• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMBUAT PROGRAM PEMANTAU JARINGAN (SNIFFER)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MEMBUAT PROGRAM PEMANTAU JARINGAN (SNIFFER)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Membuat Program Pemantau Jaringan (Sniffer)

MEMBUAT PROGRAM PEMANTAU JARINGAN (SNIFFER)

Oleh :

Dadang Pandhu Dewantoro

Universitas MH Thamrin Jakarta [email protected]

Ringkasan Sniffer adalah program dan/atau peralatan yang memonitor data yang berada di jaringan.

Sniffer dapat digunakan baik untuk manajemen jaringan maupun untuk mencuri informarsi dari jaringan.Untuk menulis program sniffer mengguanakan bahasa pemrograman Java, diperlukan Jpcap dan bila menggunakan bahasa C atau C++, diperlukan pcap. Bila penulisan dilakukan di lingkungan Windows, dibutuhkan library bernama WinPcap atau kalau menggunakan Unix, dibutuhkan library bernama libpcap.Supaya dapat menerima paket yang tidak ditujukan kepadanya, seseorang harus mengeset network adapter di promiscuous mode. Di mode ini, netork adapter akan menerima semua paiet tidak perduli alamat tujuannya. Keuntunngan dari promiscuous mode ini adalah mode ini memungkinkan kita untuk menrima lebih banyak paket yang dibutuhkan saat sniffing. Tapi ada juga kerugiannya yaitu mode ini dapat dideteksi, mode ini hanya bekerja pada peralatan non switch (non switch equipment) seperti hub.

Ada tiga langkah utama dalam membuat sniiffer yaity mengeset device, membuka device dan menyaring data.

Katakunci: packet capturing, sniffer, socket programming

Pendahuluan

Sniffer adalah program dan/atau peralatan yang memonitor data yang berada di jaringan. Sniffer dapan digunakan baik untuk manajemen jaringan maupun untuk mencuri informasi dari jaringan. Di jaringan TCP/IP, bila seseorang mencuri (sniff) paket, dia disebut dengan sniffer (http://isp.webopedia.com/TERM/S/sniffer.html ).

Sniffing di jaringan bukanlah barang yang baru. Hal ini biasanya dilakukan oleh network administrator untuk memonitor lalulintas jaringan. Ada banyak software sniffer yang tersedia baik yang gratis maupun yang komersial. Contohnya adalah WinSniff, Ethereal, Nmap, Snort, ntop, PacAnal, NetSpy, dan Sniffex. Software-software ini ditulis dalam berbagai bahasa seperti Java, C, C++ atau C# dan dijalankan bekerja di platform yang berbeda seperti Windows, Unix, atau Linux.

Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah dalam menulis program sniffer menggunakan pcap (dalam bahasa C) dan menggunakan Jpcap ( dalam bahasa Java). Ada tiga langkah dalam menulis sniffer yaitu mengeset device, membuka device dan menyaring data.

Artikel ini pada awalnya ditulis sebagai bagian dari laporan tugas kuliah Advanced Networking. Bersama laporan tersebut ada sebuah program sniffer yang ditulis dalam bahasa Java. Program itu sendiri tidak disertakan dalam tulisan ini karena keterbatasan tempat.

Kebutuhan

Untuk membuat sebuah sniffer yang dibutuhkan adalah pengetahuan dasar pemrograman disamping pengetahuan dasar jaringan. Jika seseorang akan membuat sniffer yang ditulis dengan Java, dia membutuhkan Jpcap atau pcap jika yang digunakan adalah bahasa lain seperti C atau C++.

(2)

Membuat Program Pemantau Jaringan (Sniffer)

ditangkap sebagai raw pakets yang berisi seluruh data dari paket tersebut. Ini memungkinkan aplikasi Java untuk menganalisa tipe-tipe paket yang tidak didukung Jpcap. (http://netresearch.ics.uci.edu/kfujii/jpcap/doc/i ndex.html).

Baik pada Windows maupun Unix, seseorang harus mempunyai library dari third party yaitu

WinPcap atau libpcap

( http://techrepublic.com.com/5100-3513_11-5815384.html).

WinPcap adalah alat standar industri untuk mengakses jaringan melalui link layer pada lingkungan Windows. WinPcap memungkinkan aplikasi untuk menangkap dan mengirimkan paket tanpa melalui protocol stack

dan mempunyai fitur tambahan yaitu menyaring paket pada kernel level, dan mampu menangkap paket dari jarak jauh (remote packet capture). WinPcap terdiri dari sebuah driver yang membantu sistem operasi untuk menyediakan akses jaringan pada level bawah, dan sebuah library yang digunakan untuk mengakses layer jaringan pada level bawah. Library ini juga berisi libpcap Unix API versi Windows. WinPcap adalah mesin (engine) untuk menangkap dan menyaring paket dari banyak alat (tool) baik open source maupun komersial termasuk diantaranya adalah penganalisa protocol (protocol analyzer), pengawasan jaringan (network monitor), sistem pendeteksi penyusupan jaringan (network intrusion detection system), sniffers, traffic generators

dan network testers. Beberapa dari tool itu adalah Ethereal, Nmap, Snort, ntop yang sudah

banyak digunakan orang

(http://www.winpcap.org/).

Seperti WinPcap, libpcap juga merupakan

interface untuk menangkap paket pada level pengguna. libpcap menyediakan portable framework untuk monitor jaringan pada level bawah. Aplikasi yang dapat dibuat mengguanakan libpcap antara lain pengumpulan data statistic jaringan (network statistics collection), pengawasan keamanan (security monitoring), network debugging, dsb. libpcap bekerja pada lingkungan Unix atau Linux (http://sourceforge.net/projects/libpcap/).

Cara Kerja

Ketika sebuah komputer terhubung ke jaringan, paket dari manapun akan sampai pada komputer tersebut. Secara default (yaitu ketika network adapter pada mode normal), paket-paket ini akan ditolak oleh network adapter karena

paket-paket ini dikirimkan ke komputer (host) lain. Tapi orang dapat menerima paket-paket ini dengan mengubah network adapter ke mode

promiscuous. Pada mode ini, sebuah komputer akan menerima semua paket tidak peduli paket itu ditujukan untuk siapa (Nagareshwar, 2006).

Keuntungan dari mode promiscuous ini adalah mode ini bisa mendatangkan lebih banyak paket untuk sniffing. Tapi ada juga kelemahannya. Pertama, sniffing dengan mode promiscuous

dapat dideteksi. Sebuah komputer (host) dapat mengetes untuk menentukan apakah host lain sedang melakukan promiscuous sniffing. Kedua, promiscuous sniffing hanya bekerja pada lingkungan non-switch seperti hub. Ini dikarenakan hub menggunakan teknik

broadcasting untuk mengirimkan paket ke semua host yang berhubungan dengannya. Ketiga, pada jaringan dengan lalulintas yang padat, host tersebut akan membutuhkan banyak

system resource.

Ada tiga langkah utama dalam menulis program

sniffer yaitu : mengeset device, membuka device

untuk mendengarkan, dan menyaring data.

Mengeset device

Ketika pcap digunakan, ada dua teknik untuk mengeset device yang akan di sniff. Yang pertama adalah pengguna menentukan nama

device. Potongan program berikut dapat digunakan :

#include <stdio.h> #include <pcap.h>

int main(int argc, char *argv[]) {

char *dev = argv[1];

printf("Device: %s\n", dev); return(0); }

Pengguna menentukan device dengan menuliskan nama device sebagai argumen

pertama pada program diatas. String “dev”

berisi nama interface yang akan di sniff dalam format yang dikenal oleh pcap.

Teknik lainnya adalah sebagai berikut :

#include <stdio.h> #include <pcap.h>

(3)

Membuat Program Pemantau Jaringan (Sniffer)

char *dev, errbuf[PCAP_ERRBUF_SIZE];

dev = pcap_lookupdev(errbuf); if (dev == NULL) { fprintf(stderr, "Couldn't find default

device: %s\n", errbuf);

return(2); }

printf("Device: %s\n", dev); return(0); }

Ketika Jpcap digunakan, yang pertama harus dilakukan adalah membuat kelas yang mengimplementasikan interface jpcap JpcapHandler.

public class JpcapTip implements JpcapHandler {

public void handlePacket(Packet packet){

System.out.println(packet); }

}

Kemudian, untuk dapat menangkap paket, kita harus memberitahu Jpcap, network device mana yang akan didengarkan. API menyediakan metoda jpcap.Jpcap.getDeviceList() untuk hal ini. Metoda ini mengembalikan array string dan cara mengguanakannya adalah sebagai berikut :

