• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH TANGUNG JAWAB SOSIAL E

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENGARUH TANGUNG JAWAB SOSIAL E"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ii

JURNAL ILMIAH “JIP”

POLITEKNIK DHARMA PATRIA KEBUMEN

Jurnal ilmiah Politeknik Dharma Patriaa ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli , yang berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian, kajian analisis, aplikasi teori dan pembahasan tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan Bisnis-akuntansi, Elektronika dan Otomotif. Penerbitan jurnal ilmiah ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas , kualitas dan penyebarluasan kajian sekaligus sebagai wahana komunikasi ilmiah diantara cendikiawan, mahasiswa dan pemerhati kajian tersebut diatas.

Penasehat : DR. H. K. Prihartono AH, Drs., S.Sos., MM. Penanggungjawab : Sri Wahyuningsih, SE, M.Si

Reviewer : Khakim Fisabil, S.T

Bambang Wijayanto, ST Suratno, SE, M.M Editorial : Uswatun Khasanah, S.Pd Administrasi Naskah : Wenny Marlini, SE

Alamat Redaksi:

Politeknik Dharma Patria Kebumen

Jl. Letjend. Suprapto No.73 Kebumen 54316 Telp (0287) 381116 , 383800, Fax : (0287) 383149 E-mail :[email protected]

(3)

iii

JURNAL ILMIAH

BISNIS-AKUNTANSI - ELEKTRONIKA - OTOMOTIF

Vol.1 No.1 April 2014

ISSN 2355-2653

PENGANTAR REDAKSI

Para Pembaca Yang Terhormat,

Puji Syukur ke hadirat Ilhahi Robbi, Politeknik Dharma Patria Kebumen telah dapat menerbitkan Jurnal Ilmiah volume yang pertama dengan ISSN 2355-0383 dan Barkode 9772355 038007 dengan Nama Jurnal “JIP” Bisnis-Akuntansi, Elektronika dan Otomotif ke hadapan para pembaca yang terhormat. Jurnal Ilmiah ini memuat karya ilmiah yang dihasilkan oleh para dosen di Politeknik Dharma Patria Kebumen sesuai keahliannya.

Jurnal Volume 1 , Nomor 1 Tahun 2014 ini, mempublikasikan karya ilmiah yang membahas tentang Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito, PDB Perkapita dan Kurs Rupiah Terhadap Perkembangan Jumlah Deposito Berjangka Di Indonesia, Hubungan Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Return Saham, Analisis Pengaruh Tangung Jawab Sosial, Etika Bisnis , Dan Tata Kelola Perusahaan Terhadap Reputasi Dalam Peningkatan Kinerja Perusahaan, , Pengaruh Arus Pengelasan Terhadap Struktur Mikro, Kekerasan dan Keretakan Dalam Proses Hardfacing Baja Karbon Menengah Dengan Proses SMAW. Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (Tps) Dengan Pendekatan Quantum Learning Pada Pokok Bahasan Statistika Ditinjau Dari Minat Belajar Siswa Kelas XII SMK Kelompok Teknologi Se-Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2012/2013.

Semoga hasil penelitian yang terpublikasi dalam jurnal ini bisa di manfaatkan sebagai media komunikasi dan informasi serta sumbangan pemikiran bagi perkembangan keilmuan dan bagi para pihak yang memerlukan. Aamiin.

Kebumen, April 2014 .

(4)

30

DAFTAR ISI

Wenny Marlini

Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga Deposito, PDB Perkapita dan Kurs Rupiah

Terhadap Perkembangan Jumlah Deposito Berjangka Di Indonesia.

1-25

Sri Wahyuningsih

Analisis Pengaruh Tangung Jawab Sosial, Etika Bisnis , Dan Tata Kelola Perusahaan

Terhadap Reputasi Dalam Peningkatan Kinerja Perusahaan.

26-51

Wakhid Yuliyanto

Hubungan Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan

Return

Saham.

52-68

Bambang Wijayanto

Pengaruh Arus Pengelasan Terhadap Struktur Mikro, Kekerasan dan Keretakan

Dalam Proses Hardfacing Baja Karbon Menengah Dengan Proses SMAW.

69-102

Dani Rizana dkk,

Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

Think Pair Share

(Tps) Dengan

Pendekatan

Quantum Learning

Pada Pokok Bahasan Statistika Ditinjau Dari Minat

Belajar Siswa Kelas XII SMK Kelompok Teknologi Se-Kabupaten Kebumen Tahun

Pelajaran 2012/2013.

(5)

31

ANALISIS PENGARUH TANGUNG JAWAB SOSIAL, ETIKA BISNIS , DAN

TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP REPUTASI DALAM

PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN

(Studi Pada Pelanggan Korporasi PT. Telkom Indonesia Tbk, Cabang Kebumen)

SRI WAHYUNINGSIH

Abstract

Research was conducted on Corporate Customers Page. Telkom Indonesia Tbk, Branch Kebumen, entitled: "Analysis of Effect of Social Responsibility, Business Ethics, Corporate Governance And Reputation In On The Performance Improvement Company". (Studies in Corporate Customer PT. Telkom Indonesia Tbk, Branch Kebumen)

The purpose of this study is to investigate the influence of social responsibility, etiuka relatives, on the reputation of corporate governance and its impact on the performance of the company PT. Telkom Indonesia Branch Kebumen. The analytical tool used Structural Equation Modeling (SEM).

