• Tidak ada hasil yang ditemukan

SI-2101 REKAYASA BAHAN KONSTRUKSI SIPIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SI-2101 REKAYASA BAHAN KONSTRUKSI SIPIL"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

SI-2101

REKAYASA BAHAN KONSTRUKSI SIPIL

(2)

Mg# Topik Sub Topik Capaian Belajar Mahasiswa 1 Pendahuluan.

Peranan bahan bangunan pada fasilitas infrastruktur

Peran bahan bangunan dalam bangunan sipil, jenis-jenis bahan bangunan, kriteria dalam penggunaan bahan bangunan untuk konstruksi :

a. Kayu : Jenis bahan kayu, sifat fisik dan mekanis kayu.

b. Beton c. Baja

Mahasiswa mengerti pentingnya bahan

bangunan dan memiliki wawasan mengenai

berbagai jenis bahan konstruksi yang ada,

dengan kelebihan dan kekurangannya.

(3)

Mg# Topik Sub Topik Capaian Belajar Mahasiswa 3 Bahan pembentuk beton (2) Bahan agregat, analisa saringan agregat

kasar, halus, kualitas air, admixture dan additive.

Mahasiswa mengerti material agregat, air dan bahan tambahan 4 Perencanaan campuran beton Perencanaan mix-design beton untuk

kekuatan karakteristik fc’. Merencanakan campuran beton normal.

Mahasiswa dapat merencanakan campuran beton. Mahasiswa mengerti tentang prosedur mix design.

5 Sifat beton segar Workability, konsistensi campuran.

Pengecoran, pengiriman pengadukan, pengecoran dan pemadatan beton segar dan perawatan/curing.

Mahasiswa mengerti tentang

perilaku beton segar.

(4)

Mg# Topik Sub Topik Capaian Belajar Mahasiswa 6 Perilaku mekanik beton Perkembangan kekuatan beton,

pengetesan standar beton (SNI) yang sudah mengeras, kuat tekan, tarik, serta korelasinya. Perilaku kekuatan tekan

beton,variasi statistik kekuatan, kekuatan beton akibat beban, kurva tegangan-

regangan, susut, rangkak.

Mahasiswa mengerti perilaku beton umur 28 hari.

Mahasiswa mengetahui perilaku utama beton dan dapat melakukan pengecekan kualitas beton.

7 Pembuatan baja struktur Proses pemurnian, pencampuran dan komposisi bahan baja, pembentukan profil

Mahasiswa memahami proses

pembuatan baja struktur dan penentuan

(5)

9 Perilaku Mekanis Baja (1) Properti elastik linear dan non linear baja, sifat inelastik, plastik, kurva tegangan- regangan, modulus elastisitas, tegangan leleh, strain-hardening, tegangan putus dan kekerasan.

Mahasiswa memahami properti baja struktur.

10 Perilaku Mekanis Baja (2) Pengaruh suhu, kegetasan, daktalitas, disipasi energi, regangan inelastik.

Spesifikasi bahan baja dan standar bahan SNI.

Mahasiswa memahami properti baja struktur.

11 Korosi Baja Mekanisme dan perlindungan. Mahasiswa memahami masalah korosi

pada baja.

(6)

Mg# Topik Sub Topik Capaian Belajar Mahasiswa 12 Perkembangan material baru RPC, FRC, FRP, ALWA, Polimer,

Aramid

Mahasiswa mengerti mengenai material baru yang sedang dan akan berkembang.

13 Karakteristik bahan agregat Sumber dan siklus agregat, karakteristik dan kinerja teknis, peran dan perilaku dalam

pembebanan, bahan baru dan persyaratan teknis.

Mahasiswa memahami karakteristik dasar, peran dan perilaku bahan agregat serta arah pengembangan material agregat baru.

Mahasiswa dapat mencari/menentukan bahan

pengganti agregat dari bahan yang tersedia.

(7)

14 Karakteristik bahan bitumen Sumber dan jenis agregat, karakteristik dan kinerja teknis, peran dan perilaku dalam pembebanan, bahan baru, bahan tambah (additive) dengan polimer, serat, aspal alam dll, serta persyaratan teknis.

