• Tidak ada hasil yang ditemukan

obat kolesterol dan gangguan sirkulasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "obat kolesterol dan gangguan sirkulasi"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Obat-obat

Penurun

Kolesterol dan

Gangguan

Sirkulasi

TUGAS KIMIA

FARMASI

DISUSUN OLEH :

1. ISNAINI

RAHAYU (4301413027)

2. CANDRA TRI K.

(4301413032)

201

5

PENDIDIKAN KIMIA

UNIVERSITAS NEGERI

(2)

IDENTITAS KELOMPOK

Isnaini Rahayu (4101412027)

(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kolesterol merupakan zat lemak atau yang lebih dikenal dengan lipid yang diproduksi oleh hati. Protein mengandung dan membawa masuk kolesterol ke dalam darah. Kombinasi protein dan kolesterol (lemak) ini disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu lipoprotein pelindung dan lipoprotein berbahaya. Lipoprotein pelindung atau kolesterol baik (HDL) yang akan mengangkut kolesterol dari sel-sel dan kembali ke hati, yang kemudian akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran. Sedangkan lipoprotein berbahaya atau kolesterol jahat (LDL) mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel yang membutuhkan. Jika kolesterol melebihi yang dibutuhkan, kolesterol akan mengendap pada dinding arteri dan menyebabkan penyakit.

Kolesterol dibutuhkan oleh manusia untuk membangun dinding sel, membuat hormon, dan merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan asam empedu, hormone steroid, serta vitamin D. Namun penumpukan kolesterol akan menyempitkan pembuluh darah dan membuat darah sukar mengalir melalui pembuluh darah, hal ini mengurangi jumlah darah yang sampai ke jaringan tubuh. Kolesterol tinggi akan meningkatkan risiko seseorang terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian tubuh tertentu, stroke, serangan jantung, dan penyakit lainnya.

(4)

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana jenis-jenis obat kolesterol ?

2. Bagaimana penyakit yang diakibatkan karena gangguan sirkulasi ? 3. Bagaimana pengobatan untuk penyakit akibat gangguan sirkulasi ?

C. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui jenis-jenis obat kolesterol.

2. Mengetahui penyakit akibat gangguan pada system sirkulasi.

3. Mengetahui cara pengobatan untuk penyakit akibat gangguan sirkulasi.

BAB II PEMBAHASAN

A. Obat Kolesterol

Ada lima jenis obat kolesterol, yaitu. 1. Asam fibrat

(5)

Figure 3. Gemfibrozil

Figure 4. Fenofibrate

Figure 5. Ciprofibrate 2. Resin

Obat yang termasuk dalam turunan resin yaitu kolestiramin atau obat antihiperlipidemik. Antihiperlipidemik merupakan obat yang menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah. Bekerja dengan cara mengikat asam empedu dan meningkatkan pembuangan kolesterol jahat yang berada dalam aliran darah.

(6)

Obat dalam golongan penghambat HMGCoa reduktase antara lain pravastatin, simvastatin, rosavastin, fluvastatin, dan atorvastatin. Jenis obat ini dapat menghambat pembentukan kolesterol jahat dengan cara menghambat kerja enzim yang berada dalam suatu jaringan hati yang menghasilkan mevalonat, yaitu susunan senyawa kecil yang digunakan untuk mensintesis kolesterol dan derivate mevanolat.

Figure 6. Pravastatin

Figure 7. Simvastatin

Figure 8. Rosavastatin

(7)

Figure 10. Atorvastatin 4. Asam Nikotinat

Lebih dikenal dengan niasin atau vitamin B(tiga). Niasin biasanya diberikan dalam dosis besar untuk meningkatkan kolesterol baik dalam darah.

5. Ezetimibe

Ezetimbe dapat menurunkan kadar kolesterol jahat yang tertimbun di dalam darah serta meningkatkan kadar kolesterol baik dengan cara mengurangi penyerapan kolesterol dalam usus.

Figure 11. Ezetimibe

B. Gangguan Sirkulasi

1. Kongesti (Hiperemia)

Hiperemia adalah suatu keadaan dimana terdapat darah secara berlebihan didalam pembuluh darah atau keadaan yang disertai meningkatnya volume darah dalam pembuluh darah yang melebar. Hiperemi dapat timbul akibat kenaikan jumlah darah yang mengalir atau penurunan jumlah darah yang mengalir.

Ada dua jenis hyperemia, yaitu. a. Hiperemia aktif

(8)

bekerja sebagai katup yang mengatur aliran ke dalam mikrosirkulasi lokal, akibat terangsangnya syaraf vasodilator atau kelumpuhan vasokonstriktornya. Contoh hyperemia pada radang akut, warna merah pada wajah, yang timbul akibat respon terhadap stimulus neurogenik. b. Hiperemia pasif

Hal ini terjadi karena jumlah darah vena atau aliran darah vena berkurang atau terjadi gangguan pengosongan darah vena. Hiperemia pasif dibagi berdasarkan perlangsungannya :

Hiperemia pasif akut : berlangsung relatif dalam waktu singkat dan tidak ada pengaruh dari jaringan yang terkena

Hiperemia pasif kronik : perlangsungannya lama dan daapat terjadi perubahan-perubahan yang permanen pada jaringan (hipoksia, atrofi, nekrosis).

