• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH TERPENOID OLEH NANA AHMAD SAHRUL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH TERPENOID OLEH NANA AHMAD SAHRUL"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

“TERPENOID”

OLEH :

NANA :AHMAD SAHRUL

NIM : F201501037

KELAS/GEL : D-1 FARMASI/A

PROGRAM STUDI S-1 FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

MANDALA WALUYA

KENDARI

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadiaran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat

limpahan rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini

dengan tepat waktu.

Dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,disebabkan

karena keterbatasan penulis sebagai manusia biasa yang tak mungkin luput dari

kesalahan. Makalah ini penulis susun guna untuk mempermudah pembaca

mempelajari mengenai kompartemen satu.

Penulis berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua,

oleh karena itu, demi upaya peningkatan kualitas makalah ini,penulis senantiasa

mengharapkan konstribusi pemikiran pembaca, baik berupa kritik maupun saran yang

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I: PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Tujuan Penulisan...3

BAB II: PEMBAHASAN...4

A. Defenisi Terpenoid...4

B. Klasifikasi Senyawa Terpenoid...5

C. Sifat Fisika-Kimia Senyawa Terpenoid...10

D. Biosintesa Terpenoid...12

E. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Terpenoid...14

BAB III: PENUTUP...16

A. Kesimpulan...16

B. Saran...17

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Fito berasal dari bahasa yunani yang berarti tanaman. Fitokimia merupakan

senyawa-senyawa kimia yang berasal dari tanaman yang mempunyai peranan penting

bagi kesehatan. (Anonim. 2010)

Terpenoid terdiri atas beberapa macam senyawa, mulai dari komponen

minyak atsiri, yaitu monoterpena dan sesquiterepena yang mudah menguap (C10 dan

C15), diterpena menguap, yaitu triterpenoid dan sterol (C30), serta pigmen karotenoid

(C40). Masing-masing golongan terpenoid itu penting, baik dalam pertumbuhan dan

metabolisme maupun pada ekologi tumbuhan. Terpenoid merupakan unit isoprena

(C5H8).

Terpenoid merupakan senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam

satuan isoprena dan secara biosintesis diturunkan dari hidrokarbon C30 siklik yaitu

skualena. Senyawa ini berstruktur siklik yang nisbi rumit, kebanyakan berupa

alkohol, aldehid atau atom karboksilat. Mereka berupa senyawa berwarna, berbentuk

kristal, seringkali bertitik leleh tinggi dan aktif optik yang umumnya sukar dicirikan

karena tidak ada kereaktifan kimianya.

Penggunaan tumbuh-tumbuhan baik sebagai obat,bahan makanan,bumbu,

(5)

temukan di dalam berbagai catatan bangsa Cina, Mesir, Mesopotamia, Yunani dan

Roma. Bahkan penemuan terbaru di Pakistan membuktikan bahwa penggunaannya

telah berlangsung selama 5000 tahun. Walaupun demikian,penghargaan dan penilaian

terhadap tumbuhan tetap dan bahkan semakin tinggi. Karena itu,usaha untuk

menguasai perdagangannya, antara lain melalui usaha monopoli yang telah di lakukan

oleh para pengusaha kaya, antara lain dengan menguasai pusat-pusat produksi di

berbagai benua, dan pengangkutan atau transpornya ke berbagai belahan dunia

(Wiryowidagdo. 2008).

Dengan kemajuan peradaban moderen, yang ditandai dengan perkembangan

ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih cenderung menggunakan produk artifisial,

pemanfaatan produk tumbuhan sempat mengalami kemunduran beberapa saat,

kecuali untuk penggunaan dan pemanfaatan sebagai bumbu dan rempah-rempah serta

kosmetika (Wiryowidagdo. 2008).

Akan tetapi, situasi ini berubah secara global dalam 20 tahun terakhir yang

mengarah ke perubahan penggunaan bahan alam. Sebagai konsekuensinya, perhatian

terhadap penelitian tumbuhan untuk obat sangat meluas,baik dalam bidang maupun

kedalaman penelitian, sedangkan disiplin ilmu yang terlibat tidak lagi hanya farmasi

dan kimia, melainkan juga kedokteran, farmakologi, botani, ekologi, dan sebagainya.

Selain itu, secara bersamaan berkembang juga kepentingan ekonomi yang sangat

(6)

hasil pertanian tumbuhan obat yang menyebabkan peningkatan penelitian yang di

tandai dengan meningkatnya jumlah, jenis dan mutu publikasi (Wiryowidagdo. 2008).

