ENTREPRENEUR AND MARKETING
STRATEGY
“
Pentingnya Strategi Pemasaran dalam Berwirausaha
Roti Bakar
”
Disusun oleh:
Nama
: Dina Uli Malem Depari
NIM
: 10314033
Program Studi : Teknik Industri
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
ABSTRAK
Entrepreneur adalah pengusaha. Entrepreneur adalah orang yang memiliki keberanian untuk membuka suatu usaha/bisnis dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Perekonomian Indonesia pada saat ini telah tumbuh sebanyak 5.3% untuk tahun 2017. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama Indonesia telah semakin maju dalam hal perekonomiannya. Bukti dari tumbuhnya perekonomian Indonesia dapat dilihat dari maraknya pengusaha-pengusaha kecil yang mulai muncul di bidang kuliner, fashion, otomotif, properti dan lain-lain. Pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satunya dipicu oleh strategi pemasaran yang digunakan oleh para pengusaha di Indonesia. Pemasaran merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memasarkan suatu produk/jasa mereka agar produk dapat dikenali oleh masyarakat luas, sehingga masyarakat dapat membeli atau menggunakan produk tersebut. Strategi pemasaran yang sering digunakan oleh suatu perusahaan tertentu bermacam-macam tergantung dari kondisi yang dialami oleh perusahaan tersebut. Pada dasarnya tujuan dalam mendirikan perusahaan adalah mencari keuntungan semaksimal mungkin. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam memasarkan produknya. Suatu perusahaan yang dapat menjual produknya dengan harga yang menguntungkan pada tingkat kualitas yang diharapkan, akan mampu mengatasi tantangan dari para pesaing terutama dalam bidang pemasaran. Strategi marketing yang digunakan dilihat dari metode promosi yang digunakan, riset pemasaran yang digunakan, produk yang ingin dipromosikan, sasaran dan segementasi dari produk yang akan dipasarkan. Keberhasilan strategi pemasaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu riset/observasi langsung dan analisa pasar, keputusan tentang produk apa yang akan dijual, penetapan harga produk tersebut, promosi yang dilakukan terhadap produk tersebut dan distribusi yang digunakan pada produk tersebut (marketing mix).
DAFTAR ISI
ABSTRAK ...i
DAFTAR ISI ... ii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar belakang masalah ... 1
1.2. Perumusan masalah ... 2
1.3. Tujuan penulisan ... 2
BAB 2 LANDASAN TEORI... 3
2.1. Entrepreneur ... 3
2.1. Pemasaran ... 4
2.2. Dimensi Pemasaran ... 5
2.3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran ... 7
2.4. Perencanaan Strategi Pemasaran ... 8
2.5. Sasaran dan Segmentasi Pasar ... 10
2.6. Proses Riset Pemasaran ... 13
BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN ... 15
3.1. Latar belakang usaha ... 15
3.2. Rencana Lokasi ... 15
3.5. Segmentasi Pasar ... 17
3.6. Targeting ... 20
3.7. Positioning ... 21
3.8. Deskripsi Produk ... 21
3.9. Rancangan Produk ... 22
3.10. Harga Pesaing ... 23
3.11. Metode Penetapan Harga... 23
3.12. Strategi Penetapan Harga ... 25
3.13. Metode Promosi ... 25
3.14. Bentuk detail promosi ... 27
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang masalah
Perekonomian Indonesia pada saat ini telah tumbuh sebanyak 5.3% untuk tahun 2017. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama Indonesia telah semakin maju dalam hal perekonomiannya. Bukti dari tumbuhnya perekonomian Indonesia dapat dilihat dari maraknya pengusaha-pengusaha kecil yang mulai muncul di bidang kuliner, fashion, otomotif,propertidan lain-lain. Pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satunya dipicu oleh strategi pemasaran yang digunakan oleh para pengusaha di Indonesia. Di zaman yang modern ini, kehidupan semakin hari semakin bertambah. Suatu riset pernah mengatakan bahwa angka kelahiran lebih besar dari pada angka kematian setiap harinya. Namun lapangan pekerjaan setiap hari semakin sedikit bahkan hampir tidak ada. Ini membuktikan bahwa laju pertumbuhan manusia tidak seimbang dengan laju lapangan pekerjaan. Akibatnya muncullah masalah-masalah seperti kemiskinan, pengangguran, kriminal sebagai akibat dari tidak tercukupinya lapangan pekerjaan bagi masyarakat,
Oleh karena itu, upaya untuk menarik konsumen agar melakukan pembelian terhadap produk mereka, maka perusahaan harus bisa menerapkan suatu strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan kondisi pasar yang dihadapi. Keberhasilan strategi pemasaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu riset/observasi langsung dan analisa pasar, keputusan tentang produk apa yang akan dijual, penetapan harga produk tersebut, promosi yang dilakukan terhadap produk tersebut dan distribusi yang digunakan pada produk tersebut (marketing mix).
