• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN"

Copied!
94
0
0

Teks penuh

(1)

by : I r. I ndra Miduk Hutabarat, MM

PELAKSANAAN

KONSTRUKSI JALAN

(2)

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM

TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM

Setelah selesai mengikuti pelajaran

Setelah selesai mengikuti pelajaran

ini, diharapkan peserta memiliki

ini, diharapkan peserta memiliki

Setelah selesai mengikuti pelajaran

Setelah selesai mengikuti pelajaran

ini, diharapkan peserta memiliki

ini, diharapkan peserta memiliki

kemampuan menjelaskan

kemampuan menjelaskan

pelaksanaan konstruksi jalan untuk

pelaksanaan konstruksi jalan untuk

mendukung tugas

mendukung tugas-- tugas pokok

tugas pokok

(3)

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS

Selesai mengikuti pelajaran ini , peserta

Selesai mengikuti pelajaran ini , peserta

diharapkan memiliki kemampuan untuk

diharapkan memiliki kemampuan untuk

menjelaskan tentang;

menjelaskan tentang;

Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan Lapisan Baw ah

Pekerjaan Lapisan Baw ah

        

  

Pekerjaan Lapisan Baw ah

Pekerjaan Lapisan Baw ah

Pekerjaan Badan Jalan

Pekerjaan Badan Jalan

Pekerjaan Perkerasan

Pekerjaan Perkerasan

Pekerjaan Saluran atau Selokan

Pekerjaan Saluran atau Selokan

(4)

STATUS JALAN

STATUS JALAN

Jalan Nasional

Jalan Nasional

Jalan Propinsi

Jalan Propinsi

Jalan

Jalan

Kabupaten

Kabupaten

Jalan Kota

Jalan Kota

Jalan Kota

Jalan Kota

(5)

PENURUNAN PELAYANAN JALAN

PENURUNAN PELAYANAN JALAN

Akibat dilalui kendaraan

Akibat dilalui kendaraan

yang berulang setiap

yang berulang setiap

hari, jalan mengalami

hari, jalan mengalami

degradasi. Apabila tidak

degradasi. Apabila tidak

 

degradasi. Apabila tidak

degradasi. Apabila tidak

dilakukan tindakan

dilakukan tindakan

berupa pemeliharaan

berupa pemeliharaan

yang memadai jalan

yang memadai jalan

akan mengalami

akan mengalami

kerusakan

(6)

Kelancaran

Kelancaran

lalulintas terganggu

lalulintas terganggu

Tidak nyaman

Tidak nyaman

Kehilangan w aktu

Kehilangan w aktu

 

PENURUNAN PELAYANAN JALAN

PENURUNAN PELAYANAN JALAN

 

  

Kehilangan w aktu

Kehilangan w aktu

Biaya operasi

Biaya operasi

kendaraan menjadi

kendaraan menjadi

besar

besar

Secara ekonomi

Secara ekonomi

tidak

tidak

(7)

BADAN JALAN

BADAN JALAN

SALURAN SAMPI NG

SALURAN SAMPI NG

GORONG

GORONG-- GORONG

GORONG

TEBI NG KI RI KANAN

TEBI NG KI RI KANAN

JALAN

JALAN

         

JALAN

JALAN

PERLENGKAPAN

PERLENGKAPAN

(8)

KONSTRUKSI JALAN

KONSTRUKSI JALAN

Badan jalan

Badan jalan

-- Tubuh jalanTubuh jalan -- Bahu jalanBahu jalan -- PerkerasanPerkerasan

-- Lapis pondasiLapis pondasi

 

   

-- Lapis pondasiLapis pondasi

-- Lapis penutup/ ausLapis penutup/ aus

Saluran / selokan samping

Saluran / selokan samping

-- Menampung air dari permukaan jalanMenampung air dari permukaan jalan

-- Mengalirkan air dan dibuang ke sungai, lembah dllMengalirkan air dan dibuang ke sungai, lembah dll

Gorong

Gorong –

– gorong

gorong

(9)

Tebing kiri / kanan jalan

Tebing kiri / kanan jalan

Perlengkapan jalan

Perlengkapan jalan

-- Menjadi tugas Perhubungan Darat;

Menjadi tugas Perhubungan Darat;

KONSTRUKSI JALAN

KONSTRUKSI JALAN

   

-- Menjadi tugas Perhubungan Darat;

Menjadi tugas Perhubungan Darat;

pada jalan yang sudah ada

pada jalan yang sudah ada

-- Pada pembangunan jalan baru,

Pada pembangunan jalan baru,

pembuatan dan pengadaan

pembuatan dan pengadaan

perlengkapan jalan adalah tugas

perlengkapan jalan adalah tugas

pemilik Proyek / Kontraktor

(10)

Bagian jalan yang

Bagian jalan yang

mendukung bahu

mendukung bahu

dan perkerasan

dan perkerasan

jalan

jalan

Terdiri dari tanah,

Terdiri dari tanah,

   

Terdiri dari tanah,

Terdiri dari tanah,

pasir, batu atau

pasir, batu atau

lainnya

lainnya

Berupa timbunan

Berupa timbunan

(11)

PERKERASAN JALAN

PERKERASAN JALAN

Lapisan pondasi baw ah; berfungsi

Lapisan pondasi baw ah; berfungsi

meneruskan beban ke tanah dasar dan

meneruskan beban ke tanah dasar dan

mencegah butiran tanah naik dan masuk

mencegah butiran tanah naik dan masuk

ke pondasi atas

ke pondasi atas

Lapis pondasi atas; terdiri dari satu atau

Lapis pondasi atas; terdiri dari satu atau

beberapa lapis, berfungsi memikul beban

beberapa lapis, berfungsi memikul beban

   

Lapis pondasi atas; terdiri dari satu atau

Lapis pondasi atas; terdiri dari satu atau

beberapa lapis, berfungsi memikul beban

beberapa lapis, berfungsi memikul beban

roda kendaraan dan meneruskannya ke

roda kendaraan dan meneruskannya ke

pondasi baw ah

pondasi baw ah

Lapis aus; berfungsi menerima beban

Lapis aus; berfungsi menerima beban

langsung dari roda kendaraan dan

langsung dari roda kendaraan dan

melindungi lapis pondasi serta mencegah

melindungi lapis pondasi serta mencegah

air masuk ke pondasi

(12)

MEDI AN

MEDI AN

Lajur pemisah antara

Lajur pemisah antara

dua jalur lalulintas yang

dua jalur lalulintas yang

berlaw anan arah

berlaw anan arah

Pada jalan yang sudah

Pada jalan yang sudah

tinggi dan padat

tinggi dan padat

lalulintasnya

lalulintasnya

Berfungsi sebagai

Berfungsi sebagai

pemisah

MEDI AN

MEDI AN

Ruang untuk untuk

Ruang untuk untuk

penempatan

penempatan

perlengkapan jalan

perlengkapan jalan

Menghindari sorotan

Menghindari sorotan

(13)

SALURAN

SALURAN

SAMPI NG

SAMPI NG

Berfungsi

Berfungsi

menampung air dari

menampung air dari

permukaan jalan

permukaan jalan

atau dari tebing

atau dari tebing

jalan kemudian

jalan kemudian

dialirkan dan

dialirkan dan

 

