• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM SUATU PERUSAHAAN AIR MINERAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK

INDONESIA

A. Latar Belakang Masalah

(2)
(3)
(4)
(5)

B. Perumusan Masalah

Berangkat dari latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan pokok permasalahan penelitian ini sebagai berikut :

“Apakah Return On Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER), dan Deviden Payout Ratio (DPR) berpengaruh secara parsial terhadap harga saham pada perusahaan air mineral yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia."

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui secara parsial pengaruh ROA, PER, dan DPR terhadap harga saham pada perusahaan air mineral yang terdaftar di BEI.

2. Manfaat Penelitian

1. Manfaat teoritis dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan tentang pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap harga saham melalui teori efisiensi dan analisis fundamental dengan cara menganalisis rasio keuangan.

(6)

masa yang akan datang bagi perusahaan dan bagi Investor sigunakan sebagai dasar pertimbangan dalam menginvestasikan modalnya pada perusahaan yang dapat memberikan tingkat pengembalian hasil (return) yang optimal.

D. Tinjauan Pustaka

Produk dalam Bursa Efek

1. Pengertian Pasar Modal, Bursa Efek, dan Efek

Pasar modal merupakan pasar abstrak yang mempertemukan pihak yang memiliki dana, dalam hal ini disebut sebagai pemodal atau pihak yang kelebihan dana. Pihak yang membutuhkan dana disebut emiten. Pasar modal menawarkan instrumen yang berupa surat-surat berharga (securities) atau efek, yang terbagi menjadi instrument kepemilikan (equity), seperti saham (stock) dan instrumen utang seperti obligasi perusahaan, obligasi anggaran dan lain-lain. Bursa efek dalam pengertian sehari-hari adalah pasar tempat bertemunya penjual dan pembeli surat berharga. Berikut pengertian pasar modal menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995.

Pasar modal

(7)

Bursa Efek

Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.

Efek

Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyetoran kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

2. Karakterlstik Pasar Uang

Pasar uang seringkali disamakan dengan pasar modal, padahal keduanya berbeda. Perbedaannya adalah pasar uang menyediakan sarana pemenuhan jangka pendek, sedangkan pasar modal menyediakan sarana pemenuhan jangka panjang. Kelebihan pasar uang adalah bisa secara cepat dan mudah dalam mendapatkan dana bagi pihak yang sedang mengalami masalah likuiditas.

a. Produk pasar uang

1. Bank Indonesia (SBI) adalah surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia sebagai pengakuan utang jangka pendek dan diperjualbelikan dengan diskonto. Suku bunga SBI ditentukan berdasarkan lelang yang dilakukan di Bank Indonesia.

(8)

3. Sertifikat deposito adalah deposito berjangka yang dikeluarkan oleh bank umum. Setifikat deposito dapat diperdagangkan sebelum jatuh tempo untuk mendapatkan nilai tunainya.

4. Commercial paper adalah janji di mana pihak yang menerbitkannya berjanji membayar sejumlah uang tertentu pada saat jatuh tempo.

5. Call money adalah kegiatan pinjam meminjam dana antara satu bank dengan bank lain untuk jangka waktu pendek.

6. Repurchase Agreement adalah transaksi jual beli surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan kembali membeli surat-surat berharga yang dijual pada tanggal dan harga yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

7. Banker acceptance adalah wesel berjangka yang ditarik seorang ekportir atau importir atas suatu bank untuk membayar sejumlah barang atau untuk membeli valuta asing.

b. Pelaku Pasar Uang

(9)

3. Karakteristik Pasar Modal

Pasar modal adalah pasar untuk memtesilitasi perdagangan dan penerbitan dana jangka panjang seperti saham, obligasi, atau surat berharga lainnya. Kelebihan pasar modal adalah dapat dijadikan sebagai indikator perkembangan ekonomi sebuah negara serta sarana penyaluran kepemilikan perusahaan pada masyarakat menengah untuk mendorong iklim usaha yang sehat. Kelemahan pasar modal adalah pengaruh ketidakstabilan kurs padafluktuasi harga saham, serta senng terjadi spekulasi oleh investor yang terkadang sangat merugikan.

