• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERILAKU HARGA PRODUK PERTANIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERILAKU HARGA PRODUK PERTANIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PERILAKU HARGA PRODUK

PERTANIAN

(2)

Dalam realitas harga selalu berfluktuasi

Disebabkan (3):

- fluctuation in demand (naik turunnya pada permintaan

- fluctuation in supply (naik turunnya pada penawaran

- experimentasi dalam proses penentuan harga

Perilaku Harga Produk

Pertanian

(3)

Variasi Harga Musiman

Variasi Harga Tahunan

Trend

Pergerakan Harga Sesuai Siklus

Pergerakan Harga Random

Jenis-jenis fluktuasi harga:

(4)

Terjadi di saat ada pola yang relative teratur pada perubahan pada penawaran dan

permintaan

Contoh: musim hujan penawaran sayur dan buah tinggiharga mendekati titik

rendah

Selain itu juga dipengaruhi iklim dan permintaan musiman

Variasi Harga Musiman

(5)

Untuk buah-buahan dan sayuran, juga dipegaruhi:

- keadaan hasil pertanian yang mudah busuk (perishable)

- penyimpanan - kredit

- perubahan resiko yang mungkin.

Lanjutan....

(6)

Penawaran yang tersedia tiap tahun didasarkan pada:

- produksi yang terjadi - impor

- sisa persediaan panenan sebelumnya

Variasi Harga Tahunan

(7)

Produk pertanian mempunyai variasi harga tahunan yg besar, karena 3 faktor:

- Hasil panenan mudah terpengaruh oleh kondisi cuaca dan hama penyakit

- Luas lahan pertanian ditanami dan yang dipanen setiap tahun berubah

- Elastisitas harga dari permintaan untuk beberapa komoditi pertanian adalah sangat

tidak elastis.

Lanjutan...

(8)

Trend yg terjadi dikaitkan dengan tingkat inflasi dan deflasi, termasuk:

- perubahan dalam taste (selera)

- perubahan dalam preferences (pilihan) - kenaikan produksi

- pendapatan

- perubahan teknologi yang digunakan

Distributed lag respon (respon keterlambatan penyebaran) juga merupakan faktor lain

penyebab perubahan jangka panjang.

Trend

(9)

Ketika proses produksi bertambah maka harga akan jatuh dan sebaliknya jika produksi menurun harga akan naik.

Pada Model Cobweb harga-harga dan jumlah yang ditawarkan digambarkan saling berhubungan sebagai mata rantai kausalitas yang berlangsung berulang- ulang.

Harga yang tinggi akan menyebabkan produksi yang tinggi, kemudian setelah terjadi penawaran yang tinggi mengakibatkan harga yang rendah.

Pergerakan Harga Sesuai

Siklus

(10)
(11)

Keterlambatan waktu (a time lag) harus ada antara keputusan untuk memproduksi dan realisasi produksi aktual.

Rencana produksi dari produsen berdasarkan harga saat ini atau harga di waktu yang lalu.

Oleh karena itu, realisasi produksi yang

disebabkan oleh keterlambatan waktu adalah fungsi harga masa lalu.

Harga saat ini adalah fungsi utama dari penawaran saat ini, yang ditentukan oleh produksi saat ini.

Tiga faktor yang menyebabkan perubahan siklus harga dan jumlah yang ditawarkan pada saat

terbentuknya harga:

(12)

Ada variasi dalam harga yang tidak

terpola secara pasti atau

sistematis dan mungkin dapat dikatakan “terjadi

begitu saja”.

Pergerakan Harga Random

Referensi

Dokumen terkait

Reviu Rencana Strategis (Renstra) Pengadilan Negeri Klaten Kelas IA 2020-2024 merupakan dokumen reviu perencanaan Pengadilan Negeri Klaten Kelas IA yang memuat Visi, misi,

Jumlah penumpang kapal ferry yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni Lampung pada Oktober 2014 mencapai 105.194 orang, naik 48,05 persen dibandingkan September 2014

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kehamilan pertumbuhan dan perkembangan janin sejak konsepsi sampai pada permulaan persalinan yaitu 280 hari

Selain itu, tahap kemahiran memahami kronologi, kemahiran meneroka bukti, kemahiran membuat interpretasi, kemahiran membuat imaginasi dan kemahiran membuat

Dilihat keterkaitan antara TKV (Tingkat Kehijauan Vegetasi) dan kondisi kekeringan vegetasi, hasil pemantauan TKV di Provinsi Jawa Timur dan Bali pada bulan Juli – September

Konsep yang terkait dengan hal-hal yang berasal dari luar fakultas 2 Internal Fakultas Konsep yang terkait dengan hal-hal yang berasal dari dalam fakultas 3 Target Promosi

Bermain (dalam Rita Kurnia, 2001) dapat diartikan sebagai kegiatanyang dilakukan dengan kesenangan dan tanpa mempertimbangkan hasil akhir, kegiatan tersebut

Hal tersebut juga telah diperkuat dengan hasil kajian yang diuraikan pada Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016-2020 (2015),