• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tantangan dan Peluang Kerjasama Bilatera

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tantangan dan Peluang Kerjasama Bilatera"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Tantangan dan Peluang Kerjasama Bilateral Indonesia-Malaysia : Pengamanan Wilayah Perbatasan Darat

PRAKTIKUM

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Analisis Politik Luar Negeri

Disusun Oleh :

KELOMPOK

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

(2)

TIM PENYUSUN

1. Deny Malik

2. Maria Jose De Jesus LRS

3. Lia Yulian P

4. Arnita Yasa

6. Annisa Mutmainnah

(3)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillahirabbil’alamin dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT yang

telah melimpahkan rahmatnya kepada kita dan berkat ridhonya, kami selaku peneliti dapat

menyelesaikan penelitian praktikum yang berjudul “Tantangan dan Peluang Hubungan Bilateral

Indonesia-Malaysia : Pengamanan Perbatasan darat.

Adapun maksud dan tujuan dari penelitian praktikum ini adalah untuk memenuhi salah

satu tugas mata kuliah Praktikum/KKN OJT1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di

Universitas Jenderal Achmad Yani. Dalam penyusunan penelitian ini, kami selaku peneliti

mendapatkan dukungan moril dan materil dari berbagai pihak. Untuk itu, kami mengucapkan

terimakasih atas kesediaan untuk membantu dalam proses pembuatan hasil penelitian ini.

Semoga bantuan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT.

Peneliti menyadari bahwa dalam penelitian ini masih banyak kekurangan. Untuk itu,

peneliti sangat mengaharapkan kesediannya untuk memberikan saran serta kritik yang bersifat

konstruktif atas penelitian ini. Akhir kata, peneliti berharap agar penelitian ini dapat bermanfaat

bagi semua pihak, khususnya para penstudi hubungan internasional.

(4)
(5)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ………..…. i

KATA PENGANTAR………. ii

UCAPAN TERIMAKASIH……… iii

DAFTAR ISI ………...………….……….…. iv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………....………... 1

1.2 Perumusan Masalah………..………3

1.3 Tujuan Penelitian…...………...…...3

1.4 Manfaat Penelitian ………...4

1.5 Metodologi Penelitian……….…..4

1.5.1 Metode Penelitian Kualitatif ……….….5

1.5.2 Metode Analisis Deskriptif……….…6

1.5.3 Teknik Pengumpulan Data……….7

1.5.4 Teknik Pengolahan Data……….7

(6)

BAB II KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Kerangka Teoritis………10

2.1.1 Pendekatan Realis………...10

2.1.2 Konsep Kepentingan Nasional………...12

2.1.3 Konsep Politik Luar Negeri..………...13

BAB III OBJEK PENELITIAN

3.1 Gambaran Umum ...

3.1.1 Gambaran Umum Indonesia………..

3.1.1.1 Geografis Negara Indonesia……….

3.1.1.2 Sistem pemerintahan negara Indonesia……….

3.1.1.3 Politik Negara Indonesia………..

3.1.1.4 Ekonomi Negara Indonesia……….

3.1.1.5 Politik Luar Negeri Indonesia………

3.1.2 Gambaran Umum Malaysia………..

3.1.2.1 Geografis Negara Malaysia………..

3.1.2.2 Sistem pemerintahan negara Malayesia……….

(7)

3.1.2.4 Ekonomi Negara Malaysia………

3.1.2.5 Politik Luar Negeri Malaysia………..

BAB IV PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan………...

5.2 Saran………...………..

(8)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam hubungan Internasional, negara merupakan aktor utama yang

menjalankan hubungan internasional baik dalam bentuk kerjasama maupun konflik.

Konflik merupakan suatu fenomena di dalam kehidupan sehari – hari di dalam

masyarakat. Konflik terjadi ketika ada tujuan, kebutuhan serta nilai – nilai dari suatu

kelompok tertentu yang tentu saja sedang bersaing dimana keseluruhannya tersebut

saling bertabrakan, maka dari itu terjadilah agresi yang mana agresi tersebut tidak

selalu berbentuk kekerasan. Dengan konflik juga, kelompokyang bertentangan

tersebut menjadi sebuah alat untuk memperoleh nilai, status dan kekuasaan. Tidak

berhenti sampai disitu, para pihak yang berkonflik bukan hanya menginginkan

adanya suatu keuntungan namun juga ingin mencoba untuk menundukkan lawannya

agar dapat berpikir serta bertindak sesuai dengan yang diinginkan oleh si pihak

pertama.

