• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGUKUR KOMITMEN PEMERINTAH KOTA MEDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MENGUKUR KOMITMEN PEMERINTAH KOTA MEDAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

135

MENGUKUR KOMI TMEN PEMERINTAH KOTA MEDAN

DALAM PENCEGAHAN DAN PERLI NDUNGAN HUKUM

TERHADAP KORBAN TI NDAK PIDANA PERDAGANGAN

ORANG ( STUDI KASUS PEKERJA NON FORMAL)

Rina Melati Sitompul1

Abstract

Tr afficking in per son is one of the most tr ansnational cr imes in the w or d. Ever y year , thousands of men, w omen and childr en fall into the hands of tr afficker s. Based on the r epor t 2014 by the Secr etar y of State of the United States of Amer ica mentions each of Indonesia’s 34 pr ovinces is a sour ce and destination of tr afficking, w ith the most significant sour ce ar eas being the pr ovinces of West Java, Centr al Java, East Java, West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggar a, and Banten. In Medan, Nor th Sumatra pr ovince, the cases of tr afficking in per son have been occur r ed. Indeed, this ar ticle descr ibes the r eal condition tr afficking in per son in Medan. Fur ther mor e, how far the Medan City Gover nment has a commitment to pr event and pr otect non-for mal w or ker s is main aim at this ar ticle.

Keyw or ds: Tr afficking in per son, human r ights

Pendahuluan

Fr ekuensi jumlah kor ban dalam 5 (lima) tahun ter akhir , per kembangan kasus kejahatan tr afiking meningkat dar i w aktu ke w aktu khususnya di Sumater a Utar a dalam konteks kota Medan. Dalam catat an data Bir o Pember dayaan Per empuan, Anak dan KB Setda Pr ovsu, ter akhir ter angkum dalam gr afik sebagai ber ikut:

(2)

136

Sumber : Bir o PP, Anak dan KB Setda Pr ovsu

Per kembangan kasus t er sebut jika dihubungkan dengan komitmen Pemer intah baik Pusat dan juga Pr ovinsi Sumater a Utar a dalam sistem kebijakan penal dan non penal yang telah dilahir kan, ada upaya yang t er putus dalam pencapaian per masalahan guna mengantisipasi pencegahan sedini mungkin dalam mengur angi dampak tindak pidana per dagangan or ang.

Ber bagai kebijakan hukum kr iminal sebagai w ujud komitmen negar a secar a tegas t elah mengatur baik dar i pendekatan penal dan non penal. Salah satunya acuan kebijakan sebagai payung hukum UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pember antasan Tindak Pidana Per dagangan Or ang. Ditilik dalam acuan kebijakan ter sebut sebagai payung hukum, ada dua model pendekatan kebi jakan yang ter gambar yakni:

a. Pendekat an penal yakni: pener apan hukum pidana guna menjer at pelaku dalam memaksimalkan hukum untuk member ikan efek jer a2, melalui pr oses pemer iksaan di tingkat Polisi, Jaksa dan

Hakim di Pengadilan.

(3)

137

b. Pendekat an non penal: pendekatan diluar hukum pidana dimana pola pendekatan ini juga dibagi dalam dua pendekatan yakni: 1. Sebelum ter jadinya kasus melalui upaya pencegahan dengan

peningkatan penyadar an, pemahaman dan kepedulian masyar akat luas guna ber per an ser ta dalam melakukan antisipasi sedini mungkin dan per lindungan bagi kor ban per dagangan or ang;

2. Setelah ter jadinya kasus melalui upaya per lindungan, r eintegr asi, r ehabilitasi sosial dan kesehatan ser ta pemulangan kor ban.

Ber angkat dar i jumlah peningkatan kasus, ser ta komitmen negar a dalam melakukan per lindungan hukum dar i par a pihak, baik penegak hukum atau institusi pemer intah sangat per lu dilakukan kajian secar a ilmiah atas w ibaw a hukum yang telah dilahir kan ter sebut, khususnya dalam kebijakan t er tulis secar a non penal di Kota Medan. Ar tinya dalam hal ini sejauh mana pencapaian hakikat hukum dan tujuan hukum sebagai mana jika kita pahami lew at pemahaman inter pr eatsi UU (Legispr udence) yang dapat kita pahami dar i “Menguak Teor i Hukum dan Legal Teor i Per adilan ( Judicial Per adilan)3 atas kew ibaw aan hukum yang telah ada.