From the results of research and data analysis concluded that:

Social responsibility, the effect on reputation. It means that more social responsibility the better reputation PT. Telkom Indonesia Branch Kebumen. Business Ethics, effect on reputation. It means better business ethics higher the reputation of PT. Telkom Indonesia Branch Kebumen. Good corporate governance, influence reputation. This means that the higher the corporate governance the better reputation PT. Telkom Indonesia Branch Kebumen. Reputation effect on company performance. This means that the better the reputation the better the performance of the company PT. Telkom Indonesia Branch Kebumen.

The results of this study indicate that in PT. Telkom Indonesia Branch Kebumen, corporate reputation has a dominant influence on firm performance. On the other side of corporate governance has a dominant effect on the reputation, thereby PT. Telkom Branch Kebumen need to further improve corporate governance better way pratek application of wisdom and good governance with the national standards have been set so that the reputation of the firm increases and the impact will improve company performance.

(6)

32

Key word: Social Responsibility, Business Ethics, Corporate Governance, Reputation and Corporate Performance.

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Tolok ukur kesusksesan suatu perusahaan bisa dilihat dari kinerja perusahaan yang dihasilkan. Semakin tinggi hasil kinerja perusahaan tersebut akan semakin sukses pula perusahaan tersebut. Adapun indikator perusahaan tersebut dapat dikatakan sukses dilihat dari kemampuan perusahaan tersebut untuk mendapatkan laba, kemampuannya untuk terus tumbuh dan berkembang (growth), kemampuannya untuk mendapatkan proyek yang berkelanjutan (sustainable) serta yang tidak kalah penting adalah kemampuan perusahaan tersebut untuk bersaing (competitive) dengan perusahaan lain baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Wang et al. (2006) mengatakan salah satu variabel penting yang menjembatani hubungan antara kinerja adalah reputasi perusahaan yang baik.

Reputasi perusahaan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan untuk membeli produk atau menggunakan jasa dari perusahaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh KRC Research (PR Newswire, 2006), para eksekutif perusahaan percaya bahwa perusahaan yang memiliki track records tanggung jawab sosial yang bagus lebih cepat memulihkan reputasi mereka setelah dilanda krisis daripada mereka yang track records-nya kurang bagus.

(7)

33

Dari pada berusaha membangun kembali reputasi yang hilang, dengan CSR (Corporate Sosial Responsibility) perusahaan dapat membentuk reputasi yang baik di awal. Hal tersebut termasuk membangun reputasi perusahaan dengan memastikan kualitas dari produk, keuangan yang sehat, praktek manajemen yang handal melalui komunikasi yang jujur dan sering dengan karyawan, menyediakan sarana pelatihan dan pengembangan yang memadai. Jika terdapat skandal yang terdapat dalam perusahaan, dimana perusahaan harus lebih memperhatikan tidak hanya sekadar membicarakannya saja (World Economic Forum, 2005). Selain tentang kualitas produk dan harganya, terlebih di industri jasa, reputasi dapat tercipta dengan hubungan antara perusahaan dengan lingkungan sekitar sebagai bentuk rasa tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) terhadap keputusan yang dibuat oleh perusahaan. Perusahaan bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan dan harus berusaha untuk mengelola dan memantau dampak yang sesuai.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan telah menyatakan diri bertanggung jawab secara sosial, memilih ke dalam skema CSR. Dalam CSR mencakup berbagai prinsip atau ide, mulai dari tata kelola perusahaan, etika bisnis, dan pembangunan berkelanjutan melalui hak-hak manusia dan masalah lingkungan. Corporate Social Responsibility (CSR) mendefinisikan bagaimana perusahaan melakukan bisnis dengan cara sosial bisa diterima dan akuntabilitas pada semua pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk di dalam lingkungan. Jadi, CSR adalah ukuran total dari dampak kegiatan bisnis di kehidupan individu didalam maupun luar perusahaan (European Commission 2001). Dalam perusahaan, termasuk sumber daya manusia, kesehatan dan keselamatan, adaptasi terhadap perubahan, pengelolaan dampak lingkungan dan sumber daya alam. Masalah yang berkaitan dengan hubungan perusahaan dengan dunia luar termasuk masyarakat lokal, mitra usaha, pemasok dan konsumen, hak asasi manusia, dan masalah lingkungan hidup global (Europea n Commission 2001).

(8)

34

kasus yang menyebabkan ambruknya reputasi perusahaan atau individu akibat tindakan yang tidak etis.

