• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III (Revisi).rar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB III (Revisi).rar"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III ANALISA SISTEM

3.1. Tinjauan Perusahaan

Poliklinik Badan Pusat Statistik adalah sebuah poliklinik khusus untuk pemeriksaan pegawai Badan Pusat Statistik, dimana pada dasarnya sistem informasinya sudah cukup baik, hanya saja perlu disadari bahwa sistem mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Sistem Informasi Rekam Medis Pegawai pada Poliklinik Badan Pusat Statistik masih menggunakan Microsoft Excel sebagai alat bantu untuk mengolah data. Diantaranya data pegawai, data dokter, data obat, data petugas dan laporan pemasukan, pengeluarannya masih tersimpan sebagai arsip yang kadang hilang, rusak, dan data kurang terjamin keamanannya. Dalam hal ini penulis melihat bahwa sistem yang ada harus diperbaiki dan dievaluasi agar sistem berkembang menjadi lebih baik.

3.1.1. Sejarah Perusahaan

(2)

3.1.2. Struktur Organisasi dan fungsi

Seksi Penanggung Jawab Pelayanan

Seksi Penanggung Jawab Obat

Seksi Penanggung Jawab Peralatan atau

Perlengkapan Kepala Poliklinik

Gambar III.1. Struktur Organisasi Poliklinik

Tugas dan Fungsi Organisasi

Pembagian tugas dan wewenang serta tanggung jawab dari masing-masing bagian organisasi di Poliklinik Badan Pusat Statistik secara garis besar adalah sebagai berikut :

1) Kepala Poliklinik

a) Mengawasi jalannya Poliklinik Badan Pusat Statistik. b) Mengawasi stafnya dalam melaksanakan tugas dan

tanggung jawabnya. c) Menyusun perencanaan. d) Mengorganisasikan kegiatan.

e) Melakukan evaluasi terhadap kegiatan. 2) Seksi Penanggung Jawab Pelayanan

a) Bertanggung jawab atas pelayanan di poliklinik. 3) Seksi Penanggung Jawab Obat

(3)

b) Mempunyai tugas atas pemesanan obat bila obat yang ada di poliklinik sudah habis.

4) Seksi Penanggung Jawab Peralatan atau Perlengkapan a) Bertanggung Jawab atas barang yang masuk dan keluar

dari poliklinik.

b) Mempunyai tugas melakukan pengadaan barang untuk barang yang sudah rusak.

3.2. Prosedur Sistem Berjalan

Prosedur Rekam Medis Pegawai pada Poliklinik Badan Pusat Statistik Jakarta melibatkan pelaku sistem yaitu dari dalam (internal entity) adalah Dokter, Petugas, dan Kepala Poliklinik sedangkan yang dari luar (external entity) adalah Pasien. Tahap-tahap prosedurnya adalah sebagai berikut :

a. Prosedur Pendaftaran Pasien

Pasien pertama kali datang harus mengisi formulir pendaftaran, kemudian petugas mengecek kebenaran data pasien. Jika data sudah benar, pasien diberikan kartu rekam medis. Kemudian pasien menunggu dipanggil oleh petugas untuk melakukan pemeriksaan.

b. Prosedur Pemeriksaan Pasien

(4)

c. Prosedur Pengeluaran Obat

Setelah pasien memberikan resep kepada petugas, kemudian pasien dipanggil oleh petugas berdasarkan nama yang tertera dalam resep untuk pengambilan obat.

d. Prosedur Pembuatan Laporan

Laporan yang dibuat antara lain Laporan Registrasi Pasien, Laporan Rekam Medis Pasien dan Laporan Pengeluaran Obat.

