11
BAB III
METODE PENELITIAN
Pada bagian ini, penulis akan mendeskripsikan cara peneliti dalam melakukan penelitian ini. Hal tersebut mencakup jenis penelitian, metode penelitian, unit amatan dan unit analisis, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
3.1 Metode Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti memilih untuk menggunakan metode penelitian kualitatif. Menurut Soegiyono (2005) penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk meneliti sebuah kondisi dari suatu objek dan peneliti berperan sebagai instrumen kunci, data yang didapatkan berupa penjelasan deskrpitif dan pemaparan yang melibatkan narasi. Dengan menggunakan metode penelitian berbentuk kajian pustaka peneliti akan mengetahui bagaimana Multi Track Diplomacy diterapkan dalam hubungan kerjasama multilateral antara EU dan Afrika Selatan sebagai bagian dari SA- EU Strategic Partnership tahun 2016-2020.
3.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam menganalisa kerjasama multilateral antara EU dan Afrika Selatan sebagai bagian dari SA- EU Strategic Partnership tahun 2016-2020 adalah jenis penelitian studi kasus. Menurut
Wahyuningsih (2013), jenis penelitian studi kasus merupakan metode penelitian yang subjeknya terikat pada kurun waktu dan tempat dan melalui pengumpulan data yang mendalam serta melibatkan berbagai sumber informasi yang berkaitan.
Jika disimpulkan studi kasus merupakan jenis penelitian dimana peneliti mengkaji suatu fenomena tertentu dalam kurun waktu dan kegiatan (program, peristiwa, atau proses) tertentu serta mengumpulkan informasi secara terinci dan mendalam melalui pengumpulan berbagai data selama periode tertentu.
3.3 Unit Amatan dan Unit Analisis
Menurut Ihalauw (2016) unit amatan adalah suatu obyek yang dijadikan
12
sumber untuk memperoleh data dalam rangka menggambarkan atau menjelaskan mengenai satuan analisis. Dalam penelitian ini yang menjadi unit amatan adalah hubungan kerjasama Uni Eropa dan Afrika Selatan dalam SA-EU Strategic Partnership tahun 2016-2020 dalam kerangka kerjasama yang meliputi jalur
pemerintah, ekonomi, dan kemanusiaan di Afrika Selatan. Sedangkan menurut Hamidi (2005) unit analisis merupakan suatu obyek yang menjadi pusat analisis dalam sebuah penelitian, yang dapat berupa individu, kelompok, atau suatu latar peristiwa sosial seperti aktivitas individu atau kelompok sebagai subjek penelitian. Adapun unit analisis dalam penelitian ini adalah implementasi track 1, 3, dan 5 Multi Track Diplomacy dalam hubungan kerjasama multilateral antara EU dan Afrika Selatan sebagai bagian dari SA- EU Strategic Partnership tahun 2016-2020.
3.4 Sumber Data
Sumber data dan informasi penelitian didapatkan melalui studi atau kajian literatur dari buku, artikel, dan website milik pemerintah, NGO, dan situs-situs berita yang reliabel sehingga data yang didapatkan relevan. Sedangkan data yang didapatlan dapat berbentuk data angka dan deskripisi.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data kualitatif dapat dilakukan degan berbagai cara seperti melalui wawancara langsung terhadap narasumber dan studi literatur untuk mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Dalam melakukan pengumpulan data untuk penelitian ini, peneliti akan menggunakan teknik pengumpulan data secara dokumentasi dengan mengambil informasi dan data melalui jurnal, buku, maupun website yang memiliki kredibilitas yang baik. Selain itu, pengumpulan data tambahan pendukung lainnya seperti teori, konsep-konsep, dan hasil penelitian sebelumya akan dilakukan melalui studi literatur dalam buku, jurnal, artikel, ataupun website milik instansi pemerintah dan NGO terkait untuk mendapatkan data yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
3.6 Teknik Analisis Data
13
Hasil pengumpulan data kuanlitatif dapat dianalisis dengan memahami dan mendeskripsikan kembali informasi yang didapatkan untuk medapatkan gambaran mengenai sebuah topik atau fenomena tertentu sehingga alur dan hubungan antar variabelnya dapat dilihat secara jelas. Hasil data yang didapatkan tersebut kemudian dikaitkan dengan teori atau konsep. Dalam penelitian ini, hasil pengumpulan data akan dianalisis melalui perspektif teori Multi Track Diplomacy dan konsep kerjasama multilateral untuk kemudian hasilnya disimpulkan.
3.6.1 Reduksi Data
Reduksi data merupakan pemilahan data terhadap sumber informasi yang masih bersifat terlalu umum, data ini kemudian disederhanakan lalu diringkas untuk mendapatkan makna yang sifatnya lebih terfokus sehingga dapat menghasilkan kesimpulan akhir.
3.6.2 Penyajian Data
Penyajian data merupakan suatu tahapan dimana sekumpulan informasi maupun data yang telah didapatkan dan disusun perlu adanya pengkajian ulang dengan menggunakan sumber-sumber informasi lainnya untuk menjamin relevansinya sehingga layak untuk disajikan sebagai data yang telah sesuai. Dalam penelitian kualitatif, data yang didapatkan kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif dengan alur yang terhubung antara data, teori, dan konsep akan yang digunakan.
3.6.3 Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan merupakan tahapan dimana penulis melakukan peninjauan ulang terhadap data dan hasil analisa yang didapatkan. Hasil dari pengolahan data untuk mendapatkan hasil yang benar benar bersifat faktual. Penarikan kesimpulan ini didasarkan pada analisis yang telah dilakukan menggunakan Multi Track Diplomacy dan didukung dengan konsep kerjasama multilateral.
3.7 Sistematika Penelitian BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah Penelitian
14
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Praktis dan Manfaat Teoritis 1.4.1 Manfaat Praktis
1.5.1 Manfaat Teoritis 1.5 Batasan Penelitian
BAB II KERANGKA KONSEPTUAL DAN KERANGKA TEORITIS 2.1 Kerjasama Internasional
2.2 Teori Multi Track Diplomacy 2.3 Penelitian Terdahulu
2.4 Kerangka Pikir
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
3.2 Metode Penelitian
3.3 Unit Amatan dan Unit Analisis 3.4 Sumber Data
3.5 Teknik Pengumpulan Data 3.6 Teknik Analisis Data
3.6.1 Reduksi Data 3.6.2 Penyajian Data
3.6.3 Penarikan Kesimpulan 3.7 Mekanisme Penelitian
BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI EU-SA STRATEGIC PARTNERSHIP 2016-2020 DALAM RANGKA KERJASAMA PEMBANGUNAN DI AFRIKA SELATAN MELALUI MULTI TRACK DIPLOMACY 4.1 Pan African Programme dan Perkembangan Relasi EU-Afrika
Selatan.
4.2 Strategic Partnership sebagai Kerjasama Multilateral antara Uni Eropa dan Afrika Selatan.
4.3 Implementasi EU-SA Strategic Partnership melalui Multi Track Diplomacy..
4.3.1 Track 1: EU & South African Government
4.3.2 Track 3: SADC EPA & EU Chamber of Commerce in South
15
Africa
4.3.3 Track 5: The Trailblazer Programme and Human Development Plan
4.4 Peran Strategic Partnership dalam Pembangunan Sosio-Ekonomi di Afrika Selatan.
4.5 Prospek dan Hambatan dalam EU-South Africa Strategic Partnership Berdasarkan Hasil Implementasi Tahun 2016-2020.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA