MAKNA SIMBOL DALAM LIRIK LAGU CAMELLIA I, II, III,
DAN IV KARYA EBIET G. ADE: TINJAUAN SEMIOTIKA
SKRIPSI
DISUSUN OLEH:
JUMPA RIAMA TAMPUBOLON
110701024
DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
Makna Simbol dalamLirik Lagu Camellia I, II, III, dan IV
Karya Ebiet G. Ade: Tinjauan Semiotika
Oleh:
Jumpa Riama Tampubolon
NIM 110701024
Skripsi ini diajukan untuk melengkapi persyaratan mengikuti ujian skripsi dan
telah disetujui oleh:
Pembimbing I, Pembimbing II,
Drs. IsmaTantawi, M.A. Dra. Keristiana,M.Hum.
NIP 196002071986011001 NIP 196106101986012001
Departemen Sastra Indonesia
Ketua,
Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M.Si.
i
Makna Simbol dalam Lirik Lagu Camellia I, II, III, dan IV
Karya Ebiet G. Ade: Tinjauan Semiotika
PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak merupakan karya orang
yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan
tinggi. Sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang
pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang tertulis sebagai acuan
dalam naskah ini dan dituliskan dalam daftar pustaka. Apabila pernyataan yang
saya buat ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi berupa pembatalan gelar
kesarjanaan yang saya peroleh. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sadar
dan bukan karena ada tekanan maupun paksaan. Atas perhatiannya saya ucapkan
terima kasih.
Medan, September 2015
ii
Makna Simbol dalam Lirik Lagu Camellia I, II, III, dan IV
Karya Ebiet G. Ade: Tinjauan Semiotika
Oleh:
Lagu Camellia merupakan salah satu lagu yang hits sekaligus sebagai judul album pertama Ebiet G. Ade yang dirilis pada tahun 1979. Lagu Camellia yang bertemakan cinta ini adalah lagu yang fenomenal dan monumental. Lagu cinta ini juga menjadi akrab di telinga masyarakat karena seringnya diperdengarkan melalui media elektronik. Hanya dalam waktu yang singkat, lagu ini langsung meledak di pasaran. Camellia memiliki syair yang sangat indah dengan diksi yang mudah diterima di telinga namun mengandung makna yang dalam. Sampai hampir tiga puluh tahun perilisan, lagu Camellia masih terdengar di media. Hal ini membuktikan bahwa lagu Camellia mempunyai sesuatu yang spesial. Alasan-alasan inilah lagu Camellia dipilih sebagai objek kajian dalam penelitian ini. Secara khusus akan membahas makna simbol yang terdapat dalam lirik-lirik lagu karya Ebiet G. Ade yang berjudul Camellia I, II, III, dan IV. Dalam pembahasan maupun hasil penelitiannya akan menggunakan teori Semiotika. Camellia merupakan lagu yang sangat dikenal oleh masyarakat luas pada era 70an. Ini menjadi sangat dikenal karena salah satu dari judul keempat lagu tersebut pernah dijadikan soundtrack sebuah sinetron. Teori yang digunakan dalam pembahasannya adalah semiotika khususnya adalah teori yang dipakai Roland Barthes. Roland Barthes merupakan penerus pemikiran Ferdinand de Saussure. Aspek yang dikaji berupa identifikasi simbol dan makna simbol dalam lirik lagu. Roland Barthes mengembangkan teorinya menjadi 2 tingkatan, yaitu Denotasi sebagai tingkat pertama dalam tanda, konotasi sebagai tingkat kedua dalam tanda yang diiringi dengan adanya mitos (menandai suatu masyarakat). Secara struktural pengarang menciptakan lirik-lirik lagunya dengan makna mendalam yaitu menjadi perjalanan tentang seorang pemuda yang mencintai seorang gadis cantik dan sempurna baginya, yang kemudian dinamakannya ”Camellia”dalam setiap lirik lagunya.
Kata Kunci : Makna, Simbol, Lirik lagu, Semiotika.
iii PRAKATA
Pertama-tama, penulis mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas berkat dan kasih-Nya kepada penulis sehingga pelaksanaan dan
penulisan skripsi ini dari awal sampai akhir dapat terselesaikan dengan baik.
Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memeroleh gelar sarjana
di Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera
Utara. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan banyak mendapat bantuan
moril maupun materil dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis ucapkan terima
kasih yang setulusnya kepada:
1. Dr. Syahron Lubis, M.A. selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. M.
Husnan Lubis, M.A. selaku Wakil Dekan I, Drs. Syamsul Tarigan selaku
Wakil Dekan II, dan Drs. Yuddi Adrian Mulia, M.A. selaku Wakil Dekan
III yang telah memimpin dan membina Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Sumatera Utara.
2. Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M.Si., selaku ketua Departemen Sastra
Indonesia, dan Drs. Haris Sutan Lubis, M.S.P. selaku sekretaris
Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera
Utara yang telah memberikan banyak dukungan dan masukan kepada
penulis.
3. Drs. Isma Tantawi, M.A., selaku pembimbing I dan Dra. Keristiana, M.
Hum selaku pembimbing II. Terima kasih atas kesabaran bapak dan ibu
yang selalu meluangkan waktu untuk membimbing penulis serta
iv
Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan, umur panjang, dan
bertambah rezeki. Segala saran dan nasihat akan penulis simpan dalam
ingatan penulis.
4. Bapak dan ibu staf pengajar Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Sumatera Utara, yang telah membekali penulis dengan
ilmu pengetahuan, baik dibidang sastra, linguistik, maupun bidang umum
lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu serta kepada bapak
J. Selamet yang selalu tulus membantu dalam hal administrasi di
Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas
Sumatera Utara.
5. Kedua Orangtua penulis, Ayahanda R. Tampubolon dan Ibunda H.
Nainggolan juga Adinda Monica Desyderia Tampubolon yang selalu
mendoakan dan memberikan semangat, menghibur dan memberikan cinta
kasih sayang yang begitu hebat baik secara moral dan materil teramat
berharga sampai terselesaikannya skripsi ini dengan baik. Berkat
melimpah dan Tuhan memberkati.
6. Seluruh keluarga terdekat dari pihak Tampubolon dan Nainggolan (Kedua
Opung saya yang masih sehat, Tante, Udak, Tulang, Nantulang, Bou,
Amang boru, Diana, Lasta, Ribka, Andika, Tulus, Septa, Sarah dan sepupu
saya yang lainnya yang tidak saya sebutkan) yang selalu memertanyakan
dan menanti kapan berakhir sekolah penulis.
7. Kepada seorang yang sangat dekat B. Simatupang dan sahabat penulis
v
penyelesaian skripsi, memberikan senyum, semangat, doa, dan motivasi
yang luar biasa. Serta kepada teman-teman penulis yang setia dan terkasih:
Herti Veronika Simanjorang, Natalia Ekalisty Simangunsong juga kepada
teman-teman: Elina Sihombing, Melisa Sari Nainggolan, Dian R. Sianturi,
Roiyani Marbun, Bonita Melviana Sibuea, Devi Lusiana Siahaan, Yosafat
Petra Barus, Mei Dita Simanjuntak, teman-teman stambuk 2011 salam
semangat dan Tuhan memberkati kita untuk tahap selanjutnya. Amin.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karena itu
izinkan penulis mengutip pepatah lama ”Tak ada gading yang tak retak” tak ada
manusia yang luput dari kekhilafan. Dengan demikian penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Akhir kata
penulis mengucapkan terima kasih semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi
semua yang membutuhkan.
Medan, September 2015 Penulis,
vi
BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA . 9 2.1Konsep ... 9
3.1 Metode dan Teknik Pengumpulan Data ... 21
vii
BAB IV MAKNA SIMBOL DALAM LIRIK LAGU CAMELLIA I, II, III,
DAN IV KARYA EBIET G. ADE ... 24
4.1 Simbol dan Makna Simbol dalam Lirik Lagu Camellia I ... 24
4.1.1 Lirik lagu Camellia I ... 24
4.1.2 Simbol dan Makna Simbol ... 24
4.1.3 Makna Berdasarkan Teks ... 30
4.2 Simbol dan Makna Simbol dalam Lirik Lagu Camellia II ... 32
4.2.1 Lirik Lagu Camellia II ... . 32
4.2.2 Simbol dan Makna Simbol ... 32
4.2.3 Makna Berdasarkan Teks ... 35
4.3 Simbol dan Makna Simbol dalam Lirik Lagu Camellia III ... 36
4.3.1 Lirik Lagu Camellia III ... 36
4.3.2 Simbol dan Makna Simbol ... 36
4.3.3 Makna Berdasarkan Teks ... 43
4.4 Simbol dan Makna Simbol dalam Lirik Lagu Camellia IV ... 46
4.4.1 Lirik Lagu Camellia IV ... 46
4.4.2 Simbol dan Makna Simbol ... 46
4. 4.3 Makna Berdasarkan Teks ... 54
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 56
5.1 Simpulan ... 56
5.2 Saran ... 58
DAFTAR PUSTAKA ... 59
LAMPIRAN ... viii