2. Edeme / Oedem

Edema adalah penimbunan cairan (Eksudat atau Transudat) secara berlebihan di dalam sel,diantara sel-sel dan didalam rongga-rongga tubuh.

Efusi : jika penimbunan cairan dalam rongga (efusi perikardium, efusi pleura)

Asites : jika penimbunan cairan dalam rongga peritoneum

Anasarka : penimbunan cairan umum yang massif Etiologi dan Patogenesis

Timbulnya edema dapat diterangkan dengan mempertimbangkan berbagai gaya yang normal mengatur pertukaran cairan melalui dinding pembuluh. Faktor-faktor lokal dan sistemik yang berperanan, antara lain.

1. Kenaikan Tekanan hidrostatik dalam mikrosirkulasi memaksa cairan masuk ke dalam ruang interstitial tubuh.

2. Kenaikan Permeabilitas dinding pembuluh memungkinkan molekul-molekulbesar(protein) lolos dari pembuluh dan secara osmotic cairan akan menyertainya.

3. Obstruksi/ penyumbatan dari saluran limfe menyebabkan jalan keluar cairan hilang yangmenyebabkan penimbunan cairan (limfedema).

4. Penurunan konsentrasi protein (Hipoproteinemia), mis : Sindrom Nefrotik dan penyakithati lanjut

3. Pendarahan (Hemorhagi)

(9)

dari tubuh. pendarahan dapat terjadi pada kapiler, vena, arteri atau jantung. Istilah-istilah dalam pendarahan mempunyai nama sesuai lokasi pendarahan.

Hematoma (penimbunan darah pada jaringan, sering menonjol seperti suatu tumor)

Hemoperikardium (pendarahan dalam ruang jantung)

Hemototoraks (pendarahan dalam ruang pleura)

Hemoperitoneum

Hematosalping (pendarahan dalam tuba fallopi)

Hemarthros (pendarahan dalam rongga sendi) Tempat terjadinya perdarahan.

a. Kulit, dapat berupa:

Petekie (bercak perdarahan/kecil pada permukaan kulit/mukosa/organ)yang terjadisecara spontan, biasanya pada kapiler

Ekimosis (bercak perdarahan yang lebih besar dari petekie)

Purpura (bercak perdarahan yang tersebar luas, besarnya antara petekie dan ekimosis)

b. Mukosa c. Serosa

d. Selaput rongga sendi

Penyebab perdarahan yang paling sering dijumpai adalah

a. hilangnya integritas dinding pembuluh darah, yang memungkinkan darah keluar

b. Kerusakan pembuluh darah c. Trauma

d. Kelainan mekanisme hemostasis (trombositopenia)

e. Defisiensi dari faktor-faktor pembekuan darah (penyakit hati, hemofilia) f. Toksin, dapat berupa zat kimia, racun ular, infeksi

4. Trombosis

Trombosis adalah proses pembentukan pembekuan darah atau koagulum dalam system Vaskuler (pembuluh darah atau jantung) pada manusia. Trombosis ini memiliki nilai penting dalam kasus perdarahan. Koagulum darah (thrombus) adalah suatu massa yang tersusun dari unsur-unsur darah didalam pembuluh darah. Thrombus dapat merupakan sumbatan hemostatis yang efektif yang terbukti membahayakan.

Ada tiga keadaan dasar yang menyebabkan terbentuknya bekuan (trombus): a. Kelainan dinding dan lapisan pembuluh darah/perubahan pada permukaan

(10)

merupakan aliran tekanan tinggi dengan kecepatan tinggi, berdinding agak tebal dan tidak mudah berubah bentuk). Poliarteritis nodosa Trombophlebitis.

b. Kelainan aliran darah/perubahan pada aliran darah : Bila aliran darah berubah, misalnya menjadi lambat maka trombosit akan menepi sehingga mudah melekat pada dinding pembuluh darah. Perubahan ini lebih sering terjadi pada Vena/flebotrombosis (aliran darah vena merupakan aliran bertekanan rendah dan kecepatannya relatif rendah dan dindingnya tipis, sehingga mudah berubah bentuk). Trombus sering terjadi pada varices dan vena yang terbendung akibat penekanan tumor.

Akibat Trombus

a. Pada Trombosis Arteri : Jika arteri tersumbat oleh thrombus maka jaringan yangdisuplai oleh arteri itu akan kehilangan suplai darah yang menyebabkan kelainanfungsi jaringan sampai kematian.

b. Pada Trombosis Vena : akibat dari trombus vena agak berlainan, karena sistem venamempunyai saluran anastomosis sehingga Jika salah satu vena tersumbat, makadarah masih bisa menemukan jalan kembali ke jantung melalui saluran tadi. Hanya jika vena yang sangat besar yang tersumbat barulah timbul gangguan lokal.