Perkembangan di bidang tumbuhan obat tersebut terjadi juga pada bahan alam

lain,apalagi dengan kemajuan di bidang teknik isolasi dan instrumentasi untuk

analisis, seperti perkembangan pesatnya kromatografi gas yang digabungkan dengan

spektrofotometri massa dan spektrofotometri inframerah, kromatografi cair kinerja

tinggi (KCKT), resonasi magnetik inti (RMI), serta konsep baru lainnya. Semuanya

ini merupakan inti perkembangan kimia bahan alam yang sangat pesat yang dapat di

buktikan dengan baragamnya publikasi menyangkut berbagai jenis dan tipe senyawa

baru yang di temukan (Wiryowidagdo. 2008).

B. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui dan memahami tentang metabolisme pada senyawa

terpenoid

2. Untuk mengetahui bagaimana proses biosintesis pada senyawa terpenoid

3. Untuk mengetahui jalur metabolisme senyawa terpenoid

4. Untuk mengetahui kegunaan senyawa terpenoid

(7)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Defenisi Terpenoid

Terpenoid merupakan derivat dehidrogenasi dan oksigenasi dari senyawa

terpen. Terpen merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan oleh

tumbuhan dan sebagian kelompok hewan. Rumus molekul terpen adalah (C5H8)n.

Terpenoid disebut juga dengan isoprenoid. Hal ini disebabkan karena kerangka

karbonnya sama seperti senyawa isopren. Secara struktur kimia terpenoid merupakan

penggabungan dari unit isoprena, dapat berupa rantai terbuka atau siklik, dapat

mengandung ikatan rangkap, gugus hidroksil, karbonil atau gugus fungsi lainnya

(Lenny.S. 2006).

Terpenoid merupakan komponen penyusun minyak atsiri. Minyak atsiri

berasal dari tumbuhan yang pada awalnya dikenal dari penentuan struktur secara

sederhana yaitu dengan perbandingan atom hydrogen dan atom karbon dari suatu

senyawa terpenoid yaitu 8 : 5 dan dengan perbandingan tersebut dapat dikatakan

bahwa senyawa teresbut adalah golongan terpenoid. Minyak atsiri bukanlah senyawa

murni akan tetapi merupakan campuran senyawa organik yang kadang kala terdiri

dari lebih dari 25 senyawa atau komponen yang berlainan (Lenny.S. 2006).

Sebagian besar komponen minyak atsiri adalah senyawa yang hanya

(8)

Minyak atsiri adalah bahan yang mudah menguap sehingga mudah dipisahkan dari

bahan-bahan lain yang terdapat dalam tumbuhan. Salah satu cara yang paling banyak

digunakan adalah memisahkan minyak atsiri dari jaringan tumbuhan adalah destilasi.

Dimana, uap air dialirkan kedalam tumpukan jaringan tumbuhan sehingga minyak

atsiri tersuling bersama-sama dengan uap air. Setelah pengembunan, minyak atsiri

akan membentuk lapisan yang terpisah dari air yang selanjutnya dapat dikumpulkan.

Minyak atsiri terdiri dari golongan terpenoid berupa monoterpenoid atom C10 dan

seskuiterpenoid atom C15 (Lenny.S. 2006).

B. Klasifikasi Senyawa Terpenoid

Secara umum terpenoid terdiri dari unsur-unsur C dan H dengan rumus molekul umum (C5H8)n.

Klasifikasi biasanya tergantung pada nilai (n).

Nama Rumus Sumber

Monoterpen C10H16 Minyak Atsiri

Seskuiterpen C15H24 Minyak Atsiri

Diterpen C20H32 Resin Pinus

Triterpen C30H48 Saponin, Damar

Tetraterpen C40H64 Pigmen, Karoten

(9)

Dari rumus di atas sebagian besar terpenoid mengandung atom karbon yang

jumlahnya merupakan kelipatan lima. Penyelidikan selanjutnya menunjukan pula

bahwa sebagian besar terpenoid mempunyai kerangka karbon yang dibangun oleh dua

atau lebih unit C5 yang disebut unit isopren. Unit C5 ini dinamakan demikian karena

kerangka karbonnya seperti senyawa isopren.

Struktur rangka terpenoid dibangun oleh dua atau lebih molekul isopren.

