• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM DATA RECORD TANAMAN. Oleh : CHRISTO OSVALDO DAMANIK F

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SISTEM DATA RECORD TANAMAN. Oleh : CHRISTO OSVALDO DAMANIK F"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM DATA RECORD TANAMAN

Oleh :

CHRISTO OSVALDO DAMANIK F14102118

2010

DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

(2)

SISTEM DATA RECORD TANAMAN

SKRIPSI

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN

Pada Departemen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian

Institut Pertanian Bogor

Oleh :

CHRISTO OSVALDO DAMANIK F14102118

DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

(3)
(4)

RIWAYAT HIDUP PENULIS

Penulis merupakan anak kedua dari dari bapak yang bernama Alexander Damanik dan ibu bernama Marsianna Saragih yang dilahirkan di Galang pada tanggal 27 September 1983. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SD Inpres Merek pada tahun 1996. Penulis lalu melanjutkan pendidikan menengah di SLTP Negeri 4 P. Siantar dan tamat pada tahun 1999. Setelah itu, penulis melanjutkan pendidikan tingkat atas di SMU Negeri 4 P. Siantar dan tamat pada tahun 2002. Pada tahun 2002, penulis melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) diterima di Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor dan memilih Sub Program Studi Teknik Sistem Informatika Pertanian.

Selama menjadi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor, menjadi anggota di Himpunan Profesi Mahasiswa Teknik Pertanian (HIMATETA). Penulis juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) IPB di Komisi Literatur. Selain itu, penulis juga berpartisipasi di beberapa kepanitiaan kegiatan kampus organisasi mahasiswa daerah asal (OMDA).

Penulis melakukan praktek lapangan di PTPN 4 Dolok Ilir, Sumatera Utara pada tahun 2005 dengan tema “Penerapan Aspek Keteknikan Pertanian Pada Produksi Crude Palm Oil di PTP Nusantara 4 Kebun Dolok Ilir, Sumatera Utara”. Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pertanian, penulis menyelesaikan Skripsi yang berjudul ”Sistem Data Record Tanaman”.

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunia-Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi ”Sistem Data Record Tanaman”.

Penulisan skripsi ini tidak akan selesai tanpa bantuan yang begitu berharga dari orang-orang yang berada di sekitar penulis. Penulis megucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Dr. Ir. Emmy Darmawati, Msi. sebagai dosen pembimbing atas arahan, bimbingan, dan motivasinya kepada penulis selama menjalani masa perkuliahan hingga penyusunan skripsi ini.

2. Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya M.Eng sebagai dosen penguji skripsi. 3. Ir. Parlaungan Adil Rangkuti sebagai dosen penguji skripsi.

4. Bapak, Ibu, Kakak, Lae Girsang dan adikku yang telah memberikan kasih sayang, doa, serta dukungan secara moril dan materil kepada penulis dalam melakukan penelitian dan penyusunan skripsi.

5. Armiastho “Miaz” atas bantuannya dalam pemrograman Visual Basic. 6. Prima Damanik, Krisna Purba, Marintan Sitompul, Lisbeth Manurung dan

Firdaus Simanjuntak atas doa, dukungan, dorongan dalam penyelesaian skripsi ini, dan juga kebersamaan selama ini.

7. Rekan-rekan TEP 39 atas kebersamaan dan pembelajaran selama masa studi.

8. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Atas segala kekurangan yang ada dalam penulisan skripsi ini penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.

Bogor, September 2010

(6)

CHRISTO OSVALDO DAMANIK. F14102118. Sistem Data Record Tanaman. Di bawah bimbingan Dr. Ir. Emmy Darmawati, MSi.

RINGKASAN

Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekayaan alam dan hayati beragam yang jika dikelola dengan tepat dapat menjadi salah satu andalan perekonomian Indonesia. Komoditas pertanian dengan keanekaragaman hayatinya yang bernilai tinggi serta diperkuat oleh kekayaan kultural yang sangat beragam mempunyai daya tarik kuat sebagai agrowisata.

Pada budidaya tanaman agrowisata, proses budidaya tidak dilakukan secara massal ataupun seragam untuk semua tanaman, melainkan budidaya secara khusus per individu tanaman. Untuk mempermudah kegiatan monitoring dan pencatatan data pada budidaya tanaman agrowisata diperlukan sistem data record berbasis komputer. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem data record tanaman berbasis komputer yang diharapkan dapat membantu kegiatan budidaya dan produksi tanaman.

Metode yang digunakan dalam pembangunan sistem adalah dengan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) yang meliputi beberapa tahapan yaitu investigasi sistem, analisis sistem, desain sistem, implementasi sistem dan perawatan sistem.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan melalui studi pustaka terhadap beberapa literatur diketahui bahwa proses budidaya beberapa tanaman (terutama tanaman tahunan) memiliki kesamaan kegiatan budidaya. Kesamaan ini menjadi dasar asumsi untuk mengeneralisasi kegiatan budidaya tanaman agrowisata yang berupa tanaman buah tahunan. Dari hasil investigasi diketahui bahwa dalam kegiatan budidaya tanaman tahunan terdapat kegiatan yang dilakukan secara berulang selama umur produktifnya. Kegiatan yang berulang masuk kedalam kegiatan monitoring tanaman. Monitoring tanaman sangat dibutuhkan terutama untuk tanaman buah tahunan yang menjadi objek wisata pada kegaiatan agrowisata. Dalam kegiatan monitoring tersebut terjadi proses pencatatan dan penyimpanan data terhadap tiap-tiap individu tanaman. Jumlah tanaman yang banyak dan beragamnya jenis data yang dicatat dari tiap individu tanaman mengakibatkan jumlah data yang dikelola menjadi besar. Sistem pencatatan dan penyimpanan data secara manual (dalam bentukhardcopy) menjadi kurang efektif karena sistem manual tidak memungkinkan untuk saling berbagi data sehingga beberapa data yang sama harus dicatat berulangkali dan mengakibatkanredudansi

data. Selain itu, besarnya jumlah data yang dicatat dan disimpan menyulitkan proses retrieving data sehingga proses pengelolaan data menjadi kurang efisien. Untuk memudahkan proses pencatatan, penyimpanan dan pengelolaan data diperlukan mekanisme manajemen data terkomputerisasi agar lebih efektif dan efisien. Pada proses investigasi juga dilakukan uji kelayakan sistem terhadap kelayakan operasional dan kelayakan teknis.

Selanjutnya dilakukan analisis sistem untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sistem dan keluaran yang

(7)

dibutuhkan oleh pengguna sistem sistem. Hasil analisa sistem adalah teridentifikasinya data-data yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan monitoring tanaman buah tahunan. Data-data tersebut dibuat dalam bentuk basis data yang dibangun menggunakan Microsoft Access. Basis data dibangun dari 12 tabel data dalam bentuk relational data base. Ke dua belas tabel tersebut adalah tabel Tanaman, tabel Pupuk, tabel Pemupukan, tabel Pemupukan Detil, tabel Perawatan, tabel Perawatan Detil, tabel Jenis Perawatan, tabel Penyakit, tabel Obat, tabel Pengobatan, tabel Pengobatan Detil dan tabel Produksi.Lalu pada tahap desain sistem dilakukan perancangan database, user interface, dan proses yang berlangsung pada sistem agar dapat melakukan tujuan fungsional yang diharapkan dari sistem.

Implementasi basis data dilakukan dengan membangun user interface dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0. User interface ditujukan untuk sarana komunikasi antara basis data dengan pengguna. Pengujian terhadap implementasi basis data dilakukan dengan menjalankan program dan basis data pada komputer dengan spesifikasi prosessor AMD sempron ™ 1,67 GHz, RAM 256 MB, pada sistem operasi Windows XP professional SP2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa program telah berjalan sesuai dengan komunikasi yang dirancang dalam bentuk menu utama dan sub menu.

(8)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

DAFTAR LAMPIRAN ... v

I. PENDAHULUAN ... 1

A. LATAR BELAKANG ... 1

B. TUJUAN ... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 3

A. Agrowisata ... 3

B. Basis Data ... 4

C. Sistem Manajemen Basis Data ... 6

D. Monitoring ... 7

III. METODE PENELITIAN ... 8

A. WAKTU DAN TEMPAT ... 8

B. ALAT DAN BAHAN ... 8

C. PROSEDUR PENELITIAN ... 8

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 11

A. INVESTIGASI SISTEM ... 11 1. Kelayakan Operasional... 12 2. Kelayakan Teknis ... 13 B. ANALISIS SISTEM ... 14 1. Identifikasi Kebutuhan ... 14 2. Identifikasi Fungsional ... 15 C. DESAIN SISTEM ... 15

1. Desain Basis Data... 15

2. Desain Proses...20

3. DesainUser Interface ... 26

D. IMPLEMENTASI SISTEM ... 27

1.User InterfaceHalaman Utama ... 27

(9)

3.User InterfacePemupukan ... 30

4.User InterfacePerawatan ... 32

5.User InterfacePengobatan ... 34

6.User InterfaceObat ... 36

7.User InterfaceJenis Penyakit ... 36

8.User InterfaceJenis Perawatan ... 37

9.User InterfaceJenis Pupuk ... 38

10.User InterfacePupuk... 39

E. PERAWATAN SISTEM ... 40

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 42

DAFTAR PUSTAKA ... 43

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Struktur Tabel Tanaman ... 16