5. Emboli

Emboli yaitu suatu benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah. Prosesnya disebut Embolisme.. Emboli dapat berasal dari trombus (tromboemboli) dalam jantung, Trombus dalam vena dan trombus dalam arteri.Embolus dapat berupa :

a. Benda padat yang berasal dari trombus, sel kanker ataupun dari kelompok bakteri dan jaringan

b. Benda cair yang berasal dari zat lemak maupun cairan amnion ataupun benda asingyang disuntikkan ke dalam sistim kardiovaskular

c. Benda gas, dapat berasal dari udara, nitrogen dan CO2

(11)

pembuluh darah yang lebih kecil. Karena keadaan antomis ini maka emboli yangberasal dari trombus vena berakhir sebagai emboli arteri pulmonalis. Emboli yang menyangkut sirkulasi arterial berasal dari bagian kiri sistem sirkulasi. Emboli arteripaling sering ditemukan berasal dari trombus intrakardium atau dari thrombus mural dalam aorta. Gelembung gas pada berbagai keadaan dapat menjadi emboli, keadaan ini dinamakan penyakit Caisson, yang timbul jika seseorang hidup dibawah tekanan atmosfir yang meningkat seperti dalam perlengkapan menyelam dibawah air karena makin banyak gas atmosfir yang terlarutdalam darah dan gelembung tersebut tersangkut dalam mikrosirkulasi, juga dapat vterjadi pada kesalahan infuse IV atau pemasangan kateter. Akibat-akibat embolus tergantung pada besar dan jenis embolus, pembuluh darah yangterkena serta ada tidaknya kolateral, 6. Aterosklerosis

Keadaan dimana pembuluh arteri mengalami penebalan dan atau pengerasan dinding. Ada tiga keadaan yang tercakup.

a. Sklerosis Monckeberg : menyangkut pengendapan garam-garam kalsium dalam dinding muskuler arteri berukuran sedang. Bentuk ini secara klinis tidak penting karena endotel pembuluh tidak kasar dan lumennya tidak menyempit.

b. Arteriosklerosis : suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada pembuluh arteri yang mengakibatkan penebalan dan/pengerasan dinding arteri/atreriol. Keadaan ini sering terlihat pada penderita tekanan darah tinggi dan juga berhubungan dengan ketuaan

c. Aterosklerosis : Merupakan penyakit yang melibatkan aorta, cabang-cabangnya yang besar dan arteri ukuran sedang. Aterosklerosis ini tidak melibatkan arteriol dan juga tidak melibatkan sirkulasi vena.

Faktor yang menyokong perkembangan aterosklerosis :

Faktor genetik tertentu

Kolesterol tinggi

Diabetes Mellitus

Hipertensi 7. Iskemia

(12)

mempengaruhi aliran darah dapat menimbulkan iskemia jaringan. Dapat terjadi secara mendadak ataupun perlahan-lahan. Iskemi mendadak biasanya terjadi karena thrombosis atau embolisme. Akibat iskemi yang paling ekstrim bila tidak ada kolateral ataupun hambatan pembentukan kolateral maka sebagian atau seluruh organ tubuh yang disuplai itu akan mengalami kematian jaringan/nekrosis. Nekrosisiskemik ini dinamakan infark. sedangkan iskemi yang perlahan-lahan dan berlangsung lamadapat mengakibatkan atropi/penyusutan jaringan, biasanya diakibatkan karena aterosklerosis.

Iskemi dapat terjadi pada keadaan-keadaan antara lain :

Trombosis

Embolisme

Aterosklerosis

Spasme arteri

Tekanan dari luar pembuluh darah atau torsi

Sebab-sebab sistemik karena tingkat perfusi dalam jaringan rendah mis :

Payah jantung yang berat

Syok yang lamab.

Dampak dari iskemi tergantung dari :

Intensitas iskemianya

Kecepatan timbulnya, mendadak atau perlahan-lahan

Kebutuhan metabolik dari jaringan itu

Organ/jaringan yang terkena

Ada tidaknya susunan kolateral 8. Infark

Infark adalah nekrosis iskemi setempat. Penyebabnya antara lain karena sumbatan arteri maupun vena yang tidak selalu terbentu total. Hal ini dapat pula terjadi pada aterosklerosis koroner, meskipun hanya terjadi insufisiensi namun dapat terjadi infark miokard. Apakah daerah iskemik benar-benar menjadi infark atau tidak bergantung pada berbagai factorlocal dan sistemik. Misalnya derajat penyumbatan arteri akan lebih mudah ditoleransi jika berlangsung lambat, jika kebutuhan metabolism jaringan rendah, dan njika terdapat sirkulasikolateral (yaitu suplai tambahan pada daerah yang terlibat oleh cabang-cabang arteri yang berdekatan). Selain itu apapun penyebabnya pengaruh iskemia akan menjadi lebih buruk jika oksigen yang diangkut darah berkurang.

