Lirik lagu BTS
“
Not Today
”
dalam Semiotika
Strukturalis, Post-Strukturalis, dan Kekuasaan Tanda
Untuk Memenuhi UTS Mata Kuliah Semiotika
Dosen Pengampu: Arif Budi Prasetya, S.Ikom, M.Ikom
Ditulis Oleh:
Maulidina Wirdani 145120200111051
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
1
Permasalahan dan Analisis
BTS adalah grup penyanyi pria asal Korea Selatan yang beranggotakan
tujuh orang, yakni Rap Monster, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V dan Jungkook.
Mereka debut pada 13 Juni 2013. Hal yang menarik bahwa BTS berasal dari
agensi kecil yang tidak terkenal, Big Hit Entertainment. Tetapi kesuksesan BTS
dalam melahirkan karya-karya bermusik mereka telah sukses mengantarkan Big
Hit Entertainment menjadi salah satu agensi berpenghasilan terbesar di Korea.
Padahal, di awal debut dulu BTS sempat diremehkan oleh netter Korea karena
berasal dari agensi tidak terkenal, tapi lihat deh kesuksesan BTS sekarang.
Mereka populer di dalam dan luar negeri.
Inilah yang membuat penulis tertarik untuk menganalisis lagu BTS, selain
mendobrak persaingan industri musik kpop yang didominasi oleh agensi raksaksa,
BTS merepresentasikan konten post strukturalis dalam karya-karya. Salah satunya
adalah lagu berjudul “Not Today”. Rekor video klip grup K-pop dengan jumlah penonton terbanyak di YouTube dalam waktu 24 jam dipatahkan oleh BTS
setelah merilis video musik "Not Today" yang telah ditonton lebih dari sepuluh
juta kali (Naver, 2017). Dua rekor sebelumnya juga dipegang oleh BTS dengan
lagu “Blood, Sweat, and Tears “ dan “Spring Day”. Padahal ketiga lagu tersebut
dirilis dalam waktu yang hampir bersamaan. "Spring Day" menjadi video musik
grup K-pop tercepat yang mencapai 20 juta penonton dalam waktu kurang dari
empat hari, namun "Not Today" mematahkan rekor tersebut dengan meraih jumlah
penonton yang sama hanya kurang dari tiga hari (Naver, 2017).
Not today merupakan lagu bergenre Rap-Hip-hop yang berisikan ajakan
kepada kaum yang dianggap lemah atau pecundang atau 뱁새들아 atau
underdogs untuk tetap berjalan dan tidak menyerah. Diawal lagu dimulai dengan
lirik yang dinyanyikan dengan berteriak:
All the underdogs in the world A day may come when we lose
2
Diawal lagu dapat ditemukan situasi dimana kekuatan strukturalis sangat
mendominasi, dan orang-orang dibagi sebagai para pemenang dan para
pecundang. Lirik diatas menyerukan kepada para pecundang (orang yang
dianggap lemah) untuk tidak menyerah dan tetap berjalan. Di korea memang
memiliki kehidupan yang keras dimana orang-orang meyakini bahwa mereka
semua harus berhasil dan menjadikan itu sebagai beban hidup. Korea Selatan
memiliki masalah yang cukup tinggi dalam hal masalah sosial dalam lapisan
masyarakatnya. Terbukti dalam beberapa tahun belakangan di Korea Selatan
kasus kematian bunuh diri cukup tinggi. Persaingan dalam dunia kerja yang
tinggi, lebih mengedepankan status sosial yang lebih baik dibandingkan orang
lain, dan penampilan fisik sangat diutamakan (Safitri, 2015). Disana juga
memiliki batas jelas dan otoritas bagi orang yang sudah sukses dan senior
daripada orang yang dibawahnya.
Kata “pemenang” dan kata “pecundang” memiliki makna kekuasaan. Dimana “para pecundang” memiliki otoritas kekuasaan yang lemah dan
dipandang sebagai suatu kata yang merepresentasikan kaum yang payah dan
gagal. Secara tidak langsung, walaupun kata “pemenang” tidak disebutkan dalam
lirik lagu ini, eksistensi kalimat “para pemenang” terasa nyata sebagai bentuk
bahasa berkuasa atas para pecundang. Melalui penanda (signified) status sosial,
“Pecundang” (yang selanjutnya disebut juga “Baepsae”) memproduksi makna
yang direkayasa, menjelma menjadi status sosial, dan pencitraan kekuasaan yang
lemah (Badri, 2009).