Tabel 2. Struktur Tabel Pupuk ... 16

Tabel 3. Struktur Tabel Pemupukan ... 17

Tabel 4. Struktur Tabel Pemupukan Detail... 17

Tabel 5. Struktur Tabel Perawatan... 17

Tabel 6. Struktur Tabel Perawatan Detail ... 18

Tabel 7. Struktur Tabel Jenis Perawatan... 18

Tabel 8. Struktur Tabel Penyakit ... 18

Tabel 9. Struktur Tabel Obat... 19

Tabel 10. Struktur Tabel Pengobatan... 19

Tabel 11. Struktur Tabel Pengobatan Detail ... 19

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Tahapan-tahapan dalamSystem Development Life Cycle ... 9

Gambar 2. Relasi Tabel Basis Data ... 21

Gambar 3. Relasi data untuk menghasilkan monitoring kegiatan pemupukan ... 22

Gambar 4. Relasi data untuk menghasilkan monitoring kegiatan perawatan ... 23

Gambar 5. Relasi data untuk menghasilkan monitoring penyakit ... 24

Gambar 6. Relasi data untuk menghasilkan monitoring produksi ... 25

Gambar 7. StrukturUser Interface... 26

Gambar 8. Tampilan halaman Menu Utama ... 27

Gambar 9. Tampilan halaman Menu Tanaman... 28

Gambar 10. Contoh laporan pengobatan detail... 30

Gambar 11. Tampilan halaman Menu Pemupukan... 31

Gambar 12. Tampilan halaman Menu Detail Pemupukan ... 32

Gambar 13. Tampilan halaman Menu Perawatan ... 33

Gambar 14. Tampilan halaman Menu Detail Perawatan ... 34

Gambar 15. Tampilan halaman Menu Pengobatan ... 35

Gambar 16. Tampilan halaman Menu Detail Pengobatan ... 35

Gambar 17. Tampilan halaman Menu Jenis Obat... 36

Gambar 18. Tampilan halaman Menu Jenis Penyakit... 37

Gambar 19. Tampilan halaman Menu Jenis Perawatan ... 38

Gambar 20. Tampilan halaman Menu Jenis Pupuk ... 39

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Kegiatan Budidaya Beberapa Tanaman Tahunan.………….44 Lampiran 2. Kode Program..…...………...…49

(13)

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekayaan alam dan hayati beragam yang jika dikelola dengan tepat dapat menjadi salah satu andalan perekonomian Indonesia. Komoditas pertanian (mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan) dengan keanekaragaman hayatinya yang bernilai tinggi serta diperkuat oleh kekayaan kultural yang sangat beragam mempunyai daya tarik kuat sebagai obyek agrowisata.

Agrowisata merupakan salah satu usaha bidang pertanian yang memiliki potensi menunjang pembangunan agribisnis dan menjadi sebuah produk yang memliki daya saing global. Kegiatan agrowisata memanfaatkan usaha agro sebagai objek wisata dengan tujuan memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi dan hubungan usaha bidang pertanian.

Peluang perkembangan agrowisata di Indonesia masih terbuka lebar mengingat potensi kekayaan alam dan hayati di Indonesia yang cukup tinggi. Dengan semakin tingginya minat masyarakat pada wisata agro (agrowisata), dipandang dari sisi ekonomis, agrowisata berpotensi menjadi salah satu produk andalan kegiatan agribisnis. Perkembangan agrowisata terkait erat pada beberapa faktor yang salah satunya adalah faktor penerapan teknologi tepat guna pada proses budidaya tanaman.

Berbeda dari budidaya tanaman secara umum, proses budidaya tanaman agrowisata membutuhkan perhatian yang lebih intensif. Hal dikarenakan dalam kegiatan agrowisata tanaman merupakan obyek utama yang menjadi daya tarik bagi pengunjung, sehingga tanaman diusahakan agar selalu berada pada kondisi yang baik dan berkwalitas tinggi. Untuk mendapatkan tanaman yang berkwalitas tinggi, budidaya tanaman agrowisata tidak dilakukan secara seragam untuk semua tanaman seperti pada pertanian pada umumnya, melainkan budidaya intensif per individu tanaman. Setiap individu tanaman memerlukan perlakuan yang spesifik berdasarkan kebutuhannya. Untuk dapat

(14)

mengetahui kondisi dan kebutuhan tanaman dilakukan monitoring dan pencatatan data setiap tanaman.

Untuk mempermudah kegiatan monitoringdan pencatatan data diperlukan sistem data record berbasis komputer. Dengan adanya sistem data record

berbasis komputer diharapkan mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses budidaya tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi optimal. Mengingat tanaman berfungsi sebagai objek wisata, kualitas tanaman yang baik dengan tingkat produktifitas yang tinggi akan meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung. Selain itu data-data yang tercatat juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

B. TUJUAN

Tujuan penelitian ini adalah :

1. Membagun basis data kegiatan budidaya tanaman khususnya pada kegiatan perawatan tanaman.

2. Membangun aplikasi sistem data record individu tanaman untuk monitoring perawatan tanaman .

(15)

II. TINJAUAN PUSTAKA A. Agrowisata

Agrowisata merupakan bagian dari obyek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai obyek wisata. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha di bidang pertanian. Jadi agrowisata pada prinsipnya merupakan kegiatan industri yang mengharapkan kedatangan konsumen secara langsung di tempat wisata yang diselenggarakan. Agrowisata adalah wisata yang memanfaatkan obyek-obyek pertanian (Tritawinata dan Fachruddin, 1998). Arifin (2004) mendefenisikan kegiatan agrowisata sebagai salah satu kegiatan rekreasi alam dan ruang terbuka, baik secara aktif maupun pasif.

Menurut Budianto (2002) agrowisata boleh dianggap sebagai produk sampingan agroindustri, yang sesungguhnya dapat menjadi pilar penting dalam agroekonomi sebab dari wisata ini dapat diraup penghasilan tambahan yang menjanjikan jika industri ini disiapkan dan dikelola dengan baik agar aman, sehat dan menyenangkan.

Secara umum ruang lingkup dan potensi agrowisata yang dapat dikembangkan berupa:

a. Kebun raya, daya tarik yang dapat ditawarkan kepada wisatawan mencakup kekayaan flora (pohon-pohonan, bunga-bungaan dan jenis tumbuhan lain), keindahan pemandangan serta kesegaran udara.

b. Perkebunan, daya tarik yang ditawarkan berupa daya tarik historis dari perkebunan tersebut, pemandangan, udara segar, cara tradisional dalam pola tanam, pemeliharaan, pengelolaan serta perkembangan teknik pengelolaan.

c. Tanaman pangan dan hortikultura, daya tarik yang ditawarkan berbagai proses kegiatan mulai dari kegiatan pra-panen hingga pascapanen.

d. Perikanan, daya tarik yang ditawarkan berbagai proses budidaya perikanan.

(16)

B. Basis Data

Basis data (database) adalah suatu kumpulan data komputer yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali (McLeod, 1995). Septanto (1997) mendefinisikan basis data sebagai kumpulan dari informasi yang berhubungan dengan obyek atau tujuan khusus. Ditegaskan pula oleh Sutanta (1996), bahwa basis data merupakan suatu kumpulan data yang terhubung dan disimpan secara bersama-sama pada suatu media, sehingga mudah untuk digunakan atau ditampilkan kembali. Menurut Kristanto (2000), basis data adalah kumpulanfile-file yang saling berelasi, relasi tersebut ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada. Kumpulan file-file tersebut mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan suatu obyek dalam batasan tertentu. Basis data adalah sekumpulan data yang disimpan dalam format yang dibakukan dan dirancang sedemikian rupa untuk bisa digunakan secara bersama-sama oleh pengguna (Gerarld V. Post, 1999).

Secara lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut ini:

1. Kecepatan dan kemudahan (speed)

Pemanfaatan basis data dapat memungkinkan operator untuk menyimpan data atau melakukan perubahan atau manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan secara manual (non elektronis) atau secara elektronis (tetapi tidak dalam bentuk penerapan basis data, misalnya dalam bentuk

spread sheetatau dokumen teks biasa). 2. Efisiensi ruang penyimpanan (space)

Karena keterkaitan yang erat antar kelompok data dalam sebuah basis data, maka redundasi (pengulangan) data pasti akan selalu ada. Banyaknya redundasi tentu akan memperbesar ruang penyimpanan (baik di memori utama maupun memori sekunder) yang harus disediakan. Dengan basis data, efisiensi/optimalisasi penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan, karena operator dapat melakukan penekanan jumlah redundasi data, baik

(17)

dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antar kelompok data yang saling berhubungan.

3. Keakuratan (Accuracy)

Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data, dan sebagainya, secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan ketidakakuratan pemasukan/penyimpanan data.

4. Ketersediaan (Availability)

Pertumbuhan data (baik dari sisi jumlah maupun jenisnya) sejalan dengan waktu akan semakin membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Padahal tidak semua data itu selalu digunakan/dibutuhkan. Karena itu operator dapat memilah adanya data utama/master/referensi, data transaksi, data histori hingga data kadaluarsa. Data yang sudah jarang atau bahkan tidak pernah lagi digunakan, dapat diatur untuk dilepaskan dari sistem basis data yang sedang aktif (menjadi off-line) baik dengan cara penghapusan atau dengan memindahkannya ke media penyimpanan off-line (seperti removable disk, atau tape). Di sisi lain, karena kepentingan pemakaian data, sebuah basis data dapat memiliki data yang tersebar di banyak lokasi geografis.

