• Tidak ada hasil yang ditemukan

KECEMASAN BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN DARING DAN HUBUNGANNYA DENGAN INDEKS PRESTASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KECEMASAN BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN DARING DAN HUBUNGANNYA DENGAN INDEKS PRESTASI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KECEMASAN BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN DARING DAN HUBUNGANNYA DENGAN INDEKS PRESTASI

LEARNING ANXIETY IN ONLINE LEARNING AND THE RELATIONSHIP WITH ACHIEVEMENT INDEX

Oleh:

Nhiland Nur Fauzcia1), Nana Sumarna2)

1)2)Universitas Halu Oleo Email: [email protected] Kata Kunci:

Kecemasan Belajar, Pembelajaran Daring

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan belajar dengan indeks prestasi (IP) Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling sebanyak 401 orang. Sampel penelitian yaitu mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo berjumlah 40 orang. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara dan angket yaitu angket kecemasan belajar dalam pembelajran daring dan menggunakan studi dokumentasi berupa daftar IP mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis teknik analisis inferensial menggunakan uji korelasi pearson product Moment. Berdasarkan hasil analisis deskriptif nilai rata-rata indeks prestasi sementara sebesar 2,907 berada pada kategori baik dan nilai rata-rata kecemasan kecemasan belajar yaitu 68,12 berada pada kategori sedang. Hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji korelasi pada nilai probabilitasnya lebih kecil dari pada = 0,312 yaitu 0.081. Ini menunjukan bahwa kecemasan belajar tidak memiliki hubangan dengan indeks prestasi mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo

Keywords:

Learning Anxiety, Online Learning

ABSTRACT

This study aims to determine the relationship between learning anxiety and achievement index. It is a correlational study. The population of this study was all 401 students majoring in the guidance and counseling department.

The research sample was 40 students in the guidance and counseling department at halu oleo university. Data collection methods used were interviews, questionnaires on learning anxiety in online learning, and using a documentation study in the form of an achievement index. The data analysis technique is a descriptive and inferential analysis using the Pearson product- moment correlation test. Based on the descriptive analysis, the average score of the temporary achievement index of 2,907 is at a good level. The average score for learning anxiety is 68.12 is at the medium level. The results of inferential statistical analysis using the correlation test have a probability value smaller than = 0.312, which is 0.081. It shows that learning anxiety has no relationship with the achievement index of students in guidance and counseling department at halu oleo university.

(2)

Pendahuluan

Di akhir tahun 2019 muncul virus Covid-19 yang menjadi ancaman pandemi di dunia ini dan tak terkecuali kemunculan virus ini juga menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Dalam rangka menangani penyebaran virus Covid-19 pemerintah Indonesia mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Pembatasan sosial Pemerintahan Indonesia telah membatasi kegiatan proses pembelajaran dilakukan secara langsung atau tatap muka namun setelah adanya Covid-19 dilakukan secara daring.

Pembelajaran daring adalah metode pembelajaran yang menggunakan jaringan untuk berkomunikasi, membaca, dan menulis yang dilakukan pada waktu yang sama namun tidak dalam ruang yang sama dengan menggunakan berbagai teknologi dan multimedia (komputer, video, audio, smartphone, dan lain. Pembelajaran daring pada dasarnya tidak menuntut mahasiswa untuk hadir di dalam ruangan yang sama (kelas), mahasiswa dapat mengakses pembelajaran melalui media internet. Pembelajaran dalam jaringan (daring) merupakan penerapan dari pendidikan jarak jauh secara online. Pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan akses bagi peserta didik untuk memperoleh pembelajaran yang lebih baik dan bermutu. Pembelajaran daring akan memberikan kesempatan peserta didik untuk dapat mengikuti pembelajaran atau mata kuliah tertentu dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka secara langsung. Namun, pembelajaran daring tetap saja memiliki kekurangan seperti jaringan sering kali ketika proses pembelajaran berlangsung jaringan tiba-tiba saja mengalami gangguan sehingga peserta didik/ mahasiswa tidak dapat mengikuti proses pembelajaran secara lengkap sehingga peserta didik/ mahasiswa mengalami kecemasan dikarenakan tidak dapat mengikuti proses pembelajran hingga selesai, akibat dari peristiwa tersebut tentunya peserta didik atau mahasiswa mengalami ketinggalan materi yang memengaruhi nilai Indeks Prestasi (IP) mereka.

Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan menjadi sebuah hal yang semakin penting untuk diperhatikan. Individu yang berkualitas diciptakan melalui peran penting pendidikan, Kusumastuti, (2020). Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin baik pula kualitas orang tersebut. Keberhasilan individu juga kerap didasarkan pada kesuksesan selama berada di bangku perguruan tinggi. Pada budaya barat saat ini, cara penting untuk dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan adalah melalui kesuksesan di perguruan tinggi Kusumastuti, (2020). Kesuksesan di dalam ruang lingkup pendidikan kerap kali dikaitkan dengan prestasi akademik yang berhasil dicapai.

Prestasi akademik adalah kriteria yang digunakan untuk menilai kesuksesan mahasiswa dalam proses pendidikan mereka, sehingga penting untuk memahami faktor yang berpengaruh, memrediksi, memediasi atau menyebabkan variasi prestasi akademik Kusumastuti, (2020). Cara yang dapat digunakan untuk melihat prestasi akademik seorang mahasiswa salah satunya adalah melalui tes dan ujian. Tes dan ujian di semua tahap pendidikan, terutama di tingkat pendidikan tinggi telah dianggap sebagai alat penting dan kuat untuk pengambilan keputusan dalam masyarakat kompetitif kita Kusumastuti, (2020). Pada kenyataannya, tidak semua mahasiswa dapat mencapai prestasi akademik yang baik.

Berdasarkan data dari beberapa universitas didapatkan data bahwa beberapa mahasiswa memiki prestasi yang kurang baik. Penelitian Azizy, dkk, (Kusumastuti, 2020) membuktikan bahwa banyak mahasiswa yang memiliki prestasi akademik yang kurang baik. Pada beberapa literatur psikologis menunjukkan bahwa perbedaan dalam proses kognitif tidak cukup untuk menjelaskan perbedaan dalam capaian prestasi akademik Kusumastuti, (2020).

Terdapat beberapa faktor lain yang berhubungan dengan capaian prestasi akademik salah satunya adalah tingkat kecemasan mahasiswa. Kecemasan belajar adalah keadaan emosional yang ditandai dengan adanya rangsangan fisiologis, perasaan yang tegang dan tidak menyenangkan, dan perasaan khawatir terhadap sesuatu hal buruk yang akan terjadi. Menurut Mukholil, (2018) ada beberapa gejala-gejala kecemasan yang bersifat fisik, yaitu gelisah, pegal-pegal, kedutan pada kelopak mata, ekpresi wajah yang tegang, berkeringat, mulut kering, kencing terus menerus, sulit konsentrasi, tangan sering berkeringat, gangguan perut, jantung berdebar, rasa tersumbat, pada tenggorokan.

Beberapa penelitian terdahulu telah terbukti bahwa kecemasan memiliki hubungan dengan pencapaian prestasi akademik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kusumastuti, (2020)

(3)

didapatkan data bahwa kecemasan merupakan hal yang kerap terjadi di kalangan mahasiswa dengan taraf antara 15% sampai dengan 64,3% mahasiswa dalam sebuah universitas. Pendapat serupa dikemukakan oleh Kusumastuti, (2020) bahwa kecemasan saat belajar adalah prediktor utama kinerja akademik. Sementara menurut Kusumastuti, (2020) juga mengatakan bahwa kecemasan memiliki peran penting dalam pembelajaran siswa dan kinerja akademik serta memiliki efek memfasilitasi dan melemahkan prestasi akademik, Kecemasan belajar juga dapat memengaruhi terhadap indeks prestasi yang diperoleh pada mahasiswa dan menyebabkan terjadinya penurunan indeks prestasi. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan belajar dalam pembelajaran daring dengan indeks prestasi mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo.

Pengertian Indeks Prestasi

Indeks prestasi (IP) adalah hasil dari pembelajaran mahasiswa dari semester awal hingga semester akhir. IP merupakan keseluruhan nilai dari proses belajar yang dilakukan mahasiswa dan menggambarkan hasil belajar mahasiswa selama perkulihan. Hasil belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Menurut Nurlita, (2020) hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar dari kegiatan belajar ditandai dengan adanya perubahan perilaku ke arah positif yang relatif permanen pada diri orang yang belajar.