Produk yang diperjualbelikan di pasar modal adalah:

a) Saham adalah surat bukti pemilikan modal pada suatu perseroan terbatas. Pemegang saham akan mendapatkan bagian keuntungan yang disebut dividen. Kalau kita membeli saham berarti kita ikut memiliki perusahaan tersebut. Investor yang memiliki saham suatu perusahaan berarti memiliki hak-hak atas perusahaan tersebut. Hak-hak tersebut adalah dividen, hak atas harta perusahaan karena pada dasarnya investor adalah pemilik perusahaan dan hak suara dalam rapat umum pemegang saham.

(10)

c) Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat ivestor yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Keuntungan reksa dana adalah adanya diversifikasi efek karena investasi dilakukan pada berbagai jenis surat berharga. Investasi di reksa dana memudahkan investasi di pasar modal karena tidak butuh pengetahuan yang cukup detail. Apalagi dengan pemantauan diserahkan pada manajer investasi, maka waktu yang dimiliki investor lebih efisien.

d) Right adalah surat berharga yang memberikan hak bagi pemodal untuk membeli saham baru yang dikeluarkan emiten.

e) Warrant adalah hak untuk membeli saham biasa pada waktu dan harga yang sudah ditentukan.

4. Tujuan Perusahaan menjual saham

a. Untuk menghimpun dana yang dikeluarkan untuk pembelanjaan perusahaan b. Memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk turut serta dalam

pengelolaan dan perkembangan perusahaan

c. Untuk lebih memberikan peluang dalam partisipasi saham

5. Keuntungan Memiliki Saham Perusahaan

a. Turut menikmati keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan yang disebut dividen.

(11)

6. Fungsi Pasar Modal/Bursa Efek

a. Memperluas sumber dana jangka panjang untuk pembiayaan perusahaan. b. Melengkapi sistem keuangan yang telah dilakukan perbankan.

c. Mempermudah bagi perusahaan dalam mengumpulkan modal dengan menerbitkan saham.

d. Mempermudah perusahaan dalam memperoleh pinjaman modal jangka panjang dengan menerbitkan surat utang obligasi.

e. Mempermudah penguangan surat-surat berharga/efek.

f. Mempermudah dalam menghimpun dana untuk pembangunan nasional. g. Meningkatkan peredaran surat-surat berharga.

7. Manfaat Pasar Modal

a. Terpenuhinya kebutuhan dana jangka panjang bagi badan usaha yang memerlukan untuk membiayai aktiva tetap.

b. Tersalurnya dana dari badan usaha yang akan memanfaatkan cadangan uang masyarakat dan badan usaha yang mengumpulkan dana dari masyarakat dan menginvestasikan kembali.

c. Pemerataan pendapatan dan rneningkatkan pendapatan masyarakat.

d. Perluasan perusahaan mampu menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran.

(12)

B. Badan Pembina dan Pelaksana Pasar Modal

Badan pembina pasar modal mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Memberi pertimbangan kebijakan kepada menteri keuangan dalam melaksana wewenangnya di bidang pasar modal berdasarkan UU No. 15 Tahun 1952 tentang Bursa dan Peraturan Perundang-Undangan lainnya.

2. Memberi pertimbangan kebijakan kepada menteri keuangan dalam melaksanakan wewenang terhadap BUMN, PT (persero), dana reksa, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Kepres No. 60 Tahun 1988.

Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) merupakan badan pemerintah setingkat Direktorat Jenderal yang bertanggung jawab langsung kepada menteri keuangan.

Tugas-tugas Bapepam sebagai berikut:

1. Mengadakan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang akan menjual efek-efeknya melalui pasar efek, apakah telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan atau tidak.

2. Terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan-perusahaan yang menjual efeknya melalui pasar modal.

(13)

C. Pelaku di Pasar Modal

Pelaku utama dalam pasar modal yaitu perusahaan yang akan melakukan penjualan saham dan pembeli atau pemodal yang akan membeli instrumen yang ditawarkan oleh pihak emiten. Kemudian didukung oleh lembaga penunjang pasar modal atau perusahaan penunjang yang mendukung kelancaran operasi pasar modal. Pelaku utama dalam pasar modal diuraikan sebagai berikut.

1. Instansi Pemerintah yang terkait dengan Bursa Efek a. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Mengeluarkan izin Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN). Badan ini akan menentukan komposisi dan jumlah dana investasi, besarnya modal dasar, batas waktu penyetoran modal, dan kompopsisi pemegang saham. b. Departemen Teknis

Menangani perubahan-perubahan yang beroperasi di Indonesia, dan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu sebagai berikut.

1) Kelompok PMA. 2) Kelompok PMDN.

3) Kelompok BRO (Bedriifs Reglementering Ordonatie). c. Departemen Kehakiman

2. Emiten

(14)

3. Investor

Investor yaitu pihak yang memberikan modal dan membeli saham yang akan dijual oleh perusahaan yang sudah go public. Berdasarkan asalnya, investor dibedakan menjadi dua, yaitu investor dalam negeri dan investor luar negeri atau investor asing.

4. Lembaga-lembaga penunjang dan profesi penunjang pasar modal a. Akuntan Publik

Peran akuntan publik adalah memeriksa laporan keuangan dan memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut.

b. Notaris

Jasa notaris diperlukan dalam hal sebagai berikut.

1) Membuat berita acara RUPS dan menyusun keputusan RUPS.

2) Meneliti keabsahan hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan RUPS. 3) Keabsahan dari para pemegang saham atau kuasanya dalam menghadiri RUPS. 4) Menjaga dipenuhinya ketentuan kuorum yang dipersyaratkan dalam anggaran

dasar.

5) Meneliti perubahan anggaran dasar. c. Konsultasi Hukum

Konsutan hukum merupakan konsultan yang jasanya diperlukan agar perusahaan yang menerbitkan sekuritas di pasar modal tidak terlibat dalam persengketaan hukum dengan pihak lain.

d. Penilai (Appraisal)

(15)

e. Lembaga clearing

Lembaga clearing merupakan lembaga yang bertugas menyimpan sekuritas-sekuritas yang diperdagangkan, serla mengatur arus jalannya sekuritas tersebut.

f. Penanggung

Penanggung merupakan pihak yang menanggung pembayaran kembali jumlah pokok dan bunga emisi obligasi atau sekuritas kredit dalam hal emiten cidera janji.

g. Perusahaan surat berharga

Perusahaan surat berharga atau securities company merupakan perusahaan yang dibentuk dengan indikator melakukan bisnis dalam perdagangan sekuritas.

h. Wali amanat

Wall amanat atau trustee merupakan perusahaan yang berkewajiban melakukan penilaian terhadap keamanan obligasi yang dibeli oleh para pemodal.

i. Pedagang efek

Pedagang efek disebut juga dealer effect yatu perusahaan pialang yang bertindak sebagai pedagang .perantara efek atau agen baik untuk pemodal dan juga untuk kepentingan pribadi.

j. Pialang

(16)

k. Penjamin emisi

Penjamin emisi atau underwriter merupakan perusahaan yang mempunyai peranan perusahaan sebagai penjamin agar sekuritas atau saham yang diterbitkan oleh emiten laku terjual.

l. Bursa efek

Bursa efek merupakan perusahaan atau lembaga yang meenyelenggarakan kegiatan perdagangan sekuritas. Di Indonesia dikenal ada dua bursa efek yaitu Bursa Efek Surabaya (BES) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ), akan tetapi mulai tahun 2007. Bursa Efek Surabaya disebut dengan Bursa Efek Jakarta, menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

m. Bapepam

Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) merupakan lembaga yang dibentuk pemerintah untuk mengawasi pasar modal Indonesia. Awalnya, Bapepam didirikan dengan tujuan sebagai Badan Pelaksana Pasar Modal di Indonesia, akan tetapi sejak tahun 1992, karena adanya swastanisasi bursa maka Bapepam beralih fungsi menjadi Badan Pengawas Pasar Modal.

