• Tidak ada hasil yang ditemukan

LTP PUSAT WORKSHOP KREASI BAMBU DI AMBARAWA Tema Desain : Arsitektur Bambu - Unika Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "LTP PUSAT WORKSHOP KREASI BAMBU DI AMBARAWA Tema Desain : Arsitektur Bambu - Unika Repository"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PROJEK AKHIR ARSITEKTUR

Periode LXXI, Semester Genap ,Tahun 2016/2017

LANDASAN TEORI DAN PROGRAM

PUSAT WORKSHOP KREASI BAMBU DI AMBARAWA

Tema Desain

Arsitektur Bambu

Fokus Kajian

Struktur bambu yang sesuai dengan kebutuhan ruang

Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan Memperoleh gelar Sarjana Arsitektur

Disusun oleh:

Ayu Permatasari Haryanto NIM : 13.11.0017

Dosen pembimbing :

Ir. FX. Bambang Suskiyatno, MT. NIDN : 0625116302

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS ARSITEKTUR DAN DESAIN UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas

berkat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

Landasan Teori dan Program (LTP) periode 71 yang berjudul

“Pusat Workshop Kreasi Bambu di Ambarawa” ini dengan baik.

Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan

moral dan materiil yang telah diberikan dalam penyusunan LTP ini,

maka penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Dra. B. Tyas Susanti, Phd., selaku Dekan Fakultas

dan saran yang membangun

5. Jajaran dosen dan staff yang sudah banyak membantu

memberi masukan dan kemudahan perijinan dalam proses

pencarian data

6. Orang tua Penulis yang telah memberi dukungan moral dan

materiil

7. Mukoddas Syuhada, ST, MT. IAI selaku Founder Akademi

Bambu Nusantara

8. Teman-teman seperjuangan yang telah memberikan

(7)

ii

9. Serta semua pihak yang telah membantu baik langsung

maupun tidak langsung dalam penyusunan makalah ini

Akhir kata, penulis berharap semoga LTP ini dapat

bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang, 10 Maret 2017

(8)

iii DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ... i

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR SKEMA ... xvii

DAFTAR TABEL ... xix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Projek ... 1

1.2. Tujuan dan Sasaran Pembahasan ... 3

1.3. Lingkup Pembahasan ... 3

1.4. Metoda Pembahasan ... 4

1.4.1. Metoda Pengumpulan Data Primer ... 4

1.4.2. Metoda Pengumpulan Data Sekunder ... 5

1.4.3. Metoda Penyusunan dan Analisa ... 6

1.4.4. Metoda Pemrograman ... 8

1.4.5. Metoda Perancangan Arsitektur ... 9

1.5. Sistematika Pembahasan ... 11

1.5.1. BAB I Pendahuluan ... 11

1.5.2. BAB II Tinjauan Projek ... 12

1.5.3. BAB III Analisa dan Pendekatan Program Arsitektur ... 12

1.5.4. BAB IV Program Arsitektur ... 13

(9)

iv

2.1.3. Sasaran yang Akan Dicapai ... 19

2.2. Tinjauan Khusus ... 19

2.2.1. Terminologi ... 19

2.2.2. Kegiatan ... 20

2.2.3. Spesifikasi dan PersyaratanDesain ... 37

2.2.4. Deskripsi Konteks Kota / Kabupaten ... 40

2.2.5. Studi Banding... 53

2.2.6. PermasalahanDesain ... 80

2.3. Kesimpulan, Batasan dan Anggapan ... 81

2.3.1. Kesimpulan ... 81

2.3.2. Batasan ... 81

2.3.3. Anggapan ... 82

BAB III ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR ... 83

3.1. Analisa Pendekatan Arsitektur ... 83

3.1.1. Studi Aktivitas ... 83

3.1.1.1. Pengelompokan Aktivitas ... 83

(10)

v

3.1.1.3. Pendekatan Jumlah Pelaku ... 100

3.1.1.4. Pola Kegiatan ... 110

3.1.1.5. Operasional Pusat Workshop Kreasi Bambu ... 113

3.1.2. Studi Fasilitas... 116

3.1.2.1. Kebutuhan Ruang ... 116

3.1.2.2. Persyaratan Ruang ... 127

3.1.2.3. Pola Hubungan Ruang ... 129

3.1.2.4. Studi Fasilitas Indoor / Outdoor ... 134

3.1.3. Studi RuangKhusus ... 136

3.1.4. Studi Kebutuhan Luas Bangunan dan Lahan ... 140

3.1.5. Studi Citra Arsitektural ... 148

3.2. Analisa Pendekatan Sistem Bangunan ... 149

3.2.1. Studi Sistem Struktur dan Enclosure ... 149

3.2.1.1. Studi Sistem Struktur ... 149

3.2.1.2. Studi Sistem Enclosure ... 152

3.2.2. Studi Sistem Utilitas ... 164

3.2.2.1. Sistem Pencahayaan ... 164

3.2.2.2. Sistem Penghawaan ... 166

3.2.2.3. Jaringan Air Bersih ... 168

3.2.2.4. Jaringan Air Kotor ... 170

3.2.2.5. Sistem Listrik ... 171

3.2.2.6. Sistem Penanggulangan Bahaya Kebakaran ... 172

3.2.2.7. Sistem Pembuangan Sampah ... 173

3.2.2.8. Sistem Transportasi Vertikal ... 173

(11)

vi

3.2.3. Studi Pemanfaatan Teknologi ... 175

3.2.3.1. Biofilter Anaerob dan Aerob Water Treatment . 175 3.2.3.2. CCTV ... 176

3.3. Analisa Pendekatan Konteks Lingkungan ... 176

3.3.1. Analisis Pemilihan Lokasi ... 176

3.3.2. Kriteria Pemilihan Tapak ... 181

3.3.3. Alternatif Tapak ... 184

3.3.4. Pemilihan Tapak ... 188

BAB IV PROGRAM ARSITEKTUR... 189

4.1. Konsep Program ... 189

4.1.1. Aspek Citra ... 189

4.1.2. Aspek Fungsi ... 189

4.1.3. Aspek Teknologi ... 190

4.2. Tujuan Perancangan, Faktor Penentu Perancangan, Faktor Persyaratan Perancangan ... 190

4.2.1. Tujuan Perancangan ... 190

4.2.2. Faktor Penentu Perancangan ... 191

4.2.3. Faktor Persyaratan Perancangan ... 193

4.3. Program Arsitektur ... 194

4.3.1. Program Kegiatan dan Fasilitas ... 194

4.3.2. Program Sistem Struktur ... 201

4.3.3. Program Sistem Utilitas ... 201

4.3.4. Program Sistem Teknologi ... 203

(12)

vii

BAB V KAJIAN TEORI ... 208

5.1. Kajian Teori Tema Desain ... 208

5.1.1. Uraian Interpretasi dan Elaborasi Teori Tema Desain ... 208

5.1.2. Studi Preseden ... 211

5.1.3. Kemungkinan Penerapan Teori Tema Desain ... 212

5.1.3.1. Bangunan ... 212

5.1.3.2. Konstruksi ... 213

5.1.3.3. Teknologi ... 213

5.1.3.4. Kawasan ... 214

5.2. Kajian Teori Permasalahan Dominan ... 214

5.2.1. Uraian Interpretasi dan Elaborasi Teori Permasalahan Dominan ... 214

5.2.2. Studi Preseden ... 215

5.2.3. Kemungkinan Penerapan Teori Desain ... 218

(13)

viii DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Peta Wilayah Ambarawa ... 40

