PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THE TACTICAL GAMES MODEL
TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERMAIN FUTSAL
DAN KOGNISI SISWA SMA PASUNDAN 8 BANDUNG
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata 1 (S1) Kependidikan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Oleh:
Gina Provitasari Aristha
1000622
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN
REKREASI
JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA
FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Pengaruh Model Pembelajaran
The
Tactical Games Model
Terhadap Hasil
Belajar Keterampilan Bermain Futsal Dan
Kognisi Siswa
Oleh
Gina Provitasari Aristha
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan
© Gina Provitasari Aristha 2014 Universitas Pendidikan Indonesia
Juli 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
LEMBAR PENGESAHAN
GINA PROVITASARI ARISTHA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THE TACTICAL GAMES MODEL
TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERMAIN FUTSAL DAN KOGNISI SISWA
(Studi Eksperimen Terhadap Siswa SMA Pasundan 8 Bandung)
disetujui dan disahkan oleh pembimbing :
Pembimbing I
Dr. Hj. Tite Juliantine, M. Pd NIP. 196807071992032001
Pembimbing II
Yusuf Hidayat, M.Si NIP. 196808301999031001
Mengetahui Ketua Program Studi
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THE TACTICAL GAMES MODEL
TERHADAP HASIL KETERAMPILAN BERMAIN DAN KOGNISI SISWA SMA PASUNDAN 8 BANDUNG
(Studi Eksperimen Terhadap Siswa di SMAPasundan 8 Bandung)
Oleh:
Gina Provitasari Aristha
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah “Apakah penerapan model pembelajaran the tactical games model memberikan pengaruh terhadap hasil belajar keterampilan bermain futsal dan hasil belajar kognisi siswa?”. Sesuai dengan latar belakang masalah, peneliti tertarik untuk menguji pengaruh model pembelajaran the tactical games model terhadap hasil belajar keterampilan bermain futsal dan kognisi siswa. Metode yang peneliti gunakan ialah metode eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas Pasundan 8 Bandung sebanyak 32 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakansimplerandom sampling. Untuk mengukur tes keterampilan bermain futsal menggunakan tes passing, shooting, dan dribblingyang diambil dari Andriana (dalam Nurhasan, 2007) dan untuk mengukur hasil belajar kognisi instrumen yang digunakan mengambil dari teori Anderson dengan indikatornya, mempresentasikan, menerjemahkan, mengilustrasikan, memberi contoh, mengategorikan, mengelompokkan, mengabstraksi, menggeneralisasi, mengeksplorasi, memprediksi, memetakan dan mencocokan.Dari hasil pengujian dan analisis data disimpulkan bahwa : 1). Model pembelajaran the tactical games model berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar keterampilan bermain futsal; 2). Model pembelajaran the tactical games model tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognisi siswa.
ABSTRACT
EFFECT OF THE TACTICAL GAMES MODEL LEARNING TO THE PLAY FUTSAL LEARNING OUTCOMES AND STUDENT COGNITION
(Experiment Study of Pasundan 8 Senior High School Student)
Oleh:
Gina Provitasari Aristha
The central issue in this study “Does application of the tactical games model learning given effect to play futsal skills learning outcomes and student cognition?”. In accordance with the preliminary study, it was interested in studying the effect of the tactical games model learning to play futsal skills learning outcomes and student cognition. Method is that it was use experiment methods to design one group pretest postets design. The sample in this study is pasundan 8 senior high school student as many as 38 student. The sampling technique using simple random sampling. To measure the skills to play futsal test using test passing, shooting, and dribbling from Andriana (In Nurhasan, 2007) and it learning outcomes of cognition the instrument used Anderson theory with the indicator, present, translate, illustrate, give examples, to categorize, classifying, abstracting, generalizing, exploring, predicting, mapping and matching. From the result of study and analysis data : 1). The tactical games model learning significantly effect of learning outcomes play futsal skills; 2). The tactical games model learning does not significantly effect of student cognition.
DAFTAR ISI
ABSTRAK ………...
KATA PENGANTAR………...
UCAPAN TERIMA KASIH...
DAFTAR ISI………... DAFTAR BAGAN... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR TABEL ...………...
DAFTAR LAMPIRAN ...………... BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah...…...……….... B. Identifikasi Masalah... C. Rumusan Masalah ... D. Tujuan Penelitian ... E. Manfaat Penelitian ...