Selanjutnya masuk kepada lirik rapp yang dituliskan versi asli (hangul)
dengan romanizationnya;
No not today
언젠가꽃은 겠 (Eonjenga kkocceun jigessji) But no not today
그때가오늘은아니 (Geu ttaega oneureun aniji) No no not today
3
terjemahan ke dalam bahasa Indonesia:
Bukan, bukan hari ini
Pada akhirnya, bunga-bunga akan gugur Tetapi bukan, bukan hari ini
Hari itu bukan hari ini Bukan bukan bukan hari ini Hari ini masih terlalu baik untuk mati
Bukan bukan bukan hari ini bukan bukan bukan bukan hari ini
Lirik “not, not today” yang diulang didalam lirik merujuk kepada lirik “A day may come when we lose” atau “Suatu hari bisa saja datang di mana kami (para pecundang) kalah” yang ada di lirik sebelumnya. Apabila diperhatikan lirik
ini memiliki pembentukan bahasa yang bersifat memprovokasi para pecundang
untuk melawan dominasi para pemenang. Dengan begitu dapat dilihat dengan
jelas sisi post-strukturalis.
Pada lirik setelahnya kata “not, not today” berdampingan dengan lirik “그
때가 오늘은 아니 (Geu ttaega oneureun aniji)”, apabila diterjemahkan berarti
“Pada akhirnya, bunga-bunga akan gugur”. Kalimat ini menganalogikan
bunga-bunga sebagai para pemenang, dan kata “akan gugur” menjelaskan bahwa para
pemenang yang mengatai mereka pecundang pada akhirnya akan jatuh (menjadi
pecundang juga).
Selanjutnya kata “not, not today” disandingkan kalimat
“아 은 죽기엔 too good day (Ajigeun jukgien Too good day)”, apabila
diterjemahkan menjadi “Hari ini masih terlalu baik untuk mati”. Kalimat tersebut
merepresetasikan bentuk dukungan atas kaum pecundang untuk tidak mati/
melanjutkan hidup. Kalimat ini juga mengandung bentuk post strukturalis, dimana
terdapat kalimat yang bermaksud menyemangati yang dilakukan dengan tidak
biasa (tidak sebagaimana umumnya). Selain itu lirik ini mengandung
penyemangat agar para pecundang melawan dominasi kekuasaan dari para
pemenang.
그래우리는 EXTRA (Geurae urineun extra)
But still part of this world EXTRA + ORDINARY
4
Apabila diterjemahkan memiliki arti yaitu:
Itu benar, kami ini EXTRA Namun masih bagian dari jagad raya ini EXTRA + ORDINARY (T/N: Luar Biasa)
Itu juga bukan perihal besar sih
Lirik tersebut mengandung makna menjadi extra ordinary atau dalam konteks ini
orang luar biasa sehingga dianggap pemenang dan bukan pecundang, itu bukan
merupakan hal yang besar. Hal yang besar disini bermaksud bukan hal yang luar
biasa saja dan tidak perlu menjadi tujuan dan keinginan yang terlalu. Karena
menjadi pemenang itu biasa saja. Kalimat sebelumnya juga menjelaskan bahwa
para pecundang adalah seorang extra, dan mereka masih bagian dari jagad raya.
Maksudnya adalah mereka pun memiliki hak untuk dihargai sebagaimana
makhluk yang hidup di jagad raya.
Lirik tersebut mengandung pola piker bahasa post-strukturalis, yang
mengatakan makna tidak sebagaimana umumnya dikatakan. Selain itu dari sisi
makna, dapat ditemukan bahwa bahasa “extra” dan “extra ordinary” merupakan
bahasa yang diberikan nilai dan prespektif kekuasaan didalamnya oleh
masyarakat. Pada hakikatnya, kedua kata itu bersifat “dependent” atau “tergantung”. Apabila orang yang menilainya memiliki pola pemikiran strukturalis, maka akan menilai extra ordinary adalah orang yang luar biasa
(memiliki kuasa) dan sebaliknya (nilai bahasa dibentuk oleh masyarakat dan
sepakati bersama). Sedangkan post-strukturalis menilai keduanya bebas makna,
dan bahasa extra ordinary adalah bahasa yang biasa saja.