(13)

a. Infark anemik (pucat), dapat terjadi pada alat tubuh yang padat, seperti ginjal ataupunJantung

b. Infark hemorhagik, terjadi pada alat tubuh yang mempunyai jaringan linggar, sepertiparu-paru, usus, hati

c. Infark dapat anemik maupun hemorhagik, misalnya pada otak yang lambat laun melunak dan menjadi cair sehingga menimbulkan lubang dalam jaringan.

Patogenesis terjadinya Infark

Setelah terjadi oklusi pembuluh, baik arteri maupun vena akan terjadi hiperemi. Setelah berlangsung beberapa jam stagnasi darah menyebabkan timbulnya oedem dan perdarahan. Setelah 24 jam pada alat tubuh yang padat (jantung dan ginjal) akan tampak pucat, saedangkan pada alat tubuh yang terdiri dari jaringan longgar (paru dan limpa) jaringan yang terkena tetap hemorhagik sehingga berwarna merah. Setelah beberapa hari, untuk infark pucat akan nampak kuning putih, berbatas tegas sedangkan infark merah tidak berubah banyak. Perbatasan daerah infark dan jaringan normal tidak nyata karena oedem, hiperemi dan perdarahan. Setelah beberapa hari sampai beberapa minggu, bagian yang terkena akan mengalami fibrosis mulai dari tepi ke pusat nekrosis sehingga infark diganti oleh jaringan parut yang pucat. Bagian pucat kadang-kadang dapat mencair karena proses lisis yang bila luas akan membentuk kista, danakhirnya cairan diresorbsi diganti oleh jaringan padat.

C. Obat-Obat Gangguan Sirkulasi

1. FLUDILAT

Fludilat 100mg mengandung zat aktif Bencyclane , obat ini termasuk ke dalam obat golongan penghambat kanal kalsium. Obat golongan ini bekerja dengan merelaksasi otot polos pembuluh darah sehingga pembuluh darah melebar dan tekanan darah berkurang. Bencyclane bekerja kuat pada pembuluh darah anggota gerak dan sistem saraf pusat.

Golongan : K Merah

(14)

Indikasi

 Kelainan sirkulasi darah di otak & pembulluh darah tepi.

 Pengerasan pembuluh darah otak.

 Kelainan sirkulasi darah pada anggota gerak tubuh yang disebabkan oleh arteriosklerosis (penebalan dinding pembuluh nadi dengan akibat hilangnya kelenturan pembuluh nadi).

 Angiopati diabetik, ulkus kruris, penyakit Raynaud, akrosianosis, perdarahan subarakhnoid dan apopleksi (setelah hari ke-4), kondisi sesudah apoplektik.

 Pendengaran berkurang.

 Kelainan pembuluh darah otak dan tubuh seperti pengerasan pembuluh darah karena berbagai penyebab, termasuk penumpukan kolesterol, usia lanjut, dan penyakit-penyakit lainnya yang dapat mempengaruhi sirkulasi peredaran darah terutama pada anggota gerak tubuh (seperti diabetes mellitus, penyakit Raynaud, dan stroke);

 Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bencyclane dapat digunakan sebagai pilihan terapi bantuan dalam program fisioterapi pasien pasca-stroke dengan hipertensi. Bencyclane tidak hanya menurunkan tekanan darah namun juga membantu menjaga integritas dinding pembuluh darah.

Kontra Indikasi

 Insufisiensi hati parah, insufisiensi ginjal, dan insufisiensi jantung terdekompensasi, infark miokardial yang baru saja terjadi, blok atrio-ventrikular, apopleksi yang baru saja terjadi (hingga hari ke-3), sirkulasi darah mengalami kolaps yang parah, terapi simultan dengan β-bloker.

 Kelainan atau penyakit yang mempengaruhi hati, ginjal, dan jantung. Obat golongan penghambat kanal kalsium sebagian besar dimetabolisme di hati dan dikeluarkan lewat ginjal sebagai urin. Gangguan pada organ-organ tersebut dapat mempengaruhi kadar obat dalam tubuh dan efek obat tersebut.

(15)

penurun tekanan darah. Tekanan darah yang terlalu rendah dapat menyebabkan gangguan kesadaran, kebingungan, dan gangguan fungsi organ tubuh.

 Penggunaan obat ini dengan obat jantung lainnya memerlukan instruksi dokter yang berkompetensi. Obat ini dapat memperkuat kerja beberapa obat golongan lainnya yang sebagian besar merupakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi kerja jantung dan sistem saraf dalam tubuh.

Bencyclane dapat memicu terjadinya kejang pada pasien dengan riwayat epilepsi atau kejang sebelumnya. Obat ini telah ditarik dari peredaran di Jerman. Saat ini WHO tidak mencatat daftar negara yang menggunakan obat ini.