Kerjasama sangat dibutuhkan untuk mencegah dan menyelesaikan konflik.

Kerjasama dapat dilakukan dalam bertuk bilateral maupun multilateral. Untuk

(9)

Menurut konvensi montevideo 1933 berdirinya suatu yang berdaulat, negara

haruslah memiliki syarat yakni adnya penduduk, pemerintah, wilayah, dan pengakuan

internasionel baik secara de facto maupun de jure.

Indonesia merupakan negara yang berdiri/ merdeka pada tanggal 17 Agustus

1945 dan pada saat itu indonesia telah memenuhi syarat berdirinya sebuah negara.

Sejak awal berdirinya, indonesia telah berbatasan langsung dengan Malaysian yang

merdeka pada tanggal 31 Agustus 1957 dari inggris.. walaupun indonesia dan

malaysia telah memiliki wilayah masing – masing, namun perbatasan antara

keduanya masih belum jelas, hal ini tidak jarang mengakibatkan konflik antara ke dua

negara ini.seperti halnya konflik pulau sipandan dan ligitan yang akhirnya dibawa ke

mahkamah internasional, dan akhirnya berujung pada kekalahan Indonesia dan

alamiah. Kendati demikian, daerah perbatasan yang ada di darat ( baca kalimantan )

juga sering kali menimbulkan konflik antara indonesia dan malaysia. Mulai dari

pemindahan patok perbatasan untuk memperluas negaranya, masuknya imigran ilegal

dan sebagainya.

Untuk memperjelas daerah perbatasan dan mencegah terjadinya konflik maka

(10)

berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan, peneliti ingin melakukan penelitian

yang berjudul : TANTANGAN DAN PELUANG KERJASAMA BILATERAL

INDONESIA – MALAYSIA DALAM PENNGAMANAN WILAYAH PERBATASAN DARAT.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan yang sudah peneliti kemukakan, maka masalah yang

peneli rumuskan sebagai berikut:

- Bagaimana tantangan dan peluang kerjasama bilateral Indonesia – malaysia

dalam pengamanan wilayah perbatasan darat ?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1.3.1 Tujuan Umum

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan

menggambarkan tantangan dan peluang kerjasama dan peluang bilateral

Indonesia – Malaysia.

1.3.2 Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan

menganalisa mengenai tantangan dan peluang kerjasama dan peluang

(11)

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang di harapkan di capai melalui kegiatan penelitian ini sebagai

berikut:

1.4.1 Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperkaya

ilmu pengetahuan khususnya pada bidang kajian ilmu Politik Luar Negeri.

Selain itu juga dijadikan rujukan bagi penelitian sejenis yang akan

dilakukan selanjutnya. 1.4.2 Manfaat Teoritis

1. Penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam

memecahkan dan mengantisipasi masalah yang terjadi, khususnya

mengenai masalah tantangan dan peluang kerjasama bilateral

Indonesia-Malaysia dalam pengamanan wilayah perbatasan darat. 2. Memberikan sumbangan bagi pengembangan studi hubungan

internasional, dan sebagai referensi atau bahan kajian tambahan bagi

pihak lain yang ingin memperluas kajian ilmu hubungan internasional.

1.5 Metodologi Penelitian

Metode adalah cara atau teknik untuk mengumpulkan data. Metode lebih

nemenkankan kepada strategi, proses dan pendekatan dalam memilih jenis dan waktu

dari data yang diperlukan. Penelitian adalah suatu usaha untuk mengumpulkan,

mencari dan menganalisis fakta mengenai suatu masalah. Metode penelitian

merupakan tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan, guna memahami,

menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang

(12)