Etika Bisnis menilai implikasi moral dari tindakan mereka, dari pengembangan produk untuk produksi hingga distribusi, untuk tetap kompetitif. Banyak masalah jatuh di bawah rubrik etika bisnis: hak asasi manusia, perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan pekerja, standar buruh, pemasaran, akuntabilitas, dan pelaporan. Etika Bisnis berkaitan dengan kepatuhan terhadap peraturan internal dan mandat pemerintah. Sebuah bisnis yang etis juga akan melihat lebih jauh praktek etis sendiri pada praktik mitra bisnis dan pemasok. Etika digunakan sebagai panduan dalam kepatuhan hukum atau agama dan dalam mencapai maksimalisasi keuntungan. Penerapan prinsip etik dalam bisnis penting, hal lain yang tak kalah penting adalah penerapan pedoman tata kelola perusahaan yang mengarahkan, mengendalikan kegiatan organisasi termasuk perusahaan.

Dalam dunia usaha, Good Corporate Governance (tata kelola perusahaan yang sehat) merupakan tuntutan global. Dengan melaksanakan tata kelola perusahaan yang sehat maka akan tercipta manajemen perusahaan yang sehat dan mampu menunjukkan kinerja yang baik.

2. Perumusan Masalah

Studi ini bertitik tolak dari adanya masalah berupa kontradiksi teoritis hasil penelitian mengenai CSR , reputasi dan kinerja perusahaan yang telah disajikan di atas. Studi ini berbeda dari beberapa penelitian sebelumnya , karena studi ini membahas dan memasukan dimensi dari pembentuk reputasi yaitu Tanggung Jawab Sosial, Etika Bisnis dan Tata Kelola Perusahaan terhadap reputasi dalam peningkatan kinerja perusahaan.

Dari uraian di atas peneliti merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. Apakah tanggungjawab social perusahaan berpengaruh terhadap reputasi perusahaan 2. Apakah etika bisnis berpengaruh terhadap reputasi perusahaan

3. Apakah tata kelola perusahaan berpengaruh terhadap reputasi perusahaan 4. Apakah reputasi perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

3. Pembatasan Masalah

Pada penelitian ini dilakukan pembatasan terhadap permasalahan yang ada agar penelitian lebih terarah dan juga focus.Adapun pembatasannya adalah sebagai berikut:

1. Penelitian dibatasi pada pelanggan organisasi PT . Telkom Indonesia yang berada diwilayah Kabupaten Kebumen baik instansi pemerintah maupun swasta yang minimal telah menjadi pelanggan selama 1 tahun.

(9)

35 4. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah : 1) Tujuan Umum

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendukung dan memperkuat penelitian sebelumnya

Tujuan Khusus

a. Menganalisis pengaruh tanggungjawab social perusahaan terhadap reputasi perusahaan. b. Menganalisis pengaruh etika bisnis terhadap reputasi perusahaan

c. Menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan terhadap reputasi perusahaan.

d. Menganalisis pengaruh reputasi perusahaan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

5. Manfaat Penelitian 1) Kegunaan Teoritis

a. Penelitian ini digunakan untuk memberikan penjelasan mengenai pengaruh tanggung jawab,etika bisnis,tata kelola perusahaan, reputasi perusahaan dan kinerja.

b. Penelitian ini juga digunakan sebagai media informasi bagi institusi pendidikan, aplikasi laporan, sehingga dapat dijadikan referensi untuk mengembangkan ilmu pengetahua 2) Kegunaan Praktis

Manfaat penelitian ini adalah sebagai acuan ilmiah dan praktis mengenai strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan reputasi perusahaan melalui faktor-faktor pembentuk reputasi perusahaan.

KAJIAN PUSTAKA 1. Pengembangan Model

Berikut ini dikemukakan kerangka konseptual atas dasar model yang di bangun sebagai dasar dalam menumuskan hipotesis. Kerangka konseptual dapat di jelaskan sebagai berikut: 1) Pengaruh Tanggung Jawab Sosial terhadap reputasi

(10)

36

oleh perusahaan. Schultz et al. (2002) menyatakan bahwa reputasi perusahaan tergantung bukan hanya pada perialaku sosial pada saat ini tetapi masyarakat juga menilai perilaku sosial perusahaan pada masa lalu.

Meskipun terdapat beberapa peneliti yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan atau terjadi hubungan negatif antara tanggungjawab social perusahaan dan kinerja perusahaan, tetapi penelitian yang dilakukan belakangan ini menemukan adanya hubungan yang positif diantara tanggung jawab social perusahaan perusahaan dan kinerja perusahaan (abratt dan Sacks et al. dalam Qu, 2007)

Berdasarkan telaah pustaka diatas maka di rumuskan hipotesis sebagai berikut: H1 : Tanggung Jawab Sosial berpengaruh terhadap reputasi