5. Kelengkapan (Completeness)

Lengkap/tidaknya data yang yang dikelola dalam sebuah basis data bersifat relatif (baik terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu). Dalam sebuah basis data, disamping data operator juga harus menyimpan stuktur (baik yang mendefinisikan objek-objek dalam basis data maupun definisi detail dari tiap objek, seperti struktur file/tabel atau indeks). Untuk mengakomodasi kebutuhan kelengkapan data yang semakin berkembang, operator tidak hanya dapat menambah record-record data, tetapi juga dapat melakukan perubahan struktur dalam basis data, baik dalam bentuk penambahan objek baru (tabel) atau dengan penambahan field-field baru pada suatu tabel.

(18)

6. Keamanan (Security)

Memang ada sejumlah sistem (aplikasi) pengelola basis data yang tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan basis data. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan dengan ketat. Kita dapat menentukan siapa-siapa (pemakai) yang boleh menggunakan basis data beserta objek-objek di dalamnya dan menentukan jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.

7. Kebersamaan pemakaian (Sharability)

Pemakai basis data seringkali tidak terbatas pada satu pemakai saja, atau di satu lokasi saja atau oleh satu sistem/aplikasi saja. Basis data yang dikelola oleh sistem (aplikasi) yang mendukung lingkungan multi user, akan dapat memenuhi kebutuhan ini, tetapi tetap dengan menjaga/menghindari terhadap munculnya persoalan baru seperti inkonsistensi data (karena data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data) (Fathansyah, 1999).

C. Sistem Manajemen Basis Data

Sistem Manajemen Basis Data (SMBD) merupakan kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolanya (Kristanto, 2000 di dalam Rukmono, 2004). Basis data adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket program yang kormesial untuk membaca, mengisi, menghapus dan melaporkan data dalam basis data. Program tersebut menyediakan berbagai fasilitas operasi untuk memasukkan data ke dalam basis data, melacak dan memodifikasi data dalam basis data, mendefinisikan data baru, memutakhirkan data, mengkonversi data, serta mengolah data menjadi informasi yang diperlukan. Koleksi terpadu program utilitas ini dapat dipandang sebagai lapisan antar (interface) antara pengguna dengan data yang tersimpan dalam basis data.

(19)

Menurut Waljiyanto(2000), kegunaan utama sistem basis data adalah pemakai mampu menyusun suatu pandangan abstraksi data. Basis data pada umumnya digunakan oleh beberapa pemakai untuk kepentingan pengguna yang berbeda pula. Data yang diperlukan bisa saja secara eksplisit tersimpan dalam data, ataupun pemakai harus melakukan pemrosesan sendiri untuk memperoleh data atau informasi yang diinginkan. Dengan demikian data menjadi terintegrasi dalam sistem basis data.

D. Monitoring

Menurut Dahlan (1998) dalamWidarto (1999) monitoring dapat diartikan sebagai kegiatan mengamati dan mengawasi yang dilakukan secara terus menerus atau berlaku di setiap tingkatan manajemen atau pengelola suatu kegiatan, untuk memastikan bahwa pengadaan atau penggunaan input, hasil yang ditargetkan dan tindakan-tindakan lainnya yang diperlukan dilaksanakan sesuai dengan rencana.

Tujuan monitoring adalah:

1. Untuk meyakinkan bahwa masukan dan keluaran telah berjalan sesuai dengan perencanaan.

2. Untuk membuat dokumen tentang kegunaaan masukan, aktivitas dan hasil. 3. Untuk menjaga deviasi dari tujuan awal dan hasil yang diharapkan.

Monitoring juga merupakan kegiatan yang teratur dan berkesinambungan dan dilakukan pada waktu suatu kegiatan sedang berlangsung sehingga sebenarnya monitoring adalah evaluasi di saat kegiatan sedang berlangsung.

(20)

III. METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT

Penelitian dilaksanakan mulai Desember 2008 sampai dengan Oktober 2009 di Bagian Sistem Manajemen dan Mekenisasi Pertanian FATETA IPB.

B. ALAT DAN BAHAN 1. Alat

Alat yang dipergunakan dalam penelitian ini:

1. PC (AMD Sempron(tm) 1.67 GHz, RAM 256 MB) 2. Sistem Operasi Microsoft Windows XP Profesional SP 2 3. Visual Basic 6.0

4. MS Office Access 2002 2. Bahan

Bahan yang digunakan untuk membangun sistem ini adalah data-data sekunder bersumber pada pustaka bacaan berupa tulisan populer, jurnal ilmiah dan literatur.

C. PROSEDUR PENELITIAN

Metode perancangan sistem informasi yang digunakan pada penelitian ini adalahSystem Development Life Cycle (SDLC). Terdapat lima tahapan dalam SDLC, yaitu investigasi, analisis, desain, implementasi, dan perawatan, tersaji pada Gambar 1. Berikut adalah penjelasan dari tiap tahap.

1. Investigasi Sistem

Penentuan masalah dan studi kelayakan untuk menentukan kelayakan terhadap sistem yang akan dibangun. Ruang lingkup sistem basis data yang dibangun pada penelitian ini adalah untuk operasional monitoring individu tanaman, maka studi kelayakan yang dilakukan adalah kelayakan operasional dan teknis dari sistem basis data.

2. Analisis Sistem

Menganalisis sistem berarti menentukan kebutuhan untuk semua komponen utama dari suatu sistem informasi, tetapi secara khusus perhatian

(21)

ditujukan pada kebutuhan output, input, proses, data dan lingkup proses (O’Brien, 1999). Analisis sistem yang dilakukan meliputi identifikasi kebutuhan user dan identifikasi fungsional sistem. Proses analisis dapat dilakukan dengan cara memecah sistem menjadi beberapa bagian sub-sistem untuk kemudian dianalisis fungsi dan tujuan yang ingin dicapai dari setiap sub-sistem.

Gambar 1. Tahapan-Tahapan Dalam System Development Live Cycle

(O’Brien, 1999)

3. Desain Sistem

Tahap desain sistem menyangkut tiga kegiatan yaitu, desain basis data, desain proses dan desainuser interface.

a. Desain Basis Data

Desain basis data merupakan kegiatan invetarisasi data dan pembangunan file-file data ke dalam bentuk file data yang efektif untuk memudahkan administrator data dalam mengimplementasikan program aplikasi. Basis data dibangun menggunakan Microsoft Access 2003.

Investigasi Sistem

Analisis Sistem

Desain Sistem

Implementasi Sistem

(22)

b. Desain Proses

Desain proses yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi rancangan masukan, keluaran, editing dan proses pencarian data. Pada tahap ini dibangun relasi antar file data yang telah dihasilkan di tahap desain basis data untuk menghasilkan operasional data yang efisien. Pembangunan relasi antar file data dilakukan menggunakan software

Microsoft Visual Basic 6.0 c. DesainUser Interface

Aktivitas desain user interface berfokus pada dukungan terhadap interaksi antara pengguna dan aplikasi berbasis komputernya. Desainer berkonsentrasi pada bentuk desain dari sistem monitoring dengan tujuan untuk memberikan kemudahan penggunakan berinteraksi dengan sistem melalui layar monitor.

4. Implementasi Sistem

Implementasi sistem dilakukan dengan menguji coba sistem basis data yang telah dibangun. Parameter uji yang digunakan adalah proses berjalannya sistem sesuai dengan desain proses yang ditetapkan pada tahap desain proses.

5. Perawatan Sistem

Perawatan sistem yang dimaksud pada penelitian ini adalah tersedianya fasilitas updating data untuk merawat keakuratan dan keterbaruan data yang dihasilkan.

(23)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. INVESTIGASI SISTEM

Agrowisata merupakan salah satu usaha bidang pertanian yang memiliki potensi menunjang pembangunan agribisnis. Peluang pengembangan usaha agrowisata di Indonesia memiliki prospek yang cukup menjanjikan, hal ini dikarenakan tingginya minat masyarakat terhadap jenis wisata agro. Beberapa usaha agrowisata yang cukup terkenal antara lain Taman Buah Mekarsari (Cileungsi, Bogor), perkebunan apel Kusuma Agrowisata (Batu Malang), Taman Bunga Nusantara (Cipanas, Cianjur) dan Kebun Raya Bogor (Bogor). Selain agrowisata yang sudah dikelola pada skala industri oleh pemerintah ataupun instansi, usaha agrowisata juga telah dilakukan pada skala kecil oleh petani seperti yang dilakukan oleh para petani strwberry di daerah Ciwidey Bandung dan para petani anggota Kelompok Usaha Bersama Agribisnis (KUBA) di Malang yang membudidayakan tanaman salak. Dari beberapa jenis usaha agrowisata, agrowisata untuk tanaman bunga dan buah-buahan merupakan jenis agrowisata yang lebih banyak diminati.

Untuk menunjang kegiatan usaha agrowisata diperlukan beberapa faktor pendukung dimana salah satunya adalah faktor teknologi. Dalam sebuah penelitian tentang rancangan kawasan sentra pengembangan (KSP) salak yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Bersama Agribisnis (KUBA) di Malang, salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah pengembangan sistem teknologi informasi sebagai salah satu faktor penunjang kegiatan agribisnis.