D. Bursa Valuta Asing

Bursa valuta asing adalah pasar yang terorganisir dimana diperjualbelikan valuta asing. Valuta asing adalah semua alat pembayaran luar negeri seperti uang asing dan emas. Anggota bursa valuta asing, yaitu sebagai berikut.

1. semua bank umum devisa baik milik negara maupun swata; 2. makelar valuta asing;

(17)

Pada umumnya di bursa valuta tercatat dua macam kurs, yaitu kurs beli dan kurs jual. Kurs beli artinya harga beli valuta asing oleh bank, sedangkan kurs jual adalah harga penjualan valuta asing oleh bank. Selisih antara kurs beli dengan kurs jual tersebut merupakan keuntungan bank dalam kegiatan membeli dan menjual valuta asing.

Fungsi pasar valuta asing, antara lain:

1. memperlancar arus pembayaran luar negeri,

2. mempermudah dalam penukaran valuta asing,

3. memperlancar kegiatan usaha ekspor dan impor.

Manfaat pasar valuta asing adalah hubungan ekonomi dengan negara lain semakin berkembang, karena mudahnya pembayaran dengan negara lain.

(18)

E. Pasar Barang Berjangka (Bursa Komoditas)

Pasar barang berjangka adalah suatu tempat diperjualbelikan barang-barang berupa monster atau contoh-contoh saja dan dinyatakan melalui kualitas standar, misalnya, kopi, tembakau, dan karet, sedangkan pelaksanaan penyerahan barang dan pembayarannya berdasarkan kontrak sudah disepakati bersama-sama. Menurut luasnya pasar, bursa komoditas dibedakan atas pasar lokal, pasar regional, dan pasar dunia. Faktor-faktor yang menentukan luasnya pasar, lalah sebagai berikut:

1. penggunaan komoditas,

2. tempat menyimpan,

3. standarisasi mutu,

4. biaya transportasi.

Fungsi Bursa Komoditas

a. Sebagai tempat memasarkan komoditi, baik komoditi dalam negeri maupun ekspor. b. Sebagai tempat promosi komoditi produk hasil penemuan baru.

c. Sebagai tempat untuk memesan bagi importir.

d. Menyediakan barang-barang sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan.

(19)

b. Dapat mendorong peningkatan dan perluasan ekspor. c. Dapat mendorong peningkatan sumber penerimaan devisa.

d. Dapat mendorong perluasan lapangan pekerjaan yang menyerap banyak tenaga kerja.

e. Memperlancar perdagangan barang.

f. Membantu pembeli untuk mendapatkan barang sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

g. Meningkatkan pendapatan masyarakat.

h. Membantu penjual dalam memasarkan barang.

F. Mekanisme Kerja Bursa Efek

Dalam mekanisme kerja bursa efek, terlebih dahulu suatu perusahaan masuk dalam bursa efek yang sering disebut perusahaan sudah go public.

Prosedur emisi efek atau go public adalah rangkaian kegiatan dari suatu perusahaan yang akan memasyarakatkan sahamnya dengan menerbitkan obligasi untuk ditawarkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan menteri keuangan. Setelah perusahaan mencapai go public, maka langkah berikutnya melakukan perdagangan efek di bursa efek yang telah terdaftar.

Untuk dapat memiliki saham dan permodalan perusahaan efek, harus memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Kepmen RI No. 179/KMK/010/2003 tentang kepemilikan saham dan permodalan perusahaan efek.

(20)

2. pengajuan letter of intent kepada Bapepam 3. Penunjukan penjamin emisi.

4. Penunjukan akuntan publik. 5. Penunjukan perusahaan penilai. 6. Penunjukan konsultan hukum.

7. Pengajuan pernyataan pendaftaran emisi efek. 8. Penandatanganan perjanjian di depan notaris. 9. Dengar pendapat akhir.

10. Penawaran umum (pasar perdana).

11. Pencatatan (liting) di bursa efek untuk ditawarkan kepada masyarakat

Dividen

Laba atau pendapatan perusahaan yang besarnya ditetapkan oleh direksi serta disahkan oleh rapat umum pemegang saham untuk dibagikan kepada para pemegang saham.

Reksa Dana

Wadah yang dieprgunakan untu menghimpun dana dari masyarakat investor yang selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Pengertian Perusahaan Go Public

Go Public berarti menjual saham perusahaan ke para investor dan membiarkan saham

(21)

Sedangkan Perusahaan Publik adalah suatu proses perusahaan yang menjadi perusahaan terbuka tanpa lewat proses penawaran umum. perusahaan terbuka diketahui dengan penembatan kata "Tbk" dibelakang nama Perusahaan.

Pengertian Perusahaan Tertutup dan Terbuka

Perusahaan tertutup adalah Suatu perseroan terbatas yang saham-sahamnya masih

dipegang oleh beberapa orang/perusahaan saja, sehingga jual-beli sahamnya dilakukan dengan cara-cara yang ditentukan oleh anggaran dasar perseroan, yang pada umumnya diserahkan kepada kebijaksanaan pemegang saham yang bersangkutan. Perseroan Terbuka adalah Suatu perseroan terbatas yang modal dan saham-sahamnya dipegang oleh banyak orang/banyak perusahaan, yang penawaran sahamnya dilakukan kepada publik sehingga jual-beli sahamnya dilakukan melalui pasar modal. Salah satu ciri perusahaan terbuka adalah perlunya keterbukaan (disclosure) atas informasi perusahaan kepada publik. Bagi perusahaan yang telah go public, pasar modal merupakan sarana bagi peningkatan nilai perusahaan. Pasar modal memberikan sarana bagi peningkatan nilai melalui berbagai aksi korporasi yang ditopang oleh keterbukaan informasi secara penuh. Transparansi berdampak pada efisiensi usaha, peningkatan laba, peningkatan harga saham, competitive position, dan peningkatan kemakmuran pemegang saham.

Proses Go Public Suatu Perusahaan Tahapan Proses Go Public:

1. Tahap Persiapan untuk Go Public a. Rekturisasi Perusahaan

(22)

c. Dilakukan private placement

2. Tahap Pendahuluan

a. Penunjukan Pihak yang terlibat b. Proses underwriting

c. Rekturisasi anggaran Dasar

d. Pembuatan Laporan dan dokumentasi go public

e. Pencatatan pendahuluan atas saham-saham di bursa efek

3. proses Pelaksanaan Go Public

a. Proses pengajuan pernyataan pendaftaran b. Public expose

c. Pembuatan dan percetak prospectus d. Road show

e. Penjatahan di Pasar Modal

f. Proses jual-beli saham di Pasar Sekunder

Beberapa Tahap-tahap Perusahaan Yang ingin Go-Public 1. Tahap Persiapan

(23)

Pemegang Saham terlebih dulu (RUPS). RUPS bagi sebuah perusahaan merupakan hak penting dan merupakan kaidah yang diatur dari UU Perseroan Terbatas. Go public harus disetujui terlebih dulu oleh pemegang saham. Karena go public akan melibatkan modal baru di luar pemegang saham yang ada maka perlu diputuskan apakah kehadiran modal baru itu nantinya akan mengubah masing-masing kepemilikan para pemegang saham lama. Berapa modal yang dibutuhkan, dan berapa modal yang mesti disetor masing-masing pemegang saham harus terjawab dan memperoleh persetujuan oleh pemegang saham lama. Mekanisme RUPS yang dilakukan perusahaan yang akan go public ini merupakan mekanisme RUPS sebagaimana yang ditetapkan oleh UU PT. Setelah memperoleh persetujuan go public ini maka perusahaan mulai mempersiapkan penjamin emisi (underwriter) dari perusahaan itu. Underwriter adalah perusahaan efek yang nantinya akan menjembatani perusahaan efek tersebut ke pasar modal. Sebagai penjamin maka perusahaan efek itu akan menyiapkan dokumen dan bersama dengan perusahaan menunjuk pihak-pihak seperti akuntan publik, konsultan hukum, notaris, perusahaan penilai (appraisal), dan faktor-faktor lain yang sifatnya adminsitrasi.