Penanggulangan kejahatan melalui jalur kebijakan “ non penal” akan lebih mampu melakukan penangan t er hadap faktor -faktor penyebab ter jadinya kejahat an yang ber pusat pada masalah-masalah atau kondisi-kondisi sosial yang secar a langsung atau tidak langsung kor ban atas r ehabilitasi medis dan sosial, pemulangan ser ta r eintegr asi yang har us dilakukan oleh negar a khususnya bagi mer eka yang mengalami pender itaan fisik, psikis, dan sosial akibat tindak pidana per dagangan or ang.” Alinea 7 “Pencegahan dan penanganan tindak pidana per dagangan or ang mer upakan tanggung jaw ab Pemer intah, Pemer intah Daer ah, masyar akat, dan keluar ga. Untuk mew ujudkan langkah-langkah yang kompr ehensif dan ter padu dalam pelaksanaan pencegahan dan penanganan ter sebut per lu dibentuk gugus tugas. Tindak pidana per dagangan or ang mer upakan kejahatan yang tidak saja ter jadi dalam satu w ilayah negara melainkan juga antar negar a. Oleh kar ena itu, per lu dikembangkan ker ja sama inter nasional dalam bentuk per janjian bantuan timbal balik dalam masalah pidana dan/ atau ker ja sama teknis lainnya sesuai dengan ketent uan per atur an per undang-undangan”.

(4)

138

dapat menimbulkan atau menumbuh subur kan kejahat an per dagangan or ang ter sebut. Dar i kebijakan ter sebut upaya pencegahan dan penanganan dengan melibatkan masyar akat ser ta ker jasama ter fokus baik Pusat, Daer ah dan juga Inter nasional ter gambar jelas mer upakan bagian dan kunci pentin guna memper kecil tingkat kejahatan, bila efektif dan siner gis ber jalan maka penangan dan jumlah kor ban akan dapat ber kur ang dan ter tangani.4

Dalam konteks penegakan hukum di tatar an penal, upaya sikap apar at pemer intah dan penegak hukum jikalau mampu ber sikap t egas dan mampu mempr ior itaskan pengaw asan dan penegakan hukum, maka sikap dan per ilaku dar i masyar akatpun yakni par a pihak investor atau pengusaha pangsa pasar baik ditatar an w isata, jasa akan mampu ber pikir dalam mer aup untung memenuhi kocek dalam memper mudah bisnisnya.

Siapa yang salah?

Pember itaan ter akhir di tat ar an w ilayah hukum Kota Medan telah mampu menghipnotis geliat nasional bahkan masyar akt Inter nasional,5 kembali pihak Polr esta Medan telah membekuk

pelaku yang telah lama menjadi sasar an t embak sebagai Pelaku Tindak Pidana Per dagangan Or ang.6

Dugaan yang dituduhakan kepada pelaku, bukanlah yang per tama kali, sebagai mana dalam pember itaan Jakar ta Post yang telah dilansir Polisi seol ah-olah tidak ber taji dan ter sangka kebal hukum dnegan indikasi mendapat per lakuan istimew a dar i oknum pejabat ber bintang hingga tidak mampu ber tindak tegas ter hadap pelaku.

Dalam temuan kamipun ter sangka yang menjadi pembicar aan ter sebut sudah masuk dalam cat atan daftar hitam penangananya ter hadap pengaduan-pengaduan kor ban yang ber hasil dir ehab dan kami r eintegr asi. Bukan ber maksud kami pelihar a kejahatan-kejat ahan yang telah dituai oleh pelaku hal itu ber jalan mulus kar ena

4Lihat ketentuan Bab VII Ker jasama dan Per an Ser ta Masyar akat Pasal 59-63. UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pember antasan Tindak Pidana Per dagangan Or ang.

5Jakar t a Post, edisi 3 Desember 2014.

(5)

139

sudah entah untuk keber apa kal i, pengaduan ter hadap pelaku (Ic. HS) diupayakan, tetapi bagai kebal hukum.

Ketika par a peker ja asal pelaku ber upaya meminta per lindungan hukum dan ber mohon dengan melapor kan ter sangka, sama sekali tidak per nah dir epon secar a baik. Kamis 27 Nopember kembali Polr esta Medan menghipnotis w ar ga kota Medan, dengan membidik pelaku yang untuk ke3 kalinya melakukan penyi ksaan ter hadap peker janya7.

