• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Arus Kas dan Profitabilitas PT.Telkom, TBK yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Arus Kas dan Profitabilitas PT.Telkom, TBK yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL PERUSAHAAN

A. Sejarah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk

PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) merupakan perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunkasi (infoComm) dan penyedia jasa dan elekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang tersebar di Indonesia . TELKOM (yang selanjutnya disebut juga perseroan atau perusahaan) menyediakan jasa telepon tidak bergerak kabel (fixed wireline) , jasa telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless) , jasa telepon bergerak (Cellular) , data dan internet dan network dan interkoneksi baik langsung maupun melalui perusahan asosiasi.

Pada tahun 1961 , jasa pos dan telekomunikasi tersebut setatusnya berubah menjadi perusahaan pemerintah pertama dengan tujuan menjaga jasa pos dan telekomunikasi di wilayah Sumatera, dimana mulai terbentuk pada tahun 1970 secar nasional . berdasarkan Peraturan Pemerintah tahun No. 29 dan No. 30 tahun 1965 , pemerintah memisahkan jasa pos dengan telekomunikasi pada tahun 1965 ke dalam 2 (dua) perusahaan milik Negara , yaitu Perusahaan Pos dan Giro , dan Perusahaan Negara Telekomunikasi .

(2)

ditetapkan pada tanggal 28 April 1970 dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah No. 36 tahun1974. Status Perusahaan Negara Telekomunikasi diubah menjadi (Perumtel) yang disempurnakan lagi dengan Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 1984.

Pada akhirnya tahun 1980 , pemerintah mengambil kebijkan dengan membeli seluruh saham PT. Indosat, sebuah prusahaan swasta yang didirikan dalam rnagka penanaman modal asing yang kemudian diubah statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbentuk Persero . Penyertaan modal Negara Republik Indonesia dalam PT. Indosat tersebut dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No.52 tahun1980 .Selanjutnya untuk meningkatkan pelayanan jasa Telekomunikasi untuk umum , maka dengan Peraturan Pemerintah No. 53 tahun 1980 diadakan perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 1974 yakni menetapkan Perumtel sebagai badan usaha yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan telekomunikasi dalam negeri dan PT. Indosat sebagai badan usaha yang diberi wewenang menyelenggarakan telekomunikasi luar negeri .

Pada tanggal 24 September 1991, pemerintah mengubah Perumtel yang semula merupakan perusahaan umum menjadi perusahaan Negara yaitu Perusahaan Perseorangan (Persero) PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk yang disingkat dengan Telkom . Perubahan ini berdasarkan peraturan pemerintah No. 25 tahun 1991 .

(3)

Telkom juga diperdagangkan di Tokyo Stock Exchange tanpa pencatatan Public Offering tiyhot lisiting (POWL) .

Pada tahun 2001 PT. Telekomunikasi Indonesia membeli 35% PT. Telkom dari PT. Indosat sebagai bagaian dari implementasi retrukturisasi industry jasa telekomunikasi di Indonesia , yang di tandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara PT. Telkom dengan PT. Indosat . Dengan Transaksi ini Telkom menguasai 72,72% saham PT. Telkomsel. Telkom membeli90.32 saham PT> Dayamitra dan mengkonsolidasikan laporan keuangan PT. Dayamitra ke dalam laporan keuangan Telkom .

Pada tahun 2002 Telkom membeli seluruh saham PT. Pramindo melalui 3 tahap, yaitu 30% saham pada saat ditandatanganinya perjanjian jual beli pada tanggal 15 Agustus 2002, 15% pada tanggal 30 September 2004 dan sisanya 55% saham pada tanggal 31 Desember 2004. Telkom menjual 12,72% saham PT. Telkomsel kepada PT.Singapore Telecom, dan dengan demikan Telkom memiliki 60% saham PT. Telkomsel, sejak Agustus 2002 terjadi duapoli penyelenggaraan telekomunikasi local.

(4)

keuangan, serta potensi pertumbuhan dimasa mendatang, saat ini TELKOM menjadi Korporasi terbaik Indonesia.

Sepanjang tahun 2008, berbagai penghargaan dan sertifikat telah diterima oleh TELKOM, baik dari dalam maupun dari luar negeri antara lain, sertifikasi ISO 9001:2000 dan ISO 9004:2000 untuk Divisi Enterprise Service dari TUV Rheinland Internasional Indonesia; Penghargaan Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dan kecelakaan nihil 2008 dari Wakil Presiden RI; The Best Corporate Image Category dalam ajangI Most Admired CompaniesAwards ke 8 dari Frontier Consulting Group; Juara umum 2007 Annual Report Award dari mentri keuangan RI; dan penghargaan CEO dan perusahaan Idaman dari majalah Warta Ekonomi .