Mahasiswa memahami karakteristik dasar, peran dan perilaku bahan bitumen serta arah pengembangan material bitumen baru dan modifikasi bitumen. Mahasiswa dapat

mencari/menentukan bahan pengganti bitumen dari bahan yang tersedia.

15 Karakteristik campuran beraspal (bituminous mixture)

Peran agregat, bitumen dan energi dalam campuran beraspal, jenis

campuran, kinerja campuran beraspal (bitumimous) dan perkembangan

teknologi campuran.

Mahasiswa memahami karakteristik dasar dan

peran bahan penyusun, perilaku campuran

beraspal (bituminous) serta perkembangan

teknologi produksi dan implementasi.

(8)

Mg# Topik Sub Topik Capaian Belajar Mahasiswa 16 Komposit dan kayu Jenis-jenis bahan kayu, sifat fisik

dan mekanis kayu.

Sifat-sifat material komposit.

Mahasiswa mengerti jenis dan sifat-sfat bahan kayu untuk konstruksi.

Pemahaman mengenai sifat-sifat material

komposit

(9)

TUGAS 15%

QUIZ 15%

UTS 30%

UAS

40%

(10)

QUIZ

1. Jelaskan peranan material konstruksi terhadap struktur maupun fasilitas infrastruktur.

2. Jelaskan kekurangan dan kelebihan masing-masing material konstruksi.

3. Tentukan material konstruksi yang paling optimal untuk fasilitas nuklir. Jelaskan alasan memilih material

tersebut.

(11)

Struktur adalah susunan dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan yang disusun dengan pola tertentu.

Jika dikaitkan dengan dunia “civil engineering” misalnya sebuah struktur bangunan gedung.

Suatu bangunan gedung disusun dari bawah (substructure atau struktur bawah, yaitu sebuah

fondasi) hingga ke atas (upper structure atau struktur atas). Setiap bagian dalam struktur

akan saling bergubungan dan saling mengikat satu sama lain.

(12)

Infrastruktur dijelaskan sebagai sarana dan prasaranan yang mendukung keberadaan suatu struktur. Maksudnya, infrastruktur ada untuk mendukung kinerja suatu struktur. Infrastruktur ada untuk membuat kinerja struktur lebih baik dan maksimal sesuai kegunaannya.

Dalam suatu bangunan gedung, yang disebut struktur adalah susunan bangunan dari struktur

bawah (fondasi) sampai bagian-bagian yang paling atas (atap). Sedangkan infrastruktur

adalah fasilitas-fasilitas yang mendukung bangunan tersebut dapat berjalan sebagaimana

mestinya, dalam suatu stasiun kereta misalnya, jalan rel serta perlintasannya adalah

(13)

Definisi bangunan gedung menurut UU No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung pasal 1,

adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat

kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah

dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk

hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya,

maupun kegiatan khusus.

(14)

Infrastruktur

Struktur

Material

(15)

Pada awalnya manusia hanya memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai sarana dan prasarana ataupun infrastruktur dalam kehidupannya. Seperti halnya memanfaatkan gua sebagai tempat tinggal. Kemudian memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai bahan- bahan konstruksi untuk membuat infrastruktur seperti halnya batu, tanah dan kayu.

Kemudian setelah ditemukan bahan-bahan tambang yang dapat digunakan untuk membuat

alat atau benda yang menunjang sebuah bangunan seperti halnya barang logam dan

mengolah bahan bahan alam seperti mengolah batuan kapur, pasir dan tanah. Dalam

perkembangannya, manusia membuat bahan bahan bangunan dari hasil industri atau

buatan manusia yang bahan-bahannya bakunya diambil dari alam.

(16)

• Batu

• Tanah

• Kayu

alam

• Besi

• Logam lainnya

Tambang

• Baja

• Semen

Industri

(17)

Zaman Batu

memiliki kecenderungan bangunan tunggal dan banyak dikaitkan dengan Mitologi

(18)

Zaman Kayu

Pada masa awal penggunaan kostruksi kayu, pemanfaatan kayu sebagai bahan konstruksi

bangunan sederhana dibuat dengan kayu-kayu pohon secara utuh, kayu-kayu gelondongan

maupun ranting-ranting yang disusun dan diikat dengan perhitungan tertentu. Sementara

kegunaan kayu sebagai bahan konstruksi bangunan berlantai banyak ataupun berbentang

lebar ditemukan pada tahun 120 Masehi di wilayah-wilayah yang memiliki hutan tropis dan

sub tropis.