Faktor-faktor Yang Dapat Memengaruhi Indeks Prestasi (IP).

Menurut Kurniawan et al., (2018) faktor-faktor yang yang memengaruhi belajar digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.

1. Faktor intern merupakan faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, 2. Faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu.

Pengertian Pembelajaran Daring (Online Learning).

Menurut Jayul & Irwanto, (2020) Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi multimedia, video, kelas virtual, teks online, animasi, pesan suara, email, telepon konferensi, dan video steraming online. Pembelajaran dapat dilakukan secara masif dengan jumlah peserta yang tidak terbatas, bisa dilakukan secara gratis maupun berbayar.

Pengertian Kecemasan Belajar

Kecemasan belajar merupakan perwujudan sikap seorang pelajar yang cemas pada bidang akademiknya kerena berbagai faktor. Kecemasan belajar sangat umum terjadi pada siswa dalam kehidupan sehari- hari. Kecemasan belajar merupakan suatu keadaan yang dapat menghambat proses belajar. Kecemasan merupakan pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan mengenai kekhawatiran atau ketegangan berupa perasaan cemas, tegang, dan emosi yang dialami oleh seseorang. (Hudayana et al., 2020).

Faktor-faktor Kecemasan Belajar

Menurut Mukholil, (2018) sumber rasa cemas akan lebih mudah ditelusuri dengan meneliti 3 penyebab dasar, yaitu:

1. Rasa percaya diri yang mungkin terancam oleh keraguan akan penampilan lahiriah maupun kemampuan.

2. Kesejahteraan pribadi kita mungkin terancam oleh ketidakpastian akan masa depan, keraguan dalam pengambilan keputusan dan keprihatinan akan materi.

3. Kesejahteraan kita mungkin terancam oleh berbagai konflik yang tidak terpecahkan.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan, Universitas Halu Oleo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai

(4)

Mei 2022. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk memengaruhi variabel tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo mulai dari angkatan 2015-2021. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proporsional Random Sampling dengan jumlah sampel 40 mahasiswa.

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan angket kecemasan belajar dalam pembelajran daring sebagai variabel (X) yang disusun berdasarkan indikator-indikator kecemasan belajar dalam pembelajaran daring dan menggunakan angket indeks prestasi (IP) sebagai variabel (Y) yang disusun berdasarkan indikator-indikator indeks prestasi.

Angket sebagai alat pengumuplan data yang digunaka untuk mengetahui hubungan kecemasan belajar dalam pembelajaran daring dengan indeks prestasi mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling Universitas Halu Oleo.

Teknik analisis data menggunakan anlisis statistik deskriptif persentase untuk mengetahui Gambaran Indeks Prestasi (IP) mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling Universitas Halu Oleo dan Gambaran kecemasan belajar mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo. Teknik analisis inferensial digunakan untuk pengujian hipotesis.

Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian

Analisis Statistik Deskriptif Persentase

Gambaran Indeks Prestasi (IP) mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo Bagian ini menyajikan deskripsi atau gambaran Indeks Prestasi (IP) mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo.

Tabel 1

Distribusi Frekuensi Indeks Prestasi Sementara Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling

Dari Tabel 1 diperoleh data indeks prestasi sementara mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1 yaitu sebanyak 15 mahasiswa (37.5%) memunyai indeks prestasi sementara dengan kategori sangat baik, 15 mahasiswa (37.5%) memunyai indeks prestasi sementara dengan kategori baik, 4 mahasiswa (10%) memunyai indeks prestasi sementara dengan kategori cukup, 4 mahasiswa (10%) memunyai indeks prestasi sementara dengan kategori kurang, dan 2 mahasiswa (5%) memunyai indeks prestasi sementara dengan kategori gagal.