Gambar 2.2. Peta Wilayah Desa Bejalen ... 41

Gambar 2.3. Peta Wilayah Desa Pasekan ... 42

Gambar 2.4. Peta Wilayah Kelurahan Ngampin ... 43

Gambar 2.5. Peta Wilayah Kelurahan Lodoyong ... 44

Gambar 2.6. Peta Wilayah Kelurahan Kranggan ... 45

Gambar 2.7. Peta Kelurahan Kranggan ... 46

Gambar 2.8. Peta Wilayah Kelurahan Kupang ... 46

Gambar 2.9. Peta Wilayah Kelurahan Panjang ... 49

Gambar 2.10. Peta Kelurahan Panjang ... 47

Gambar 2.11. Peta Wilayah Kelurahan Pojoksari ... 49

Gambar 2.12. Peta Kelurahan Pojoksari ... 49

Gambar 2.13. Peta Wilayah Keluraha nBaran ... 51

Gambar 2.14. Peta Kelurahan Baran... 51

Gambar 2.15. Peta Wilayah Kelurahan Tambakboyo ... 52

Gambar 2.16. Situasi Sekitar Akademi Bambu Nusantara ... 54

Gambar 2.17. Situasi Akademi Bambu Nusantara ... 54

Gambar 2.18. Bangunan Akademi Bambu Nusantara ... 54

Gambar 2.19. StrukturOrganisasiAkademiBambu Nusantara ... 55

Gambar 2.20. Kegiatan Workshop Akademi Bambu Nusantara ... 56

Gambar 2.21. Ruang Workshop Akademi Bambu Nusantara ... 63

Gambar 2.22. Area Workshop Outdoor ... 63

(14)

ix

Gambar 2.24. Kantin... 63

Gambar 2.25. Ruang Penyimpanan Hasil Workshop ... 64

Gambar 2.26. Area Pembudidayaan Tanaman Bambu ... 64

Gambar 2.27. Eksterior Mess ... 65

Gambar 2.28. Area Parkir ... 65

Gambar 2.29. Main Entrance ... 66

Gambar 2.30. Tampilan Aplikasi Bambu Nusa ... 67

Gambar 2.31. Bibit Tanaman Bambu ... 68

Gambar 2.32. Desain Rumah Bambu Nusantara ... 69

Gambar 2.33. 3D Desain Rumah Bambu Nusantara ... 69

Gambar 2.34. Desain Rumah Oksigen ... 70

Gambar 2.35. Desain Sepeda Bambu ... 71

Gambar 2.36. Karya Kerajinan dan Kriya ... 71

Gambar 2.37. Pring Press ... 72

Gambar 2.38. Main Entrance Akademi Bambu Nusantara ... 72

Gambar 2.39. Bamboo Pixel ... 73

Gambar 2.40. Pengawetan Bambu Menggunakan Bahan Kimia ... 78

Gambar 2.41. Furniture Kursi dan Mej aTamu ... 74

Gambar 2.42. Furniture Kursi dan Meja Tamu ... 74

Gambar 2.43. Situasi OBI Campus... 75

Gambar 2.44. Struktur The Great Hall ... 76

Gambar 2.45. Interior dan Skylight The Great Hall ... 76

Gambar 2.46. Esterior The Great Hall ... 76

Gambar 2.47. Bangunan Rumah Pohon ... 77

(15)

x

Gambar 2.49. Menara Multi Height-Challenge ... 79

Gambar 3.1 SRK Aula Workshop Arsitektur ... 139

Gambar 3.2 SRK Aula Workshop Furniture ... 139

Gambar 3.3 SRK Ruang Diskusi ... 139

Gambar 3.4 SRK Ruang Produksi Bambu ... 140

Gambar 3.5 Pondasi Setempat ... 152

Gambar 3.6 Pondasi Tiang ... 153

Gambar 3.7 Papan Laminasi Bambu ... 154

Gambar 3.8 Plat Lantai Penutup Lantai Anyaman Bambu ... 154

Gambar 3.9 Plat Lantai Bambu Kombinasi Beton Tidak Bertulang .... 155

Gambar 3.10 Motif Lantai Keramik ... 156

Gambar 3.11 Dinding Anyaman Bambu ... 157

Gambar 3.12 Dinding Bilah Bambu ... 157

Gambar 3.13 Dinding Potongan Bambu ... 158

Gambar 3.14 Dinding Bilah Bambu ... 158

Gambar 3.15 Dinding Bambu Komposit ... 159

Gambar 3.16 Konstruksi Atap Sederhana ... 160

Gambar 3.17 Space Frame Bambu Dasar Prisma Segitiga ... 160

Gambar 3.18 Kubah Penyangga Jaringan Bilah Bambu ... 161

Gambar 3.19 Membran BidangPelana pada Kafe ... 161

Gambar 3.20 Penutup Atap Rumbia ... 162

Gambar 3.21 Penutup Atap Alang-alang ... 163

Gambar 3.22 Penutup AtapIjuk ... 163

Gambar 3.23 Penutup Atap Sirap Bambu ... 164

(16)

