• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH EMISI UDARA PADA SENTRA PENGOLA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH EMISI UDARA PADA SENTRA PENGOLA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL ILMU LINGKUNGAN

Volum e 11, Issue 1: 16-22 (2013) ISSN 1829-8907

PENGARUH EMISI UDARA PADA SENTRA PENGOLAHAN BATU

KAPUR TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PEKERJA DAN

MASYARAKAT DI DESA KARAS KECAMATAN SEDAN

KABUPATEN REMBANG

Siti Rachm awati

(1)

, M. Masykuri

(1,2)

, Sunarto

(1,3)

(!) Progr am Magister Ilmu Lingkungan Pr ogram Pascasarjana UNS E-m ail : rachm auns@gm ail.com

ABSTRAK

Pengolahan batu kapur di Kabupaten Rem bang m em punyai dam pak positif yaitu terbukanya lapangan pekerjaan bagi m asyarakat. Di pihak lain tim bul dam pak negatif terhadap kesehatan m asyarakat dan pekerja karena em isi gas buang yang dihasilkan pada proses pengolahan dan kualitas lingkungan m enurun yang ditandai adanya pencem aran udara. Penelitian ini bertujuan untuk m engetahui kualitas udara pada sentra pengolahan batu kapur dan pengaruh em isi udara pada pengolahan batu kapur terhadap kapasitas vital paru pekerja dan m asyarakat.

Jenis penelitian ini m erupakan penelitian diskriptif analitik. Penelitian dilakukan pada pengolahan batu kapur Desa Karas, Kecam atan Sedan, Kabupaten Rem bang. Pengam bilan sam pel udara am bien difokuskan pada 3 zona yang dibagi m enjadi 6 titik pada pengolahan batu kapur. Uji kualitas udara am bien diuji di Laboratorium Pusat MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta. Teknik sam pling responden m enggunakan teknik purposive sam pling sehingga sam pel yang m enjadi objek penelitian berjum lah 73 orang laki-laki. Teknik pengolahan dan analisis data untuk m engetahui pengaruh em isi udara terhadap kapasitas vital paru dilakukan dengan uji statistik Chi Square Test, Kruskall Wallis dan Odds Ratio.

Hasil penelitian m enunjukkan bahwa kualitas udara pada sentra pengolahan batu kapur berdasarkan PP No 41 Tahun 1999 adalah m elebihi baku m utu untuk gas CO dan debu. Gas NO2 dan SO2 m asih dinyatakan di bawah baku m utu. Terdapat pengaruh antara em isi

udara terhadap kapasitas vital paru pada pekerja dan m asyarakat untuk param eter debu (Odds Ratio p= 0,033 dan OR= 1,584) dan gas CO (Odds Ratio p = 0,000 dan OR = 2,558), sedangkan NO2 dan SO2 tidak m em pengaruhi kapasitas vital paru.

Kat a kunci : Em isi Udara, Batu Kapur, Kapasitas Vital Paru

PENDAHULUAN

Pembangunan mer upakan kegiatan untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya guna m eningkatkan mutu kehidupan r akyat. Pembangunan yang ber wawasan lingkungan telah diter ima sebagai suatu pr insip Pembangunan Nasional dengan ber bagai per atur an pelaksanaannya. Dalam r angka mewujudkan pembangunan yang ber kelanjutan di Kabupaten Rembang diper lukan per encanaan yang ter padu, melibatkan semua dinas yang ter kait dalam pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam. Salah satu sum ber daya alam yang ada di Kabupaten Rembang memer lu pengelolaan yang ter padu adalah batu kapur . Pengolahan batu kapur di Kabupaten Rembang mempunyai dampak yang positif dan negatif kepada

masyar akat dan lingkungannya. Dampak positifnya yaitu ter buka lapangan peker jaan bagi masyar akat dan dampak negatifn ya ter hadap kesehatan kar ena emisi gas buang yang dihasilkan pada pr oses pengolahan batu kapur ter sebut. Yulaekah (2007), m enyatakan bahwa 60 peker ja di industr i batu kapur di Desa Mr isi Kecamatan Tanggunghar jo Kabupaten Gr obogan diper oleh hasil lebih dar i 50% peker ja mengalami gangguan fungsi par u dengan kategor i obstr uksi r ingan, sedang dan ber at, sedangkan menur ut Subijanto (2008) menyatakan bahwa jar ak tempat tinggal pend uduk dengan sumber papar an debu gamping mer upakan factor r isiko bagi kejadian obstr uktif dan r estr iktif par u.

