BIMBINGAN DENGAN KONSELING DALAM LINGKUP SEKOLAH
Masih relative baru, buku pertama yg bahas terbit pd thn 1950-an, dan
ajarannya baru ada setelah thn 1965 (Dinkmeyer,1993,1989)
Bhkn pd th 1964, hy ada kurg dari 10 Univ yg menawarkan mata
ajaran konseling sekolah dasar
Meity Arianty.,Psikolog
Konseling berbeda dg BIMBINGAN
Relasi yg ber 7an menolong seseorg yg sdg membutuhkan bantuan dlm rangka memahami dirinya & lingk serta membuat
keputusan yg bijaksana ; pendk, pekerjn, mslh pribadi
Bimbingan
Konseling ber 7an memecahkan mslh pribadi/menyangkut mslh yg sama namun
secara langsung ber 7an u/menolong ( menghadapi mslh baru, merencanakan,
mengumpulkn data, memilih pekerj dll.)
Bimbingan - Konotasi positif &
preventif/pencegahan
Konseling – konotasi upaya
memperbaiki/menghilangkan hambatan/mslh yg sg dialami klien
Apa yg dianggap berharaga
Fokus pd melakukan perubahan
Bimbingan ( Abu Ahmadi,1991) dalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan
memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik.
Menurut Rochman Natawidjaja (Syamsu Yusuf dan A.Juntika Nurihsan, 2006) bahwa bimbingan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara
berkesinambungan supaya individu tersebut dapat memahami dirinya sendiri, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat
bertindak secara wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan
lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan kehidupan pada
umumnya
Perkembg Konseling berjalan lamban krn 3 alasan
(Peter,1980.Schmidt,1981) ;
1. Byk org percaya bhw guru SD hrs bertugas sgb konselor bagi murid2 mk, krn guru bersama muridnya
sepanjg hari dan guru sbg posisi
ideal untk mnegenali permslhn mrk yg spesifik.
2. Konselng pd ms itu byk
berkonsetrasi pd perkgb. Pekerjaa, yg bukn mrpk focus utama bagi
anak2 SD
3. Byk org yg tdk menyadar penting
onseling pd SD
Di akhir thn 1980-an, badan akreditasi &
departement pendk masyrkt mulai memberikan mandat agr sekolah
menyedikan layanan konseling u/ tingkt
SD, sehingga terjadi kenaikan kebutuhan
akan konselor di SD
BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH: MASALAH
• KESULITAN BELAJAR
• KESULITAN MELANJUTKAN STUDI
• VOCATIONAL GUIDANCE ( bimbingan karier, bgmn dunia kerja, membuat keputusan buat pekerjaa dll )
• MASALAH PRIBADI SISWA
• SOCIAL ADJUSTMENT
FUNGSI BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH
• FUNGSI ADAPTASI
• FUNGSI PENYESUAIAN
• FUNGSI PERBAIKAN
• FUNGSI FASILITASI
• FUNGSI PEMELIHARAAN
Tugas-tugas konselor SD yg dlakukan sec. teratur di antaranya ;
1. Menerapkan bimbingan kls yg efektif
2. Menyediakan konseling individual dan klp kecil 3. Membantu para murid u/mengenali kemampuan
dan bakat mrk
4. Bekerja dg populasi khusus
5. Mengembangkan kesadaran karier para murid 6. Mengkoordinasi sumber daya sekolah, komunitas
dan bisnis
7. Berkonsutasi dg para guru dan professional lainnya 8. Berkomunikasi dan bertukar informasi dg para ortu-
wali murid
9. Berpartisipasi dlm kemajuan sekolah dan tim pengajar
( Campbell & Dahir,1997)
Sekolah Menengah Pertama
Mulai menjadi perhatian pd thn 1970-an – gagasan awalnya lebih kepada kurikulum dan lingk khusus bagi praremaja dan remaja. ( u/membedakan remaja muda/ 12-14 thn dan kls 7-9 dr remaja dewasa.