xi

Gambar 3.25 Lampu Sorot LED Indoor ... 165

Gambar 3.26 Lampu Sorot LED Spot ... 165

Gambar 3.27 Lampu Sorot LED Bulb ... 166

Gambar 3.28 Lampu Sorot LED Bulb ... 166

Gambar 3.29 Cross Ventilation ... 166

Gambar 3.30 Kipas Angin Listrik ... 167

Gambar 3.31 Exhaust Fan ... 167

Gambar 3.32 Fire Exthingusers ... 172

Gambar 3.33 Ramp ... 174

Gambar 3.34 Biofilter Water Treatment ... 175

Gambar 3.35 Sistem Keamanan CCTV ... 176

Gambar 3.36 Peta Wilayah Ambarawa ... 178

Gambar 3.37 Peta Wilayah Jawa Tengah ... 178

Gambar 3.38 Peta Wilayah Kelurahan Lodoyong ... 180

Gambar 3.39 Peta Wilayah Kelurahan Pojoksari ... 181

Gambar 3.40 Alternatif Tapak I ... 184

Gambar 3.41 Alternatif Tapak II ... 186

Gambar 3.42 Alternatif Tapak II ... 186

Gambar 3.43 Alternatif Tapak II ... 188

Gambar 4.1 Alternatif Tapak I ... 205

Gambar 5.1 Struktur The Great Hall ... 208

Gambar 5.2 Bangunan Diskusi dan Pengelola ... 209

Gambar 5.3 Struktur The Great Hall ... 212

Gambar 5.4 Bangunan Diskusi dan Pengelola ... 212

(17)

xii

Gambar 5.6 Kamar Mandi ... 216

Gambar 5.7 Ruang Makan dan Dapur ... 217

(18)

xiii DAFTAR SKEMA

Skema 1.1. Metoda Penyusunan dan Analisa ... 7

Skema 1.2. Metoda Pemrograman Arsitektur ... 8

Skema 1.3. MetodaPerancangan Arsitektur... 9

Skema 2.1. Struktur Organisasi Pusat Workshop ... 21

Skema 3.1 PolaKegiatan Pengunjung Umum ... 110

Skema 3.2 Pola Kegiatan Peserta Workshop ... 110

Skema 3.3 Pola KegiatanPengelolaUmum ... 111

Skema 3.4 Pola Kegiatan Workshop Budidaya ... 111

Skema 3.5 Pola Kegiatan Pengelola Workshop Pengawetan ... 112

Skema 3.6 Pola Kegiatan Pengelola Workshop Arsitektur ... 112

Skema 3.7 Pola Kegiatan Pengelola Workshop Furniture ... 112

Skema 3.8 Pola Hubungan Ruang Utama ... 129

Skema 3.9 Pola Hubungan Ruang Pengelola Utama ... 130

Skema 3.10 Pola Hubungan Ruang Pengelola Workshop Budidaya .... 131

Skema 3.11 Pola Hubungan Ruang Pengelola Workshop Pengawetan Bambu ... 132

Skema 3.12 Pola Hubungan Ruang Pengelola Workshop Arsitektur .... 132

Skema 3.13 Pola Hubungan RuangPengelola Workshop Furniture ... 132

Skema 3.14 Pola Hubungan Ruang Pengunjung Umum ... 132

Skema 3.15 Pola Hubungan Ruang Peserta Workshop ... 133

Skema 3.16 Pola Distribusi Air Bersih ... 168

Skema 3.17 Pola Distribusi Limbah Cair ... 170

(19)

xiv

Skema 3.19 Pola Distribusi Air Hujan ... 171

Skema 3.20 Pola Jaringan Listrik ... 172

(20)

xv DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Fungsi Tanah Desa Bejalen ... 42

