B
B
U
U
K
K
U
U
P
P
A
A
N
N
D
D
U
U
A
A
N
N
F
F
R
R
A
A
N
N
C
C
H
H
I
I
S
S
E
E
E
E
Buku Panduan Franchisee adalah dokumen rahasia yang dikeluarkan oleh Franchisor untuk
dijadikan pedoman dalam menjalani usaha outlet/toko Franchisee-nya. Segala peraturan,
ketentuan dan panduan untuk perusahaan Franchisee dituangkan dalam buku Panduan.
Perubahan dan penambahan untuk segala ketentuan dan peraturan baru akan dituangkan secara
tertulis dan diberikan kepada Franchisee untuk dilampiri didalam Buku Panduan. Buku
Panduan ini juga sebaiknya diberikan kepada outlet sebagai pegangan Supervisor, disamping
Buku Panduan Outlet/Toko. Standarisasi penulisan Buku Panduan, sebagai berikut:
BAB I - PENDAHULUAN
Berisi penjelasan mengenai maksud dan tujuan pembuatan Buku Panduan, sistematika
penulisan, dan ketentuan-ketentuan penggunaan Buku Panduan
Tujuan penulisan Buku ini adalah:
• Membuat sebuah buku yang dapat menjadi pedoman / acuan Terwaralaba dalam menjalankan kegiatan usaha waralaba nya sehari-hari
• Mengarahkan Terwaralaba untuk menjalankan usaha waralabanya sesuai standar yang ditetapkan oleh franchisor
• Menyamakan sistem prosedur operasional dan kebijakan yang dijalankan oleh seluruh Terwaralaba.
BAB II - PROFIL PERUSAHAAN
Berisi tujuan usaha & visi, profil dan susunan direksi, struktur organisasi, uraian singkat
sejarah perusahaan dan pengembangannya melalui sistem Waralaba, serta penyingkatan nama
dan istilah.
Didalam buku terdapat nama-nama dan istilah-istilah yang lazim digunakan dalam usaha ritel,
namun mungkin belum dikenal oleh orang yang belum pernah menjalankan usaha di bidang
ini. Oleh karena itu nama-nama dan istilah tersebut akan dikumpulkan pada lembar Indeks
untuk memudahkan pencarian.
BAB III - ORGANISASI DAN MANAJEMEN
Uraian yang lebih terperinci dapat dilihat pada Panduan Sistem dan Prosedur Operasi.
BAB IV - USAHA MINIMARKET
Penjelasan umum tentang definisi dari minimarket, bentuk usaha, kemudahan-kemudahan
yang ditawarkan, dan pelayanan kepada pelanggan.
Arti kemudahan yang ditawarkan serta pelayanan yang baik dan ramah kepada pelanggan
dapat menjadikan nama usaha dikenal oleh masyarakat.
BAB V - PROMOSI & PEMASARAN
Menjelaskan tentang sistem promosi yang dijalankan pada usaha minimarket, dan strategi
pemasaran yang diterapkan perusahaan.
Promosi dan pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting dan saling berkaitan satu
sama lainnya. Untuk mencapai target usaha, perlu dijalankan sistem pemasaran dengan strategi
yang terencana untuk mencapai target dan didukung dengan kegiatan promosi yang
terselenggara dengan baik.
BAB VI - SISTEM KONTROL
Menguraikan tentang sistem kontrol kedalam dan keluar, yang diterapkan dalam usaha
Buku Panduan dimaksudkan agar dapat menjadi pedoman bagi seluruh Franchisee. Dan dibuat
berdasarkan peraturan dan standarisasi dari perusahaan Franchisor, yang juga telah
disesuaikan dengan peraturan dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berlaku sesuai dengan
bidang usaha, dalam pengembangan usahanya melalui Sistem Waralaba.
Dalam upaya untuk menyamakan sistem prosedur operasional dan kebijakan-kebijakan
perusahaan Franchisor, panduan diberikan untuk dijalankan oleh Franchisees-nya sesuai
standard yang berlaku, disamping memudahkan Franchisor untuk mengadakan monitoring
untuk standarisasi usaha yang dipercayakan kepada Franchisee-nya.
R
RIINNGGKKAASSAANNSSEEJJAARRAAHHDDAANNDDAATTAAPPEERRUUSSAAHHAAAANN
Perusahaan yang merupakan bagian dari industri ritel ini berdiri tahun ………….. dengan
nama ………..
Perusahaan didirikan oleh ………., (sejarah singkat profil pengusaha)
………
………
Berdasarkan proven track record dari perkembangan perusahaan yang sudah berjalan, untuk
usaha pengembangan lebih lanjut, salah satu upaya perusahaan adalah membuka outlet / toko
minimarket melalui sistem Waralaba. Pengembangan usaha swalayan menjadi beberapa outlet
/ toko, lebih menitik-beratkan pada kenyamanan dan kemudahan sebagai nilai jual utama
(keuntungan terhadap persaingan), dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok pelanggan yang
secara dinamis selalu berubah-ubah.
Perusahaan dikembangkan sebagai perusahaan Franchisor, oleh ………..…
dengan pengembangannya melalui penambahan beberapa outlet / toko Franchisees yang
menjalankan hak ekslusif untuk produk dan merk ini.
I
II
II
I
..
.
P
P
P
R
R
R
O
O
O
F
F
F
II
I
L
L
L
P
P
P
E
E
E
R
R
R
U
U
U
S
S
S
A
A
A
H
H
H
A
A
A
A
A
A
N
N
N
I
1. Outlet (Franchisee)……… lokasi ………..
Berdiri tahun …………., pemilik ……….…..
2. Outlet (Franchisee)……… lokasi ………..
Berdiri tahun …………., pemilik ……….…..
3. Outlet (Franchisee)……… lokasi ………..
Berdiri tahun …………., pemilik ……….….. dst.
1. KEPALA TOKO / TERWARALABA
Kepala Toko adalah terwaralaba sendiri. Hal ini dimaksudkan agar Terwaralaba juga menjadi
operator yang terlibat dalam kegiatan usaha sehingga Terwaralaba dapat mengawasi sendiri
usahanya.
Tanggung Jawab : a. Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan karyawan dan pihak
manajemen
b. Melakukan pengawasan terhadap kinerja staf toko dan operasional
Kepala Toko / Terwaralaba (
Franchisee
)Supervisor Toko
Karyawan Toko
T
TUUGGAASSDDAANNTTAANNGGGGUUNNGGJJAAWWAABBFFUUNNGGSSIIJJAABBAATTAANN
I
II
II
I
II
I
..
.
O
O
O
R
R
R
G
G
G
A
A
A
N
N
N
II
I
S
S
S
A
A
A
S
S
S
II
I
D
D
D
A
A
A
N
N
N
M
M
M
A
A
A
N
N
N
A
A
A
JJ
J
E
E
E
M
M
M
E
E
E
N
N
N
S
toko secara keseluruhan
c. Menjaga dan meningkatkan profit store
d. Menyimpan segala kerahasiaan usaha beserta dokumen-dokumennya,
dan juga segala bentuk komunikasi yang terjadi antara pihak toko dan
manajemen
e. Mengatur dan menjalankan keuangan toko untuk biaya operasional
sesuai batas otoritas yang ditentukan
f. Pembinaan karyawan demi pencapaian target kerja dan karyawan
Area Tugas : a. Perencanaan ( planning )
b. Kontrol dan pengawasan
c. Anggaran dan Keuangan
d. Organizing
e. Pembinaan karyawan
f. Tugas-tugas tambahan
Dari setiap area tugas tersebut terdapat tugas-tugas yang harus
dilaksanakan oleh Kepala Toko. Rinciannya dapat dilihat pada Buku
Panduan Outlet Franchisee.
2. SUPERVISOR
Supervisor adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap seluruh operasi dan
kinerja toko sehari-hari, mulai dari saat toko dibuka pagi hari sampai dengan saat toko tutup
pada malam hari. Supervisor juga memegang peranan sebagai pengganti Kepala toko bila
Kepala toko tidak berada di toko. Namun tidak semua kewenangan-kewenangan kepala toko
dapat didelegasikan ke Supervisor (ada pembatasan wewenang).