(19)

Zaman Kayu

(20)

Zaman Kayu

Seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan, dimana manusia mulai memikirkan dan

mempertimbangkan metode dan prosedur pemanfaatan kayu yang antara lain harus

memenuhi syarat : mampu menahan bermacam-macam beban yang bekerja dengan aman

dalam jangka waktu yang direncanakan; mempunyai ketahanan dan keawetan yang memadai

melebihi umur pakainya; serta mempunyai ukuran penampang dan panjang yang sesuai

dengan pemakainnya dalam konstruksi.

(21)

Zaman Kayu

Dalam penggunaannya, kayu dipengaruhi oleh sifat-sifatnya, yaitu sifat fisik, mekanis,

anatomis, kimia maupun sifat lainnya. Sifat tersebut dipengaruhi oleh jenis kayu, umur pohon,

letak kayu dalam pohon, perbedaan tempat tumbuh serta faktor lainnya yang mempengaruhi

pertumbuhannya. Sebagai bahan bangunan, maka kayu harus memenuhi syarat tertentu

seperti kerapatan, kembang-susut, kekuatan dan keawetannya. Selain digunakan sebagai

bahan konstruksi dari bangunan itu sendiri, kayu merupakan komponen penting dari yang

digunakan sebagai bahan penumpu bangunan (scaffolding), sebagai bahan untuk alas pelapis

beton, alas kerja (formwork) untuk pemasangan baja dan lain lain.

(22)
(23)

Hiroshima Castle

(24)

Zaman Batu Bata

Batu bata adalah bahan bangunan campuran yang pertama kali digunakan oleh manusia. Ada banyak alasan mengapa batu bata telah bertahan dibuat dan digunakan sejak zaman Mesir.

Secara ekonomi batu bata memiliki harga yang relatif murah dan terjangkau, bahan baku

pembuatannya pun sangat mudah diperoleh, mudah diproduksi dengan jumlah banyak dengan

standard yang sama, memiliki kemampuan sebagai bahan bangunan yang tahan lama dan

juga sebagai bahan pelapis insulasi.

(25)

Zaman Batu Bata

Yang lebih penting dari itu adalah bahwa bahan material bangunan ini menjadi semakin dekat

hubungannya dengan seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat berstrata bangsawan

maupun strata paling bawah. Semua manusia mampu membuat tempat tinggalnya dengan

mudah, murah dan efisien dengan skala yang lebih proporsional seukuran kebutuhan manusia.

(26)

Zaman Batu Bata

(27)

Zaman Besi/Baja

Ditandai dengan perkembangan teknologi industry dalam pemanfaatan bahan tambang

(28)

Zaman Beton/ Beton Bertulang

(29)

Zaman Beton Bertulang

(30)

BAHAN KONSTRUKSI SIPIL SAAT INI

(31)

Beton

Baja

Kayu

(32)

MATERIAL KONSTRUKSI

Load

Durability Architectural

Maintenance

(33)
(34)

ETE STRONGER AND GREENER

(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)

Pasar Peterongan Semarang

(44)

Lendutan / Beban /

tegangan

Tekan

Tarik

No. Parameter Nilai (keterangan

1 Kekuatan Hanya kuat menahan beban tekan

2 Durabilitas Bergantung mutu, kembang-susut, retak, tahan api

3 Biaya Relatif rendah

4 Jadwal Perkembangan mutu sesuai usia beton 5 Produksi/source Saat ini berlimpah

6 Perawatan Relatif lebih mudah

(45)

• Steel’s use as a construction material roughly follows the same timeline as steel innovation in general – especially as railroads became a popular mode of transport.

• In the 1800s, there were three forms of “ferrous metals” in use: wrought iron, cast iron, and steel.

• Wrought iron was very familiar to blacksmiths who had been working with the material for years. While we now think of it as mostly decorative

• Cast iron, strong but brittle, was more widely used for cooking and farming but was not very appropriate for building.

• Steel was expensive to produce and was used for higher-end items like watches, swords, and scythes.