Pember itaan yang mencuat ber hasil membombasti s kejadian, sehingga member ikan efek bur uk pencitr aan pelaku benar -benar luar biasa bidabnya, sedangkan keluar biasaan lagi kiner ja dar i par a apar at pemer intah baik itu tat ar an (Eksekutif dkk, Yudukatif (Polr esta Medan) dan juga Legislatif) tak per nah masuk dalam tatar an pember itaan. Seolah-olah ter sangka dengan dugaan sebagai otak per dagangan or ang, otak penganiayaan, otak pembunuhan par a peker ja non for mal menjadi bulan-bulanan sebagai hor r or yang menghipnotis masyar akat Kota Medan.

Kelanggengan Pelaku sebagai pemilik penyal ur tenaga ker ja CV. Maju Jaya, yang acap kali ber gonta ganti nama ter kadang dengan Yayasan Bayu Ar fan Mandir i, telah lama ter dengar dan har um ditatar an jajar an Dinas Tenaga Ker ja Kota Medan8. Anehnya si kap

dan antisipasi apar atur Pemko Medan yang digaw angi oleh Dinas Sosial dan Tenaga Ker ja Kota Medan, tak ber geming dan tak ber ani ber sikap dan ber tindak.

Payung hukum untuk ber ger ak tidak mer eka miliki. Pembelaan dir i bahw a pengur usan izin dan per panjangan sudah tidak dilapor kan pelaku sejak t ahun 2007 lalu, yang seolah-olah tanggung jaw ab pemer intah hanya selesai sampai dipember ian izin saja. Niat baik dan konteks pemahaman Pelaku sudah tidak ber oper asi lagi.

Hasil pantauan Aw as HAM sendir i, secar a langsung tahun 2012, 6 (enam) saksi kor ban yang ber asal dar i masing-masing 2 anak Jaw a Tengah, 2 anak banten dan 2 anak Lampung dengan Nomor : STPL/ 2569/ K/ IX/ 2012/ SPKT RESTA MDN, ter tanggal 23 September 2012. Meskipun tanda-tanda penyiksaan, keker asan dikemukakan

7Hasil monitor ing langsung.

(6)

140

ser ta penipuan atas janji -jani palsu ketika mer ekr ut peker ja secar a ter tulis telah sampai ke r anah penyidikan Polr esta Medan. Namun pengaduan dan har apan dar i ke-6 (enam) or ang peker ja yang

ber usaha meminta keadilan ditatar an penegak hukum

pember kasannya hilang entah dimana.

Untuk kedua kalinya dalam catat an ber kas dan dokumentasi yang dimiliki oleh Aw as HAM sekitar Juni 2014, pengaduan yang dituduhkan 2 (dua) or ang kor ban asal Jaw a Bar at, yang telah melapor kan Pelaku yang saat ini telah ditahan Polr esta Medan (ic. HS) sebagai pemiliki Yayasan Bayu Ar fan Mandir i telah ber upaya menyelamatkan dir i dan mengungkap kebiadaban Syamsul.

Keker asan dan kekejian yang mer eka alami dituangkan dalam 2 (dua) lapor an polisi Nomor : STPL/ 1412/ VI/ 2014/ SKPT RESTA

MEDAN, ter tanggal 3 Juni 2014 dan juga Nomor :

STPL/ 1413/ VI/ 2014/ SKPT RESTA MDN, ter tanggal 2 Juni 2014 yang melapor kan pelaku sekaligus melapor kan Yayasan Bayu Ar afan Mandir i dengan tuduhan melakukan penyekapan dan penyiksaan peker janya.

Saat melakukan pelapor an, kor ban sempat dipr oses ver bal dengan melakukan konfr ontir dengan majikan yang mengambil peker ja ter sebut dar i HS, namun alhasil Polr esta Medan diduga memfasilitasi per damaian kor ban dengan pelaku. Akankah dugaan-dugaan matinya nur ani penegak hukum dalam memfasilitasi pencar i keadilan oleh par a peker ja non for mal, har us diamini bahw a "keadilan itu tidak bisa difasilitasi jikalau tiada uang” hingga r asa memiliki dan kemauan sang paar tir sebagai penanggung jaw ab neger i ini bisa ber ger k.

