• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan Laporan Pendahuluan Pekerjaan Pe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Paparan Laporan Pendahuluan Pekerjaan Pe"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan, atas hikmat dan pengetahuan yang daripada-Nya Laporan

Pendahuluan Pekerjaan Penyusunan RPI2JM 5 KSN (KSN PBTS ACEH-SUMUT,

SULUT-GORONTALO-SULTENG, RIAU-KEPRI, KSN PBPB SABANG, dan KSN PACANGSANAK) serta

KAWASAN SEI MANGKEI DAN SEKITARNYA dapat selesai pada waktunya.

Sesuai hasil pertemuan dengan tim teknis Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional

Ditjen Penataan Ruang, Laporan Pendahuluan ini terdiri atas beberapa bab yakni Bab 1

Pendahuluan, Bab 2 Pemahaman Terhadap RPI2-JM, Bab 3 Metodologi, Bab 4 TUJAKSTRA 5

KSN dan Sei Mangkei, Bab 5 Rencana Kerja dan Struktur Organisasi Pekerjaan, dan Bab 6

Inventarisasi Kebijakan Spasial dan Pembangunan.

Tim Konsultan telah melakukan presentasi/pemaparan pada tanggal 30 April 2014 dan

berdasarkan masukan dari Satuan Kerja Pengembangan Wilayah Nasional, diharapkan konsultan dapat memberikan jadwal ‘krisis’ pengerjaan berdasarkan pengalaman 3 tahun yl. Untuk itu didalam Laporan ini akan disandingkan jadwal normal (sesuai KAK) yang telah

diarahkan pada Kerangka Acuan Kerja dengan jadwal ‘krisis’ yang merupakan bagian dari strategi konsultan untuk menjawab tantangan yang selalu muncul pada penyusunan

Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Bidang Pekerjaan

Umum pada Kawasan Strategis Nasional.

Tim Konsultan pada pekerjaan ini dipimpin oleh Bpk. Ir. Luthfy Aziz Lubis, MT, Bpk. Tiar

Pandapotan Purba, ST, Ibu Vivin, ST, Ibu Linda, ST, MT, Bpk Wendy Laksmono, ST, Ibu

Risa, ST, Ahli GIS dan Para Asisten dibawah manajemen PT. Prospera Consulting Engineers.

Kata Kunci pada pekerjaan ini adalah rencana; program; investasi; infrastruktur; pekerjaan

umum; kebijakan spasial; kebijakan pembangunan.

Jakarta, 1 Mei 2013

(4)

Daftar Isi

Kata Pengantar ... 3

Daftar Isi ... 4

Daftar Tabel ... 5

Daftar Gambar ... 5

Daftar Peta ... 5

Bab 1 Pendahuluan ... 7

Latar Belakang ... 7

Maksud dan Tujuan ... 8

Sasaran dan Keluaran ... 9

Manfaat ... 10

Ruang Lingkup Pekerjaan ... 10

Ruang Lingkup Wilayah ... 12

Keluaran ... 15

Sistematika Pembahasan ... 15

Bab 2 Pemahaman Terhadap RPI2-JM ... 23

Pengertian RPI2-JM Bidang Pekerjaan Umum Pada KSN ... 23

Kedudukan RPI2-JM dalam Peraturan Perundangan Lainnya ... 23

Kedudukan RPI2-JM dalam SPS dan SPP ... 24

Fungsi ... 25

Asas ... 26

Muatan ... 26

Landasan Hukum ... 27

Bab 3 Metodologi ... 29

Problems Experience and Approach ... 29

Prosedur Penyusunan ... 30

Tahap 1 Identifikasi dan Inventarisasi ... 31

Tahap 2 Perumusan Rencana Terpadu ... 38

Tahap 3 Sinkronisasi Program ... 41

(5)

Tahap 5 Penyepakatan Rancangan RPI2JM ... 55

Bab 4 TUJAKSTRA 5 KSN dan Kawasan Sei Mangkei ... 58

TUJAKSTRA KSN PBPB Sabang ... 58

TUJAKSTRA Pengembangan KEK Kawasan Sei Mangkei... 64

TUJAKSTRA KSN Perbatasan Aceh – Sumatera Utara ... 68

TUJAKSTRA KSN Perbatasan Riau – Kepulauan Riau ... 72

TUJAKSTRA KSN Perbatasan Sulawesi Tengah – Gorontalo – Sulawesi Utara ... 76

TUJAKSTRA KSN PACANGSANAK ... 79

Bab 5 Rencana Kerja dan Struktur Organisasi Pekerjaan ... 84

Rencana Kerja ... 84

Struktur Organisasi Pekerjaan ... 86

Bab 6 Inventarisasi Kebijakan Spasial dan Pembangunan ... 92

Penutup ... 107

Daftar Tabel

Daftar Gambar

(6)
(7)

Bab 1 Pendahuluan

Latar Belakang

Kawasan Strategis Nasional atau disingkat KSN adalah wilayah yang penataan ruangnya

diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap

kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, pertumbuhan ekonomi,

kesejahteraan sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan

sebagai warisan dunia. Dalam rangka penataan ruang pada KSN, pemerintah melalui PP No.

26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) telah menetapkan

sebanyak 74 KSN, dan saat ini juga telah menyiapkan Rancangan Peraturan Presiden

(Raperpres) tentang Rencana Tata Ruang (RTR) KSN pada seluruh KSN yang ditetapkan

dalam RTRWN.

Untuk mewujudkan berbagai arahan pengembangan dan penataan ruang pada KSN

tentunya perlu didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai dan mampu

menjawab berbagai kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Namun berdasarkan realita

yang terjadi selama satu decade terakhir, penyediaan infrastruktur di Indonesia masih

mengalami berbagai permasalahan, terutama akibat belum fokusnya sasaran kewilayahan

yang akan didorong, belum sinergisnya program pembangunan infrastruktur, serta belum

efektifnya sistem penganggaran pembangunan infrastruktur.

Rencana Tata Ruang yang semestinya memiliki fungsi sebagai alat koordinasi pembangunan

infrastruktur. Namun dalam implementasinya, rencana tata ruang belum menjadi acuan

sektor dalam pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur bidang pekerjaan umum.

Akibatnya dewasa ini terjadi ketidakterpaduan dalam pembangunan infrastruktur.

Dalam rangka mewujudkan keterpaduan pembangunan infrastruktur pada KSN, perlu

disiapkan perencanaan program infrastruktur khususnya bidang Pekerjaan Umum (PU) yang

berbasis penataan ruang. Sehubungan dengan itu, pemerintah melalui Ditjen. Penataan

Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan suatu acuan bagi perencanaan

pembangunan infrastruktur bidang PU pada KSN, yang disebut dengan Rencana Terpadu

dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2-JM) bidang PU pada KSN, serta

(8)

RPI-2 JM bidang PU pada KSN adalah dokumen rencana terpadu pembangunan infrastruktur

tahunan bidang pekerjaan umum pada KSN dalam periode 5 (lima) tahun yang berisi

sinkronisasi program pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum, baik yang

dilaksanakan dan dibiayai oleh Pemerintah, pemerintah daerah, maupun oleh masyarakat.

Penyusunan (RPI2-JM) merupakan amanat dari PP No. 15 Tahun 2010 tentang

Penyelenggaraan Penataan Ruang, Pasal 102 dan PP No.26 Tahun 2007 tentang Penataan

Ruang. Dalam Pasal 102 PP No. 15 Tahun 2010 tersebut, dinyatakan bahwa ketentuan

mengenai pedoman penyusunan program pemanfaatan ruang, pembiayaan program

pemanfaatan ruang, dan pelaksanaan program pemanfaatan ruang, ditetapkan dengan

peraturan menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang perencanaan

pembangunan nasional.

Terkait dengan hal tersebut, Direktorat Penataan Ruang Wilayah Nasional, Kementerian

Pekerjaan Umum, pada TA 2014 merasa perlu untuk melakukan kegiatan Penyusunan

RPI2-JM pada 5 KSN meliputi:

1. KSN Perbatasan Negara di Aceh -Provinsi Sumatera Utara,

2. KSN Perbatasan Negara di Provinsi Gorontalo - Provinsi Sulawesi Tengah - Provinsi

Sulawesi Utara,

3. KSN Perbatasan Negara di Provinsi Riau - Provinsi Kepulauan Riau,

4. KSN Perdaganan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Sabang, dan

5. KSN Pancangsanak, serta

Kawasan Sei Mangkei sebagai kawasan yang penyusunan Rencana Tata Ruangnya masih

belum final (dalam proses).