3.3. Kamus Data Sistem Berjalan

Kamus data merupakan katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Kamus data sistem berjalan yang ada pada sistem informasi rekam medis pegawai pada Poliklinik Badan Pusat Statistik antara lain:

A. Kamus data Bentuk Masukan

1. Nama arus data : Formulir Pendaftaran

Alias :

-Tipe data : Dokumen hasil cetakan Komputer Arus data : Eksternal entity Pasien ke Proses 1.0p Penjelasan : Bukti dari pasien bila mendaftar kepoliklinik Periode : Setiap terjadinya pendaftaran

Volume : Volume rata-rata setiap hari 1 lembar Struktur data = Header + Isi

(5)

Isi : 1{No + Nama + NIP + Bagian + No.Pesawat}10

Keterangan: No : *Nomor urut

NIP : *Nomor Induk Pegawai 2. Nama arus data : Kartu Rekam Medis

Alias :

-Tipe data : Dokumen hasil cetakan komputer Arus data : Eksternal entity Pasien ke Proses 2.0

Proses 2.0 ke Eksternal entity Dokter Eksternal entity Dokter ke Proses 2.0 Proses 2.0 ke Eksternal entity Pasien Eksternal entity Pasien ke Proses 3.0 Penjelasan : Kartu perkembangan pasien periksa di

poliklinik

Periode : Setiap terjadinya pemeriksaan Volume : Volume setiap pasien 1 kartu Struktur data = Header + Isi

Header : NIP + Nama Pasien + Golongan + Bagian/ Subdit

Keterangan :

NIP : *Nomor Induk Pegawai

Isi : Tgl + Anamnese + Pemeriksaan dan Diagnosa + Therapie

Keterangan:

Anamnese : * Keluhan pasien Therapie : * Tindak Lanjut Dokter 3. Nama arus data : Resep

(6)

-Tipe data : Dokumen hasil cetakan komputer Arus data : Eksternal entity Dokter ke Proses 2.0

Proses 2.0 ke Eksternal entity Pasien Eksternal entity Pasien ke Proses 3.0 Penjelasan : Bukti pengambilan obat dari dokter Periode : Setiap terjadinya pengambilan obat Volume : Volume setiap pasien 1 resep Struktur data = Header + Isi + Footer

Header : Tgl

Isi : Nama Obat + Dosis Footer : Umur

B. Kamus data Bentuk Keluaran

1. Nama arus data : Laporan Pengeluaran Obat

Alias : LPO

Tipe data : Dokumen Cetakan Manual Arus data : Arsip Resep ke Proses 4.0p

Proses 4.0p ke Eksternal entity Kepala Poliklinik

Penjelasan : Berisi nama obat yang telah dipakai Periode : Setiap adanya pemakaian obat Volume : Volume rata-rata setiap 1 bulan Struktur data = Header + Isi

Header : Bulan + Tahun

Isi : No + Nama Obat + Jumlah Keterangan :

(7)

3.4. Spesifikasi Sistem Berjalan

Pengadaan data pasien dan data pemeriksaan ini masih dilakukan secara manual yang mempergunakan dokumen masukan dan keluaran. Sedangkan dokumen-dokumennya adalah sebagai berikut:

3.4.1. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan

Pada spesifikasi dokumen masukan akan dijelaskan data-data masukan yang digunakan pada sistem berjalan rekam medis pegawai. Bentuk dokumen yang digunakan adalah sebagai berikut: A. Nama dokumen = Formulir Pendaftaran (FP)

Fungsi = Untuk Mengetahui daftar pasien yang sudah mendaftar

Sumber = Pasien

Tujuan = Petugas

Periode = Setiap adanya pasien yang mendaftar

Jumlah = Satu lembar

Media = Kertas

Bentuk = Lampiran A1

B. Nama dokumen = Kartu Rekam Medis (KRM) Fungsi = Sebagai bukti pemeriksaan pasien

Sumber = Pasien

Tujuan = Petugas

Periode = Setiap pasien melakukan pemeriksaan

Jumlah = Satu lembar

Media = Kertas

Bentuk = Lampiran A2

C. Nama dokumen = Resep

(8)

Sumber = Pasien

Tujuan = Petugas

Periode = Setiap terjadinya pengambilan obat

Jumlah = Satu lembar

Media = Kertas

Bentuk = Lampiran A3

3.4.2. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran

Pada spesifikasi dokumen keluaran akan dijelaskan data-data keluaran yang digunakan pada sistem berjalan rekam medis pegawai. Bentuk dokumen yang digunakan adalah sebagai berikut: A. Nama dokumen = Laporan Pengeluaran Obat (LPO)

Fungsi = Untuk memberikan laporan mengenai pengeluaran obat yang terjadi selama satu bulan

Sumber = Petugas

Tujuan = Kepala Poliklinik

Periode = Setiap sebulan sekali

Jumlah = Satu lembar

Media = Kertas

(9)