(7)

141 Rapor Mer ah Penegakan Hukum

Mer ujuk kepada tujuan hukum yakni “keadilan, kemanfaatan, dan kepasti an.”9 Jika ditilik ter hadap opini yang ber kembang saat ini,

sisi acuan sosiologi ada begitu banyak pemahaman yang meng-amani bahw a hukum itu seolah-olah ber laku hanya bagi masyar akat kecil semata. Hukum ibar at mata pisau yang tumpul ke atas dan tajam ke baw ah.

Apar at sebagai pemangku kebijakan pun tidak mampu memahami konteks satu pembahar uan par adigma dalam penanganan hukum bagi par a kor ban-kor ban yang tengah ber upaya mer ubah hak-hak social dan kesejahter aannya meskipun tau akan r esi ko yang mer eka tanggung ketika potensi -potensi ancaman yang dihadapinya bisa menjer umuskan nyaw anya.

Per sepsi Negar a dalam hal ini par a pemangku kepentingan ditatar an Dinas Sosial dan Tenaga Ker ja Kota Medan, saat acar a talk show yang ber samaan per nah menghimbau “kalaulah masayr akat yang ber niat beker ja sebagai peker ja r umah tangga seyogianya benar -benar sesuai dengan kesepakatannya”. Stetment yang disampaikan par a pemnangku kebi jakan yang sedemikian itu, mampu ter pahamkan kalau jalur yang ditempuh itu mulus dan ideal tanpa khaw atir akan satu per istiw a pidana yang ditimbulkan.

Tetapi yang saat ini muncul adalah per sepsi pemahaman kemauan yang r endah sehingga dalam memper gunakan for mulasi hukum yang ada tidak mampu ter ealisasi. Alasan tidak adanya acuan sar ana kebijakan meskipun ada begitu banyak alat yang dapat dipakai dalam melakukan pengaw asan dan penyelenggar aan jati dir i institusi itu, namun masih patut ber ser u “kok tidak ada ya lapor an ini masuk ke kami,”10 demikian salah satu pejabat publik ber ujar kepada

kami ketika menunjukan bukti -bukti yang ada per nah dilapor kan par a peker ja-peker ja di sektor for mal di pihak Kepolisian.

Dalam catatan per jalanan kami, Polr esta Medan dalam pemenuhan per lindungan dan penegakan hukum atas pengaduan-pengaduan dar i saksi kor ban juga kami asumsikan telah mengalami kegagalan dalam memenuhi hak yang layak at as tipuandar i indikasi tindak pidana per dagangan or angdi Tanah Deli ini, banyak ber kas

9Achamad Ali, Menguak Tabir Hukum (Suat u Kajian Filosofis dan Sosiologis) (Jakar ta: PT. Toko Gunung Agung Tbk, 2002), halaman 83.

(8)

142

dan pengaduan tidak per nah ada akhir penyelesai annya. Seolah-olah kasus dar i sector non for mal ini tak patut untuk dipr ior itaskan dan diungkap.

Medan memang satu kota yang penuh keunikan dan keluar biasaan, kalau tidak demikian tak akan muncul satu filosofi yang memaknai "ini medan bung." Ter lalu banyak malaikat ber w ajah bidadar i dan pencabut nyaw a ber tebar dalam sisi -sisi penggoda. Hingga akhir nya alunan penegakan hukum pun di kalangan asisten r umah tangga ker ap kandas, dan bahkan padam dir anah par a jur u ketik di Polr esta Medan.

Dalam per jalanan penanganan dan pendampingan dar i par a pencar ian keadilan dar i par a peker ja r umah tangga, catatan kami kami ber bicar a masih ada 3 kasus yang cukup fenomenal belum diketahui ujung r imba pember kasan yang ada di Polr esta Medan. Siapa yang memer intah si apa, yang akhir nya ber kas-ber kas ter sebut ker ap kandas dan sengaja dipeti eskan, dan per lahan-lahan pelaku hilang dan meninggal dunia. Entalah, si stem model penegakan hukum dar i sang penegak di Polr esta Medan.