Tanggung Jawab : a. Melakukan komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan Kepala toko
dan seluruh karyawannya
b. Melakukan pengawasan terhadap kinerja staf toko dan operasional
toko secara keseluruhan
c. Mencapai target penjualan dan profit
e. Mengelola keuangan harian sesuai batas otoritas yang ditentukan
f. Mendorong pencapaian target kerja dan pembinaan karyawan
Area Tugas : a. Perencanaan dan kontrol
b. Operasional
c. Biaya-biaya operasional
d. Evaluasi
e. Pengelolaan karyawan
Dari setiap area tugas tersebut terdapat tugas-tugas yang harus
dilaksanakan oleh Supervisor. Rincian tersebut dapat dilihat pada Buku
Panduan Outlet Franchisee.
3. KARYAWAN TOKO
Karyawan toko merupakan pelaksana operasional dari seluruh kegiatan kerja toko. Selain itu
karyawan toko memegang peranan penting untuk menciptakan suasana pelayanan kepada
pelanggan dalam lingkungan yang bersih dan bersahabat. Sehingga dapat dikatakan bahwa
karyawan toko merupakan ujung tombak pelayanan dari operasi toko.
Tanggung Jawab : Karyawan toko mempunyai 2 tanggung jawab utama, yaitu:
a. Melakukan kerja sama, komunikasi, dan koordinasi dengan seluruh
staf toko (Kepala toko, Supervisor dan sesama karyawan)
b. Menciptakan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang
diberikan
Area Tugas : a. Operasional toko
b. Pengontrolan
Dari setiap area tugas tersebut terdapat rincian tugas lain yang dapat
R
REECCRRUUIITTMMEENNTT
Kegiatan recruitment calon karyawan toko dilakukan sepenuhnya oleh Pemilik Toko yang
membutuhkan tenaga karyawan. Untuk kegiatan ini Pemilik Toko diharapkan melakukan
usaha-usaha konkret, misalnya memuat berita lowongan di surat kabar atau menyebarkan
berita lowongan tersebut di media lainnya yang efektif. Selain itu Pemilik Toko juga harus
terlibat secara langsung dalam proses recruitment dan seleksi awal (interview) para pelamar.
P
PRROOSSEESSRREECCRRUUIITTMMEENNTTCCAALLOONNKKAARRYYAAWWAANN::
* Mengirimkan Surat Lamaran disertai Curriculum Vitae dan surat-surat referensi
pendukung
* Melengkapi formulir Daftar Isian Data Pelamar
* Menjalani interview
* Menjalani pelatihan, apabila lamaran diterima
K
KOONNSSEEPPUUSSAAHHAA
Konsep yang ingin dikembangkan: Konsep minimarket dengan prototype ruang usaha tertentu
(luas satu atau dua ruko / satu atau dua lantai, dsb.)
Jadi konsep usaha yang akan dikembangkan adalah suatu tempat berbelanja para pelanggan
kelas tertentu, lebih dikhususkan kepada masyarakat menengah dan menengah kebawah,
mengarah pada kelengkapan produk kebutuhan sehari-hari (basic needs) dengan harga yang
lebih murah dari Supermarket dan Convenience Store.
Dengan adanya konsep usaha yang menunjang penyediaan produk kebutuhan sehari-hari,
diperkirakan akan memperbaiki keadaan perekonomian, dan penduduk daerah akan
memerlukan minimarket untuk memenuhi kebutuhan mereka.
T
TUUJJUUAANNUUSSAAHHAA &&AARRTTIIKKEEMMUUDDAAHHAANN
Menyediakan produk-produk asli dan berkualitas terbaik dan ternama kepada para pelanggan
dengan cara yang paling mudah. Menempatkan diri sebagai toko yang nyaman dengan
I
II
II
I
II
I
..
.
U
U
U
S
S
S
A
A
A
H
H
H
A
A
A
F
F
F
R
R
R
A
A
A
N
N
N
C
C
C
H
H
H
II
I
S
S
S
E
E
E
M
M
M
II
I
N
N
N
II
I
M
M
M
A
A
A
R
R
R
K
K
K
E
E
E
T
T
T
Kkepada pelanggan adalah upaya untuk meraih kepuasan pelanggan dalam memenuhi
kebutuhan pokok mereka.
Memberikan Arti Kemudahan (memberikan pelayanan dan kemudahan-kemudahan kepada
pelanggan), seperti:
• Kemudahan dalam waktu (operasional toko 12 – 14 jam)
• Lokasi yang mudah dijangkau (di daerah pemukiman dan keramaian)
• Kemudahan dalam mendapatkan / memilih kebutuhan pokok (menyediakan hanya barang-barang pokok saja)
V VIISSII
Menempatkan diri sebagai bagian dari sistem industri sebagai minimarket yang menitik
beratkan pelayanan kepada konsumen dalam kemudahan, lingkungan yang nyaman, bersih dan
bersahabat, serta mempunyai nilai jual utama / keuntungan persaingan untuk penyediaan
barang-barang yang laku keras.
M MIISSII
Pendirian dan pengembangan usaha disesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang ada,
seperti :
- meningkatkan dan memperkuat saluran distribusi untuk aneka ragam barang di daerah
per kotaan maupun pedesaan
- menyediakan konsumen barang-barang dengan akses harga termurah dan terbaik
K
KEEUUNNIIKKAANN((UUNNIIQQUUEENNEESSSS))
Keunikan atau orisinalitas dari suatu usaha (jasa atau produk) merupakan keunggulan
tersendiri dari suatu usaha waralaba. Adanya orisinalitas dalam suatu usaha menjadikan bisnis
tersebut tidak mudah dimasuki, karena entry barrier nya tinggi dan tidak mudah disaingi. Hal
ini menunjukkan pula keunggulan dari bisnis ini, yang tidak mudah ditiru dan diikuti oleh
pihak lain.
Keunikan dapat diadakan pada system software yang dikembangkan, yang mengarah pada
tailormade software system dengan optimalisasi persediaan atau inventory dan dikaitkan pula dengan automatic replenishment.
Selanjutnya di tingkat store, diadakan category management dengan sistem scanning untuk
terus menerus. Untuk ini, bidang Research & Development harus terus mengikuti
perkembangan, terutama dalam teknologi komputer.
Hal tersebut ditunjang pula dengan konsep usaha yang menyajikan arti kemudahan yang
ditawarkan oleh bidang usaha ini, misalnya: kemudahan dalam waktu / jam operasi toko;
lokasi yang mudah dijangkau; penyediaan produk untuk kebutuhan pokok dengan harga yang
relatif murah.
P
PEENNGGAALLAAMMAANNBBIISSNNIISS&&MMAARRKKEETTAABBIILLIITTYY
Pengalaman bisnis sebagai Proven Track Record dapat menjadi andalan dalam pengembangan
di bisnis ritel, dalam hal ini untuk menjalankan sistem waralaba atau mewaralabakan
usahanya.
Marketability dari usaha dapat terlihat dari perkembangan omset dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Bertambahnya jumlah pelanggan sesuai dengan bertambahnya jumlah toko di
berbagai kota, akan lebih memperkenalkan merk dagang di kalangan masyarakat konsumen.
F
FAAKKTTOORR--FFAAKKTTOORRYYAANNGGMMEENNEENNTTUUKKAANNMMAARRGGIINN//LLAABBAA
1
1..KKeeuunnttuunnggaannKKoottoorraattaauuGGrroossssMMaarrggiinn
Merupakan selisih antara harga penjualan dan harga pokok pembelian atau harga pembelian
produk / barang dagangan. Gross margin merupakan faktor utama dari penghasilan toko
Penerima Waralaba, sehingga perputaran barang dagangan yang lebih cepat, akan
meningkatkan penghasilan pula untuk kurun waktu tertentu, misalnya: per bulan.
2
2..PPeennddaappaattaannllaaiinn--llaaiinn
Merupakan penghasilan dari usaha jasa tambahan di toko seperti: pemberlakuan eksklusif,
dan jasa-jasa lain.
Untuk ini pihak pemberi Waralaba atau pemilik merk dagang telah mengatur untuk
kepentingan toko / gerai Penerima Waralaba-nya.
3
3..BBeebbaannOOppeerraassii
Merupakan biaya yang dipikul oleh gerai Penerima Waralaba dalam menjalankan usahanya.
Beban operasi dibagi dalam 2 kategori, yaitu :
a. Biaya Pemasaran : seperti biaya cetak flyer atau edaran atau selebaran dilingkungan
pada event-event promosi dan sebagainya,
4
4..BBeebbaannDDeepprreessiiaassii
Penyusutan berhubungan dengan penghapusan peralatan yang dipakai seperti AC, cash
register, rak dsb., yang umumnya di depresiasi dalam waktu 5 (lima) tahun.
5
5..BBeebbaannBBuunnggaa
Sekiranya ada penggunaan kredit dari Bank atau lembaga keuangan yang tentunya akan
diperhitungkan pada hasil akhir sebelum pajak (berikut penyicilan modal yang dipinjam).