1.2. Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas permasalahan yang timbul adalah antara lain adalah:
a. Apa itu strategi pemasaran?
b. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran? c. Apa itu dimensi pemasaran?
d. Bagaimana perencanaan strategi pemasaran? e. Apa saja segmentasi dan sasaran pasar?
1.3. Tujuan penulisan
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1. Entrepreneur
Apa itu entrepreneur? Entrepreneur adalah pengusaha. Entrepreneur adalah orang yang memiliki keberanian untuk membuka suatu usaha/bisnis dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Pada dasarnya manusia tidak dapat melangsungkan kehidupan jika tidak memiliki uang. Uang disini memiliki arti untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari mulai dari makanan, tempat tinggal, pakaian dan lain-lain. Untuk dapat memperoleh uang tersebut, seorang manusia harus bekerja dengan sekuat tenaga supaya dapat memenuhi kebutuhkan mereka,
Di zaman yang modern ini, kehidupan semakin hari semakin bertambah. Suatu riset pernah mengatakan bahwa angka kelahiran lebih besar dari pada angka kematian setiap harinya. Namun lapangan pekerjaan setiap hari semakin sedikit bahkan hampir tidak ada. Ini membuktikan bahwa laju pertumbuhan manusia tidak seimbang dengan laju lapangan pekerjaan. Akibatnya muncullah masalah-masalah seperti kemiskinan, pengangguran, kriminal sebagai akibat dari tidak tercukupinya lapangan pekerjaan bagi masyarakat,
2.1. Pemasaran
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:162) mendefinisikan pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran agar dapat memuaskan kebutuhan pelanggan dan perusahaan sekaligus. Perencanaan dan pelaksanaan konsepsi yang dimaksud disini adalah seluruh ide/konsep dalam pemasaran yang telah direncanakan untuk perusahaannya dan tinggal dilakukan pelaksanaannya. Penetapan harga disini artinya adalah menetapkan harga dari produk yang akan dijual atau dipromosikan. Promosi merupakan suatu kegiatan untuk mengiklankan agar produk yang dibuat dapat diterima oleh masyarakat dan dapat dibeli. Distribusi ide adalah cara penyampaian ide dalam melakukan strategi pemasaran kepada manager pemasaran misalnya. Cara yang dilakukan dapat dengan menggunakan rapat pada divisi pemasaran, menggunakan video dalam bentuk animasi dan lain-lain. Barang dan jasa disini adalah entitas yang sering digunakan untuk dilakukan promosinya.
Philip Kotler (2004:81) mendefinisikan strategi pemasaran adalah pola pikir pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasarannya. Strategi pemasaran berisi strategi spesifik untuk pasar sasaran, penetapan posisi, bauran pemasaran dan besarnya pengeluaran pemasaran. Kotler menitikberatkan sebuah strategi pemasaran haruslah fokus pada pemasaran yang akan digunakan suatu perusahaan.
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:163) Mengacu pada definisi diatas, dapat diketahui bahwa titik awal dari pemasaran terletak pada adanya kebutuhan. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut, manusia berusaha mencari “sesuatu”. “Sesuatu” tersebut adalah
produk (barang dan/atau jasa) yang disediakan oleh individu atau perusahaan. a. Barang dibedakan atas barang konsumsi, yaitu produk-produk dibeli oleh
b. Jasa adalah produk-produk yang tidak berwujud, seperti waktu, keahlian atau aktivitas-aktivitas, yang dapat dibeli.
c. Nilai adalah perbandingan relatif antara manfaat produk terhadap biayanya. Makin bermanfaat suatu produk dengan biaya konstan maka makin tinggi pula nilai produknya.
d. Kegunaan adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan manusia. Kegunaan ini mempunyai empat aspek, masing-masing: aspek bentuk, waktu, tempat, dan harta benda, yang dapat meningkatkan nilai produk itu kepada konsumen.
2.2. Dimensi Pemasaran
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:165) Holistik Marketing merupakan suatu konsep pemasaran menyeluruh, yaitu konsep dimana para pemasar berusaha untuk meningkatkan kesadaran dari suatu kebutuhan konsumen agar didapat pendekatan yang lebih lengkap dan menyatu (kohesif) sehingga melebihi aplikasi konsep pemasaran secara tradisional. Konsep ini didasari pada pengembangan, desain dan pengimplementasian dari program-program pemasaran, proses-proses dan aktivitas-aktivitas yang disadari saling kebergantungan.
kunci meliputi pelanggan, pemasok dan penyalur guna mempertahankan preferensi dan bisnis dalam jangka panjang.
b. Pemasaran yang bertanggung jawab secara sosial, meliputi lingkungan, komunitas, etika dan hukum atau disebut juga social responsibility marketing.
Tanggung jawab sosial adalah etika ideologi atau teori bahwa entitas, baik itu organisasi atau individu, memiliki kewajiban untuk bertindak untuk menguntungkan masyarakat pada umumnya. Tanggung jawab ini dapat pasif, dengan menghindari terlibat dalam tindakan sosial berbahaya, atau aktif dengan melakukan kegiatan secara langsung memajukan tujuan sosial.
c. Pemasaran terpadu, meliputi komunikasi, produk&jasa, serta saluran, atau disebut juga dengan integrated marketing. Integrated marketing atau pemasaran terpadu akan menimbulkan dua pemikiran yang hadir menyertainya. Pemikiran pertama, tentang koordinasi dalam fungsi pemasaran itu sendiri, dan pemikiran kedua mengenai keterkaitan antar fungsi. Koordinasi maupun keterkaitan tersebut, sama-sama diikat oleh kunci melayani pelanggan. Ini berarti, semua tugas dalam fungsi pemasaran dan fungsi-fungsi bisnis lainnya berkomitmen serta mengarah terhadap memberikan kepuasan kepada pelanggan.
d. Pemasaran internal, meliputi departemen pemasaran, manajamen puncak, dan departemen lainnya. Internal Marketing atau pemasaran internal adalah proses yang terjadi dalam suatu perusahaan atau organisasi dimana proses fungsional sejajar, memotivasi dan memberdayakan karyawan di semua tingkat manajemen untuk memberikan pengalaman pelanggan yang memuaskan. Eddy Soeryanto Soegoto (2014:171)
2.3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Strategi Pemasaran
Berikut merupakan faktor-faktor yang memperngaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan yaitu adalah sebagai berikut:
a. Lingkungan Demografi/Ekonomi (perantara pemasaran dan pemasok)
Selain orang, pasar juga mensyaratkan adanya daya beli. Daya beli pada perekonomian bergantung pada penghasilan, harga, tabungan, utang, dan ketersediaan kredit terkini. Para pemasar harus memperhatikan dengan cermat tren utama yang mempengaruhi pembelian karena tren-tren itu bisa berdampak besar pada bisnis, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang produknya diangkat ke konsumen yang peka terhadap harga dan berpendapatan tinggi. (Kotler 2007:104)
b. Lingkungan Teknologi/Fisik (perantara pemasaran dan umum)
Salah satu kekuatan yang paling dramatis dalam membentuk kehidupan manusia adalah teknologi. Teknologi telah menghasilkan keajaiban, seperti penisilin, bedah jantung terbuka, pil KB. Teknologi juga menimbulkan kengerian seperti bom hydrogen, gas syaraf dan senapan mesin mini. Teknnologi juga menghasilkan berkat gabungan, seperti mobil dan video game. (Kotler 2007:113)
c. Lingkungan Politik/Hukum (Pemasok dan pesaing)
bahan-bahan yang bisa didaur ulang. Dua tren utama itu berhadapan dengan meningkatnya legislasi bisnis dan pertumbuhan kelompok minat khusus. (Kotler 2007:104)
d. Lingkungan Sosial/Budaya (Pesaing dan umum)
Daya beli diarahkan langsung pada barang dan jasa tertentu serta jauh dari barang dan jasa lain sesuai selera dan kesukaan orang. Masyarakat membentuk keyakinan, nilai, dan norma kita. Manusia menyerap, hamper secara tidak sadar, pandangan dunia yang merumuskan hubungan mereka dengan dirinya sendiri, dengan sesama, dengan organisasi, dengan masyarakat, dengan alam sekitar, dan dengan alam semesta.
