database, SIG adalah sebuah sistem pangkalan data (database) dimana sebagian besar data diindeks secara spatial/geografis dan dioperasikan dengan menggunakan seperangkat prosedur yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan data spasial/geografi. Menurut pendekatan proses, GIS adalah seperangkat fungsi dengan kemampuan yang canggih, yang dapat digunakan oleh para profesional untuk menyimpan, menampilkan, dan memanipulasi/ mengoreksi data geografis/spasial. Ketiga definisi tersebut sepakat adanya sebuah data yang mempunyai orientasi spasial/geografi.
Potensi desa yang meliputi wilayah, prasarana (infrastruktur) desa, sarana desa, serta sumber alam dan sumber daya manusia sangat penting untuk dipetakan dengan proses dan hasil yang sesuai dengan Kebijakan Satu Peta di atas. Hasil pemetaan berbasis GIS ini sangat penting peranannya apabila digunakan dalam proses perencanaan pembangunan desa yang terintegrasi antar sektor dalam satu wilayah maupun antar wilayah. Namun mengingat minimnya pengetahuan dan sumber daya manusia yang menguasai teknologi berbasis GIS ini maka diperlukan kerja sama untuk aplikasi/penerapan dan penguasaan teknologi ini antara praktisi profesional, akademisi, perangkat desa, dan masyarakat
2. Permasalahan Prioritas
a. RPJM Desa dan RKP Desa merupakan dokumen perencanaan desa yang disusun secara partisipatif melalui proses musrenbang desa (musyawarah perencanaan pembangunan desa). Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa akan berjalan baik bila masyarakat memahami kondisi, potensi dan permasalahan desanya. Kondisi, potensi dan permasalahan desa lebih mudah dipahami bila dapat dituangkan dalam bentuk peta desa. Namun untuk membuat peta desa yang memuat data-data potensi desa dan permasalahan desa selama ini terkendala tidak adanya data dan peta digital yang mudah untuk diolah menjadi informasi bagi masyarakat sebagai bahan untuk proses musrenbang desa.
b. Data prasarana dan sarana desa tidak tercatat secara baik dalam dokumen desa. Oleh karena itu proses perencanaan desa, tidak dapat ditampilkan data pembangunan desa berbasis peta, sehingga masyarakat tidak mendapatkan gambaran menyeluruh tentang prasarana dan sarana desa yang sudah dibangun dan kondisinya.
15 B. SOLUSI PERMASALAHAN
Solusi dan target luaran tahun pertama kegiatan PPM PPDM ditunjukkan pada Tabel 3.
Tabel 3 Target Luaran PPM PPDM Tahun Pertama
No. Permasalahan Target Luaran PPM PPDM
1 Aspek kondisi wilayah desa (belum lengkap)
1 2
Peta wilayah desa Peta adminstrasi desa
2 Aspek Data (Tidak ada data Prasarana Desa)
12 3 4
Peta jalan desa Peta nama jalan desa Peta kondisi jalan desa
Peta histori pembangunan (leger) jalan desa 3 Aspek Peraturan
Desa (belum ada peraturan tentang Jalan Desa)
1 Dokumen teknis yang akan dituangkan menjadi Peraturan Desa tentang Jalan Desa
4 Aspek SDM (Kurang
pengetahuan dan penguasaan Iptek)
1 2
FGD dan pengenalan GIS untuk Perangkat Desa FGD dan pengenalan GIS untuk KPMD
6 Aspek Perencanaan (tidak berbasis peta GIS)
1 Penyertaan Perangkat Desa, KPMD, dan Masyarakat dalam proses pemetaan berbasis GIS
Adapun target luaran lain kegiatan PPDM tahun pertama yang telah terealisasi adalah:
1. Publikasi 1 artikel pada seminar nasional Pengabdian Masyarakat UMY (November 2020.
2. Publikasi di Surat Kabar “Harian Jogja” yang terbit online.
3. Publikasi online di laman repository perguruan tinggi pengusul, khususnya website Prodi Teknik Sipil FT UMY.
4. Publikasi online di Youtube
16 C. METODE PELAKSANAAN
Tahapan pelaksanaan penyusunan Informasi Geospasial Prasarana Jalan Desa melalui kegiatan PKM PPDM tahun 2019/2020 seperti digambarkan pada gambar berikut ini.