Pendapat ini dikenal dengan “hukum isopren” (Wallach. 1887).

Hukum Isopren:

1.Pembentukan isoprene aktif berasal dari asam asetat melalui asam mevalonat.

2.Penggabungan kepala dan ekor dua unit isoprene akan membentuk mono-,seskui-,

di-. sester-, dan poli-terpenoid.

3.Penggabungan ekor dan ekor dari unit C-15 atau C-20 menghasilkan triterpenoid

dan steroid.

a.Monoterpenoid

Monoterpenoid merupakan senyawa essence dan memiliki bau yang spesifik

yang dibangun oleh 2 unit isoppren atau dengan jumlah atom karbon

10. Lebih dari 1000 jenis senyawa monoterpenoid telah diisolasi dari tumbuhan

tingkat tinggi,binatang laut,serangga dan binatang jenis vertebrata dan struktur

senyawanya telah diketahui. Struktur dari senyawa monoterpenoid yang telah dikenal

(10)

yang berbeda. Sedangkan prisnsip dasar penyusunannya tetap sebagai penggabungan

kepala dan ekor dari 2 unit isoprene. Stuktur monoterpenoid dapat berupa rantai

terbuka dan tertutup atau siklik. Senyawa monoterpenoid banyak dimanfaatkan

sebagai antiseptik,ekspektoran,spasmolitik,anestetik dan sedatif. Disamping itu

monoterpenoid yang sudah dikenal banyak dimanfaatkan sebagai bahan pemberi

aroma makan dan parfum dan ini merupakan senyawa komersial yang banyak

diperdagangkan (Anonim. 2012).

Dari segi biogenetik, perubahan geraniol nerol dan linalool dari yang satu

menjadi yang lain berlangsung sebagai akibat reaksi isomerasi. Ketiga alkohol ini

yang berasal dari hidrolisa geranil pirofosfat (GPP) dapat menjadi reaksi-reaksi

sekunder,misalnya dehidrasi menghasilkan mirsen,oksidasi

menjadi sitral dan oksidasi-reduksi menghasilkan sitronelal. Perubahan GPP in vivo

menjadi senyawa monoterpen siklik dari segi biogenetik disebabkan oleh reaksi

siklisasi yang diikuti oleh reaksi-reaksi sekunder. Seperti senyawa organik bahan

alam lainnya,monoterpenoid mempunyai kerangka karbon yang banyak variasinya.

Oleh karena itu penetapan struktur merupakan salah satu bagian yang penting.

Penetapan struktur monoterpenoid mengikuti suatu sistematika tertentu yang dimulai

dengan penetapan jenis kerangka karbon. Jenis kerangka karbon suatu monoterpen

(11)

dehidrogenasi menjadi suatu senyawa aromatik atau aromatisasi (Anonim.

2012).

Penetapan struktur selanjutnya ialah menetukan letak atau posisi gugus fungsi

dari senyawa yang bersangkutan di dalam kerangka karbon tersebut. Posisi gugus

fungsi dapat diketahui berdasarkan penguraian oksidatif. Cara lain adalah mengubah

senyawa yang bersangkutan oleh reaksi-reaksi tertentu menjadi senyawa lain yang

telah diketahui strukturnya. Dengan kata lain saling mengaitkan gugus fungsi

senyawa lain yang mempunyai kerangka karbon yang sama. Pembuktian struktur

sutau senyawa akhirnya didukung oleh sintesa senyawa yang bersangkutan dari sutau

senyawa yang diketahui strukturnya (Anonim. 2012).

b.Seskuiterpenoid

Seskuiterpenoid merupakan senyawa terpenoid yang dibangun oleh 3 unit

isopren yang terdiri dari kerangka asiklik dan bisiklik dengan kerangka dasar

naftalen. Senyawa seskuiterpenoid ini mempunyai bioaktifitas yang

cukup besar,diantaranya adalah anti

feedant,hormon,antimikroba,antibiotik,toksin,serta regulator pertumbuhan tanaman

dan pemanis. Senyawa-senyawa seskuiterpenoid diturunkan dari cisfarnesil pirofosfat

dan transfarnesil pirofosfat melalui reaksi siklisasi dan reaksi sekunder lannya. Kedua

isomer farnesil pirofosfat ini dihasilkan in vivo melalui mekanisme yang sama seperti