Perhatian

Pasien yang mudah terkena serangan otak, adanya sisa urin karena pembesaran prostat.

Interaksi obat: bisa mempotensiasi aksi antihipertensi, Nitrat, α-bloker, obat-obat psikotropika trisiklis.

Efek Samping

 Kadang-kadang berupa efek pada saluran pencernaan.

 Efek samping obat golongan penghambat kanal kalsium umumnya berupa mual, konstipasi, nyeri kepala, ruam kulit, pembengkakan anggota gerak, tekanan darah rendah dan pusing;

 Efek samping bencyclane belum terdokumentasi namun terdapat beberapa laporan gejala saluran pencernaan ringan.

Dosis :Fludilat digunakan 1-2 tablet 3 kali sehari.

Sangat disarankan untuk tidak menggunakan obat ini secara bebas dan diharapkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

2. LENTRIN

(16)

Kandungan :Pentoxfylline / Pentoksifilin.

Indikasi

 Kelainan sirkulasi arteri perifer pada penderita arteriosklerosis & diabetes, serangan iskemik yang bersifat sementara, setelah infark miokardial.

 Gangguan sirkulasi serebral, kelainan sirkulasi okuler, astenospermia.

Kontra Indikasi : Perdarahan masif.

Perhatian

Sklerosis koroner & serebral berat yang disertai dengan hipertensi atau hipotensi, ketidakstabilan sirkulasi, gangguan fungsi ginjal, hamil, menyusui. Interaksi obat: bisa mempotensiasi efek antihipertensi.

Efek Samping

Jarang : gangguan saluran pencernaan, sakit kepala, kemerahan pada wajah dan leher, berdebar.

Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

Dosis : 2-3 kaplet sehari.

3. ERYPENT 400 Golongan : K Merah

Kandungan : Pentoxfylline / Pentoksifilin.

Indikasi

(17)

gangguan peredaran darah dalam mata, gangguan fungsi telinga bagian dalam karena kelambanan sirkulasi darah.

Kontra Indikasi

Perdarahan otak yang parah, baru saja mengalami infark miokardial, & perdarahan retina masif.

Perhatian

Koroneri berat & sklerosis yang disertai dengan hipertensi, hipotensi, sirkulasi darah yang tidak stabil, gangguan fungsi ginjal, kehamilan.

Interaksi obat: bisa mempotensiasi efek antihipertensi.

Efek Samping

Jarang : gangguan saluran pencernaan, reaksi hipersensitivitas.

Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

Dosis

Awalnya : 3 kali sehari 1 tablet.

Dosis selanjutnya (pemeliharaan) : 1-2 kali sehari 1 tablet.

4. GELAFUNDIN Golongan : K Merah

Kandungan : Per 100 ml : Gelatin (bentuk turunan polimerisat suksinil, berat rata-rata molekul 35000) 3 gram, NaCl 0,451 gram, CaCl2 0,021 gram.

Indikasi : Volume pengganti primer pada hipovolemia, stabilisasi sirkulasi selama operasi, sirkulasi ekstra-korporeal (hemodialisis : mesin jantung/paru).

Kontra Indikasi : Hipervolemia, hiperhidrasi, gangguan jantung berat.

(18)

Efek Samping : Sama dengan seluruh volume koloidal pengganti, alergi, berbagai macam tingkat keparahan reaksi (anafilaktik atau anafilaktoid) bisa terjadi setelah infus Gelafundin/Gelofusin.

Dosis : Pencegahan dan pengobatan hipovolemia dan hipotensi : 500-1000 mL.

Hipovolemia berat : 1-2 Liter.

Pada keadaan darurat dengan indikasi vital : 500 ml sebagai infus cepat (dibawah tekanan), kemudian setelah terjadi kemajuan parameter sirkulasi, selanjutnya infus sepadan dengan kekurangan volume.

Hemodilusi : maksimal 20 ml/kg berat badan/hari. Sirkulasi ekstrakorporeal : 500-1500 ml.

Meningkatkan hasil leukosit pada leukoferesis : 500-1000 ml/leukaferesis.

5. OCTALBIN

Golongan : K Merah

Kandungan : Human Albumin 10 gram.

Indikasi : Pemulihan & pemeliharaan pada sirkulasi volume darah.

Kontra Indikasi : Insufisiensi dekompensasi jantung, hipertensi, varises esofageal, edema paru, haemorrhagic diathesis, anemia berat, anuria ginjal & paska ginjal, dehidrasi (jika cairan yang cukup tidak diberikan secara serempak).

Perhatian

 Resiko hipervolemia.

 Monitor keadaan elektrolit.

 Tidak dilarutkan dengan air untuk suntikan.

 Terapi dihentikan jika kardiovaskuler overload.

 Tekanan darah meningkat.

 Tekanan tinggi vena & edema paru.

Efek Samping : Hipotensi, flush, urtikaria, demam & mual kemungkinan jarang terjadi.