오늘은절대죽 말아 (Oneureun jeoldae jukji mara)
빛은어둠을뚫고나가 (Bicceun eodumeul tdulhgo naga)
새세상너도원해 (Sae sesang neodo wonhae)
Oh baby yes I want it
Apabila diterjemahkan menjadi:
Hanya saja jangan mati dulu hari ini Cahaya akan melobangi kegelapan Kau pun juga menginginkan dunia yang baru
5
Lirik diatas menjelaskan bahwa para pecundang tidak boleh menyerah (오늘은
절대 죽 말아/ jangan mati dulu hari ini). Kemudian dikatakan “Cahaya akan
melobangi kegelapan” (빛은 어둠을 뚫고 나가). Maksudnya adalah memberi
keyakinan dengan bahasa yang tidak umum (post-strukturalis) bahwa akan ada
jalan keluar bagi para pecundang untuk mencapai kebebasan dari kata yang
merendahkan itu. Lirik selanjutnya juga mempertegas keinginan tersebut dengan
lirik, “Kau pun juga menginginkan dunia yang baru” 새세상너도원해, dan Oh
baby yes I want it.
Menjelang bagian reffrain, memiliki lirik sebagai berikut:
날아갈수 없음뛰어 (Naragal su eopseum ttwieo)
Today we will survive
뛰어갈수없음걸어 (Ttwieogal su eopseum georeo)
Today we will survive
걸어갈수없음기어 (Georeogal su eopseum gieo) 기어서라도 gear up (Gieoseorado gear up) 겨눠총조준 발사 (Gyeonwo chong! Jojun! Balsa!)
Berlarilah jika kau tak mampu terbang Hari ini kita akan bertahan hidup Berjalanlah kalau kau tak mampu berlari
Hari ini kita akan bertahan hidup Merangkaklah kalau kau tak mampu berjalan Bergerak maju dengan merangkak, setidaknya
Todongkan pistol, bidik, dan tembaklah
Lirik tersebut mengandung post strukturalis, selain karena pengemasan
bahasa yang tidak secara umum − Seperti kalimat “Berlarilah jika kau tak mampu
terbang”, “Berjalanlah kalau kau tak mampu berlari”, “Merangkaklah kalau kau tak mampu berjalan”, “Bergerak maju dengan merangkak, setidaknya”, “Todongkan pistol, bidik, dan tembaklah” – semua kalimat diatas mengacu pada makna perlawanan terhadap strukturalis. Strukturalisme melihat makna sebagai
hasil struktur atau regularitas, bersifat anti humanis, dan berada diluar individu.
6
dari pikiran manusia yang menjadi dasar karakter budaya, dan kebiasaan yang
dilakukan manusia (Silvia, 2011). Strukturalis yang dimaksud adalah para
pemenang yang selalu berada diatas para pecundang, melakukan kegiatan
kekuasaan terhadap pecundang, dan memberikan nilai kaum pecundang sangat
lemah dibawah daripada pemenang.
Pada bagian reffrain terdapat lirik:
Not not today Not not today
Hey 뱁새들아 다hands up (Hey baepsaedeura da hands up)
Hey 친구들아 다hands up (Hey chingudeura da hands up)
Hey나를믿는다면 hands up (Hey nareul mitneundamyeon hands up)
총조준 발사 (Chong! Jojun! Balsa!)
Bukan bukan hari ini, bukan bukan hari ini Hey para baepsae, kalian semua angkat tangan kalian Hey kawan-kawan, kalian semua angkat tangan kalian
Hey, kalau kau percaya padaku, angkat tanganmu Bidikkan pistolmu dan tembaklah
Bagian reffrain dalam lagu “Not Today” ini terdapat kata 뱁새 (baepsae).