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN
A. Kajian Teoritis... 1. Hakikat Belajar...……....………... 2. Hakikat Pembelajaran...………... B. Pendidikan Jasmani………….………... 1. Hakikat Pendidikan Jasmani………... 2. Pengertian Pendidikan Jasmani………... 3. Tujuan Pendidikan Jasmani……… C. Model Pembelajaran The Tactical Games Model…………..
1. Pengertian Model Pembelajaran………. 2. Konsep Model Pembelajaran The Tactical Games Model.. D. Futsal………...
1. Pengertian Futsal………. 2. Keterampilan Bermain Futsal………. E. Struktur Taksonomi Pendidikan Baru………. 1. Dimensi Proses Kognisi……….. 2. Dimensi Proses Kognitif (Memahami)………... F. Kerangka Pemikiran……… G. Hipotesis……….. BAB III METODE PENELITIAN
A. Lokasi Populasi dan Sampel………... B. Desain Penelitian…….………... C. Metode Penelitian….………...
D. Definisi Operasional………
E. Instrumen Penelitian…………...
1. Hasil Belajar Futsal………..……... 2. Tes Kognisi………..……... 3. Uji Instrument Penelitian... 4. Analisis Validasi Instrument...
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengolahan dan Analisa Data…...……….... 1. Deskripsi Data... 2. Analisis data... a. Uji Normalitas... b. Uji Homogenitas... c. Pengujian Hipotesis... B. Pembahasan...
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ………...
B. Saran ………...……..
DAFTAR BAGAN
Bagan
2.1 Teaching Games ForUunderstanding (TGFU) model...15
DAFTAR GAMBAR
Gambar
3.1 Desain Penelitian...36
3.4 Tes Sepak Tahan Bola...………..42
3.5 Tes Dribble………..………..44
DAFTAR TABEL
Tabel
2.2 Dimensi Proses Kognitif ...23
3.7 Kisi-kisi Skala Kognisi ...47
3.8 Kriteria Pemberian Skor ... 49
3.9 Hasil Penghitungan Validitas dan Reliabilitas Instrumen ... 54
4.1 Hasil Penghitungan Rata-rata dan Simpangan Baku Tes Keterampilan Bermain Futsal ...57
4.2 Hasil Penghitungan Rata-rata dan Simpangan Baku Tes Kognisi ... 58
4.3 Hasil Pengujian Uji Normalitas Keterampilan Bermain Futsal ...59
4.4 Hasil Penghitungan Uji Normalitas Kognisi ... 59
4.5 Hasil Uji Homogenitas Keterampilan Bermain Futsal ... 60
4.6 Hasil Uji Homogenitas Kognisi ...60
4.6 Hasil Uji Signifikansi Dua Rata-Rata Hasil Belajar Keterampilan Bermain Futsal ... 61
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
1. Gambaran RPP... 71
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 72
3. Penghitungan Variansi Gabungan dan Uji t ... 73
4. Tabel Hasil Pretest Kognisi...79
5. Tabel Hasil Posttest Kognisi... 80
6. Hasil Pretest Keterampilan Bermain Kelompok Kontrol ... 81
7. Hasil Posttest Keterampilan Bermain Kelompok Kontrol ... 82
8. Hasil Pretest Kognisi Kelompok Kontrol ... 83
9. Hasil Posttest Kognisi Kelompok Kontrol ... 84
10. Hasil Pretest Keterampilan Bermain Kelompok Eksperimen... .85
11. Hasil Posttest Keterampilan Bermain Kelompok Eksperimen ... 86
12. Hasil Pretest Kognisi Kelompok Eksperimen...87
13. Hasil Posttest Kognisi Kelompok Eksperimen ... 88
14. Tabel Uji Normalitas Keterampilan Bermain Kelompok Eksperimen ... 89
15. Tabel Uji Normalitas Kognisi Kelompok Eksperimen ... 90
16. Tabel Uji Normalitas Keterampilan Bermain Kelompok Kontrol... 91
17. Tabel Uji Normalitas Kognisi Kelompok Kontrol... 92
18. Tabel Penghitungan Gain Score...93
19. Tabel Tes Hasil Belajar Kognisi...94
20. Tabel Penghitungan Uji Validitas dan Reliabilitas Instrument...95
21. Dokumentasi Penelitian...96
2.2 Pengesahan Judul serta Penunjukan Dosen Pembimbing skripsi...97
23. Surat Izin Penelitian...98
24. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian...99
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikanmerupakanperanan yang
sangatberpengaruhbagikehidupanmanusiadalammeningkatkankualitashidupse
seorang.Denganpendidikan,
manusiabisamendapatkansebuahpengetahuanatauwawasan yang
barusertaketerampilandalambersosialisasi yang
dapatmembantumeningkatkanderajathidupseseorang,
baiksecaraindividumaupunmasyarakat.