Dari kelima lingkungan diatas, diperoleh lingkaran yang berisikan mengenai sistem informasi pemasaran, sistem perencanaan pemasaran, sistem pengorganisasian dan penerapan pemasaran, dan sistem pengaturan pemasaran. Keempat sistem tersebut bergerak secara kontinu dan tak berujung. Di dalam keempat sistem tersebut berisikan tempat, produk, harga dan promosi yang bertujuan pada konsumen yang tepat sasaran.
2.4. Perencanaan Strategi Pemasaran
a. Perencanaan strategis memberikan kerangka dasar pada semua bentuk-bentuk perencanaan lainnya yang harus diambil.
b. Pemahaman terhadap perencanaan strategis akan mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencanaan lainnya.
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:175) Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencana-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan strategi dapat menentukan keberhasilan organisasi atau perusahaan, hal ini disebabkan karena:
a. Perencanaan strategi merupakan tipe perencanaan yang terpenting.
b. Melakukan perencanaan strategi berarti menetapkan misi organisasi secara jelas.
c. Perencanaan strategi memungkinkan manajer mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya perubahan pada lingkungan organisasinya.
Agar diperoleh laba hasil pemasaran yang tinggi, maka diperlukan perencanaan strategi yang baik.
Eddy Soeryanto Soegoto (2014:176) Perencanaan strategi pemasaran dilakukan melalui tiga tahapan yaitu:
a. Menguji situasi pemasaran saat ini.
b. Menyertakan kesempatan dan menentukan sasaran.
2.5. Sasaran dan Segmentasi Pasar
Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama. Dengan demikian, kita akan membedakan antara pembeli suatu produk yang sangat mencari produk murah dengan kualitas standar dan mereka yang mencari produk mahal dengan kualitas yang tinggi. (Kotler 2007:292)
Seorang pemasar tidak menciptakan segmen. Tugas pemasarn adalah mengidentifikasi segmen dan memutuskan pasar mana yang dibidik. Pemasaran segmen memberi kuntungan besar dibandingkan pemasaran massal. Perusahaan juga dapat membuat program dan kegiatan pemasaran untuk mencerminkan pemasaran pesaing. (Kotler 2007:293)
Beberapa ilmuan berusaha membentuk segmen dengan mengamati ciri-ciri konsumen konsumen, seperti ciri geografis, demografis, dan psikografis. Kemudian mereka memeriksa apakah segmen-segmen konsumen itu menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda. Sementara ilmuwan lain berusaha membentuk segmen dengan memperhatikan tanggapan konsumen terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan atau merk. Setelah segmen terbentuk, ilmuwan melihat apakah ciri-ciri konsumen yang berbeda itu berhubungan dengan masing-masing segmen tanggapan tersebut. Lepas dari jenis skema segmentasi mana yang digunakan, yang penting adalah program pemasaran bila disesuaikan secara menguntungkan untuk mengenali perbedaan pelanggan. Variabel segmentasi utama diantaranya adalah segementasi geografis, segmentasi demografis, segmentasi psikografis dan perilaku. (Kotler 2007:301)
a. Segmentasi Geografis
b. Segmentasi Demografis
(Kotler 2007:303) Dalam segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan dan kelas sosial. Variabel-variabel demografis merupakan dasar yang paling popular untuk membedakan kelompok-kelompok pelanggan. Salah satu alasannya adalah keinginan, preferensi, dan tingkat pemakaian konsumen sering sangat berhubungan variabel-variabel demografis. Alasan lain adalah variabel-variabel demografis lebih mudah diukur daripada kebanyakan variabel. Berikut adalah cara menggunakan variabel demografis tertentu untuk melakukan segmentasi pasar, yaitu (Kotler 2007:304):
Usia dan tahap siklus hidup
Keinginan dan kemampuan konsumen berubah sejalan dengan usia.