Baebsae adalah burung berkaki pendek yang hidup di Korea, dalam bahasa
Inggris disebut Korean Crow-Tit atau Parrotbill. Istilah tersebut berasal dari
peribahasa "뱁새가황새걸음을걸으면 가랑이 가찢어진다" (baepsaega hwangsae
ttarakamyeon dariga jjijeojinda) yang artinya "Kalau baepsae berjalan seperti
bangau, dia bakalan merobek kakinya". Metafora yang digunakan untuk
menggambarkan perilaku bodoh seseorang adalah 뱁새 (baepsae/ sejenis burung
korea yang berukuran kecil) karena melukai dirinya sendiri akibat mengikuti 황새
(hwangsae/ burung bangau) yang jauh lebih besar (Widyaningsih, 2014).
Gambar 1. Burung Bapsae (Kiri)
7
Kata Baepsa e secara bahasa strukturalisme memiliki kedudukan lebih
rendah daripada burung bangau atau Hwangsae. Kaki burung Baepsae (orang
Bapsae/ orang lemah) yang kecil dianggap tidak akan mampu menyamai kaki
Burung Bangau (Para pemenang/ orang yang unggul) yang tinggi dan kuat.
Agaknya, norma secara umum di Korea seperti itu. Namun, dalam lagu “Not Today” ini para Baepsa e atau orang lemah yang ingin mengikuti atau menjadi pemenang diberikan bahasa post-strukturalisme. Dalam lagu ini, Baaepsae yang
mewakili istilah dari orang-orang lemah yang direndahkan kemampuannya (atau
Penulis menyebut dalam penjelasan sebelumnya dengan Para Pecundang),
diberikan dorongan untuk : “Bidikkan pistolmu dan tembaklah”.
우린 할 수가 없었단다 실패(Urin hal suga eopseossdanda silpae)
서로가 서롤 전부 믿었기에 (Seoroga seorol jeonbu mideossgie)
What you say yeah Not today yeah
오늘은 안 죽어 절대 yeah (Oneureun an jugeo jeoldae yeah)
Terjemahan dalam bahasa Indonesia adalah:
Mereka bilang, kita tidak bisa melakukannya, gagal
Namun karena kita saling memercayai satu sama lain
Apa yang kaubilang yeah, bukan hari ini yeah
Kita takkan mati hari ini, takkan pernah yeah
“Mereka” dalam lirik pertama diatas merujuk pada orang-orang yang lebih kuat atau Penulis sebut dengan Para Pemenang (strukturalis). Para pemenang
menganggap Para Baepsae/ Pecundang tidak akan bisa melakukan hal seperti
mereka. Namun, lagu ini memberi semangat dengan mengatakan “karena kita
saling memercayai satu sama lain (서로가서롤전부 믿었기에) ”, “What you say
yeah”, “Kita takkan mati hari ini, takkan pernah yeah (오늘은 안 죽어 절대 yeah).
Lirik-lirik tersebut berupaya melakukan kegiatan meniadakan nilai (Post
strukturalisme) bahwa “Baepsae” (Pecundang) adalah orang gagal yang terus
8
Dalam lirik ini disimpulkan dengan jelas kegiatan post-strukturalisasi
daripada bahasa yang memiliki kekuasaan tanda yaitu “Baepsa e” atau “Pecundang”. Kekuasaan yang lemah dalam istilah “Baepsae” di dekontruksi dengan mengatakan bahwa “Baepsae” tidak selamanya menjadi “Baepsa e” yang lemah. Namun, suatu saat dapat menjadi “Hwangsae” (Para Pemenang/orang unggul yang dianalogikan sebagai Bangau).
Menjelang akhir lagu terdapat lirik yang dinyanyikan dengan penekanan
sebagai closing rapp dari lagu “Not Today”.