SAMPI NG

SAMPI NG

 

dialirkan dan

dialirkan dan

dibuang ke sungai

dibuang ke sungai

atau lembah

atau lembah

Mencegah air masuk

Mencegah air masuk

ke badan jalan, yang

ke badan jalan, yang

bisa mengubah

bisa mengubah

kandungan air tanah

kandungan air tanah

dan merusak badan

dan merusak badan

jalan

(14)

GORONG

GORONG-- GORONG

GORONG

Bangunan yang mengalirkan air dibaw ah

Bangunan yang mengalirkan air dibaw ah

badan jalan yang berasal dari sungai

badan jalan yang berasal dari sungai-- sungai

sungai

kecil atau dari saluran samping

(15)

TEBI NG KI RI KANAN JALAN

TEBI NG KI RI KANAN JALAN

Daerah datar hampir tidak ada; kecuali

Daerah datar hampir tidak ada; kecuali

timbunan yang tinggi

timbunan yang tinggi

Daerah bukit/ gunung disisi badan jalan

Daerah bukit/ gunung disisi badan jalan

terdapat tebing

terdapat tebing

Jalan diatas timbunan; tebing dikedua sisi

Jalan diatas timbunan; tebing dikedua sisi

badan jalan

badan jalan

 

   

 

Jalan diatas timbunan; tebing dikedua sisi

Jalan diatas timbunan; tebing dikedua sisi

badan jalan

badan jalan

Jalan pada galian; tebing diluar badan

Jalan pada galian; tebing diluar badan

jalan

jalan

Jalan pada lereng tebing; satu sisi berada

Jalan pada lereng tebing; satu sisi berada

di

di badan jalan, sisi lainnya diluar badan

badan jalan, sisi lainnya diluar badan

jalan

(16)

PERLENGKAPAN

PERLENGKAPAN

JALAN

JALAN

Rambu

Rambu-- rambu

rambu

jalan

jalan

Patok km, hm

Patok km, hm

Papan

Papan

penunjuk arah

penunjuk arah

 

     

   

penunjuk arah

penunjuk arah

Pagar

Pagar

pengaman

pengaman

Marka jalan

Marka jalan

Lampu

Lampu

(17)

PELAKSANA KONSTRUKSI JALAN

PELAKSANA KONSTRUKSI JALAN

UU No 18 th 1999 tentang Jasa Konstruksi

UU No 18 th 1999 tentang Jasa Konstruksi

dalam pelaksanaan konstruksi terdapat

dalam pelaksanaan konstruksi terdapat

tiga pihak;

tiga pihak;

Pemilik Proyek ( Pengguna Jasa)

Pemilik Proyek ( Pengguna Jasa)

Kontraktor sebagai pelaksana ( Penyedia

Kontraktor sebagai pelaksana ( Penyedia

Jasa/ Pelaksanaan Konstruksi)

Jasa/ Pelaksanaan Konstruksi)

 

   

  

Kontraktor sebagai pelaksana ( Penyedia

Kontraktor sebagai pelaksana ( Penyedia

Jasa/ Pelaksanaan Konstruksi)

Jasa/ Pelaksanaan Konstruksi)

Konsultan sebagai pengaw as pelaksanaan

Konsultan sebagai pengaw as pelaksanaan

( Penyedia Jasa/ Pengaw as Konstruksi)

( Penyedia Jasa/ Pengaw as Konstruksi)

Kontraktor memperoleh pekerjaan melalui

Kontraktor memperoleh pekerjaan melalui

tender atau pemilihan/ penunjukan

tender atau pemilihan/ penunjukan

langsung

(18)
(19)

SPESI FI KASI

SPESI FI KASI

3 jenis persyaratan dalam dokumen

3 jenis persyaratan dalam dokumen

kontrak yang harus dipatuhi oleh

kontrak yang harus dipatuhi oleh

pengguna jasa maupun penyedia

pengguna jasa maupun penyedia

jasa;

jasa;

jasa;

jasa;

Syarat

Syarat –

– syarat Umum Kontrak

syarat Umum Kontrak

Syarat

Syarat –

– syarat Khusus Kontrak

syarat Khusus Kontrak

Syarat

Syarat –

– syarat Teknik atau disebut

syarat Teknik atau disebut

(20)

Syarat

Syarat –

– syarat Umum Kontrak

syarat Umum Kontrak

Klausal

Klausal-- klausal yang akan digunakan

klausal yang akan digunakan

dalam pelaksanaan kontrak

dalam pelaksanaan kontrak

Mengikat kedua belah pihak antara

Mengikat kedua belah pihak antara

pemilik dan pelaksana kontrak

pemilik dan pelaksana kontrak

Seperti halnya;

Seperti halnya;

pemilik dan pelaksana kontrak

pemilik dan pelaksana kontrak

Seperti halnya;

Seperti halnya;

Cara pembayaran pekerjaan

Cara pembayaran pekerjaan

Penyelesaian perselisihan

Penyelesaian perselisihan

Pemutusan kontrak

Pemutusan kontrak

Pekerjaan tambah

Pekerjaan tambah

(21)

Syarat

Syarat –

– syarat Khusus Kontrak

syarat Khusus Kontrak

Penjelasan khusus terhadap syarat

Penjelasan khusus terhadap syarat –

– syarat

syarat

umum kontrak

umum kontrak

Seperti halnya;

Seperti halnya;

 

   

Seperti halnya;

Seperti halnya;

Penjelasan batasan memperoleh penyesuaian

Penjelasan batasan memperoleh penyesuaian

harga dalam kontrak

harga dalam kontrak

Tidak dikenakan penyesuaian harga bila periode

Tidak dikenakan penyesuaian harga bila periode

kontrak kurang dari 365 hari kalender

kontrak kurang dari 365 hari kalender

Nama pemilik proyek yang dimasukkan dalam

Nama pemilik proyek yang dimasukkan dalam

(22)

Spesifikasi Teknis

Spesifikasi Teknis

Semua aturan dan ketentuan tentang persyaratan;

Semua aturan dan ketentuan tentang persyaratan;

Bahan

Bahan –

– bahan yang dipakai

bahan yang dipakai

Mutu hasil pekerjaan serta cara pengujiannya

Mutu hasil pekerjaan serta cara pengujiannya

Dimensi yang tercantum dalam gambar

Dimensi yang tercantum dalam gambar

Cara pengukuran hasil pekerjaan dan toleransi

Cara pengukuran hasil pekerjaan dan toleransi

yang diizinkan

yang diizinkan

Cara pengukuran hasil pekerjaan dan toleransi

Cara pengukuran hasil pekerjaan dan toleransi

yang diizinkan

yang diizinkan

Cara pembayaran dan lain

Cara pembayaran dan lain –

– lain yang

lain yang

diberlakukan untuk setiap item pekerjaan

diberlakukan untuk setiap item pekerjaan

Kontraktor harus mengikuti spesifikasi teknik

Kontraktor harus mengikuti spesifikasi teknik

yang dibuat oleh pemilik proyek dan petunjuk

yang dibuat oleh pemilik proyek dan petunjuk

dari direksi

dari direksi

Mengatur ketentuan mengenai penyerahan

Mengatur ketentuan mengenai penyerahan

sementara pekerjaan ( PHO) dan penyerahan

sementara pekerjaan ( PHO) dan penyerahan

akhir ( FHO)

(23)

PROGRAM MUTU

PROGRAM MUTU

( QUALI TY ASSURANCE)

( QUALI TY ASSURANCE)