1. Kasus yang menimpa 20 or ang peker ja non for mal asal Nusa Tenggar a Timur yang dipeker jakan di usaha sar ang w allet. Pada Febr uar i 2014 ditahun ini, sangat indah menghiasi sisi pember itaan. Duka yang mengakibatkan 2 peker ja meninggal dunia, dan satu lumpuh layu yang tidak bisa ber buat apa-apa lagi dan 17 or ang disiksa dan mengalami keker asan dan semuanya tidak per nah diber i upah yang layak. Telah ter daftar dan ter ber kas catatan pengaduannya dal am Nomor : LP/ 114/ II/ 2014/ SPKT Resta Medan, ter tanggal 23 Febr uar i 2014. Kejadian ini cukup fenomenal dan bahkan satu acar a talk show telah ber upaya mengangkat kejadian ini dalam satu layar pembahasan, dengan per istiw a Bogor dengan pelaku istr i Jendr al Pur naw ir aw an yang juga melakukan per istiw a yang sama kepada par a peker ja asal Nusa Tenggar a Timur . Kamis, 19 Juni 2014 ber kas dar i pelaku tindak pidana per dagangan or ang ter hadap istr i sang jendr al telah lengkap dan telah ser ah ter ima di kejaksaan11.

11Data Tempo.com

(9)

143

Namun ber kas sar ang w allet yang juga diduga melakukan per buatan Tindak pidana per dagangan or ang telah ditangguhkan penahanannya dengan alasan jaminan dar i keluar ga. Luar biasanya, meskipun masa penahanan dar i ter sangka belum habis dar i masa penahanan yang sebenar nya. Dalih dikhaw atir kan penahanan habis, hak dar i Ter sangka ser ta itikad baik dar i Ter sangka ingin membayar kan gaji par a peker janya.

Lagi-lagi dasar dan dalih itikad baik kar ena ingin membayar gaji, seolah-olah uang segala-galanya yang menjadi tolok ukur atas per istiw a tindak pidana bisa diselesaiakan. Naifnya ber pikir ketika ber kas kembali P19 kedua, kendala bi aya dal am melakukan pr oses per bal dar i kor ban yang telah pulang kekampung masing-masing, akhir nya menjadi satu jer at an untuk memer as salah satu lem baga yang telah membantu memulangkan par a kor ban ke kampung asal.

Memang dalih kekur angan anggar an dengan tanpa mer asa ber dosa, atas penangguhan penahanan yang telah dilakukan pihak Polr esta Medan, akhir nya 2 kor ban yang saat it u masih tengah dir w at di salah satu r umah sakit sw asta di Medan, dipaksa pulang oleh keluar ga pelaku, namun Polr esta Medan tutup mata, dan tidak melakukan penijauan kembali atas penangguhan penahanan yang telah dilakukan oleh keluar ga pelaku. Panteslah ber bagai seniman membeber kan lucunya negr i ku yang menggambar kan par a pelaku-pelaku cr iminal bisa dijadikan pemimpin di Kota Medan ini.

Ketika kembali diper tanyakan beber apa per isti w a pidana yang hampir ber samaan pember kasan atas per istiw a sar ang w allet penyelesainnya telah final dan masuk tahap per sidangan, ber kas di w ilayah hukum Medan entah dimana. Sangat lucu memang konteks penegakan hukum dir anah Polr esta Medan.

(10)

144

Hampir 4 tahun sudah kasus kor ban menyer ah kalah atas ketidak mauan dan ketidak ser iusan par a penyidik Polr esta Medan. Dalam usia pember kasan di 3 tahun, meskipun upaya fasilitasi dengan member angkatkan 2 (dua) or ang Penyi dik Polr esta Medan ke Semar ang guna melengkapi ber kas per kar a yang telah P19 dar i Jaksa. Ber kas tidak per nah dimajukan lagi, hingga akhir nya Pelaku meninggal dunia, dengan sendir inya ber kas tutup, tidak ada pr oses penyelesaian yang mampu dilakukan oleh pihak Polr esta Medan atas upaya per mohonan keadilan dar i kor ban guna memfasilitasi hak -hak dar i sang kor ban. Meskipun kor ban telah dianiaya, diper budak tanpa di gaji sama sekali dan bahkan mengabur kan identitas sang kor ban. Ter ima nasib, demikian istilah untuk menghibur dar i kor ban, mungkin takdir membuatnya demikian, jadi mau tidak mau har us mener ima apa adanya.

