BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komunikasi massa merupakan disiplin ilmu yang umumnya lebih muda dibandingkan disiplin ilmu lainnya. Pada dasarnya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak dan elektronik). Media massa yang termasuk dalam komunikasi massa ini dihasilkan oleh teknologi canggih. Media massa yang dimaksud menunjuk hasil produksi teknologi modern sebagai saluran dalam komunikasi massa
Media massa pada dasarnya adalah media diskusi publik tentang suatu masalah yang melibatkan tiga pihak, yaitu wartawan, sumber berita, dan khalayak. Ketiga pihak itu mendasarkan keterlibatannya pada peran sosial masing-masing dan hubungan diantara mereka tebentuk melalui operasional teks yang terkonstruksi.
Media massa sebagai bentuk nyata dari pers, memiliki kecenderungan dalam menyampaikan suatu informasi. Kecenderungan tersebut disebabkan karena faktor-faktor yang memengaruhi media tersebut. Nilai berita yang tinggi adalah alasan utama mengapa sebuah peristiwa disampaikan kepada khalayak, sehingga peristiwa ini terus-menerus ditampilkan. Bagaimana media massa menghadirkan suatu informasi kepada khalayak dengan “gaya” penulisannya sendiri. Media berperan mendefinisikan bagaimana realitas seharusnya dipahami, bagaimana realitas itu dijelaskan dengan cara tertentu kepada khalayak.
khalayak. Femina Group misalnya menerbitkan 12 jenis majalah wanita diantaranya; “Femina, Gadis, Ayah Bunda, Dewi, Fit, Cita Cinta, Pesona, Seventeen, Reader Diegest, Parenting, Estetica, Cleo,”.
Majalah perempuan memiliki bagian rubrik yang menarik dan mampu memikat perhatian pembaca, seperti rubrik fesyen, mode, kesehatan, kecantikan, info kuliner dan wisata, rupa-rupa, profil, serta berbagai resep makanan, minuman, dan kue. Rubrik kecantikan misalnya, memiliki daya tarik yang mampu memikat pembaca perempuan. Rangkaian tips dan info kecantikan disajikan secara detail dalam rubrik ini, begitupun dengan rangkaian foto dan gambar dari model perempuan dan perlengkapan kecantikan.
Berbagai rubrik ini pula yang mampu menginspirasi dan memotivasi pembaca perempuan untuk masuk dan menyelami informasi yang diberikan oleh majalah tersebut. Melalui majalah juga, perempuan diberikan pemaknaan dan penafsiran terhadap suatu realitas yang tersaji di dalamnya. Sama seperti berita, artikel yang dimuat oleh majalah merupakan bagian dari konstruksi atas realitas yang ada di masyarakat. Melalui artikel dan berbagai iklan yang ada di dalam majalah tersisip ideologi yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Majalah perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam mempersepsi dan mempengaruhi pembaca mereka terhadap pola pikir pembaca perempuan terhadap apa yang mereka miliki.
1.2 Rumusan Masalah
Bedasarkan latar belakang permasalahan, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana konstruksi pemakaian kata dalam rubrik kecantikan di Majalah Femina?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konstruksi pemakaian kata dalam rubrik kecantikan di Majalah Femina.
1.4 Manfaat Akademik
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak dan elektronik). Massa dalam arti komunikasi massa lebih menunjuk pada penerima pesan yang berkaitan dengan media massa. Dengan kata lain, massa yang dalam sikap dan perilakunya berkaitan dengan peran media massa. Oleh karena itu, massa disini merujuk kepada khalayak, audien, penonton, pemirsa, atau pembaca. Dan yang menjadi media antara lain: televisi, radio, internet, majalah, koran, tabloid, buku, dan film.
Pengertian diatas menunjukan bahwa komunikasi massa merupakan komunikasi yang ditujukan kepada khalayak yang sangat banyak, atau biasa disebut massa. Tapi ini tidak berarti bahwa massa yang dimaksud ialah orang-orang yang hanya menonton televisi atau membaca koran, melainkan dapat diartikan sebagai masyarakat dalam arti luas. Lalu disebutkan juga bahwa komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan melalui pemancar-pemancar audio dan atau visual.
2.2 Media Cetak
Surat kabar merupakan satu media yang mempunyai karya-karya sebagai salah satu media komunikasi massa yang bersifat umum berupa penerbitan yang teratur waktu terbitnya, dilengkapi dengan milik sendiri berupa percetakan, alat-alat foto, klise, mesin-mesin stenlis, dan alat-alat tehnik lainnya.
atau tabloid. Spesifikasi menambah pula pada bidang hiburan, otomotif, agama, kesehatan, sampai majalah keluarga.
Media surat kabar atau sering disebut media cetak merupakan alat komunikasi untuk masyarakat yang boleh dimanfaatkan untuk semua rang yang dibuat dalam percetakan atau mencetak terlebih dahulu.
Ada beberapa bentuk media cetak atau surat kabar, yaitu:
a. Surat kabar adalah kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan sebagainya yang dicetak dalam lembaran kertas berukuran plano, terbit secara teratur bisa setiap hari atau seminggu sekali.
b. Majalah adalah kumpulan berita, cerita, iklan, dan sebagainya yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran kuarto atau folio dan dijilid dalam bentuk buku, terbitnya teratur, bisa seminggu sekali, dua minggu sekali, atau satu bulan sekali
c. Tabloid adalah kumpulan berita, cerita, iklan, dan lain sebagainya, yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran broadsheet (lebih kecil dari ukuran plano), dilipat seperti surat kabar, terbitnya teratur, bisa seminggu sekali, dua minggu sekali, atau satu bulan sekali.
d. Buletin adalah kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan lain sebagainya, yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran broadsheet, dapat dilipat seperti surat kabar, terbitnya tidak teratur, biasa disebut dengan penerbitan berkala.
e. Buku adalah tulisan tentang ilmu pengetahuan, essai, cerita panjang, dan sebagainya, yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran setengah kuarto atau folio dan dijilid dengan rapi.