(2)

17

© 2013, Program Studi Ilm u Lingkungan Program Pascasarjana UNDIP

ter hadap peker ja, hampir selur uh peker ja tidak menggunakan Alat Pelindung Dir i seper ti masker , sar ung tangan, sepatu boot dan kacamata. Selain itu, m asyar akat mengeluh ser ing mengalami sesak nafas, dan batuk-batuk. Pembakar an batu kapur yang ser ing disebut jobong ter letak di tengah pemukiman pend uduk, pada saat pr oduksi debu sangat tebal diser tai asap hitam yang mengepul. Bahan bakar yang digunakan adalah ban bekas dan kayu. Pengolahan batu kapur di Desa Kar as mer upakan ind ustr i informal yang dikelola oleh masyar akat dengan teknologi yang masih seder hana, tanp a banyak ter sentuh oleh per atur an per und angan.

Udar a tidak per nah ber sih tetapi selalu mengandung par tikel-par tikel asing yang jika konsentr asinya ter lalu tinggi dapat menyebabkan kualitas udar a ber kur ang atau tidak ber fungsi sesuai per untukannya. Hal ini ter cantum dalam Keputusan Menter i Negar a Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 02/ MENKLH/ 1988, yang menyatakan bahwa pencemar an udar a, adalah masuk atau dimasukkann ya makhluk hidup, zat, ener gi dan/ atau komponen lain ke dalam udar a dan/ atau ber ubahnya tatanan (komposisi) udar a oleh kegiatan manusia atau pr oses alam, sehingga kualitas udar a menjadi kurang atau tidak dapat ber fungsi lagi sesuai dengan per untukann ya. Ber dasar kan asal dan kelanjutan per kembangannya di udar a, pencemar udar a dibedakan menjadi 2 yaitu pencemar udar a pr imer dan pencemar udar a sekund er (Kr istanto, 2001).

Pencemar an udar a dapat mengakibatkan per adangan par u dan jika hal ini ber langsung ter us-mener us dapat mengakibatkan penur unan kapasitas vital par u, yang akhir nya dapat meningkatkan kelainan faal par u obstr uktif. Bahan pencemar udar a yang dapat menyebabkan kelainan pada salur an per napasan jika bahan pencemar ter sebut

br onkhitis (Aditama, 1992).

Chatt opadhyay BP et al., (2005) menyatakan bahwa siswa sekolah di kota metr o Kolkata Ind ia telah mengalami ber bagai

gejala per napasan dar ipada siswa sekolah di pedesaan hal ini dikar enakan sebagian besar sekolah-sekolah di kota metr o India ter letak di pinggir jalan lalu lintas.

Sugiar ti (2009) menyatakan bahwa pengar uh gas pencemar udar a ter hadap kesehatan manusia dapat ber akibat langsung maupun tidak langsung seper ti mer usak susunan hemoglobin dar ah, penyakit isp a, ir it asi tenggor okan, penyakit pneumokinosis, kar diovaskuler dan kanker .

Penelitian ini ber tujuan untuk mengetahui kualitas udar a pada pengolahan batu dan pengar uh emisi udar a pada pengolahan batu kapur ter hadap kapasit as vital par u peker ja dan masyar akat di Desa Kar as Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini mer upakan penelitian diskr iptif analitik. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2012 dan ber tempat pada pengolahan batu kapur di Desa Kar as, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Emisi udar a diuji di Labor atorium Pusat MIPA Univer sitas Sebelas Mar et Sur akar ta.

Populasi penelitian ini adalah peker ja pengolahan batu kapur dan masyar akat yang ber ada di sentr a pengolahan batu kapur (d engan jar ak 15-500 meter dar i tobong pembakar an) di Desa Kar as, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

Pengambilan sampel dengan teknik

purposive sam pling. Purposive sam pling adalah

teknik penentuan sampel dengan per timbangan ter tentu (Sugiyono, 2002). Dengan kata lain, sampel penelitian ini ditentukan oleh peneliti menur ut per timbangan kr iter ia ter tentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk mend apatkan sampel yang eligible atau yang memenuhi syar at penelitian maka diter apkan kr iter ia inklusi dan eksklusi.

