• Tidak ada hasil yang ditemukan

Politik luar negeri Amerika di Libya dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Politik luar negeri Amerika di Libya dan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Atas Nama Kepentingan Nasional: Intervensi Kemanusiaan di Libya dan Realistic-Wilsonian dalam Politik Luar Negeri Amerika1

Mohamad Rosyidin

Abstrak

Political crisis in Libya had led UN Security Council decide to take limited military intervention in Libya. France, US, and United Kingdom minus Russia and China committed to attack Libya entitled “Operation Odyssey Dawn” in order to protect civilians from casualties of the Moammar Khadafi regime. Constructivist uses concept such as norms to explain intervention policy. They believe that such action is taken due to states have moral responsibilities to protect human rights. If domestic political affairs in certain country lead to humanitarian crisis, then UN Security Council has legitimation to take military action based solely on norms of human rights which is guaranteed by UN Charter. This article will explain military intervention in Libya based on realism on US foreign policy of what is called Realistic-Wilsonian ideology. Military

intervention held by US and coalition is not for norms. Rather it is for interest. One of the most US vital interests is promoting democracy around the globe. No matter how to achieve it, democracy is the only universal value. Despite legitimate from the perspective of international law, it is not just the humanitarian intervention. Protecting civilians is not the purpose of military intervention in Libya. Rather, it is a reason to achieve greater US interest i.e regime change.

Kata kunci: intervensi kemanusiaan, politik luar negeri Amerika, Realistic-Wilsonian, perubahan rezim.

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Ia juga berargumen bahwa dalam isu politik luar negeri, pemilih Amerika Serikat cenderung akan memberikan suara bukan kepada kandidat yang dinilai akan menjalankan kebijakan yang

Faktor Hukum yang memengaruhi pelaksanaan politik hukum Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negri kaitannya

Skripsi yang berjudul ³Perbedaan Persepsi antara George Walker Bush dan Barack Husein Obama dalam Kebijakan Politik Luar Negeri Amerika Serikat Terhadap Indonesia´ dalam

Pada awalnya, pemerintahan revolusi Kuba yang dipimpin oleh sosok kharismatik Fidel Castro ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa dia bukanlah

Salah satu hal yang membuat Amerika Serikat lebih berhati hati dan penuh pertimbangan dalam menentukan kebijakan politik luar negerinya terhadap pengembangan nuklir Korea Utara

Berdasarkan penjelasan, penulis menyimpulkan bahwa Politik Hukum Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Perlindungan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia di Luar

Robert Tilman (1987) menyebutkan lima faktor yang mempengaruhi persepsi ancaman sebuah negara, yaitu; 1) Struktur negara, yang melihat kepada dasar pembentukan