Pendidikanjasmanimerupakanbagian integral daripendidikannasional
yang
tidakbisadipisahkandanmemilikiperananpentingdalammencerdaskanbangsa.Pe
ndidikanjasmani, olahragadankesehatan di sekolahmemberikansumbangan
yang
sangatbesarbagipembetukankesehatanfisikataujasmanisertapembentukankarak
ter yang tidakbisadiperolehdarimatapelajaran yang lain.
Jikapenalaranlainlebihmementingkanpengembanganintelektual,
makamelaluipendidikanjasmaniterbinasekaligusaspekpenalaran,
sikapdanketerampilan.
SeorangpakarpendidikanjasmanidariAmerikaSerikat, Siedentop
(dalam: Abduljabar, 2009)mengatakanbahwa:
Pendidikanjasmanidapatditerimasecaraluassebagai model
pendidikanmelaluijasmani, yang
2
LebihlanjutmenurutMahendra (2009:3) menjelaskanbahwa “Pendidikanjasmanipadahaikatnyaadalah proses pendidikan yang memanfaatkanaktivitasfisikuntukmenghasilkanperubahanholistikdalamkualita sindividu, baikdalamhalfisik, mental, sertaemosional”.
Secararingkasdapatdikatakanbahwapendidikanjasmaniadalahpendidika
ndari, tentang, danmelaluiaktivitasjasmani.
Sepertikitaketahuibahwatujuanpembelajaranpendidikanjasmanimencak
upkedalamtiga domain yaitu, pengembangandalam domain psikomotor,
domain kognitif, dan domain afektif.DipertegasolehMahendra (2009:11) bahwa “Tujuanpembelajaranpendidikanjasmaniituharusmencakuptujuandalam domain psikomotor, domain kognitifdan domain afektif”.
Memangsulitsecaralangsungbahwakegiatan yang
diikutiolehanakdalampendidikanjasmanidapatmeningkatkankemampuanberpi
kiranak.Namundemikiandapatditegaskandisinibahwapendidikanjasmani yang
efektifmampumerangsangkemampuanberpikirdandayaanalisisanakketikaterlib
atdalamkegiatan-kegiatanfisiknya.Pola-polapermainan yang
memerlukantugas-tugastertentuakanmenekankanpentingnyakemampuannalaranakdalamhalmem
buatkeputusan.
Taktik dan strategi yang melekat dalam berbagai permainan pun perlu
dianalisis dengan baik untuk membuat keputusan yang cepat dan tepat. Secara
tidak langsung, keterlibatan anak dalam kegiatan pendidikan jasmani
merupakan latihan untuk menjadi pemikir dan pengambil keputusan yang
mandiri. Dalam kegiatan pendidikan jasmani banyak sekali adegan
pembelajaran yang memerlukan diskusi terbuka yang menantang penalaran
anak. Teknik gerak dan prinsip-prinsip yang mendasarinya merupakan
variasi-3
variasi gerak juga bisa dijadikan rangsangan bagi anak untuk memikirkan
pemecahannya.
Duadaribanyaktujuanpendidikan yang paling
pentingadalahmeretensidanmentransfer (yang mengindikasikanpembelajaran
yang bermakna).Meretensiadalahkemampuanuntukmengingat
materipelajaransampaijangka yang tertentusamasepertimateri yang diajarkan.
Menurut Mayer danWittrock (1996) yang dikutipdariAnderson
(2010:94)menjelaskanbahwa
“Mentransferialahkemampuanuntukmenggunakanapa yang telahdipelajarigunamenyelasaikanmasalah-masalahbaru,
menjawabpertanyaan-pertanyaanbaru,
ataumemudahkanpembelajaranmateripelajaranbaru”.