String[] devices = Jpcap.getDeviceList();

Setelah kita mendapat daftar nama device, kita harus memilih salah satunya untuk didengarkan :

String deviceName = devices[0];

Membuka device untuk didengarkan

Pada pcap, untuk membuat sesi sniffing

sangatlah mudah. Untuk hal ini, pcap_open_live() dapat digunakan. Prototipe dari fungsi ini adalah sebagai berikut :

pcap_t *pcap_open_live(char *device, int snaplen, int promisc, int to_ms, char *ebuf)

Argumen pertama adalah device yang sudah ditentukan pada langkah sebelumnya. snaplen adalah integer yang menentukan jumlah byte maksimum yang akan ditangkap oleh pcap. promisc, ketika di set true, akan mengeset

interface ke mode promiscuous. to_ms adalah

read time out dalam milidetik (nilai 0 berarti tidak ada time out; tapi pada sebagian platform, nilai 0 bisa berarti orang boleh menunggu hingga jumlah paket yang ditangkap sudah mencukupi sebelum melihat paket-paket tersebut. Jadi time out seharusnya tidak 0). Terakhir, ebuf adalah string yang dapat menyimpan pesan kesalahan. Fungsi ini mengembalikan session handler.

Sebagai contoh, potongan program berikut ini dapat digunakan :

#include <pcap.h> ...

pcap_t *handle;

handle = pcap_open_live(somedev, BUFSIZ, 1, 1000, errbuf);

if (handle == NULL) {

fprintf(stderr, "Couldn't open device %s: %s\n",

somedev, errbuf); return(2); }

Potongan program ini membuka device yang

disimpan pada string “somedev” dan membaca

sejumlah byte tertentu seperti yang sudah ditentukan dalam BUFSIZ (yang didefinisikan dalam pcap.h). Program ini juga mengeset

device pada mode promiscuous dan melakukan

sniffing hingga terjadi error, dan error ini akan disimpan pada string errbuf. Program ini menggunakan errbuf untuk mencetak error message.

Pada Jpcap, setelah memilih sebuah device,

device tersebut dapat dibuka untuk didengarkan dengan menggunakan metoda Jpcap.openDevice(). Metoda openDevice membutuhkan empat argument yaitu : nama

device yang akan dibuka, jumlah byte maksimum yang akan dibaca dari sebuah device

pada suatu saat, nilai Boolean yang menyatakan apakah device akan di set ke mode promiscuous, dan nilai timeout yang akan digunakan jika metoda processPacket() dipanggil.

Jpcap jpcap =

Jpcap.openDevice(deviceName, 1028, false, 10000);

(4)

Membuat Program Pemantau Jaringan (Sniffer)

processPacket ataupun loopPacket(). Kedua metoda tersebut membutuhkan dua argument : jumlah paket maksimum yang akan ditangkap (nilai -1 menandakan tidak ada batasan) dan

instance dari sebuah kelas yang

mengimplementasikan JpcapHandler.

Jika processPacket() yang dipanggil, maka Jpcap akan menangkap paket hingga timeout

yang tercantum pada openDevice terlampaui atau jumlah paket maksimum telah tercapai. Sedang loopPacket() akan menangkap paket hingga jumlah paket maksimum tercapai atau menangkap terus jika tidak ada batas maksimum. Cara memanggilnya seperti berikut ini :

jpcap.loopPacket(-1, new JpcapTip());

Menyaring data

Seringkali seseorang hanya tertarik pada data tertentu saja. Misalnya, orang ingin melakukna sniffing hanya pada port 23 (telnet) karena ingin mencari password. Atau mungkin orang ingin membajak sebuah file yang sedang dikirimkan melalui port 21 (FTP). Atau bahkan mungkin hanya lalulintas DNS (port 53 UDP) yang diinginkan. Apapun yang terjadi, sangat jarang orang melakukan sniffing semua data di semua lalulintas jaringan. Untuk hal ini, jika kita menggunakan pcap, pcap_compile() dan pcap_setfilter() dapat digunakan.