 Program mutu harus disusun oleh penyedia jasa danProgram mutu harus disusun oleh penyedia jasa dan

disetujui oleh direksi lapangan pada saat rapat persiapan disetujui oleh direksi lapangan pada saat rapat persiapan (pra) pelaksanaan kontrak (Pre Construction Meeting / (pra) pelaksanaan kontrak (Pre Construction Meeting / PCM) dan dapat direvisi sesuai dengan kebutuhan

PCM) dan dapat direvisi sesuai dengan kebutuhan

 Program mutu sekurangProgram mutu sekurang--kurangnya berisi;kurangnya berisi; 

 Program mutu sekurangProgram mutu sekurang--kurangnya berisi;kurangnya berisi;

a. I nformasi mengenai pengadaan a. I nformasi mengenai pengadaan

b. Organisasi proyek, pengguna jasa dan penyedia jasa b. Organisasi proyek, pengguna jasa dan penyedia jasa c. Jadual pelaksanaan pekerjaan

c. Jadual pelaksanaan pekerjaan d. Prosedur pelaksanaan pekerjaan d. Prosedur pelaksanaan pekerjaan e. Prosedur instruksi kerja

e. Prosedur instruksi kerja f. Pelaksanaan kerja

(24)

 Prosedur pelaksanaan dari tiapProsedur pelaksanaan dari tiap--tiap jenis pekerjaantiap jenis pekerjaan meliputi;

meliputi;

a. Standar pekerjaan a. Standar pekerjaan b. Prosedur kerja

b. Prosedur kerja c. Daftar inspeksi c. Daftar inspeksi

d. Persyaratan testing d. Persyaratan testing

 

PROGRAM MUTU

PROGRAM MUTU

( QUALI TY ASSURANCE)

( QUALI TY ASSURANCE)

 

c. Daftar inspeksi c. Daftar inspeksi

d. Persyaratan testing d. Persyaratan testing

 Prosedur instruksi kerja mencakup antara lain;Prosedur instruksi kerja mencakup antara lain; a. Urutan kegiatan pelaksanaan

a. Urutan kegiatan pelaksanaan

b. Prosedur kerja untuk mengawali kegiatan b. Prosedur kerja untuk mengawali kegiatan c. Pemantauan proses kegiatan

c. Pemantauan proses kegiatan d. Pemeliharaan yang diperlukan d. Pemeliharaan yang diperlukan

(25)

PENGENDALI AN MUTU & CACAT

PENGENDALI AN MUTU & CACAT

Tiga tahap pengendalian mutu;

Tiga tahap pengendalian mutu;

1. Pengendalian mutu bahan baku (tanah,

1. Pengendalian mutu bahan baku (tanah,

pasir, batu, semen, aspal, dll)

pasir, batu, semen, aspal, dll)

2. Pengendalian mutu bahan olahan

2. Pengendalian mutu bahan olahan

2. Pengendalian mutu bahan olahan

2. Pengendalian mutu bahan olahan

(campuran beton, campuran aspal, dll)

(campuran beton, campuran aspal, dll)

3. Pengendalian mutu pekerjaan terpasang

3. Pengendalian mutu pekerjaan terpasang

(timbunan tanah, pondasi beton, lapisan

(timbunan tanah, pondasi beton, lapisan

hotmix dll)

(26)

 

PENGENDALI AN

PENGENDALI AN

MUTU & CACAT

MUTU & CACAT

Pengendalian mutu

Pengendalian mutu

wajib dilakukan oleh

wajib dilakukan oleh

penyedia jasa selama

penyedia jasa selama

pelaksanaan pekerjaan

pelaksanaan pekerjaan

sesuai ketentuan

(27)

PENGENDALI AN

SPESI FI KASI

Berlingkup – 2 :

- Dimensi ( tebal, lebar,

panjang dsb)

- Kualitas ( kuat tekan,

kepadatan dsb)

Bertahap – 3 :

- Bahan baku.

- Bahan olahan.

- Pekerjaan jadi.

SPESI FI KASI

POLA 2 – 3 – 5

- Pekerjaan jadi.

Berstruktur – 5 hal :

- Nama/ jenis

Pemeriksaan.

(28)

PENGENDALI AN MUTU & CACAT

PENGENDALI AN MUTU & CACAT

 Direksi teknis wajib memeriksa mutu hasil pekerjaan danDireksi teknis wajib memeriksa mutu hasil pekerjaan dan memberitahu penyedia jasa bila terdapat cacat mutu

memberitahu penyedia jasa bila terdapat cacat mutu dalam pekerjaan

dalam pekerjaan 

 Direksi teknis dapat memerintahkan penyedia jasa untukDireksi teknis dapat memerintahkan penyedia jasa untuk menguji hasil pekerjaan yang dianggap terdapat cacat menguji hasil pekerjaan yang dianggap terdapat cacat mutu

mutu 

   

 

mutu mutu 

 Bila ternyata hasil pengujian terdapat cacat mutu; biayaBila ternyata hasil pengujian terdapat cacat mutu; biaya pengujian dan perbaikan menjadi tanggung jawab

pengujian dan perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia jasa

penyedia jasa 

 Bila hasil pengujian tidak ditemukan cacat mutu; biayaBila hasil pengujian tidak ditemukan cacat mutu; biaya pengujian dan perbaikan menjadi tanggung jawab

pengujian dan perbaikan menjadi tanggung jawab pengguna jasa

(29)

PENGENDALI AN MUTU & CACAT

PENGENDALI AN MUTU & CACAT

Setiap kali pemberitahuan cacat mutu oleh

Setiap kali pemberitahuan cacat mutu oleh

direksi teknis, penyedia jasa harus memperbaiki

direksi teknis, penyedia jasa harus memperbaiki

sesuai waktu

sesuai waktu

   

sesuai waktu

sesuai waktu

Bila penyedia jasa tidak memperbaiki sesuai

Bila penyedia jasa tidak memperbaiki sesuai

(30)

PENGENDALI AN MUTU & CACAT

PENGENDALI AN MUTU & CACAT

 Cacat mutu harus diperbaiki sebelum penyerahan pertamaCacat mutu harus diperbaiki sebelum penyerahan pertama pekerjaan dan selama masa pemeliharaan

pekerjaan dan selama masa pemeliharaan 

 Penyerahan pertama pekerjaan dan masa pemeliharaan dapatPenyerahan pertama pekerjaan dan masa pemeliharaan dapat diperpanjang sampai cacat mutu selesai diperbaiki

(31)

MASA

MASA

PELAKSANAAN

PELAKSANAAN

KONTRAK

KONTRAK

MASA MOBI LI SASI

MASA MOBI LI SASI

(MOBI LI ZATI ON

(MOBI LI ZATI ON

PERI OD)

PERI OD)

MASA PELAKSANAAN

MASA PELAKSANAAN

KONSTRUKSI

KONSTRUKSI

(CONSTRUCTI ON

(CONSTRUCTI ON

 

PELAKSANAAN

PELAKSANAAN

KONTRAK

KONTRAK

 

 

(CONSTRUCTI ON

(CONSTRUCTI ON

PERI OD)

PERI OD)

MASA PEMELI HARAAN

MASA PEMELI HARAAN

(MAI NTENANCE

(MAI NTENANCE

PERI OD)

(32)

Surat Perjanjian Kerja / Kontrak

Surat Perjanjian Kerja / Kontrak

Lampiran Surat Perjanjian Kerja / Kontrak;