Gambar 5 Tahapan Penyusunan Informasi Geospasial Prasarana Jalan Desa
Survei pendahuluan dan pengumpulan data dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran tentang potensi desa, prasarana, dan sarana yang ada di desa serta permasalahan penting dan mendesak yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Desa. Salah satu kegiatan yang disiapkan Pemerintah Desa adalah Revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa).
Namun mengingat minimnya pengetahuan dan sumber daya manusia yang menguasai teknologi berbasis GIS ini maka diperlukan kerja sama untuk aplikasi teknologi ini antara akademisi/praktisi, perangkat desa, dan masyarakat untuk menghasilkan Informasi Geospasial yang sesuai.
Survei pendahuluan
Pengumpulan data primer dan sekunder melalui FGD dan survei
Input dan coding data GIS dengan QGIS 3.10.1 dan QGIS 3.8.2.
Analisis spasial IG Prasarana Jalan Desa (GIS) dan Sinkronisasi Data Mulai
Selesai
17
Rencana kegiatan PPDM pada tahun pertama ini secara rinci diuraikan pada Tabel 4 dengan jenis kepakaran Tim Pelaksana seperti diuraikan pada Tabel 5.
Tabel 4 Rincian Rencana Kegiatan PPM PPDM Tahun Pertama No. Nama Kegiatan Solusi atas Permasalahan
Mitra
PIC Waktu
(Bln ke-) 1 Survei Pendahuluan Aspek Kondisi Wilayah:
Tidak ada data tentang kondisi wilayah yang lengkap
Dr. Noor Mahmudah, ST, M.Eng., IPM
2-3
2
Pemetaan Wilayah dan Infrastruktur Jalan Desa
Aspek Data:
Tidak ada data tentang nama dan kondisi infrastruktur jalan desa
Wahid Hidayat, ST dan Amri Rosyadi
3-4
3
Input, Coding, dan Analisis Data GIS
Aspek Data dan Perencanaan:
Tidak ada data tentang kondisi infrastruktur jalan desa berbasis GIS
Amri Rosyadi 4-6
4 Pengenalan GIS untuk Perangkat Desa dan KPMD untuk Pembuatan Peta Jalan Desa
Aspek SDM:
Kurang pengetahuan dan penguasaan Iptek
Nursetiawan, Ph.D dan Dian M Setiawan, ST, M.Sc.
5
5 Pembuatan peta Informasi Geospasial (IG)
Infrastruktur Jalan Desa untuk Dokumen
Pendukung Peraturan tentang Jalan Desa
Aspek Peraturan Desa (belum ada peraturan tentang Jalan Desa)
Dr. Noor Mahmudah, ST, M.Eng., IPM, dan Wahid Hidayat, ST
6-7
18
Tabel 5 Jenis Kepakaran yang Diperlukan untuk Melaksanakan Program PPDM No. Jenis Kepakaran yang
Diperlukan untuk PPDM
Pakar/
Penanggungjawab Keterangan
1 Perencanaan Jalan dan Aplikasi GIS
Dr. Noor Mahmudah, ST, M.Eng., IPM
Berpengalaman penelitian dan perencanaan infrastruktur transportasi / jalan berbasis GIS, pengajar bidang jalan dan
jembatan Kementerian PUPR, dan praktisi bidang jalan
2 Aplikasi GIS Nursetiawan, ST, MT, Ph.D
Berpengalaman penelitian dan pengabdian aplikasi GIS 3 Perancangan Jalan Dian M Setiawan, ST,
M.Sc.
Berpengalaman penelitian dan pengabdian bidang jalan
4 Perencanaan Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa
Wahid Hidayat, ST Berpengalaman dalam
perencanaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa
5 Pemetaan dan Analisis Data GIS)
Amri Rosyadi Berpengalaman dalam pemetaan berbasis GIS dan pengolahan data GIS
Susunan struktur organisasi Tim Pelaksana PPM PPDM seperti yang digambarkan pada bagan berikut ini.