(24)

Appraisal atau perusahaan penilai bertugas untuk menilai aset perusahaan khususnya dari sisi nilai. Dengan adanya appraisal ini berarti bisa diketahui nilai perusahaan, nilai modal sehingga nantinya bersama dengan komponen-komponen lainnya, kinerja keuangan dan operasional bisa dikeluarkan nilai dan harga saham yang layak bila perusahaan itu akan go public. Praktis dalam tahap persiapan ini yang melakukan pengolahan data-data perusahaan, tidak lagi manajemen atau direksi, apalagi pemegang saham pendiri yang banyak terlibat, tapi sudah orang-orang di luar perusahaan ikut terlibat. Pihak-pihak luar seperti underwriter, konsultan hukum, akuntan, appraisal dan notaris. Mereka itu merupakan pihak-pihak yang sudah memahami tugas dan fungsinya bagi perusahaan. Karena itu guna kelancaran proses go public sebuah perusahaan disarankan menggunakan profesi penunjang pasar modal yang memperoleh izin dari Bapepam-LK.

2. Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran

(25)

appraisal dan penjamin emisi mulai diperiksa secara detil, satu per satu lengkap dengan dokumen pendukungnya. Pada tahap inilah seleksi tersebut berlangsung. Kalau penjamin emisi memperkirakan harga jual sahamya Rp 6.000 per saham, maka dokumen pendukung tentang itu harus ada, jelas dan transparan.

Aspek full disclosure akan mulai terungkap di sini. Jadi dapat dipastikan para profesi penunjang pasar modal itu, tidak akan main-main dalam memberikan pendapatnya. Meleset sedikit saja, atau berbeda dengan kaidah yang berlaku ancaman bagi para profesional pasar modal itu cukup berat, dan harus dibayar mahal. Adapun sanksinya bisa berupa denda hingga sanksi pidana atau pencabutan izin.

3. Tahap Penjualan Saham

Dipastikan kurang dari 38 hari Bapepam-LK sudah memberikan jawaban atas pernyataan pengajuan pendaftaran perusahaan yang akan go public ini. Kalau setelah melakukan pendaftaran dan tidak ada koreksi maka pada periode waktu tersebut, pernyataan tersebut otomatis menjadi efektif. Apabila perusahaan itu sudah dinyatakan efektif, berarti saham dari perusahaan itu sudah bisa dijual. Penjualan dilakukan melalui penawaran umum (initial public offering/IPO).

(26)

dalam prospektus ringkas. Oleh Bapepam-LK bagi perusahaan yang akan tercatat di BEI penjualan saham dalam IPO ini waktunya relatif terbatas, dua atau tiga hari saja. Tapi bagi perusahaan yang setelah menjual sahamnya tidak mencatatkan di BEI maka penjualan sahamnya bisa lebih lama lagi. Dan tentunya akan sangat tergantung dari prospektus yang diajukan pada pernyataan pendaftaran.

Hingga tahap IPO ini, perusahaan sudah bisa dinyatakan sebagai perusahaan publik. Gelar di belakang perusahaan menjadi Tbk (kependekan dari Terbuka). Sebagaimana diungkap sebelumnya, perusahaan bisa langsung mencatatkan sahamnya di BEI setelah IPO bisa juga tidak. Jadi setelah menjadi perusahaan public sama sekali tidak ada keharusan bagi saham sebuah perusahaan untuk langsung tercatat (listed). Ingat ketika PT Abdi Bangsa Tbk perusahaan penerbit harian Republika pertama kali go public tidak langsung tercatat di BEI, melainkan beberapa tahun kemudian. Kendati tidak langsung listing namun perusahaan yang telah IPO tersebut tetap mengikuti aturan mengenai keterbukaan di pasar modal. Itu berarti laporan keuangan, corporate action dan ketebukaan informasi lainnya harus disampaikan ke publik.