Tabel 3.1 Pengelompokan Kegiatan Utama ... 86

Tabel 3.2 Pengelompokan Kegiatan Penunjang ... 87

Tabel 3.3 Pengelompokan Kegiatan Pengelola ... 88

Tabel 3.4 Pengelompokan Kegiatan Service ... 89

Tabel 3.5 Aktivitas Pengunjung ... 95

Tabel 3.6 Aktivitas Pengelola ... 100

Tabel 3.7 Jumlah Pengelola ... 108

Tabel 3.8 Kebutuhan Ruang Pengelola Umum ... 109

Tabel 3.9 Kebutuhan Ruang Pengelola Workshop Budidaya ... 113

Tabel 3.10 Kebutuhan Ruang Pengelola Workshop Pengawetan Bambu 115 Tabel 3.11 Kebutuhan Ruang Pengelola Workshop Arsitektur ... 117

Tabel 3.12 Kebutuhan Ruang Pengelola Workshop Budidaya ... 120

Tabel 3.13 Kebutuhan Ruang Pengelola Workshop Furniture ... 121

Tabel 3.14 Total Kebutuhan Ruang ... 124

Tabel 3.15 Analisis Persyaratan Ruang ... 125

Tabel 3.16 Studi Fasilitas Ruang ... 127

Tabel 3.17 Studi Ruang Khusus Aula Workshop ... 127

Tabel 3.18 Studi Ruang Khusus Ruang Diskusi ... 128

Tabel 3.19 Studi Ruang Khusus Ruang Produksi Bambu ... 136

Tabel 3.20 Kebutuhan Ruang Area Utama ... 137

Tabel 3.21 Kebutuhan Ruang Area Penunjang ... 137

(21)

xvi

Tabel 3.23 Kebutuhan Ruang Area Servis... 138

Tabel 3.24 Pemilihan Tapak ... 142

Tabel 3.25 Kebutuhan Ruang Area Utama ... 142

Tabel 3.26 Kebutuhan Ruang Area Pengelola ... 146

Tabel 3.27 Kebutuhan Ruang Area Servis... 146

Tabel 3.28 Kebutuhan Air Bersih berdasarkan Satuan Fungsi Bangunan ... 168

Tabel 3.29 Perhitungan Kebutuhan Air Bersih ... 169

Tabel 3.30 Pemilihan Tapak ... 188

Tabel 4.1 Pengelompokan Kegiatan Utama ... 197

Tabel 4.2 Pengelompokan Kegiatan Penunjang ... 198

Tabel 4.3 Pengelompokan Kegiatan Pengelola ... 199

Tabel 4.4 Pengelompokan Kegiatan Service ... 199

Tabel 4.5 Kebutuhan Luas Bangunan ... 199

Tabel 4.6 Program Sistem Struktur ... 201

Tabel 4.7 Program Sistem Utilitas ... 203

Gambar

Gambar 5.8 Ruang Baca ...................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Didapatkan respon posisi pendulum dengan berbagai kondisi awal kecepatan pendulum seperti pada ambar .7. Dengan pemberian kondisi awal kecepatan pendulum yang sesuai

Data spasial merupakan data yang memuat tentang lokasi suatu objek dalam peta berdasarkan posisi geografis objek tersebut dalam bumi dengan menggunakan sistem koordinat..

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) penggunaan metode inkuiri dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa kelas XI IPS 2 SMA Pangudi

Pada saat menggunakan parameter 1, algoritma genetika gagal mencapai konvergensi, hal ini dapat dilihat dari perubahan fitness terbaik di setiap generasi yang cenderung

Pada Tugas Akhiri ini akan dibuat Sistem Pengaman Kursi Roda Elektrik dari Benturan berbasis Sensor Jarak yang dilengkapi dengan sensor EMG untuk pengendalian

Pada pengaturan kecepatan motor dengan menggunakan kontroler LQR saja sebenarnya sudah cukup tetapi tujuan dari kontroler ini adalah membuat respon kecepatan motor memiliki nilai

Hasil analisis yang diperoleh selama penelitian yang dilakukan sebanyak enam kali ulangan ditiga lokasi menunjukkan bahwa dari 20 jenis ikan, dengan jumlah total

Jadi dari tim kerja, mereka dari tim kerja dibikin sendiri, lalu mereka memilih sendiri, lalu kalau sudah fix kami akan diskusi di bidang, mungkin ada satu dua yang