Interval Angka mutu FrekuensiFrekuensi relatif angka

A 3,20 ≤ AM ≤ 4 15 37.50% Sangat

Baik

B 2,75 ≤ AM ≤ 3,20 15 37.50% Baik

C 2,24 ≤ AM ≤ 2,72 4 10% Cukup

D 1,80 ≤ AM ≤ 2,24 4 10% Kurang

E NA ≤ 1,80 2 5% Gagal

40 100%

Predikat/

kategori

Jumlah

(5)

Gambaran kecemasan belajar mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo Bagian ini menyajikan deskripsi atau gambaran kecemasan belajar mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo

Tabel 2

Distribusi Frekuensi Tingkat Kecemasan Belajar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling

Data pada Tabel 2 diperoleh data kecemasan belajar mahasiswa tahun ajaran 2021.1 yaitu sebanyak mahasiswa (2.5%) memunyai tingkat kecemasan sangat tinggi, 11 mahasiswa (27.50%) memunyai kecemasan tinggi, 15 mahasiswa (37.50%) memperoleh kecemasan belajar sedang, 11 mahasiswa (27.50%) mengalami kecemasan belajar rendah, dan 2 mahasiswa (5%) mengalami kecemasan belajar sangat rendah. Frekuensi interval terbanyak terletak pada interval dengan kategori sedang yaitu 15 mahasiswa (37.50%), maka dapat dikatakan bahwa tingkat kecemasan belajar mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1 secara keseluruhan berada pada kategori sedang.

Analisis Statistik Inferensial

Analisis data untuk mengetahui Apakah ada hubungan antara kecemasan belajar dengan indeks prestasi (IP) mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo dilakukan analisis inferensial. Hasil perhitungan menggunakan SPSS Version seperti tabel berikut.

Tabel 3

Hasil Pengujian Korelasi dan Hipotesis Data Nilai Kecemasan Belajar dan Indeks Prestasi Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo

Berdasarkan Tabel 4.7 di atas, menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,081. Nilai p 0,081 sehingga dapat dinyatakan bahwa kedua variabel dalam penelitian yaitu kecemasan belajar dengan indeks prestasi tidak memiliki hubungan positif.

Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data indeks prestasi mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1 tergolong dalam kategori sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukan bahwa persentase secara keseluruhan 37.5% dengan frekuensi mahasiswa 15 orang. Tetapi, walaupun indeks prestasi mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling

No Interval Kategori Frekuensi 1 Lebih dari 80.67 Sangat

Tinggi 1 2.50%

2 72.41-80.66 Tinggi 11 27.50%

3 63.96-72.40 Sedang 15 37.50%

4 55.60-63.95 Rendah 11 27.50%

5 Kurang dari 55.59 Sangat

Rendah 2 5%

40 100%

Frekuensi Relatif

Jumlah

Indeks Prestasi Sementara 2021.1

Nilai Angket Tes Kecemasan Belajar Pearson

Correlation 1 0.081

Sig. (2-tailed) 0.617

N 40 40

Pearson

Correlation 0.081 1

Sig. (2-tailed) 0.617

N 40 40

Indeks Prestasi Sementara 2021.1

Nilai Angket Tes Kecemasan Belajar

(6)

Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1 sudah sangat baik, masih terdapat beberapa mahasiswa yang memeroleh indeks prestasi dengan kategori gagal yang perlu ditingkatkan kembali.

Pada dasarnya, keterlaksanaan pembelajaran yang baik yang dilakukan oleh mahasiswa tidak lepas dari sejauh mana kesiapan belajar dari mahasiswa tersebut. Kesiapan belajar yang dimaksud adalah mempersiapakan alat dan bahan penunjang pembelajaran dan mental, akan tetapi dalam prakteknya mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1 tidak semua dapat mempersiapakan hal tersebut. Hal ini dibuktikan ketika situasi pembelajaran daring diterapkan diakibatkan virus Covid-19 sebagian mahasiswa mengalami kesulitan belajar diakibatkan kurangnya kesiapan dalam menyiapkan sarana dan prasarananya serta kurangnya kepahaman proses pembelajaran daring sehingga kemungkinan timbul rasa kecemasan yang dapat memengaruhi nilai dari indeks prestasi belajar.

Berdasarkan hasil analisis data nilai kecemasan belajar mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo termasuk dalam kategori sedang. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa persentase secara keseluruhan 37.50%. Hal ini dapat diartikan bahwa saat pembelajaran berlangsung yaitu pembelajaran daring masih terdapat mahasiswa yang mengalami kecemasan belajar. Kecemasan belajar tersebut dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor yang memengaruhi yaitu faktor eksternal dan internal dari mahasiswa tersebut yang nantinya akan memengaruhi hasil belajar atau prestasi belajar.