Pengumpulan data dalam penelitian ini diper oleh dar i 2 (d ua) sumber data yaitu data pr imer , data yang didapat langsung dar i lapangan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancar a ser ta pengukur an ter hadap r esponden dan data sekund er diper oleh melalui dokumen-dokumen yang ada di Balai Desa Kar as dan Puskesmas Kecamatan Sedan.

(3)

dilakukan setelah editing, langkah selanjutn ya adalah melakukan pengkodean data untuk memudahkan pengolahannya. Ketiga adalah data dimasukkan, data yang telah dilakukan koding dimasukkan ke dalam Var iabel Sheet SPSS, sedangkan yang ter akhir adalah tabulasi. Tabulasi mer upakan langkah untuk mengelompokkan data ke dalam suatu data ter tentu menur ut sifat-sifat yang dimiliki.

An alisis data dilakukan dengan menggunakan Softw ar e Pr ogr am SPSS. Hasil penelitian kemudian dianalisis secar a deskr iptif. Nilai signifikansi diper gunakan sebagai dasar hitungan bagi setiap uji statistik pada masing-masing var iabel ter ikat, yaitu emisi udar a ter hadap kapasit as vital par u ser ta pengar uhvar iabel pengganggu seper ti r iwayat penyakit, r iwayat peker jaan, jenis kelamin, umur , m asa ker ja, kebiasaan olahr aga, status gizi, kebiasaan olahr aga dan lama papar an ter hadap kapasit as vital par u peker ja industr i batu kapur . Uji statist ik r egr esi logistik diper gunakan untuk mengetahui hubungan antar a var iabel bebas ter hadap var iabel ter ikat dengan langkah-langkah sebagai ber ikut yaitu analisis univar iat, bivar iat dan multivar iate.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Desa Kar as mer upakan salah satu dar i 21 desa yang ada di Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Desa Kar as ter letak di sebelah timur dar i ibukota Kabupaten dan ber jar ak ± 30 Km dar i ibukota Kabupaten.Pengambilan sampel dibagi 4 zona yang dijadikan 6 titik, hal ini dikar enakan memper timbangkan beber apa hal yaitu letak tobong gamping tidak ter pusat satu tempat melainkan menyebar dan ar ah angin yang ber ubah-ubah. Hasil pengukur an emisi udar a di pengolahan batu kapur Desa Kar as Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang yang dilakukan pada 4 zona dan dibagi menjadi 6

pengolahan batu kapur Desa Kar as Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang diper oleh hasil bahwa r ata-r ata konsentr asi NO2 sebesar 31,64

μ g/ Nm3. Konsentr asi minimum sebesar 12,41

μ g/ Nm3 (di titik 6 yaitu zona masyar akat

sekitar ) dan konsentr asi maksimum 68,86 μ g/ Nm3 (di titik 2 yaitu tobong 2). Dar i data

hasil pengukur an ter lihat bahwa semua titik di pengolahan batu kapur dan sekitar pengolahan konsentr asinya masih di bawah baku mutu yang ditetapkan pada PP No 41 Tahun 1999 yaitu 400 μ g/ Nm3. Gas NO2 sama dengan SO2

bahwa dalam pembakar an batu kapur dihasilkan dalam jumlah yang sedikit. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Yulaekah bahwa kadar gas SO2 dan NO2 di yaitu t obong 2). Standar Baku Mutu untuk debu udar a ambien menur ut PP No 41 Tahun 1999 pengolahan lebih dar i 100 meter . Sedangkan 5 titik lainnya di atas baku mutu hal ini dikar enakan ter dapat sifat dinamis lingkungan yang mempengar uhi konsentr asi polutan misalnya yaitu mobilitas, cuaca, kecepatan ar ah angin , suhu dan kelembaban dan lalu lintas misalnya tr uk pengangkut batu kapur ke tobong.