1.5.1 Metode Kualitatif

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian

kualitatif. Alasan menggunakan motode kualitatif karena objek penelitian yang

merupakan realita sosial dipandang sebagai suatu gejala atau fenomena yang

bersifat dinamis, holistic, komplek dan penuh warna. Objek dalam penelitian

kualitatif adalah objek alamiah, atau natural setting, sehingga metode

penelitian ini sering disebut metode naturalistic, dimana penelitian

menggambarkan objek penelitian secara apa adanya berdasarkan data yang di

dapat melalui pengamatan fenomena, studi literature dan wawancara yang

menempatkan peneliti sebagai instrument penelitian.1

Selain itu, penelitian kualitatif merupakan proses kegiatan

mengungkapkan secara logis, sistematis, dan empiris terhadap

fenomena-fenomena sosial yang terjadi disekitar kita untuk di rekonstruksi dengan

mengungkapkan kebenaran bermanfaat baik bagi kehidupan masyarakat dan

ilmu pengetahuan.

Penelitian kualitatif juga menekankan analisisnya terhadap dinamika

hubungan antara fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah.

Hal ini bukan berarti nbahwa pendekatan kualitatif sama sekali tidak

menggunakan dukungan data kuantitatif akan tetapi penakannya tidak pada

pengujian hipotesis melainkan pada usaha menjawab pertanyaan penelitian

melalui cara-cara berfikir formal dan argumentatif. 1.5.2 Tipe Analisis Deskriptif

Dalam menganalisa dan membahas fenomena yang diteliti,

berdasarkan keterkaitan variabel, peneliti menggunakan tipe penelitian

(13)

menggambarkan, mencatat, menganalisis dan menginterpretasikan

kondisi-kondisi yang sedang terjadi atau ada. Dengan kata lain penelitian deskriptif

analisis bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai keadaan

saat ini, dan melihat hubungan antar variabel-variabel yang ada.

Secara umum, ciri-ciri metode penelitian deskriptif analisis sebagai

berikut :

1. Bersifat mendeskripsikan kejadian atau peristiwa yang bersifat aktual. 2. Bersifat mencari informasi faktual dan dilakukan secara mendetai

guna mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan

justifikasi keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlangsung. 3. Mendeskripsikan subjek yang sedang di kelola oleh kelompok orang

tertentu dalam waktu yang bersamaan.

4. Metode penelitian deskriptif analisistidak menguji hipotesa, melainkan

hanya mendeskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel

yang diteliti.

Oleh karena itu, peneliti mencoba menggambarkan, mencatat,

menganalisis, dan menginterpretasikan peluang dan tantangan kerjasama bilateral

Indonesia-Malaysia pengamanan perbatasan darat.

1.5.3 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data merupakan hal yang

esensial. Pengumpulan data yang digunakan melalui pengumpulan data sekunder.

Penelitian yang dilakukan dengan cara memperoleh data sekunder yang

dibutuhkan untuk menambah wawssan peneliti dalam melakukan penelitian dan

penyusunan penelitian. Teknik pengumpulannya dilakukan dengan cara membaca,

mempelajari, dan menelaah bahan-bahan tertulis seperti : data dan informasi yang

berasal dari buku-buku, jurnal, arsip atau dokumen yang bersifat teoritis dan ada

(14)

data-data diperoleh dengan cara membeca buku, surat kabar, internet dan bacaan

lainnya yang menunjang dari bahasan penelitian ini.

1.5.3 Teknik Pengolahan Data

Dalam penelitian kualitatif pengolah data adalah memberikan kategori,

mensistematisir, dan bahkan memproduksi makna si “peneliti” atas apa yang

menjadi pusat penelitiannya. Mile dan Humberman seperti yang dikutip oleh

Salim menyebutkan ada 3 langkah pengolhan data kuliatatif yakni reduksi data,

penyajian data, dan pnarikan kesimpulan. Dalam pelaksanaannya reduksi data,

penyajian data dan penarikan kesimpulan, merupakan sebuah langkah yang luwes,

dalam arti tidak terikat oleh batasan kronologi secara keselurihan langkah-langkah

tersebut saling berhubungan selama dan sesudah pengumpulan data sehingga

model dari Mile dan Huberman disebut juga sebagai model interaktif.

Pengolahan data secara kualitatif, dapat djelaskan secara ringkas sebagai

berikut :

1. Reduksi data (data reduction)

Dalam tahap ini peneliti melakukan pemilihan, dan

pemusatan perhatian untuk penyederhanaan, abstraksi, dan

transformasi data kasar yang diperoleh.

