KERANGKA DASAR AJARAN ISLAM
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata KuliahMata Kuliah : METODE STUDI ISLAM
Dosen : AHMAD PUADI, M.Pd.I
DISUSUN
O L E H
Kelompok 6 SEMESTER III PAI-A
1.
2. NUR AINI 3.
4.
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
JAM’IYAH MAHMUDIYAH
KATA PENGATAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena atas izin dan kehendaknya makalah sederhana ini dapat kami rampungkan tepat pada waktunya.
Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Metode studi Islam
Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada dosen pembimbing kami yakni AHMAD PUADI, M.Pd.I yang telah memberikan limpahan ilmu berguna kepada kami.
Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan disana-sini. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih maju di masa yang akan datang.
DAFTAR ISI
KATA PENGATAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...1
C. Tujuan Permasalahan...1
BAB II PEMBAHASAN...2
A. Aqidah...2
B. Syari’ah...4
C. Akhlaq...5
D. Berbagai Aspek Lain Ajaran Islam...5
BAB III PENUTUP...8
A. Kesimpulan...8
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam agama Islam terdapat tiga ajaran yang sangat ditekankan oleh Allah dan Rasul-Nya, yang harus diamalkan dan dibenarkan dalam hati. Yaitu iman (aqidah), Islam (syariat), dan ihsan (akhlak). Tetapi sekarang-sekarang ini ada yang mengabaikan salah satu dari tiga hal ini. Sehingga kehidupannya menjadi jauh dari agama.
Aqidah, syariah dan akhlak pada dasarnya merupakan satu kesatuan dalam ajaranislam. Ketiga unsur tersebut dapat dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan. Aqidah sebagai sistem kepercayaan yang bermuatan elemen-elemen dasar keyakinan, menggambarkan sumber dan hakikat keberadaan agama. Sementara syariah sebagai sistem nilai berisi peraturan yang menggambarkan fungsi agama. Sedangkan akhlak sebagai sistematika menggambarkan arah dan tujuan yg hendak dicapai agama.
Hal yang melatar belakangi kami membuat makalah ini ialah selain sebagai tugas kami selaku Mahasiswa juga kami ingin lebih mengetahui dan memahami tentang apa pengertian Aqidah, Syariah, dan bagaimana hubungan antara aqidah dan syariah serta bagaimana hubungan antara aqidah dan ahlak terhadap orang bukan islam.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Aqidah ?
3. Apa itu Akhlaq ?
4. Bagaimana Berbagai Aspek Lain Ajaran Islam ?
C. Tujuan Permasalahan
1. Mengetahui dan memahami tentang Aqidah.
2. Mengetahui dan memahami tentang Syariah.
3. Mengetahui dan memahami tentang Akhlak.
4. Mengetahui Beragai Aspek Lain Ajaran Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Aqidah
Aqidah adalah bentuk masdar dari kata “’Aqoda, Ya’qidu, ’Aqdan-’Aqidatan” yang berarti simpulan, ikatan, sangkutan, perjanjian dan kokoh. Sedangkan secara teknis aqidah berarti iman, kepercayaan dan keyakinan. Dan tumbuhnya kepercayaan tentunya di dalam hati, sehingga yang dimaksud aqidah adalah kepercayaan yang menghujam atau tersimpul di dalam hati.
Sedangkan menurut istilah aqidah adalah hal-hal yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa merasa tentram kepadanya, sehingga menjadi keyakinan kukuh yang tidak tercampur oleh keraguan. Menurut M. Hasbi Ash Shiddiqi mengatakan aqidah menurut ketentuan bahasa (bahasa arab) ialah sesuatu yang dipegang teguh dan terhunjam kuat di dalam lubuk jiwa dan tak dapat beralih dari padanya.Adapun aqidah menurut Syaikh Mahmoud Syaltout adalah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu dari segala sesuatu untuk dipercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh keragu-raguan.1
Aqidah atau keyakinan adalah suatu nilai yang paling asasi dan prinsipil bagi manusia, sama halnya dengan nilai dirinya sendiri, bahkan melebihinya.Sedangkan Syekh Hasan Al-Bannah menyatakan aqidah sebagai sesuatu yang seharusnya hati membenarkannya sehingga menjadi ketenangan jiwa, yang menjadikan kepercayaan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan.
Aqidah dibangun atas 6 dasar keimanan yang lazim disebut Rukun Iman. Rukun iman meliputi : iman kepada Allah swt, para malaikat, kitab – kitab, para Rasul, hari akhir, dan Qodlo dan Qodar. Allah berfirman dalam QS.An-Nisa’,
ayat 136 yang artinya “ Wahai orang yang beriman, tetaplah beriman kepaada
Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang diturunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-malaikat-Nya, Rasul-malaikat-Nya, hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh- jauhnya”.
