Informasi Dokumen
- Penulis:
- Ardani Pramono
- Pengajar:
- Dr. Fatchul Arifin, S.T., M.T.
- Handaru Jati, ST.,M.M, M.T, Ph.D
- Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
- Mata Pelajaran: Pendidikan Teknik Informatika
- Topik: Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pembuatan Presentasi Berbasis Flash untuk Mata Pelajaran Kompetensi Keahlian Multimedia Kelas XI di SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara
- Tipe: skripsi
- Tahun: 2016
- Kota: Yogyakarta
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Dalam bab ini, penulis menjelaskan latar belakang masalah yang dihadapi siswa kelas XI multimedia di SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara, terutama dalam penggunaan software Adobe Flash CS3. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran pembuatan presentasi multimedia. Penulis juga mengidentifikasi masalah yang ada, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, spesifikasi produk yang dikembangkan, serta manfaat penelitian baik secara teoritis maupun praktis.
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Siswa kelas XI multimedia mengalami kesulitan dalam menggunakan Adobe Flash CS3 untuk pembuatan presentasi multimedia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran interaktif yang dapat memfasilitasi pemahaman mereka terhadap software tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
1.2 Identifikasi Masalah
Masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini meliputi kurangnya pengetahuan siswa tentang pengoperasian Adobe Flash CS3, kesulitan dalam memahami materi kompetensi keahlian multimedia, serta tidak adanya media pembelajaran interaktif yang dapat membantu proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut melalui pengembangan media yang efektif dan efisien.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Flash yang dapat digunakan oleh siswa dalam membuat presentasi multimedia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menilai kelayakan media yang dikembangkan berdasarkan aspek usability, sehingga dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas.
II. KAJIAN PUSTAKA
Bab ini membahas teori-teori yang relevan dengan pengembangan media pembelajaran interaktif. Penulis menguraikan definisi media pembelajaran interaktif, landasan teoritis penggunaannya, serta fungsi dan manfaatnya. Selain itu, penulis juga menjelaskan berbagai jenis media pembelajaran dan kriteria penilaian kualitas serta usability media pembelajaran yang harus diperhatikan.
2.1 Media Pembelajaran Interaktif
Media pembelajaran interaktif adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi dan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Dengan menggunakan media ini, siswa dapat lebih mudah memahami materi yang diajarkan, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Media interaktif dapat berupa aplikasi berbasis komputer yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan konten pembelajaran.
2.2 Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar memiliki banyak manfaat, antara lain dapat meningkatkan perhatian siswa, membantu pemahaman materi, serta mempermudah penyampaian informasi. Media pembelajaran juga dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa.
2.3 Kriteria Penilaian Kualitas Media
Kualitas media pembelajaran harus memenuhi kriteria tertentu agar dapat digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran. Kriteria ini meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, serta kualitas teknis. Selain itu, aspek usability juga harus diperhatikan untuk memastikan bahwa media tersebut dapat digunakan dengan efektif, efisien, dan memuaskan bagi siswa.
III. METODE PENELITIAN
Bab ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, termasuk model pengembangan media yang diadopsi, langkah-langkah dalam pengembangan, serta subjek dan teknik pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Luther yang terdiri dari enam tahap: konsep, desain, pengumpulan bahan, pembuatan, pengujian, dan distribusi.
3.1 Model Pengembangan
Model pengembangan Luther dipilih karena memberikan panduan yang jelas dalam proses pengembangan media pembelajaran. Setiap tahap dalam model ini dirancang untuk memastikan bahwa media yang dihasilkan memenuhi kebutuhan pengguna dan dapat digunakan secara efektif dalam konteks pembelajaran.
3.2 Langkah-Langkah Pengembangan
Langkah-langkah dalam pengembangan media pembelajaran meliputi pengonsepan tujuan, perancangan media, pengumpulan bahan, pembuatan media, pengujian, dan pendistribusian. Setiap langkah dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa media yang dikembangkan dapat digunakan dengan baik oleh siswa.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui pengujian media oleh ahli materi dan ahli media, serta umpan balik dari siswa sebagai pengguna akhir. Pengujian dilakukan untuk menilai kualitas dan kelayakan media yang dikembangkan, dengan menggunakan instrumen yang telah ditentukan sebelumnya.
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menyajikan hasil dari pengembangan media pembelajaran interaktif dan analisis data yang diperoleh dari pengujian. Penulis membahas hasil kelayakan media berdasarkan penilaian ahli dan umpan balik siswa, serta mendiskusikan implikasi dari hasil penelitian terhadap proses pembelajaran di kelas.
4.1 Hasil Pengembangan Media
Media pembelajaran interaktif yang dikembangkan telah berhasil diimplementasikan dengan baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa media tersebut memenuhi kriteria kelayakan dari ahli materi dan ahli media, serta mendapatkan penilaian positif dari siswa. Media ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan.
4.2 Analisis Data
Analisis data menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Flash memiliki tingkat kelayakan yang tinggi. Penilaian dari ahli materi mencapai 88,04%, ahli media 83,03%, dan siswa 86,21%, yang semuanya berada dalam kategori sangat layak. Hasil ini menunjukkan bahwa media ini efektif dalam mendukung proses pembelajaran.
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Media yang dikembangkan tidak hanya membantu siswa dalam belajar menggunakan Adobe Flash CS3, tetapi juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan media pembelajaran di masa mendatang. Penulis menekankan pentingnya penggunaan media pembelajaran interaktif dalam pendidikan, serta perlunya penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas media yang ada.
5.1 Kesimpulan
Media pembelajaran interaktif pembuatan presentasi berbasis Flash yang dikembangkan dalam penelitian ini terbukti efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran di SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara. Media ini dapat membantu siswa dalam memahami materi dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan Adobe Flash CS3.
5.2 Saran
Disarankan agar pihak sekolah dan guru mempertimbangkan penggunaan media pembelajaran interaktif dalam proses belajar mengajar. Penelitian lebih lanjut juga perlu dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa di masa depan.