• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektivitas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 Tentang Perjanjian Bagi Hasil Tanah Pertanian di Desa Ujung Teran Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efektivitas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 Tentang Perjanjian Bagi Hasil Tanah Pertanian di Desa Ujung Teran Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat Chapter III V"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3. Jumlah Penduduk berdasarkan Penggolongan Umur dan JenisKelamin di Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat.
Tabel 4. Klasifikasi Luas Wilayah Kecamatan Salapian Kabupaten LangkatMenurut Desa / Kelurahan dan jenis Penggunaan Tanah Tahun 2016 ( Ha ).
Tabel 5. Sumber Penghasilan Utama dan Jumlah Petani di KecamatanSalapian Kabupaten Langkat pada Tahun 2016.
Tabel 6. Jumlah Produksi tanaman padi, Palawija49 dan Sayuran di DesaUjung Teran Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat Tahun 2016.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini mengingat bahwasannya dalam pelaksanaan perjanjian bagi hasil menurut undang-undang bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan, terdapat kendala-kendala

Perjanjian bagi-hasil ialah perjanjian dengan nama apapun juga yang diadakan antara pemilik pada satu pihak dan seseorang atau badan hukum pada lain fihak yang dalam dan

Berdasarkan hasil penelitian yang diketahui bahwa pelaksanaan bagi hasil di Desa Sedah belum sepuhnya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 tentang Perjanjian

Lebih lanjut dijelaskan oleh penjelasan pasal 4 UU No. 2 Tahun 1960, dengan adanya ketentuan jangka waktu perjanjian tersebut maka terjaminlah bagi penggarap akan memperoleh

Faktor Penghambat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 tentang Perjanjian Bagi Hasil Tanah Pertanian di Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara adalah masyarakat

Berdasarkan hasil penelitian saya, dalam kenyataannya masyarakat Desa Bau melakukan atau mengerjakan tanah milik orang lain melalui perjanjian bagi hasil, tidak

17 Demikian dapat dikaitkan dengan faktor-faktor penyebab masih digunakan hukum adat dalam pelaksanaan perjanjian bagi hasil tanah pertanian (tanah kering) di

Undang-undang Nomor 2 Tahun 1960 Tentang Bagi Tanah Pertanian ini mengatur perjanjian pengusahaan tanah dengan bagi hasil, agar pembagian hasil tanahnya antara pemilik dan