Tahap hidup
Tahap hidup menentukan persoalan utama. Tahap hidup itu menyajikan peluang-peluang bagi pemasar yang dapat membantu orang menghadapi persoalan-persoalan utama mereka.
Jenis kelamin
Penghasilan
Segmentasi menurut penghasilan merupakan praktik lain yang bertahan lama dalam jenis-jenis barang dan jasa.
Generasi
Setiap generasi sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat mereka dibesarkan.
Kelas sosial
Kelas sosial memiliki pengaruh kuat terhadap preferensi seseorang atas mobil, pakaian, perabot rumah, aktivitas rekreasi, kebiasaan membaca dan penjualan eceran. Sebagai contoh tahun 1990an adalah ketamakan dan pameran kekayaan dari kalangan kelas atas.
c. Segmentasi Psikografis
Psikografis adalah ilmu yang menggunakan psikologi dan demografik untuk lebih memahami konsumen. Dalam segmentasi psikografis, para pembeli dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan gaya hidup atau kepribadian atau nilai. Orang-orang dalam kelompok demografis yang sama dapat menunjukkan gambaran psikografis yang sangat berbeda. (Kotler 2007:308)
d. Segmentasi Perilaku
2.6. Proses Riset Pemasaran
Pada setiap perusahaan, untuk mengetahui demand dari produk yang mereka hasilkan, perusahaan harus melakukan riset (Kotler 2007:126). Dimana riset ini bertujuan untuk mengetahui pangsa pasar untuk produk yang mereka hasilkan. Riset yang dilakukan adalah riset pemasaran. Dibawah ini merupakan enam langkah hal yang efektif dalam melakukan proses riset pemasaran, yaitu :
a. Langkah pertama : Mendefinisikan masalah, alternatif keputusan, dan tujuan riset (Kotler 2007:126).
Pada langkah ini, manajar pemasaran harus berhati-hati agar tidak mendefinisikan suatu masalah terlalu luas atau terlalu sempit bagi periset perusahaan.
b. Langkah kedua : Menyusun rencana riset (Kotler 2007:127).
Langkah kedua riset pemasaran mengharuskan penyusunan rancangan yang seefisien mungkin untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Perancangan rencana riset membutuhkan keputusan tentang sumber data, pendekatan riset, instrument riset, rencana pengambilan sampel dam metode kontak.
Metode-metode yang dapat digunakan periset pemasaran antara lain (Kotler 2007:135):
Kuisioner melalui surat
Wawancara melalui telepon
Wawancara online
c. Langkah ketiga : Mengumpulkan informasi
Tahap pengumpulan data umumnya merupakan tahap yang paling sulit untuk didapatkan karena memiliki biaya yang mahal dan memiliki resiko kesalahan yang paling sering terjadi. (Kotler 2007:137)
d. Langkah keempat : Menganalisis informasi
Langkah ini artinya menyaring hasil penemuan riset yang berguna dari data-data yang telah dikumpulkan. (Kotler 2007:139)
e. Langkah kelima : Menyajikan hasil temuan
Proses riset pemasaran, para ilmuwan harus menyajikan temuan-temuan mereka yang relevan dengan keputusan pemasaran utama yang dihadapi manajemen.
f. Langkah keenam : Mengambil keputusan
BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Latar belakang usaha
Seiring perkembangan zaman dan teknologi maka orang sekarang mulai
berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan, karena pada masa kini banyak makanan
yang dibuat dengan menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Apalagi
mahasiswa, saat ini tidak memikirkan lagi kebersihan dari makanan yang akan
dikonsumsinya. Sebagian mahasiswa, memilih makanan hanya berpedoman pada
rasanya yang enak, murah cepat disajikan. Tiga hal inilah yang menjadi prioritas
utama mereka dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan
kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut. Untuk itulah kami bermaksud
untuk membuat makanan yang memiliki rasa yang enak dengan harga yang cukup
murah, cepat, aman dan sehat untuk dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan
kimia yang berbahaya, serta memiliki kandungan gizi yang cukup. Roti bakar ini
memiliki beraneka ragam rasa, sehingga konsumen dapat memilih rasa yang sesuai
dengan kesukaan mereka. Selain itu roti bakar kami memiliki keunggulan dari yang
lain yaitu adanya topping berupa ice cream dan yoghurt pada roti bakar yang kami
jual. Roti bakar ini dapat dinikmati dalam kondisi apapun, baik pagi hari untuk
sarapan, sebagai makanan cemilan pada saat belajar maupun pengganti makan
malam di malam hari.