3.5. Diagram Alir Data (DAD) Sistem Berjalan

Sistem Informasi Rekam Medis Pegawai Pada Poliklinik Badan Pusat

Statistik Pasien

Kepala Poliklinik Dokter

FP, KRM, KRM acc, Resep

KRM, KRM acc, Resep, Copy Resep / Data Obat

KRM

KRM acc, Resep

LPO

Keterangan :

- FP = Formulir Pendaftaran - KRM = Kartu Rekam Medis - LPO = Laporan Pengeluaran Obat

(10)

1.0p Pendaftaran Pasien

2.0 Pemeriksaan Pasien

3.0 Pengeluaran Obat

4.0p Pembuatan Laporan

Pasien

FP

KRM

Arsip Pendaftaran Data Pendaftaran

Dokter

KRM KRM

KRM acc, Resep KRM acc, Resep

KRM acc, Resep

Copy Resep / Data Obat

Kepala Poliklinik Arsip KRM acc

Arsip Resep

Data KRM acc

Data Resep

Data Resep LPO

(11)

2.1p Penyerahan KRM

2.2p Cek Keluhan Pasien

Pasien

Dokter

KRM KRM

KRM acc, Resep KRM acc, Resep

Gambar III.4. Diagram Detail 2.0 Sistem Berjalan

3.1p Pemberian Resep

3.2p Pemberian Obat

Pasien KRM acc, Resep

Data Resep Copy Resep / Data Obat

Arsip KRM acc

Arsip Resep Data KRM acc

Data Resep

(12)

Permasalahan yang ada pada sistem berjalan pada sistem informasi Rekam Medis Pegawai Poliklinik Badan Pusat Statistik adalah sebagai berikut :

a. Pencarian data pasien yang sulit dicari jika setiap ada pemeriksaan pasien.

b. Karena semua penyimpanan data merupakan berkas arsip yang berupa kertas menyebabkan mudah rusak atau hilangnya data yang ada karena musibah atau kesalahan yang dapat terjadi.

c. Pembuatan laporan yang dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan ketelitian tetapi harus dilakukan dengan cepat.

3.7. Alternatif Pemecahan Masalah

Penulis mencoba untuk memberikan solusi dari masalah yang ditimbulkan dari sistem berjalan, antara lain:

a. Harus adanya komputerisasi guna menangani data-data yang masuk untuk menghasilkan keluaran tepat.

b. Untuk penyimpanan data yang cukup lama tetapi selalu berubah, dibutuhkan tempat penyimpanan yang aman dan terjamin.

Gambar

Gambar III.1. Struktur Organisasi Poliklinik
Gambar III.2. Diagram Konteks Sistem Berjalan
Gambar III.3. Diagram Nol Sistem Berjalan
Gambar III.4. Diagram Detail 2.0 Sistem Berjalan

Referensi

Dokumen terkait

Metode pengolahan analisa data yang dilakukan dalam kegiatan penelitian ini menggunakan Program Microsoft Excel XP dan Program statistik SPSS v.13 dimana di dalam program

Pembuatan aplikasi sistem informasi indikator rawat inap menggunakan microsoft visual studio 2010 di RSIA Limijati diawali dengan adanya keterbatasan dalam mengolah data rekam

Nippon Paint Jakarta, Pendataan rekam medis pasien dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel , Sehingga pengelolaan data klinik lebih lamban dan kurang efisien

- Menu utama terdiri dari data perawat, data ruang, data dokter, data registrasi, rekam medis, data obat, pembayaran dan laporan. - Dalam rekam medis terdapat

1 Kecepatan dalam pengkodean dokumen rekam medis pada pasien bedah ortopedi sebelum menggunakan aplikasi android 2 Kecepatan dalam pengkodean dokumen rekam medis pada pasien bedah

Kecepatan pengembalian dokumen rekam medis sesudah menggunakan tracer Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan berkas rekam medis ke rak penyimpanan di ruang filling sebelum

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah dokumen rekam medis pasien yang mengalami ketidaklengkapan instrument penulisan berkas rekam

d Membandingkan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis gawat darurat seelum dan sesudah adanya buku pedoman pengisian rekam medis gawat darurat dilakukan dengan membandingkan