Gambar 6. Struktur Organisasi Tim Pelaksana PPM PPDM Ketua Tim
Dr. Noor Mahmudah, ST., M. Eng., IPM
Anggota 1 Nursetiawan, ST, MT,
Ph. D.
Anggota 2 Dian M. Setiawan, ST,
M. Sc.
Perangkat Desa Wahid Hidayat,
ST.
Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa
Pramana Mahasiswa UMY:
1. Isramiz Nurtantio 2. Alma
3. Dio Afikri 4. Kukuh Koordinator
Pemetaan Amri Rosyadi
19 D. JADWAL KEGIATAN
Jadwal Realisasi Pelaksanaan PPMD Tahun ke-1 dari 3 Tahun Rencana
No. Nama Kegiatan Bulan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Persiapan Kegiatan
2 Focus Group Discussion (FGD) dengan
Perangkat Desa dan Masyarakat
3 Survei Pendahuluan
4 Pemetaan Wilayah dan Infrastruktur Jalan
Desa
5 Input, Coding, dan Analisis Data GIS 6
FGD dengan Perangkat Desa dan KPMD untuk Pembuatan Peta Jalan Desa dan Pengenalan GIS
7
Pembuatan Informasi Geospasial (IG) Infrastruktur Jalan Desa untuk Dokumen Pendukung Peraturan tentang Jalan Desa dan Sinkronisasi Data GIS
8 Dokumentasi Kegiatan
9 Penyusunan Laporan Kegiatan 10 Publikasi Seminar Nasional 11 Publikasi di Koran "Harian Jogja"
9. KESIMPULAN PENGABDIAN
a. Kegiatan Pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Desa Murtigading ini bertujuan memetakan prasarana desa dan membangun Informasi Geospasial (IG) prasarana desa dengan mengaplikasikan GIS.
b. Kegiatan PPDM ini akan melibatkan perangkat desa yang terdiri dari Kepala Desa, Seksi Pelayanan Desan dan 18 Kepala Pedukuhan (Dusun) serta KPMD, baik dalam proses sosialisasi, FGD pengumpulan data, FGD sinkronisasi data, maupun kompilkasi hasil akhir.
c. Hasil kegiatan tahun pertama ini adalah terbangunnya IG jalan dan prasarana pendidikan sebagai dokumen teknis yang dapat digunakan Pemerintah Desa untuk merevisi RPJM Desa.
Informasi Geospasial yang dibuat dengan QGIS 3.10.1 dan QGIS 3.8.2 berupa data GIS dalam format shapefile untuk jalan, batas wilayah desa, dan sekolah dasar serta hasil analisis aksesibilitas jalan.
d. Kegiatan PKM PPDM UMY tahun pertama (2019/2020) ini juga menjadi penelitian tugas akhir mahasiswa Prodi Teknik Sipil FT UMY tahun 2019/2020 dan materi publikasi Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat UMY bulan November 2020. Beberapa kegiatan mengalami keterlambatan karena Pandemi Covid-19 yang ditetapkan sejak 14 Maret 2020.
e. Diharapkan Kegiatan PKM PPDM ini berlanjut pada tahun berikutnya untuk melengkapi data Informasi Geospasial (IG) prasarana desa lainnya dalam rangka menyusun dokumen desa yang terintegrasi antar sektor dan antar wilayah untuk mewujudkan program pembangunan dan Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan.
20 10. STATUS LUARAN WAJIB
No Jenis Luaran Media/Forum Tanggal Status Luaran
1 Publikasi Ilmiah/
Publikasi Forum Ilmiah
Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat UMY
11-11-2020 Paper sudah diterima 25 Oktober 2020 2 Publikasi di Media massa Harian Jogja 30-10- 2020 Sudah terbit
3 Youtube Link Youtube 27-07-2020 Sudah diunggah
4 Video Kegiatan Link Youtube 27-07- 2020 Sudah diunggah
11. DOKUMEN LUARAN WAJIB
a. Publikasi Ilmiah pada Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, khususnya pada Forum Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat, sudah diterima abstrak dan artikel dipresentasikan pada tanggal 11 November 2020. Artikel ilmiah berjudul “Analisis Spasial Prasarana Pendidikan Dasar di Desa Murtigading, Bantul Berbasis GIS” yang ditulis oleh Dr. Noor Mahmudah, ST, M.Eng., IPM, Nursetiawan, ST, MT, Ph.D, Isramiz Nurtantio, dan Alma Ferty A.