4. Tahap Pencatatan di BEI

(27)

papan pencatatan BEI terdiri dari dua papan: Papan Utama (Main Board) dan Papan Pengembangan (Development Board).

Sebagaimana namanya, papan utama merupakan papan perdagangan bagi emiten yang volume sahamnya cukup besar dengan kapitalisasi pasar yang besar, sedangkan papan pengembangan adalah khusus bagi pencatatan saham-saham yang tengah berkembang. Kendati terdapat dua papan pencatatan namun perdagangan sahamnya antara papan utama dan papan pengembangan sama sekali tidak berbeda, sama-sama dalam satu pasar.

Jadi perbedaaan papan perdagangan ini hanya membedakan ukuran perusahaan saja. Papan Utama ditujukan untuk emiten atau emiten yang mempunyai ukuran (size) besar dan lamanya menjalankan usaha utama sekurang-kurangnya 36 bulan berturut-turut. Sementara Papan Pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum menghasilkan keuntungan.

Syarat-syarat sebuah perusahaan untuk Go-Public

IPO (Initial Public Offering) atau sering pula disebut Go Public adalah kegiatan

penawaran saham atau Efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten (perusahaan yang akan go public) untuk menjual saham atau Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya.

(28)

bentuk lain atau dengan penerbitan surat-surat utang, maupun pendanaan yang bersifat penyertaan dalam bentuk saham (equity). Pendanaan melalui mekanisme penyertaan umumnya dilakukan dengan menjual saham perusahaan kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go public.

2. Untuk go publik, perusahaan perlu melakukan persiapan internal dan penyiapan dokumentasi sesuai dengan persyaratan untuk go publik atau penawaran umum, serta memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan BAPEPAM.

(29)

perusahaan menjadikan perusahaan tersebut makin diminati investor, karena tingkat kembalian akan semakin besar. Hal ini juga akan berdampak bahwa harga saham dari perusahaan tersebut di Pasar Modal juga akan semakin meningkat. Dengan kata lain, ROA akan berpengaruh terhadap harga saham. Syamsuddin (2007:63) dalam bukunya, manajemen keuangan perusahaan menyatakan bahwa para pemegang saham menaruh perhatian utama pada tingkat keuntungan baik sekarang maupun masa yang akan datang karena tingkat keuntungan ini akan mempengaruhi harga saham-saham yang mereka miliki. Jadi, dengan JURNAL APLIKASI BISNIS Vol.3 No. 1, Oktober 2012 [40] meningkatnya profitabilitas perusahaan berarti meningkatkan harga saham secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan per lembar saham (earning per share) yang akan diterima oleh pemegang saham. Dari uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis : H1 : ROA berpengaruh positif terhadap harga saham pada perusahaan air mineral yang terdaftar di BEI.

(30)

mendistribusikannya kepada pemegang saham dalam bentuk deviden. Saham yang PER nya rendah diasumsikan bahwa laba seluruhnya dibagikan dalam bentuk deviden. Karena PER merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, maka semakin tinggi PER akan semakin tinggi pula minat investor dalam menanamkan modal di perusahaan tersebut, sehingga harga saham perusahaan tersebut akan ikut naik dan laba per lembar saham juga meningkat. Dari uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H2 : PER berpengaruh positif terhadap harga saham pada perusahaan air mineral yang terdaftar di BEI.