3. Lagi-lagi 7 kor ban asal Nusa Tenggar a Timur yang telah diser ahkan oleh Polr esta Medan untuk diamankan dan dilindungi pada naungan pelayanan ter padu. Seusai menahan pelaku yang dituduh melakukan tindak pidana per dagangan or ang, atas dasar Polr esta Medan tidak ber apa lama membebaskan Ter sangka pemilik PT. Maudala Agung Jl. Gatot Subr oto Medan. 6 (enam) or ang kor ban dir ujuk untuk dilayani, namun tindak lanjut pember kasan par a lapor an kor ban juga lenyap dimakan w aktu.

Keluhan Tidak Peduli dan Anti Sosial

Gugatan ketidak adanya kepedulian dar i masyar akat, ker ap ter tuduh sebagai penyebab langgengnya keker asan t er hadap peker ja non for mal. Ditambah kepakuman Negar a dalam hal ini kiner ja pemko medan, yang sama sekali selalu menunggu lapor an dan t idak ber sedia jemput bola.

(11)

145

Ber har ap lembaga kepolisian sebagai lembaga yang paling mampu ber per an aktif untuk membuka dir i dalam tr anspar ansi pelayanan dar i par a pencar i keadilan akan memebr i secer cagh har apan dalam pemenuhan hak-hak sosial dan kesejhater aan dar i peker ja non for mal ter sebut.

Hukum seyogianya bisa dijadikan alat dalam memfasilitasi par a pencar i keadilan, ter gantung dar i siap penanggung jaw abnyalah mampu memper gunakan alat t er sebut guna kegunaanya. Negar a ini cukup aktif dalam mer ealisisikan satu acuan kebi jakan dalam pemenuhan hak w ar ga negar anya, tinggal bagaimana mer amunya untuk bisa ter fasilitasi saja.

Tidak dipungkir i gaung mafia per adilan at au penegakan hukum ker ap ber dengung, tetapi jika smeua institusi masih tetap tidak ber sedia membuka dir i guna jaminan akuntabilitasnya dalam melayani. Maka alamat sisi-si si pember itaan ketidak pedulian dan bahkan cer minan kebenci anlah yang akan ter us ber hias dir anah media kita nantinya, “homo-homo ni lupus” tidak akan bisa dipungkir i.

(12)

146

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Achamad Ali, Menguak Tabir Hukum (Suat u Kajian Filosofis dan Sosiologis) (Jakar ta: PT. Toko Gunung Agung Tbk, 2002) .

---, Menguak Teor i Hukum (Legal Theor y) & Teor i (Judicial Per adilan) t er masuk int er pr et asi UU (Legispr udence) Vol. I (Jakar ta: Kencana Pr enada Gr oup, 2009) .

Jakar t a Post, 3 Desember 2014 Tempo.com

(http:/ / w w w .tempo.co/ r ead/ new s/ 2014/ 06/ 19/ 064586507/ Ber ka s-Istr i-Jender al-Dilimpahkan-ke-Kejaksaan).

Referensi

Dokumen terkait

Dialog Dan Kerukunan Antar Agama, (Surabaya: Bina Ilmu, 1997), h.. Untuk mengetahui tentang penafsiran seorang tokoh, tentang ayat-ayat Alquran maka langkah yang pertama

Dalam peristilahan ‘terumbu karang’, “karang” yang dimaksud adalah koral, sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai

Hal itu dikarenakan Joomla dirancang untuk dapat terintegrasi dengan beberapa fitur tambahan yang dikembangkan oleh pihak ketiga mencakup component, module, plugin,

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Penggugat dan saksi-saksi Penggugat tersebut, Majelis Hakim menemukan fakta-fakta bahwa antara Penggugat dan Tergugat

Dugaan subdivisi genetik pada populasi ikan ini juga didukung oleh data frekuensi ha- plotipe; frekuensi dua jenis haplotipe yang pa- ling sering muncul (ABA dan ABB), pada po-

peraturan yanglebih tinggi mengesampingkan peraturan yang lebih rendah, Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28B ayat (2) bahwa Anak memiliki hak untuk kelangsungan hidup,

yang sama dengan pemetikannya (X2)... DAFTAR LAbfPIARAN

Namun pada akhirnya desain yang dibuat adalah desain yang terkhir dimana untuk melewati tangga dapat dilakukan akan tetapi step tangga yang dilewati juga tidak