(12)

c.Diterpenoid

Senyawa diterpenoid merupakan senyawa yang mempunyai 20 atom karbon

dan dibangun oleh 4 unit isopren, senyawa ini mempunyai bioaktifitas yang cukup

luas yaitu sebagai hormon pertumbuhan tanaman, podolakton inhibitor pertumbuhan

tanaman, antifeedant serangga, inhibitor tumor,senyawa pemanis, anti fouling dan

anti karsinogen. Senyawa diterpenoid dapat berbentuk asiklik, bisiklik, trisiklik dan

tetrasiklik. Senyawa ini dapat ditemukan pada resin pinus dan beberapa hewan laut

seperti Chromodoris luteorosea dari golongan molusca, alga coklat seperti sargassum

duplicatum serta dari golongan coelenterata. Tata nama yang digunakan lebih banyak

adalah nama trivial (Anonim. 2012).

d.Triterpenoid

Lebih dari 4000 jenis triterpenoid telah diisolasi dengan lebih 40 jenis

kerangka dasar yang sudah dikenal dan pada prinsipnya merupakan proses siklisasi

dari skualen. Triterpenoid terdiri dari kerangka dengan 3 siklik 6 yang bergabung

dengan siklik 5 atau berupa 4 siklik 6 yang mempunyai gugus fungsi pada siklik

tertentu. Sedangkan penamaan lebih disederhanakan dengan memberikan penomoran

pada tiap atom karbon, sehingga memudahkan dalam penentuan substituen pada

masing-masing atom karbon. Triterpenoid biasanya terdapat pada minyak hati ikan

hiu,minyak nabati (minyak zaitun) dan ada juga ditemukan dalam tumbuhan

(13)

glikosida. Triterpenoid telah digunakan sebagai tumbuhan obat untuk penyakit

diabetes, gangguan menstruasi, patukan ular, gangguan kulit, kerusakan hati dan

malaria. Struktur terpenoida yang bermacam ragam timbul sebagai akibat dari

reaksi-reaksi sekunder berikutnya seperti hidrolisa, isomerisasi, oksidasi, reduksi dan

siklisasi atas geranil, farnesil dan geranil-geranil pirofosfat (Anonim. 2012).

e.Tetraterpenoid

Merupakan senyawa dengan senyawa C yang berjumlah 40. Rumus molekul

tetraterpenoid adalah C40H64. Terdiri dari 8 unit isoprene. Sedangkan biosintesisnya

berasal dari geranil-geraniol. Tetraterpenoid lebih dikenal dengan nama karotenoid.

Terdiri dari urutan panjang ikatan rangkap terkonjugasi sehingga memberikan warna

kuning, orange dan merah. Karotenoid terdapat pada tanaman akar wortel, daun

bayam, buah tomat dan biji kelapa sawit (Anonim. 2012).

f.Polyterpenoid

Disintesis dalam tanaman dari asetal melalui pyroposfat isopentil (C5) dan dari

konjugasi jumlah unit isoprene. Ditemukan dalam latek dari karet. Polyterpenoid

merupakan senyawa penghasil karet (Anonim. 2012).

C. Sifat Fisika-Kimia Senyawa Terpenoid

Sifat umum Terpenoid:

a. Sifat fisika dari terpenoid adalah :

(14)

teroksidasi warna akan berubah menjadi gelap.

2) Mempunyai bau yang khas

3) Indeks bias tinggi

4) Kebanyakan optik aktif

5) Kerapatan lebih kecil dari air

6) Larut dalam pelarut organik: eter dan alkohol b.

Sifat Kimia dari terpenoid:

1) Senyawa tidak jenuh (rantai terbuka ataupun siklik)

2) Isoprenoid kebanyakan bentuknya khiral dan terjadi dalam dua bentuk

enantiomer.

Kegunaan terpenoid bagi tumbuhan antara lain :

a. Fitoaleksin

Fitoaleksin adalah suatu senyawa anti-mikrobial yang dibiosintesis

(dibuat) dan diakumulasikan oleh tanaman setelah terjadi infeksi dari

mikroorganisme patogen atau terpapar senyawa kimia tertentu dan radiasi dengan

(15)

betina. Zat ini berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup

untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses

reproduksi. Berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya

dapat mempengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis atau satu spesies

(Anonim. 2012).