Throw it up Throw it up
니눈 셏의두려움 따위는버려 (Ni nun sogui duryeoum ttawineun beoryeo)
Break it up Break it up
널가두는 유리천장 따윈 부숴 (Neol gaduneun yuricheonjang ttawin buswo) Turn it up Turn it up
Burn it up Burn it up
승리의그날까 fight (Seungriui nalkkaji fight!) 무릎꿇 마무너 마 (Mureup kkulhji ma muneojijima)
That’s (Do) not today
Terjemahan dalam bahasa Indonesia adalah:
Buanglah, buanglah
Buang segala ketakutan di kedua matamu Hancurkan, hancurkan
Hancurkan langit-langit kaca yang memenjarakanmu Nyalakan, nyalakan
Kobarkan, kobarkan
Berjuanglah hingga hari kemenanganmu Itu bukan hari ini
Lirik ini ditujukan kepada para “Baepsae”/”Pecundang”. BTS menyerukan
mereka untuk membuang segala ketakukan (akibat peletakan nilai dan kekuasaan
atas makna Pecundang), menghancurkan nilai-nilai yang dianggap masyarakat
secara umum (bahasa strukturalis) terhadap Para Baepsae/Para Pecundang. BTS
juga menyerukan “Turn it up (Nyalakan), Burn it up (kobarkan), Berjuanglah
hingga hari kemenanganmu (무릎 꿇 마 무너 마/ Mureup kkulhji ma
9
struturalisasi istilah Pecundang (Baepsae) hingga mereka mencapai kemenangan.
Maksud kemenangan adalah mereka (Baepsae) melakukan hal yang dilakukan
oleh Para Pemenang (Hwangsae).
Kesimpulan
Lagu berjudul “Not Today” milik BTS secara dominan mengandung
konten post-strukturalisme. Lagu ini menyebutkan berkali-kali istilah “Baepsae”
뱁새 (baepsae). Istilah tersebut berasal dari peribahasa "뱁새가황새걸음을걸으면
가랑이가 찢어진다" (baepsaega hwangsae ttarakamyeon dariga jjijeojinda) yang
berarti "Kalau baepsae berjalan seperti bangau, dia akan merobek kakinya".
Metafora tersebut digunakan untuk menggambarkan perilaku bodoh seseorang
adalah 뱁새 (baepsae/ sejenis burung korea yang berukuran kecil) karena melukai
dirinya sendiri akibat mengikuti 황새 (hwangsae/ burung bangau) yang jauh lebih
besar. Baepsae dimaksudkan untuk mewakili Para Pecundang, kaum lemah.
Sedangkan hwangsae/ burung bangau menganalogikan Para Pemenang/Orang
yang Unggul.
lirik lagu “Not Today” BTS memberikan dorongan kepada Para Baepsa e/ Pecundang untuk melawan makna strukturalisme atas istilah tersebut
(Post-strukturalis). Mereka menyerukan agar “Baepsae”/ “Pecundang” mengabaikan nilai nilai kekuasaan yang sangat lemah dalam istilah “Baepsae” secara umum
dimata masyarakat (Pecundang itu lemah, payah, orang-orang gagal). BTS juga
meyakinkan mereka untuk hidup dengan melakukan banyak hal besar
10
Lampiran
BTS (Bangtan Boys) – Not Today
Genre : Rap / Hip-hop
Release Date : 2017-02-13
All the underdogs in the world
A day may come when we lose
But still part of this world
EXTRA + ORDINARY
Not not today Not not today Hey뱁새들아 다 hands up
What you say yeah Not today yeah 오늘은안 죽어절대 yeah
너의곁에 나를믿어 Together we won’t die 나의곁에 너를믿어 Together we won’t die 함께라는 말을믿어 방탄이란 걸믿어 겨눠총 조준발사
11 총 조준발사
Throw it up Throw it up 니 눈셏의두려움 따위는버려
Break it up Break it up 널 가두는유리천장 따윈부숴
Not not today Not not today Hey뱁새들아 다 hands up
Lirik Indonesia Not Today BTS Seluruh underdogs di muka bumi Suatu hari bisa saja datang di mana kami kalah
Tetapi bukan hari ini Hari ini kami bertarung Bukan, bukan hari ini
Pada akhirnya, bunga-bunga akan gugur
Tetapi bukan, bukan hari ini Hari itu bukan hari ini Bukan bukan bukan hari ini
Hari ini masih terlalu baik untuk mati
Bukan bukan bukan hari ini bukan bukan bukan bukan hari ini
Itu benar, kami ini EXTRA
Namun masih bagian dari jagad raya ini
EXTRA + ORDINARY Itu juga bukan perihal besar sih
Hanya saja jangan mati dulu hari ini Cahaya akan melobangi kegelapan Kau pun juga menginginkan dunia yang baru
Oh baby Iya aku mau itu
Berlarilah jika kau tak mampu terbang
Hari ini kita akan bertahan hidup Berjalanlah kalau kau tak mampu berlari
Hari ini kita akan bertahan hidup Merangkaklah kalau kau tak mampu berjalan
Bergerak maju dengan merangkak, setidaknya
Hey kawan-kawan, kalian semua angkat tangan kalian
Hey, kalau kau percaya padaku, angkat tanganmu
Bidikkan pistolmu dan tembaklah Kau takkan mati.