Agrowisata sebagai bagian dari agribisnis memanfaatkan tanaman sebagai objek wisata. Dalam kaitannya sebagai objek wisata, setiap individu tanaman diusahakan memiliki kwalitas yang baik agar dapat menjadi daya tarik yang menarik minat para pengunjung. Untuk mendapatkan kwalitas tanaman yang baik dilakukan proses budidaya yang intensif terhadap setiap individu tanaman. Proses budidaya yang intensif dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana melakukan recording dan

(24)

Berdasarkan investigasi yang dilakukan melalui studi pustaka terhadap beberapa literatur diketahui bahwa proses budidaya beberapa tanaman (terutama tanaman tahunan) memiliki kesamaan kegiatan budidaya. Kesamaan ini menjadi dasar asumsi untuk mengeneralisasi kegiatan budidaya tanaman agrowisata yang berupa tanaman buah tahunan (data kegiatan budidaya beberapa tanaman buah menahun disajikan pada Lampiran 1). Dari hasil investigasi juga diketahui terjadi kegiatan monitoring terhadap individu tanaman. Dalam kegiatan monitoring tersebut terjadi proses pencatatan dan penyimpanan data terhadap tiap-tiap individu tanaman. Jumlah tanaman yang banyak dan beragamnya jenis data yang dicatat dari tiap individu tanaman mengakibatkan jumlah data yang dikelola menjadi besar. Sistem pencatatan dan penyimpanan data secara manual (dalam bentuk hardcopy) menjadi kurang efektif karena sistem manual tidak memungkinkan untuk saling berbagi data sehingga beberapa data yang sama harus dicatat berulangkali dan mengakibatkan redudansi data. Selain itu, besarnya jumlah data yang dicatat dan disimpan menyulitkan proses retrievingdata sehingga proses pengelolaan data menjadi kurang efisien. Untuk memudahkan proses pencatatan, penyimpanan dan pengelolaan data diperlukan mekanisme manajemen data terkomputerisasi agar lebih efektif dan efisien. Perancangan Sistem Data Record Individu Tanaman bertujuan untuk membuat sistem basis data yang terstruktur agar data-data yang disimpan tepat guna, mencegahredudansi data dan juga memungkinkan saling berbagi data dengan aplikasi lainnya sehingga sistem menjadi lebih efektif. User interface merupakan fasilitias yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam prosesupdatingdanretrieving

data dibandingkan sistemrecordingdata secara manual.

Dalam proses investigasi dilakukan studi kelayakan untuk mengetahui kelayakan sistem yang didasarkan pada aspek operasional dan teknis.

1. Kelayakan Operasional

Secara operasional sistem yang dibangun mempertimbangkan beberapa aspek, antara lain:

a. Sistem dibangun menjadi satu program komputer yang utuh dalam format .exesehingga program dapat diinstall tanpa pengguna harus ahli

(25)

dalam menggunakan software Visual Basic atau software basis data yang digunakan untuk membangun sistem ini.

b. User interface dirancang dengan prinsip user friendly untuk memudahkan pengguna berinteraksi dengan sistem.

c. Sistem yang dikembangkan memberi kemudahan dalam pembaharuan data (updating) melalui user interface yang disediakan sehingga tidak dibutuhkan operator khusus yang ahli mengenai sistem basis data .

Sistem yang dibangun dapat dioperasikan oleh pengguna dengan kemampuan komputer tingkat dasar. Tingkat dasar yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kemampuan mengoperasikan komputer dan berinteraksi dengansoftware siap pakai sepertisoftware berformat .exe. Saat ini sumber daya manusia yang berkemampuan seperti yang dimaksud cukup tersediannya, sehingga dari aspek operasional sistem tidak akan ada kendala.

2. Kelayakan Teknis

Sistem dibangun dalam format executeble file (.exe) sehinnga dapat diinstal pada unit komputer tanpa harus menginstall software pembagun sistem yaitu Microsoft Visual Basic dan Microsoft Acces. Sistem yang dibangun dapat bekerja dengan baik pada unit komputer dengan spesifikasi

processor Pentium IV, RAM 128 MB dan sistem operasi Windows XP. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi komputer terkini dan beragamnya varian komputer dengan berbagai harga maka spesifikasi yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem ini dapat dikategorikan spesifikasi yang minimum. Dengan demikian sistem yang dibangun memenuhi studi kelayakan teknis.

(26)

B. ANALISIS SISTEM

Pada tahap analisis sistem, dilakukan identifikasi kebutuhan pengguna dan indentifikasi fungsional sistem.

1. Identifikasi Kebutuhan

Dalam identifikasi kebutuhan, hal yang menjadi acuan adalah siapakah yang akan menggunakan sistem dan informasi yang dibutuhkan untuk membuat sistem yang berguna untuk pengguna tersebut.

Sistem ini dapat digunakan oleh perorangan maupun oleh lembaga atau instansi yang berkepentingan dalam kegiatan budidaya tanaman, baik budidaya beskala berkebun oleh petani ataupun skala industri. Sistem ini memberikan fungsi pencatatan yang dapat dijadikan acuan dalam proses

monitoringkegiatan budidaya tanaman. Berdasarkan studi pustaka terhadap beberapa literatur diperoleh data-data kegiatan budidaya yang umum dilakukan pada budidaya tanaman tahunan yang dijadikan acuan penentuan jenis informasi yang dibutuhkan oleh pengguna (tabel kegiatan budidaya beberapa tahunan pada Lampiran 1).

Dari proses investigasi tentang kebutuhan informasi pengguna sistem, diperoleh jenis-jenis informasi yang dibutuhkan sebagai berikut:

a. Informasi identitas tanaman

Informasi identitas tanaman meliputi data-data tanggal tanam, nama tanaman, varietas tanaman dan lokasi tanaman tersebut.

b. Informasi kegiatan perawatan

Informasi kegiatan perawatan yang dibutuhkan berupa data tanggal terjadinya suatu perawatan terhadap tanaman dan jenis perawatan yang dilakukan.

c. Informasi kegiatan pemupukan

Informasi kegiatan pemupukan mencatat data-data tanggal pemupukan, jenis-jenis pupuk yang diberikan serta dosis setiap pupuk yang diberikan. d. Informasi penyakit tanaman dan penanggulanggannya

Informasi ini mencatat data-data tanggal terjadinya suatu penyakit, jenis penyakit yang terjadi dan obat-obat yang diberikan untuk menanggulangi beserta dosisnya.

(27)

e. Informasi kegiatan produksi

Informasi yang dibutuhkan berupa data-data tanggal pemanenan (pemetikan buah) dan jumlah buah yang dihasilkan.

2. Identifikasi Fungsional

Secara khusus sistem ini dirancang dan dibangun berdasarkan kebutuhan pada proses budidaya tanaman agrowisata. Namun secara umum sistem ini dapat dipergunakan dalam proses budidaya tanaman lain selama memiliki proses budidya yang sama. Dengan demikian sistem ini dapat dipergunakan secara luas oleh perusahaan, instansi, kelompok usaha tani, petani dan pihak-pihak lain yang berkaitan dalam kegiatan monitoring

proses budidaya tanaman.

Tujuan pengembangan sistem ini adalah untuk mencatat, menyimpan dan mengelola data-data tanaman yang dapat digunakan dalam proses monitoring tanaman. Untuk keperluan tersebut sistem ini menyediakan fungsi-fungsi sebagai berikut:

a. Fungsi Pemasukan Data untuk melakukanentrydata kedalam sistem. b. Fungsi Edit Data untuk memodifikasi data yang tersimpan dalam sistem. c. Fungsi Hapus Data untuk menghapus data yang tersimpan dalam sistem. d. Fungsi Cetak Data untuk mencetak laporan dari data-data dalam sistem. e. Fungsi penelusuran data untuk memudahkan pencarian data yang

dibutuhkan pengguna

C. DESAIN SISTEM 1. Desain Basis Data

Desain basis data sistem ini dibangun menggunakan Microsoft Access 2002. Basis data yang dibangun terdiri dari 12 tabel yang saling berelasi membangun satu basis data yang utuh. Berikut adalah struktur data dari tabel-tabel yang terlibat dalam basis data ini:

a. Data identitas tanaman

Tabel Tanaman (Tabel 1) merupakan basis data yang menyimpan data-data identitas tanaman. Data-data yang dicatat adalah data nama

(28)

tanaman, varietas tanaman, lokasi tanaman dan tanggal penanaman. Lokasi tanaman dilapang dinyatakan dalam bentuk koordinat XY.

Primary keyyang ditetapkan adalah id_tanaman. Tabel 1. Struktur Tabel Tanaman

NamaField Tipe Data Keterangan

id_tanaman Text ID tabel

tanggal_tanam Tanggal Tanggal penanaman

nama_tanaman Text Nama tanaman

varietas Text Varietas

lokasi Text Lokasi tanaman

b. Data pada kegiatan pemupukan

Data-data pemupukan terkait kegiatan pemupukan dirancang dalam tiga tabel, yaitu Tabel Pupuk, Tabel Pemupukan dan Tabel Pemupukan Detail. Struktur tabel-tabel tersebut berturut-turut dinyatakan pada Tabel 2, Tabel 3 dan Tabel 4.

Tabel 2. Struktur Tabel Pupuk

NamaField Tipe Data Keterangan

id_pupuk Text ID tabel

jenis_pupuk Text Jenis pupuk

nama_pupuk Text Merek dagang pupuk

satuan Text Jenis satuan

Tabel Pupuk (Tabel 2) merupakan tabel basis pupuk. Basis data ini menyimpan data-data mengenai jenis pupuk, nama/merek dagang pupuk dan jenis satuan besaran yang digunakan dalam pemberian dosis pupuk. id_pupuk digunakan sebagaiprimary keytabel basis data pupuk.