Feromon pertama ditemukan di Jerman oleh Adolph Butenandt,ilmuwan yang

juga menemukan hormon seksual pada manusia yaitu estrogen, progesteron dan

testosteron. Ketika pertama kali ditemukan pada serangga, feromon banyak dikaitkan

dengan fungsi reproduksi serangga. Para ilmuwan mula-mula melihat feromon adalah

sebagai padanan dari parfum di dunia manusia (Anonim. 2012).

D. Biosintesa Terpenoid

Secara umum biosintesa terpenoid terjadinya 3 reaksi dasar yaitu:

1. Pembentukan isoprena aktif berasal dari asam asetat melalui asam mevalonat.

2. Penggabungan kepala dan ekor unit isoprene akan membentuk mono-, seskui-, di-,

sester dan poli-terpenoid.

3. Penggabungan ekor dan ekor dari unit C-15 atau C-20 menghasilkan triterpenoid

dan steroid.

Asam asetat setelah diaktifkan oleh koenzim A melakukan kondensasi jenis

Claisen menghasilkan asam asetoasetat. Senyawa yang dihasilkan ini dengan asetil

(16)

rantai karbon bercabang sebagaimana ditemukan pada asam mevanolat. Reaksi-reaksi

berikutnya ialah fosforilasi,eliminasi asam fosfat dan dekarboksilasi menghasilkan

IPP yang selanjutnya berisomerisasi menjadi DMAPP oleh enzim isomerase. IPP

sebagai unit isopren aktif bergabung secara kepada ke ekor dengan DMAPP dan

penggabungan ini merupakan langkah pertama dari polimerisasi isopren untuk

menghasilkan terpenoid. Penggabungan ini terjadi karena serangan elektron dari

ikatan rangkap IPP terhadap atom karbon dari DMAPP yang kekurangan elektron

diikuti oleh penyingkiran ison pirofosfat. Serangan ini menghasilkan geranil

pirofosfat (GPP) yakni senyawa antara bagi semua senyawa monoterpen (Anonim.

2012).

Penggabungan selanjutnya antara satu unit IPP dan GPP dengan mekanisme

yang sama seperti antara IPP dan DMAPP menghasilkan farnesil pirofosfat (FPP)

yang merupakan senyawa antara bagi semua senyawa seskuiterpen.

Senyawa-senyawa diterpen diturunkan dari geranil-geranil pirofosfat (GGPP) yang berasal dari

kondensasi antara atau satu unit IPP dan GPP dengan mekanisme yang sama pula

(Anonim. 2012).

Sintesa terpenoid oleh organisme adalah sangat sederhana sifatnya. Ditinjau

dari segi teori reaksi organik sintesa ini hanya menggunakan beberapa jenis reaksi

dasar. Reaksi-reaksi selanjutnya dari senyawa antara GPP, PP dan GGPP untuk

(17)

sekunder ini lazimnya ialah hidrolisa, siklisasi,oksidasi,reduksi dan reaksi-reaksi

spontan yang dapat berlangsung dengan mudah dalam suasana netral dan pada suhu

kamar seperti isomerisasi,dehidrasi, dekarboksilasi dan sebagainya (Anonim. 2012).

E. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Terpenoid

Ekstraksi senyawa terpenoid dilakukan dengan dua cara yaitu melalui

sokletasi dan maserasi.

1. Sokletasi

Dilakukan dengan melakukan disokletasi pada serbuk kering yang

akan diuji dengan 5L n-hexana. Ekstrak n-hexana dipekatkan lalu

disabunkan dalam 50 mL KOH 10%. Ekstrak n-heksana dikentalkan lalu

diuji fitokimia dan uji aktifitas bakteri.

2. Teknik maserasi menggunakan pelarut metanol.

Ekstrak metanol dipekatkan lalu lalu dihidriolisis dalam 100 mL

HCl4M. Hasil hidrolisis diekstraksi dengan 5 x 50 mL n-heksana. Ekstrak

heksana dipekatkan lalu disabunkan dalam 10 mL KOH 10%. Ekstrak

n-heksana dikentalkan lalu diuji fitokimia dan uji aktivitas bakteri.