Maksud dan Tujuan

a. Maksud

Maksud dari kegiatan Penyusunan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur

Jangka Menengah (RPI2JM) ini adalah untuk merencanakan program pembangunan

infrastruktur ke-PU-an untuk mewujudkan sasaran pengembangan wilayah sesuai dengan

(9)

Gorontalo - Provinsi Sulawesi Tengah - Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Riau - Provinsi

Kepulauan Riau, KSN PBPB Sabang, KSN Pancangsanak, serta Kawasan Sei Mangkei.

b. Tujuan

Tujuan dari Penyusunan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka

Menengah (RPI2JM) KSN Perbatasan Negara di Aceh -Provinsi Sumatera Utara, Provinsi

Gorontalo - Provinsi Sulawesi Tengah - Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Riau - Provinsi

Kepulauan Riau, KSN PBPB Sabang, KSN Pancangsanak, serta Kawasan Sei Mangkei ini

adalah tersusunnya daftar program investasi infrastruktur ke-PU-an prioritas yang berbasis

penataan ruang dalam rangka mendukung pembangunan wilayah secara terpadu di KSN

Perbatasan Negara di Aceh -Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Gorontalo - Provinsi Sulawesi

Tengah – Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Riau - Provinsi Kepulauan Riau, KSN PBPB Sabang, KSN Pancangsanak, serta Kawasan Sei Mangkei.

Sasaran dan Keluaran

a. Tersusunnya rencana terpadu pengembangan infrastruktur ke-PU-an jangka menengah

di KSN Perbatasan Negara di Aceh -Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Gorontalo -

Provinsi Sulawesi Tengah - Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Riau - Provinsi Kepulauan

Riau, KSN PBPB Sabang, KSN Pancangsanak, serta Kawasan Sei Mangkei;

b. Tercapainya sinkronisasi program pembangunan infrastruktur ke-PU-an di KSN

Perbatasan Negara di Aceh -Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Gorontalo - Provinsi

Sulawesi Tengah - Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Riau - Provinsi Kepulauan Riau, KSN

PBPB Sabang, KSN Pancangsanak, serta Kawasan Sei Mangkei, baik dari aspek fungsi,

lokasi, waktu, maupun anggaran; dan

c. Teridentifikasikannya sumber dan pola pembiayaan pembangunan infrastruktur ke-PU-an

di KSN Perbatasan Negara di Aceh -Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Gorontalo -

Provinsi Sulawesi Tengah - Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Riau - Provinsi Kepulauan

(10)

Manfaat

Manfaat dari kegiatan ini adalah :

a. Menjadi acuan bagi sektor ke-PU-an baik pusat maupun daerah dalam penyusunan dan

pelaksanaan program pembangunan infrastruktur ke-PU-an dalam lingkup KSN

Perbatasan Negara di Aceh -Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Gorontalo - Provinsi

Sulawesi Tengah - Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Riau - Provinsi Kepulauan Riau, KSN

PBPB Sabang, KSN Pancangsanak, serta Kawasan Sei Mangkei; dan

b. Menjadi dasar bagi pusat dalam melakukan monitoring dan evaluasi implementasi RTR

KSN Perbatasan Negara di Aceh -Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Gorontalo - Provinsi

Sulawesi Tengah - Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Riau - Provinsi Kepulauan Riau, KSN

PBPB Sabang, KSN Pancangsanak, serta Kawasan Sei Mangkei.

Ruang Lingkup Pekerjaan

Lingkup kegiatan penyusunan RPI2JM KSN Kawasan Perbatasan Negara, Kawasan PBPB

Sabang, Kawasan Pacangsanak, Kawasan Seimangkei mencakup tahapan sebagai berikut:

a. Melakukan telaah dokumen kebijakan spasial (RTRWN, RTR Pulau Sumatera, RTR

Jawa-Bali, Rperpres Kawasan Perbatasan Negara di Aceh dan Provinsi Sumatera

Utara, Rperpres Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan

Riau, Rperpres Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi

Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah, Rperpres KSN PBPB Sabang, Rperpres KSN

Pacangsanak, Dokumen Rencana Pengembangan Wilayah Kawasan Seimangke,

RTRW Provinsi terkait, serta RTRW kabupaten/kota yang masuk cakupan wilayah

Kawasan Perbatasan Negara, Kawasan PBPB Sabang, Kawasan Pacangsanak, dan

Kawasan Seimangke), serta dokumen perencanaan pembangunan yang terkait

dengan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum (sumber daya air, bina marga,

dan cipta karya) pada tingkat nasional dan provinsi/kabupaten;

b. Khusus untuk kawasan Sei Mangkei, melakukan pembahasan dalam rangka

penyempurnaan dan penyepakatan rencana pengembangan wilayah;

c. Melakukan survey lapangan dan konsultasi di daerah sebanyak 1 kali dengan

pemerintah daerah Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan

Riau, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi

(11)

d. Melakukan inventarisasi arahan spasial pengembangan wilayah lima tahun ke depan

yang merupakan hasil integrasi dari berbagai dokumen kebijakan spasial terkait

(RTRWN, RTR Pulau Sumatera, RTR Pulau Jawa-Bali, RTR KSN Perbatasan Negara,

Rperpres Kawasan PBPB Sabang, Rperpes Kawasan Pacangsanak, Dokumen Rencana

pengembangan Wilayah Seimangkei, RTR Provinsi terkait, serta RTR Kabupaten/Kota

yang masuk cakupan wilayah Kawasan Perbatasan Negara), dituangkan dalam

bentuk matriks dan peta dengan skala sesuai dengan skala peta rencana KSN;

e. Melakukan inventarisasi dan sintesis terhadap program prioritas pembangunan

infrastruktur ke-PU-an berdasarkan dokumen perencanaan pembangunan terkait

(RPJP nasional/RPJMN, Renstra Kementerian Pekerjaan Umum, RPJP/RPJMD

Provinsi, Renstra SKPD Provinsi terkait infrastruktur ke-PU-an, serta RPJP/RPJMD

Kabupaten/Kota);

f. Menyiapkan Rencana Terpadu Pembangunan Infrastruktur ke-PU-an, melalui

integrasi arahan spasial pengembangan wilayah dengan program prioritas

infrastruktur ke-PU-an Kawasan Perbatasan Negara, Kawasan PBPB Sabang,

Kawasan Pacangsanak, Kawasan Seimangkei, dituangkan dalam bentuk matriks dan

peta dengan skala sesuai dengan skala peta rencana KSN;

g. Menyiapkan sinkronisasi program prioritas pembangunan infrastruktur ke-PU-an

berdasarkan hubungan fungsional, lokasi, waktu, dan anggaran;

h. Mengidentifikasi alternatif sumber pembiayaan dari program prioritas pembangunan

infrastruktur ke-PU-an yang dihasilkan pada tahap 4;

i. Menyiapkan peta program prioritas pembangunan infrastruktur ke-PU-an di

masing-masing KSN per tujuan per sektor;

j. Merumuskan konsepsi monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPI2JM

Kawasan Perbatasan Negara, KSN PBPB Sabang, KSN Pacangsanak, serta Kawasan

Seimangkei;

k. Melakukan pembahasan rencana terpadu dan program investasi infrastruktur

ke-PU-an jke-PU-angka menengah di daerah yke-PU-ang akke-PU-an diadakke-PU-an khususnya di Aceh, Provinsi

Sumatera Utara, Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Sulawesi Utara,

Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa

Tengah masing-masing sebanyak 2 (dua) kali sekurang-kurangnya dihadiri 20 orang

per pembahasan dengan melibatkan narasumber

l. dan moderator sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang. Rapat pleno dihadiri oleh wakil

(12)

m. Melakukan pembahasan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum

kurangnya 2 (dua) kali masing-masing selama 1 hari dan dihadiri

sekurang-kurangnya 40 (empat puluh) orang dengan melibatkan narasumber dan moderator

sekurang-kurangnya 5 (lima) orang;

n. Konsinyasi Tim dengan Tim Supervisi dan dimungkinkan melibatkan pihak terkait di

Jakarta dilakukan sebanyak 6 (enam) kali masing-masing selama 2 (dua) hari

dihadiri sekurang-kurangnya 20 orang; dan

o. Melakukan pembahasan laporan di internal Direktorat Jenderal Penataan Ruang di

Jakarta sebanyak 3 (tiga) kali selama 1 hari dengan jumlah peserta 30 (tiga puluh)

orang.

Ruang Lingkup Wilayah

Wilayah studi dari pekerjaan ini meliputi: 5 (lima) KSN (lihat Peta 1.1 sampai 1.6),

mencakup:

1. KSN Perbatasan Negara di Aceh -Provinsi Sumatera Utara,

2. KSN Perbatasan Negara di Provinsi Gorontalo - Provinsi Sulawesi Tengah - Provinsi

Sulawesi Utara,

3. KSN Perbatasan Negara di Provinsi Riau - Provinsi Kepulauan Riau,

4. KSN Perdaganan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Sabang, dan

5. KSN Pancangsanak, serta

Satu kawasan yang Rencana Tata Ruangnya masih dalam proses penyusunan, yakni:

Kawasan Sei Mangkei.