Pendekatannya, tujuanmeretensimenuntutsiswauntukmengingatapa
yang sudahmerekapelajari,
sedangkanmentransfermenuntutbukanhanyauntukmengingat,
melainkanjugauntukmemahamidanmenggunakanapa yang
sudahmerekapelajari. Denganperkataanlain, meretensiterfokuspada masa lalu,
sementaramentransfermengacupada masa depan.
Ada 6 dimensi proses kognitif tetapi dalam hal ini penulis batasi hanya
bagian memahami saja. Dari kelima dimensi proses kognitif, proses kognitif
yang berpijak pada kemampuan transfer dan di tekankan di sekolah-sekolah
dan di perguruan-perguruan tinggi ialah memahami. Proses-proses kognitif
dalam kategori memahami meliputi menafsirkan, mecontohkan,
mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan dan
menjelaskan.
Didalam standar kompetensi dan kompetensi dasar KTSP (Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan) tahun 2006, didalam ruang lingkup mata
4
salah satu aspek yaitu, aktivitas permainan dan olahraga, yang didalamnya
mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan dan olahraga
beregu yang menggunakan bola besar. Yang termasuk permainan bola besar
salahsatunya adalah sepakbola. Futsal adalah salah satu jenis permainan yang
termasuk kedalam permainan bola besar. Permainan futsal di lingkup sekolah
merupakan permainan sepakbola yang dimodifikasi, baik secara luas
lapangan, jumlah pemain, dan luas serta lebar lapangan. Di sekolah menengah
atas, permainan futsal juga dapat menyalurkan unsur bakat, hobi, dan dapat
membuat siswa merasa senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
pendidikan jasmani.
DipertegasolehHatta (2003:9) yang
dikutipdarihttp://Caturdewanto.blogspot.combahwa:
Olahraga futsal merupakanolahraga futsal mini yang dilakukan di indoor/outdoordenganpanjanglapangan 38-42 meter danlebar 15-25 meter.Dimainkanoleh 5 orang pemaintermasukpenjagagawang. Futsal adalahpermaianan yang hampirsamadenganpermainansepakbola, dimana 2 timmemainkandanmemperebutkan bola diantara para
pemaindengantujuandapatmemasukan bola
kegawanglawandanmempertahankangawangdarikemasukan bola.
Berkaitandenganpermainan futsal
denganduniapendidikankhususnyamatapelajaranpendidikanjasmani,
hendaknyapermainaninidikembangkanmelaluisebuahpembelajaran yang
terarahdanterencanamelaluipenerapan model sertametodepembelajaran yang
tepatdansesuaidengankarakteristikmateriataubahan ajar
sertakondisipesertadidik.
Terdapatbeberapamasalah yang
bersifatumumketikakegiatanpembelajaransedangberlangsung,
khususnyadalampembelajaranpendidikanjasmani.Ada beberapasiswa yang
tidakdapatmengaplikasikankemampuanberpikirmereka
5
keputusan.Solusi yang tepatuntukmengatasibeberapamasalah yang ada di
lapangan, guru pendidikan
jasmanisebelummelaksanakankegiatanbelajarmengajarterlebihdahulumembuat
sebuahrencanapelaksanaanpembelajaran yang
dimanasalahsatuisidarirencanapelaksanaanpembelajarantersebutadalahdalamp
enggunaanpenerapan model, metode, strategidangayamengajar yang
tepatdansesuaidengankarateristikmateriataubahan ajar.
Dalam proses pembelajaran guru dituntutuntukbisamemilih model
pembelajaran yang tepatsesuaidengansituasidankondisisiswa agar
mencapaikeberhasilandalambelajar.Salah satunyaadalah model
pembelajaranthe tactical games model.
MenurutJuliantine,dkk (2013:143) mengemukakan bahwa:
Modelpembelajaranthe tactical games modeladalahsebuah model
pembelajaran yang
berfokuspadaminatsiswadalamsuatustrukturpermainanuntukmemprom osikanpengembanganketerampilandanpengetahuantaktikal yang diperlukanuntukpenampilanpermainan.
Peneliti memandang bahwa dengan menerapkan model pembelajaran
the tactical games model tujuan pembelajaran dari aspek kognitif dan psikomotorik dapat tercapai. Model pembelajaran the tactical games
modelsebuah model pembelajaran yang memfokuskan padaminatsiswadalamsuatustrukturpermainanuntukmempromosikanpengemba
nganketerampilandanpengetahuantaktikaldalam sebuah penampilan
permainan.Sedangkanpembelajarankognitifmemfokuskanpadaupayamenanam
kanmateripembelajaran masukkedalamalampikiransiswa,
sehinggaterbentukstrukturpengetahuantertentu.Pembelajaranpendekatantaktik
aldalampendidikanjasmaniadalahbagiandaripembelajarankognitif.