2.3 Majalah
dibedakan atas majalah nulanan, tengah bulan, mingguan, dan sebagainya. Dan menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, majalah khusus wanita, remaja, olahraga, sastra, dan ilmu pengetahuan tertentu.”
Mengenai majalah Dja’far Assegaf berpendapat majalah adalah publikasi atau terbitan secara berkala yang memuat artikel dari berbagai penulis. Sedangkan menurut Slamet Suseno majalah tidak hanya soal waktu terbit dan bentuknya saja, melainkan juga isinya. Kalau Koran lebih banyak berisi berita kejadian aktual,ulasan berita, kolm opini, dan infomasi yang bersifat penerangan. Maka majalah lebih banyak berisi feature penyuluhan, artikel masalah, pendirian penulisnya, cerita kocak, laporan hasil penyidikan, sajak dan jenis-jenis kesusastraan lainnya, seringkali disertai foto dan ilustrasi.
2.4 Rubrik
Rubrik adalah “pers: kelompok karangan, tulisan, atau berita yang diigolongkan atas dasar aspek atau tema tertentu.
Rubrik meupakan istilah belanda yang berarti ruangan pada surat kabar, majalah, atau media cetak lainnya mengenai suatu aspek atau kegiatan dalam kehidupan masyarakat, misalnya rubrik wanita, rubrik olah raga, rubrik pendapat, rubrik pembaca, dan sebagainya.
2.5 Lay Out
Definisi Lay Out adalah susunan atau komposisi dan tata letak yang terdapat dalam setiap halaman majalah baik itu tulisan atau gambar yang dirancang serta di satu padukan menjadi sebuah keharmonisan.
2.6 Penelitian terdahulu
yang disusun oleh Fausta Christy Advent. D, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya Universitas Pakuan Bogor.
Kedua, penelitian yang ditulis oleh Nuraini (Fikom, Jayabaya, 2006) yang berjudul “Konstruksi Realitas Berita di Media Massa”.
2.7 Alur Berpikir terdapat ilustrasi, beragam informasi, opini dan hiburan komunikasi massa.
4. Analisis wacana merupakan suatu kajian yang menenliti atau menganalisis bahasa yang digunakan
secara alamiah,baik dalam
bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyrakat. Kajian terhadap suatu wacana dapat dilakukan secara struktural dengan menghubungkan anatara teks dan konteks, serta melihat
suatu wacana. Secara
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian Analisis Wacana
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana. Analisis wacana merupakan suatu kajian yang menenliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah,baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyrakat. Kajian terhadap suatu wacana dapat dilakukan secara struktural dengan menghubungkan anatara teks dan konteks, serta melihat suatu wacana secara fungsional dengan menganalisis tindakan yang dilakukan seseorang untuk tujuan tertentu untuk memberikan makna kepada partisipan yang terlibat. Data yang digunakan dalam analisis wacana adalah dengan cara berfokus kepada pengkontruksian secara kewacanaan yang meliputi teks tulis yang berupa ragam tulisan, dan teks lisan yang berupa ragam tuturan.
3.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data dan penelitian kualitatif ini yaitu dimana peneliti tidak menggunakan angka atau rumus statistik dalam mengumpulkan data dan dalam memberikan penafsiran terhadap hasilnya.
3.3 Objek Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti memilih objek yang akan diteliti adalah konstruksi pemakaian kata dalam rubrik kecantikan di majalah femina.
3.4 Teknik Pengumpulan Data A. Data Primer
Dokumentasi
Dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk menelusuri data historis (Kartono, 2005 : 34). Peneliti melakukan pengambilan data dari Majalah Femina edisi Januari – Desember 2012.
B. Data Sekunder
Studi Kepustakaan
Mengumpulkan data melalui sumber-sumbernya yang berada di perpustakaan seperti buku-buku, surat kabar, dan bahan kepustakaan lainnya (Kartono : 2005 : 7) dalam hal ini, peneliti memperoleh data dengan cara membaca beberapa majalah femina di bagian rubrik kecantikan.
3.5. Teknik Analisis Data
Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough, proses analisis data yang akan dilakukan dalam penelitian ini mencakup analisis-analisis berikut:
3.5.1 Analisis Teks
gambaran identitas wartawan, khalayak, dan partisipan berita yang juga terdapat di dalam teks. Ketiga unsur tersebut akan tercermin dalam analisis-analisis bahasa. Dalam analisis bahasa, wujud-wujud kebahasaan yang terdapat di dalam teks akan dianalisis dengan pendekatan linguistik. Namun, setiap kata atau kalimat yang terdapat di dalam teks tidak akan dibahas satu persatu secara detil. Wujud-wujud kebahasaan yang akan dibahas secara detil adalah wujud-wujud kebahasaan yang paling menarik apabila ditinjau dari pandangan kritis.
DAFTAR PUSTAKA
Nurudin, Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta: Raja Grafindo, 2007)
Dja’far H. Assegaf. Jurnalistik Masa Kini, Pengantar Kepraktek Kewartawanan, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1983)
Slemet Suseno, Teknik Penulisan Ilmu Popular, Kiat Menulis Non-Fiksi Untuk Majalah, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1997)
Harimurti Kridalaksana, Leksikan Komunikasi, (Jakarta: Pradnya Paramita, 1984)