b. Kegiatan PPDM UMY 2019/2020 pada media massa sudah dipublikasikan pada surat kabar Harian Jogja yang terbit pada tanggal 3 November 2020 secara online. Berita tersedia dan dapat diakses melalui link:
https://pengabdianumy.harianjogja.com/read/2020/11/03/559/1054261/umy-
kembangkan-pemetaan-prasarana-desa-berbasis-gis-untuk-perencanaan-pembangunan- partisipatif
c. Publikasi seluruh kegiatan PPDM UMY 2019/2020 telah diunggah pada Website youtube berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=QfpmeyEnjVs (Kegiatan PPDM UMY 2019/2020) d. Publikasi kegiatan PPDM UMY Sosialisasi Kegiatan PPDM 10 Maret 2020 dan FGD
PPDM 17 Maret 2020 telah dipublikasikan pada Website youtube berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=eY-6TqJEYgY (Sosialisasi Kegiatan PPDM 10 Maret 2020)
https://www.youtube.com/watch?v=PzvEa0Gq6Aw (FGD PPDM 17 Maret 2020)
12. LINK LUARAN WAJIB
a. Link Publikasi Ilmiah pada Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dapat diakses melalui link:
https://conference.umy.ac.id/available-conferences/show/50
21
b. Publikasi Media Massa kegiatan PPDM UMY 2019/2020 dapat diakses melalui link:
https://pengabdianumy.harianjogja.com/read/2020/11/03/559/1054261/umy-
kembangkan-pemetaan-prasarana-desa-berbasis-gis-untuk-perencanaan-pembangunan- partisipatif (Harianjogja.com)
c. Publikasi online kegiatan PPDM UMY 2019/2020 pada youtube sudah tersedia sejak Juli 2020 dan dapat diakses melalui link:
https://www.youtube.com/watch?v=QfpmeyEnjVs (Kegiatan PPDM UMY 2019/2020)
13. STATUS LUARAN TAMBAHAN
No Jenis Luaran Media/Forum Tanggal Status Luaran
1 Poster Ms Word dan Acrobat 30-10-2020 Sudah diserahkan LP3M
2 Publikasi di Media Massa
Website Teknik Sipil UMY 30-10-2020 Sudah terbit
3 Youtube Link Youtube 27-07-2020 Sudah diunggah
4 Data GIS dan software QGIS 3.8.2
Geographical Information System (GIS)
30-10-2020 Sudah diserahkan kepada Kepala Desa
5 Tugas Akhir Mahasiswa S-1
Prodi Teknik Sipil FT UMY 21-07-2020 Sudah lulus
14. DOKUMEN LUARAN TAMBAHAN
a. Data GIS dan software QGIS 3.8.2 seperti dirangkum pada tabel berikut ini.