(29)

Tabel 3. Struktur Tabel Pemupukan

NamaField Tipe Data Keterangan

id_pemupukan Text ID tabel

tanggal Tanggal Tanggal pemupukan

id_tanaman Text ID tabel

Tabel 4. Struktur Tabel Pemupukan Detail

NamaField Tipe Data Keterangan

id_pemupukan Text ID tabel

id_pupuk Text ID tabel

jumlah Long Integer Dosis yang diberikan

Tabel Pemupukan (Tabel 3) merupakan tabel basis data kegiatan pemupukan. Basis data ini mencatat waktu terjadinya kegiatan pemupukan terhadap setiap individu tanaman tertentu. Primary key yang ditetapkan adalah id_pemupukan sehingga setiap kegiatan pemupukan bersifat unik untuk setiap kegiatan pemupukan walaupun tanaman yang dipupuk adalah tanaman yang sama dipupuk pada tanggal berbeda atau tanaman berbeda yang dipupuk pada tanggal yang sama.

Tabel Pemupukan Detail (Tabel 4) adalah tabel basis data yang mencatat dosis pupuk yang diberikan pada setiap kegiatan pemupukan.

c. Data pada kegiatan Perawatan

Data kegiatan perawatan dirancang dalam tiga tabel, yaitu Tabel Perawatan (Tabel 5) , Tabel Perawatan Detail (Tabel 6) dan Tabel Jenis Perawatan (Tabel 7).

Tabel 5. Struktur Tabel Perawatan

NamaField Tipe Data Keterangan

id_tanaman Text ID tabel

id_perawatan Text ID tabel

(30)

Tabel Perawatan (Tabel 5) merupakan tabel basis data yang mencatat waktu terjadinya kegiatan perawatan. id_perawatan ditetapkan sebagai primary key tabel untuk menyatakan bahwa setiap kegiatan perawatan adalah unik untuk setiap waktu terjadinya perawatan dan individu tanaman yang mendapatkan perawatan.

Tabel 6. Struktur Tabel Perawatan Detail

NamaField Tipe Data Keterangan

id_perawatan Text ID tabel

id_jenis_perawatan Text ID tabel

Tabel 7. Struktur Tabel Jenis Perawatan

NamaField Tipe Data Keterangan

id_jenis_perawatan Text ID tabel

jenis_perawatan Text Jenis perawatan

Tabel Perawatan Detail (Tabel 6) digunakan sebagai penghubung Tabel Perawatan dengan Tabel Jenis Perawatan yang merupakan basis data jenis-jenis perawatan (Tabel 7). Id_perawatan dan id_jenis perawatan ditetapkan sebagaiprimary key.

d. Data terkait penyakit tanaman dan penanggulanggannya

Data terkait penyakit berisi data-data penyakit yang terjadi pada tanaman dan data-data obat yang digunakan untuk penanggulangannya. Data-data tersebut dirancang dalam tiga tabel, yaitu Tabel Penyakit (Tabel 8) , Tabel Obat (Tabel 9), dan Tabel Pengobatan Detail (Tabel 10).

Tabel 8. Struktur Tabel Penyakit

NamaField Tipe Data Keterangan

id_penyakit Text ID tabel

(31)

Tabel Penyakit (Tabel 8) adalah basis data jenis-jenis penyakit dengan id_penyakit digunakan sebagaiprimary keytabel.

Tabel 9. Struktur Tabel Obat

NamaField Tipe Data Keterangan

id_obat Text ID tabel

jenis_obat Text Jenis obat

nama_obat Text Merek dagang obat

satuan Text Jenis satuan

Tabel Obat (Tabel 9) merupakan tabel basis data obat. Basis data ini menyimpan data-data mengenai jenis obat, nama/merek dagang obat dan jenis satuan besaran yang digunakan dalam pemberian dosis obat. id_obat digunakan sebagaiprimary keytabel basis data obat.

Tabel Pengobatan (Tabel 10) merupakan tabel basis data kegiatan pengobatan. Basis data ini mencatat waktu terjadinya kegiatan pengobatan terhadap setiap individu tanaman tertentu. Jenis penyakit, jenis obat dan dosis obat yang diberikan pada proses pengobatan dicatat kedalam basis data pada Tabel Pengobatan Detail (Tabel 11).

Tabel 10. Struktur Tabel Pengobatan

NamaField Tipe Data Keterangan

id_pengobatan Text ID tabel

tanggal Tangggal Tanggal pengobatan

id_tanaman Text ID tabel

Tabel 11. Struktur Tabel Pengobatan Detail

NamaField Tipe Data Keterangan

id_pengobatan Text ID tabel

id_penyakit Text ID tabel

id_obat Text ID tabel

(32)

e. Data pada kegiatan produksi

Tabel Produksi (Tabel 12) merupakan basis data terkait data-data mengenai jumlah buah yang dihasilkan tanaman. Pada tabel produksi terdapat dua grade yaitu: 1) buah grade A, yaitu buah yang memenuhi standard kwalitas yang ditetapkan pengguna; dan 2) buah kategori lainnya, yaitu buah yang tidak memenuhi standard grade A. Untuk kegiatan agrowisata pada umumnya buah yang diharapkan untuk dijadikan sebagai objek wisata panen adalah buah-buah yang ada pada grade A.

Tabel 12. Struktur Tabel Produksi

NamaField Tipe Data Keterangan

id_produksi Text ID tabel

id_tanaman Text ID tabel

tanggal Tanggal Tanggal pemanenan

grade_a Long Integer Jumlah grade A (kg)

lainnya Long Integer Jumlah selain grade A

(kg)

Tabel-tabel basis data yang dirancang dihubungkan sedemikian rupa agar dapat menghasilkan informasi yang diiginkan. Hubungan (relationship) antar tabel secara umum seperti terlihat pada Gambar 1.

2. Desain Proses

Desain proses adalah perancangan proses yang terjadi pada sistem dalam mengolah masukan dari pengguna dan basis data menjadi keluaran yang dibutuhkan oleh pengguna. Keluaran yang dihasilkan oleh sistem nantinya akan dipergunakan untuk keperluan monitoring tanaman.

a. Informasi Identitas Tanaman

Informasi identitas tanaman disimpan didalam basis data pada tabel Tanaman. Kegiatanrecordingdanmonitoringidentitas tanaman dilakukan melalui tabel ini berdasarkan fungsional yang disediakan oleh sistem.

(33)

Gambar 2. Relasi Tabel Basis Data

b. MonitoringKegiatan Pemupukan

Untuk menghasilkan informasi mengenai kegiatan pemupukan melibatkan 4 tabel basis data yakni, Tabel Tanaman, Tabel Pupuk, Tabel Pemupukan dan Tabel Pemupukan Detail. Ketiga tabel tersebut berinteraksi berdasarkan relasi seperti pada Gambar 2.

Pada tabel Tanaman, id_tanaman digunakan sebagai primary key

dan berelasi dengan tabel Pemupukan dengan jenis relasione to many (1 to ∞). Pada tabel Pemupukan yang menjadi primary key adalah id_pemupukan, sehingga relasi ini menyatakan bahwa setiap tanaman dapat memiliki lebih dari satu data pemupukan karena setiap pemupukan adalah unik untuk setiap tanggal pemupukan pada tanaman yang sama.

Dari tabel Pemupukan ke tabel Pemupukan Detail terhubung melalui

primary key id_pemupukan dengan relasi one to many yang menyatakan setiap pemupukan pada tanggal yang sama dapat dilakukan dengan beberapa jenis pupuk sekaligus. Pada tabel Pemupukan Detail, id_pupuk dan id_pemupukan ditetapkan sebagai primary keyuntuk mencegah data pupuk yang sama dimasukkan berulangkali pada satu tanggal pemupukan terhadap tanaman yang sama. Tabel Pupuk merupakan basis data yang

(34)

menyimpan data-data pupuk dan diberikan relasi one to many dengan tabel Pemupukan Detail agar data pupuk dapat digunakan berulangkali pada berbagai kegiatan pemupukan.

Gambar 3. Relasi data untuk menghasilkan monitoring kegiatan pemupukan tanaman

Dari interaksi antar tabel seperti yang terlihat pada Gambar 2 dapat diperoleh keluaran informasi tentang: identitas tanaman yang dipupuk, waktu terjadi pemupukan, jenis pupuk yang digunakan dan dosis pupuk yang diberikan. Proses untuk menghasilkan informasi tersebut dilakukan oleh sistem berdasarkan rule yang dibangun pada bahasa perograman. Informasi-informasi tersebut dapat dipergunakan untuk monitoring kegiatan peupukan tanaman.

c.MonitoringKegiatan Perawatan

Informasi kegiatan perawatan berkaitan dengan 4 tabel basis data yaitu, Tabel Tanaman, Tabel Perawatan, Tabel Perawatan Detail dan Tabel Jenis Perawatan. Relasi antara ketiga tabel terlihat pada Gambar 3 .

(35)

Gambar 4. Relasi data untuk menghasilkan monitoring kegiatan perawatan tanaman.