Berdasarkan 6 fondasi tersebut, maka keterikatan setiap muslim yang semestinya ada pada jiwa setiap muslim adalah :
a. Meyakini bahwa Islam adalah agama yang terakhir, mengandung syariat yang menyempurnakan syariat – syariat yang diturunkan Allah sebelumnya.
b. Meyakini bahwa Islam adalah satu- satunya agama yang benar di sisi Allah. Islam dating dengan membawa kebenarana yang bersifat absolute guna menjadi pedoman hidup dan kehidupan manusia selaras dengan fitrahnya.
c. Meyakini bahwa Islam adalah agama yang universal serta berlaku untuk semua manusioa dalam segala lapisan masyarakat dan sesuai dengasn tuntutan budaya manusia.2
Kedudukan Aqidah dalam Islam
Dalam ajaran Islam, aqidah memiliki kedudukan yang sangat penting. Ibarat suatu bangunan, aqidah adalah pondasinya, sedangkan ajaran Islam yang lain, seperti ibadah dan akhlak, adalah sesuatu yang dibangun di atasnya. Rumah yang dibangun tanpa pondasi adalah suatu bangunan yang sangat rapuh. Tidak usah ada gempa bumi atau badai, bahkan untuk sekedar menahan atau menanggung beban atap saja, bangunan tersebut akan runtuh dan hancur berantakan.
Mengingat pentingnya kedudukan aqidah di atas, maka para Nabi dan Rasul mendahulukan dakwah dan pengajaran Islam dari aspek aqidah, sebelum aspek yang lainnya. Rasulullah salallahu `alaihi wasalam berdakwah dan mengajarkan Islam pertama kali di kota Makkah dengan menanamkan nilai-nilai aqidah atau keimanan, dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu selama kurang lebih tiga belas tahun. Dalam rentang waktu tersebut, kaum muslimin yang merupakan minoritas di Makkah mendapatkan ujian keimanan yang sangat berat. Ujian berat itu kemudian terbukti menjadikan keimanan mereka sangat kuat, sehingga menjadi basis atau landasan yang kokoh bagi perjalanan perjuangan Islam selanjutnya. Sedangkan pengajaran dan penegakan hukum-hukum syariat dilakukan di Madinah, dalam rentang waktu yang lebih singkat, yaitu kurang lebih selama sepuluh tahun. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita mengenai betapa penting dan teramat pokoknya aqidah atau keimanan dalam ajaran Islam.
B. Syari’ah
Komponen Islam yang kedua adalah syari’ah yang berisi peraturan dan perundang- undangan yang mengatur aktifitas yang seharusnya dikerjakan manusia. Syari’at adalah sistem nilai yang merupakan inti ajaran Islam. Syari’ah aatau sistem nilai Islam yang diciptakan oleh Allah sendiri. Dalam kaitan ini, Allah disebut Syaari atau pencipta hukum.
1. Syari’at yang mengatur hubungan manusia secara vertikal dengan Allah (ibadah mahdah/khusus). Disebut ibadah mahdah karena sifatnya yang khas dan sudah ditentukan secara pasti oleh Allah dan dicontohkan secara rinci oleh Allah. Dalam konteks ini, syari’at berisikan ketentuan tentang tata cara peribadatan manusia kepada Allah, seperti kewajiban shalat, puasa, zakat, haji.
2. Syari’at yang mengatur hubungan manusia secara horizontal dengan sesama dan makhluk lainnya (mu’amalah). Mu’amalah meliputi ketentuan perundang- undangan yang mengatur segala aktivitas hidup manusia dalam pergaulan dengan sesamanya dan alam sekitarnya.3
Adanya sistem mu’amalah ini membuktikan bahwa Islam tidak meninggalkan urusan dunia, bahkan tidak pula melakukan pemisahan terhadap persoalan dunia maupuu akhirat. Bagi Islam, ibadah yang diwajibkan Allah atas hambanya bukan sekedar bersifat formal belaka, melainkan disuruhnya agar semua aktivitas hidup dijalankan manusia hendaknya bernilai ibadah. Ajaran ini sesuai dengan ajaran Islam tentang tujuan diciptakannya manusia supaya beribadah. Allah berfirman dalam QS. Az-Zarariyat, ayat 56
“ Dan tiadalah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali supaya beribadah kepada-Ku “
Hubungan horizontal ini disebut pula dengan ibadah gairu mahdah / umum karena sifatnya umum, di mana Allah atau Rasul-Nya tidak memerinci macam dan jenis perilakunya, tetapi hanya memberikan prinsip dasarnya saja.
C. Akhlaq
Akhlaq merupakan komponen dasar Islam yang ketiga yang berisi ajaran tentang perilaku atau sopan santun. Akhlaq maupun syari’ah pada dasarnya membahas perilaku manusia, tetapi yang berbeda di antaranya adalah obyek materia. Syari’ah melihat perbuatan manusia darin segi hukum yaitu: wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Sedangkan aklaq melihat perbuatan manusia dari segi nilai / etika, yaitu perbuatan baik ataupun buruk.