Uji aktivitas bakteri dilakukan dengan pembiakan bakteri dengan

menggunakan jarum ose yang dilakukan secara aseptis. Lalu dimasukkan ke dalam

tabung yang berisi 2 mL Muller-Hinton brot, kemudian diinkubasi bakteri homogen

(18)

yang telah diinkubasi siap dioleskan pada permukaan media Muller-Hinton,agar

secara merata dengan menggunakan lidi kapas yang steril kemudian di tempelkan

disekitar yang berisi sampel. Standar tetrasiklin serta pelarutnya yang digunakan

sebagai kontrol,lalu diinkubasi selama 24 jam pada suhu 35°C. Dilakukan

pengukuran daya hambat zat terhadap baketri

(Anonim. 2010). Uji fitokimia dapat

dilakukan dengan menggunakan pereaksi Lieberman-Burchard. Perekasi

Leberman-Burchard merupakan campuran antara asam asetat anhidrat dan asam

sulfat pekat. Alasan digunakannya asam asetat anhidrat adalah untuk membentuk

turunan asetil dari steroid yang akan membentuk turunan asetil di dalam kloroform.

Alasan penggunaan kloroform adalah karena golongan senyawa ini paling larut baik

di dalam pelarut ini dan yang paling prinsipil adalah tidak mengandung molekul air.

Jika dalam larutan uji terdapat molekul air, maka asam asetat anhidrat akan berubah

menjadi asam asetat sebelum reaksi berjalan dan turunan asetil

(19)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Terpenoid merupakan derivat dehidrogenasi dan oksigenasi dari senyawa

terpen. Terpen merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan oleh

tumbuhan dan sebagian kelompok hewan. Rumus molekul terpen adalah (C5H8)n.

Terpenoid disebut juga dengan isoprenoid. Hal ini disebabkan karena kerangka

karbonnya sama seperti senyawa isopren. Secara struktur kimia terenoid merupakan

penggabungan dari unit isoprena, dapat berupa rantai terbuka atau siklik, dapat

mengandung ikatan rangkap, gugus hidroksil, karbonil atau gugus fungsi lainnya

Kegunaan terpenoid bagi tumbuhan antara lain :

a. Fitoaleksin

Fitoaleksin adalah suatu senyawa anti-mikrobial yang dibiosintesis

(dibuat) dan diakumulasikan oleh tanaman setelah terjadi infeksi dari

mikroorganisme patogen atau terpapar senyawa kimia tertentu dan radiasi dengan

sinar UV.

b. Insect antifectan, repellant

c. Pertahanan tubuh dari herbifora

(20)

Feromon adalah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan

memiliki daya pikat seks pada hewan jantan maupun betina. B. Saran

Dengan terselesaikannya makalah ini penyusun berharap makalah ini dapat

bermanfaat bagi pembaca.Selain itu penyusun juga mengharapkan kritik dan saran

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,2010,Biflavonoid,Online:http/www.scribd.comdoc/12754372/D090115

AHMBI flavonoid,diakses tanggal 23 November 2013.

Anonim,2012,UJI Fitokimia

Online:http/www.scribd.com.doc/16766643/Uji-Fitokimia,diakses tanggal 23 November 2013.

Anonim,2012,Terpenoid Online:http/www.id.wikipedia.org/wiki/Diakses tanggal

23 November 2013.

Lenny.Solla, 2006,Sediaan Fitokimia Mifa: Bogor

Referensi

Dokumen terkait

Mekanisme reaksi adalah kum- pulan dari reaksi-reaksi sederhana yang paralel maupun berurutan, dengan tiap pereaksi terkait satu sama lain melalui satu atau lebih zat antara.. D

Dalam bahasa Arab dikenal istilah “الاستمناء”, yaitu memaksa keluarnya mani. Atau secara istilah didefinisikan, “الاستمناء” adalah mengeluarkan mani dengan cara

Para ulama salaf (klasik), tidak membedakan antara ‘illat dengan sebab, keduanya sama-sama menjadi dasar atau alasan adanya ketetapan hukum. Sedangkan para ulama

Sama halnya yang telah dijelaskan oleh Graha (2012:1) bahwasanya terapi masase merupakan satu di antara sekian cara atau metode yang bertujuan untuk membantu menangani kelelahan

antara dua orang atau lebih tidak berjalan dengan baik karena mereka dapat saja menggunakan satu istilah atau kata yang sama, akan tetapi mempunyai arti yang

Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan2. Menurut

Tidak hanya itu, stasiun pemancar atau stasiun televise juga bias menggunakan beberapa sinyal dalam satu lebar gelombang yang sama, memungkinkan untuk melakukan siaran atau

Kalau hasil pengukuran pada bagian obyek ukur yang sama antara butir yang satu dengan butir yang lain saling kontradiksi atau tidak konsisten maka kita jangan menyalahkan obyek ukur,