• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Internasional di Masa yang Akan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hubungan Internasional di Masa yang Akan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

SKOLASTIKA L.K./071411231051/TUGAS UNTUK MINGGU KE 13/KELAS A

Hubungan Internasional di Masa yang Akan Datang

Pada tulisan yang sebelumnya, penulis telah membahas mengenai globalisasi mulai dari bagaimana globalisasi itu sendiri berkembang, hingga pengaruh-pengaruh apa saja yang disebabkan oleh adanya fenomena globalisasi tersebut. Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas tentang bagaimana Hubungan Internasional di masa yang akan datang. Seperti halnya globalisasi yang terus-menerus berkembang mengikuti perkembangan zaman, begitu juga Hubungan Internasional yang juga terus-menerus berkembang mengikuti perkembangan dan perubahan zaman. Studi tentang Hubungan Internasional juga mengalami banyak perubahan yang terjadi seiring berkembangnya zaman yaitu, mulai dari zaman Yunani Kuno, munculnya Perang Dunia, bahkan hingga saat ini perubahan terhadap Hubungan Internasional masih terjadi. Disiplin ilmu sekarang melintasi dunia dan menyediakan bahasa yang umum yang dapat digunakan untuk menganalisis politik dunia. Pada beberapa tahun belakangan, ilmu Hubungan Internasional memperluas ruang lingkup wawasan dan bahasan-bahasannya serta mengaitkan dengan beberapa bidang studi lainnya. Bidang studi yang dikaitkan dengan Hubungan Internasional yaitu, mulai dari bidang studi yang menyangkut tentang budaya atau kebudayaan hingga bidang studi tentang ekologi. Apalagi sejak 11 September, berkembangnya fenomena hubungan internasional menjadi daya tarik tersendiri bagi para penstudi Hubungan Internasional untuk lebih memahami persoalan yang terjadi dalam dunia internasional (Darby, 2008: 94).

(2)

SKOLASTIKA L.K./071411231051/TUGAS UNTUK MINGGU KE 13/KELAS A

pemerintahan dan menginginkan situasi dimana tidak adanya pemerintah atau negara yang benar-benar berkuasa mengambil keputusan untuk negara-negara yang lain. Dengan kata lain, anarki menginginkan keadilan atau otoritas yang sama bagi setiap aktor-aktor dunia internasional, keputusan sistem dunia internasional boleh saja disepakati bersama tetapi memberikan kewenangan terhadap aktor-aktor dunia internasional untuk mengikuti keputusan tersebut atau tidak. Anarki dalam sistem dunia internasional merupakan suatu tindakan yang membatasi dominasi kekuasaan di dunia internasional.

Anarki tematik telah membantu untuk menghasilkan koherensi untuk disiplin hubungan internasional. Sebuah narasi dari pemerintahan global, kemudian, harus mempertimbangkan bentuk, baik sentralisasi maupun desentralisasi dalam pemerintahan. Hubungan internasional sarjana, cenderung untuk fokus pada aturan terpusat, terutama mereka yang ada di antar negara kesepakatan perjanjian internasional, dan konvensi internasional. Pemerintahan global telah berkembang dari urusan negara yang mendominasi untuk memasukkan persenjataan lengkap para aktor. Pertimbangan pemerintahan global tentu harus peduli tidak hanya dengan tindakan kolektif dan kerja sama internasional juga mempertimbangkan pada pertanyaan kekuasaan. Pemerintahan global juga harus menyatu dengan teori dan normatif. Memang, banyak literatur baru pada pemerintahan global telah berpindah dari pertimbangan perlunya pemerintahan dalam rangka meningkatkan aksi kolektif dan meminimalkan kegagalan pasar untuk pertimbangan yang lebih menyeluruh tentang hubungan antara berbagai bentuk pemerintahan dan hubungan mereka dengan isu-isu dasar seperti legitimasi, akuntabilitas, representasi dan demokrasi (Barnett dan Sikkink, 2008: 77-79).

(3)

SKOLASTIKA L.K./071411231051/TUGAS UNTUK MINGGU KE 13/KELAS A

tidak, mengenai ilmu politik dan juga kemungkinan juga semua ilmu pengetahuan sosial atau lebih (Wæver, 2007: 290). Disiplin ilmu Hubungan Internasional yang kini berorientasikan tak hanya pada negara sebagai aktor utama memberikan pemikiran khusus bagi para penstudi apakah anarkisme yang identik dalam hubungan antar negara masih mewarnai interaksi yang ada atau tidak. Hubungan Internasional disebut sebagai disabling discipline karena Hubungan Internasional sebagai ilmu dianggap kurang memiliki kajian ilmu yang jelas. Sebutan disabling discipline semakin menguat pula dengan munculnya perdebatan-perdebatan mengenai bebagai macam teori antara beberapa golongan masyarakat dunia. Berbagai macam teori yang muncul dari berbagai macam perspektif yang ada menimbulkan sebuah tanda tanya besar bagi masyarakat tentang bagaimana sebenarnya Hubungan Internasional itu sendiri harus dipelajari (Wæver, 2007: 300). Teori-teori dalam Hubungan Internasional yang ada ini menyebabkan dunia ini seperti halnya satu dunia dengan banyak teori.