Akhlaq merupakan sistematika Islam, sebagai sistem, akhlaq memiliki spektrum yang luas, mulai sikap terhadap dirinya, orang lain, dan makhluk lain, serta terhadap Allah SWT.
D. Berbagai Aspek Lain Ajaran Islam
Islam sebagai agama akhir yang tetap mutakhir mempunyain system sendiri yana bagian –bagiannya saling berhubungan dan bekerja sama untuk untuk mencapai tujuan.
Yang diberikan agama Islam kepada manusia adalah :
pegangan hidup akidah.
jalan hidup syari’ah
sikap hidup yang mengarahkan perbuatan akhlak
Ketiga-tiganya merupakan ilmu ilahi yang bersifat abadi yang menjadi sumber inisiasi yang tidak abadi dalam semua disiplin ilmu.4
1. pendidikan
Adalah usaha sadar yang dilakukan manusia untuk mengembangkan potensi manusia lainya memindahkan nilai dan norma yang kepada orang lain dalam masyarakat.
Yang dimaksud pendidikan islam adalah proses penyampaian informasi dalam rangka pembentukan insan dan bertaqwa agar manusia menyadari kedudukannya, tugas dan fungsinya .Didunia ini baik sebagai abdi maupun kahalifahnya dibumi.
Dalam konfrensi pendidikan di mekkah, tujuan pendidikan islam adalah untuk membina insan yang beriman dan bertaqwa yang mengabdikan dirinya hanya kepada Allah membina serta memelihara alam sesuai dengan syari’ah serta memanfaatkannya dengan akidan dan akhlak.5
2. Masyarakat.
Masyarakat islam adalah pergaulan hidup manusia yang berinteraksi terus menerus menurut system nilai norma tertentu yang terikat pada identitas bersama islam.
Ciri pokok masyarakat islami
Persaudaraan
Persamaan
Toleransi tasamuhamar ma’ruf nahi mungkar
Musyawarah
Keadilan dan menegakkan keadilan
Keseimbangan
Ekonomi
Yang dimaksud dengan sistem ekonomi islam adalah system ekonomi yang terjadi setelah prinsip ekonomi yang menjadi pedoman kerjany, dipengaruhi atau dibatasi oleh ajaran-ajaran islam.
Sumber daya alam yang disediakan Tuhan itu harus diolah oleh tenaga dan akal manusia melalui prinsip-prinsip ekonomi.Usaha manusia untukmengolah sumber daya alam terikat kepada beberapa syarat,seperti yang disebutkan al-qur’an.
Tidak boleh melampaui batas sehingga membahayakan kesehatan dan kesejahteraan manusia lahir dan batin
Hasilnya tidak boleh di timbun tanpa di manfaatkan untuk kepentingan sesame manusia
Tidak boleh dilakukan dengan cara yang batil atau curang antara lain dengan:
Penipuan
Melanggar janji atau sumpah
Melakukan perbuatan-perbuatan lain yang bertujuan mengambil harta orang lain tanpa izin, diluar pengetahuan dan kemauan yang berhak.
Selalu ingat kepada orang-orang miskin, karerna dalam kekayaan dan pendapatan seseorang ada hak orang-orang miskin dalam bagian zakat.
Dalam system ekonomi islam, nilai-nilai yang terdapat dalam al-qur’an dan al-hadits di rumuskan menjadi norma melalui ijtihad orang-orang yang memenuhi syarat untuk berijtihad dan dipraktekkan dlam masyarakat.6
6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kerangka dasar ajaran Islam adalah garis besar atau rancangan ajaran Islam yang sifatnya mendasar, atau yang mendasari semua nilai dan konsep yang ada dalam ajaran Islam.
Adapun konsep atau kerangka dasar itu adalah aqidah,syariah, dan akhlaq. Tiga kerangka dasar ajaran Islam ini sering juga disebut dengan tiga ruang lingkup pokok ajaran Islam atau trilogi ajaran Islam. Kalau dikembalikan pada konsep dasarnya, tiga kerangka dasar Islam di atas berasal dari tiga konsep dasar Islam, yaitu iman, islam, dan ihsan.
DAFTAR PUSAKA
Ali, Muhammad Daud. 2003. Pendidikan Agama Islam. Jakarta Rajawali Pers.
Tim Fisip UT. 2007. Materi Pokok Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Departemen Agama.
Daudy, Ahmad. 1997. Kuliah Aqidah Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Abuddin Nata. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta Pranada Media Group. Atang Abdul Hakim dan Jaih Mubarok Mubarok 2009. Metodologi Studi Islam.