6
6..BBeebbaannBBiiaayyaa
Disebabkan barang hilang, rusak karena kesalahan di gerai, akan mempengaruhi gross
margin, karena harga pokok pembelian tetap harus dibayar sedangkan barang tidak dapat
dijual.
7
7..PPeenngguuttiillaann,,PPeennccuurriiaann,,PPeerraammppookkaann
Unsur-unsur penghasilan maupun biaya harus di monitor secara terus menerus dan dilakukan
paling sedikit seminggu sekali, agar diketahui penyimpangan antara anggaran (budget) dan
aktualnya (hasil penjualan).
Disamping itu masih perlu diperhatikan kemungkinan kesalahan mencantumkan harga baik
pada barang (labeling) maupun pada komputer (open price) dan kesalahan memasukkan harga
pada saat pembayaran (input) di mesin kas register (oleh Kasir), tentunya akan berakibat pula
pada hasil akhir usaha toko.
G
GRROOSSSSMMAARRGGIINN
Gross margin merupakan selisih antara Sales dan Cost of Good Sold (C.O.G.S.), dan hal ini
ditentukan oleh harga jual dan harga beli atau harga pokok penjualan. Gross margin ini
umumnya oleh produsen atau supplier dilihat sebagai fee atau imbalan bagi distributor /
penyalur dalam membawa produk sampai kepada konsumen. Bagi penyalur, imbalan tersebut
merupakan hasil kotor dalam melakukan tugas penyaluran, mengingat masih ada biaya-biaya
yang harus dikeluarkan, dan resiko barang rusak atau hilang selama dalam tanggung jawabnya.
Gross margin ini berhubungan erat dengan biaya distribusi (cost of distribution) suatu produk
untuk sampai pada pasar. Umumnya produsen produk-produk makanan dan kelontong
bersedia memberikan fee atau komisi pada distributor tunggal sebesar 15 – 17%, sedangkan
P
PRROOFFIITTAABBIILLIITTYY
Keuntungan perusahaan dapat dilihat dari Consumers acceptance terhadap kehadiran
minimarket tersebut yang akan mempunyai dampak terhadap: peningkatan omset penjualan
toko; penambahan outlet; serta perluasan ruang/space toko.
Citra perusahaan tidak hanya dikenal dari nama perusahaan, tetapi juga dari kemudahan yang
diberikan, produk dengan mutu dan kwalitas baik, dan pelayanan serta lingkungan toko yang
hangat dan bersih. Popularitas dan daya ingat masyarakat terhadapnya juga timbul karena
sebuah logo atau lambang. Logo dibuat mengandung makna yang seirama dengan
kebijaksanaan perusahaan maupun produknya, mempunyai ciri khas tersendiri yang
menggambarkan makna dari tujuan usahanya.
U
US
SA
A
HA
H
A
P
PE
EN
N
GE
G
EM
MB
BA
A
NG
N
GA
A
N
N
M
ME
EL
LA
AL
LU
UI
I
S
SI
I
ST
S
TE
EM
M
W
WA
AR
RA
A
LA
L
AB
BA
A
Menjalankan usaha minimarket ini akan cukup menarik, dengan perhitungan keuntungan yang
dapat diatas perhitungan bunga deposito dan secara pasti nilai intrinsik usaha akan terus
meningkat.
Untuk memperoleh keberhasilan dalam menjalankan usaha ini harus memiliki motivasi yang
kuat. Dengan strategi perluasan melalui sistem waralaba, akan membentuk jaringan penyaluran
yang cukup kuat dan banyak sehingga mempunyai akses sampai pada ujung tombak eceran.
Untuk menunjang pengembangannya, perlu dibentuk divisi:
• Divisi swalayan (retail) yang menitik beratkan pada usaha perdagangan eceran
• Divisi grosir, yang bertujuan untuk pengembangan usaha perdagangan umum.
Dalam divisi swalayan, perlu ditunjang dengan pengoperasian toko yang optimal,seperti:
• Toko beroperasi dari 12 sampai 14 jam sehari
• Toko berukuran mulai dari 50m2 sampai 180m2
• Setiap 10 sampai 15 toko ditangani oleh 7 orang staff atau lebih tergantung dari besarnya toko
• POS, Scanner dan Automatic Replenishment System akan membantu operasi toko untuk pemesanan barang untuk menjaga high turnover stock, pemeriksaan kilat, dan untuk
menganalisa yang menjaga toko tetap “up to date” terhadap perubahan pasar dan responsif
terhadap permintaan para pelanggan.
• Persediaan barang per bulan memakai tempat penyediaan barang serendah mungkin.
• Pengadaan jasa tambahan yang akan menambah nilai toko, misalnya: Laundry, photocopy, photo Processing, ATM atau jasa pelayanan masyarakat lain yang dapat menambah daya tarik dan nilai tambah terhadap pelanggan.
Perkembangan lebih lanjut yang kemungkinan dapat diperhitungkan adalah:
• Menjalankan sistem “mail order” sampai dengan E-Commerce
• Kepemilikkan dan penggunaan paten “private label”, setelah jaringan cukup kuat dan luas
• Sebagai distributor dari “many branded products” (tidak hanya terbatas pada satu brand)
P
PRROOTTOOTTYYPPEERRUUAANNGGUUSSAAHHAA
Penetapan prototype ruang usaha berdasarkan ruko dan perkiraan pengembangan usaha untuk
type of market lain.
Perkembangan yang pesat dapat ditunjukkan dengan meningkatkan ruang / space toko, dengan
satu prototype tertentu, ditujukan kepada masyarakat kelas menengah & menengah kebawah,
yang mana hal ini diharapkan juga dapat menambah jumlah minimarket di daerah pinggiran
kota.
Pihak investor atau calon Franchisee akan melihat usaha yang menarik ini sebagai suatu
business opportunity dan bersedia untuk mengambil peluang yang ada.
Pengembangan prototype 1 atau 2 ruko (hanya lantai bawah saja) pada suatu minimarket,
maka space untuk ini perlu diperluas dan menjadi 2 kali lebih luas, misalnya 1 ruko untuk
lantai bawah dan lantai atas (dua lantai) menjadi 2 ruko untuk lantai atas dan lantai bawah.
Perlu diketahui bahwa prototype satu atau dua ruko (lantai bawah) mempunyai luas hanya
antara 80m2 sampai 120m2, sehingga akan terasa lebih kecil dari ukuran idealnya. Untuk
jelasnya dapat dipaparkan dibawah berbagai jenis pasar :
TYPES OF MARKET AREA (SQ METER)
1. Hyper Market 2,500 sampai 5,000
2. Super Market 500 sampai 2,500
4. Convenience Store / Kios Modern ( ** ) 80 sampai 180
5. Toko 50 sampai 80
6. Warung 20 sampai 50
( ** ) Convenience Store / Kios Modern
Prototype yang memanfaatkan ruang usaha, berkaitan dengan peningkatan kelompok item
produk. Untuk pengembangan ruang usaha, jumlah item bisa ditingkatkan dari 3000 sampai
5000 atau 6000 items.
Dengan demikian kita dapat memenuhi “scale effect” (efek skala) yang baik, memanfaatkan
luas tempat dengan harga sewa (beli) yang lebih murah serta melengkapi assortimen produk.
Untuk jenis produk yang akan disediakan, perlu diadakan survey terlebih dahulu,
jenis-jenis produk apa yang dibutuhkan pelanggan, mulai dari aluminium foil, makanan kering, 9
bahan pokok sampai pada minuman ringan, dll. Sedangkan produk-produk personal/health
care sampai pada stationneries dan pakaian dalam & lingerie serta beauty aids dan kosmetik
perlu diperinci.
Prototype ini (dalam perjalanan waktu) dengan memonitor secara cermat dan ketat, dapat
ditentukan komposisinya.
Hal ni berkaitan dengan berbagai aspek seperti kebutuhan pelanggan, dukungan para supplier,
segmentasi pasar sampai pada positioning dari usaha ini.
CLASS “C”
80 to 100 SQ Meter
Items 1000 to 2000 Average 1600
CLASS “A”
120 to 180 SQ Meter
Items 2500 to 3000 CLASS “B”
100 to 120 SQ Meter
Dengan demikian diharapkan prototype ini, dimana masalah ukuran luas (size) dan space serta
kelompok produk yang disediakan dengan margin mix terbaik, akan terkristalisasi.