3.2. Rencana Lokasi
3.3. Peluang Usaha
Dari uraian diatas maka sangat potensial bila kami mengembangkan usaha roti
bakar ini, karena mahasiswa pada umumnya sangat menyukai roti bakar
dikarenakan rasanya yang enak, gurih, nikmat, mengenyangkan dan murah. Selain
itu, tidak menutup kemungkinan roti bakar ini dapat dinikmati oleh semua umur
dan semua kalangan tidak hanya mahasiswa saja. Dengan adanya roti bakar ini,
dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan
mereka. Selain itu juga secara tidak langsung dapat membuka lapangan kerja bagi
masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, karena apabila usaha ini telah
berkembang maka membutuhkan tenaga kerja untuk membantu dalam kelancaran
usaha.
3.4. Visi, Misi dan Tujuan Usaha
3.4.1. Visi Usaha
a) Menjadi salah satu usaha kuliner kalangan muda tersukses di Bandung.
b) Menciptakan sebuah usaha yang unggul dengan kualitas yang terbaik.
c) Menciptakan gaya hidup yang sehat dikalangan mahasiswa.
3.4.2. Misi Usaha
a) Menjual produk dengan harga yang terjangkau tetapi dengan kualitas dan rasa yang memukau.
c) Berinovasi dalam menciptakan menu-menu yang unik dan menarik.
3.4.3 Tujuan Usaha
a) Menjadi salah satu usaha kuliner kalangan muda tersukses di Bandung dengan omset yang tinggi sehingga dapat membuka cabang di Indonesia.
b) Mengurangi angka pengangguran khususnya di daerah Bandung.
c) Membantu masyarakat untuk menciptakan gaya hidup yang sehat.
d) Menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan kewirausahaan dalam melakukan kegiatan usaha.
e) Mewujudkan kemampuan dalam berwirausahaan untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
3.5. Segmentasi Pasar
Mengingat pentingnya pemasaran tersebut, maka usaha ini pun harus menentukan segmen pasarnya. Selanjutnya sesuai dengan pengertian pasar ialah sekelompok orang yang mempunyai uang untuk dibelanjakan, mempunyai kemauan, dan
kewenangan untuk melakukan pembelian, maka segmentasi pasar “Roti Bakar HASIAN” ini terdiri dari beberapa faktor segmentasi pasar yaitu:
1) Segmentasi Geografik
di semua wilayah tetapi tidak memperhatikan kebutuhan dan keinginan psikologis konsumen. Banyak perusahaan dewasa ini merigionalkan program pemasaran produknya, dengan melokalkan produk, iklan, promosi dan usaha penjualan agar sesuai dengan kebutuhan masingmasing regional, kota, bahkan kompleks perumahan.
Dalam usaha yang akan kami dirikan yaitu “Roti Bakar HASIAN”,
segmentasi geografik meliputi kota Bandung tepatnya di sekitaran Universitas Komputer Indonesia.
2) Segmentasi Demografi
Segmentasi pasar demografik adalah membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan pada variabel seperti jenis kelamin, umur, status perkawinan, jumlah keluarga, umur anak, pendapatan, jabatan, lokasi geografi, mobilitas, kepemilikan rumah, pendidikan, agama, ras atau kebangsaan. Faktor-faktor demografik ini merupakan dasar paling populer untuk membuat segmen kelompok konsumen. Alasannya utamanya, yakni kebutuhan konsumen, keinginan, dan mudah diukur. Bahkan, kalau segmen pasar mula-mula ditentukan menggunakan dasar lain, maka karakteristik demografik pasti diketahui agar mengetahui besar pasar sasaran dan untuk menjangkau secara efisien.