No. Uraian Data Format Tahun Jumlah
1 Citra Quickbird Resolusi Tinggi
Geotiff (tif) 2016 1 buah 2 Jaringan Jalan ESRI Shapefile (shp) 2020 1 set 3 Batas Desa (RBI 1:25.000) ESRI Shapefile (shp) 2020 1 set 4 Batas Dusun (RBI 1:25.000) ESRI Shapefile (shp) 2020 1 set 5 Penggunaan Lahan (RBI
1:25.000)
ESRI Shapefile (shp)
2020 1 set 6 Sungai (RBI 1:25.000) ESRI Shapefile (shp) 2020 1 set 7 Fasilitas Pendidikan Dasar ESRI Shapefile (shp) 2020 1 set
22 b. Poster Kegiatan PKM PPDM 2019/2020
23 15. LINK LUARAN TAMBAHAN
a. Publikasi Media Massa kegiatan PPDM UMY 2019/2020 dapat diakses melalui link:
https://tekniksipil.umy.ac.id/pkm-ppdm/ (Website Teknik Sipil UMY)
b. Publikasi online kegiatan PPDM UMY 2019/2020 pada youtube sudah tersedia dan dapat diakses melalui link:
1) https://www.youtube.com/watch?v=eY-6TqJEYgY (Sosialisasi Kegiatan PPDM 10 Maret 2020)
2) https://www.youtube.com/watch?v=PzvEa0Gq6Aw (FGD PPDM 17 Maret 2020)
16. PERAN MITRA
a. Memfasilitasi dan terlibat langsung dalam kegiatan PKM PPDM UMY terutama dalam pelaksanaan survei awal, sosialisasi dan FGD dengan Perangkat Desa dan seluruh Kepala Pedukuhan di Desa Murtigading;
b. Menyediakan tempat pertemuan dan sarana lainnya untuk kegiatan PPDM UMY;
c. Memberikan data-data yang diperlukan untuk penyusunan dan pelaksanaan kegiatan;
d. Memfasilitasi komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat desa dan pihak lainnya;
e. Memfasilitasi penelitian untuk tugas akhir mahasiswa Teknik Sipil FT UMY.
17. DAFTAR PUSTAKA
Benevenuto, R dan Caulfield, B, 2020, Measuring Access to Urban Centres in Rural Northeast Brazil: A Spatial Accessibility Poverty Index. Journal of Transport Geography 82:102553
Cooper CH, 2017, Using Spatial Network Analysis to Model Pedal Cycle Flows, Risk and Mode Choice. Journal of Transport Geography 58:157-165
Handayani LG.S., Piarsa I.N., Wibawa K.S., 2015, Sistem Informasi Geografis Pemetaan Jalan Desa Berbasis Web. Jurnal Lontar Komputer 6 (2):128-137
Kelobonye KZ, Heng McCarney, Gary Xia, Jianhong Cecilia, 2020, Measuring the accessibility and spatial equity of urban services under competition using the cumulative opportunities measure. Journal of Transport Geography 85:102706
Kementerian Dalam Negeri, 2014, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunn Desa, Jakarta
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, 2019, Indeks Desa Membangun: Standar Operasional Prosedur Pengukuran Indeks Desa Membangun 2019. Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Jakarta
Kementerian Desa, 2019, Indeks Desa Membangun. https://idm.kemendesa.go.id/idm_data.
Accessed 22 Juli 2020
24
Kementerian Pekerjaan Umum, 2011, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota, Jakarta.
Kementerian Pekerjaan Umum, 2011, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/M/2011 Tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Perencanaan Teknis JalanJakarta.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016, Sekolah Kita Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. http://sekolah.data.kemdikbud.go.id/. Accessed 22 Juli 2020
Nova Sari SP, Sriyono, 2015, Analisis Keruangan Aksesibilitas Fasilitas Pendidikan dan Fasilitas Kesehatan di Daerah Eks-Transmigrasi Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Journal Geo-Image 4 (2):27-36
Pemerintah Desa Murtigading, 2019, Buku Monografi Desa Keadaan pada Bulan Juni tahun 2019, Bantul
Pemerintah Republik Indonesia, 2006, Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, 2011, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Informasi Geospasial, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, 2014, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Jakarta Presiden Republik Indonesia, 2011, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun
2011 Tentang Badan Informasi Geospasial, Jakarta
Riadi, B, 2016, Kajian produk peta desa badan informasi geospasial. in: Seminar Nasional Geomatika, 2016. pp 127-137
Wahyudin Kessa, 2015, Serial Bahan Bacaan Buku 6 Perencanaan Pembangunan Desa, Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jakarta
25 18. LAMPIRAN-LAMPIRAN
18.1. Surat Pernyataan Kesediaan Mitra
26 18.2. Surat Pernyataan Kegiatan Selesai
27
18.3. Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Kepada Mitra
28
29
18.4. Pedoman tentang Klasifikasi Desa dan Indikator Desa Membangun (IDM) Tabel 1 Klasifikasi status desa ditetapkan dengan ambang batas
(Kementerian Desa, 2019)
Status desa Ambang batas
Desa sangat tertinggal IDM ≤ 0,4907
Desa tertinggal 0,4907 ≤ IDM ≤ 0,5989
Desa berkembang 0,5989 ≤ IDM ≤ 0,7072
Desa maju 0,7072 ≤ IDM ≤ 0,8155
Desa mandiri IDM > 0,8155
Tabel 2 Indikator Desa Membangun (Kementerian Desa, 2019)
Indikator Skoring
Skor akses terhadap SD/MI
Bila jarak tempuh menuju SD/MI (meter) 1. ≤ 3000 maka skor 5
2. 3000,01 – 6000 maka skor 4 3. 6000,01 – 8000 maka skor 3 4. 8000,01 – 10000 maka skor 2 5. > 10000 maka skor 1
Skor akses terhadap SMP/MTS
Bila jarak tempuh menuju SMP/MTS (meter) 1. ≤ 6000 maka skor 5
2. 6000,01 – 8000 maka skor 4 3. 8000,01 – 10000 maka skor 3 4. 10000,01 – 11999,99 maka skor 2 5. ≥ 12000 maka skor 1
Skor akses terhadap SMU/SMK
Bila jarak tempuh menuju SMU/SMK 1. ≤ 6000 maka skor 5
2. 6000,01 – 8000 maka skor 4 3. 8000,01 – 10000 maka skor 3 4. 10000,01 – 11999,99 maka skor 2 5. ≥ 12000 maka skor 1
30
18.5. Hasil pemetaan wilayah administrasi Desa Murtigading Berbasis GIS
Survei kondisi jalan di Desa Murtigading
31
18.6. Input, coding dan format data wilayah dan infrastruktur jalan berbasis GIS
32
18.7. Informasi Geospasial (IG) Jalan Desa Murtigading Berbasis GIS (18 Dusun)
33
34
35
36
37
38
39
40
41 18.8. Publikasi di Media Massa Online
Berita di Media Massa HARIAN JOGJA tanggal 3 November 2020
(Sumber: https://pengabdianumy.harianjogja.com/read/2020/11/03/559/1054261/umy-kembangkan-pemetaan- prasarana-desa-berbasis-gis-untuk-perencanaan-pembangunan-partisipatif)
42
03 November 2020 03:37 WIB Pengabdian UMYS h a r :
Harianjogja.com, JOGJA—Noor Mahmudah, dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memimpin Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dengan kegiatan
bertema Pemetaan Prasarana Desa Berbasis GIS untuk Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif di Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.
Kegiatan ini diikuti 25 perangkat desa, kepala dusun, dan KPMD.
“Tujuan kegiatan adalah pemetaan infrastruktur jalan yang berbasis GIS untuk seluruh wilayah desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, yang partisipatif dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat desa. Produk utama adalah peta Informasi Geospasial (IG) Infrastruktur Jalan berbasis GIS untuk penyusunan Peraturan Desa tentang Jalan Desa dan RPJM Desa,”
kata Noor Mahmudah melalui keterangan tertulis.
Kegiatan PPM PPDM UMY 2020 dilaksanakana secara bertahap mulai awal Maret sampai Oktober 2020 oleh tim pelaksana yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Sipil FT UMY. Ketua Tim adalah Noor Mahmudah, dengan anggota Nursetiawan, Dian M. Setiawan, Isramiz Nurtantio, dan Alma Ferty A. Kegiatan meliputi survei pendahuluan, pengumpulan data primer dan sekunder melalui FGD dengan perangkat desa dan pedukuhan, pemetaan jalan dan wilayah, pengolahan data GIS serta pembuatan peta informasi Geospasial (IG) Jalan menggunakan QGIS.
Sinkronisasi data IG jalan, yang meliputi penamaan jalan, badan jalan, kondisi jalan, dan tahun pembangunannya, dilaksanakan dalam bentuk FGD dengan perangkat desa dan pedukuhan.