3. Pengaruh Deviden Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham DPR merupakan persentase tertentu dari laba perusahaan yang dibayarkan sebagai deviden kas kepada pemegang saham. DPR merupakan keputusan mengenai kebijakan deviden, apakah earning dibagi dalam bentuk deviden atau sebagian diinvestasikan kembali. DPR

menunjukkan besarnya laba yang akan dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden. Kebanyakan perusahaan enggan untuk menurunkan deviden. Jika perusahaan

(31)

resiko tinggi maka DPR akan semakin rendah dan mengakibatkan harga saham akan ikut menurun. Kebijakan deviden juga bisa dikaitkan dengan nilai perusahaan. Dengan DPR yang lebih rendah akan memaksimumkan nilai perusahaan. Pembayaran deviden sering diikuti dengan harga saham. Deviden tunai [41] Sri Zuliarni Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Harga Saham dapat meningkatkan nilai perusahaan karena melalui pengumuman deviden, manajer dapat mengirim signal kepada publik bahwa perusahaan memiliki ketersediaan dana untuk membiayai aktivitasnya. Signal ini diterima publik sebagai kabar baik, sehingga reaksi yang terjadi adalah harga saham meningkat. Dari uraian diatas maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H3 : DPR berpengaruh positif terhadap harga saham pada perusahaan air mineral yang terdaftar di BEI.

E. Metode Penelitian

1. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

(32)

2. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Air Mineral yang terdaftar di BEI. Sedangkan sampel penelitian dipilih melalui metode purposive sampling, yang merupakan metode pemilihan sampel tidak secara acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu (Indriantoro dan Bambang:2002) dimana perusahaan dipilih berdasarkan kriteria–kriteria tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representative. Daftar pemilihan sampel penelitian seperti pada tabel 1 berikut.

Adapun kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

a. Perusahaan yang menjadi sampel adalah perusahaan Air Mineral yang terdaftar (listing) di BEI selama periode 2011-2013.

b. Perusahaan Air Mineral yang terdaftar (listing) di BEI selama periode 2011-2013 sudah memiliki dan menyampaikan data laporan keuangan yang lengkap.

c. Perusahaan Air Mineral yang terdaftar (listing) di BEI yang memiliki laba bersih positif.

(33)

KETERANGAN

JUMLAH PERUSAHAAN Jumlah populasi

Jumlah sampel yang tidak memenuhi kriteria

jumlah sampel yang memenuhi kriteria

3. Pengukuran Variabel dan Operasional Variabel a) Variabel Independent

Variabel Independent dalam penelitian ini terdiri dari tiga variable, yaitu Return on

Asset (ROA), Price Earning Ratio (PER), dan Deviden Payout Ratio (DPR).

Return On Asset (ROA)

ROA merupakan rasio yang di ukur dengan membandingkan laba bersih setelah

pajak dengan modal sendiri.

Price Earning Ratio (PER)

PER merupakan rasio yang menunjukan perbandingan antara harga saham di pasar

perdana dengan harga per lembar saham. ROA= Laba Bersih

Modal Sendiri

(34)

Deviden Payout Ratio (DPR)

DPR merupakan keputusan mengenai kebijakan deviden, apakah earning di bagi dalam

bentuk deviden atau sebagian.

Referensi

Dokumen terkait

Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada ranah keterampilan siswa dengan penerapan model pembelajaran scramble berbantuan media kopikal tema ekosistem dalam

Selain fasilitas transit dan kualitas layanan, ada hal menarik lainya yang wajib diperhatikan, agar oprasional trem ini bisa berjalan dengan lancar pemerintah

Strategi pembelajaran yang lebih berpusat pada aktivitas siswa merupakan pembelajaran yang lebih banyak mem- berikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan

$elain itu disini selalu ditegaskan bah+a sertifikasi seperti *PA, *IA, atau sertifikasi auditor sistem informasi (*I$A) merupakan persyaratan untuk posisi tertentu

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan penelitian sebagai berikut: Keadilan distributif

Proses pembentukan biogas merupakan fermentasi anaerobik dimana digester yang digunakan kedap udara tidak terdapat oksigen sehingga telur cacing yang ada pada

Hasil analisis dengan menggunakan regresi logistik ganda menunjukkan adanya perbedaan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya infeksi HPV 16/18 pada wanita, kelompok IRT

Hasil Penelitian bahwa variabel kualitas produk, reputasi merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan Mie Instan Merek Indomie di Kota