Lampiran Surat Perjanjian Kerja / Kontrak;

Surat penunjukan penyedia jasa

Surat penunjukan penyedia jasa

Surat penaw aran

Surat penaw aran

Syarat

Syarat –

– syarat Umum Kontrak

syarat Umum Kontrak

Syarat

Syarat –

– syarat Khusus Kontrak

syarat Khusus Kontrak

Syarat

Syarat –

– syarat Khusus Kontrak

syarat Khusus Kontrak

Syarat

Syarat –

– syarat Teknis ( Spesifikasi Teknis)

syarat Teknis ( Spesifikasi Teknis)

Gambar

Gambar –

– gambar

gambar

Daftar kuantitas dan harga

Daftar kuantitas dan harga

Addendum dokumen lelang ( kalau ada)

Addendum dokumen lelang ( kalau ada)

Surat

Surat –

– menyurat dari proses tender sampai

menyurat dari proses tender sampai

(33)

MASA MOBI LI SASI

MASA MOBI LI SASI

Mobilisasi Personil

Mobilisasi Personil

Mobilisasi Peralatan

Mobilisasi Peralatan

Penyiapan Base Camp dan Jalur Masuk

Penyiapan Base Camp dan Jalur Masuk

Penyusunan Organisasi Proyek

Penyusunan Organisasi Proyek

Penyusunan Organisasi Proyek

Penyusunan Organisasi Proyek

Membuat Jadual Pelaksanaan (Time

Membuat Jadual Pelaksanaan (Time

Schedule)

Schedule)

Rapat Pra Pelaksanaan (Pre Construction

Rapat Pra Pelaksanaan (Pre Construction

(34)

 MembuatMembuat Jadual Jadual

Pelaksanaan Pelaksanaan

 

MASA MOBI LI SASI

MASA MOBI LI SASI

 

Jadual Jadual

Pelaksanaan Pelaksanaan (Time

(Time

Schedule) Schedule) 

 Rapat PraRapat Pra Pelaksanaan Pelaksanaan (Pre

(Pre

(35)

Rapat Pra Pelaksanaan/

Rapat Pra Pelaksanaan/

Pre Construction Meeting

Pre Construction Meeting

Menyamakan persepsi dari ketiga pelaksana kegiatanMenyamakan persepsi dari ketiga pelaksana kegiatan

tentang kontrak baik dari segi teknis maupun administrasi tentang kontrak baik dari segi teknis maupun administrasi

Tanggal penyerahan lapanganTanggal penyerahan lapangan

           

Tanggal penyerahan lapanganTanggal penyerahan lapangan

Tanggal mulai survai lapangan tentang kemungkinanTanggal mulai survai lapangan tentang kemungkinan

adanya perbedaan kondisi fisik adanya perbedaan kondisi fisik

Tanggal mulai / selesai pekerjaan rekondisiTanggal mulai / selesai pekerjaan rekondisi

Tanggal pengajuan MC ( Monthly Certificate)Tanggal pengajuan MC ( Monthly Certificate)

Pembuatan Shop Draw ingPembuatan Shop Draw ing

(36)

REKAYASA LAPANGAN

REKAYASA LAPANGAN

A. Meneliti gambar

A. Meneliti gambar-- gambar asli;

gambar asli;

Kontraktor mempelajari gambar asli untuk

Kontraktor mempelajari gambar asli untuk

dikonsultasikan dengan Direksi Pekerjaan

dikonsultasikan dengan Direksi Pekerjaan

Memastikan dan memperbaiki setiap kesalahan

Memastikan dan memperbaiki setiap kesalahan

   

Memastikan dan memperbaiki setiap kesalahan

Memastikan dan memperbaiki setiap kesalahan

atau perbedaan yang terjadi (lebar jalan lama,

atau perbedaan yang terjadi (lebar jalan lama,

lokasi pelebaran, struktur drainase)

lokasi pelebaran, struktur drainase)

Kesepakatan pihak Kontraktor dan Direksi

Kesepakatan pihak Kontraktor dan Direksi

Pekerjaan dalam menentukan perubahan dalam

Pekerjaan dalam menentukan perubahan dalam

gambar

(37)

Meneliti gambar

Meneliti gambar-- gambar asli

gambar asli

Perubahan kuantitas dalam Daftar Kuantitas dan

Perubahan kuantitas dalam Daftar Kuantitas dan

Harga oleh Direksi Pekerjaan sesuai data survai

Harga oleh Direksi Pekerjaan sesuai data survai

lapangan yang dikumpulkan oleh Kontraktor

(38)

B. Survai lapangan oleh Kontraktor;

B. Survai lapangan oleh Kontraktor;

 Selama periode mobilisasi pada saat mulainya KontrakSelama periode mobilisasi pada saat mulainya Kontrak 

 Survei lapangan yang lengkap terhadap kondisi fisik danSurvei lapangan yang lengkap terhadap kondisi fisik dan

struktur struktur

 

 

REKAYASA LAPANGAN

REKAYASA LAPANGAN

   

struktur struktur

 Menyiapkan dan menyerahkan laporan lengkap danMenyiapkan dan menyerahkan laporan lengkap dan

detail dari hasil survai kepada Direksi Pekerjaan, sesuai detail dari hasil survai kepada Direksi Pekerjaan, sesuai tanggal yang ditentukan dalam PCM

tanggal yang ditentukan dalam PCM

 Tanggal penyerahan merupakan tonggak yang sangatTanggal penyerahan merupakan tonggak yang sangat

penting bagi dimulainya pekerjaan dalam kontrak penting bagi dimulainya pekerjaan dalam kontrak dengan lebih dini dan berhasil

(39)

C. Revisi oleh Direksi Pekerjaan;

C. Revisi oleh Direksi Pekerjaan;

 Revisi minor terhadap rancangan perkerasan dan/ atauRevisi minor terhadap rancangan perkerasan dan/ atau

jembatan jembatan

 Detil peningkatan bahu jalanDetil peningkatan bahu jalan 

 Detil setiap perbaikan alinyemen yang diperlukan; jika adaDetil setiap perbaikan alinyemen yang diperlukan; jika ada 

 Detil setiap pelebaran jalur lalulintas (carriageway); jikaDetil setiap pelebaran jalur lalulintas (carriageway); jika 

REKAYASA LAPANGAN

REKAYASA LAPANGAN

 Detil setiap pelebaran jalur lalulintas (carriageway); jikaDetil setiap pelebaran jalur lalulintas (carriageway); jika

ada ada

 Detil perbaikan selokan atau drainaseDetil perbaikan selokan atau drainase 

 Detil struktur drainaseDetil struktur drainase 

 Detil pekerjaan pengendalian lereng, pasangan batuDetil pekerjaan pengendalian lereng, pasangan batu

kosong, pekerjaan stabilitas timbunan atau galian kosong, pekerjaan stabilitas timbunan atau galian

 Detil marka jalanDetil marka jalan 

 Detil rambu jalan, patok pengaman dan rel pengaman dlsbDetil rambu jalan, patok pengaman dan rel pengaman dlsb 

(40)

 Detil pekerjaan pengendalian lereng, pasangan batu kosong,Detil pekerjaan pengendalian lereng, pasangan batu kosong,

pekerjaan stabilitas timbunan atau galian pekerjaan stabilitas timbunan atau galian