Konsentr asi r ata-r ata hasil pengukur an CO dar i 6 titik di pengolahan batu kapur Desa Kar as Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang adalah 39940 μ g/ Nm3. Konsentr asi minimum

adalah 0 μ g/ Nm3 dan konsentr asi maksimum

(4)

19

© 2013, Program Studi Ilm u Lingkungan Program Pascasarjana UNDIP

ditetapkan pada PP No 41 Tahun 1999 yaitu 30.000 μ g/ Nm3. Dar i 6 titik ter dapat 3 titik

yang konsentr asinya di bawah baku mutu

sedangkan 3 titik lainnya melebihi baku mutu yang ditentukan

Tabel 1. Hasil Pengukuran Em isi Udara di Pengolahan Bat u Kapur Desa Karas

Keter angan:

*) Baku mutu ambien berdasar kan Kep. Gub Jateng No 8 Tahun 2001 tentang Baku Mutu Udar a Ambien di Pr opinsi Jawa Tengah

Baku Mutu Kebauan berdasar kan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 50 Tahun 1996 ten tang Baku Mutu Tingkat Kebauan

**) Baku Mutu Kebisingan: berdasar kan Keputusan Menter i Negar a Lingkungan Hidup No 48 Tahun 1996 Lampir an I tentang Baku Tingkat Kebisingan untuk Kawasan Industri (untuk pengambilan dilakukan 1 jam). ***)Baku Mutu Parameter Pb dan TSP untuk pengambilan 24 jam pengambilan. Untuk hasil analisis dilakukan pengambilan selama 1 jam.

****) Lampiran Peraturan Pemer intah No 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemar an Udar a Baku Mutu Udar a Ambien Nasional

Tabe l 2 . Rata-rata konse ntrasi emisi udara pada 6 titik pengolahan batu kapur De sa Karas Kecamatan Se dan Kabupate n Re mbang

No Parameter Satuan

Titik 1 (emisi zona 1)

Titik 2 (emisi zona 2)

Titik 3 (ambien zona 1 dan

2)

Titik 4 (emisi zona 3)

Titik 5 (ambien

zona 3)

Titik 6 (udar a ambien)

Baku Mutu

Data Kimia

1 SO2 μ g/ Nm3 2,257 6,115 1,491 0,383 0,380 0,067 632*)

2 NO2 μ g/ Nm3 36,59 68,86 23,35 33,73 15,18 12,41 316

3 TSP (Debu) μ g/ Nm3 501,3 692,4 311,5 378,4 375,2 144,0 230***)

4 CO μ g/ Nm3 31380 69120 5220 133680 240 0

30.000

μ g/ Nm3

****) 5 Kebisingan dB A 51,79 51,69 52,85 56,38 53,01 48,78 70**)

Data Fisik

1 Suhu ambien 0C 35,5 40,5 37,5 35,5 33 30 -

2 Kelembapan % 37,5 36 41 33 59 70 -

3 Tekanan

bar ometer mmHg 738 737 735 735 735 737 -

4 Cuaca - Cerah Cerah Cerah Cerah Cerah Cerah -

5 Kecepatan

Angin Km/ jam 1,3 – 6,8 3,3 – 7,3 1,6 – 6,3 6,3 – 15,1 1,2 – 14,1 1,4 – 11,7 - 6 Angin Dari - Timur Utara Timur Utara Timur Utara -

Var iabel Rata-rata Minimum Maksimum Baku Mutu

SO2 (μ g/ Nm3) 1,782 0,067 6,115 900

NO2 (μ g/ Nm3) 31,64 12,41 68,86 400

Debu

(μ g/ Nm3) 400,5 144,0 692,4 230

CO (μ g/ Nm3) 39940 0 133680 30.000

Kebisingan

(5)

20

Beber apa titik menunjukkan data yang tidak ter atur ada yang tinggi dan r endah hal ini dikar enakan ter dapat sifat dinamis lingkungan yang mempengar uhi konsentr asi polutan misalnya yaitu kecepatan ar ah angin , suhu, kelembaban mobilitas, cuaca d an lalu lintas. Pr oses pembakar an pada pengolahan batu kapur menggunakan bahan bakar d ar i ban bekas, di mana dalam pembakar an ban bekas menghasilkan gas CO.