Logo yang memiliki makna dan misi yang kuat akan sangat membantu perusahaan maupun
produknya dalam mengambil posisi di masyarakat pembeli dan pemakai (brand positioning).
Standarisasi logo ini dipakai oleh perusahaan sesuai dengan fungsi atau item yang diperlukan
dalam keperluan perusahaan tanpa melupakan aspek-aspek keindahan dalam bentuk dan
warna, sehingga tetap menarik dalam visual dan tampilannya, baik dalam produk, item-item
promosi, dan atribut lain yang digunakan.
Contoh logo:
Arti bentuk gambar dan tulisan yang ditampilkan dari logo berdasarkan:
* Filosofi Deskripsi Bentuk
Untuk bidang usaha ini misalnya: dapat ditampilkan gambar yang sederhana, lebih
memfokuskan kepada tulisan yang menampilkan jenis toko/outlet, agar masyarakat lingkungan
lebih cepat mengenali kehadiran toko/outlet, yang dimaksud outlet minimarket (swalayan),
dimana segala kebutuhan pokok bisa didapatkan.
* Tambahan tulisan pada logo
Nama perusahaan diposisikan diatas garis, yang dapat berarti “teratas” dalam pengelolaan
bidang usaha minimarket. Garis lurus dapat diartikan ketegasan atau kepastian, dalam hal ini
minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dengan kwalitas terbaik. Selain nama
perusahaan yang ditampilkan bersama bentuk gambar, dapat pula ditambahkan dengan tulisan
dan/atau kalimat lain, yang dapat mempertegas image dari produk yang diproduksi oleh nama
perusahaan tersebut.
“one step to one stop ……”
A. I D E N T I T A S / L O G O
S
“one step to one stop ……..”, dapat berarti: lokasi toko mudah dijangkau, dan segala
kebutuhan pokok terdapat di satu toko.
* Penggunaan dan panduan warna
Presentase setiap warna merupakan sebuah pekerjaan teknis yang bermanfaat jangka panjang,
karena standard warna perusahaan akan menjadi salah satu ciri dan identitas perusahaan secara
umum. Panduan warna menggunakan panduan warna separasi, yang menggunakan mesin
cetak 4 warna.
Arti warna logo :
Ketentuan warna separasi : Warna 1 – (prosentasi)
Warna 2 – (prosentasi)
Warna 3 – (prosentasi)
Warna 4 – (prosentasi)
(dst, sesuai warna yang terdapat pada logo).
B
BEERRMMAACCAAMMBBEENNTTUUKKLLOOGGOO&&SSIIGGNNAANNGGEE
Adakalanya beberapa perusahaan membakukan lebih dari satu logo untuk mengadakan
perubahan dan penyempurnaan logo, dengan maksud agar lebih dikenali dalam fungsinya
selain tetap menarik dan menampilkan keindahan dalam bentuk ataupun warna.
Promosi dengan tampilan dalam beberapa macam bentuk, seperti: flyer, iklan majalah/koran,
umbul-umbul, spanduk, kartu nama, tas belanja, topi , dan sebagainya.
Logo 1 :
Logo 2 :
Signage 1 :
Signage 2 :
Pakaian seragam karyawan (corporate costume) merupakan salah satu atribut perusahaan yang
dibakukan. Pakaian seragam ini ditentukan dan dibagi sesuai fungsinya:
Seragam Karyawan Seragam Karyawati Seragam Karyawati Berjilbab
Seragam Karyawati Hamil Seragam Show Room Seragam Petugas Lapangan
Badge Topi Atribut lain
Ditetapkan untuk dijadikan standard baku untuk pencetakan dan penggunaan ATK seperti:
Kop dan kertas surat, amplop, kartu nama, tas belanja, dll.
Disain Kop Surat :
Disain amplop surat :
Disain Kartu Nama :
Disain Tas Belanja :
Dsb.,dsb.
Kelengkapan dokumen-dokumen atas nama Pemberi & Penerima Waralaba (Franchisor &
Franchisee):
o NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
o Surat Keterangan Domisili (Ijin Tempat)
o SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan)
o STPUW (Surat Tanda Pengusaha Usaha Waralaba)
o TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
o U.U.G. (Undang-Undang Gangguan)
Ditetapkan dari wilayah atau teritori tertentu, seperti misalnya: di areal perumahan, dimana
untuk berjalannya usaha ini diperlukan pendekatkan diri kepada pelanggan (individual
approach), dan berusaha untuk menyediakan segala kemudahan bagi pelanggan, diantaranya lokasi yang mudah terjangkau oleh pelanggan. Batasan lain yang juga dapat ditentukan,
misalnya dengan penetapan areal toko dengan toko yang lainnya tidak saling berjauhan.
(Strategi yang dipakai ini, agar memungkinkan pelanggan yang sudah dominan pada satu
nama usaha minimarket, tidak memerlukan waktu terlalu lama dan jauh untuk mencapai toko
yang lainnya apabila kebutuhan yang diperlukan tidak didapatkan di toko yang pertama).
Dengan bantuan dari merchandiser, toko swalayan harus mampu mendapatkan keuntungan
dari hubungan ini, dimana mereka dapat meningkatkan tekanan harga ke supplier atau pabrik,
memfokuskan pada barang yang laku keras pada setiap kategori atau departemen.
Kategori utama barang dagangan yang berpengaruh besar pada penjualan ialah :
1. Makanan & minuman
2. Perawatan tubuh & Kecantikan
3. Perlatan rumah tangga
4. Minuman keras & rokok. D. P E R I J I N A N U S A H A
M
Kebanyakan barang dikirimkan dari Supplier ke pusat pendistribusian (DC / Distribution
Centre). Pendistribusian ke toko berasal dari DC. Untuk meningkatkan level layanan ke toko,
sistem pemesanan secara otomatis kepada supplier di-instal di DC. Ini sangat perlu mengingat
logistik adalah isu terpenting pada minimarket/CS.
Strategi utama pada merchandising adalah untuk menjaga inventory turnover setinggi
mungkin, untuk menjaga kesegaran produk di toko, mengingat ruangan toko yang sangat
terbatas. Pengembangan produk baru akan diseleksi untuk memastikan hanya produk yang
memiliki nilai jual tinggi yang ada dalam rak. Biaya perkenalan akan dibebankan kepada para
supplier atau pabrik yang barangnya diperkenalkan di toko, juga untuk memberikan
keuntungan yang besar ke perusahaan. Seleksi dan pengembangan produk baru, kontrol pasar,
dan advertising & promotion (A&P) dikerjakan oleh HO merchandisers, sementara
replenishment dilakukan secara elektronik dari toko ke HO, dan departemen logistik pada DC
akan distok dengan baik.
Dengan demikian dalam merchandising policy, perusahaan tidak memposisikan diri sebagai
distributor tunggal, tetapi dapat memanfaatkan jaringan distribusi yang ada sebagai kekuatan
untuk memperoleh harga maupun fasilitas-fasilitas, seperti: discount, transportasi, suppliers
credit dan pengikut sertaan pada program “below the line activities” dari produsen.
P
PRROODDUUKK&&PPEENNGGEETTAAHHUUAANN PPRROODDUUKK
Franchisor menyeleksi dengan ketat produk-produk untuk dijual dan memberi prioritas pada produk-produk kebutuhan sehari-hari yang cepat laku (fast moving), sedangkan jumlah yang
disediakan sekitar 2000 sampai 3500 macam barang. Setiap produk mempunyai karakter
tersendiri dan berbeda dengan yang lain. Perlu ada kehati-hatian dalam menjaga penanganan
yang tepat mengenai kondisi umur dan mutu produk, barang yang diawetkan,
barang-barang yang mudah rusak / pecah (perishable), pemindahan barang-barang dari kendaraan angkut ke
gudang, pengemasan serta cara atau alat untuk menyimpannya.
K
KAATTEEGGOORRIIPPRROODDUUKK
Dibawah ini dapat dipaparkan kategori produk berdasarkan type usaha :
CONVENIENCE STORE
Tujuan: * Untuk menentukan line of product dan pengelompokannya untuk retailing
* Untuk memastikan semua produk yang dipajang untuk dijual
adalah consumers product dan sesuai dengan kebutuhan
konsumen.
e. Drink range ( brewerage, softdrink, alcoholic drinks, dsb. )
2. Produk Makanan a. Confectioneries (dengan pemanas); Pastries, Pie, Rolls, Puff,
dsb.
b. Sweets & Chocolates assortment
c. Canned & bottled food, including cooking oil, seasoning, dsb.
d. Dry food; kelompok sembako dan bumbu-bumbu
e. Drinks; canned and bottled
3. Produk
Non-Makanan
a. Toileteries; tissue paper, detergent, washing powder, soap,
cream, clear, cloths, dsb.
b. Stationneries; surat kabar, majalah, alat tulis, kertas, battery,
c. Rokok
d. Photgraphic – films
e. Barang-barang elektrikal; bola lampu, plug, socket, lampu
senter, fuse, dsb.