 Detil marka jalanDetil marka jalan 

 Detil rambu jalan, patok pengaman dan rel pengaman dlsbDetil rambu jalan, patok pengaman dan rel pengaman dlsb 

(41)

MASA PELAKSANAAN KONTRAK

MASA PELAKSANAAN KONTRAK

MASA PELAKSANAAN KONSTRUKSI MASA PELAKSANAAN KONSTRUKSI 

 Mengerjakan semua pekerjaan fisikMengerjakan semua pekerjaan fisik 

 Membuat laporanMembuat laporan--laporanlaporan 

 Melakukan kegiatan PHO (Provisional Hand Over)Melakukan kegiatan PHO (Provisional Hand Over)

 

         

MASA PEMELI HARAAN MASA PEMELI HARAAN 

 Melakukan kegiatan dan pekerjaan sesuai catatan dalamMelakukan kegiatan dan pekerjaan sesuai catatan dalam PHO

PHO 

 Menyelesaikan masalah administrasiMenyelesaikan masalah administrasi 

(42)

PEKERJAAN BADAN JALAN

PEKERJAAN BADAN JALAN

Pada jalan yang sudah ada (existing) pekerjaan

Pada jalan yang sudah ada (existing) pekerjaan

galian maupun timbunan relatif kecil atau

galian maupun timbunan relatif kecil atau

hampir tidak ada

hampir tidak ada

Terjadi timbunan / galian hanya kalau ada

Terjadi timbunan / galian hanya kalau ada

pelebaran

pelebaran

 

 

   

 

pelebaran

pelebaran

Bobot pekerjaan ada di pekerjaan perkerasan /

Bobot pekerjaan ada di pekerjaan perkerasan /

aspal

aspal

Pekerjaan galian dan timbunan yang besar

Pekerjaan galian dan timbunan yang besar

terdapat pada pekerjaan pembuatan jalan baru

terdapat pada pekerjaan pembuatan jalan baru

Bobot pekerjaan pada galian dan timbunan bisa

Bobot pekerjaan pada galian dan timbunan bisa

mencapai 60%

(43)

PEKERJAAN GALI AN

PEKERJAAN GALI AN

Pada pekerjaan

Pada pekerjaan

galian yang dalam;

galian yang dalam;

Masalah

Masalah

pembuangan tanah

pembuangan tanah

PEKERJAAN

PEKERJAAN

(44)

Membentuk tebing

Membentuk tebing

Kelandaian tebing, tergantung sifat tanah

Kelandaian tebing, tergantung sifat tanah

Bertangga

Bertangga

(45)

PERALATAN

PERALATAN

Excavator

Excavator

Bulldozer

Bulldozer

Grader

Grader

Dump Truck

Dump Truck

PEKERJAAN

PEKERJAAN

BADAN JALAN

BADAN JALAN

( Galian)

( Galian)

(46)

PEKERJAAN TI MBUNAN

PEKERJAAN TI MBUNAN

PEKERJAAN BADAN JALAN

PEKERJAAN BADAN JALAN

PEKERJAAN TI MBUNAN

PEKERJAAN TI MBUNAN

Bahan Timbunan;

Bahan Timbunan;

Diusahakan dari bekas galian

Diusahakan dari bekas galian

Pemadatan;

Pemadatan;

(47)

PEKERJAAN TI MBUNAN

PEKERJAAN TI MBUNAN

Timbun lapis demi lapisan tebal

Timbun lapis demi lapisan tebal ±

± 30 cm

30 cm

Tiap lapis dipadatkan dengan mesin

Tiap lapis dipadatkan dengan mesin

(48)

Timbunan yang tinggi dibuat bertangga

Timbunan yang tinggi dibuat bertangga ±

± @ 4

@ 4

meter

meter

Kemiringan tebing bergantung jenis dan sifat

Kemiringan tebing bergantung jenis dan sifat

(49)

PERALATAN;

PERALATAN;

 ExcavatorExcavator 

          

PEKERJAAN

PEKERJAAN

BADAN JALAN

BADAN JALAN

( Timbunan)

( Timbunan)

 ExcavatorExcavator 

 BulldozerBulldozer 

 GraderGrader 

 Vibration RollerVibration Roller 

 Sheepfoot RollerSheepfoot Roller 

 Dump TruckDump Truck 

(50)

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

 Pekerjaan perkerasan jalan dimulai dari penyiapan tanahPekerjaan perkerasan jalan dimulai dari penyiapan tanah dasar, yang berfungsi menahan beban lalulintas melalui dasar, yang berfungsi menahan beban lalulintas melalui lapis pondasi

lapis pondasi 

   

dasar, yang berfungsi menahan beban lalulintas melalui dasar, yang berfungsi menahan beban lalulintas melalui lapis pondasi

lapis pondasi 

 Lapis pondasi terdiri dari lapis pondasi bawah, berfungsiLapis pondasi terdiri dari lapis pondasi bawah, berfungsi meneruskan beban kendaraan ke tanah dasar dan

meneruskan beban kendaraan ke tanah dasar dan menahan masuknya tanah ke lapis pondasi atas menahan masuknya tanah ke lapis pondasi atas 

 Lapis pondasi berfungsi menahan beban lalulintasLapis pondasi berfungsi menahan beban lalulintas melalui lapis permukaan diteruskan ke lapis pondasi melalui lapis permukaan diteruskan ke lapis pondasi bawah

(51)

Lapis permukaan disebut juga lapis aus,

Lapis permukaan disebut juga lapis aus,

berfungsi menerima beban langsung dari roda

berfungsi menerima beban langsung dari roda

 

PEKERJAAN

PEKERJAAN

PERKERASAN LENTUR

PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

 

berfungsi menerima beban langsung dari roda

berfungsi menerima beban langsung dari roda

kendaraan dan diteruskan ke lapis pondasi

kendaraan dan diteruskan ke lapis pondasi

Lapis permukaan juga berfungsi melindungi lapis

Lapis permukaan juga berfungsi melindungi lapis

(52)

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

PENYI APAN TANAH DASAR ( SUBGRADE)

PENYI APAN TANAH DASAR ( SUBGRADE)

 DiratakanDiratakan 

 DipadatkanDipadatkan 

 CBRCBR ±± 6 %6 % 

 Toleransi lebih tinggi/ rendah ≥ 1 cmToleransi lebih tinggi/ rendah ≥ 1 cm 

 Toleransi lebih tinggi/ rendah ≥ 1 cmToleransi lebih tinggi/ rendah ≥ 1 cm 

 15 cm dibawah permukaan rencana ditimbun, diratakan,15 cm dibawah permukaan rencana ditimbun, diratakan,

dipadatkan material pilihan sampai ketinggian rencana dipadatkan material pilihan sampai ketinggian rencana

 GorongGorong--gorong, tembok kepala dan pekerjaan strukturgorong, tembok kepala dan pekerjaan struktur

minor dibawah elevasi tanah dasar harus sudah selesai minor dibawah elevasi tanah dasar harus sudah selesai sebelum pekerjaan tanah dasar

sebelum pekerjaan tanah dasar

 Penyiapan tanah dasar ≥ 100 m di depan pemasanganPenyiapan tanah dasar ≥ 100 m di depan pemasangan

(53)

LAPI S PONDASI BAWAH ( SUBBASE)

LAPI S PONDASI BAWAH ( SUBBASE)