Secara administratif, wilayah studi di atas meliputi 9 (sembilan) provinsi, yaitu di Aceh,

Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Sulawesi Utara,

Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa

(13)

Tabel Lokasi Kajian Menurut Provinsi/Kabupaten

No Lingkup Wilayah Kajian Provinsi/Kabupaten/Kecamatan

1 KSN Perbatasan Negara Aceh – Provinsi Sumatera Utara

Aceh Meliputi:

1. Kota Sabang

2. Kabupaten Aceh Besar 3. Kota Banda Aceh 4. Kabupaten Pidie 5. Kabupaten Pidie Jaya 6. Kabupaten Bireuen 7. Kabupaten Aceh Utara 8. Kota Lhokseumawe 9. Kabupaten Aceh Timur 10.Kota Langsa

11.Kabupaten Aceh Tamiang

Provinsi Sumatera Utara:

1. Kabupaten Batubara 2. Kabupaten Asahan 3. Kabupaten Langkat 4. Kota Medan

5. Kabupaten Deli Serdang 6. Kabupaten Serdang Bedagai 7. Kota Tanjung Balai

8. Kabupaten Labuhan Batu Utara 9. Kabupaten Labuhan Batu

2 KSN PBPB Sabang Pemerintah Aceh:

1. Kota Sabang

2. Kabupaten Aceh Besar

3 Kawasan Sei Mangkei Provinsi Sumatera Utara:

1. Kabupaten Batubara 2. Kabupaten Asahan 3. Kota Pematangsiantar 4. Kabupaten Simalungun

4 KSN Perbatasan Negara Provinsi Riau – Provinsi Kepulauan Riau

Provinsi Riau:

1. Kota Dumai

2. Kabupaten Bengkalis 3. Kabupaten Rokan Hilir 4. Kabupaten Meranti

(14)

No Lingkup Wilayah Kajian Provinsi/Kabupaten/Kecamatan 1. Kota Tanjungpinang

2. Kabupaten Natuna 3. Kabupaten Karimun 4. Kota Batam

5. Kabupaten Kepulauan Anambas

5 KSN PACANGSANAK Provinsi Jawa Barat:

1. Kabupaten Garut 2. Kabupaten Majalengka 3. Kabupaten Ciamis 4. Kabupaten Kuningan 5. Kabupaten Tasikmalaya 6. Kota Tasikmalaya 7. Kota Banjar

Provinsi Jawa Tengah:

1. Kabupaten Cilacap 2. Kabupaten Banyumas

6 KSN Perbatasan Negara Provinsi Sulawesi Utara – Gorontalo – Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Utara:

1. Kabupaten Kepulauan Talaud 2. Kabupaten Kepulauan Sangihe 3. Kabupaten Kepulauan Siau Tagu

Landang Biaro 4. Kota Bitung 5. Kota Manado

6. Kabupaten Minahasa Utara 7. Kabupaten Minahasa

8. Kabupaten Minahasa Selatan 9. Kabupaten Bolaang Mongondow

Utara

Provinsi Gorontalo:

1. Kabupaten Gorontalo Utara

Provinsi Sulawesi Tengah:

1. Kabupaten Buol 2. Kabupaten Toli-Toli

(15)

Keluaran

Keluaran dari kegiatan ini adalah dokumen RPI2JM Bidang ke-PU-an untuk masing-masing

KSN (KSN Perbatasan Negara Aceh-Sumut, KSN Perbatasan Negara di

Sulut-Gorontalo-Sulteng, KSN Perbatasan Negara di Riau-Kepri, KSN PBPB Sabang, KSN Pacangsanak, dan

Kawasan Sei Mangkei) berupa program-program prioritas pembangunan infrastruktur 5

tahunan untuk mewujudkan sasaran wilayah yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden /

Raperpres tentang RTR Kawasan Strategis Nasional, dalam wujud matriks dan peta ukuran

A3.

Sistematika Pembahasan

Bab 1 Pendahuluan. Berisi mengenai permasalahan yang diungkapkan dalam

sub bab latar belakang, tujuan dilaksanakannya pekerjaan,

sasaran yang harus dicapai, manfaat pekerjaan bagi

pemerintah daerah dan pusat, keluaran pekerjaan, ruang

lingkup pekerjaan yang akan dilakukan, lingkup wilayah

kajian pekerjaan dan peta lokasi pekerjaan.

Bab 2 Pemahaman Terhadap

RPI2-JM.

Berisi mengenai pemahaman konsultan dalam

menjalankan tahapan penyusunan RPI2-JM di 5 KSN dan

Kawasan Sei Mangkei.

Bab 3 Metodologi Berisi mengenai muatan tahapan pelaksanaan pekerjaan

RPI2-JM.

Bab 4 TUJAKSTRA 5 KSN dan

Sei Mangkei

Berisi mengenai isu-isu strategis dan tujuan, kebijakan,

strategi tiap rencana penataan ruang 5 KSN dan Kawasan

Sei Mangkei.

Bab 5 Rencana Kerja dan

Struktur Organisasi Pekerjaan

Berisi rencana kerja yang dijabarkan dalam batasan waktu

yang telah ditetapkan, keluaran tiap rencana kerja, dan

pendekatan tiap rencana kerja.

Bab 6 Inventarisasi Kebijakan

Spasial dan Pembangunan

Berisi mengenai ketersediaan dokumen kebijakan spasial

dan kebijakan pembangunan ditingkat nasional dan daerah

(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)

Bab 2 Pemahaman Terhadap RPI2-JM

Didalam pelaksanaan pekerjaan ini, pemahaman terhadap pedoman RPI2-JM Bidang

Pekerjaan Umum pada Kawasan Strategis Nasional (KSN) menjadi penting karena

diharapkan dokumen ini menjadi dokumen yang diacu oleh pemerintah pusat dalam

penganggaranan di tingkat nasional kepada kawasan – kawasan strategis nasional yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

Problematika yang dihadapi oleh Kementerian Pekerjaan Umum khususnya pada 3

Direktorat Jenderal adalah belum fokusnya tiap perencana anggaran dalam meletakkan

program kedalam kawasan yang didorong dan atau kawasan yang dikendalikan. Untuk itu

didalam bab ini sub bahasan akan dibahas 3 bagian yakni pengerti RPI2-JM, fungsi dan

kedudukan RPI2-JM dalam system perencanaan pembangunan dan penganggaranan

Negara.

Pengertian RPI2-JM Bidang Pekerjaan Umum Pada KSN

RPI2JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN merupakan dokumen rencana terpadu

pembangunan infrastruktur tahunan bidang pekerjaan umum dalam 5 (lima) tahun yang

berisi sinkronisasi program pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum pada KSN,

yang akan disepakati oleh Ditjen Penataan Ruang bersama-sama dengan Ditjen Sumber

Daya Air, Ditjen Bina Marga, dan Ditjen Cipta Karya dan ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan

Umum.

Kedudukan RPI2-JM dalam Peraturan Perundangan Lainnya

Pedoman ini merupakan salah satu peraturan pelaksanaan yang diperlukan dalam rangka

implementasi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Kedudukan

pedoman penyusunan RPI2JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN sebagaimana terlihat

(24)

Gambar Kedudukan Pedoman RPI2JM Bidang Pekerjaan Umum pada KSN Terhadap Peraturan Perundang – Undangan Terkait

Sumber : Pedoman RPI2JM Bidang Pekerjaan Umum Pada KSN, 2014

Kedudukan RPI2-JM dalam SPS dan SPP

RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum berkedudukan sebagai dokumen yang mengintegrasikan

kebijakan spasial dan kebijakan infrastruktur bidang pekerjaan umum. Kebijakan spasial

dalam RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN mengacu pada RTRW Nasional beserta

rencana rincinya yaitu RTR Kawasan Strategis Nasional, sedangkan kebijakan infrastruktur

bidang pekerjaan umum dalam RPI2-JM ini mengacu pada RPJP Nasional, RPJM Nasional,

dan Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum.

Renstra Pekerjaan Umum yang berupa pembangunan infrastruktur yang lokasi programnya

berada dalam cakupan wilayah KSN dijabarkan ke dalam RPI2JM bidang Pekerjaan Umum

pada KSN, untuk selanjutnya dianggarkan. Sedangkan Renstra Pekerjaan Umum non

(25)

Selanjutnya, RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum ini merupakan salah satu dasar dalam

penyusunan rencana kerja tahunan (RKP) dan Rencana Kerja (Renja) Kementerian

Pekerjaan Umum.