Tabel Jenis Perawatan merupakan basis data yang menyimpan data-data jenis perawatan dan diberiprimary keyid_jenis_perawatan. Data-data pada tabel Jenis Perawatan dapat digunakan oleh tabel Perawatan melalui tabel Perawatan Detail sebagai penguhubung. Tabel Perawatan Detail merupakan basis data yang menyimpan data jenis perawatan yang dilakukan pada satu waktu kegiatan perawatan, dimana id_perawatan dan id_jenis_perawatan ditetapkan sebagai primary key agar jenis perawatan yang sama apabila dilakukan pada waktu yang sama tidak dicatat sebagai dua data yang berbeda sehingga mengakibatkan redudansi data. Relasi antar tabel Perawatan Detail dengan tabel Perawatan adalah many to one

untuk menyatakan dalam satu kali kegiatan perawatan dapat dilakuan beberapa jenis perawatan sekaligus.

Relasi antara tabel Perawatan, Jenis Perawatan, dan Perawatan Detail menghasilkan data mengenai waktu terjadinya kegiatan perawatan dan jenis perawatan yang dilakukan yang kemudian disebut sebagai data kegiatan perawatan. Data ini kemudian dihubungkan dengan basis data tanaman pada tabel Tanaman dengan relasi many to one untuk menyatakan bahwa setiap tanaman dapat memiliki lebih dari satu data

(36)

kegiatan perawatan yang berbeda. Interaksi data kegiatan perawatan dengan data identitas tanaman yang terdapat tabel Tanaman menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk monitoring perawatan tanaman.

Informasi yang digunakan dalam proses monitoring perawatan, yaitu: identitas tanaman yang mendapat perawatan (nama, varietas dan lokasi), waktu terjadinya perawatan dan jenis peawatan yang dilakukan.

d.MonitoringPenyakit Tanaman Dan Penanggulangannya

Data-data yang digunakan dalam proses monitoring penyakit tanaman disimpan dalam 5 tabel basis data yang saling berelasi seperti terlihat pada Gambar 4.

Tabel Tanaman dihubungkan dengan relasione to manydengan tabel Pengobatan karena satu tanaman dapat mengalami lebih dari satu kali kegiatan pengobatan. Tabel Penyakit yang merupakan basis data jenis penyakit dan tabel Obat sebagai basis data jenis obat dihubungkan dengan relasi one to many terhadap tabel Pengobatan Detail agar masing masing data pada tabel Penyakit dan tabel Obat dapat digunakan berulangkali oleh tabel Pengobatan Detail.

Gambar 5. Relasi data untuk menghasilkan monitoring penyakit tanaman dan penanggulangan yang dilakukan

(37)

Tabel Pengobatan Detail adalah basis data yang menyimpan data jenis penyakit, jenis obat dan dosis obat pada setiap kegiatan pengobatan. Pada tabel Pengobatan Detail, id_pengobatan, id_penyakit dan id_obat digunakan sebagaiprimary key agar setiap data pengobatan memiliki data jenis penyakit yang berbeda atau jenis obat berbeda.

Dari rule yang diguanakan pada bahasa pemrograman, relasi 5 tabel diatas menghasilkan keluaran informasi yang dapat digunakan untuk monitoring penyakit tanaman dan penanggulangannya, yaitu: identitas tanaman (nama, varietas dan lokasi), tanggal terjadinya pengobatan, jenis obat yang digunakan dan dosis yang diberikan.

e.Monitoringproduksi

Informasi mengenai kegiatan produksi diperoleh dari interaksi 2 tabel basis data (Gambar 5), yaitu Tabel Tanaman dan Tabel Produksi. Informasi yang dihasilkan adalah: waktu pemanenan, tanaman yang dipanen, lokasi tanaman dan hasil pemanenan berdasarkan kwalitasnya. id_produksi ditetapkan sebagai primary key karena setiap satu kegiatan panen dicatat sebagai satu data yang unik. Tabel Tanaman dan tabel Produksi memiliki relasi one to many karena setiap tanaman mungkin dipanen berulangkali pada waktu yang berbeda dan setiap tanaman pada satu areal mungkin dipanen tidak secara serentak pada waktu yang sama.

Gambar 6. Relasi data untuk menghasilkan monitoring produksi tanaman

(38)

3. DESAINUSER INTERFACE

Desainuser interfacedilakukan dengan bahasa pemrograman komputer menggunakansoftwareMicrosoft Visual Basic 6.0.User interfacedirancang untuk memberikan akses kepada fungsi fungsional sistem yang dirancang, yakni fungsiinput data, fungsieditdata, fungsi hapus data, fungsi cetak data dan fungsi pencarian data. Halaman user interface dirancang secara user friendlysehingga mempermudah interaksi pengguna dengan sistem. Struktur pengaksesanuser interfaceberdasarkan menu dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 7. StrukturUser Interface

Menu Utama Detail Perawatan Pemupukan Perawatan Perawatan Tanaman Produksi Jenis Obat Detail Pengobatan Pemupukan Pengobatan Detail pemupukan Pengobatan Jenis Perawatan Jenis Penyakit Keluar Jenis Pupuk

(39)

D. IMPLEMENTASI SISTEM

Implemetasi sistem yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengoperasian basis data yang telah dirancang menggunakan media user interface yang dibangun menggunakan bahasa programVisual Basic Versi 6. Pengujian implementasi system dilakukan untuk menguji coba fungsi-fungsi yang dimiliki oleh sistem sesuai dengan desain proses yang ditetapkan. Tujuan dari pengujian sistem ini adalah untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari sistem ini serta pengembangan yang mungkin dilakukan. Dengan dilakukan pengujian maka akan diketahui apabila terdapat kesalahan dalam pemrograman.

1.User InterfaceMenu Utama

Halaman Menu Utama muncul saat program pertama kali dijalankan (Gambar 8). Dari halaman ini pengguna dapat memilih menu-menu yang akan membuka halaman user interface berikutnya. Selain menu yang ditampilkan dalam bentuk tombol, pilihan menu juga terdapat dalam bentuk

drop downmenu yang terdapat pada kiri atas halaman. Pada saat pengguna telah memilih salah satu menu, pengguna dapat mengakses pilihan lain pada menu utama dengan meng-klik drop down menu pada kiri atas halaman tanpa harus kembali ke halaman Menu Utama.

(40)

2.User InterfaceTanaman

Tampilan Halaman Tanaman merupakan hasil running program (proses sistem) bila pengguna memilih menu Tanaman. Halaman Tanaman menyajikan data-data mengenai tanaman, yaitu data nama tanaman, varietas tanaman, tanggal tanam, asal bibit dan lokasi tanaman. Data lokasi tanaman disajikan berupa koordinat XY pada lokasi di lapang. Tampilan halaman tanaman seperti terlihat pada Gambar 9.

Gambar 9. Tampilan halaman Menu Tanaman

Proses fungsional yang terdapat pada halaman tanaman,yaitu: a. Fungsi Input Data

Fungsi untuk menambah data baru pada basis data dapat dilakukan dengan menekan tombol ’Tambah’ pada halaman user interface. Pada saat memasukkan data baru pengguna harus memberikan ID Tanaman baru yang unik (belum digunakan oleh tanaman lain). Apabila ID yang digunakan telah digunakan oleh tanaman lain maka sistem akan menampilkan pesan peringatan bahwa data yang dimasukkan salah dan data tidak akan bisa disimpan. Apabila data yang dimasukkan sudah benar

(41)

dapat disimpan kedalam basis data dengan menekan tombol ’Simpan’ atau membatalkan perubahan data dengan menekan tombol ’Batal’.

b. Fungsi Edit Data

Untuk mengubah data yang sudah tersimpan dalam basis data dilakukan dengan terlebih dahulu memilih data yang ingin diubah kemudian menekan tombol ’Edit’. Untuk memilih data yang akan diubah dapat menggunakan fasilitas pencarian data atau memilih data dalam tabel yang ditayangkan oleh sistem pada saat itu dan kemudian menekan tombol ’Edit’. Setelah selesai melakukan perubahan data, data dapat disimpan kembali dengan menekan tombol ’Simpan’ atau membatalkan perubahan data dengan menekan tombol ’Batal’.

c. Fungsi Penghapusan Data:

Untuk menghapus data dilakukan dengan memilih data yang akan dihapus kemudian menekan tombol ’Hapus’. Untuk memilih data dapat dilakukan dengan fasilitas pencarian data atau memilih pada tabel apabila tersedia.

d. Fungsi Cetak Data:

Tombol ’Cetak’ pada halaman user interface akan mencetak semua data yang dipanggil dan ditampilkan pada tabel dalam bentuk laporan. Apabila perangkat komputer yang digunakan terhubung dengan Printer maka laporan dapat dicetak menjadi bentuk hardcopy. Contoh laporan seperti terlihat pada Gambar 10.

e. Fungsi Pencarian Data

Fungsi pencarian data untuk me-retrievedata yang diinginkan. Untuk mencari data pengguna terlebih dahulu memilih kriteria pencarian yang disediakan, yaitu pencarian berdasarkan: 1) ID tanaman, 2) Tanggal tanama, 3) Varietas tanaman, 4) Asal bibit, dan 5) Lokasi tanaman. Setelah memilih kriteria pencarian pengguna memasukkan kata kunci pencarian lalu menekan tombol ’Cari’ untuk menampilkan semua data yang bersesuaian dengan kata kunci pencarian yang dimasukkan. Tombol ’Tampilkan Semua’ berfungsi untuk kembali dari proses pencarian dan menampilkan semua data secara umum.

(42)

Gambar 10. Contoh laporan pengobatan detail.

3.User InterfacePemupukan

Halaman Pemupukan (Gambar 11) dihasilkan oleh proses sistem apabila pengguna memilih menu pemupukan. Halaman ini menyajikan data-data yang berhubungan dengan kegiatan pemupukan. Pada halaman pemupukan terdapat dua sub menu, yaitu Pemupukan dan Detail Pemupukan (Gambar 12).

Sub menu Pemupukan berkaitan dengan kegiatan pemupukan, yaitu tanggal pemupukan dan identitas tanaman (ID tanaman, varietas serta lokasinya). Pada halaman ini terdapat fungsi sistem untuk input data, edit data, pecarian data dan pencetakan data. Tombol-tombol yang digunakan untuk melakukan fungsi tersebut sama dengan tombol-tombol pada halaman Tanaman begitu juga dengan prosesnya secara umum.

(43)

Gambar 11. Tampilan halaman Menu Pemupukan

Untuk proses penambahan data baru, data baru yang dapat ditambahkan pada halaman ini adalah data Tanggal Pemupukan dan ID Pemupukan, sedangkan data ID tanaman pengguna memilih melalui drop down menu pada kolom ID tanaman yang secara otomatis akan menampilkan data yang berkaitan untuk kolom varietas dan lokasi. ID pemupukan bersifat unik sehingga apabila ID baru yang dimasukkan telah digunakan oleh data lain sistem akan menampilkan pesan bahwa terjadi kesalahan pengisian data dan data baru tidak dapat disimpan.

(44)

Gambar12. Tampilan halaman Menu Detail Pemupukan

Detail Pemupukan mencakup informasi pupuk yang digunakan pada proses pemupukan, yakni nama pupuk (merk dagang), jenis pupuk serta dosis yang diberikan. Data-data baru yang dapat dimasukkan pada halaman ini adalah data jumlah (dosis) pupuk. Untuk ID Pemupukan dan ID Pupuk pengguna memilih salah satu data yang disediakan oleh drop down menu pada setiap kolom. Kolom Nama-Jenis akan secara otomatis terisi sesuai data yang yang tersimpan pada basis data berdasarkan ID Pupuk yang dipilih pada drop down menu. Fungsi untuk penambahan, penyimpanan, perbaikan, penghapusan data dilakukan dengan tombol-tombol seperti pada halaman sebelumnya dengan proses yang sama.

4.User Interface Perawatan

Halaman Perawatan tediri dari dua sub menu, yaitu Perawatan (Gambar 13) dan Detail Perawatan (Gambar 14). Tombol-tombol yang digunakan untuk melakukan fungsional sistem dirancang sama seperti pada halaman pemupukan, demikian juga untuk fungsi umum yaitu fungsi pemasukan,

(45)

perbaikan dan penghapusan data tersedia dengan rancangan yang sama. Keseragaman format ini ditujukan untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikan basis data.

Gambar 13. Tampilan halaman Menu Perawatan

Sub menu Perawatan berkaitan dengan data-data kegiatan perawatan, yaitu tanggal pemupukan dan ID pemupukan serta data-data identitas tanaman, yaitu ID tanaman, varietas dan lokasi tanaman. Data-data baru yang dapat ditambahkan pada halaman ini adalah Tanggal Perawatan dan ID Perawatan. ID perawatan bersifat unik sehingga data ID baru yang dimasukkan harus ID baru yang tidak sedang dipergunakan oleh data lain. Pada kolom ID Tanaman terdapat drop down menu untuk memilih data ID Tanaman dari basis data Tanaman.

Setelah data-data kegiatan pemupukan disimpan dilakukan pemasukan data jenis perawatan pada halaman Detail Perawatan. Data jenis perawatan dimasukkan dengan memilih data yang tersimpan pada basis data jenis-jenis perawatan. Apabila jenis perawatan yang dilakukan belum terdata pada basis

(46)

data jenis-jenis perawatan maka pengguna harus memasukkan data tersebut melalui halaman Jenis Perawatan.

Gambar 14. Tampilan halaman Menu Detail Perawatan

5.User Interface Pengobatan

Halaman Pengobatan terdiri dari dua sub menu, yaitu Pengobatan dan Detail Pengobatan. Pengobatan (Gambar 15.) mancakup data-data kegiatan pengobatan berupa data identitas tanaman dan tanggal terjadinya pengobatan.

Detail Pengobatan (Gambar 16.) berisi data jenis penyakit yang diderita pada saat dilakukan pengobatan dan data obat (nama obat dan jenis obat) serta dosis yang diberikan. Pada halaman ini data ID Penyakit dipilih dari daftar yang sudah tersimpan pada basis data. Apabila data yang diinginkan belum tersimpan di basis data maka pengguna harus memasukkan data tersebut melalui halaman Jenis Penyakit. Hal yang sama belaku terhadap data ID Obat dimana pemasukan data obat dilakukan melalui halaman Jenis Obat.

(47)

Gambar 15. Tampilan halaman Menu Pengobatan

(48)

7.User InterfaceObat

Halaman Obat menampilkan basis data obat. Data ditampilkan dalam bentuk tabel berupa ID obat, jenis obat, nama obat (merk dagang), dan satuan besaran yang digunakan. Satuan besaran perlu didata karena tidak semua obat menggunakan besaran yang sama. Satuan tersebut dapat dalam bentuk mililiter atau liter untuk jenis cair, sendok untuk jenis serbuk, butir atau buah untuk jenis butiran. Tampilan halaman Obat seperti pada Gambar 16. Fungsi yang dapat dilakukan pada halaman obat, sama seperti fungsi-fungsi yang dirancang pada halaman sebelumnya yaitu fungsi-fungsi penambahan, penyimpanan, perbaikan, penghapusan data. Pencarian data obat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas pencarian yang tersedia.

Gambar 17. Tampilan halaman Menu Jenis Obat

8.User InterfaceJenis Penyakit

Halaman Jenis Penyakit menampilkan basis data penyakit tanaman. Data yang ditampilkan adalah ID Penyakit dan Nama Penyakit. Pada halaman ini pengguna dapat memasukkan, mengubah dan menghapus data

(49)

pada data base penyakit. Tampilan halaman Jenis Penyakit terlihat pada Gambar 18.

Gambar 18. Tampilan halaman Menu Jenis Penyakit

9.User Interface Jenis Perawatan

Halaman Jenis Perawatan menampilkan basis data jenis perawatan. Data yang ditampilkan adalah ID Jenis Perawatan dan Nama Perawatan. Pada halaman ini pengguna dapat menambah, mengedit dan menghapus data jenis perawatan. Tampilan halaman Jenis Perawatan terlihat pada Gambar 19.

Berdasarkan penelusuran terhadap data-data pada pustaka bacaan, terdapat beberapa kegiatan perawatan sejenis namun dilakukan untuk tujuan yang berbeda atau dilakukan berdasarkan fase-fase tertentu yang berbeda. Sebagai contoh adalah kegiatan pemangkasan pada tanaman belimbing. Pada tanaman belimbing terdapat 3 jenis pemangkasan yaitu, pemangkasan bentuk, pemangkasan ranting dan cabang serta pemangkasan untuk peremajaan (penjelasan masing-masing kegiatan disajikan pada Lampiran 1). Dalam pencatatan kedalam basis data ketiga pemangkasan tersebut dicatat sebagai tiga data yang berbeda sehingga masing-masing kegiatan diberi ID

(50)

Perawatan yang berbeda. Cara penyimpanan data seperti ini juga berlaku bagi jenis perawatan lain yang memiliki lebih dari satu kegiatan sejenis dimana penamaan dan ID yang diberikan ditentukan sendiri oleh pengguna.

Gambar 19. Tampilan halaman Menu Jenis Perawatan

10.User InterfaceJenis Pupuk

Halaman Obat menampilkan data base pupuk. Pada halaman ini

pengguna dapat menambah, mengedit dan manghapus data pada basis data pupuk. Data ditampilkan dalam bentuk tabel berupa ID pupuk, jenis pupuk, nama pupuk (merk dagang), dan satuan jumlah pupuk. Tampilan halaman Pupuk seperti pada Gambar 19. Fungsi-fungsi tombol yang tersedia pada halaman ini sama seperti pada halaman sebelumnya untuk memberi akses fungsional sistem dengan proses yang sama secara umum.

(51)

Gambar 20. Tampilan halaman Menu Jenis Pupuk

11.User InterfaceProduksi

Halaman produksi berisi data-data mengenai kegiatan pemanenan dan hasil panen. Data-data yang ditampilkan adalah identitas tanaman (nama tanaman , varietas tanaman dan lokasi tanaman), tanggal panen dan jumlah produksi. Jumlah produksi terdiri dari dua jenis, yaitu: 1) Grade A, untuk tanaman yang memenuhi standar kwalitas yang ditetapkan oleh pengguna, dan 2) Lainnya, untuk tanaman yang tidak termasuk Grade A. Tampilan halaman Produksi seperti terlihat pada Gambar 21.

(52)

Gambar 21. Tampilan halaman Menu produksi

Proses implementasi sistem dilakukan pada komputer PC AMD Sempron(tm) 1.67 GHz, RAM 256 MB dan sistem operasi Microsoft Windows XP Profesional SP2. Dari hasil uji coba diketahui sistem dapat berjalan sesuai dengan fungsi yang dirancang. Hierarki menu yang ditampilkan oleh sistem sesuai dengan hierarki yang dirancang (Gambar 7). Fungsional sistem pada setiap halaman user interface dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan output seperti yang diharapkan.

E. PERAWATAN SISTEM

Salah satu aktivitas dari tahap perawatan sistem adalah mengevaluasi, dan memodifikasi sistem yang telah dibangun. Modifikasi atau perbaikan sistem dilakukan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pengguna sistem. Pada sistem ini tidak disediakan fasilitas modifikasi yang dapat langsung dilakukan oleh pengguna karena sistem telah dibuat dalam format executeble file (.exe). Modofikasi sistem dapat dilakukan dengan mencopy source program. Perawatan yang dilakukan adalah berupa updating data agar data-data

(53)

yang digunakan sesuai dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Fungsional yang disediakan oleh sistem, yaitu fungsi input data, edit data dan hapus data, memungkin dilakukan proses perawatan sistem untuk meng-update data agar sesuai dan relevan dengan kondisi yang ada di lapangan saat itu.

(54)

V. KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

1. Basis data kegiatan budidaya tanaman agrowisata telah dibangun khususnya untuk kegiatan yang terkait dengan monitoring tanaman buah tahunan. Basis data dibangun dalam 12 tabel menggunakan microsoft Acces dengan bentuk basis data relasional.

2. Sistem manajemen basis data digunakan untuk membangun Sistem Data Record Individu Tanaman, dimana dalam sistem tersebut dapat dilakukan proses updating data yang meliputi pemasukan, penyimpanan, perubahan, dan penghapusan data untuk tujuan perawatan data. Fasilitas lain yang tersedia pada sistem manajemen basis data adalah sistem pencarian data yang dapat dilakukan dengan kunci pencarian melalui drop down menu atau ditulis langsung oleh pengguna. Sistem manajemen basis data dibangun menggunakan bahasa program Visual Basic 6.

3. Sistem Data Record Individu Tanaman telah diuji dan berjalan dengan baik pada perangkat komputer dengan spesifikasi prosessor AMD Sempron (tm) 1,67 GHz, RAM 256 MB, pada sistem operasi Windows XP Profesional SP2.

B. SARAN

1. Perlu dilakukan penambahan fitur pada sistem agar dapat mengelola data spasial untuk menampilkan data lokasi tanaman dalam bentuk peta lokasi sesuai keadaan dilapang.

2. Sistem yang dibangun masih berbasis personal computer (PC), untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar sistem dapat dikembangkan berbasis jaringan untuk memudahkan akses data oleh pihak yang membutuhkan.

(55)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, HS. 2004. Pengembangan Agrowisata di Daerah Penyangga Kawasan Lindung [makalah bimbingan teknis]. Kerjasama Pusat Pengkajian dan Pengembangan Wilayah Institut Pertanian Bogor dan Ditjen Bina Bangsa Departemen Dalam Negeri, Bogor.

Budianto, E. 2002. Menggelitik Agrowisata: Seputar Agribisnis. Majalah Trubus, Jakarta.

Kadir, A. 1998. Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data. Penerbit Andi, Yogyakarta.

McLeod Jr, Raymond dan Schell, George. 2001. Management Information Systems. Eighth Edition. Prentice Hall, New Jersey, USA.

Merdekasari, Endah. 2008. Perancangan Sistem Informasi Manajemen Basis Data pada Divisi Refinery PT Astra Agro Lestari Tbk [skripsi]. Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakulas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Nugroho, Adi. 2002. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi dengan Metodologi Berorientasi Objek. Informatika, Bandung.

O’Brien, J. A. 1999. Management Information System: A Managerial End User Perspective. Richard D. Irwin, Inc., Boston.

Post, Gerald V., 1999. Database Management Sistem: Designing and Building Bussines Applications. The McGraw-Hill Companies, Inc., Singapore. Pamungkas. 2000. Tip dan Trik Microsoft Visual Basic 6.0. PT. Elex Media

Komputindo, Jakarta.

Sunarjono, Hendro. 2009. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Penebar Swadaya Tirtawinata, MR., Fachruddin L. 1996. Daya Tarik dan Pengelolaan Agrowisata.

PT. Penebar Swadaya, Jakarta.

Wahyono, T. 2004. Sistem Informasi (Konsep Dasar, Analisis Desain, dan Implementasi). Graha Ilmu, Yogyakarta.

http://bimoe1.wordpress.com/2009/10/02/budidaya-belimbing/ januari 2010 http://warintek.bantulkab.go.id/web.php?mod=basisdata/ januari 2010 http://dir.groups.yahoo.com/group/agromania/message/10295 januari 2010

(56)

Lampiran 1. Daftar kegiatan budidaya beberapa tanaman buah tahunan.

Belimbing Durian Salak

Pemupukan Pemupukan Pemupukan

 Pemupukan pertama dilapang dilakukan saat tanam atau paling lambat 30 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan NPK sebanyak 0.25 kg ditambah 1 sendok makan Furadan.

 Umur tanaman 4 bulan pupuk yang digunakan pupuk kandang (10 kg), Urea/ZA (100 gr), TSP (100 gr), KCL/ZK (100 gr).  Umur tanaman 1 tahun, pupuk kandang (20

kg/thn), Urea/ZA (125 gr/thn), TSP (250 gr/thn), KCL/ZK (200 gr/thn). Pemberian pupuk diberikan dalam 2 tahap yaitu pada awal dan akhir musim penghujan.

 Umur tanaman 2 tahun, pupuk kandang (25 kg/thn), Urea/ZA (150 gr/thn), TSP (300 gr/thn), KCL/ZK (250 gr/thn). Pemberian pupuk diberikan dalam 2 tahap yaitu pada awal dan akhir musim penghujan.

 Umur tanaman 3 tahun, pupuk kandang (30 kg/thn), Urea/ZA (250 gr/thn), TSP (500 gr/thn), KCL/ZK (375 gr/thn). Pemberian pupuk diberikan dalam 2 tahap yaitu pada awal dan akhir musim penghujan.

 Umur tanaman >4 tahun, pupuk kandang (40 kg/thn), Urea/ZA (500 gr/thn), TSP (1000 gr/thn), KCL/ZK (750 gr/thn). Pemberian pupuk diberikan dalam 2 tahap yaitu pada awal dan akhir musim penghujan. 

 Jenis pupuk yang digunakan untuk memupuk durian adalah pupuk kandang, pupuk kompos dan pupuk NPK.

 Pemupukan pertama setelah tanam ketika tanaman berumur 3 bulan menggunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan dosis 200 gr per pohon.

 Setelah tanaman berumur =>3 tahun pemupukan NPK dilakukan setahun sekali dan setiap pemupukan dosisnya 15 % lebih banyak dari pemupukan sebelumnya.

 Menjelang tanaman berbunga komposisi NPK berubah menjadi 10:30:10.

 Pupuk kompos/kandang diberikan setahun sekali dengan dosis 60-100 kg per pohon.  Setelah tanaman berbunga kebutuhan pupuk

kompos/kandang meningkat menjadi 120-200 kg per pohon

 Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan anorganik.

 Pupuk organik berupa pupuk kandang, pupuk hijau, kompos dan abu tanaman.  Pupuk anorganik berupa Urea, TSP, KCL,

ZA, NPK Hidrasil, Gandasil, dll.

 Umur tanaman 0-12 bulan: pupuk kandang 1000 gr, Urea 5 gr, TSP 5 gr, KCL 5 gr. Pemupukan dilakukan sebulan sekali.  Umur tanaman 12-24 bulan: Urea 10 gr,

TSP 10 gr, KCL 10 gr. Pemupukan dilakukan 1 x 2 bulan.

 Umur tanaman 24 -36 bulan: Urea 15 gr, TSP 15 gr, KCL 15 gr. Pemupukan dilakukan 1 x 3 bulan.

 Umur tanaman diatas 36 bulan: Urea 20 gr, TSP 20 gr, KCL 20 gr. Pemupukan

Gambar

Gambar 1. Tahapan-Tahapan Dalam System Development Live Cycle (O’Brien, 1999)
Tabel 1. Struktur Tabel Tanaman
Tabel Produksi (Tabel 12) merupakan basis data terkait data-data mengenai jumlah buah yang dihasilkan tanaman
Gambar 2. Relasi Tabel Basis Data
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sistem akuntansi persediaan dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi persediaan di gudang. Sistem akuntansi persediaan terdiri atas

Lastly, the Regression Test was conducted to determine whether there was a difference in shoulder strength between routinely trained badminton players and non-badminton

Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik SD Karitas kelas IVB Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian

Untuk mendidik kita menjadi orang yang memiliki ketajaman hati, puasa merupakan salah satu caranya, karenanya pada waktu puasa, teguran orang lain kepada kita meskipun dengan

(1) Pembelian dan pengusahaan tembakau madura yang telah dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, harus membuat surat pernyataan untuk memenuhi ketentuan

Tari Merak Bodas Karya Irawati Durban ardjo Di Sanggar Pusbitari Bandung.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Mohon maaf jika model perangkat kami tidak sesuai dengan keinginan bunda & ayahanda Nusantara...kami berani menyusun perangkat ini dengan berpedoman pada salah satu hasil

Materi bunyi dalam mata pelajaran IPA yang sudah dilkukan menghasilkan nilai yang kurang baik dengan menggunakan metode ceramah dan demontrasi yang telah dilakukan oleh