Pada saat guru menggunakan salah satu model pembelajaran akan
6
Nasution (2006:36)yang dikutipdarihttp://hasiltesguru.com, “Hasilbelajaradalahhasildarisuatuinteraksitindakbelajarmengajardanbiasanyad itunjukandengannilaites yang diberikan guru”.
Hasil belajar dibagi menjadi tiga yaitu, hasil belajar kognitif, afektif,
dan psikomotor. Dipertegas oleh Afdal yang dikutip dari
http://elearning.milaulas.com, bahwa “Ada 3 aspek penting yang harus
dijadikan pertimbangan dalam hasil belajar yaitu, penilaian ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor”. Dalam hal ini peneliti membatasi hasil belajar tersebut dengan hanya mengukur hasil belajar psikomotor
(keterampilan)danmengukurhasilbelajarkognisi. Terdapat beberapa faktor
yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa khususnya hasil belajar dalam
aspek psikomotor. Salah satunya adalah kemampuan motorik siswa yang
berbeda-beda. Peneliti mengukur hasil belajar futsal secara keseluruhan
karena dalam permainan futsal sangat mengandalkan skill individu, membutuhkan sirkulasi bola yang sangat tinggi serta menuntut siswa harus
berpikir taktis dalam mengambil sebuah keptusan.
Untukmenguasaiketerampilantersebutsiswaharusmampumenguasaiteknikdasar
dalambermain futsal.
Dari pemaparandiatas, penulistertarikuntukmengkaji permasalahan
tersebut denganjudul “PengaruhModel Pembelajaran The Tactical Games ModelTerhadap Hasil Belajar KeterampilanBermain Futsal Dan Kognisi Siswa SMA PASUNDAN 8 Bandung”.
B. IdentifikasiMasalah
Berdasarkanlatarbelakangmasalah yang telahdikemukakan,
makamasalah-masalah yang dapatdiidentifikasiadalahsebagaiberikut :
1. Siswabelumdapatmengaplikasikankemampuanberpikirmereka
7
2. Kurangnyapemahamn guru dalammenerapkan model pembelajaranthe tactical games model.
C. Masalah Penelitian
Masalahpenelitianmerupakansuatupertanyaan yang
akandicarikanjawabannyamelaluipengumpulan data, dananalisisdari data
tersebut,
sehinggapadaakhirnyaakanmenjadisebuahkesimpulanatauhasildarisebuahpene
litian. Berdasarkanuraianlatarbelakangmasalahdiatas, masalahpenelitian yang
penulisrumuskanadalah :
1. Bagaimana pengaruh model pembelajaran the tactical games modelterhadap hasil belajar keterampilan bermain futsal?
2. Bagaimana pengaruh model pembelajaran the tactical games
modelterhadap hasilbelajarkognisi siswa?
D. Tujuan Penelitian
Sesuaidenganlatarbelakangdanmasalahpenelitian,
makatujuanpenelitianiniadalahsebagaiberikut:
1. Mengetahui pengaruh penerapan model pembelajran the tactical games model terhadap hasil belajar keterampilan bermain futsal.
2. Mengetahui pengaruh penerapan model pembelajran the tactical games model terhadap hasil kognisi siswa.
E. Manfaat Penelitian
Berdasarkantujuanpenelitian yang penulispaparkandiatas,
makapenelitianinidiharapkanmemberimanfaatsepertiberikut.
8
Secara teoritis peneliti ini dapat dijadikan sumbangan pikiran
untuk bahan pengajaran dan pembelajaran pendidikan jasmani
dalam upaya meningkatan hasil belajar keterampilan bermain
futsal dan kognisi siswa.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai program
alternatif untuk sekolah, dan khususnya untuk guru pendidikan
jasmani dalam upaya meningkatkan hasil belajar keterampilan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :
Kesimpulan khusus yang diperoleh dari penelitian ini adalah :
1. Terdapat pengaruh yang signifikan dalam menerapkan model
pembelajaranthe tactical games modelterhadaphasilbelajarketerampilan
bermain futsal.
2. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dalam menerapkan
modelpembelajaranthe tactical games modelterhadaphasilbelajarkognisi siswa.
B. Saran
Berdasarkan penelitian, beberapa saran yang diberikan, yaitu :
1. Melihat dari antusiasme para siswa dalam mengikuti bentuk-bentuk
permainan yang diberikan oleh guru dalam proses pembelajaran
pendidikan jasmani, model pembelajaran the tactical games model dapat dijadikan satu referensi bagi setiap guru pendidikan jasmani karena dalam
model ini menggunakan pendekatan game-drill-game yang dimana dalam setiap proses pembelajaran selalu menerapkan bentuk-bentuk permainan,
serta model ini juga dapat memberikan pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap hasil belajar siswa khususnya dalam aspek psikomotor
dan kognisi.
2. Agar tujuan pembelajaran dapat dicapai hendaknya guru yang akan
menerapkan model pembelajaran the tactical games model dapat memahami karakteristik serta prinsip-prinsip dalam mengajar didalam
59
3. Bagi setiap guru pendidikan jasmani diharapkan dalam setiap proses
pembelajaran pendidikan jasmani, luaran atau hasil belajar yang
didapatkan oleh siswa tidaklah hanya menekankan pada aspek psikomotor
DAFTAR PUSTAKA
Abduljabar, Bambang. (2009)Pembelajaran Manajemen Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Bandung: Prodi PJKR.
Abduljabar, B. dan Darajat J.K.N (2010)Modul Aplikasi Statitiska Dalam Penjas. Bandung: Prodi PJKR.
Abduljabar, Bambang. (2011)Pedagogi Olahraga. Bandung: Prodi PJKR.
Anderson, L.W.dan Kratwohl D.R. (2010)Pembelajaran, Pengajaran, Dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Andriana, Irvan. (2013) Pengaruh Model Pembelajaran Taktis Antara Kelompok Motorik Tinggi Dan Motorik Rendah Terhadap Hasil Belajar Permainan Futsal. Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia.
Arikunto, Suharsimi. (2010) Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Azwar, Saiffudin. (2012) Penyusunan Skala Kognisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Berry. (2013) Konsentrasi Dalam Olahraga. [Online]. Tersedia di:
http://mybherry.blogspot.com/2013/02/konsentrasi-dalam-olahraga.html [Diakses
2 Juni 2014].
Dewanto, C. (2009)Pengertian Futsal. [Online]. Tersedia
di:http://Caturdewanto.blogspot.com/2009/12/pengertian-futsal.html[Diakses 1
Oktober 2013].
Djauhara, D. (2012)Pemahaman Sebagai Pernyataan. [Online]. Tersedia di:
http://dirman-djauhara.blogspot.com/2012/09/pemahaman-sebagai-pernyataan.html [Diakses 18 Februari 2014].
61
Lhaksana, J. (2011)Taktik dan Strategi Futsal Modern. Jakarta: Be Champion.
Mahendra, Agus. (2009)Asas Falsafah Pendidikan Jasmani. Bandung: Prodi PJKR.
Metzler, Michael.W. (2000)Instructional Models For Physical Education. Boston: Allyn and Bacon. USA
Poerwadarminta, W. J. S. (2008)Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Rasyidin, W. dkk. (2007)Landasan Pendidikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Sanjaya. (2012)Pengertian Hasil Tes Belajar. [Online]. Tersedia
di:http://hasiltesguru.com/2012/04/pengertian-hasil-belajar.html[Diakses 1
Oktober 2013].
Sugiyono. (2013)Metode Penelitian Pendidikan – Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Suharto. (2008)Transformasi Variabel Ordinal. [Online]. Tersedia di: http://suhartoumm.blogspot.com/2008/12/transformasi-variabel-ordinal [Diakses
31 Mei 2014].
Suntoda, A. dkk. (2013)Modul Tes dan Pengukuran Penjas. Bandung: Prodi PJKR FPOK UPI.
Suprastyo. (2011)Pengertian keterampilan macam-macam. [Online]. Tersedia di:
http://kangmr.blogspot.com/2011/08/pengertian-keterampilan-macam-macam.html[Diakses 20 Februari 2014].
62
Gina Provitasari Aristha, 2014
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THE TACTICAL GAMES MODEL TERHADAP HASIL BELAJAR