(19)

lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

Dosis

Dewasa: 2 g/kg berat badan untuk 24 jam. Anak: 0.5-1 g/kg berat badan.

6. CAFERGOT

Golongan : K Merah

Kandungan : Ergotamine tartrat 1 mg, Kafein 100 mg.

Indikasi : Serangan migren, sakit kepala yang berkaitan dengan tipe pembuluh darah.

Kontra Indikasi

Gangguan sirkulasi perifer, penyakit obliteratif pembuluh darah, sakit jantung koroner, hipertensi berat, gangguan fungsi ginjal atau hati, sepsis (reaksi umum disertai demam karena kegiatan bakteri, zat-zat yang dihasilkan bakteri, atau kedua-duanya), wanita hamil, menyusui.

Perhatian

Hindari penggunaan yang sering atau penggunaan jangka panjang, hentikan pengobatan jika ada gangguan sirkulasi perifer.

Selama penggunaan jangka panjang dan tidak terputus akan menginduksi sakit kepala, dan jarang terjadi kasus ulkus rektak atau anus.

Interaksi obat :

 memungkinkan resiko iskemia perifer jika digunakan dengan Eritromisin, Troleandomisin, Josamisin.

 mempertinggi resiko reaksi vasospastik jika digunakan dengan Propranolol (jarang).

 zat-zat vasokontriktor.

(20)

 Mual, muntah, parestesia, anggota gerak terasa sakit dan lemah, vasokontriksi perifer (jika terjadi, hentikan pengobatan).

 Nyeri prekordial, iskemia miokardial, dan infarksi.

 Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan fibrosis retroperitonial atau pleural atau perubahan fibrotik pada katup jantung.

Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil

Penelitian pada manusia dan hewan telah menunjukkan janin yang abnormal atau ada kejadian berbahaya pada janin berdasarkan pengalaman manusia atau keduanya, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melampaui keuntungannya. Obat dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau akan hamil.

Dosis

2 tablet pada serangan pertama.

Jika tidak ada perbaikan, 1 tablet tiap setengah jam. Dosis harian maksimum 6 tablet.

Dosis mingguan maksimum 10 tablet.

7. ERYTRAL

Golongan : K Merah

Kandungan : Pentoxfylline / Pentoksifilin.

Indikasi

 Gangguan sirkulasi darah pada otak yang disebabkan oleh arteriosklerosis serebral yang bermanifestasi pada kehilangan konsentrasi, vertigo, pikun.

 Fase akut trombosis & stroke emboli yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang berhubungan dengan pengumpalan platelet patologikal.

 Penyakit arteri oklusif perifer dan gangguan sirkulasi arterosklerosis, diabetik, gangguan tropik, ulkus dan ganggren pada kaki.

Perhatian : Penyakit arteri koroner berat, hipotensi, menyusui. Interaksi obat: bisa mempotensiasi efek antihipertensi.

(21)

 Gangguan saluran pencernaan, pusing, sakit kepala, kemerahan pada wajah dan leher, angina, berdebar.

 Kadang-kadang : aritmia jantung, hepatitis, sakit kuning, diskrasia darah.

Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

Dosis

Gangguan ringan : awalnya 3 kali sehari 200 mg, kemudian dikurangi sampai 100 mg 3 kali sehari.

Gangguan parah : 2-3 kali sehari 400 mg.

8. ISO MACK RETARD Golongan : K Merah

Kandungan : Isosorbide Dinitrat.

Indikasi

 Pencegahan & pengobatan jangka panjang angina pektoris.

 Pengobatan infark miokardial yang parah.

 Hipertensi pulmoner.

Kontra Indikasi

 Infarksi jantung akut dengan tekanan pengisian rendah; gagal ventrikel kiri dengan tekanan pengisian rendah; kondisi syok; tekanan darah sangat rendah, penyakit miokardial dengan penyempitan ventrikel, inflamasi/radang konstriktif perikardium.

 Pasien dengan gangguan sirkulasi pada pembuluh koroner yang menderita kelainan bentuk sekitar saluran pernafasan, sejak darah mengalir sampai daerah yang terpasok mungkin meningkat pada pengeluaran di bagian paru yang terventilasi lebih baik.

Perhatian

(22)

 Kecenderungan terhadap gangguan penganturan sirkulasi akibat tekanan darah rendah; penyakit yang disertai dengan peningkatan tekanan intrakranial.

 Kehamilan & menyusui. Interaksi obat:

 meningkatkan aksi penurunan tekanan darah jika digunakan dengan antihipertensi, β-bloker, antagonis Kalsium, vasodilator lainnya, neuroleptik atau antidepresan trisiklik, alkohol, sildenafil.

 meningkatkan aksi dihidroergotamin.

 memungkinkan penurunan keampuhan jika digunakan bersama dengan obat-obat anti inflamasi/radang non steroid.

Efek Samping

 Sakit kepala, tekanan darah menurun tajam, mual, muntah, pusing, lemah, denyut nadi meningkat, kemerahan pada kulit.

 Reaksi alergi kulit & atau dermatitis eksfoliatif.

 Kasus-kasus individual : kolaps & pingsan.

Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

Dosis

1 kapsul pada pagi & sore hari.

Bisa ditingkatkan menjadi 1 kapsul 3 kali sehari.

9. PERIFAS

Golongan : K Merah

Kandungan : Cinnarizine.

Indikasi

(23)

 Gangguan keseimbangan : pencegahan dan terapi lanjutan untuk gejala-gejala arteriosklerosis labirintin, vertigo, tinitus (telinga berdenging tanpa luar), mual.

 Mencegah mabuk dalam perjalanan.

Efek Samping

Sangat jarang : somnolen (ketagihan tidur), gangguan saluran pencernaan.

Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

Dosis

Kelainan sirkulasi perifer : 3 kali sehari 2-3 tablet. Gangguan keseimbangan :

dewasa & anak berusia lebih dari 12 tahun : 3 kali sehari 1 tablet. anak berusia 5-12 tahun : 3 kali sehari ½ tablet.

Mabuk perjalanan :

dewasa : 1 tablet diberikan ½ jam sebelum perjalanan.

anak berusia 5-12 tahun : ½ tablet diberikan ½ jam sebelum perjalanan.

10. ISOKET

Isoket 5mg mengandung bahan aktif berupa isosorbid dinitrat atau singkatnya nitrat, yaitu agen vasodilator dengan mekanisme kerja menyebebkan relaksasi dari otot polos pembuluh darah dan menyebabkan vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah.

Golongan : K Merah

Kandungan : Isosorbide Dinitrat.

(24)

Obat ini umum diindikasikan pada pengobatan maupun pencegahan angina pektoris akut, kasus infarkmyocard akut, gagal bilik jantung kiri akut, pengobatan jangka panjang dari penyakit jantung koroner, pengobatan jangka panjang dan pencegahan dari angina pektoris dengan riwayat infarkmyocard, pengobatan jangka panjang dari penyakit jantung kronis yang berat (dikombinasikan dengan obat golongan glikosida jantung, diuretik, penghambat angiotensin converting enzyme atau vasodilator arteri), serta pada kasus hipertensi pulmonal. Selain dalam bentuk sediaan isoket 5 mg, isoket juga tersedia tablet 10 mg, tablet sustained-release 20 mg dan 40 mg, dan dalam bentuk sediaan ampul 1mg/mL.

Kontra Indikasi

Kontraindikasi dari Isoket adalah pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap obat ini, pasien dengan tekanan darah diastol yang rendah, pasien dengan hypertrophic obstructive cardiomyopathy (HOCM), perikarditis konstriktif, tamponade jantung, syok kardiogenik, gagal sirkulasi, stenosis katup aorta dan/atau mitral, hipotensi berat dengan tekanan darah sistolik kurang dari 90 mmHg, trauma kepala dan pendarahan otak, penyakit yang berhubungan dengan peningkatan tekanan intracranial, anemia berat, hipovolemia, glaukoma sudut tertutup, penggunaan bersamaan dengan obat golongan phosphodiesterase inhibitors. Isoket harus digunakan dengan hati-hati dengan pengawasan dokter pada kasus pasien dengan hipotiroidisme, hipotermia, malnutrisi, penyakit hati atau penyakit ginjal yang berat, serta pada ibu hamil dan menyusui. Isoket tablet 5mg mengandung laktosa, pasien dengan gangguan penyerapan laktosa disarankan untuk tidak menggunakan obat ini.

Perhatian

Glaukoma sudut tertutup, hipotiroidisme, hipotermia, malnutrisi, labilitas sirkulasi rendah, anak-anak.

Interaksi obat : efek bisa ditingkatan oleh alkohol.

(25)

Efek samping yang sering muncul dalam penggunaan Isoket adalah nyeri kepala (pada pengkonsumsian obat secara berkala insidensi dari nyeri kepala berkurang secara bertahap seiring dengan berjalannya waktu), pusing, rasa ringan serta hipoensi dalam posisi tubuh tegak, mengantuk, berdebar-debar, dan rasa letih. Sedangkan efek samping lainnya yang jarang terjadi berupa, hipotensi berat yang dapat menimbulkan kembali gejala angina pektoris, warna kulit menjadi kemerahan karna pelebaran pembuluh darah, kolaps (kadang disertai bradiaritmia dan sinkop), rasa mual – muntah, serta reaksi alergi. Dalam frekuensi yang sangat jarang, dapat timbul efek samping berupa sensasi terbakar pada dada, angioedema, sindrom Stevens - Johnson .

Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil

Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

Dosis

 Pemberian secara peroral, 1 tablet 3 – 4 kali/hari (tanpa pengunyahan dan dengan jumlah cairan yang cukup untuk memulai terapi dan pada terapi jangka panjang dengan dosis rendah);

 Pemberian secara bawah lidah, tablet bawah lidah (untuk pengobatan angina pektoris akut atau sebelum test ketahanan fisik atau tekanan mental, yang diduga dapat menyebabkan angina pectoris);

(26)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Ada lima jenis obat kolesterol yaitu asam fibrat, resin, penghambat HMGCoa reduktase, asam nikotinat, dan ezetimibe

2. Gangguan pada system sirkulasi dapat mengakibatkan beberapa penyakit diantaranya hiperemia, edeme, hemorhagi, thrombosis, emboli, dan aterosklerosis

3. Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan pada system sirkulasi yaitu fludilat, lentrin, octalbin, cafergot, erytral, iso mack retard, perifas, serta isoket.

B. Saran

1. Sebaiknya detail dari tiap obat dilengkapi dengan penjelasan yang dilihat dari perspektif ilmu kimia.

2. Melengkapi jenis-jenis obat penurun kolesterol dan gangguan sirkulasi dengan penjelasan yang lebih rinci.

DAFTAR PUSTAKA

Ansel, Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi keempat. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia

(27)

Sanjoyo, Raden. 2005. SISTEM KARDIOVASKULER. Yogyakarta: Penerbit Universitas Gadjah Mada

Latihan Soal

Isnaini Rahayu

1. Salah satu jenis obat kolesterol yang bekerja dengan cara mengikat asam empedu adalah …

a. Antihiperlipidemik b. Ezetimibe

c. Simvastatin d. Asam fibrat Jawaban : A

2. Atorvastatin termasuk salah satu obat penurun kolesterol jenis … a. Asam fibrate

b. Resin

c. Penghambat HMGCoa reduktase d. Ezetimibe

Jawaban : C

3. Yang tidak termasuk penjelasan Gemfibrozil … a. Turunan dari asam fibrate

(28)

d. Dapat meningkatkan aktivitas lipoprotein lipase Jawaban : B

4. Suatu keadaan dimana terdapat darah secara berlebihan di dalam pembuluh darah adalah …

5. Keadaan di mana terjadi gangguan pada pembuluh arteri yang mengakibatkan penebalan dan/pengerasan dinding arteri/atreriol adalah …

a. Sklerosis Monckeberg

6. Salah satu komponen penting dalam pembentukan asam empedu, hormone steroid, serta vitamin D.adalah …

a. kolesterol b. sirkulasi c. darah d. protein Jawaban : A

7. Obat Antihiperlipidemik termasuk salah satu obat penurun kolesterol jenis … a. Asam fibrate

b. Resin

c. Penghambat HMGCoa reduktase d. Ezetimibe

Jawaban : B

8. Yang tidak termasuk penyebab pendarahan adalah… . a. Kerusakan pembuluh darah

b. Capek

c. Kelainan mekanisme hemostasis (trombositopenia) d. Toksin, dapat berupa zat kimia, racun ular, infeksi Jawaban : B

9. Penimbunan cairan (Eksudat atau Transudat) secara berlebihan di dalam sel,diantara sel-sel dan didalam rongga-rongga tubuh disebut penyakit… . e. Kongesti (Hiperemia)

(29)

Jawaban : D

10. Yang bukan merupakan jenis obat gangguan sirkulasi adalah… . a. Resin

Gambar

Figure 4. Fenofibrate
Figure 8. Rosavastatin
Figure 11. Ezetimibe

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan kondisi tersebut, penulis ingin menganalisis dan memberi masukan kepada WADWAX yang bertu- juan untuk membantu perusahaan dalam mengetahui apakah para pelanggan merasa

Sepatu fantofel adalah sepatu yang tidak menggunakan tali, bentuk sederhana, dan menarik. Fungsi sepatu fantofel adalah sebagai pelindung kaki dan menambah

Hasil pengujian fraksi dari kedua tanaman ini menunjukkan bahwa hasil fraksi yang aktivitas antibakterinya paling aktif adalah fraksi n-Heksan dari ekstrak etanol daun patikan

Walaupun uji coba tidak terlaksana sepenuhnya seperti yang direncanakan, data studi pemantauan TNP2K (2012) menunjukkan bahwa di daerah-daerah uji coba, rumah tangga penerima manfaat

Manfaat penulisan ini adalah untuk memahami teknik penyelesaian persamaan Laplace dan persamaan Poisson yang timbul pada masalah aliran panas dua-dimensi dalam pelat persegi

Lebih jauh lagi kita dapat memeriksa suatu norm- dapat di induksi dari hasil kali dalam- atau tidak dengan menggunakan Hukum jajaran genjang.. Apabila norm- yang

Dengan adanya pengawasan dan kedisiplinan dalam kerja ini maka akan menbuat karyawan untuk bekerja dengan baik dan benar, sehingga mendapatkan hasil yang lebih

Selain itu agresivitas pajak yang berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, dikarenakan tindakan agresivitas pajak yang diproksikan melalui beban pajak di