Kedudukan RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN dalam sistem perencanaan spasial

dan sistem perencanaan pembangunan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar Kedudukan RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum dalam Sistem Perencanaan Spasial (SPS) dan Sistem Perencanaan Pembangunan (SPP)

Sumber: Pedoman RPI2JM Bidang PU, 2014

Fungsi

a. Fungsi

RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN merupakan acuan pelaksanaan pembangunan

infrastruktur tahunan bidang pekerjaan umum dalam 5 (lima) tahun, baik lokasi, perkiraan

besaran/volume, waktu pelaksanaan, dan penetapan besaran investasi.

b. Manfaat

Manfaat RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN adalah:

1) menjamin keterpaduan pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum pada KSN;

2) mewujudkan efisiensi dalam penganggaran pembangunan infrastruktur bidang

pekerjaan umum pada KSN;

3) mewujudkan efektifitas pelaksanaan pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan

umum pada KSN; dan

(26)

Asas

Asas yang mendasari penyusunan RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum KSN meliputi:

a. Kewilayahan, merupakan pendekatan yang tidak sektoral tetapi objeknya adalah entitas

wilayah/kawasan strategis yang akan didorong dan mendorong terciptanya stuktur

ruang yang efektif dan efisien.

b. Keterpaduan, merupakan integrasi dalam perencanaan dan sinkronisasi dalam

pemrograman pembangunan yang saling terkait untuk mengisi kekurangan dan

kebutuhan masing-masing.

c. Keberlanjutan, merupakan pendekatan dalam pemrograman investasi infrastruktur

Pekerjaan Umum jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dengan

memperhatikan aspek-aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

d. Koordinasi, merupakan pendekatan dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur

Pekerjaan Umum yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah,

pemerintah daerah, maupun masyarakat/dunia usaha, sesuai dengan tugas dan fungsi

masing-masing.

e. Optimalisasi sumber daya, merupakan pendekatan dalam pemanfaatan sumber daya

yang sesuai dengan kewenangan dan kapasitas pendanaan untuk tujuan pengembangan

kawasan/wilayah melalui pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum.

f. Skala prioritas, merupakan pendekatan dalam pemrograman investasi infrastruktur

Pekerjaan Umum dengan memperhatikan skala prioritas wilayah/kawasan, sehingga

terdapat kawasan yang didorong pengembangannya dan kawasan yang dikendalikan.

Muatan

RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN memuat program pembangunan investasi

infrastruktur bidang Pekerjaan Umum yang membentuk struktur ruang KSN yang terdiri

atas:

a. program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, yang meliputi antara lain

jaringan jalan bebas hambatan, jaringan jalan arteri primer, jaringan jalan kolektor

primer, dan jaringan jalan strategis nasional;

b. program pembangunan infrastruktur sumber daya air, yang meliputi antara lain

(27)

tata air tambak, penyediaan air baku, pengendali banjir/lahar/sedimen, dan

pengamanan pantai; dan

c. program pembangunan infrastruktur prasarana permukiman, yang meliputi antara lain

jaringan air minum, jaringan pengelola limbah, jaringan drainase, jaringan pengelola

persampahan, serta infrastruktur DPP dan agropolitan;

dalam rangka pengembangan kawasan yang disusun atas dasar arahan spasial dan prioritas

program pembangunan infrastruktur.

Landasan Hukum

a. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;

b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan

Nasional;

c. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan;

d. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang

Nasional Tahun 2005-2025;

e. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

f. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;

g. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan

Untuk Kepentingan Umum;

h. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol;

i. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan

Air Minum;

j. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan;

k. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah

Nasional;

l. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;

dan

m. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka

(28)
(29)

Bab 3 Metodologi

Saat melakukan pembahasan di tingkat tim teknis, pemahaman mengenai metodologi yang

akan digunakan didalam pekerjaan ini menjadi polemik. Karena beberapa kelompok ahli

berpandangan bahwa prosedur penyusunan RPI2JM merupakan bagian dari metodologi,

sedangkan kelompok ahli lainnya menganggap berbeda. Dengan mendasarkan definisi

metodologi, maka disepakati bahwa metodologi terdiri atas uraian kegiatan yang akan

dilaksanakan dengan komponen ikatan yang terdiri atas waktu, keluaran, produk dan

pendekatan yang akan digunakan dalam tiap kegiatan. Untuk itu disepakati bahwa kegiatan

yang akan dilaksanakan menggunakan 5 tahapan prosedur penyusunan RPI2JM.

Didalam bab ini juga dibahas mengenai permasalahan yang dihadapi konsultan setelah 3

tahun bersama satuan kerja pengembangan wilayah nasional dalam mencoba (trial and

error) pedoman yang telah dilakukan beberapa kali revisi. Didalam penyampaian ini

dipaduserasikan harapan dari direktorat penataan ruang nasional dalam upaya untuk

menghadapi persoalan yang selalu muncul pada tahapan pengerjaan.

Problems Experience and Approach

Berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan oleh konsultan, beberapa permasalahan yang

dihadapi dalam penyusunan RPI2JM Bidang PU pada Kawasan Strategis Nasional dapat

dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel permasalahan dan rencana aksi

No Tahapan Permasalahan Rencana Aksi

1

Identifikasi dan Inventarisasi Arahan Spasial Pengembangan KSN dan Program Investasi Pembangunan

Infrastruktur

1. Ketersediaan dokumen perencanaan spasial di daerah (RTRW/RTR KS Prov/Kab).

2. Ketersediaan dokumen perencanaan

pembangunan di daerah (RPJPD/RPJMD)

1. Percepatan komunikasi kepada Sekretariat BKPRD Prov

2

Perumusan Rencana Terpadu Pembangunan Infrastruktur

Kesalahan dalam men-sintesa program

1. Kecermatan dan ketelitian dalam men-sintesa.

(30)

No Tahapan Permasalahan Rencana Aksi

3

Sinkronisasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur

Kesalahan dalam melakukan analisis sinkronisasi antar program aspek analisis fungsi, lokasi dan waktu

1. Pemahaman yang kuat mengenai lokasi dari level provinsi, kabupaten, kecamatan. Bahkan cenderung tidak menggunakan batasan administrasi. Terkadang pendekatan DAS dan Sub DAS (Daerah Aliran Sungai)

2. Dukungan dari Ahli GIS dalam proses analisis.

4

Penyiapan Rancangan RPI2JM Bidang Pekerjaan Umum pada KSN

Adanya permasalahan pada tahap 1, 2 dan 3 tersebut,

berdampak pada

terlambatnya menyusun dokumen RPI2JM

Percepatan penyelesaian dokumen RPI2JM

5

Penyepakatan Rancangan RPI2JM Bidang Pekerjaan Umum pada KSN

Peserta consensus bukan yang berwenang untuk menandatangani pakta consensus

Percepatan penyelesian dokumen RPI2JM dengan target penyelesaian pada bulan ke 5.

Sumber: Tim Konsultan, 2014

Prosedur Penyusunan

Penyusunan RPI2JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN dilakukan melalui 5 (lima) tahap

sebagai berikut:

1. identifikasi dan inventarisasi arahan spasial pengembangan KSN dan program

investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum;

2. perumusan rencana terpadu pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum

pada KSN;

3. sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum

pada KSN;

4. penyiapan rancangan RPI2JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN; dan

5. penyepakatan rancangan RPI2JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN.

Secara skematis, prosedur penyusunan RPI2JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN dapat

(31)

Gambar Prosedur Penyusunan RPI2JM Bidang Pekerjaan Umum Pada KSN Sumber: Pedoman RPI2JM Bidang PU, 2014

Lebih lanjut, masing-masing tahapan dirinci dengan pendekatan sistem, yang meliputi input,

proses, dan output, seperti diuraikan di bawah ini.

Tahap 1 Identifikasi dan Inventarisasi

Identifikasi dan Inventarisasi Arahan Spasial Pengembangan KSN dan Program Investasi

Pembangunan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum.

a. Identifikasi Arahan Spasial Pengembangan KSN

Identifikasi arahan spasial pengembangan KSN merupakan hasil integrasi berbagai dokumen

kebijakan spasial pada KSN. Identifikasi arahan spasial pengembangan KSN dilakukan

melalui pendekatan sistem sebagai berikut:

1. Input: berupa dokumen kebijakan spasial pengembangan wilayah dan indikasi program

pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dalam rencana tata ruang yang sebagian

atau seluruh wilayah perencanaannya berada dalam lingkup wilayah KSN meliputi:

a) RTRWN;

b) RTR Pulau/Kepulauan;

c) RTR KSN;

d) RTRWP;

e) RTRW kabupaten/kota; dan

f) RTR lain yang berada dalam lingkup deliniasi KSN.