Dalam produk “Roti Bakar HASIAN” yang kami jual segmentasi demografik meliputi:
a) Konsumen “Roti Bakar HASIAN” yaitu mahasiswa yang memiliki usia mulai dari 18-26 tahun.
c) Pria dan wanita cenderung memiliki sikap dan perilaku yang berbeda, tetapi dalam hal mengkonsumsi makanan tidak ada perbedaan, karena
“Roti Bakar HASIAN” dapat dikonsumsi oleh siapapun tanpa memandang jenis kelamin.
d) Biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk makanan “Roti Bakar
HASIAN” dimulai Rp.6000-Rp.11000.
3) Segmentasi Psikografis
Segmentasi psikografik adalah membagi pembeli menjadi kelompok berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup atau kepribadian. Dalam kelompok demografik, orang yang berbeda dapat mempunyai ciri psikografik yang berbeda.
Dalam produk “Roti Bakar HASIAN” yang kami jual segmentasi psikografi meliputi:
a) Gaya hidup mahasiswa yang jarang sarapan.
b) Gaya hidup mahasiswa yang sering terburu-buru dalam berangkat kuliah.
4) Segmentasi Perilaku
Segmentasi tingkah laku adalah mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar meyakini bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Dalam produk yang kami jual segmentasi psikografi meliputi:
1) Perilaku mahasiswa yang jarang sarapan.
2) Perilaku mahasiswa yang menginginkan makanan cepat saji.
3) Mahasiswa yang mencari kenyamanan, keceriaan dan kesenangan.
3.6. Targeting
Usaha”Roti Bakar HASIAN” ini berlokasi di Jalan Dipatiukur lebih tepatnya
disamping Universitas Komputer Indonesia, dimana tempat ini merupakan tempat yang strategis dan dipinggir jalan utama yang banyak di lewati oleh masyarakat terutama mahasiswa, baik mahasiswa Universitas Komputer Indonesia, mahasiswa Institut Teknik Harapan Bangsa dan mahasiswa Universitas Padjajaran, sehingga
usaha “Roti Bakar HASIAN” kami ini mudah untuk dikenal oleh masyarakat dan mahasiswa. Yang menjadi target pasar kami yaitu mahasiswa yang mengikuti kegiatan kemahasiswaan dan mahasiswa yang bingung mencari tempat untuk mengerjakan tugas serta masyarakat pengguna jalan tempat usaha kami berdiri.
3.7. Positioning
Keunggulan kompetitif yang ditawarkan :
a) Mempunyai menu andalan roti bakar rasa Greentea, Oreo dan juga memiliki
toppingice cream sehingga membedakan dari café-café lainnya.
b) Tempat usaha ‘Roti Bakar HASIAN” ini merupakan tempat yang nyaman untuk berkumpul dan juga menyediakan berbagai macam rasa Roti Bakar dan minuman seperti ice lemon, ice chocolate, ice capuccino, serta cemilan bagi para pengunjung yang hanya ingin bersantai serta memberikan fasilitas WiFi dan full music.
c) Pelayanan yang santai namun tetap tepat sehingga pengunjung puas.
d) Perbedaan harga dengan cafe-cafe lainnya membedakan karena harga di cafe
“Roti Bakar HASIAN” ini sesuai dengan kantong mahasiswa.
e) Cafe “Roti Bakar HASIAN” mencoba menerapkan sistem green marketing yang ramah lingkungan dalam pelaksanaan bisnisnya, seperti menggunakan bahan yang ramah lingkungan (recycle able).
f) Sistem ini menjadi keunggulan Cafe “Roti Bakar HASIAN” dibandingkan dengan usaha sejenis disekitar UNIKOM, ITHB dan UNPAD mengingat pada masa sekarang kesadaran mahasiswa akan lingkungan hidup semakin tinggi sehingga mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam memilih produk atau jasa yang akan digunakan.
3.8. Deskripsi Produk
Produk roti bakar yang kami tawarkan dalam usaha ini kepada konsumen memiliki
a) Coklat
b) Kacang
c) Keju
d) Strawberry
e) Green tea
f) Cappucino
g) Oreo
h) Dengan topping ice cream dan yoghurt.