2) Pengaruh Etika Bisnis terhadap Reputasi

UK’s Foreign & Commonwealth O

ce (2004) mengusulkan sebuah petunjuk tentang praktek etis untuk perusahaan Inggris yang beroperasi luar negeri yang menekankan hak asasi manusia dan isu-isu lingkungan. Penciptaan ‘European Oversight Body” Sedang dipikirkan sebagai cara untuk menyatukan tata undang-undang dan etika. Global Compact PBB (2004) menawarkan perusahaan panduan pragmatis tentang konsekuensi

hukum yang beroperasi di pasar negara berkembang. Ini menunjukkan prinsip membantu dan undang-undang tentang hak asasi manusia, standar buruh, dampak lingkungan, anti-trust dan korupsi. The Global Reporting Initiative (GRI) (2004) adalah sebuah lembaga dengan tujuan pokok untuk membangun dan menyebarkan secara global keberlanjutan pedoman pelaporan yang berlaku. Dibuat oleh koalisi perusahaan dan konsultan, GRI menyediakan kerangka kerja bagi yang menjelaskan tanggung jawab perusahaan untuk pemegang saham mereka. Kelompok pengawas global seperti Greenpeace dan Amnesty International secara teratur melacak isu dan perusahaan dan, melalui boikot terorganisir dan liputan media, seringkali mengungkapkan keprihatinan mereka tentang efek dari tindakan korporasi terhadap masyarakat setempat atau kelompok dikucilkan (Fombrun dan Foss 2004).

Berdasarkan telaah pustaka diatas maka di rumuskan hipotesis sebagai berikut:

H2: Etika Bisnis berpengaruh terhadap reputasi

3) Pengaruh Tata Kelola Perusahaaan

(11)

37

sudut pandang bisnis, tata kelola merujuk pada tanggung jawab dari manager terhadap direktur (He Li Re dalam Chung, 2006)

Reputasi perusahaan merupakan penilian mengenai atribut yang di miliki perusahaan (Gray dan Balmer, 1998). Pengelolaan manajemen yang baik dan dilakukan secara professional maka akan terbentuk citra positif dari konsumen dan masyarakat terhadap perusahaan tersebut. Masyarakat akan menilai bagaimana perusahaan dikelola melalui kegiatan opersionalnya dan membentuk persepsi dan citra tentang perusahaan tersebut. Refleksi dari setiap konsumen yang di ambil setiap harinya (Vergin dan Qoroonfleh dalam Dholpin, 2004). Semua yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh perusahaan akan berdampak langsung terhadap reputasi (Greyser, 1995).Untuk memperoleh keunggulan bersaing yang Nampak dari reputasi yang baik, tergantung pada bagaimana perusahaan mengelola manajemenya (Dolphin, 2004). Prinsip tata kelola perusahaan yaitu tranparansi, yang meliputi kejujuran merupakan elemen yang penting bagi reputasi. Berdasarkan telaah pustaka diatas maka di rumuskan hipotesis sebagai berikut: H3 : Tata Kelola Perusahaan berpengaruh terhadap reputasi

4) Pengaruh Reputasi terhadap Kinerja perusahaan

Teori manajemen strategik menyatakan bahwa dengan reputasi yang baik maka akan dapat menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan dan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan (Fombrun dan Rindova et al. dalam Dolphin,2004). Reputasi yang baik dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan dan meningkatkan profit: dapat membantu untuk meyakinkan stakeholder dengan kemampuan dalam menarik pelanggan dan karyawan yang berkualitas tinggi, membantu perusahaan baik di saat baik maupun saat buruk (Balmer et al., dalam Dowling, 2002). Selain itu, dengan reputasi yang baik maka penjualan perusahan akan meningkat (Nguyen dan Leblance dalam Dolphin, 2004).

Puente (2003) juga menegaskan adanya hubungan antara reputasi perusahaan dan kinerja keuangan, reutasi yang bagus akan meningkatkan profil perusahaan dan juga sebaliknya yang akan meningkatkan nilai perusahaan.

(12)

38

Sumber : Model yang dikembangkan dalam penelitian ini ,2011

METODOLOGI PENELITIAN 1. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, yaitu pengumpulan informasi tentang sekelompok manusia dimana suatu hubungan langsung dengan obyek yang dipelajari individu, organisasi dan masyarakat melalui cara yang sistematis, seperti pengisian daftar pertanyaan, wawancara (Suparmoko, 1999).Penelitian survei ini digunakan untuk penjelasan (expanatory research), yang akan menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis (Sangarimbun dan effendi 1987:5).

2. Obyek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Pelanggan korporasi dari PT. Telkom Indonesia, Tbk yang berada di wilayah Kebumen.

3. Metode Pengumpulan Data

Kuesioner, yaitu pengumpulan data melalui beberapa pertanyaan yang di ajukan peneliti kepada responden dalam bentuk daftar pertanyaan. Kemudian kuisioner ini di bagikan kepada respoden. Pengumpulan data kuisioner dialakukan untuk mendapatkan informasi tentang tanggung jawab social, etika bisnis, tata kelola perusahaan, reputasi dan kinerja perusahaan

(13)

39

Data yang diperoleh dan dikumpulkan secara langsung dari obyek penelitian melalui kuesioner yang dibagikan secara langsung kepada pelanggan korporasi baik /pimpinan/manager/karyawan atau yang dianggap dapat mewakili perusahaan/instansi yang terdaftar sebagai pelanggan dari PT. Telkom Indonesia, Tbk.

b. Data Sekunder

Yaitu data yang diperoleh dari studi pustaka maupun sumber-sumber bacaan lain yang mempunyai hubungan dengan penelitian ini, misalnya dari buku-buku, jurnal penelitian yang dipublikasikan,publikasi pemerintah, situs web dan internet.