MINIMARKET
Kategori Produk ditambah dengan :
a. Alat dan keperluan rumah tangga
b. Footwear
c. Mainan – Toys
d. Alat & bahan pembersih
f. Kosmetik personal care
g. Pakaian dalam wanita / pria
h. Health care products
P
P
E
E
M
M
A
A
S
S
A
A
R
R
A
A
N
N
T
TUUJJUUAANNPPEEMMAASSAARRAANN
• Membentuk citra (image) usaha yang kuat, yang akan sangat berguna bagi operasional usaha jaringan ritel
• Meningkatkan penjualan outlet dibantu dan dipandu oleh Franchisor
Sistem Waralaba (franchise) yang diterapkan ini dimaksudkan agar setiap individu yang ingin
menjalankan usaha sejenis ini mendapatkan kesempatan berusaha dengan baik, melalui
dukungan dan berdasarkan pengalaman dari usaha franchisor, serta dimasa yang akan datang
dapat membentuk jaringan (network) usaha yang sangat membantu perkembangan tiap-tiap
pengusaha / franchisee.
Untuk Marketing dan Promotion budget dapat dialokasikan sebesar 0,5% dari penjualan.
Promosi harga pada toko akan diprogram sepanjang tahun, melalui brosur perusahaan,
pendistribusian, misalnya, ke rumah-rumah terdekat, perkantoran terdekat dan di dalam toko.
Promosi ini akan ditangani secara terpisah dari aktivitas yang dilakukan di toko gudang rabat.
Marketing pada harga di toko diimplementasikan dari waktu ke waktu sejalan dengan
penambahan toko yang dibuka, untuk tetap mengingatkan pelanggan.
Kegiatan Marketing & Promotion pada umumnya dapat melalui:
• Media Cetak, seperti: Koran, majalah bisnis, pos, serta flyer dan brosur
• Media Elektronik, seperti: Radio & Televisi
• Media Luar Ruang, seperti: Billboard, spanduk dan umbul-umbul
• Kegiatan seminar/workshop & exhibition
V
Target pemasaran dari Minimarket adalah kalangan menengah kebawah. Untuk mencapai
target pemasaran ini Minimarket menerapkan sistem pemasaran yang memberikan
kemudahan-kemudahan bagi pelanggannya, seperti:
* Berlokasi di dekat kawasan perumahan (strategi mendekatkan diri ke pelanggan)
* Menyediakan barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari berkwalitas baik & unggul
* Harga barang yang terjangkau (relatif murah)
Pada pelaksanaan operasi toko sehari-hari diterapkan beberapa sistem pemasaran untuk
memacu pencapaian target penjualan. Sistem yang diterapkan antara lain:
• Pelayanan pesan-antar (delivery service) ke rumah pelanggan pada radius tertentu dari lokasi toko, dengan ketentuan nominal pembelanjaan
• Memberikan jaminan harga pada barang yang dijual (memberikan harga yang termurah bila ada ditemukan perbedaan harga antara di rak display dan di Kasir)
• Memberikan jaminan kwalitas barang yang dijual (apabila ada barang yang rusak, maka akan diganti dengan menunjukkan struk pembelian)
Promosi dan pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting dalam suatu kegiatan usaha
untuk mencapai keberhasilan target usaha, begitu pula halnya dalam usaha Minimarket, kedua
hal ini merupakan kegiatan utama untuk mendukung tercapainya target penjualan. Tanpa
adanya kegiatan promosi dan pemasaran, maka keberadaan Minimarket dan produk-produk
yang disediakannya tidak akan diketahui oleh masyarakat.
Program-program pemasaran tersebut akan efektif bila didukung dengan promosi yang baik
dan berkelanjutan, hingga mencapai target sasaran, yang mana secara tidak langsung juga
akan mencapai target penjualan. Oleh karena itu promosi dan pemasaran merupakan kegiatan
yang tidak dapat dipisahkan dan saling menunjang dalam kegiatan usaha.
P
P
R
R
O
O
M
M
O
O
S
S
I
I
Dalam usaha Waralaba Minimarket terdapat 2 macam kegiatan promosi, yaitu:
o Promosi Nasional (National Campaign), dan
Kedua kegiatan tersebut mempunyai tujuan untuk mencapai target penjualan toko. Perbedaan
utama adalah pada ruang lingkup target promosi, yaitu masyarakat di lingkup nasional, dan
masyarakat di lingkungan toko.
1. Promosi Nasional
Rencana Program Promosi Nasional Tahunan dibuat dan diselenggarakan oleh
Franchisorberikut penyediaan segala fasilitas perlengkapan atau barang sehubungan dengan kegiatan promosi. Tujuannya untuk memperkenalkan keberadaan toko / Minimarket kepada
masyarakat secara nasional. Promosi ini wajib diikuti dan dijalankan oleh seluruh Minimarket.
2. Promosi Lokal
Kegiatan promosi ini diselenggarakan oleh toko / Minimarket (Terwaralaba) dilingkungannya
sendiri. Tujuannya untuk mencapai target penjualan atau meningkatkan penjualan toko.
Dengan dukungan data-data dari Supervisor dan disesuaikan dengan kondisi pasar yang ada,
Kepala toko akan membuat Rencana Program Promosi Lokal Tahunan, untuk mendapatkan
persetujuan dari manajemen Franchisor.
Program Promosi tersebut dapat berjalan hanya atas persetujuan pihak manajemen. Untuk
pelaksanaannya, segala atribut yang dipakai juga harus mendapat persetujuan dari pihak
manajemen Franchisor, untuk menjamin standarisasi desain dan bahan. Untuk menjamin
terlaksananya program promosi dengan baik, pihak manajemen Franchisor berhak untuk
mengevaluasi program dan melakukan perubahan-perubahan bilamana perlu, dan melihat
apakah program tersebut tidak menggangu program promosi yang telah dibuat oleh
manajemen sendiri.
S
SAALLEESSMMAANNSSHHIIPPPPRROOGGRRAAMM--PPEELLAAYYAANNAANNKKEEPPAADDAAPPEELLAANNGGGGAANN
(menyambut pelanggan, melayani pelanggan, menerima telepon, dll.)
Sistem pemasaran dan promosi yang baik, sesuai dengan tujuan usaha yang memfokuskan arti
kemudahan bagi pelanggan, perlu didukung pelayanan yang baik dari setiap staf toko, dengan
usaha menciptakan kesan ramah dan bersahabat kepada pelanggan, yang mana merupakan
salah satu kunci untuk meraih kepuasan pelanggan. Staf toko yang dimaksud disini adalah
semua yang terlibat dalam operasional toko (karyawan, supervisor, dan Kepala Toko /
baik bagi masyarakat, dimana hal ini adalah salah satu faktor yang sangat menentukan
keberhasilan usaha anda.
1
1.. CCAARRAAPPEELLAAYYAANNAANN
“Tatap”
Pandangan yang ramah dan langsung ke mata pelanggan (kontak mata) ketika komunikasi
terjadi merupakan cara terbaik untuk menunjukkan bahwa kita sangat memperhatikan
pelanggan. Selain itu mendengarkan dengan baik pada setiap komunikasi yang terjadi dengan
pelanggan akan sangat membantu Anda untuk mengetahui apa yang diinginkan atau apa yang
ingin disampaikan oleh pelanggan.
“Senyum”
Senyuman yang ramah dan tidak dibuat-buat kepada pelanggan merupakan keharusan dalam
setiap komunikasi yang terjadi antara Staf toko dengan pelanggan. Hal ini menunjukkan
bahwa pelanggan selalu diterima dengan baik oleh minimarket, dan bahwa Staf toko selalu
siap untuk membantu dan melayani kebutuhan pelanggan.
“Sapa”
Dalam setiap komunikasi dengan pelanggan hendaknya Staf toko menyapa pelanggan terlebih
dahulu dengan sapaan yang ramah dan sopan, seperti: “Selamat pagi / siang / malam, apa
yang bisa kami bantu ?”, atau “Selamat pagi / siang / malam Bapak/Ibu …..”, dengan
menyebutkan nama pelanggan, apabila pengungjung adalah pelanggan tetap dan sudah dikenal
staf toko. Hal ini akan membuat pengunjung merasa diperhatikan kehadirannya, dan sangat
membantu untuk memulai komunikasi yang baik dan lancar dengan pelanggan sehingga
pelanggan tidak akan ragu untuk menyampaikan pesannya kepada Staf toko.