Rata-r ata konsentr asi kebisin gan hasil pengukur an di 6 titik pengolahan batu kapur Desa Kar as Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang sebesar 52,42 dbA. Konsentr asi minimun sebesar 48,78 db A (di titik 6 yaitu zona masyar akat sekitar ) dan konsentr asi maksimum 56,38 dbA (di titik 4 yaitu tobong 3). Dengan demikian r ata-r ata konsentr asi kebisingan pada 6 titik ber ada di bawah baku m utu yang ditetapkan pada ber dasar kan Keputusan Menter i Negar a Lingkungan Hidup No 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan yaitu 70 dbA. Hasil pengukur an konsentr asi kebisingan dar i 6 titik ter nyata semua konsentr asinya ber ada di bawah NAB hal ini dikar enakan dalam pengolahan batu kapur tidak menggunakan mesin -mesin yang menghasilkan suar a bisin g.

Wawancar a dengan r esponden dilaksanakan ber tujuan untuk memper oleh data tentang nama, umur , jenis kelamin, masa ker ja, lam a papar an per har i, r iwayat penyakit, tinggi badan, ber at badan, data-data ter sebut secar a teor itis diper kir akan mempunyai pengar uh atau kontr ibusi ter hadap ter jadinya penur unan kapasit as vital par u akibat tinggin ya konsentr asi bahan pencemar d i udar a. Populasi tar get pada penelitian ini sebanyak 91 or ang dan masyar akat 204 or ang. Ber dasar kan kr iter ia yang telah ditetapkan maka hanya r esponden yang memenuhi syar at saja yang dianalisa. Responden yang memenuhi kr iter ia sebanyak 73 or ang yang ter dir i dar i 33 peker ja dan 40 masyar akat sekitar . Lama papar an peker ja dalam beker ja r ata-r ata semua sama yaitu beker ja 12 jam dalam sehar i dan ber jenis kelamin laki-laki.

Mengingat bahwa penelitian ini hanya membedakan ada penur unan kapasit as vital par u dan tidak ada penur unan kapasit as vital par u, maka tingkatan obstr uktif, r estriktif dan kombinasi dikelompokkan menjadi ada penur unan kapasit as vital par u. Dengan demikian hasil pengukur an kapasit as vital par u peker ja dan masyar akat sentr a pengolahan batu kapur Desa Kar as Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang dapat dilihat sebagai ber ikut:

Tabe l 3 . Distribusi Fre kuensi Subje k Pene litian Be rdasarkan Kapasitas Vital Paru Pekerja

Sum ber: hasil pengukuran pada tanggal 16 Oktober 2012

Ber dasar kan tabel 3, menunjukkan bahwa dar i 33 r esponden yang beker ja di pengolahan batu kapur Desa Kar as Kecamatan Sed an Kabupaten Rembang ter dapat 24 r esponden (73%) mengalami penur unan kapasit as vital par u dan sebanyak 9 r esponden (27%) d engan tidak mengalami penur unan kapasitas vital par u.

Kapasitas Vital Paru Pada Pe ke rja Fre kue nsi Persentase

ada penur unan kapasitas vital par u 24 73

tidak ada penur unan kapasitas vital par u 9 27

(6)

21

© 2013, Program Studi Ilm u Lingkungan Program Pascasarjana UNDIP

Tabe l 4 . Distribusi Fre kuensi Subje k Pene litian Be rdasarkan Kapasitas Vital Paru Masyarakat.

Fungsi paru pada masyarakat Fre kue nsi Persentase

ada penur unan kapasitas vital par u 9 22

tidak ada penur unan kapasitas vital par u 31 78

Jumlah 40 100

Sum ber: hasil pengukuran pada tanggal 16 Oktober 2012

Kapasitas Vital Par u pada masyar akat sekitar pengolahan batu kapur Desa Kar as Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang ber dasar kan tabel 4, menunjukkan bahwa dar i 40 r esponden terdapat 9 r esponden (22%) yang mengalami penur unan kapasitas vital par u dan sebanyak 31 r esponden (78%) yang tidak mengalami penur unan kapasit as vital par u.

Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Bw alya D

et al., (2011) pada sebuah pabr ik batu

kapur di Zambia menyatakan bahwa ter dapat pengar uh antar a peker ja batu kapur dengan kesehatan per nafasannya. Hasil menunjukkan bahwa papar an debu kapur ber pengar uh pada peningkatan gejala gangguan per nafasan.

Var iabel bebas yang ter dapat pengar uh dengan var iabel ter ikat yaitu kadar debu dan gas CO secar a ber sama-sama dimasukan ke dalam per hitungan uji Odds Ratio untuk mengetahui seber apa besar var iabel bebas dalam mempengar uhi var iabel ter ikat. Kedua var iabel bebas ter sebut dengan hasil p value <0,05 yang ber arti mempunyai hubungan yang signifikan ter hadap var iabel ter ikat yaitu kapasit as vital par u.

Hasil analisis var iabel kadar debu menunjukkan nilai p = 0,033 dengan nilai OR = 1,584 (1,100- 2,283). Hal ini menunjukkan bahwa peker ja dan masyar akat yang ter papar dengan debu di atas NAB

230 μ g/ Nm3 mempunyai r isiko ter jadi

penur unan kapasit as vital par u sebesar 1 kali lebih tinggi dar i masyar akat

dengan kadar debu di bawah NAB 230 μ g/ Nm3. Ad itya (2007) menyatakan

bahwa peker ja mengalami keluhan subyektif pada salur an per nafasannya akibat papar an debu di tempat ker janya. Hasil analisis var iabel Gas CO menunjukkan nilai p = 0,000 dengan nilai OR = 2,558 (1,100 – 2,283). Hal ini menunjukan bahwa peker ja dan masyar akat yang ter papar dengan debu di atas NAB 30.000 μ g/ Nm3 mempunyai

r isiko ter jadi penur unan kapasit as vital par u sebesar 2 kali lebih tinggi dar i masyar akat dengan kadar debu di bawah NAB 30.000 μ g/ Nm3.

Penelitian ini mengacu pada asas lingkungan ke 4, hal ini dikar enakan dalam penggunaan batu kapur sebagai bahan baku dalam sentr a pengolahan batu kapur yang secar a ber lebihan akan tidak menguntungkan lagi. Misalnya dalam pengolahan batu kapur yang ber lebihan dapat menyebabkan menur unnya kualitas lingkungan dan ter ganggunya kesehatan manusia yang mer upakan dampak dar i kegiatan pengolahan ter sebut. Dimana batu kapur mer upakan sumber ener gi di alam yang ber asal dar i r umah/ cangkang sip ut dan ker ang-ker angan

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dar i penelitian adalah kualitas udar a pada sentr a pengolahan batu kapur di Desa Kar as Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang adalah melebihi baku mutu untuk par ameter gas CO dan debu, sedangkan untuk gas NO2 dan SO2 di bawah baku m utu dan

(7)

23

peker ja dan masyar akat sentr a

pengolahan batu kapur di Desa Kar as untuk par ameter debu dan gas CO, sedangkan NO2 dan SO2 tidak

mempengar uhi kapasit as vital par u. Sar an yang dir ekomendasikan adalah m elakukan pemer iksaan kesehatan secar a ber kala pada peker ja ter utama kapasit as vital par u, pemilik tobong sebaiknya menyediakan alat pelindung dir i dan melaksanakan pengawasan ter hadap kedisiplinan pemakaian, hend aknya bagi Pemer int ah dalam hal ini Depar temen Tenaga Ker ja dan Badan Lingkungan Hidup ikut ber per an ser ta dalam melakukan pengawasan dengan mengadakan kunjungan r utin ter hadap ind ustr i pengolahan batu kapur untuk mengetahui nilai ambang batas pencemar an dan melakukan pembinaan untuk mengur angi tingkat pencemar an, per lu dilakukan penelitian yang sama pada musim hujan, kar ena penelitian ini dilakukan pada musim kemar au dan sebaiknya dalam pembuatan tobong ber jar ak lebih dar i 100 m eter dar i pemukiman pend uduk. Melakukan penelitian yang sama p ada musim hujan, kar ena penelitian ini dilakukan pada musim kemar au dan pemer iksaan kadar CO dalam dar ah. Sebaiknya tinggi tungku pengolahan batu kapur ditambah 2 – 2,5 kali dar i tinggi bangunan sekitar nya atau pemukiman pend uduk

REFERENSI

Ad itya S.A., dan Denn y A. 2007.