2. Penyajian data (data display).

Dalam penelitian kualitatif penyajian data ini dapat

(15)

sejenisnya melalui penyajian data tersebut, maka data

terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan

semakin mudah dipahami.

3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and

verification).

Peneliti berusaha menarik kesimpulan dan melakukan

verifikasi dengan mencari makna setiap gejala yang diperolehnya

dari lapangan, mencatat keteraturan dan konfigurasi yang mungkin

ada, alur kausalitas dari fenomena, dan proposisi. Apabila

diperlukan. Sehingga memberikan arti yang signifikan terhadap analisis. Serta

sebagai bahan masukan untuk pengambilan keputusan, perencanaan, pemantauan,

pengawasan untuk suatu proses penelitian.

Analisa data kualitatif adalah proses pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara melihat proses suatu objek penelitian. Teknis pengumpulan datanya

(16)

literatur dan angket sehingga dalam pengumpulan data dan kesimpulan dapat

lebih memudahkan untuk di mengerti.

BAB II

KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kerangka Teoritis

Pada bab ini, akan diuraikan mengenai kerangka atau kajian teoritis yang

digunakan dalam membahas permasalahan yang menjadi topik pada penelitian penliti.

Dalam melakukan sebuah peneletian diperlukan adanya sebuah pendekatan, teori, mapun

konsep yang akan menjadi landasan bagi peneliti untuk membantu menerapkan

sistematika penelitian yang diteliti. Pendekatan adalah sudut pandang yang digunakan

dalam meninjau serta mengupas suatu permasalahan. Sudut pandang ini juga dapat

diartikan sebagai cara dan pola yang digunakan dalam menganalisis permasalahan dan

titik awal yang dipilih oleh peneliti dalam meninjau permasalahan.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan realis, konsep

kepentingan nasional dan konsep politik luar negeri untuk membahas permasalahan yang

ingin peneliti bahas. Peneliti menggunakan pendekatan, teori dan konsep-konsep tersebut

karena semuanya dianggap dapat menjelaskan dan mempermudah peneliti dalam

menganalisis tantangan dan peluang hubungan bilateral Indonesia – Malaysia mengenai

(17)

Realisme adalah salah satu pendekatan yang terdapat dalam ilmu

hubungan internasional. Dalama pandangannya kaum realis menyatakan bahwa

manusia itu merupakan mahkluk yang jahat maka dari itu di perlukan power

untuk menjalankan fungsi Negara,karna power merupakan hal hal mendasar

yang mempengaruhi prilaku Negara dalam poltik internasional.kaum realis

menekan kan bahwa power merupakan aspek utama dalam hubungan

internasional.

Negara merupakan aktor utama dalam realis. Dalam menentukan

kebijakan luar negri,setiap Negara pasti memiliki kepentingan nasional yang

harus dipenuhi dan di capai.untuk mencapai kepentingan nasional

tersebut,Negara harus mempunyai kekuatan yang besar untuk mempengaruhi

Negara laen dan bertindak sesuai dengan keinginan Negara tersebut.realisme

berpendapat bahwa interaksi dalam hubungan internasional umumnya bersifat

anarkis,kompetitif,sering terjadi konflik dan kerja sama yang di bangun oleh

Negara-negara hanya untuk jangka.oleh karna itu untuk mencegah terjadinya

perang,di perlukan adanya balance of power untuk menyeimbangkan kekuatan

yang paling dominan agar tidak berlaku semena mena terhadap Negara yang

lemah

Adapun asumsi dasar dari realism adalah :

1. manusia pada dasarnya bersifat egois dan senantiasa berupaya

(18)

2. politik internasional adalah arena kompetisi untuk mencapai

kekuasaan

3. Negara di bentuk untuk mencapai kepentingan nasional dan

memperoleh kekuasaan sebesar-besarnya.

