PERKEMBANGAN DAN
UNSUR PERANGKUTAN
Disusun Oleh:
PERKEMBANGA
N
PERANGKUTAN
1.
Kemampuan manusia
(Nomaden)
2.
Menggunakan hewan
3.
Mesin (Revolusi Industri)
4.
Kendaraan bermotor (Akhir
PENGERTIAN DASAR
Perjalanan dan Pepergian
Perjalanan: Dilakukan dengan tujuan menikmati perjalanan itu sendiri atau
karena ada maksud tertentu dari satu tempat ke tempat lainya,
dinyatakan dalam biaya, waktu, jarak, lintsan, dan peristiwa serta
kegairahan yang diperoleh sepanjang jalan.
Pepergian: Pergerakan orang atau barang antara dua tempat yang
terpisah untuk menyelenggarakan kegiatan khusus, dinyatakan dalam
hitungan kekerapan dilakukan
Lalu Lintas dan Perangkutan
Lalu Lintas: Kegiatan lalu lalangnya orang atau kendaraan.
Gambar 1.1 Bagan Alir
Perangkutan
UNSUR PERANGKUTAN
1.
ORANG
2. BARANG
a.
Keutuhan atau Mutu (Cair/padat/gas, hidup/mati, mudah
rusak/tidak dapat rusak, kenyal/alot, basah/kering,
berbahaya/tidak berbahaya)
b.
Tahap Pengolahan (Bahan baku, barang setengah jadi, barang
jadi)
c.
Kesiapan Angkut (Lepasan atau terbuka dan kemasan)
d.
Ukuran (Panjang, lebar, dan tinggi)
e.
Berat Jenis
3. KENDARAAN
Teknologi perangkutan yang tepat menurut Morlok, 1978; 76 harus memenuhi syarat berikut:
a. Menjamin agar muatan tidak rusak.
b. Menjaga agar penggunaan
tenaga/kekuatan yang diperlukan untuk mengangkut muatan berada pada kecepatan yang wajar tanpa merusak barang.
c. Melindungi barang dari setiap kerusakan sehingga beberapa hal harus dikendalikan, misalnya suhu lingkungan, tekanan udara,
4. JALAN
• Komponen system pengangkutan yang pokok adalah prasarana (jalan)
• Hal penting dalam pengangkutan adalah bahwa setiap system
pengangkutan harus dapat mengangkut muatan dan membongkarnya lagi pada akhir perjalanan. Selain itu perlu diingat pula bahwa
5. ORGANISASI
Kegiatan perangkutan terwujud adanya pergerakan orang dan kendaraan dari tempat asal menuju tempat tujuan, dikenal dengan lalu lintas.
Barang merupakan muatan yang harus diangkut dari tempat asal ke tempat tujuan. Sebagai objek, orang adalah
‘pengatur’ agar perangkutan berjalan aman, lancar, dan nyaman. Untuk mengelola semua ini diperlukan organisasi. Di Indonesia, pada tingkat nasional, masalah perangkutan menyangkut beberapa departemen, seperti:
1. Departemen Pekerjaan Umum.
2. Departemen Perhubungan.
3. Departemen Dalam Negeri.
4. Departemen Pertahanan dan Keamanan.
5. Departemen Keuangan.
Di bawahnya, di tingkat
pelaksanaan, berbagai
pihak yang bersentuhan
secara langsung, seperti:
1.
Bina Marga.
2.
Dinas Lalu Lintas
Angkutan Jalan Raya.
SAMPAI DENGAN SELAMAT
Sampai dengan selamat diartikan sebagai
kondisi tidak mengalami kekurangan suatu apapun, yang mengandung arti bahwa pengangkutan harus mempunyai syarat aman, nyaman, cepat, dan murah.
Syarat aman mengharuskan muatan tidak
mengalami kekurangan suatu apapun
ketika sampai tempat tujuan (barang tidak mengalami cacat, orang tidak mengalami cidera).
Syarat nyaman tertuju pada