Usia ini dikenal sbg anak “PEMIMPI” – masalahnya berkisar pd sekolah, keluarga, komunitas, penyesuaian diri, bentuk tubuh, tekanan dr teman sekelompok, tuntunan sekolah u/berprestasi bgs, perilaku ortu yg bermasalah dan mslh penemuan jati diri. ( kesamaaan diantara mereka umumnya KETIDAKSENANGAN --- factor yg di harapakn di usia ini ( kognitif, fisik, emosional )
1. Menyadari peningkatan perubahan fisik 2. Konsep dan strategi pemecahan mslh 3. Mempelajari peran sosial
4. Mengembagan persahabatan 5. Kemandirian
6. Mengembangkan rasa tanggung jwb
FUNGSI BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH
• FUNGSI PEMAHAMAN
• FUNGSI PREVENTIF
• FUNGSI PENGEMBANGAN
• FUNGSI PENYEMBUHAN
• FUNGSI PENYALURAN
Fungsi Bimbingan dan Konseling di SMA
Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004) fungsi bimbingan dan konseling ditinjau dari kegunaan atau manfaat ataupun keuntungan-keuntungan
yang diperoleh dari layanan bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut :
a. Fungsi Pemahaman
adalah pemahaman tentang diri konseli beserta
permasalahannya oleh konseli sendiri dan oleh pihak-pihak yang akan membantu konseli, serta pemahaman tentang lingkungan konseli oleh konseli
b. Fungsi Pencegahan
adalah upaya untuk membuat lingkungan menjadi
positif, sehingga tidak menimbulkan kesulitan atau kerugian bagi individu
c. Fungsi Pengentasan
Adalah dengan mengeluarkan seseorang dari posisi yang tidak mengenakkan, yang dampaknya dapat mengganggu
perkembangan siswa
d. Fungsi Pemeliharan dan pengembangan
Fungsi pemeliharaan berarti memelihara segala sesuatu yang baik yang
ada pada individu, baik itu pembawaan atau hasil perkembangan.
Pemeliharaan yang baik akan sekedar mempertahankan agar apa yang
ada tetap baik, tetapi juga mengembangkan agar yang ada berkembangan menjadi lebih baik.
Semua fungsi-fungsi tersebut bertujuan untuk memaksimalkan perkembangan siswa kearah yang lebih baik.
Bidang pelayanan bimbingan sebaiknya meliputi
1. Pribadi
2. Sosial
3. Belajar
4. karier
FUNGSI
BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Fungsi Pengungkapan
Fungsi ini merupakan dasar seluruh fungsi
yang lain. Usaha ini merupakan suatu
usaha untuk mengetahui adanya sesuatu
keadaan dalam diri individu. Dengan
demikian pembimbing dapat melakukan
tindakan tertentu, seperti pengarahan
terhadap suatu hal, pemberian informasi,
dan sebagainya. Dengan kata lain, fungsi
ini berusaha untuk memperoleh data
tentang seseorang dan berdasarkan data
itulah pembimbing dapat berbuat sesuatu
sesuai dengan tugasnya.
B. Fungsi pencegahan ( preventive)
Fungsi pencegahan yaitu memberi bantuan kepada siswa sebelum ia menghadapi persoalan. Sebab pencegahan lebih mudah daripada penyembuhan.
Pengetahuan ( apa yang di ketahui) pembimbing tentang diri siswa, akan berguna untuk memperkirakan hambatan atau gangguan yang mungkin timbul dalam diri siswa. Selanjutnya berdasarkan kemungkinan yang ada pada diri siswa, yaitu berupa kekuatan-kekuatan atau potensi yang dimilikinya, kiranya akan dapat dicegah timbulnya hambatan atau masalah atau gangguan itu, sehingga seluruh potensi serta kemungkinan itu dapat dikerahkan sepenuhnya untuk membantu perkembangan individu siswa. Justru di sinilah
FUNGSI
BIMBINGAN DAN
KONSELING
D. Fungsi pengembangan ( development)
Yaitu bantuan yang di berikan konselor kepada siswa agar ia mampu mengembangkan diri secara optimal.
Siswa menyadari akan potensi yang dimiliki dan berusaha memanfaatkan potensi tersebut dengan sungguh – sungguh.
FUNGSI
BIMBINGAN DAN
KONSELING
E. Fungsi penyesuaian
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. Dalam kehidupan sehari – hari di tuntut kemampuan individu untuk dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya dimana dia berada, sehingga sering ditemui individu yang di sebut dengan salah suai.
Karena itu salah satu fungsi bimbingan adalah membantu individu untuk dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkunganya ( sekolah, keluarga, dan masyarakat).
FUNGSI
BIMBINGAN DAN
KONSELING
FUNGSI
BIMBINGAN DAN KONSELING
F. Fungsi pengarahan
Dalam kehidupan sehari – hari,
perkembangan seseorang mempunyai
rahasia yang berbeda-beda satu sama
lain. Perkembangan itu akan di warnai
oleh kemungkinan – kemungkinan yan
gada pada diri individu tersebut serta
lingkungan dimana dia berada. Ada
seseorangyang arah perkembanganya
tertuju kepada guru, dokter, dan lain
sebagainya.