Soft and ductile Strong but brittle Expensive

(46)

• In 1855, the Bessemer Method, created by Sir Henry Bessemer in England, made the production of steel more efficient. It allowed for the creation of steel with good tensile strength, however, wrought iron continued to be the more prevalent choice for iron-based building of the period.

• By 1879, inventor Sidney Thomas mastered a method to remove phosphorous from steel –

increasing its quality and its possibilities. His “Basic Process” meant that steel could finally be

produced more cheaply so, it’s production rapidly grew. His method became popular in

Europe and, by the 1880s, steel quality became more consistent.

(47)

the fire, Chicago responded by creating stricter building regulations by requiring non-combustible construction materials including brick, stone, marble, and limestone. Other building solutions were cast iron and wrought iron paired with brickwork, but as the city grew, Chicago needed to look to steel construction to go skyward.

• The Home Insurance Building in Chicago, completed in 1885, was a 10-story building widely recognized as the first to use steel skeleton frame construction with reinforced concrete. When it weighed only one-third of what a traditional masonry building of its size would have weighed, city officials halted construction to investigate its safety. Demolished in 1931, the building is seen as the father of the skyscraper.

• The Rand McNally Building in Chicago was built in 1890 as the first all-steel framed skyscraper.

Designed by Burnham and Root, it stood ten stories and cost $1 million to build at the time. It was

demolished in 1911.

(48)
(49)

• By 1913, America was ready to reach higher into the sky and the Woolworth Building, a 60- story tower, was built in New York. For a time, it was the tallest building in the world and was looked to as a model of pioneering American steel-frame construction.

• By 1928, the Chrysler Building was competing with 40 Wall Street and the Empire State

Building to become the world’s tallest building. Today, the Chrysler Building remains the

world’s tallest steel-supported brick building.

(50)
(51)

BAJA

Baja Profil

Baja Tulangan

Struktur Baja

Struktur Beton Bertulang

(52)
(53)
(54)

Regangan Tegangan

No. Parameter Nilai (keterangan

1 Kekuatan Tekan dan Tarik sama baiknya

2 Durabilitas Korosi (udara dan air), Temperatur

3 Biaya Tinggi

4 Jadwal Singkat

5 Produksi/source Mulai banyak di pasaran dan terjangkau 6 Perawatan Relatif lebih mudah

Tekan

Tarik

(55)
(56)
(57)
(58)
(59)

No. Parameter Nilai (keterangan

1 Kekuatan Arah serat berpengaruh

2 Durabilitas Kelembaban udara dan Temperatur tinggi

3 Biaya Tinggi

4 Jadwal Singkat

5 Produksi/source Mahal, glulam dan CLT 6 Perawatan Relatif lebih mudah 7 Estetika Estetika tinggi

8 Karakter kekuatan Kompleks

• Kuat Tekan sejajar serat

• Kuat Tekan Tegak lurus serat

• Kuat Tarik

• Kuat Geser

• Kuat Lentur

• Modulus Elastisitas

(60)

INFRASTRUKTUR

(61)

Jalan (Rigid pavement - Beton) Apron Bandara (Rigid Pavement – Beton)

(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)

QUIZ

1. Jelaskan peranan material konstruksi terhadap struktur maupun fasilitas infrastruktur.

2. Jelaskan kekurangan dan kelebihan masing-masing material konstruksi.

3. Tentukan material konstruksi yang paling optimal untuk fasilitas nuklir. Jelaskan alasan memilih material

tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara keaktifan mengikuti organisasi pada mahasiswa tingkat akhir dengan kecemasan

Pembuatan peta potensi energi gelombang laut dalam studi ini dimulai dengan menghitung nilai amplitudo gelombang dan energi gelombang laut per satuan luas

Linux dan Program Open Source untuk Belajar dan Bekerja.. Rusmanto Maryanto [email protected]

Fotosintesis merupakan proses pembakaran dalam tubuh tanaman yang akan menghasilkan oksigen yang berfungsi untuk proses pernapasan pada manusia oleh

Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai

Pengendalian mutu merupakan pengawasan terhadap kualitas yang dilakukan pada setiap tahap proses pembuatan produk, mulai dari tahap bahan baku yang datang sampai dengan produk jadi

• Directional time, instantaneous phase overcurrent protection • Directional time, instantaneous ground overcurrent protection • Directional sensitive ground and Restricted