Hasil uji hipotesis nilai kecemasan belajar dengan indeks prestasi pada mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo yaitu tidak memiliki hubungan positif. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis statistik uji korelasi dengan nilai probabilitas 0.081 lebih besar dari nilai α yaitu 0.05. Artinya kecemasan belajar yang dialami mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tidak memengaruhi nilai indeks prestasi sementara mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1. Hal ini disebabkan pada situasi saat itu rata-rata atau hampir semua mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo sudah mengetahui dalam menggunakan media telekomunikasi sehingga pada saat itu dengan diterapkannya pembelajaran daring tidak membuat mahasiswa sangat kesulitan dalam menggunakan aplikasi pembelajaran daring tersebut dikarenakan sebelumnya mahasiswa sudah lebih dahulu mengetahui penggunaan alat telekomunikasi sehingga tidak kaku dalam menggunakan aplikasi tersebut dan juga dapat memudahkan mahasiswa lebih cepat memahami penggunaan dari aplikasi pembelajaran daring tersebut.

Kecemasan belajar yang timbul dari mahasiswa tersebut dikarenakan beberapa faktor di antaranya yang sering terjadi yaitu gangguan teknis perangkat pembelajaran daring seperti gangguan jaringan, kouta internet habis dan bisa jadi baterai HP lowbet karena listrik padam sehingga mahasiswa mengalami kecemasan pada saat situasi itu yang tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Sedangkan hal yang sangat memengaruhi indeks prestasi mahasiswa yaitu lingkungan belajar, perhatian orang tua, sosial ekonomi, kemandirian belajar dan bimbingan akademik.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sri Widowati. 2018) yang menunjukkan hasil uji korelasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,368. Karena p value >

maka diterima dan ditolak, dengan kata lain bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan indeks prestasi. Menurut (Ita Armyanti, dkk. 2013) tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebagai variabel bebas dengan IP Sementara sebagai variabel terikat tidak didapatkan hubungan yang bermakna (P > 0,05), sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kecemasan tidak berpengaruh terhadap IP Sementara yang merupakan gambaran hasil pembelajaran mahasiswa selama mengikuti pembelajaran di prodi pendidikan dokter.

Selain itu, disebutkan juga faktor yang memengaruhi tidak adanya hubungan antara kecemasan belajar dengan indeks prestasi yang didukung oleh hasil penelitian (Budiyanthy etal, 2017) bahwa adanya lingkungan belajar mahasiswa 5,532 kali berpengaruh terhadap indeks prestasi belajar. Di mana lingkungan belajar lebih besar pengaruhnya dibandingkan kemandirian belajar, perhatian orang tua, dan bimbingan akademik. Sama halnya dengan Penelitian yang dilakukan oleh (Sari, 2019) yang menyatakan perhatian orang tua merupakan faktor terpenting dalam membina sukses belajar, hal ini sejalan dengan dari hasil penelitiannya di mana besarnya pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil

(7)

belajar siswa SMAN 1 Matur, ditunjukan hasil Fhitung dan Ftabel dikatakan Fhitung 62.564 > Ftabel 3.19, yang berarti Ho ditolak maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa SMAN 1 Matur. (Sidabutar, 2020) mengatakan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar, yaitu semakin tinggi motivasi belajar maka semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dari nilai thitung sebesar 17,837 di mana nilai tersebut lebih besar dari ttabel 2,000 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05.

Dari hasil penelitian ini sebagaimana telah dikemukakan pada bagian sebelumnya, memberikan gambaran hubungan antara kecemasan belajar dengan indeks prestasi mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Universitas Halu Oleo tahun pelajaran 2021.1, sehingga dapat dijadikan sebagai wahana evaluasi pembelajaran yang dilakukan ke depannya salah satunya yang digunakan pada saat ini yaitu pembelajaran secara daring (online). Pada akhirnya diharapkan mahasiswa menjadi pelajar yang bisa lebih cekapan dalam menghadapi berbagai perubahan bentuk pembelajaran yang diterapkan saat ini salah satunya model pembelajaran online atau daring dan jugadiharapkan mahasiswa lebih meningkatkan motivasi belajar serta membuat lingkungan belajar yang baik yang nantinya akan memengaruhi hasil prestasi belajar mahasiswa atau indeks prestasi mahasiswa.