FUNGSI
BIMBINGAN DAN KONSELING
G. Fungsi Informatif
Individu yang sedang berkembang
membutuhkan bermacam- macam informasi,
baik yang menyangkut dirinya sendiri maupun
yang menyangkut lingkunganya. Sesuatu yang
ada pada dirinya, seperti kemampuan dasar
(intelegensi), bakat, minat, keterbatasan,
jurusan di sekolah, sangat menguntungkan
kalau dapat di ketahui pada waktu sedini
mungkin. Pemberian informasi ini adalah dalam
rangka agar ya g bersangkutan dapat memupuk
seluruh potensi yang dimilikinya sehingga dia
dapat berkembang secara wajar.
FUNGSI
BIMBINGAN DAN KONSELING
H. Fungsi Pengentasan
Orang yang mengalami masalah itu dianggap
berada dalam suatu keadaan yang tidak
mengenakan sehingga perlu diangkat atau
dikeluarkan dari bendanya yang tidak
mengenakan. Upaya yang dilakukan untuk
mengatasi permasalahan itu adalah upaya
pengentasan melalui pelayanan bimbingan dan
konseling. Dalam hal itu, pelayanan bimbingan
dan konseling menyelenggarakan fungsi
pengentasan.
Meity Arianty., STP., S.Psi., Psikolog
Kode Dosen ; 3095
Kode MK : IT 051332
Fungsi Adaptasi
Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana
pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah,
memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli[17].
Dalam hal ini konselor menyesuaikan materi dan yang lainnya dengan kemampuan yang dimiliki oleh konseli, agar konseli dapat dengan mudah memahami dan mengerti saat proses konseling itu terjadi. Dalam menyampaikan materi, konselor pasti membutuhkan metode yang sesuai dengan konseli, oleh karena itu fungsi konseling sebagai fungsi adaptasi.
Fungsi Fasilitasi
Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal,
serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli[20].
Konselor dalam hal berfungsi sebagai fasilitasi adalah mampu memberikan kemudahan agar konseli dapat memecahkan masalahnya dan mampu mencapai perkembangan yang optimal. Fungsi fasilitasi berarti memenuhi segala kebutuhan yang diinginkan oleh konseli agar dapat memecahkan masalah yang dialami oleh konseli.
Fungsi Penyesuaian
Dalam fungsi ini, layanan bimbingan adalah terciptanya penyesuaian antara siswa dan lingkungannya. Dengan
demikian, timbul kesesuaian antara pribadi siswa dan sekolah. Kegiatan dalam layanan fungsi ini dapat berupa orientasi sekolah dan kegiatan-kegiatan kelompok. Fungsi penyesuaian yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat
menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif[16].
Melalui fungsi ini pelayanan bimbingan dan konseling membantu peserta didik memperoleh penyesuaian diri secara baik dengan lingkungannya (terutama lingkungan sekolah dan madrasah bagi para peserta didik).
Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi pemeliharaan berarti memelihara segala sesuatu yang baik yang ada pada diri individu, baik hal itu merupakan
pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang telah
dicapai selama ini. Intelegensi yang tinggi, bakat yang istimewa, minat yang menonjol untuk hal-hal yang positif dan produktif, sikap dan kebiasaan yang telah terbina dalam bertindak dan bertingkah laku sehari-hari, cita-cita yang tinggi dan cukup realistic, kesehatan dan kebugaran jasmani, hubungan sosial yang harmonis dan dinamis, dan berbagai aspek positiflainnya dari individu perlu dipertahankan dan dipelihara. Pemeliharaan yang baik bukanlah sekedar mempertahankan agar hal-hal yang dimaksudkan tetap utuh, tidak rusak dan tetap dalam keadaan semula, melainkan juga mengusahakan agar bertambah baik, kalau dapat lebih indah, lebih menyenangkan, memiliki nilai tambah dari pada waktu-waktu sebelumnya. Pemeliharaan yang demikian itu adalah pemeliharan yang membangun, pemeliharaan yang memperkembangkan. Oleh karena itu, fungsi pemeliharaan dan fungsi pengembangan tidak dapat dipisahkan[
jenis –Jenis Bimbingan
1.Bentuk-Bentuk Bimbingan 1.Bimbingan Individual 2.Bimbingan Kelompok 2.Sifat-Sifat Bimbingan
1. Bimbingan Perserevatif
=> mendampingi siswa agar perkembangannya optimal 2. Bimbingan Preventif
3. Bimbingan Penyembuhan 4. Bimbingan Pemeliharaan 3. Ragam-Ragam Bimbingan
- Bimbingan Karir
- Bimbingan Akademik
- Bimbingan Pribadi dan Sosial