B. LANDASAN HUKUM

Kerangka kerja untuk telekomunikasi terdiri dari undang-undang tertentu, Peraturan pemerintah, Peraturan Menteri dan Keputusan Menteri yang dikeluarkan dan diberlakukan dari waktu ke waktu. Kebijakan telekomunikasi pertama kali diformulasikan dan diartikulasikan dalam “Cetak Biru Kebijakan Pemerintah Indonesia tentang Telekomunikasi” yang termasuk dalam Keputusan

Perhubungan KM.72/1999 tanggal 17 September 1999.

(5)

C. VISI dan MISI PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk

1. VISI

Menjadi Perusahaan yang unggul dalam menyelenggaraan TIME di kawasanregional.

2. MISI

a) Menyediakan layanan TIME yang berkualitas tinggi dengan harga yangkompetitif.

b) Menjadi model pengolahan korporasi terbaik Indonesia.

D. INISIATIF STRATEGI & TUJUAN

1. Inisiatif Strategi

1) Mengoptimalkan layanan POTS dan memperkuat infrastruktur broadband. 2) Mengkonsolidasikan dan mengembangkan bisnis sambungan telepon nirkabel

tidak bergerak Fixed Wireless Access serta mengelola portofolio nirkabel. 3) Mengintergrasikan Solusi Ekosistem Telkom Group.

4) Berinvestasi di layanan Teknologi Informasi (TI). 5) Berinvestasi di bisnis media dan edutainment.

6) Berinvestasi pada peluang bisnis wholesale dan internasional strategis.

7) Berinvestasi pada peluang domestik yang strategis dengan mengoptimalkan penggunaan aset yang dimiliki.

(6)

9) Menyelaraskan struktur bisnis dengan pengolahan portofolio. 10) Melakukan trenformasi kebudayaan.

2. Tujuan

(7)

A. STRUKTUR ORGANISASI

(8)

B. URAIAN PEKERJAAN

Nama Direktorat Fungsi dan Wewenang

Direktorat Keuangan

Fokus pada pengolahan keuanan Perusahaan serta

mengendalikan operasi keuangan secara terpusat melalui

unti Finance, Billingb & Collectin Center.

Direktorat Capital Affair

& Human General

Fokus pada Manajemen SDM Perusahaan serta

penyelenggaraan operasional SDM secara terpusat

melalui unit Human Resources Center,serta pengendalian

operasi unit;Learning Center, HR Assessment Center,

Management Consulting Center dan Comunity

Development Center.

Direktorat Network &

Solution

Fokus pada pengolahan Infrastructure planning &

Development, Network Operation Policy, dan

pengendalian operasional infrastuktur melalui Divisi

Infastuktur Telekomunikasi.

Direktorat Konsumer

Fokus dalam pengelolahan bisnis segmen konsumer serta

pengendalian operasi Divisi Consumer Service Barat dan

Timur.

Direktorat Enterprise

Wholesale

Fokus pada pengelolaan bisnis segmen Enterprise &

wholesale serta pengelolaan Divisi Enteprice Service,

Divisi Business Service dan Divisi Carrier &

Interconnection service.

Direktorat Compliance &

Risk Management

Fokus pada pengelolaan fungsi Risk Management, legal

dan compliance, Business Effectiveeness control, serta

(9)

Direktorat IT, Solutionn

& Strategic Portofolio (IT,

SSP)

Fokus pada pengelolaan IT Strategy & Tariff, dan

pengelolaan fungsi Strategic Investment & Corporate

Planning, serta pengendalian operasi unit-unit; Divisi

multimedia,Information system Center serta R&D

Center.

Referensi

Dokumen terkait

Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan jasa konstruksi milik Negara dan perusahaan telekomunikasi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia periode 2009-2014

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan rasio profitabilitas pada perusahaan farmasi milik swasta (BUMS) dan perusahaan farmasi milik pemerintah (BUMN)

Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang jasa telekomunikasi.. PT TELKOM menyediakan sarana

Pada tahun 1961 status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel), PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos

Pada tahun 1974 PN Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang menyelenggarkan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional

Variabel yang diteliti adalah laporan arus kas (X) dan kinerja keuangan (Y) pada PT Kalbe Farma, Tbk dari tahun 2013 sampai dengan 2017 dengan menggunakan alat ukur rasio

Nilai Debt to Asset Ratio (DAR) minimum adalah sebesar 48,62% pada tahun 2006, artinya perusahaan memiliki hutang sebesar 48,62% dibandingkan dengan total aset yang

Independent variable (X) yang digunakan dalam penelitian ini adalah persediaan yang merupakan aktiva lancar perusahaan yang dapat diperjual belikan dalam kegiatan