Processnya sangat mudah. Setelah memanggil pcap_open_live() dan mempunyai sesi sniffing

yang sudah bekerja, sebuah filter dapat diaplikasikan. Namun sebelum diaplikasikan, filter ini harus di kompliasi terlebih dulu. Untuk mengkompilasi, program pcap_compile() harus dipanggil. Prototipenya didefinisikan sebagai berikut :

int pcap_compile(pcap_t *p, struct bpf_program *fp, char *str,

int optimize, bpf_u_int32 netmask)

Argumen pertama adalah sesi handle (pcap_t *handle pada contoh sebelumnya). Argumen berikutnya adalah referensi ke sebuah tempat untuk menyimpan filter yang sudah dikompilasi. Setelah itu adalah ekpresi itu sendiri dalam format string. Selanjutnya adalah integer yang menentukan apakah ekspresi harus

di”optimalkan” atau tidak (0 berarti false, 1

berarti true). Terakhir, adalah menentukan net mask dari jaringan yang akan difilter. Fungsi ini mengembalikan -1 kalau gagal; dan

sembarang nilai lainnya kalau berhasil. Setelah ekspresi ini dikompilasi, saatnya untuk mengaplikasikannya. Kita dapat menggunakan pcap_setfilter(). Prototipe dari pcap_setfilter adalah sebagai berikut :

int pcap_setfilter(pcap_t *p, struct bpf_program *fp)

Argumen pertama adalah session handler, kedua adalah referensi ke ekspresi yang sudah dikompilasi.

Apabila kita menggunakan Jpcap, penyaringan dapat dilakukan dengan menggunakan setFilter. Protipe dari setFilter adalah sebagai berikut :

public void

setFilter(java.lang.String filterExpression, boolean optimize)

Argumen pertama, filterExpression, adalah ekspresi penyaringan (filter expression).

Misalnya, ekspresi “host techno” akan

menyaring hanya paket yang dikirim atau diterima pada host bernama techno. Argumen kedua, optimize, menentukan apakah kode bpf yang dihasilkan akan dioptimalkan oleh libpcap secara internal atau tidak. Anda harus membuat, mengkompilasi dan mengaktivasi sebuah filter dari sebuah expresi penyaringan (filter expression). Berikut adalah contoh sebuah program sniffer sederhana menggunakan Jpcap :

import jpcap.JpcapHandler; import jpcap.Jpcap; import jpcap.Packet;

public class JpcapTip implements JpcapHandler {

(5)

Membuat Program Pemantau Jaringan (Sniffer)

Jpcap jpcap =

Jpcap.openDevice(deviceName, 1028, false, 1);

jpcap.loopPacket(-1, new JpcapTip());

} }

Untuk menjalankan program diatas, kita harus yakin bahwa virtual machine dapat menemukan library asli (native library) Jpcap. Di Windows, jika jpcap.dll ada di direktori lib, perintah di Java akan tampak seperti berikut ini :

java -Djava.library.path=lib -cp lib\jpcap.jar;. JpcapTip

Sekarang saatnya bagi anda untuk membuah program sniffer.

Kesimpulan

Untuk membuat program sniffer, kita membutuhkan Jpcap atau pcap. Selain itu kita juga membutuhkan library WinPcap (pada lingkungan Windows) atau libpcap (pada lingkungan Unix). Supaya dapt menerima paket yang tidak ditujukan ke kita, kita adapt melakukannya dengan mengeset network adapter ke mode promiscuous. Pada mode ini, kita akan menerima paket apapun. Keuntungan dari mode promiscuous ini adalah mode ini menyediakan banyak paket untuk di sniff. Tapi ada tiga kekurangan dari mode ini. Pertama,

sniffing dengan mode promiscuous dapat dideteksi. Sebuah komputer (host) dapat mengetes untuk menentukan apakah host lain sedang melakukan promiscuous sniffing. Kedua, promiscuous sniffing hanya bekerja pada lingkungan non-switch seperti hub. Ini dikarenakan hub menggunakan teknik

broadcasting untuk mengirimkan paket ke semua host yang berhubungan dengannya. Ketiga, pada jaringan dengan lalulintas yang padat, host tersebut akan membutuhkan banyak

system resource.

Referensi

Carsten, Tim. 2006. Programming with pcap.

Error! Bookmark not defined.. Akses terakhir, 17 January 2006.

Nagareshwar. 2006. WinSniff, Packet Capturing Application for Windows.

"http://www.codeproject.com/internet/Win Sniff.asp". Akses terakhir 17 January 2006.

TechRepublic. 2006. How Jpcap Works.

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,