 Agregat BAgregat B 

 Borrow Pit / Batu PecahBorrow Pit / Batu Pecah 

 Gradasi sesuai spesifikasi ; per 100 mGradasi sesuai spesifikasi ; per 100 m33 material 5material 5

pengujian gradasi dan 1 penetapan kepadatan kering pengujian gradasi dan 1 penetapan kepadatan kering

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

pengujian gradasi dan 1 penetapan kepadatan kering pengujian gradasi dan 1 penetapan kepadatan kering maximum

maximum 

 Lokasi pengujian minimal setiap 200 m (ditentukanLokasi pengujian minimal setiap 200 m (ditentukan Direksi Teknik)

Direksi Teknik) 

 CBRCBR ±± 60 %60 % 

 Dihampar lapis demi lapis @ 15 cm kemudianDihampar lapis demi lapis @ 15 cm kemudian

(54)

LAPI S PONDASI ATAS LAPI S PONDASI ATAS 

 Agregat AAgregat A 

 Batu pecah stoneBatu pecah stone crusher

crusher 

 Gradasi sesuaiGradasi sesuai spesifikasi

LENTUR ( FLEXI BLE

LENTUR ( FLEXI BLE

PAVEMENT)

 Dihampar lapis demiDihampar lapis demi lapis @ 10 cm

lapis @ 10 cm

kemudian dipadatkan kemudian dipadatkan dengan vibration roller dengan vibration roller (sedapat mungkin)

(sedapat mungkin) 

(55)

Toleransi Dimensi

Toleransi Dimensi

Lapis Pondasi

Lapis Pondasi

Toleransi

Toleransi

Permukaan atas dari Lapis

Permukaan atas dari Lapis

+ 0 cm

+ 0 cm

Permukaan atas dari Lapis

Permukaan atas dari Lapis

Pondasi Baw ah dari Agregat

Pondasi Baw ah dari Agregat

Kelas B

Kelas B

+ 0 cm

+ 0 cm

-- 2 cm

2 cm

Permukaan atas dari Lapis

Permukaan atas dari Lapis

Pondasi Atas dari Agregat

Pondasi Atas dari Agregat

Kelas A

Kelas A

(56)

Gradasi Lapis Pondasi Agregat

Gradasi Lapis Pondasi Agregat

Ukuran Ayakan

Ukuran Ayakan

( mm)

( mm)

% lolos

% lolos

Kelas A

Kelas A

(57)

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

LAPI S PERMUKAAN / LAPI S AUS

LAPI S PERMUKAAN / LAPI S AUS

Bahan untuk lapis permukaan adalah aspal

Bahan untuk lapis permukaan adalah aspal

  

Bahan untuk lapis permukaan adalah aspal

Bahan untuk lapis permukaan adalah aspal

panas, batu pecah, dan pasir

panas, batu pecah, dan pasir

Jenis pekerjaannya ada tiga macam yaitu cara ;

Jenis pekerjaannya ada tiga macam yaitu cara ;

-- Aspal penetrasi

Aspal penetrasi

(58)

LAPI S PEREKAT

LAPI S PEREKAT

&

&

LAPI S RESAP PENGI KAT

LAPI S RESAP PENGI KAT

 Penyemprotan aspalPenyemprotan aspal pada permukaan yang pada permukaan yang sebelumnya telah

sebelumnya telah disiapkan untuk disiapkan untuk

Pelaburan Aspal atau Pelaburan Aspal atau Lapisan Permukaan Lapisan Permukaan Campuran Aspal

Campuran Aspal 

 Lapis Resap PengikatLapis Resap Pengikat

   

 Lapis Resap PengikatLapis Resap Pengikat harus digunakan pada harus digunakan pada permukaan yang tidak permukaan yang tidak beraspal

beraspal 

 Lapis Perekat harusLapis Perekat harus digunakan pada

digunakan pada permukaan yang permukaan yang beraspal

(59)

Lapis resap pengikat hanya dipasang pada

Lapis resap pengikat hanya dipasang pada

permukaan yang kering atau sedikit lembab

permukaan yang kering atau sedikit lembab

Lapis perekat hanya dipasang pada permukaan

Lapis perekat hanya dipasang pada permukaan

yang benar

yang benar--benar kering

benar kering

Lapis resap pengikat maupun lapis perekat tidak

Lapis resap pengikat maupun lapis perekat tidak

 

LAPI S PEREKAT

LAPI S PEREKAT

&

&

LAPI S RESAP PENGI KAT

LAPI S RESAP PENGI KAT

 

 

yang benar

yang benar--benar kering

benar kering

Lapis resap pengikat maupun lapis perekat tidak

Lapis resap pengikat maupun lapis perekat tidak

boleh dilaksanakan pada waktu angin kencang,

boleh dilaksanakan pada waktu angin kencang,

akan turun hujan atau pada saat turun hujan

akan turun hujan atau pada saat turun hujan

Pekerjaan lapis resap pengikat harus

Pekerjaan lapis resap pengikat harus

dilaksanakan hanya selama musim kering,

dilaksanakan hanya selama musim kering,

kecuali mendapat persetujuam dari Direksi

kecuali mendapat persetujuam dari Direksi

Teknik

(60)

Lapis Resap Pengikat ( Prime Coat) ;

Lapis Resap Pengikat ( Prime Coat) ;

0,4 sampai 1,3 liter per meterpersegi untuk

0,4 sampai 1,3 liter per meterpersegi untuk

pengikat agregat kelas A

pengikat agregat kelas A

0,2 sampai 1,0 liter per meterpersegi untuk

0,2 sampai 1,0 liter per meterpersegi untuk

pondasi tanah semen

pondasi tanah semen

 

LAPI S PEREKAT

LAPI S PEREKAT

&

&

LAPI S RESAP PENGI KAT

LAPI S RESAP PENGI KAT

 

0,2 sampai 1,0 liter per meterpersegi untuk

0,2 sampai 1,0 liter per meterpersegi untuk

pondasi tanah semen

pondasi tanah semen

Lapis Perekat ( Tack Coat) ;

Lapis Perekat ( Tack Coat) ;

Sesuai jenis permukaan yang akan menerima

Sesuai jenis permukaan yang akan menerima

pelapisan dan bahan pengikat yang akan dipakai

pelapisan dan bahan pengikat yang akan dipakai

(0,15 liter sampai 1,0 per meterpersegi)

(61)

 Laburan bahan chip untuk menutup permukaanLaburan bahan chip untuk menutup permukaan 

 Terdiri satu lapis (burtu)Terdiri satu lapis (burtu) 

 Terdiri dua lapis (burda)Terdiri dua lapis (burda) 

 Setiap lapis diberi bahan pengikat aspalSetiap lapis diberi bahan pengikat aspal 

  

 

 

BURTU & BURDA

BURTU & BURDA

      

 Setiap lapis diberi bahan pengikat aspalSetiap lapis diberi bahan pengikat aspal 

 Berfungsi sebagai penutup permukaanBerfungsi sebagai penutup permukaan 

 Diletakkan diatas lapis pondasi agregat kelas A yangDiletakkan diatas lapis pondasi agregat kelas A yang baru dikerjakan dan sudah diberi lapis resap pengikat baru dikerjakan dan sudah diberi lapis resap pengikat 

 Meliputi pekerjaan meyiramkan/ melaburkan aspal diatasMeliputi pekerjaan meyiramkan/ melaburkan aspal diatas permukaan yang telah disiapkan

permukaan yang telah disiapkan 

(62)