Kesimpulan dan Saran Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah dan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa kecemasan belajar pada Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1 berada pada kategori sedang. Indeks Prestasi Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1 berada pada kategori baik. Hubungan kecemasan belajar dengan indeks prestasi mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1 melihat dari nilai probabilitasnya yaitu sebesar 0,081 di mana lebih besar dari nilai α yaitu 0,05 yang artinya tidak ada hubungan kecemasan belajar dengan indeks prestasi mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Halu Oleo tahun ajaran 2021.1.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut:

1. Perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait analisis regresi (pengaruh) terhadap seluruh mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP UHO dengan berbagai tingkatan indeks prestasi semester.

2. Melakukan analisa mendalam terhadap faktor-faktor yang sangat memengaruhi kecemasan belajar yang dialami oleh mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP UHO.

3. Perlu dilakukannya peningkatan mutu sarana dan prasarana yang dimiliki oleh mahasiswa dalam menunjang pembelajaran daring (online).

Daftar Pustaka

Budiyanthy, Dona. (2017). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Indeks Prestasi (IP) Belajar Mahasiswa di Akademi Kholisatur Rahmi Binjai Kisaran Tahun 2017. Wahana Inovasi, Vol. 6 No. 2. Hal. 259-269.

Hudayana, E., Jannah, C., Hartinah, A. S., & Subhi, M. R. (2020). Menurunkan Kecemasan Belajar Santri Baru Melalui Bimbingan dan Konseling. Jurnal Fokus Konseling, Vol. 6, No. 1, Hal. 37–

45.

Jayul, A., & Irwanto, E. (2020). Model Pembelajaran Daring Sebagai Alternatif Proses Kegiatan Belajar Pendidikan Jasmani Di Tengah Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, Vol. 6, No. 2, Hal. 190-199.

(8)

Kurniawan, B., Wiharna, O., & Permana, T. (2018). Studi Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif. Journal of Mechanical Engineering Education, Vol. 4, No. 2, Hal. 156.

Kusumastuti, D. (2020). Kecemasan dan Prestasi Akademik pada Mahasiswa. Analitika, Vol. 12, No.

1, Hal. 22–33.

Mukholil, M. (2018). Kecemasan Dalam Proses Belajar. Eksponen, Vol. 8, No. 1, Hal. 1–8.

Nurlita. (2020). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PKn Melalui Pendekatan Kontekstual Berbasis Masalah Siswa Kelas IV SD Negeri 007 Sidomulyo Tahun Ajaran 2016/ 2017. Jurnal Mitra Pendidikan, Vol. 2, No. 11, Hal. 1337–1346.

Sari, Dira Nurkartika. (2019). Pengaruh Perhatian Orang Tua Hasil Belajar Siswa Di SMA 1 Matur.

Skripsi. Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi.

Sidabutar, M. (2020). Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa. Epistema, Vol. 1, No. 2, Hal. 117–125.

Widowati, Sri. (2018). Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Program D3 Keperawatan. Prosiding. Tantangan Profesi Kesehatan Pada Masa Akan Datang.

Referensi

Dokumen terkait

sering mengajukan pertanyaan yang berbobot; 3) memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah; 4) mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak

Dari beberapa model teori batas diatas dapat kita fahami bahwa pandangan Muhammad Syahrur tentang riba dan zakat termuat pada teori batas yang keenam yaitu “ batas

6) untuk Informasi yang berkaitan dengan uang, dicantumkan mata uang, keterangan apakah nilai tersebut sudah dipotong/dipungut pajak, tarif pemotongan/pemungutan

Terima kasih kepada pihak Museum Nasional yang telah memberikan informasi dan dukungan yang penuh untuk proyek atau tugas akhir kami untuk membuat kios informasi yang

Guru bersama siswa membuat kesimpulan mengenai materi penjumlahan dengan teknik tanpa menyimpan. Guru menyampaikan hasil kerja siswa dan menyebutkan nilai

Pada penelitian ini audit manajemen difokuskan pada penilaian program atau aktivitas pengendalian terhadap sumber daya manusia bagian keuangan yang meliputi proses

Pertama : Menetapkan hasil Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Sertifikasi Guru Agama dalam Jabatan Kuota Tambahan Angkatan III pada LPTK Fakultas Tarbiyah dan

Instrumen kemampuan berpikir kritis kimia siswa sudah dikembangkan dengan mengacu pada indikator pembelajaran untuk digunakan sebagai tes kemampuan berpikir kritis