Sejalan dengan perkembangannya, Hubungan Internasional banyak mengalami perubahan-perubahan penting bagi ilmu Hubungan Internasional itu sendiri. Yang pertama, perubahan-perubahan sebagai kekuatan laten dalam sejarah. Yang kedua yaitu, perubahan melalui kekacauan dan organisasi diri. Yang ketiga, perubahan secara purposif. Keempat, perubahan struktur sejarah. Kelima, struktur sejarah yang ada. Dan yang keenam yaitu, legitimasi dan perubahan itu sendiri (Cox, 2008: 85-92). Hubungan Internasional saat ini tetap tidak lepas dari pengaruh globalisasi. Justru, globalisasi semakin membuat Hubungan Internasional tertantang dengan semakin banyaknya isu-isu yang ada. Tantangan utama globalisasi bagi Hubungan Internasional yaitu kemunculan interdependensi transnasional dan pemerintahan global sebagai hasil dari hubungan berbagai aktor Hubungan Internasional (Hay, 2007 : 286). Dalam Hubungan Internasional yang diperlukan bukan hanya seorang analis global saja tetapi juga membutuhkan seorang global strategist yang tidak hanya menguasai kemampuan untuk menganalisa dan menjelaskan peristiwa-peristiwa dunia internasional yang terjadi, tetapi juga memiliki kemampuan dasar berkomunikasi, bernegosiasi dan manajerial yang diperlukan untuk menghadapi arus globalisasi yang ada (Departemen Hubungan Internasional, 2005 : 7).

(4)

SKOLASTIKA L.K./071411231051/TUGAS UNTUK MINGGU KE 13/KELAS A

bagi para penstudi Hubungan Internasional. Dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada, dalam Hubungan Internasional diperlukan bukan hanya seorang global analyst, tetapi juga memerlukan global strategist untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan dunia dengan baik dan agar Hubungan Internasional juga dapat tetap bertahan di masa yang akan datang.

Referensi :

Barnett, Michael dan Sikkink, Kathryn. 2008. From International Relations to Global Society. Dalam: Reus-Smit, Christian dan Snidal, Duncan, eds. The Oxford Handbook of International Relations. Oxford University Press, pp. 62-83.

Cox, Robert W., 2008. The Point Is not Just to Explain the World but to Change It. Dalam: Reus-Smit, Christian & Snidal, Duncan, eds. The Oxford Handbook of International Relations. Oxford: Oxford University Press, pp. 84-93.

Darby, Phillip, 2008. A Disabling Discipline?. Dalam: Reus-Smit, Christian & Snidal, Duncan, eds. The Oxford Handbook of International Relations. Oxford: Oxford University Press, pp. 94-108.

Departemen Hubungan Internasional, 2005. 2005-2020 Roadmap Studi Hubungan Internasional Universitas Airlangga.

Hay, Collin, 2007. International Relations Theory and Globalization. Dalam: Tim Dunne, Milja Kurki & Steve Smith, eds. International Relations Theories, Discipline and Diversity. Oxford: Oxford University Press, pp. 266-287.

Referensi

Dokumen terkait

Universitas Kristen Maranatha (23,3%) orang mahasiswa memiliki pemikiran yang jelas akan apa yang akan ditekuninya setelah selesai kuliah walaupun tidak spesifik,

Penelitian mengenai kemampuan informasi keuangan untuk memprediksi laba dan arus kas di masa yang akan datang telah dilakukan sebelumnya oleh Marsudiyono (2009)

Peneliti ingin melihat apakah kelekatan tidak aman pada masa dewasa memiliki hubungan dengan kepuasan berelasi, secara khusus pada mahasiswi yang menjalani hubungan berpacaran

Modul ini dipersiapkan untuk perkuliahan Kimia Dasar 2, khusus untuk topik Kimia Organik. Tujuan penulisan modul ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa

Lama sudah mereka berdua mencari akhirnya tak juga di temukanya hingga Willy kini mulai melihat Afaw yang baru saja turun dari kereta di stasiun tersebut, kemudian

Melakukan uji mengenai aplikasi dari Theory of Planned Behavior terkait dengan dimensi sikap, norma subjektif, dan kontrol keperilakuan yang dirasakan apakah secara sinergis

mengembangkan kemampuan berpikir dalam menyelesaikan masalah. Selain matematika sebagai ilmu dasar, pemanfaatan dan penerapannya untuk berbagai disiplin ilmu membuka

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ekspektasi pasar terhadap laba di masa yang akan datang sebagaimana tercermin dalam return saham, semakin medekati