 Tidak boleh dilaksanakan diatas perkerasan basah,Tidak boleh dilaksanakan diatas perkerasan basah,

selama hujan, bila hujan akan turun atau sewaktu angin selama hujan, bila hujan akan turun atau sewaktu angin kencang

kencang

 Material agregat penutup (chip) dan aspalMaterial agregat penutup (chip) dan aspal 

 Terdiri dari butiran batu pecah yang bersih (bebas dariTerdiri dari butiran batu pecah yang bersih (bebas dari

kotoran, lempung, debu atau benda lainnya), dan kuat kotoran, lempung, debu atau benda lainnya), dan kuat

BURTU & BURDA

BURTU & BURDA

kotoran, lempung, debu atau benda lainnya), dan kuat kotoran, lempung, debu atau benda lainnya), dan kuat

 Kehilangan akibat abrasi max 30%Kehilangan akibat abrasi max 30% 

 Aspal yang tertinggal max 30%Aspal yang tertinggal max 30% 

 BagianBagian--bagian lunak 30%bagian lunak 30% 

 Bentuk agregat kubus, kering dan bersihBentuk agregat kubus, kering dan bersih 

 Penghampar batuan chip secara merata dengan takaranPenghampar batuan chip secara merata dengan takaran

yang terkendali lebar min 2,4 m yang terkendali lebar min 2,4 m

(63)

PERALATAN UTAMA;

PERALATAN UTAMA;

Distributor Aspal

Distributor Aspal

(Asphalt Distributor)

(Asphalt Distributor)

Penghampar Agregat

Penghampar Agregat

Chip (Chips Spreader)

Chip (Chips Spreader)

 

   

BURTU & BURDA

BURTU & BURDA

   

 

Chip (Chips Spreader)

Chip (Chips Spreader)

Mesin Gilas Roda

Mesin Gilas Roda

Karet (Pneumatic

Karet (Pneumatic

Roller)

Roller)

Sapu Mekanis

Sapu Mekanis

(64)

LAPI SAN ASPAL PENETRASI

LAPI SAN ASPAL PENETRASI

 Diatas lapis pondasi dihampar batu pecah denganDiatas lapis pondasi dihampar batu pecah dengan

gradasi sesuai spesifikasi; tebal hamparan

gradasi sesuai spesifikasi; tebal hamparan ±± 5 cm5 cm

 Lapisan batu pecah digilas dengan statik rollerLapisan batu pecah digilas dengan statik roller 

 Diatas permukaan batu pecah disiram aspal panasDiatas permukaan batu pecah disiram aspal panas ±± 55

kg/ m

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

    

 Diatas permukaan batu pecah disiram aspal panasDiatas permukaan batu pecah disiram aspal panas ±± 55

kg/ m

kg/ m22; suhu aspal; suhu aspal ±± 160160oo CC

 Ditebar pasir 1 atau 2 cmDitebar pasir 1 atau 2 cm 

 DigilasDigilas 

 Untuk mengikat lapis pondasi dan lapis permukaan,Untuk mengikat lapis pondasi dan lapis permukaan,

diatas lapis pondasi disirami/ disemprotkan aspal panas diatas lapis pondasi disirami/ disemprotkan aspal panas antara 0,4 sampai 1,3 liter per m

antara 0,4 sampai 1,3 liter per m22 disebut aspal resapdisebut aspal resap pengikat (prime coat)

pengikat (prime coat)

 Peralatan; mesin gilas, alat pemasak aspal, alatPeralatan; mesin gilas, alat pemasak aspal, alat

(65)

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

GRADASI LAPI SAN ASPAL PENETRASI

GRADASI LAPI SAN ASPAL PENETRASI

Agregat Kasar Agregat Kasar lolos saringan lolos saringan

(mm) (mm)

Tebal Lapisan Tebal Lapisan

7

7 –– 10 cm10 cm

Tebal Lapisan Tebal Lapisan

(66)

ASPAL CAMPURAN ( ASPAL BETON)

ASPAL CAMPURAN ( ASPAL BETON)

 Batu pecah / agregat dicampur dengan aspal panasBatu pecah / agregat dicampur dengan aspal panas

dalam mesin pencampur (AMP = Asphalt Mixing Plant) dalam mesin pencampur (AMP = Asphalt Mixing Plant)

 Gradasi batu pecah dan jumlah aspal sesuai spesifikasiGradasi batu pecah dan jumlah aspal sesuai spesifikasi

(4,5

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

Campuran Beraspal Panas

Campuran Beraspal Panas

  

 Gradasi batu pecah dan jumlah aspal sesuai spesifikasiGradasi batu pecah dan jumlah aspal sesuai spesifikasi

(4,5

(4,5 –– 6 kg/ m6 kg/ m22))

 Hasil campuran dalam keadaan panas diangkut ke lokasiHasil campuran dalam keadaan panas diangkut ke lokasi

dan dihampar diatas lapis pondasi, tebal

dan dihampar diatas lapis pondasi, tebal ±± 4 cm4 cm

 Digilas dengan alat pemadat (pnuematic roller), rodaDigilas dengan alat pemadat (pnuematic roller), roda

disiram air (dalam keadaan basah) disiram air (dalam keadaan basah)

 Sebelum aspal dihampar diatas lapis pondasi, disiramSebelum aspal dihampar diatas lapis pondasi, disiram

aspal lapis resap 0,4 sampai 1,3 liter per m aspal lapis resap 0,4 sampai 1,3 liter per m22

 Panas aspal campuran saat dihampar minimal suhu 125Panas aspal campuran saat dihampar minimal suhu 125oo

(67)

Latasir (HRSS)

Latasir (HRSS)

kelas A dan B

kelas A dan B

Lataston (HRS)

Lataston (HRS)

      

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

Aspal Beton

Aspal Beton

 

Lataston (HRS)

Lataston (HRS)

Laston (AC)

Laston (AC)

AC

AC--WC

WC

AC

AC--BC

BC

(68)

 Lataston (HRS) tebal rancangan nominal 3 cmLataston (HRS) tebal rancangan nominal 3 cm 

 Laston (AC) tebal rancangan nominal 4 cmLaston (AC) tebal rancangan nominal 4 cm 

 Kerataan permukaan campuran lapisan pelindungKerataan permukaan campuran lapisan pelindung

(Latasir kelas A dan B, Lataston, Laston) diukur dengan (Latasir kelas A dan B, Lataston, Laston) diukur dengan mistar penyipat 3 m harus tidak boleh lebih dari 5 mm mistar penyipat 3 m harus tidak boleh lebih dari 5 mm

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

Aspal Beton

Aspal Beton

     

(69)

Agregat Kasar untuk Campuran Aspal

Agregat Kasar untuk Campuran Aspal

Ukuran

yang lolos

yang lolos

% berat

% berat

yang lolos

yang lolos

mm

(70)

Agregat Halus untuk Campuran Aspal

Agregat Halus untuk Campuran Aspal

Ukuran

ASTM

Latasir

Latasir

kelas A

kelas A

Latasir

Latasir

kelas B

kelas B

(71)

Peralatan Utama

Peralatan Utama

Asphalt Mixing

Asphalt Mixing

Plant

Plant

( pencampuran)

( pencampuran)

Batching

Batching

  

Batching

Batching

( penakaran)