Tata krama dalam menerima telepon juga perlu mendapat perhatian. Menyebutkan nama
perusahaan/outlet terlebih dahulu, salam dan kemudian menawarkan bantuan, seperti: “Nama
perusahaan - Selamat Pagi, ada yang bisa dibantu?” Dan usahakan mendengarkan dengan
sabar inquire penelpon, sebelum menjawab setiap pertanyaan dengan sopan dan jelas.
2
2..KKEETTEERRAANNGGAANNDDAANNSSAARRAANN
Terkadang pelanggan ingin mendapatkan keterangan mengenai produk yang ingin dibelinya,
baik mengenai ketersediaannya di toko maupun mengenai produk yang ingin dibelinya.,
Untuk itu setiap Staf toko harus dapat memberikan keterangan secara terperinci dan saran yang
memuaskan untuk pelanggan, terutama mengenai produk minimarket. Dapat memberikan
keterangan dan saran mengenai produk yang dijual, maka seluruh Staf toko diharapkan
memiliki pengetahuan tentang produk-produk yang dijual (product knowledge) di minimarket.
3
3..PPEENNAANNGGAANNAANNKKEELLUUHHAANNPPEELLAANNGGGGAANN
Penanganan terhadap setiap keluhan pelanggan merupakan hal penting yang harus dapat
dilakukan oleh setiap Staf toko. Penangan secara cepat dan efektif dapat mencegah munculnya
reputasi buruk umumnya, dan bagi toko pada khususnya.
Hal-hal yang perlu dilakukan staf toko dalam penanganan keluhan adalah sebagai berikut:
• Mendengarkan keluhan yang disampaikan pelanggan dengan serius
• Segera meminta maaf atas kesalahan / kekeliruan yang mungkin menjadi sebab timbulnya keluhan
• Apabila memungkinkan segera mencoba untuk menyelesaikan masalah yang terjadi
• Bila keluhan pelanggan mengenai produk yang dijual tidak dapat diselesaikan, maka Supervisor toko harus dipanggil untuk mencoba menyelesaikan masalah. Supervisor
toko akan memutuskan tindakan lanjutan apa yang harus dilakukan
• Bila ternyata perlu dilakukan penukaran barang / pengembalian uang, maka harus dilakukan dengan mengacu pada Prosedur Kerja yang dijelaskan pada Lampiran.
Pihak Franchisor akan mengadakan survey ke outlet-outlet Franchisee-nya guna melakukan
monitoring. Survey akan dilaksanakan secara teratur dengan jadwal yang akan disetujui oleh
kedua belah pihak, Franchisor & Franchisee-nya.
Monitoring dilaksanakan agar standarisasi usaha yang ditetapkan oleh Franchisor berjalan
sebagaimana mestinya, menghindari penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi.
Mengadakan konsultasi untuk segala aspek maupun kendala dari jalannya operasional toko.
Disamping itu, pihak Franchisor juga akan memonitor perkembangan usaha toko, meninjau
penjualan, stock dari produk-produk, dan juga membantu membenahi kelayakan dan
keserasian outlet. Dan demi kemajuan toko maupun Franchisor sendiri, sekiranya pihak
Franchisor tetap menjaga keharmonisan hubungan antara produsen / supplier dan MD dengan toko, dengan mengatasi masalah yang mungkin timbul diantaranya.
V
P
PEERRAANNGGKKAATTKKOOMMPPUUTTEERR
1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat Keras yang biasa disebut Hardware biasanya terdiri dari Monitor, CPU, Keyboard
dan Mouse, ditambah dengan penggunaan Printer sebagai pelengkap. Merk perangkat bisa
beragam, dan untuk kelengkapan pemakaian perangkat ini tergantung dari masing-masing
Franchisee.
2. Perangkat Lunak (Software)
Software atau Perangkat Lunak dipergunakan sebagai kelengkapan untuk menjalankan suatu sistem informasi pada komputer. Software yang biasanya digunakan untuk operasional sebuah
outlet/toko berupa: sistem khusus (Windows) untuk hal-hal umum, dan program aplikasi untuk
operasional toko (sistem penjualan dan kontrol).
S
SIISSTTEEMMKKOOMMPPUUTTEERR
Pengenalan Sistem
Dipergunakan program integrated (saling berhubungan satu sama lainnya) untuk Sistem Point
Of Sales, sistem dipergunakan di kantor pusat (franchisor) dan pada outlet/toko.
Sistem pada kantor pusat Franchisor lebih banyak dipergunakan untuk kontrol, sebagai
berikut:
• Melakukan pemesanan barang kepada supplier
• Kontrol seluruh outlet/toko
• Me-monitor penjualan outlet dari waktu ke waktu
Sedangkan sistem pada outlet, biasanya dipergunakan untuk:
• Transaksi penjualan
• Kontrol
• Stock internal
• Monitor penjualan, dan bila memungkinkan, bisa ditambahkan juga untuk:
• Pemesanan barang ke bagian Logistik
P
P
PEENNJJEELLAASSAANNSSIISSTTEEMM
Sebaiknya dipakai sistem dengan program yang dapat melakukan beberapa pekerjaan, seperti:
1. Pembelian barang Pembelian barang dilakukan secara terpusat untuk semua jenis
barang yang dijual.
Kantor Pusat akan melakukan pemesanan barang, dan
supplier yang langsung mengirim pesanan barang tersebut ke
outlet.
2. Peng-kode-an produk Untuk setiap produk baru, kantor Pusat akan memberikan dan
memasukkan kode barang di komputer, baru kemudian
dikirimkan ke outlet.
3. Pengiriman Barang Setelah proses order yang dibuat di kantor pusat, barang baru
dikirimkan ke setiap outlet.
4. Penerimaan Barang Pencatatan setiap barang yang dikirim dan masuk dari
Supplier
5. Penjualan Pencatatan seluruh transaksi penjualan harian
6. Kontrol stok barang: Mengawasi keadaan stok barang internal atau keseluruhan.
Akses yang biasanya didapatkan dari program aplikasi ini mencakup untuk Produk,
Transaksi, Laporan dan Utility pada Menu Utama.
A. Pada Menu Produk, input yang dapat diprogram biasanya terdiri dari:
1. Input Produk baru
2. Input Stock Awal
3. Input Barang Masuk
4. Input Pengeluaran Barang
B. Pada Menu Transaksi:
1. Input Penjualan
C. Pada Menu Laporan terdiri dari:
1. Laporan Penjualan
2. Laporan Stock
3. Daftar Barang
D. Pada Utility terdiri dari:
1. Password
2. Backup Data
3. Kirim Data
Pada masing-masing input sebaiknya dijelaskan secara terperinci proses untuk
menjalankanya, hasil apa yang didapatkan, dan pada saat apa input seharusnya
dijalankan. Hal ini dimaksudkan agar karyawan sesuai dengan fungsinya dapat
menjalankan tugasnya dengan semestinya.
P
PEENNAANNGGAANNAANNMMAASSAALLAAHHKKOOMMPPUUTTEERR
Franchisor memberikan panduan kepada Franchisees-nya mulai dari bagaimana mempergunakan sistem yang dipakai sampai pada penanganan permasalahan yang timbul dari
pemakaian program aplikasi Franchisor. Setiap sistem pasti akan mengalami masalah didalam
operasionalnya., baik itu kesalahan teknis maupun non-teknis.
Setiap masalah harus ditangani secara cepat, sehingga tidak ada konsumen yang merasa
dikecewakan karena pelayanan yang tidak memuaskan. Selain bantuan yang diberikan oleh
Franchisor untuk penanganan masalah komputer, dengan panduan dari supervisor Franchisor, diharapkan agar Franchisee dapat mengatasi sendiri masalah yang timbul.
Contoh:
Jenis masalah Masalah yang umum terjadi Cara Penangan
Masalah
Teknis
Komputer Hang
Komputer / Monitor tidak hidup
Tidak bisa print
Masalah
Non-Teknis
Salah entry
Untuk segera menghubungi Vendor, apabila timbul masalah diluar yang tertulis
Fungsi dan tugas pengelolaan Keuangan sebaiknya dilaksanakan oleh personil Keuangan yang
memahami analisa efektifitas operasional keuangan, agar dapat dicapai efisiensi dalam
penggunaan biaya perusahaan.