Dengan memiliki berbagai macam rasa yang dapat dipadukan tersebut maka
mahasiswa dapat memilih rasa yang mereka inginkan sesuai dengan keinginan
mereka masing-masing. Produk yang kami berikan tidak menggunakan campuran
bahan kimia yang berbahaya seperti formalin, wantek, boraks dan lain-lain
sehingga baik untuk dikonsumsi oleh mahasiswa dan tidak merusak kesehatan.
Selain itu bentuk roti yang kami tawarkan adalah roti dengan bentuk love.
3.9. Rancangan Produk
(sumber: www.google.com)
Gambar 3.1. Rancangan bentuk Roti Bakar
3.10. Harga Pesaing
Harga roti bakar dari pesaing rata-rata memiliki harga Rp. 7000 dengan berbagai varian rasa. Kami menjual roti bakar dengan harga Rp. 8000 dengan berbagai varian rasa, namun jika ingin memakai toping seperti ice cream dan yoghurt harga ditambah menjadi Rp.3000. Harga dari produk kami sedikit lebih mahal dibandingkan dengan pesaing yang lain dikarenakan kami menjual roti bakar di sebuah café yang memiliki fasilitas Wifi dan full music.
3.11. Metode Penetapan Harga
Tabel 3.1. Penetapan Harga Roti Bakar 20 Tambahan topping (ice cream/
yoghurt)
3.12. Strategi Penetapan Harga
Strategi penetapan harga pada produk kami adalah:
a) Pertama adalah penetapan harga yang berorientasi biaya.
b) Kedua, penetapan harga revisi untuk mengambil keuntungan dari perubahan pasar.
c) Ketiga, harga ditetapkan secara independen dari bauran pemasaran lainnya dan bukannya sebagai unsur intrinsik dari strategi penentuan posisi pasar.
d) Keempat, harga yang bervariasi untuk berbagai macam produk, segmen pasar, dan saat pembelian.
3.13. Metode Promosi
Promosi merupakan suatu sarana yang sangat penting untuk dijalankan oleh suatu suatu bidang usaha, tanpa promosi perkembangan usaha tidak akan berhasil. Promosi juga merupakan suatu sarana untuk menggambarkan keberadaan usaha tersebut dengan berbagai menu roti bakar yang kami tawarkan. Tujuan dilakukannya promosi agar usaha kami banyak dikenal oleh masyarakat. Promosi yang akan kami lakukan terdiri dari 4 cara yaitu:
a) Dari mulut ke mulut
tersebut akan memberitahukan kepada orang lain untuk membeli roti bakar di tempat kami.
b) Pengembangan pasar
Mempromosikan usaha ini bisa menambah pasar baru untuk memperluas jangkauan yang sudah dimiliki. Dalam hal ini dapat dengan memperluas usaha roti bakar ini ke daerah-daerah lain, dengan harapan usaha ini akan lebih dikenal oleh masyarakat dan juga dapat menambahkan pendapatan serta dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan mempekerjakan karyawan yang baru.
c) Pengembangan produk
Mengembangkan dari usaha ini dapat menambahkan topping yang mungkin tidak ada di pesaing lain, seperti rasa ice cream dan yoghurt dengan harga yang terjangkau, yang memberikan nilai lebih dimata para konsumen. Sehingga jangkauan pasar semakin luas, dan tingkat loyalitas konsumen pun setiap harinya kian meningkat. Kami juga menerima pemesanan pada kegiatan kemahasiswaan, ulang tahun, arisan, dan rapat-rapat kampus.
d) Dengan media sosial
(sumber:www.instagram.com/rotibakar543)
Gambar 3.2. Contoh penggunaan media sosial instagram
3.14. Bentuk detail promosi
Bentuk detail promosi dari usaha kami berupa banner. Dibawah ini merupakan
banner dari usaha roti bakar kami.
BAB 4 KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
1. Entrepreneurship Menjadi Pembisnis Ulung, Edisi Revisi kedua, Elexmedia
Komputindo, 2014, Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto.
2. Manajemen Pemasaran, Edisi 12, PT Indeks, 2007, Philip Kotler, Kevin