Identifikasi Kadar Debu Di

Lingkungan Kerja Dan Keluhan

Subyektif Pernafasan Tenaga

Kerja Bagian Finish Mill. Jur nal

Kesehatan Lingkungan, Vol 162 L.3, NO.2,161 – 172.

Ad itama, T.Y. 1992. Polusi Udara Dan

Kesehatan. ARCAN.

Bwalya D, Br åtveit M, Moen BE. 2011.

Chronic Respiratory Sym ptom s Am ong Workers At A Lim estone Factory In Zam bia. Departm ent for Public Health and Prim ary

Health Care, University of Bergen,

Bergen, Norway. Archives of

Environm ental & Occupational

Health. Vol. 66, No. 1, 47-50.

Chatt opadhyay BP, Roychowd hur y A, Alam J, Kundu S. 2005.

Respiratory Health Status of the Roadside School Children at

Kolkata. J Environ Sci Eng. Vol 47

No 3: P 202-11.

Keputusan Menter i Negar a Kependudukan Dan Lingkungan

Hidup Nomor :

KEP-02/ MENKLH/ I/ 1988. Pedom an Penetapan Baku Mutu Lingkungan.

Kr ist anto, P. 2001. Ekologi Industri. Yogyakar ta: ANDI.

Per atur an Pemer int ah Republik Ind onesia. 1999. Pengendalian

Pencem aran Udara. PP Nomor 41

Tahun 1999.

Sugiar ti. 2009. Gas Pencem ar Udara Dan

Pengaruhnya Bagi Kesehatan

Manusia. Jur nal Chemical Vol. 10

Nomor 1, 50-58.

Sugiyono. 2002. Statistika untuk

Penelitian. Band ung: Alfabeta.

Subijanto A.A. 2008. Area Industri Gam ping Sebagai Faktor Risiko

Gangguan Fungsi Paru. Ber ita

Kedokter an Masyar akat. Vol. 24, No 2, Juni, Hal 86-89.

Yulaekah, S. 2007. Paparan Debu Terhirup Dan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Industri Batu Kapur (Studi Di Desa Mrisi

Kecam atan Tanggungharjo

Kabupaten Grobogan). [Tesis].

Semar ang: Pr ogr am Pascasar jana UNDIP.

Gambar

Tabel 2. Rata-rata konsentrasi emisi udara pada 6 titik pengolahan batu kapur Desa Karas  Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang

Referensi

Dokumen terkait

Hulmansyah, Huda, dan Bayu, Analisis Pengaruh Kepemimpinan ... menunjukkan nilai koefisien estimasi standar antar variabel laten dan nilai t signifikansi setelah dilakukan

Selanjutnya Ornstein, (1990) dalam (Mulyasa, 2007) merekomen- dasikan bahwa untuk membuat RPP yang efektif harus berdasarkan pengetahuan terhadap: tujuan umum sekolah,

Mineral adalah suatu bahan atau unsur kimia, gabungan kimia atau suatu campuran dari gabungan-gabungan kimia anorganis, sebagai hasil dari proses-proses fisis dan

kredit menjelaskan kembali ketentuan dalam SKK yang sudah disetujui oleh calon nasabah , dan jika calon nasabah sudah mendapat penjelasan dan sudah mengerti ,

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang merupakan data yang diperoleh melalui data laporan tahunan pada perusahaan

o Misa Rabu Abu &amp; Minggu Palma dilihat dari banyaknya umat yang hadir, sudah tidak bisa diperlakukan sebagai misa biasa (harus sudah diperlakukan sebagai Misa Besar) o

Koordinator penelitian klinik kerjasama dengan National Institute of Allergy and Infectious Diaseses (NIAID) untuk Acute Febrile Illness dan South East Asia Infectious

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui energi listrik yang dihasilkan oleh generator termoelektrik dengan menggunakan berbagai jenis limbah organik (tatal kayu akasia, tatal