( penakaran)

Continous

Continous

( pencampuran

( pencampuran

menerus)

(72)

Peralatan Utama

Peralatan Utama

untuk Aspal Beton

untuk Aspal Beton

Mesin pemecah batu ( StoneMesin pemecah batu ( Stone

             

Mesin pemecah batu ( StoneMesin pemecah batu ( Stone Crusher)

Crusher)

AMP ( Asphalt Mixing Plant)AMP ( Asphalt Mixing Plant)

Asphalt DistributorAsphalt Distributor

Asphalt FinisherAsphalt Finisher

CompactorCompactor

Dump TruckDump Truck

Truk TangkiTruk Tangki

(73)

LABURAN ASPAL

LABURAN ASPAL

 Lapis tipis dari batu pecah atau pasir tebal 1 sampai 3Lapis tipis dari batu pecah atau pasir tebal 1 sampai 3

cm cm

 Dicampur diatas permukaan aspal yang sudah ada atauDicampur diatas permukaan aspal yang sudah ada atau

lapis pondasi baru lapis pondasi baru

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

PEKERJAAN PERKERASAN LENTUR

( FLEXI BLE PAVEMENT)

( FLEXI BLE PAVEMENT)

 

 

lapis pondasi baru lapis pondasi baru

 Sebelum dihampar disiram aspalSebelum dihampar disiram aspal ±± 1 L/ m1 L/ m22 sebagai lapissebagai lapis

perekat (tack coat) pada jalan lama atau lapis resap perekat (tack coat) pada jalan lama atau lapis resap pengikat (prime coat) pada pondasi baru

pengikat (prime coat) pada pondasi baru

 Disiram aspal panasDisiram aspal panas ±± 3 kg/ m3 kg/ m22 dan digilasdan digilas 

 Untuk laburan diatas permukaan jalan lama aspal panasUntuk laburan diatas permukaan jalan lama aspal panas

±

± 1 kg/ m1 kg/ m22 ; disiram / ditebar pasir; disiram / ditebar pasir ±± 1 a 2 cm;1 a 2 cm;

(74)

BAHU JALAN

BAHU JALAN

Bagian perkerasan

Bagian perkerasan

jalan yang terletak

jalan yang terletak

dikedua sisi luar

dikedua sisi luar

jalur lalulintas

jalur lalulintas

Penahan perkerasan

Penahan perkerasan

jalan pada jalur

jalan pada jalur

   

 

jalan pada jalur

jalan pada jalur

lalulintas terhadap

lalulintas terhadap

gerakan mendatar

gerakan mendatar

Kokoh dan tidak

Kokoh dan tidak

(75)

Bahu jalan tanpa

Bahu jalan tanpa

penutup, permukaan

penutup, permukaan

padat akhir tidak boleh

padat akhir tidak boleh

bervariasi 1,5 cm

bervariasi 1,5 cm

dibaw ah/ diatas

dibaw ah/ diatas

ketinggian rencana

ketinggian rencana

Permukaan akhir tidak

Permukaan akhir tidak

 

BAHU JALAN

BAHU JALAN

 

Permukaan akhir tidak

Permukaan akhir tidak

boleh terlalu tinggi

boleh terlalu tinggi

/ rendah dari 1,0 cm

/ rendah dari 1,0 cm

terhadap tepi jalur

terhadap tepi jalur

lalulintas yang

lalulintas yang

berbatasan

berbatasan

Kemiringan melintang

Kemiringan melintang

tidak boleh bervariasi

tidak boleh bervariasi

lebih dari 1,0% dari nilai

lebih dari 1,0% dari nilai

rentangan

(76)

BAHU JALAN

BAHU JALAN

Bahu jalan tanpa

Bahu jalan tanpa

penutup; agregat

penutup; agregat

kelas B atau kelas C

kelas B atau kelas C

Persyaratan agregat

Persyaratan agregat

kelas B seperti lapis

kelas B seperti lapis

kelas B seperti lapis

kelas B seperti lapis

pondasi agregat

pondasi agregat

Agregat kelas C;

Agregat kelas C;

kerikil pecah, padas

kerikil pecah, padas

pecah, kerikil alam

pecah, kerikil alam

bulat memenuhi

bulat memenuhi

persyaratan gradasi

persyaratan gradasi

(77)

Penghamparan sampai dengan ketinggian lapis

Penghamparan sampai dengan ketinggian lapis

pondasi baw ah bersamaan dengan material lapis

pondasi baw ah bersamaan dengan material lapis

pondasi baw ah

pondasi baw ah

Sisanya ( penyelesaian) dilaksanakan setelah

Sisanya ( penyelesaian) dilaksanakan setelah

pekerjaan lapis permukaan pada jalur lalulintas

pekerjaan lapis permukaan pada jalur lalulintas

selesai dikerjakan

selesai dikerjakan

 

BAHU JALAN

BAHU JALAN

 

 

selesai dikerjakan

selesai dikerjakan

Perhatian khusus perlu diberikan pada

Perhatian khusus perlu diberikan pada

keselamatan pengguna jalan

keselamatan pengguna jalan

, dengan

, dengan

memberikan tanda

memberikan tanda-- tanda yang cukup apabila

tanda yang cukup apabila

masih terdapat selisih tinggi antara permukaan

masih terdapat selisih tinggi antara permukaan

jalur lalulintas dan bahu jalan yang sedang dalam

jalur lalulintas dan bahu jalan yang sedang dalam

penyelesaian

(78)

PERALATAN

PERALATAN

UTAMA

UTAMA

Dump Truck

Dump Truck

Motor

Motor

Grader

Grader

Compactor

Compactor

BAHU JALAN

BAHU JALAN

Compactor

Compactor

Watertank

Watertank

Truck

Truck

Gambar

Gambar –– gambargambar
gambargambar

Referensi

Dokumen terkait

Abutment dirancang untuk dapat menahan beban struktur atas jembatan dan beban akibat tekanan tanah. Selain untuk menumpu jembatan, abutment juga berfungsi sebagai dinding

menunjukkan bahwa tanah dasar tidak mampu menahan beban berat timbunan sendiri yang berupa material tanah karena pada model terlihat bahwa oprit jembatan mengalami deformasi

Perencanaan tebal perkerasan beton bersambung tanpa tulangan untuk jalan raya didasarkan pada: (1) Kekuatan tanah dasar yang dinyatakan dalam modulus reaksi tanah dasar (k); (2)

menunjukkan bahwa tanah dasar tidak mampu menahan beban berat timbunan sendiri yang berupa material tanah karena pada model terlihat bahwa oprit jembatan mengalami deformasi

Pembuatan Media Pembelajaran Konstruksi Perkerasan Jalan Lentur Berbasis Adobe Flash Untuk Mata Pelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan Kelas XI di Kompetensi Keahlian. Teknik

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagian proses pekerjaan pelebaran jalan, pekerjaan Tebal perkerasan jalan, pekerjaan pergantian tanah dasar, pekerjaan pembuatan

Kerusakan infrastruktur jalan disebabkan oleh penggunaan jalan tersebut untuk lalulintas kendaraan, cuaca yang mempengaruhi kinerja perkerasan atau faktor kinerja

Data ini diperlukan untuk menentukan besarannilai daya dukung tanah dalam menahan/mendukung beban yang bekerja diatasnya, yaitu beban yang bekerja diatas perkerasan jalan, atau untuk