jangan tanya aku, berteriaklah saja Bukan bukan hari ini
Jangan menyerah, jangan menangis. Angkat tanganmu
12
Bidikkan pistolmu dan tembaklah Terlalu hot sampai-sampai melipatgandakan kesuksesan
Terlalu hot sampai-sampai jungkir balik di chart
Terlalu tinggi kita di atas trampolin Terlalu tinggi sampai-sampai ada orang yang berharap bisa menghentikan kita
Mereka bilang, kita tidak bisa melakukannya, gagal
Namun karena kita saling memercayai satu sama lain
Apa yang kaubilang yeah, bukan hari ini yeah
Kita takkan mati hari ini, takkan pernah yeah
Percayalah padaku yang selalu di sisimu
Bersama-sama kita takkan mati Aku memercayaimu yang selalu di sisiku
Bersama-sama kita takkan mati Percayalah bahwa kita bersama-sama
Percayalah pada “BTS”
Hey kawan-kawan, kalian semua angkat tangan kalian
Hey, kalau kau percaya padaku, angkat tanganmu
Bidikkan pistolmu dan tembaklah Kau takkan mati.
jangan tanya aku, berteriaklah saja
Bukan bukan hari ini
Jangan menyerah, jangan menangis. Angkat tanganmu
Bukan bukan hari ini Hey bukan bukan hari ini Hey bukan bukan hari ini Hey bukan bukan hari ini
Bidikkan pistolmu dan tembaklah Buanglah, buanglah
Buang segala ketakutan di kedua matamu
Hancurkan, hancurkan
Hancurkan langit-langit kaca yang memenjarakanmu
Nyalakan, nyalakan Kobarkan, kobarkan
Berjuanglah hingga hari kemenanganmu
Itu bukan hari ini
Bukan bukan hari ini, bukan bukan hari ini
Hey para baepsae, kalian semua angkat tangan kalian
Hey kawan-kawan, kalian semua angkat tangan kalian
Hey, kalau kau percaya padaku, angkat tanganmu
Bidikkan pistolmu dan tembaklah Kau takkan mati.
jangan tanya aku, berteriaklah saja Bukan bukan hari ini
Jangan menyerah, jangan menangis. Angkat tanganmu
Bukan bukan hari ini Hey bukan bukan hari ini Hey bukan bukan hari ini Hey bukan bukan hari ini
13
DAFTAR PUSTAKA
Badri, M.A. (2009). Darah Biru dan Semiotika Kekuasaan. Edukasi edisi XXXIX/Thn XVIII/Juni/2009
NAVER. (2017). "BTS's "Not Today" is the fastest MV to surpass 10 million views" (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 9 April 2017. http://entertain.naver.com/read?oid=076&aid=0003052896
NAVER. (2017). BTS - Not Today [Romanization/English]
NAVER. (2017). BTS's parade of new records... "Not Today is the fastest MV to reach 20 million views" (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 9 april 2017.http://entertain.naver.com/read?oid=109&aid=0003484741
Safitri, Rani Eka. (2015). Analisis Masalah Sosial Operasi Plastik Pada P rogram Let Me In Season 2. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta
Silvia, A (2011). Analisis Teori Strukturalisme Konstruktivis Pierre Bourdieu dalam Perlawanan Kelompok Musik Efek Rumah Kaca terhadap Arus Utama (Mainstream): Lirik Lagu, Industri, dan Negara. Skripsi. Depok: Universitas Indonesia