“Diharapkan data jalan berbasis GIS ini menjadi dokumen teknis yang menjadi landasan dalam penyusunan peraturan desa tentang jalan desa,” kata Noor Mahmudah. Menurut dia, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menyusun dokumen teknis Peraturan Desa dan RPJM Desa serta meningkatkan IPTEK tentang GIS bagi perangkat desa dan KPMD
“Diharapkan kegiatan ini berlanjut untuk pemetaan dan pembuatan Informasi Geospasial prasarana pelayanan pendidikan, kesehatan, peribadatan, SDA, dan SDM, dalam upaya penataan kawasan perdesaan yang terintegrasi antar sektor dalam satu wilayah dan antar wilayah.” (Adv)
43
Berita di Website TEKNIK SIPIL UMY tanggal 30 Oktober 2020
Kegiatan Pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM)
October 30, 2020, oleh: superadmin
(sumber: https://tekniksipil.umy.ac.id/pkm-ppdm/)
Tim Dosen dan mahasiswa Prodi Teknik Sipil UMY melaksanakan Program Pengembangan Desa Mitra TA 2019/2020 di Desa Murtigading selama 7 bulan sejak awal Maret 2020. Desa Murtigading memiliki luas wilayah 4,32 km dan berpenduduk 7.960 jiwa. Terletak di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, DIY, dengan jarak 12 km dari Bantul dan sekitar 27 km dari Kota Yogyakarta. Mengingat RPJM Desa akan berakhir pada tahun 2020, maka kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya membantu penyusunan RPJM Desa dan Peraturan Desa tentang Jalan Desa oleh Pemerintah Desa Murtigading.
44
Kegiatan Pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini bertujuan memetakan dan membangun Informasi Geospasial (IG) infrastruktur jalan desa dengan mengaplikasikan GIS. Hasil utama kegiatan ini adalah Informasi Geospasial (peta) jalan desa dalam bentuk GIS sebagai dokumen teknis untuk dituangkan dalam Peraturan Desa yang disusun oleh Pemerintah Desa. Dokumen ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan RPJM Desa Murtigading periode 2021-2025. Produk kegiatan lainnya adalah artikel pada Seminar Nasional Abdimas UMY 2020, publikasi online kegiatan PKM PPDM di Youtube, dan publikasi di surat kabar online.
Kegiatan PPM PPDM UMY 2020 dilaksanakana secara bertahap mulai bulan Maret sampai Oktober 2020 oleh Tim Pelaksana yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Prodi Teknik Sipil FT UMY. Ketua Tim adalah Dr. Noor Mahmudah, ST, M.Eng., IPM dengan anggota Nursetiawan, ST, MT, Ph. D, Dian M. Setiawan, ST, M.Sc., Isramiz Nurtantio, dan Alma Ferty A.
45
18.9.Dokumentasi Kegiatan PKM PPDM di Desa Murtigading
Survei Pendahuluan Kegiatan PKM PPDM di Desa Murtigading (10 - 11 Februari 2020)
Sosialisasi Kegiatan PKM PPDM kepada Perangkat Desa Murtigading (10 Maret 2020)
46
FGD dengan Perangkat Desa dan 18 Kepala Pedukuhan di Desa Murtigading (17 Maret 2020)
FGD dengan Perangkat Desa dan 18 Kepala Pedukuhan di Desa Murtigading (17 Maret 2020)
47
Input dan coding data GIS Prasarana Desa Murtigading dengan QGIS 3.8.2 dan QGIS 3.10.1 (April – Juni 2020)
Analisis data GIS Prasarana Desa Murtigading dengan QGIS 3.8.2 dan QGIS 3.10.1 (Juli – September 2020)
48
FGD Sinkronisasi Data Jalan Desa dengan Perangkat Desa dan 18 Kepala Pedukuhan di Desa Murtigading (Oktober 2020)
FGD Sinkronisasi Data Jalan Desa dengan Perangkat Desa dan 18 Kepala Pedukuhan di Desa Murtigading (Oktober 2020)
49
Serah Terima Hibah kepada Kepala Desa Murtigading (30 Oktober 2020)
Tim Pelaksana PKM PPDM UMY yang Terdiri Dosen dan Mahasiswa Prodi Teknik Sipil FT UMY
(Maret – Oktober 2020)
50
18.10. Presensi Kehadiran Pertemuan di Desa Murtigading, Sanden, Bantul
51
52
53