ANALISIS TINDAK KEJAHATAN GENOSIDA OLEH MYANMAR KEPADA ETNIS ROHINGNYA DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INTERNASIONAL
Teks penuh
Dokumen terkait
ayat (2) KUHAP dapatlah dikatakan bahwa pada umumnya penangkapan dapat dikenakan terhadap pelaku tindak pidana berupa kejahatan, sedangkan terhadap tersangka pelaku tindak
ayat (2) KUHAP dapatlah dikatakan bahwa pada umumnya penangkapan dapat dikenakan terhadap pelaku tindak pidana berupa kejahatan, sedangkan terhadap tersangka pelaku tindak
Melihat kasus di atas, pelanggaran yang dilakukan oleh Junta Militer Myanmar terhadap Etnis Rohingya dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat karena
Bab ini berisi tentang Berbagai Kejahatan yang terjadi terhadap suku Aborigin di Australia, Pengaturan Hukum Nasional Australia Mengenai Kejahatan Genosida dan Bentuk
6 IPT juga ditujukan untuk mendapatkan pengakuan internasional atas tindak genosida dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan negara Indonesia pada “peristiwa 1965” dan
33 Article 77 Applicable penalties, Rome Statute of the International Criminal Court.. bahwa Statuta Roma berlaku bagi siapa saja, tanpa memandang jabatan atau bangsa
Yuridiksi atau kewenangan darai Panel khusus dan special pidana internasional ini, adalah menyangkut tindak kejahatan perang dan genosida (pembersihan etnis)
Pembahasan mengenai pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar terhadap Etnis Rohingya tidak terlepas pada penyelesaian melalui organisasi internasional, yang erat kaitannya