5. Teknik Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang tujuan secara subyektif. Pemilihan ini dilakukan karena peneliti telah memahami bahwa informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari suatu kelompok sasaran tertentu yang mampu memberikan informasi yang dikehendaki karena mereka memiliki informasi dan memenuhi kriteria yang ditentukan oleh peneliti (Ferdinand,2006). Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini ditentukan dengan pendapat Hair et al. (1995), bahwa jumlah sampel yang diambil minimal adalah 5 kali parameter yang digunakan. Jumlah sampel ini respresentatif untuk teknik analisis SEM, dimana ukuran sampel yang sesuai untuk SEM adalah antara 100-200. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 140 responden organisasi.

PEMBAHASAN 1. Pembahasan Model

Berdasarkan hasil uji kesesuaian dan uji statistik, model dalam penelitian ini secara keseluruhan dapat dikatakan sebagai a very goods fit. Hal ini terjadi karena hasil nilai-nilai yang menjadi acuan dan kriteria dalam uji kesesuaian dan uji statistik model yaitu Chi-square, probabilty, CMIN/DF, TLI, CFI dan RSMEA semuanya terpenuhi, walaupun GFI, sebesar 0,882 dan AGFI sebesar 0,852 hanya mendelati nilai yang menjadi acuan.

2. Pembahasan Hipotesis

a) Pengaruh tanggung jawab sosial terhadap reputasi

Hipotesis 1 yang menyatakan tanggung jawab sosial berpengaruh terhadap reputasi diterima. Hal ini ditunjukkan dengan nilai CR = 2,514 dan p = 0,012 atau signifikan

(14)

40

Tanggung jawab sosial yang ada pada Telkom Indonesia Cab. Kebumen melalui kebijakannya, telah banyak memberikan pengaruh terhadap reputasi. Kebijakan yang dimaksud yaitu, dengan adanya kode etis dalam melayani pelanggan telkom yang selalu merespon cepat keluhan pelanggan. Kesejateraan ekonomi yang dmaksud adalah setelah menggunakan produk telekomunikasi PT Telkom kelancaran usahanya menjadi baik untuk hubungan dengan pelanggan mereka dan dampaknya keuntungan mereka atau pendapatannya semakin meningkat. Kontribusi busi yang dimaksud adalah memerikan kontribusi kepada pelanggan yang meningkatkan mereka dalam menjalin hubungan terhadap pelanggan mereka. Pengalaman peserta dari hasil wawancara dengan mereka dengan menggunakan produk PT Telkom mereka tidak mempunyai masalah yang berarti dalam melaksanakan hubungan mereka dengan pelanggan mereka.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Brown (1998) melakukan penelitian tentang reputasi berkenaan dengan penghargaan masyarakat terhadap perilaku sosial yang dilakukan oleh perusahaan bagi masyarakat dan lingkungan. Ginter (1977), Vance (1975) dan Puente (2003) juga menganalisis hubungan antara perilaku sosial yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan. Schultz et al. (2002) menyatakan bahwa reputasi perusahaan tergantung bukan hanya pada perialaku sosial pada saat ini tetapi masyarakat juga menilai perilaku sosial perusahaan pada masa lalu. Abratt dan Sacks et al. dalam Qu, (2007) menemukan adanya hubungan yang positif diantara tanggung jawab social perusahaan perusahaan dan kinerja perusahaan.

b) Pengaruh etika bisnis terhadap reputasi

Hipotesis 2. yang menyatakan etika bisnis berpengaruh terhadap reputasi diterima. Hal ini ditunjukkan dengan nilai CR = 2,872 dan p = 0,004 atau signifikan pada  = 0,05 t

table = ± 1,980. Dengan demikian variabel etika bisnis yang dibentuk oleh indikator-indikator : Produk bermutu, uji coba produk, menghormati martabat manusia, integritas budaya pelanggan mempunyai pengaruh terhadap reputasi.

(15)

41

setelah itu baru pelanggan bisa meneruskan menjadi pelanggan tetap. Menghormati martabat manusia, PT Telkom Indonesia dengan visinya adalah selalu memanjakan pelanggan dengan program kepuasan pelanggannya. Integritas budaya pelanggan yang dimaksud adalah PT Telkom Indonesia selalu menghargai integritas pelanggan dalam hal berkomunikasi yang baik ini membangun hubungan yang semakin dekat antar manusia sehingga masyarakat Indonesia merasa dekat dengan siapapapun termasuk pelanggan dalam pemeelitian ini yang merupakan pelanggan korporasi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat UK’s Foreign & Commonwealth O

