• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Pernikahan dalam Cedaw Perspektif Hukum Islam Qurrotul Ainiyah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Prinsip Pernikahan dalam Cedaw Perspektif Hukum Islam Qurrotul Ainiyah"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Temuan penelitian ini menunjukan bahwa pernikahan kalangkah adalah pernikahan seorang kakak laki-laki yang dinikahkan dengan seorang nenek-nenek dikarnakan si adik

dari Abu Hanifah, Ibn Syubrumah, Abu Yusuf dan Muhammad mengenai suami (atau laki-laki) yang tidak boleh diqishash karena kejahatan mencederai isteri (perempuan). Juga

Pernikahan beda agama menurut empat madzhab, sebagaimana diuraikan pada pembahasan diatas, bahwa hukum pernikahan antara seorang perempuan yang beragama Islam

Ketentuan tersebut berbunyi, Bahwa perkawinan yang dilangsungkan oleh seorang suami dengan perempuan lain sedangkan suami tersebut tidak mendapatkan izin isteri untuk

Artinya, para laki-laki (suami) yang melakukan tindak kekerasan, dapat dihukumi sebagai orang-orang yang berdosa besar karena melanggar prinsip-prinsip dasar agama. Bukan

Sedangkan dalam memahami isi Hadith, Imam Hanafi mengartikan kata imro’ah, dalam 2 kategori yaitu kategori merdeka dan kategori budak, Perempuan merdeka (baik

Mereka sepakat dalam penafsirannya bahwa laki-laki (suami) adalah pemimpin perempuan (isteri) dengan dua alasan, yaitu: karena kelebihan laki-laki atas perempuan,

Adapun nikah secara shara’ adalah akad serah terima antara laki-laki dan perempuan dengan tujuan untuk saling memuaskan satu sama lainnya dan untuk membentuk sebuah bahtera yang