P
PEENNGGEELLUUAARRAANNUUTTAAMMAAFFRRAANNCCHHIISSEEEE
- Franchise Fee: diterima setelah calon Franchisee menandatangani Surat Perjanjian, dan
diterima hanya sekali dalam masa perjanjian, dan besarnya ditentukan kemudian oleh
Franchisor
- Royalty Fee: Biaya Promosi & Marketing secara bulanan, yaitu ditentukan 5% (tergantung
Franchisor) dari pendapatan penjualan Franchisee
- Manajemen Fee: Besarnya ditentukan secara kemudian oleh Franchisor, dan dibayarkan
setiap bulan
- Pembayaran untuk order barang-barang rutin yang biasanya dilunasi secara angsuran
dengan tenggang waktu yang pembayaran yang akan ditentukan kemudian, misalnya:
pembagian hasil untuk Franchisee, 45% untuk produk garmen, 40% untuk produk
furniture, dsb.
M
MEENNGGAADDAAKKAANNPPEERREENNCCAANNAAAANNBBIIAAYYAA((BBUUDDGGEETTIINNGG))
- Perencanaan perkiraan biaya yang akan dikeluarkan sesuai dengan target yang telah
ditentukan. Perincian dihitung dari pengeluaran aktifitas kegiatan untuk mencapai target.
- Arus Kas (Cash Flow)
Arus Kas dibuat berdasarkan efisiensi waktu dari rencana kerja, hingga dapat dihasilkan
perkiraan modal kerja yang minimal yang harus disediakan dimuka.
Contoh perkiraan Biaya Monitoring yang harus termasuk dalam rencana pengeluaran biaya.
M
MEELLAAKKUUKKAANNPPEEMMBBUUKKUUAANN//PPEELLAAPPOORRAANNKKEEUUAANNGGAANN
- Pencatatan Keuangan (posting)
P
Melakukan pencatatan secara benar dan akurat untuk data-data keuangan merupakan dasar
untuk membuat laporan Keuangan yang benar, dan analisa dan sistem keuangan yang
dipakai dalam pencatatan harus sama dengan sistem yang dipakai oleh Franchisee
(khususnya dalam hal penjualan), sehingga data tersebut dapat di posting sesegera mungkin.
- Membuat Laporan Bulanan
Laporan Keuangan dibuat setiap bulan, mulai dari R/L, Neraca Percobaan, hingga analisa
keuangan yang berisi mengenai umur hutang-piutang, rencana arus kas serta analisa
likwiditas.
Hasil analisa dari laporan ini akan sangat mempengaruhi rencana kerja bulan berikutnya,
Artinya: apakah sudah sesuai dengan rencana, tanpa menambah modal kerja atau apakah
diperlukan penambahan modal kerja dilihat dari kondisi keuangan saat itu.
Franchisee akan membuat Laporan Bulanan Keuangan kepada Franchisor secara berkala, berupa:
• Laporan Penjualan dan Pembelian Bulanan (R/L dan Neraca Percobaan)
• Laporan Kontribusi Penjualan Bulanan
• Laporan Analisa Penjualan Bulanan, termasuk analisa keuangan mengenai hutang-piutang, rencana arus kas serta analisa likwiditas
• Laporan Stock Barang Konsinyasi
Hasil analisa dari laporan ini akan sangat mempengaruhi rencana kerja bulan berikutnya,
Artinya: apakah sudah sesuai dengan rencana, tanpa menambah modal kerja atau
apakah diperlukan penambahan modal kerja dilihat dari kondisi keuangan saat itu.
- Perangkat Lunak (Software)Keuangan
Untuk menurunkan tingkat kesulitan dan untuk memudahkan pengecekan analisa penjualan,
disarankan Franchisor untuk membuat sistem keuangan dengan mengupayakan perangkat
lunak yang telah disesuaikan dengan kebutuhan Franchisor.
A
ADDMMIINNIISSTTRRAASSIIKKEEUUAANNGGAANN
Dalam pemenuhan adminsitrasi keuangan, diperlukan bukti-bukti pendukung (voucher dan
dokumen yang sudah disetujui) sebagai data pelengkap yang menandakan bahwa semua
masalah keuangan diketahui dan dikontrol secara benar serta dapat dipertanggungjawabkan.
Umumnya ada 3 (tiga) jenis bukti pendukung yang diperlukan, yaitu: Bukti Penerimaan, Bukti
Pengeluaran dan Bukti Sementara. Bukti Sementara dipergunakan dalam keadaan mendesak
dimana bila pengeluaran atau pendapatan sudah disepakati bersama, tetapi belum memiliki
bukti asli yang seharusnya digunakan sebagai lampiran sebenarnya.
I
INNVVEESSTTAASSIIBBIIAAYYAAYYAANNGGDDIIPPEERRLLUUKKAANNFFRRAANNCCHHIISSEEEE
A. Investasi Awal
B. Biaya Lain-lain
A
A..IINNVVEESSTTAASSIIAAWWAALL
Sebelum Penandatangan Kontrak Waralaba :
• Biaya Pembentukan Badan Usaha sbs. Rp. _________ ( Notaris )
• Biaya Perijinan Usaha sbs. Rp. _________ ( Lembaga Perijinan Usaha )
• Biaya Keanggotaan Asosiasi / lainnya sbs. Rp. _________ (tergantung Franchisor) • Biaya untuk lokasi & renovasi tempat usaha sbs. Rp. _________ (sewa / beli)
Pada saat Penandatangan Kontrak Waralaba :
*Franchise Fee sbs. Rp. ________ (disesuaikan dengan kondisi )
• Security Deposit sbs. Rp. ________ (tergantung situasi)
Setelah Penandatanganan Kontrak Waralaba :
• Pembelian Peralatan Usaha sbs. Rp. ________ ( Franchisor )
• Pembelian barang dagangan ( stok awal ) sbs. Rp. ________ (Kredit dari Bank untuk distributor yang ditunjuk)
* Biaya launching toko sbs. Rp. ________
Perusahaan Franchisor biasanya menyarankan kepada Franchisee untuk mengikuti
program-program pelatihan yang diperuntukkan bagi Kepala Toko sendiri (Terwaralaba) dan setiap
karyawannya. Program pelatihan dapat diberikan langsung oleh perusahaan Franchisor, atau
P
P
P
E
E
E
L
L
L
A
A
A
T
T
T
II
I
H
H
H
A
A
A
N
N
N
F
F
F
R
R
R
A
A
A
N
N
N
C
C
C
H
H
H
I
II S
S
S
E
E
E
E
E
E
B
B..BBIIAAYYAA--BBIIAAYYAALLAAIINN
• Royalty Fee (per bulan) sbs. Rp. ________ Perhitungan dengan prosentase dari gross income toko per bulan (jumlah % tergantung dari F’or)
• Continuing Advertising, Rp. ________ Perhitungan dengan prosentase dari gross(per bulan) Intitutional &. Promotion Fee sbs income toko per bulan, saat Jumlah total income toko
mencapai..…(tergantung dari F’or)
• Local Advertising sbs. Rp. _________ Perhitungan dengan prosentase dari total minimum gross income (untuk kebutuhan promosi toko & dilakukan dengan panduan F’or)
• Transfer Fee sbs. Rp. _________ Biaya untuk evaluasi, pelatihan dan bimbingan yang ditentukan oleh Franchisor (apabila terjadi penggantian kepemilikan toko)
• Renewal Fee sbs. Rp. _________ Perhitungan 70% dari nilai Franchise fee untuk (pada masa Perpanjangan kontrak) pembaharuan hak franchise
•Biaya Pelatihan sbs. Rp. _________ Disediakan oleh Franchisee berikut pengeluaran untuk tenaga pengajar
•Bunga & Biaya Kerugian sbs. Rp. _________ Perhitungan dengan prosentasi dari tarif tertinggi (Untuk kelalaian yang melibatkan hak dan nama franchisor) berdasarkan hukum
*Biaya Audit sbs. Rp. _________ Kekurangan jumlah gross sales yang terjadi (dilakukan oleh Franchisor) sehubungan dengan pelaporan yang tidak sesuai +bunga sesuai hukum. Ditam bah biaya audit bila kekurangan melebihi 10% dari pelaporan.
•Biaya Refurbishing sbs. Rp. ________ Biaya perbaikkan dan pembaharuan untuk (Atas permintaan tertulis F’or) peninjauan ulang atas tanah, bangunan dsb.
lembaga yang ditunjuk oleh Franchisor. Dan biasanya untuk program pelatihan awal diberikan
secara cuma-cuma oleh Franchisor kepada Franchisee.
Diadakannya pelatihan ini dimaksudkan agar standarisasi usaha dapat dijalankan dengan
sebaik-baiknya oleh Terwaralaba (Franchisee).
B
BU
UK
KU
U
P
PA
AN
ND
D
UA
U
AN
N
U
US
SA
A
HA
H
A
O
OU
UT
TL
LE
ET
T
F
FR
RA
AN
N
CH
C
HI
IS
S
EE
E
E
Setiap toko akan memiliki Buku Panduan yang merupakan dokumen rahasia yang mengacu
pada panduan dan menjadi pedoman dalam menjalankan operasional outlet/toko sesuai Sistem
dan Prosedur yang berlaku yang ditetapkan oleh perusahaan Franchisor.
Merupakan bagian dari industri ritel yang menitik-beratkan pada kenyamanan dan kemudahan
sebagai nilai jual utama / keuntungan terhadap persaingan, dalam rangka memenuhi kebutuhan
pokok pelanggan yang secara dinamis selalu berubah-ubah.
Minimarket adalah bidang usaha ritel berbentuk mini market yang mengutamakan penjualan
hanya produk-produk yang laku keras (fast moving products), dikelola dalam suasana yang
bersih dan pelayanan yang bersahabat. Pengembangan produk baru akan diseleksi dengan
ketat, bertujuan untuk menjaga agar hanya fast moving products yang ada di rak-rak penjualan.
Biaya perkenalan produk baru di minimarket akan dibebankan kepada para supplier atau
pabrik produsen produk tersebut.
Seluruh barang yang dijual di minimarket akan disuplai dari Pusat Pendistribusian
(Distribution Centre – DC).
Dengan demikian menjamin kwalitas, harga, dan ketersediaan barang selalu terjaga dengan
baik dan sama (standard) untuk seluruh toko minimarket. Seluruh proses pemesanan barang
dagangan kepada supplier dilakukan oleh buyers / merchandisers. Setiap pemesanan barang
dari toko minimarket diajukan kepada Merchandising Division (MD), yang kemudian
memproses dan meneruskannya ke DC.
U
UUSSSAAAHHHAAA MMMIIINNNIIIMMMAAARRRKKKEEETTT
B
Dalam menjalankan usaha ini perusahaan memberikan beberapa kelebihan, yang berupa
kemudahan-kemudahan yang dapat diberikan kepada pelanggan, dalam hal ini adalah:
1. Waktu operasi (12 sampai 14 jam)
2. Lokasi (mudah dijangkau, di daerah pemukiman dan keramaian)
3. Menyediakan hanya barang-barang kebutuhan pokok yang berkwalitas dengan
harga yang relatif murah.
Dengan kemudahan-kemudahan ini, minimarket akan mampu melayani masyarakat dalam
memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari secara nyaman dan leluasa. Hal inilah yang dapat
menjadikan bidang usaha minimarket memiliki keunggulan dalam nilai jual melalui sistem
waralaba.
Sebagai minimarket yang menjalankan sistem Waralaba, berarti Terwaralaba Toko
mendapatkan hak untuk memakai logo Franchisor, berhak mendapatkan pelayanan jasa
Manajemen usaha ritel, serta wajib menjalankan toko sesuai dengan standard yang ditentukan
oleh manajemen perusahaan Franchisor selaku Pewaralaba.
Kebijaksanaan tersebut juga mencakup untuk:
Karyawan : - Status karyawan toko adalah karyawan Terwaralaba
- Administrasi karyawan dilakukan oleh manajemen Terwaralaba
Suplai Barang : - Barang disuplai secara sentralisasi dari Distribution Centre (DC)
dan suplier-suplier yang telah ditunjuk oleh manajemen Franchisor
- Barang-barang yang berasal dari luar itu harus mendapat
persetujuan tertulis manajemen Franchisor
Promosi : - Program promosi tersentralisasi dari manajemen Franchisor
- Program promosi lokal / khusus harus mendapat persetujuan dari
manajemen Franchisor
K
KKEEEMMMUUUDDDAAAHHHAAANNN BBBAAAGGGIII PPPEEELLLAAANNNGGGGGGAAANNN
K
Contoh Logo :
Contoh signage & penempatan :
Pakaian seragam karyawan (corporate costume) merupakan salah satu atribut perusahaan yang
dibakukan. Pakaian seragam ini ditentukan dan dibagi sesuai fungsinya:
Seragam Karyawan Seragam Karyawati Seragam Karyawati Berjilbab
Seragam Karyawati Hamil Seragam Show Room Seragam Petugas Lapangan
Badge Topi Atribut lain
Ditetapkan untuk dijadikan standard baku untuk pencetakan dan penggunaan ATK seperti:
Kop dan kertas surat, amplop, kartu nama, tas belanja, dll.
Contoh disain Kop Surat :
Contoh disain amplop surat :
Contoh disain Kartu Nama :
Contoh disain Tas Belanja :
Dsb.,dsb.
I
IIDDDEEENNNTTTIIITTTAAASSS /// LLLOOOGGGOOO /// SSSIIIGGGNNNAAAGGGEEE
S
SS EEE RRR AAA GGG AAA MMM
F
Franchisor menyeleksi dengan ketat produk-produk untuk dijual dan memberi prioritas pada produk-produk kebutuhan sehari-hari yang cepat laku (fast moving), sedangkan jumlah yang
disediakan sekitar 2000 sampai 3500 macam barang. Setiap produk mempunyai karakter
tersendiri dan berbeda dengan yang lain. Perlu ada kehati-hatian dalam menjaga penanganan
yang tepat mengenai kondisi umur dan mutu produk, barang yang diawetkan,
barang-barang yang mudah rusak / pecah (perishable), pemindahan barang-barang dari kendaraan angkut ke
gudang, pengemasan serta cara atau alat untuk menyimpannya.
P
PRROODDUUKKUUNNTTUUKKMMIINNIIMMAARRKKEETTBBEERRDDAASSAARRKKAANNKKAATTEEGGOORRII
1. Makanan beku
dan yang didingin-
kan (chilled)
a. Daging
b. Kue dan sandwich range
c. Ice cream, dsb.
d. Tib-bit range
e. Drink range ( brewerage, softdrink, alcoholic drinks, dsb. )
2. Produk Makanan a. Confectioneries (dengan pemanas); Pastries, Pie, Rolls, Puff,dsb.
b. Sweets & Chocolates assortment
c. Canned & bottled food, including cooking oil, seasoning, dsb.
d. Dry food; kelompok sembako dan bumbu-bumbu
e. Drinks; canned and bottled
3. Produk
Non-Makanan
a. Toileteries; tissue paper, detergent, washing powder, soap,
cream, clear, cloths, dsb.
b. Stationneries; surat kabar, majalah, alat tulis, kertas, battery,
c. Rokok
d. Photgraphic – films
e. Barang-barang elektrikal; bola lampu, plug, socket, lampu
senter, fuse, dsb.
P
4. Produk lain a. Alat dan keperluan rumah tangga
b. Footwear
c. Mainan – Toys
d. Alat & bahan pembersih
e. Embalage (kertas pembungkus)
f. Kosmetik personal care
g. Pakaian dalam wanita / pria
h. Health care products
Kegiatan recruitment calon karyawan toko dilakukan sepenuhnya oleh Pemilik Toko yang
membutuhkan tenaga karyawan. Untuk kegiatan ini Pemilik Toko diharapkan melakukan
usaha-usaha konkret, misalnya memuat berita lowongan di surat kabar atau menyebarkan
berita lowongan tersebut di media lainnya yang efektif. Selain itu Pemilik Toko juga harus
terlibat secara langsung dalam proses recruitment dan seleksi awal (interview) para pelamar.
P
PRROOSSEESSRREECCRRUUIITTMMEENNTTCCAALLOONNKKAARRYYAAWWAAN : N
* Mengirimkan Surat Lamaran disertai Curriculum Vitae dan surat-surat referensi
pendukung
* Melengkapi formulir Daftar Isian Data Pelamar
* Menjalani interview
* Menjalani pelatihan, apabila lamaran diterima
Toko akan memberlakukan tata tertib bagi setiap karyawannya, dalam rangka memelihara
keselarasan, keserasian, keseimbangan, dan juga sebagai upaya untuk menciptakan ketenangan
kerja demi kemajuan usaha toko.
Tata tertib tersebut mencakup:
1. Jam Kerja T
TAATTAA TTEERRTTIIBB
K
KK EEE PPP EEE GGG AAA WWW AAA III AAA NNN
R