2. Proses: berupa kegiatan pengintegrasian antara arahan spasial RTR KSN dan arahan

spasial RTR lainnya dengan menggunakan metode inventarisasi (matriks).

3. Output: berupa matriks indikasi arahan spasial pengembangan KSN yang disusun dalam

(32)

memuat lokasi kawasan yang didorong pengembangannya dan kawasan yang

dikendalikan serta indikasi program dukungan jaringan infrastruktur Pekerjaan Umum

untuk masing-masing kawasan dimaksud.

Gambar Contoh Proses Penyusunan Tahap 1a. Sumber: Pedoman RPI2JM Bidang PU, 2014

Format matriks identifikasi arahan spasial pengembangan KSN dapat dilihat pada matriks 1.

Prosedur identifikasi arahan spasial pengembangan KSN diatur dengan ketentuan sebagai

berikut:

1) dilaksanakan oleh tim teknis Ditjen Penataan Ruang; dan

2) dibahas bersama dengan Bappeda Provinsi, Bappeda Kabupaten dan Bappeda Kota yang

terkait, SKPD Provinsi bidang Penataan Ruang, serta Direktorat terkait di Lingkungan

(33)

Matrik Tahap 1 Arahan Spasial Pengembangan KSN

NO.

ARAHAN SPASIAL

PENGEMBANGAN KSN ARAHAN SPASIAL TERKAIT PENGEMBANGAN KSN

IDENTIFIKASI SASARAN WILAYAH (5 TAHUN)

(34)

Keterangan:

1) Penjelasan mengenai kolom:

a) Kolom (2): arahan spasial RTR KSN berupa tujuan, kebijakan, dan strategi penataan

ruang KSN

b) Kolom (3): arahan spasial RTR KSN berupa rencana struktur ruang dan/atau rencana

pola ruang

c) Kolom (4),(5),(6),(7), dan (8) dan: arahan spasial RTR yang sesuai dengan tujuan,

kebijakan, dan strategi penataan ruang, serta rencana struktur ruang dan rencana

pola ruang KSN

d) Kolom (9): hasil integrasi seluruh arahan spasial pengembangan KSN berupa

kawasan yang didorong perkembangannya dan/atau kawasan yang dikendalikan

untuk masing-masing tujuan penataan ruang KSN

e) Kolom (10): indikasi program pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum untuk

mewujudkan tujuan penataan ruang KSN.

2) Catatan:

a. Dalam kondisi, ada arahan spasial yang belum terakomodasi, tetapi bertentangan,

merujuk pada ketentuan bahwa arahan spasial yang lebih tinggi menjadi acuan

b. Dalam kondisi, ada arahan spasial yang belum terakomodasi tetapi tidak

bertentangan langsung maupun implikasinya, diakomodasi dengan tetap mengacu

pada ketentuan bahwa arahan spasial yang lebih rendah mengacu pada yang lebih

tinggi. Dalam hal tertentu dan prinsip, dimungkinkan penambahan arahan spasial

yang lebih tinggi, dengan memberikan tanda khusus, misalnya: dengan keterangan.

b. Inventarisasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum

Inventarisasi program investasi pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum merupakan

upaya identifikasi dan sintesis program prioritas pembangunan infrastruktur Pekerjaan

Umum, yang berasal dari berbagai dokumen perencanaan pembangunan infrastruktur

Pekerjaan Umum untuk mendukung perwujudan indikasi program utama dan sasaran

wilayah pada tahapan identifikasi arahan spasial. Identifikasi dan sintesis program prioritas

pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dilakukan melalui pendekatan sistem sebagai

(35)

2) Input: berupa program prioritas pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum pada KSN

yang berasal dari dokumen perencanaan pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum

yang berlaku meliputi:

a) RPJP Nasional dan RPJM Nasional;

b) Renstra dan RKP Kementerian Pekerjaan Umum;

c) Renstra Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga, dan Ditjen Cipta Karya;

d) RPJPD dan RPJMD Provinsi; dan

e) RPJPD dan RPJMD Kabupaten/Kota.

3) Proses: berupa kegiatan penggabungan program prioritas pembangunan infrastruktur

Pekerjaan Umum dari berbagai dokumen sesuai tingkatan RPI2-JM yang disusun;

4) Output: berupa matriks program prioritas pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan

umum sesuai dengan indikasi program utama KSN dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.

Gambar Contoh Proses Penyusunan Tahap 1b. Sumber: Pedoman RPI2JM Bidang PU, 2014

Format matriks inventarisasi program investasi pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum

(36)

Matrik 2 Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum Pada KSN

No

Program (Indikasi) Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan

Umum Di Ksn

Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum

Sintesa Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum Tahunan Dalam

Periode 5 Tahun RPJPN/

RPJMN Renstra/RKP Kemen PU

Renstra A/B/C/

D

RPJP/RPJ

M Provinsi RPJP/RPJM Kab/Kota

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

(37)

Keterangan:

1) Penjelasan mengenai kolom:

a. Kolom (2): program (indikasi) pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum di KSN

dari RTR KSN (Kolom 10 Matriks 1)

b. Kolom (3), (4), (5), (6), dan (7): hasil inventarisasi program investasi pembangunan

infrastruktur Pekerjaan Umum yang terkait dengan program pembangunan

infrastruktur Pekerjaan Umum mendukung pengembangan KSN, secara berurutan

dari RPJPN/RPJMN, Renstra dan RKP Kementerian Pekerjaan Umum, Renstra Ditjen

Sumber Daya Air, Ditjen Binamarga, dan Ditjen Ciptakarya, RPJP/RPJM Provinsi,

serta RPJP/RPJM Kabupaten/Kota.

c. Kolom (8): sintesa program investasi pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum

sesuai dengan indikasi program utama dari tingkatan RPI2-JM yang disusun tahunan

dalam kurun waktu 5 (lima) tahun . Ada 3 (tiga) kemungkinan program PU: (i)

program ada di indikasi program RTR dan ada di dokumen perencanaan

pembangunan, (ii) program ada di indikasi program RTR, tetapi tidak ada di

dokumen perencanaan pembangunan, dan (iii) program tidak ada di indikasi

program RTR, tetapi ada di dokumen perencanaan pembangunan.

2) Catatan:

a. Dalam kondisi, ada program prioritas yang belum terakomodasi, tetapi bertentangan,

merujuk pada ketentuan bahwa program prioritas pembangunan infrasturktur

Pekerjaan Umum yang lebih tinggi menjadi acuan

b. Dalam kondisi, ada program prioritas yang belum terakomodasi tetapi tidak

bertentangan langsung maupun implikasinya, diakomodasi dengan tetap mengacu

pada ketentuan bahwa program prioritas yang lebih rendah mengacu pada yang

lebih tinggi. Dalam hal tertentu dan prinsip, dimungkinkan penambahan program

prioritas yang lebih tinggi, dengan memberikan tanda khusus, misalnya: dengan

keterangan.

Prosedur inventarisasi program investasi pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum diatur

dengan ketentuan sebagai berikut:

a. dilaksanakan oleh tim teknis Ditjen Penataan Ruang; dan

b. dimungkinkan pembahasan untuk konfirmasi dengan Biro Perencanaan dan Kerjasama

Luar Negeri, Direktorat Bina Program masing-masing Ditjen Sumberdaya Air, Ditjen Bina

(38)

Balai Besar atau Balai Wilayah Sungai, Balai Besar atau Balai Jalan dan Jembatan,

Perencanaan dan Pengendalian Ciptakarya, serta satuan kerja atau dinas terkait

Pekerjaan Umum.

Tahap 2 Perumusan Rencana Terpadu

Perumusan rencana terpadu pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum pada KSN

merupakan upaya integrasi arahan spasial pengembangan wilayah pada KSN dengan

program prioritas pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum pada KSN.

Perumusan rencana terpadu pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum pada KSN

dilakukan melalui pendekatan sistem sebagai berikut:

a. Input: berupa output tahap 1 dan output tahap 2 meliputi:

1) matriks indikasi arahan spasial pengembangan KSN dalam 5 (lima) tahun; dan

2) matriks program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum

sesuai dengan indikasi program utama KSN dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.

b. Proses: berupa kegiatan pengintegrasian antara arahan spasial pengembangan KSN dan

program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum.

c. Output: berupa program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum

tahunan dalam 5 (lima) tahun untuk mendukung perwujudan sasaran spasial KSN.

(39)

Format matriks perumusan rencana terpadu pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan

umum pada KSN dapat dilihat pada matriks 3.