4. pembentukan balance of power merupakan upaya untuk menjaga

stabilitas politik internasional

2.1.2 Konsep Kepentingan Nasional

Dalam memutuskan suatu kebijakan,setiap Negara pasti memilki tujuan

yang ingin di capai dimana tujuan tersebut dinamakan kepentingan

nasioanal.untuk menjelasakan dan memahami prilaku Negara ,konsep

kepentingan nasional penting untuk di kaji.kepentingan nasioanl merupakan

dasar untuk menjelaskan prilaku suatu Negara, karena kepentingan nasioanl

dapat di katankan sebagai tujuan utuama dan factor yang menentukan dalam

merumuskan kebijakan luar negrinya oleh para pembuat keputusan dari suatu

Negara.

Konsep kepentingan nasioanal di cetuskan pertama kali oleh Hans J.

Morganthau sebagai penganut dari realisme. Konsep in terkenal dalam kajian

ilmu hubungan internasioal pada masa perang dingin yang di populerkan oleh

amerika.saat itu, amerika selalu emndasarkan politik luar negrinya atas nama

(19)

Penganut realisme menyamakan kepentingan nasional sebgai

kepentingan nasional sebagai upaya Negara untuk mengejar power,dimana

power adalah segala sesuatu yang dapat mengembangkan dan memelihara

control suatu Negara terhadap Negara lain, yang semua itu dapat dilakukan

dengan cara memaksa atau kerjasama. Maka dari itu, power tidak dapat

dipisahkan dari kepentingan nasional suatu Negara untuk dapat bertahan dalam

konstelasi politik internasional.

Dalam kajian hubungan internasional, tindakan suatu Negara kepada

Negara lain, dipengaruhi oleh factor-faktor yang berlandaskan pada

kepentingan nasional. Donald E Nuchterlin menjelaskan bahwa kepentingan

nasional umumnya dipengaruhi oleh 4 faktor, yakni faktor ideologi, faktor

pertahanan, faktor ekonomi, dan faktor tata regional atau tata internasional.

2.1.3 Konsep Politik Luar Negeri

Politik luar negeri merupakan salah satu kajian utama dalam hubungan

internasional. Politik luar negeri dikenal juga sebagai pola perilaku berupa

kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu Negara dalam hubungannya

dengan Negara lain Yang berisi kepentingan-kepentingan yang ingin di raih

oleh Negara tersebut. Secara umum, politik luar negeri diartikan sebagai

perangkat formula dari nilai, sikap, arah serta sasaran untuk mempertahankan,

mengamnankan dan memajukan kepentingan nasional di kancah internasional.

Terdapat cara untuk memahami konsep politik luar negri,yakni dengan

(20)

yang berpedoman yang bertindak,atau seperangkat aksi yang bertujuan untuk

mencapai sasaran yang telah di tetapkan sebelumnya. policy itu berakar pada

konsep “plihan/coice” yang artinya memlih tindakan atau membuat

keputusan-keputusan untuk mencapi suatu tujan.

Sedangka kata foreign mengacu pada kedaulatan dan konsep “wilayah”

yang akan membantu upaya dalam memahami konsep luar negri kedaulatan

brarti kekuasaan atas wilayah yang di milik suatu Negara.jadi,politik luar negri

Referensi

Dokumen terkait

Anak 'asien mengatakan 'asien a"alah 'erokok $erat2 namun $erhenti merokok saat 'asien $erumur 60 tahun.. namun $erhenti merokok saat 'asien $erumur

 Alamat : lamat : Jl.. engan demi*ian, item +o%mula%ium adala) a%ana penting dalam memati*an mutu penggunaan oat dan pengendalian )a%gana.. P%a*ti

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosis dengan fortifikasi β-caroten dari labu kuning sebagai substitusi filler sampai level 100% berpengaruh sangat nyata (P<0,01)

Budi Utomo merupakan organisasi yang lahir pada tanggal 20 Mei 1908. Sebagian besar anggota Budi Utomo adalah para pemuda Jawa. Meskipun demikian, semangat para pemuda tersebut

Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan aplikasi pencatatan penjualan dapat membantu mitra dalam melakukan pencatatan penjualan

Model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif sebagai alternatif bagi guru dalam mengajar siswa dengan

Di dalam transek sepanjang 100 meter terdapat 4 tipe habitat di bagian tepi danau yang merupakan habitat kodok,

Tahap ketiga pada tahap pengembangan adalah tahap uji coba skala kecil terhadap 20 mahasiswa. Komentar pada uji coba pengguna yaitu mahasiswa menyatakan bahwa bahan ajar