ce (2004) yang mengusulkan sebuah petunjuk tentang praktek etis untuk perusahaan Inggris yang beroperasi luar negeri yang menekankan hak asasi manusia dan isu-isu lingkungan. Penciptaan ‘European Oversight Body” Sedang dipikirkan sebagai cara untuk menyatukan tata undang-undang dan etika. Global Compact PBB (2004) menawarkan perusahaan panduan pragmatis tentang konsekuensi hukum yang beroperasi di pasar negara berkembang. Ini menunjukkan prinsip membantu dan undang-undang tentang hak asasi manusia, standar buruh, dampak lingkungan, anti-trust dan korupsi. The Global Reporting Initiative (GRI) (2004) adalah sebuah lembaga dengan tujuan pokok untuk membangun dan menyebarkan secara global keberlanjutan pedoman pelaporan yang berlaku. Dibuat oleh koalisi perusahaan dan konsultan, GRI menyediakan kerangka kerja bagi yang menjelaskan tanggung jawab perusahaan untuk pemegang saham mereka. Kelompok pengawas global seperti Greenpeace dan Amnesty International secara teratur melacak isu dan perusahaan dan, melalui boikot terorganisir dan liputan media, seringkali mengungkapkan keprihatinan mereka tentang efek dari tindakan korporasi terhadap masyarakat setempat atau kelompok dikucilkan (Fombrun dan Foss 2004).

c) Pengaruh tata kelola perusahaan terhadap reputasi

Hipotesis 3 yang menyatakan tata kelola perusahaan berpengaruh terhadap reputasi diterima. Hal ini ditunjukkan dengan nilai CR = 3,241 dan p = 0,001 atau signifikan pada  = 0,05 t table = ± 1,980. dengan demikian variabel tata kelola perusahaan yang

dibentuk oleh indikator-indikator: Kompetensi perusahaan, keterbukaan dan tranparansi, implementasi kebijakan, kebijakan perusahaan, keyakinan pada manajemen puncak, pengentahuan dan kemampuan SDM.

(16)

42

perkembangannya setelah adanya regulasi di sector komunikasi banyak muncul pesaing dintaranya Indosat dan Bakri Telkom, namun PT Telkom dengan mengembangan dengan program digitalnya mampu menunjukan kompetensi di bidang telekomunikasi seperti komunikasi data dan e banking hal ini mampu mengangkat reputasi yang baik dengan berkali-kali memeperoleh award dari Call Center Service Excellence Index. Keterbukaan dan tranparansi hal ini terlihat dari PT Telkom yang sudah go public sudang barang tentu transparansi laporan keuangan kepada public sangat diharudskan dan dampaknya reputasi peusahaan semain meningkat. Implementasi kebijakan di bidang telekomunikasi terutama di bidang komunikasi data dengan dikeluarkan program-program internat dengan Spidinya yang handal justru sangat disukai oleh customer. Kebijakan perusahaan terutama adalah terhadap pelayanan pelanggan memang sudah tidak dapat diragukan dengan kebijakan penanganan masalah atau gangguan yang 3 jam selesai ini menyebabkan reputasi perusahaan tidap dapat diragukan lagi. Keyakinan pada manajemen puncak dengan adanya kinerja PT Telkom yang terus membaik menyebabkan karyawan yang ada serta masyarakat sangat yakin bahwa PT Telkom akan menjadi maju di pimpin oleh seorang mempunyai kompetensi di bidangnya. Pengentahuan dan kemampuan SDM PT Telkom memanga sangat handal dengan upaya dilakukan oleh PT Telkom yaitu pelatihan-peltuihan dan rekrutmen tenaga kerja sesuai dengan kompesti nya hal terlihat dimana proses bisnis kelihatan berbeda dengan proses bisnis kompetitornya.

(17)

43

Prinsip tata kelola perusahaan yaitu tranparansi, yang meliputi kejujuran merupakan elemen yang penting bagi reputasi.

d) Pengaruh reputasi terhadap kinerja perusahaan

Hipotesis 4 yang menyatakan reputasi, berpengaruh terhadap kinerja perusahaan diterima. Hal ini ditunjukkan dengan nilai CR = 13,933 dan p = 0,000 atau

signifikan pada  = 0,05 t table = ± 1,980. Dengan demikian variabel reputasi yang dibentuk oleh indikator-indikator Visi perusahaan, produk yang ditawarkan, kedekatan emosional pelanggan dengan perusahaan, kemampuan keuangan perusahaan dan keyakinan pada karyawan.

Reputasi yang ada pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kebumen, telah banyak memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Reputasi yang dimaksud yaitu, visi perusahaan yang menunjang pelanggan dalah melakukan komunikasi baik dengan kerabat, pelanggan maupun rekan bisnisnya. Produk yang ditawarkan PT Telkom Indonesia betul-betul sangat dibutuhakan untuk saat ini dalam melakukna binisnya. Kedekatan emosional pelanggan dengan perusahaan banyak program-program retensi yang dilakukan PT Telkom Indonesia yaitu dengan mendatangi korporasi dan kemudian menayakan keluhan-keluhan atau masalah masalah dalam penggunaan produk PT. Telkom Indonesia dan sekaligus memberikan solusinya hal ini dilakukan oleh divisi marketing yang langsung dibebankan kepada pimpinan-pinan pemasaran yang sudah barang tentu sangat berkompeten dalam bidangnya. Kemampuan Keuangan perusahaan hal ini PT. Telkom dengan berbagai program untuk produknya salah satunya adalah disesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan yang bersangkutan dan keyakinan pada karyawan adalah sangat baik sebab karyawan PT Telkom sangat cepat merespon gangguan atau pun keluhan pelanggan dan ini memang menjadi program PT Telkom Indonesia jika dalam batas waktu tertenut missal 3 jam masalah belum diselesaikan otomatis akan mendapatkan point yang artinya karyawan akan mendapat sangksi disiplin jika melakukan keterlambatan penangaanan masalah pelanggan berkali-kali.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Teori manajemen strategik menyatakan bahwa dengan reputasi yang baik maka akan dapat menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan dan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan (Fombrun dan Rindova et al. dalam Dolphin,2004).

(18)

44

saat baik maupun saat buruk (Balmer et al., dalam Dowling, 2002). Selain itu, dengan reputasi yang baik maka penjualan perusahan akan meningkat (Nguyen dan Leblance dalam Dolphin, 2004).

Puente (2003) juga menegaskan adanya hubungan antara reputasi perusahaan dan kinerja keuangan, reutasi yang bagus akan meningkatkan profil perusahaan dan juga sebaliknya yang akan meningkatkan nilai perusahaan.

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, maka kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah :

1. Tanggung jawab sosial, berpengaruh terhadap reputasi. Artinya semakin tanggung jawab sosial semakin baik pula reputasi PT. Telkom Indonesia Cabang Kebumen.

2. Etika Bisnis, berpengaruh terhadap reputasi. Artinya semakin baik etika bisnis semakin tinggi pula reputasi PT. Telkom Indonesia Cabang Kebumen.

3. Tata kelola perusahaan, berpengaruh terhadap reputasi. Artinya semakin tinggi tata kelola perusahaan semakin baik pula reputasi PT. Telkom Indonesia Cabang Kebumen.

4. Reputasi berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Artinya semakin baik reputasi semakin baik pula kinerja perusahaan PT. Telkom Indonesia Cabang Kebumen.

Implikasi Manajerial.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di PT. Telkom Indonesia Cabang Kebumen, reputasi perusahaan mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja perusahaan. Disisi lain tata kelola perusahaan mempunyai pengaruh dominan terhadap reputasi, dengan demikian PT. Telkom Cabang Kebumen perlu lebih meningkatkan tata kelola perusahaan yang lebih baik dengan cara penerapan kebijaksanaan dan pratek good governance sesuai kebijakan yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Corporate Governance di Indonesia, yang tidak hanya sekedar mematuhi peraturan namun kewajiban yang harus dilakukan demi melindungi kepentingan para pemegang saham dan pemangku kepentingan dalam rangka berupaya mempertahankan pertumbuhan usaha dalam industri komunikasi dan informasi yang kompetitif, sehingga reputasi perusahaan semakin meningkat dan dampaknya akan meningkatkan kinerja perusahaan.

Implikasi Untuk Penelitian Mendatang

(19)

goodness-of-45

fitnya. akan tetapi sebaiknya untuk topik kinerja perusahaan perlu menggali lebih dalam

variabel maupun indikator-indikator yang digunakan. Penelitian mendatang juga dapat mempertimbangkan obyek penelitian yang akan digunakan bukan saja pada perusahaan jasa telekomunikasi namun dapat dikembangkan pada organisasi bisnis yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Agenda. (2001). Pr omoting a Eur opea n Fr a mewor k for Cor pora te Social Responsibility: Gr oup discussion on the links between social r esponsibility a nd susta ina ble development. Agenda :

Socia l Responsibility in Scotla nd .www.agenda-scotland.org.

Aguilera, R.V., Rupp, D.C., Williams, C.A. and Ganapathi, J. (2007), ‘‘Putting the S back in CSR: a multi-level theory of social cha nge in orga niza tions’’, Academy of Management Review, Vol. 32 No. 3, pp. 836-63.

Carney, Michael, and Gedajlovic.2001. “ Corporate Governance and Firm Capabilities: A Comparison of Managerial, Alliance, and Personal Capitalisms”, Asia Pasific Jaurnal of Management, Vol. 18 No.3 pp. 335.

Chung,Cheng Hsu, Ming Jian Shen, Ming Chia Chen and Chin Fang Choa. 2006. “ A Study on The Relationship Between Corporate Governance Mechanism and Management

Effectivesss’, The Business Review, Vol. 6 No. 1 pp. 208-217.

Dolphin, Ricard R. 2004. “ Corporate Reputation- Value Creating Strategy”, Corporate Governance Review, Vol. 4 No. 3 pp.77-92.

Dowling, G.R. 2001. “ Creating Corporate Reputation”, Oxford University Press, Oxford. Dowling, G.R, 2006. How Good Corporate Reputation Create Corporate Value”, Corporate

Reputation Review, Vol. 9 No.2 pp. 134-143.

Ernawan, Erni R., 2007. Business Ethics, Penerbit Alfabeta:Bandung Indonesia.

(20)

46

Fombrun, C.J. 2005. “ Building Corporate Reputation Through CSR Initiatives: Evolving Standards”, Corporate Reputation Review, Vol. 33, No.2 pp. 233-258.

Fombrun, C.J, Shanley, M. 1996. “ What’s in a name? Reputation Building and Corporate Strategy”, Academy of Management Journal. Vol. 33 No.2, pp. 233-58.