Prosedur perumusan rencana terpadu pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum diatur

dengan ketentuan sebagai berikut:

a. dilaksanakan oleh tim teknis Ditjen Penataan Ruang; dan

b. dimungkinkan pembahasan untuk konfirmasi dengan dengan Bappeda Provinsi terkait,

SKPD Provinsi bidang Penataan Ruang, Balai Besar atau Balai Wilayah Sungai, Balai

Besar atau Balai Jalan dan Jembatan, Perencanaan dan Pengendalian Ciptakarya, serta

(40)

Matrik 3 Rencana Terpadu Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum Pada KSN

No. Arahan Spasial Pengembangan Ksn

Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Pu Tahunan Dalam 5 (Lima) Tahunan

Tujuan Wilayah/Kawasan Sasaran Nama Program Ke-1 Thn Ke-1 Thn Ke-1 Thn Ke-1 Thn Ke-1 Thn

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. Tujuan #A

Kaw Budidaya yang didorong

a. Kaw Budidaya b. Kaw Perkotaan

Kaw Budidaya yg dikendalikan

a. Kaw lindung

b. Kaw Budidaya

2. Tujuan #B

Kaw Budidaya yang didorong

a. Kaw Budidaya

b. Kaw Perkotaan

Kaw Budidaya yg dikendalikan

a. Kaw lindung

b. Kaw Budidaya

(41)

Keterangan:

1) Penjelasan mengenai kolom:

a. Kolom (2): arahan spasial RTR berupa tujuan penataan ruang KSN

b. Kolom (3): arahan spasial pengembangan KSN berupa kawasan yang didorong

perkembangannya dan/atau kawasan yang dikendalikan untuk masing-masing tujuan

penataan ruang KSN

c. Kolom (4): program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum

d. Kolom (5), (6), (7), (8), dan (9): waktu pelaksanaan (tahunan dalam 5 (lima) tahun)

2) Petunjuk pengisian kolom:

a. Kolom (2): diambil dari kolom (2) matriks 1

b. Kolom (3): diambil dari kolom (9) matriks 1

c. Kolom (4): diseleksi untuk masing-masing tujuan dan sasaran pengembangan

wilayah pada kolom (2) dan (3)

d. Kolom (5), (6), (7), (8), dan (9): diberi tanda (√) untuk masing-masing program sesuai dengan tahapan tahunannya

Tahap 3 Sinkronisasi Program

a. Sinkronisasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum Berdasarkan Fungsi

Sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum

berdasarkan fungsi merupakan upaya penyerasian antarprogram investasi pembangunan

infrastruktur untuk masing-masing sektor sumber daya air, bina marga, dan cipta karya

berdasarkan fungsi. Sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur bidang

pekerjaan umum berdasarkan fungsi dilakukan melalui pendekatan sistem sebagai

berikut:

1) Input: berupa daftar proram investasi pembangunan infrastruktur bidang

pekerjaan umum tahunan untuk 5 tahun untuk mendukung sasaran spasial KSN

(output tahap 2).

2) Proses: berupa kegiatan analisis hubungan atau keterkaitan antarprogram investasi

(42)

yaitu antarprogram sumber daya alam, antarprogram bina marga, dan

antarprogram cipta karya.

3) Output: berupa program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan

umum tahunan dalam 5 tahun yang sinergis secara fungsi.

(43)

Format matriks sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur bidang

pekerjaan umum berdasarkan fungsi dapat dilihat pada matriks 4, matriks 5, dan

matriks 6.

Matriks 4. Sinkronisasi Fungsi Antarprogram InvestasiPembangunan Infrastruktur Bidang Sumber Daya Air pada KSN

Program Investasi Pemb Infrastruktur Bidang SDA

A1

A2

A3

1) Penjelasan mengenai kolom dan baris:

Kolom (1) s/d n dan Baris (1) s/d n: proram investasi pembangunan infrastruktur

bidang sumber daya air

2) Petunjuk pengisian kolom dan baris:

a. Dilakukan dengan cara menyandingkan program investasi pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air dari “baris” dengan program investasi pembangunan infrastruktur bidang sumber daya dari “kolom”, seperti: keterkaitan program 1 dengan program 2, 3, .., n, yang diperlihatkan dengan (1,2), (1,3), ..

(1,n); demikian pula dengan program 2 dengan program 1, 3, .., n yang

diperlihatkan dengan (2,1),(2,3), .. (2,n); program 3 dengan program 1,2, .., n,

diperlihatkan dengan (3,1), (3,2), .., (3,n); dan seterusnya.

b. Hasil sinkronisasi diberikan pada setiap “cell” yg terdiri dari baris dan kolom berupa keterkaitan kuat, keterkaitan sedang, keterkaitan lemah. Yang menjadi perhatian

adalah keterkaitan kuat saja. Keterkaitan kuat dalam sinkronisasi fungsional

(44)

daya air harus sama-sama tetap dalam daftar program prioritas pembangunan

infrastruktur PU, sesuai keterkaitan fungsi masing-masing.

Matriks 5. Sinkronisasi Fungsi Antarprogram Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Bina Marga pada KSN

Program Investasi Pemb Infrastruktur Bidang Bina Marga

B1

B2

B3

1) Penjelasan mengenai kolom dan baris:

Kolom (1) s/d n dan Baris (1) s/d n: program investasi pembangunan infrastruktur

bidang bina marga

2) Petunjuk pengisian kolom dan baris:

a. Dilakukan dengan cara menyandingkan program investasi pembangunan infrastruktur bidang bina marga dari “baris” dengan program investasi pembangunan infrastruktur bidang bina marga dari “kolom”, seperti: keterkaitan program 1 dengan program 2, 3, .., n, yang diperlihatkan dengan (1,2), (1,3), ..

(1,n); demikian pula dengan program 2 dengan program 1, 3, .., n yang

diperlihatkan dengan (2,1),(2,3), .. (2,n); program 3 dengan program 1,2, .., n,

diperlihatkan dengan (3,1), (3,2), .., (3,n); dan seterusnya.

b. Hasil sinkronisasi diberikan pada setiap “cell” yg terdiri dari baris dan kolom berupa keterkaitan kuat, keterkaitan sedang, keterkaitan lemah. Yang menjadi perhatian

adalah keterkaitan kuat saja. Keterkaitan kuat dalam sinkronisasi fungsional

(45)

marga harus sama-sama tetap dalam daftar program prioritas pembangunan

infrastruktur PU, sesuai keterkaitan fungsi masing-masing.

Matriks 6. Sinkronisasi Fungsi Antarprogram Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya pada KSN

Program Investasi Pemb Infrastruktur Bidang Cipta Karya

C1

C2

C3

3) Penjelasan mengenai kolom dan baris:

Kolom (1) s/d n dan Baris (1) s/d n: proram investasi pembangunan infrastruktur

bidang cipta karya

4) Petunjuk pengisian kolom dan baris:

a. Dilakukan dengan cara menyandingkan program investasi pembangunan infrastruktur bidang cipta karya dari “baris” dengan program investasi pembangunan infrastruktur bidang cipta karya dari “kolom”, seperti: keterkaitan program 1 dengan program 2, 3, .., n, yang diperlihatkan dengan (1,2), (1,3), ..

(1,n); demikian pula dengan program 2 dengan program 1, 3, .., n yang

diperlihatkan dengan (2,1),(2,3), .. (2,n); program 3 dengan program 1,2, .., n,

diperlihatkan dengan (3,1), (3,2), .., (3,n); dan seterusnya.

b. Hasil sinkronisasi diberikan pada setiap “cell” yg terdiri dari baris dan kolom berupa keterkaitan kuat, keterkaitan sedang, keterkaitan lemah. Yang menjadi perhatian

adalah keterkaitan kuat saja. Keterkaitan kuat dalam sinkronisasi fungsional

diartikan bahwa kedua program investasi pembangunan inrastruktur bidang cipta

karya harus sama-sama tetap dalam daftar program prioritas pembangunan

(46)

b. Sinkronisasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum Berdasarkan Lokasi

Sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum

berdasarkan lokasi merupakan upaya penyerasian antarprogram prioritas pembangunan

infrastruktur berdasarkan lokasi. Program investasi pembangunan infrastruktur pekerjaan

umum yang disinkronkan secara lokasi adalah (1) antara program bidang sumber daya air

dan program bidang cipta karya dan (2) antara program bina marga dan program bidang

cipta karya. Sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan

umum berdasarkan lokasi dilakukan melalui pendekatan sistem sebagai berikut:

1) Input: berupa daftar proram investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan

umum tahunan untuk 5 tahun untuk mendukung sasaran spasial KSN (output tahap

2).

2) Proses: berupa kegiatan analisis hubungan atau keterkaitan antarprogram investasi

berdasarkan hubungan lokasi. Program investasi yang dianalisis keterkaitannya

yaitu antara antara program bidang sumber daya air dan program bidang cipta

karya serta antara program bina marga dan program bidang cipta karya.

3) Output: berupa program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan

umum tahunan dalam 5 tahun yang sinergis secara lokasi.

(47)

Format matriks sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur bidang

pekerjaan umum berdasarkan lokasi dapat dilihat pada matriks 7 dan matriks 8.

Matriks 7. Sinkronisasi Lokasi Antara Program Investasi

PembangunanInfrastruktur Bidang Sumber Daya Air dan Cipta

Karya pada KSN

Program Investasi Pemb Infrastruktur Bidang SDA

A1

A2

A3

1) Penjelasan mengenai kolom dan baris:

a. Kolom (1) s/d n: proram investasi pembangunan infrastruktur bidang sumber daya

air

b. Baris (1) s/d n: proram investasi pembangunan infrastruktur bidang cipta karya

2) Petunjuk pengisian kolom dan baris:

a. Dilakukan dengan cara menyandingkan program investasi pembangunan infrastruktur bidang cipta karya dari “baris” dengan program investasi pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air dari “kolom”, seperti: keterkaitan program 1 dengan program 2, 3, .., n, yang diperlihatkan dengan (1,2),

(1,3), .. (1,n); demikian pula dengan program 2 dengan program 1, 3, .., n yang

diperlihatkan dengan (2,1),(2,3), .. (2,n); program 3 dengan program 1,2, .., n,

diperlihatkan dengan (3,1), (3,2), .., (3,n); dan seterusnya.

b.

Hasil sinkronisasi diberikan pada setiap “cell” yg terdiri dari baris dan kolom berupa keterkaitan kuat, keterkaitan sedang, keterkaitan lemah. Yang menjadi perhatian

(48)

bahwa kedua program investasi pembangunan inrastruktur PU harus sama-sama

tetap dalam daftar program prioritas pembangunan infrastruktur PU, dan pada

lokasi pengembangan yang berdekatan/ berdampingan.

Matriks 8. Sinkronisasi Lokasi Antara Program Investasi Pembangunan

Infrastruktur Bidang Bina Marga dan Cipta Karya pada KSN

PROGRAM INVESTASI PEMB INFRASTRUKTUR BIDANG Bina Marga

1) Penjelasan mengenai kolom dan baris:

a. Kolom (1) s/d n: proram investasi pembangunan infrastruktur bidang bina marga

b. Baris (1) s/d n: proram investasi pembangunan infrastruktur bidang cipta karya

2) Petunjuk pengisian kolom dan baris:

a. Dilakukan dengan cara menyandingkan program investasi pembangunan infrastruktur bidang cipta karya dari “baris” dengan program investasi pembangunan infrastruktur bidang bina marga dari “kolom”, seperti: keterkaitan program 1 dengan program 2, 3, .., n, yang diperlihatkan dengan (1,2), (1,3), ..

(1,n); demikian pula dengan program 2 dengan program 1, 3, .., n yang

diperlihatkan dengan (2,1),(2,3), .. (2,n); program 3 dengan program 1,2, .., n,

diperlihatkan dengan (3,1), (3,2), .., (3,n); dan seterusnya.

b. Hasil sinkronisasi diberikan pada setiap “cell” yg terdiri dari baris dan kolom berupa keterkaitan kuat, keterkaitan sedang, keterkaitan lemah. Yang menjadi perhatian

adalah keterkaitan kuat saja. Keterkaitan kuat dalam sinkronisasi lokasi diartikan

bahwa kedua program investasi pembangunan inrastruktur PU harus sama-sama

tetap dalam daftar program prioritas pembangunan infrastruktur PU, dan pada

(49)

c. Sinkronisasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum Berdasarkan Waktu Pelaksanaan

Sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum

berdasarkan waktu pelaksanaan merupakan upaya penyerasian antarprogram investasi

pembangunan infrastruktur berdasarkan waktu pelaksanaannya. Sinkronisasi program

investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum berdasarkan waktu

pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan sistem sebagai berikut:

1) Input: berupa daftar proram investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan

umum tahunan untuk 5 tahun untuk mendukung sasaran spasial KSN (output tahap 2).

2) Proses: berupa kegiatan analisis hubungan atau keterkaitan antarprogram investasi

berdasarkan hubungan waktu pelaksanaan.

3) Output: berupa program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum

tahunan dalam 5 tahun yang sinergis secara waktu.

(50)

Format matriks sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur bidang

pekerjaan umum berdasarkan waktu pelaksanaan dapat dilihat pada matriks 9.

Matriks 9. Sinkronisasi Waktu Antarprogram Investasi Pembangunan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum pada KSN

PROGRAM INVESTASI PEMB INFRASTRUKTUR BIDANG PU

A1

A2

B1

C1

1) Penjelasan mengenai kolom dan baris:

a. Kolom (1) s/d n dan Baris (1) s/d n: proram investasi pembangunan infrastruktur

bidang pekerjaan umum

2) Petunjuk pengisian kolom dan baris:

a. Dilakukan dengan cara menyandingkan program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum dari “baris” dengan program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum dari “kolom”, seperti: keterkaitan program 1 dengan program 2, 3, .., n, yang diperlihatkan dengan (1,2),

(1,3), .. (1,n); demikian pula dengan program 2 dengan program 1, 3, .., n yang

diperlihatkan dengan (2,1),(2,3), .. (2,n); program 3 dengan program 1,2, .., n,

diperlihatkan dengan (3,1), (3,2), .., (3,n); dan seterusnya.

Hasil sinkronisasi diberikan pada setiap “cell” yg terdiri dari baris dan kolom berupa keterkaitan kuat, keterkaitan sedang, keterkaitan lemah. Yang menjadi perhatian adalah

keterkaitan kuat saja. Keterkaitan kuat dalam sinkronisasi waktu diartikan bahwa kedua

(51)

program prioritas pembangunan infrastruktur PU, dan waktu pengembangannya pada tahun

(52)

Matrik 10 Rekapitulasi Program Investasi Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum pada KSN Hasil Sinkronisasi

NO. Arahan Spasial Pengembangan KSN

PROGRAM INVESTASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM

TAHUNAN DALAM 5 TAHUNAN (YANG TELAH SINKRON FUNGSI, LOKASI, DAN WAKTU) KET.

Tujuan Program Investasi Lokasi Volume Nilai

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 Tujuan #A

2 Tujuan #B

(53)

Keterangan:

1) Penjelasan mengenai kolom:

a. Kolom (2): arahan spasial RTR berupa tujuan penataan ruang KSN

b. Kolom (3): program investasi pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum tahunan

dalam 5 (lima) tahun yang telah sinkron secara fungsi, lokasi, dan waktu

c. Kolom (4): lokasi

d. Kolom (5): perkiraan volume

e. Kolom (6): perkiraan nilai investasi

f. Kolom (7): keterangan

2) Petunjuk pengisian kolom:

a. Kolom (2): diambil d ari kolom (2) matriks 1

b. Kolom (3): diseleksi untuk masing-masing tujuan penataan ruang KSN pada kolom (2) serta

diambil secara selektif (yang sinkron) dari matriks 4 s/d matriks 9

Prosedur sinkronisasi program investasi pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum diatur

dengan ketentuan sebagai berikut:

a. dilaksanakan oleh tim teknis Ditjen Penataan Ruang; dan

b. dibahas bersama dengan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Direktorat

Bina Program masing-masing Ditjen Sumberdaya Air, Ditjen Bina Marga, dan Ditjen

Ciptakarya, (pertemuan di pusat), serta direktorat terkait di masing-masing direktorat

jenderal. Pertemuan di provinsi, pembahasan bersama dilakukan dengan Balai Besar

atau Balai Wilayah Sungai, Balai Besar atau Balai Jalan dan Jembatan, Perencanaan

dan Pengendalian Ciptakarya, serta satuan kerja atau dinas terkait Pekerjaan Umum,

dituangkan dalam berita acara.

Tahap 4 Penyiapan Rancangan RPI2JM

Rancangan RPI2JM bidang Pekerjaan Umum pada KSN yang disiapkan berisi:

1. BAB I Pendahuluan, yang berisi:

1) latar belakang penyusunan RPI2JM bidang Pekerjaan Umum KSN, berisi tentang

urgensi penyusunan RPI2JM bidang Pekerjaan Umum untuk KSN;

2) manfaat dan fungsi RPI2JM bidang Pekerjaan Umum KSN, berisi tentang kegunaan

(54)

3) isu dan permasalahan prioritas pada KSN, berisi tentang hal-hal utama yang perlu

diprioritaskan penanganannya.

2. Bab II Rencana Terpadu, yang berisi:

1) Arahan spasial pengembangan KSN, terdiri atas:

a) tujuan pengembangan KSN;

b) kebijakan dan strategi pengembangan KSN;

c) peta rencana struktur ruang KSN; dan

d) peta rencana pola ruang KSN.

2) Hasil sinkronisasi program investasi infrastruktur bidang Pekerjaan Umum KSN,

terdiri atas:

a. peta program investasi pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum 5

(lima) tahunan untuk KSN;

b. peta program investasi pembangunan infrastruktur bidang Sumber Daya Air 5

(lima) tahunan untuk KSN;

c. peta program investasi pembangunan infrastruktur bidang Bina Marga 5 (lima)

tahunan untuk KSN;

d. peta program investasi pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya 5 (lima)

tahunan untuk KSN;

e. peta program prioritas pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum

tahunan untuk KSN;

f. peta program investasi pembangunan infrastruktur bidang Sumber Daya Air 5

tahunan untuk KSN;

g. peta program investasi pembangunan infrastruktur bidang Bina Marga 5 tahunan

untuk KSN;

h. peta program investasi pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya 5 tahunan

untuk KSN;

i. matriks program investasi pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum KSN

tahunan dalam periode 5 (lima) tahunan (diambil dari matriks 5).

3. Bab III Lembar pengesahan dan berita acara kesepakatan RPI2JM bidang Pekerjaan Umum KSN, terdiri atas:

1) lembar pengesahan oleh Menteri Pekerjaan Umum;

(55)

4. Bab IV penutup, berisi rekomendasi terhadap perwujudan sinkronisasi dan keterpaduan pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum pada KSN.

Tahap 5 Penyepakatan Rancangan RPI2JM

Penyepakatan berisi persetujuan terhadap substansi RPI2JM bidang Pekerjaan Umum pada

KSN pada periode 5 (lima) tahun. Proses penyepakatan dilakukan melalui forum rapat

tingkat eselon 1 yang diikuti oleh Dirjen Sumber Daya Air, Dirjen Bina Marga, Dirjen Cipta

(56)
(57)
(58)

Bab 4 TUJAKSTRA 5 KSN dan Kawasan Sei Mangkei

TUJAKSTRA KSN PBPB Sabang

Berdasarkan kajian terhadap batang tubuh dari RAPERPRES Kawasan Strategis Nasional

PBPB sabang, terdapat 2 tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh pemerintah pusat,

yakni :

1. Pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional yang didukung potensi sumber

daya alam dari Kabupaten dan Kota di Aceh

2. Ekosistem kepulauan yang lestari serta adaptif terhadap ancaman bencana

Dari tujuan tujuan tersebut diharapkan KSN PBPB Sabang dapat menjadi pusat

pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional melalui dukungan dari daratan

(kabupaten) pulau Sumatera yang menjadi wilayah Pemerintah Aceh. Namun dari tujuan

pertama tersebut ada constraint yang harus dipegang oleh pemerintah pusat bahwa ekosistem pulau Sabang dan pulau – pulau kecil sekitanya harus tetap lestari dan sebagai bagian wilayah yang rawan bencana harus adaptif terhadap kejadian bencana yang selalu

terjadi.

Dilihat dari sisi kebijakan yang ada, masing-masing tujuan memiliki kebijakan yang berbeda

serta strategi yang berbeda. Pada tujuan penataan ruang pertama terdapat 5 (lima)

kebijakan dan total strategi yang dapat dilaksanakan untuk meraih tujuan tersebut

berjumlah 29. Sedangkan pada tujuan kedua terdapat 3 (tiga) kebijakan dengan total

strategi berjumlah 19.

Berdasarkan hasil review kebijakan dari masing-masing tujuan yang ada terdapat beberapa

isu strategis yang menjadi peranan penting dalam mewujudkan PBPB Sabang sebagai pusat

pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional, serta mewujudkan ekosistem PBPB

Sabang yang adaptif terhadap bencana, diantaranya :

Tujuan 1 Pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional yang didukung potensi sumber daya alam dari Kabupaten dan Kota di Aceh

Future Position of Free Port and Free Zone of Sabang ;

1. Sebagai pusat perdagangan dan jasa pelabuhan serta pariwisata internasional 2. Sebagai kawasan industri pengolahan

dan industry lanjutan dari daratan (kabupaten) Pemerintah Aceh

(59)

hasil perikanan

4. Keterkaitan dan kerjasama antar wilayah 5. Peningkatan kualitas dan jangkauan

prasarana wilayah Tujuan 2 Ekosistem kepulauan yang

lestari serta adaptif terhadap ancaman bencana

Future standing of Free Port and Free Zone Of Sabang ;

1. Mempertahankan 30% kawasan berfungsi lindung.

2. Industry pengolahan pertanian dan lanjutan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan. 3. Mempertahankan kawasan berfungsi

lindung suaka alam laut.

4. Melindungi wilayah pada kawasan rawan bencana seperti angin kencang, tsunami, longsor dan gempa bumi.

Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(60)

Pada table dibawah ini, dari masing-masing tujuan dan kebijakan terdapat strategi yang

merupakan bagian dari upaya atau rencana tindak (aksi) pemerintah pusat untuk dapat

mewujudkan tujuan KSN Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.

Tabel Strategi dari kebijakan dan Tujuan 1 KSN PBPB Sabang

Pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional yang didukung potensi sumber daya alam dari Kabupaten dan Kota di Aceh

Kawasan Sabang sebagai pusat perdagangan dan jasa

kepelabuhan serta pariwisata internasional

1. mengembangkan prasarana dan sarana perdagangan untuk pengembangan skema bagi hasil kegiatan perdagangan serta meningkatkan fungsi pelabuhan menjadi hub dari negara–negaraSouth Asian Association for Regional Cooperation (SAARC), Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Asia timur, Australia dan Polynesia;

2. mengembangkan prasarana dan sarana promosi dan insentif fiskal untuk meningkatkan iklim dan

kemudahan investasi;

3. mengembangkan dan meningkatkan fungsi pelabuhan internasional hub Sabang sebagai pelabuhan utama serta pelabuhan Balohan dan pelabuhan samudera di Gampong Gugob sebagai pelabuhan pengumpul; 4. mengembangkan prasarana dan sarana pendukung

berstandar internasional pada pelabuhan internasional hub Sabang untuk meningkatkan suplai logistic dan mendukung perdagangan produk-produk unggulan nasional; dan

5. mengembangkan dan meningkatkan fungsi kawasan pariwisata bahari, ekowisata, cagar budaya dan ilmu pengetahuan, serta penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran

(Meeting, Incentive, Convention and Exhibition/MICE) sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup yang didukung prasarana dan sarana yang handal.

industri pengolahan hasil pertanian dan industri lanjutan yang selektif sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup

1. mengembangkan dan meningkatkan fungsi kawasan industri dan jenis industri yang selektif beserta fasilitas pendukungnya sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;

2. mengembangkan kawasan peruntukan industri pengolahan yang berteknologi tinggi, padat modal, berdaya saing, dan ramah lingkungan;

Gambar

Tabel Lokasi Kajian Menurut Provinsi/Kabupaten
Gambar Kedudukan Pedoman RPI2JM Bidang Pekerjaan Umum pada KSN Terhadap Peraturan Perundang – Undangan Terkait
Gambar Kedudukan RPI2-JM bidang Pekerjaan Umum dalam Sistem Perencanaan Spasial  (SPS) dan Sistem Perencanaan Pembangunan (SPP) Sumber: Pedoman RPI2JM Bidang PU, 2014
Tabel permasalahan dan rencana aksi
+7

Referensi

Dokumen terkait

mendatar (=) pada jawaban yang ingin anda koreksi, kemudian anda dapat mengganti jawaban tersebut dengan jawaban yang lebih sesuai dengan diri anda... Saya tegaskan kembali bahwa

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DENGAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BERBASIS.. CANGKANG DAN

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa terdapat terdapat perbedaan kemampuan disposisi matematis peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol, hal ini menunjukkan

masing kuat tekan beton melakukan variasi pada ) dari 50 KNm dengan kenaikan Berdasarkan hasil peneliti lakukan, maka pembuatan konstruksi optimum didapatkan MPa,

Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa kecanggihan teknologi berpengaruh positif pada kinerja individu. Partisipasi manajemen berpengaruh positif pada

Perlakuan dosis pemberian Azolla berpengaruh tidak nyata saat umur 3 dan 4 MST, namun berpengaruh sangat nyata umur 5 MST pada parameter tinggi tanaman, namun

Permasalahan dari pemilihan pegawai teladan yaitu dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan untuk membantu pimpinan dalam memilih pegawai teladan di fkti dengan

Bahan penelitian adalah data rekam medis pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Immanuel Bandung yang memuat data mengenai jenis kelamin, umur, pekerjaan, predileksi tertinggi