Fombrun, C.J. 2006. “ Corporate Governance”, Corporate Reputation Review, Vol.8 No.4 pp.267.

Fombrun, C.J and Foss, Christopher. 2004. “Business Ethics: Corpor a te Responses to Scandal”, Corporate Reputation Review,Vol. 7, No. 3, pp. 284–288.

Friedman, M., 1970, “The Social Responsibility of Business is to Increase its Profits”, New York Times Magazines, September.

Gabriel, Juan, Navarro, Cegarra and Mart´ınez, Aurora. 2009. “ Linking corporate social responsibility with admiration through organiza tional outcomes”, Social Responsibility Journal, Vol. 5 No.4 pp. 499-511.

Julian, Rick, Larry Rieger. 2003. “The Missing Link in Corporate Governance Risk Ma nager's Role in Corporate Governance”, No. 4, Vol. 50; pp. 32.

John,Whitmore.1997. Coaching For Performance, Gramedia Pustaka Indonesia, Jakarta.

Kerap, Sony. 2002. Etika Lingkungan, Penerbit Buku Kompas: Jakarta

Lewis, Steward. 2001. “Measuring Corporate Reputation”, Corporate Communications : An International Journal, Vol.6 No.1 pp.31-35.

Maignan, I.M. (2001), ‘‘Consumers’ perceptions of corporate social responsibilities: a cross-cultural comparison’’, Journal of Business Ethics, Vol. 30 No. 1, pp. 57-72. Murphy Kevin & Cleveland Jeanette,1995. Understanding Performance Appraisal. Sage

Publications London.

(21)

47

Oetzel, Jennifer, Gets, Kethleen A., and Ladeck, Stephen. 2007. “ The Role of Multinational Enterprises in Responding to Violent Conflict : A Conceptual Model and Framework for Research”, American Business Law Journal, Vol. 44 No. 2 pp. 331.

Puente, E., and Sabate J.M .2003. “ Empirical Analysis of the Relationship Beten Corporate Reputation and Financial Performance : A survey of the Literature “, Corporate Reputation Review, Vol. 2 No. 3 pp. 105-112.

Puente, Esther D.Q, Sabate, Juan Manuel D.L.F and Gracia, Juan B.D. 2007. “ Corporate Socia l Performance a nd Corporate Reputation: Two Interwoven

Perspectives”, Corporate Reputation Review, Vol 10. No.1 pp. 60-72.

Qu, Riliang.2007. “ Effect of Government Regulations, Market Orientation, and Ownership Structure and Corporate Social Responsibility in China: An Empirical Study”, International Journal of Management, Vol. 24 No. 3 pp.582.

Sangarimbun, Masri dan Effendi, Sofian. 1987. Metode Penelitian Survai, Jakarta: LP3ES .

Sutojo, Siswanto & E. John Aldridge.2005. “ Good Corporate Governance” , Jakarta, Indonesia, Damar Mulia Pustaka.

Suta, I Putu Gede Ary. 2006. Kinerja Pasar Publik di Indonesia (Suatu Analisis Reputasi Pasar), Yayasan SAD Satria Bakti, Jakarta.

Thomas, A. Hemphill.2006. “ Corporate Internal Investigations: Balancing Firm Social Reputation With Broad Fiduciary Responsibility in China: an Empirical Study”,

Internasional Journal of Management. Vol.24 No.3 pp.582.

Versi, Anver.2007. “ CSR-Fist Prinsiple of Survival”, African Business, No.328 pp. 34. Valasques, M. 2005. Business Ethics, Concept and Cases, Printice Hall : Englewood Cliftts. Wang, Yonggui,. Kandaampuly, Jay A, Po Lo,Hing and Shi, Guicheng. 2006. The Roles of

Brand Equity and Corporate Reputation in CRM : A Chinese Study, Corporate

Reputation Review, Vol. 9 No. pp.179-197.

(22)

48

(23)

Gambar

Gambar. 1 Model Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai rataan data hasil penelitian bobot biomasa harian benih ikan nila (Orechromis niloticus) yang diberikan probiotik dengan dosis berbeda (gambar 6) maka diduga

Dengan SERV*OR dapat dilihat bagaimana orientasi pelayanan menurut perawat serta mengidentifikasi hubungan orientasi pelayanan ( service orientation ) dengan semangat

Itulah sebabnya kawan-kawan, sejak 8 Mei 2009, Perhimpunan Rakyat Pekerja menetapkan, bahwa tanggal 8 Mei sebagai HARI PERJUANGAN BURUH PEREMPUAN INDONESIA untuk melengkapi Hari

Bagi pemerintah kabupaten/kota data pendidikan jasmani dan olahraga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan terutama bagi

untuk mengetahui ekstrak dari buah stroberi ( Fragaria vesca L .) dapat digunakan sebagai pewarna tablet. untuk mengetahui konsentrasi ekstrak dari buah stroberi ( Fragaria vesca

Variabel kualitas audit terhadap earnings response coefficient menunjukkan hasil yang positif dan tidak signifikan, hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh

[r]

Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan